Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN
ABSTRAK ... i
KATA PENGANTAR ... ii
UCAPAN TERIMAKASIH ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR TABEL ... ix
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... (1)
B. Rumusan Masalah ... (8)
C. Tujuan Penelitian ... (9)
D. Manfaat Penelitian ... (9)
BAB II LANDASAN TEORI MENGENAI PELATIHAN KETERAMPILAN KERAMIK DI MASYARAKAT A. Konsep Seni Rupa dan Kriya ... (11)
B. Konsep Seni ... (19)
C. Konsep Pelatihan ... (23)
D. Konsep Keterampilan ... (32)
E. Konsep Desain ... (39)
F. Keramik ... (44)
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
D. Teknik Analisis Data ... (63)
E. Tahapan Penelitian ... (63)
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. KONDISI UMUM PLERED ... (66)
1. Letak Geografis ... (70)
2. Kependudukan ... (71)
3. Potensi Masyarakat di Plered ... (73)
4. Sosial dan Ekonomi ... (75)
5. Pendidikan ... (76)
B. KONDISI EXISTING INDUSTRI KERAMIK PLERED 1. Desain Keramik ... (78)
2. Teknik Pembuatan Keramik ... (86)
3. Kondisi Kompetensi Perajin ... (105)
C. PROSES PELATIHAN KETERAMPILAN PERAJINAN PLERED ... (108)
1. Pembakaran Gerabah Keramik Hias ... (109)
2. Bahan Baku Tanah Liat ... (120)
3. Kebijakan Ekspor Keramik ... (127)
4. Pengetahuan Tungku Pembakaran Keramik dan Perawatan Tungku ... (135)
5. Bahan Bakar Dalam Pembuatan Keramik ... (142)
6. Kiln Design dan Kiln Construction ... (148)
7. Peranan Inovasi Plered ... (158)
8. Teknik Cetak Cor Dalam Pembuatan Keramik ... (164)
9. Proses Pengerjain Desain ... (172)
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
12. Firing Process and Firing Control ... (193)
D. EFEKTIFITAS PELATIHAN KETERAMPILAN BAGI
PERAJIN KERAMIK PLERED ... (203)
BAB V KESIMPULAN
A. Kesimpulan ... (209) B. Rekomendasi ... (210)
DAFTAR PUSTAKA ... (xi) LAMPIRAN – LAMPIRAN
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Gambar
4.1 Peta Wilayah Administrasi Kab.Purwakarta ... 70
4.2 Batik Kahuripan ... 74
4.3 Motif Batik Kahuripan ... 74
4.4 Pembuatan Gerabah ... 79
4.5 Keramik Karya Ibu Yayah ... 83
4.6 Keramik Glasir ... 84
4.7 Toko Keramik ... 84
4.8 Keramik Hias ... 85
4.9 Teknik Pilin ... 90
4.10 Teknik Slab ... 91
4.11 Peserta Pelatihan Mengolah Tanah ... 93
4.12 Teknik Putar ... 93
4.13 Teknik Pewarnaan ... 94
4.14 Teknik Cetak ... 95
4.15 Peserta Pelatihan ... 96
4.16 Hasil Teknik Cetak ... 96
4.17 Pengeringan di dalam Ruangan ... 97
4.18 Pengeringan di luar Ruangan ... 97
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
4.21 Pemasaran Keramik diseputar UPDT Litbang Keramik ... 101
4.22 Aneka Ragam Keramik Hias Pak Soekarno... 102
4.23 Gerabah ... 103
4.24 Gerabah ... 104
4.25 Macam-macam Gerabah/Stoneware ... 104
4.26 Keramik Porselen ... 105
4.27 Gerabah Karya Pak Soekarno ... 116
4.28 Keramik Hias Produksi Bapak Taufik ... 117
4.29 Keramik Hias Produksi Ibu Yayah ... 118
4.30 Gerabah Pak Dodol ... 119
4.31 Tungku Bata ... 153
4.32 Desain Keramik ... 176
4.33 Desain Keramik Pak Taufik ... 177
4.34 Hasil Keramik Dengan Teknik Cetak ... 184
4.35 Penyusunan Keramik ... 192
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Tabel
1.1 Penduduk Bekerja Menurut Jenis Pekerjaan
Di Kabupaten Purwakarta Tahun 2008-2009 ... (4)
1.2 Tabel Pelatihan Keterampilan Keramik Plered Tahun 2008-2011 ... (6)
2.1 Tabel Tahap Program Pelatihan ... (28)
3.1 Daftar Nama Perajin Keramik Plered ... (59)
4.1 BPS Purwakarta ... (73)
4.2 Proses Pembuatan Keramik ... (122)
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Keramik atau tembikar adalah suatu bentuk dari tanah liat yang mengalami
proses pembakaran. Keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi yang
menghasilkan barang dari tanah liat. Keramik pada awalnya berasal dari bahasa
Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami
proses pembakaran. Kamus dan ensiklopedi tahun 1950-an mendefinisikan keramik
sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang
dibakar, seperti gerabah, genteng, porselin, dan sebagainya.
Keramik di Indonesia sudah ada sejak zaman Neolitikum yang ditemukan
dibeberapa tempat di Indonesia. Sisa-sisa gerabah dari sejak bercocok tanam telah
ditemukan di Banyuwangi (Jawa Timur), Kelapa Dua Bogor (Jawa Barat),
Kalumpang dan Minanga Sipakka ( Sulawesi), dan disekitar danau Bandung (Jawa
Barat).
Teknik pembuatan gerabah dari masa tersebut masih sangat sederhana, yaitu
dengan teknik tatap batu dengan teknik tangan dan pembakaran tradisional.
Pembakaran tradisional adalah pembakaran secara terbuka, dalam lubang dangkal
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
itu masih digunakan sampai sekarang oleh sebagian perajin keramik di Indonesia.
Salah satunya adalah Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta di Jawa Barat.
Plered adalah salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Purwakarta,
Provinsi Jawa Barat dengan luas 971,72 km². Kabupaten Purwakarta terletak diantara
107o30' – 107o40' BT dan 6o25' – 6o45' LS dan terleetak +80 Km sebelah timur
Jakarta. Mata pencaharian pokok penduduk kecamatan Plered antara lain adalah
bertani dan menjadi perajin mulai dari membuat genteng, bata, dan alat-alat keperluan
rumah tangga.
Keramik Plered sudah ada sekitar abad ke-20 ketika masih zaman
pemerintahan kolonial Belanda. Awalnya kegiatan masyarakat membuat
barang-barang perkakas rumah tangga seperti kendi, gelas, piring, dan gerabah berawal untuk
memenuhi keperluan sehari-hari. Pada tahun 1935, gerabah menjadi industri rumah
tangga yang dimulai dengan perusahaan Belanda yang membuat pabrik besar
bernama Hendrik De Boa di Warungkandang, Plered. Namun pada jaman penjajahan
Jepang, kerajinan keramik sempat mengalami kemunduran akibat penduduknya
bekerja sebagai romusha. Industri keramik mulai berkembang kembali pada tahun
1950 setelah Bung Hatta membuka resmi induk keramik di daerah Gonggo, dan
mendatangkan mesin-mesin dari Jerman hingga industri keramik Plered mampu
berkembang pesat. Hal ini tercantum pada Profil Industri Keramik Plered, UPDT
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Sampai dengan saat ini kecamatan Plered dikenal sebagai salah satu tempat
pembuatan keramik kerajinan jenis gerabah atau tembikar. Keramik Plered tidak
hanya di pasarkan di Indonesia, melainkan sudah merambah ke mancanegara. Di
Indonesia, keramik Plered menjadi salah satu produk ekspor daerah Purwakarta.
Masyarakat di Kecamatan Plered sampai sekarang masih dikenal sebagai
pengrajin keramik dengan produk yang dihasilkannya adalah keramik Plered.
Masyarakat memulai usaha keramik Plered ini dikarenakan banyak sebagian tanah di
daerah Plered Purwakarta mengandung tanah lempung atau tanah liat, sehingga
mereka tidak perlu membeli bahan pokok tersebut ke daerah lain. Hal ini membantu
masyarakat dalam mengolah tanah liat sendiri dan menciptakan kualitas juga bentuk
kreasi keramik yang diminati. Bentuk dan jenis keramik yang di produksi pastinya
sudah mengalami perubahan dari masa kemasa. Sudah tentu banyak dinamika yang di
alami oleh industri keramik Plered sampai akhirnya menjadi sentra keramik yang
dikenal ke mancanegara.
Keramik Plered dapat berupa keramik hias dan keramik pakai atau fungsi.
Pembuatan keramik Plered banyak melibatkan tenaga masyarakat sekitar, maka mulai
dibentuklah beberapa industri rumahan (home industry) yang akhirnya mampu
berkembang menjadi industri kecil (small industry). Keberadaan industri ini sangat
berpengaruh terhadap tatanan ekonomi dan sosial masyarakat di Plered. Tingkat
ekonomi masyarakat Plered ikut berkembang sejak banyak berdirinya home industry
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
menambah wawasan berkesenian dalam bidang kriya, mengenalkan produk kerajinan
tangan (handmade) karya anak bangsa Indonesia ke mancanegara, serta mampu
meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
Tabel 1.1.
Penduduk Bekerja Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Purwakarta Tahun 2008-2009
JENIS PEKERJAAN
2008 (Orang)
2009 (Orang)
Pertanian 85.326 105.776
Industri 84.615 68.224
Perdagangan 64.717 76.909
Jasa 51.428 44.638
Sektor lainnya 70.142 56.052
Jumlah 356.228 351.599
Sumber : BPS Purwakarta, Tahun 2009
(http://www.purwakartakab.go.id/data-makro/penduduk.html)
Pada tahun 2008 dan 2009, industri keramik hias di dalam negeri mulai
melemah dikarenakan para perajin dan masyarakatnyya tidak dapat mengolah bahan
baku tanah liat dengan baik. Sehingga mengakibatkan rendahnya kualitas mutu
bahan baku yang dipasarkan oleh perajin keramik di Plered, serta minimnya inovasi
dan kreatifitas dalam pengembangan desain produk. Hal ini terlihat dengan
menurunnya jumlah pekerja dalam bidang industri di Plered terutama sentra industri
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Pada tahun 2010, diakibatkan kenaikan harga bahan bakar minyak pada
Oktober 2005, puluhan unit usaha di sentra Plered Kabupaten Purwakarta mulai
menerima dampak dari kenaikan harga BBM tersebut. Sebagian pengusaha dan
perajin di Plered tidak mampu lagi menyesuaikan ongkos produksi yang melonjak
dengan menurunnya tingkat pemesanan keramik di Plered. Harga jual genteng dan
keramik yang sulit naik dibandingkan dengan harga minyak yang melambung naik
terus menerus. Hal ini mengakibatkan sebagian perajin kembali beralih menggunakan
kayu bakar dan memanfaatkan jerami-jerami yang bisa dimanfaatkan untuk proses
permbakaran. Tentu saja hal ini berdampak pada menurunnya kualitas keramik dan
ketepatan waktu pesanan.
Melalui dinas perindustrian di wilayah Kabupaten Purwakarta pemerintah
setempat berupaya mengembangkan produksi yang dihasilkan sentra industri keramik
Plered semakin di depan dalam segi kualitas dan semakin cepat dalam proses
produksi. Pengrajin Plered berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta
terutama melalui Litbang Keramik Plered agar lebih peka menyikapi kondisi
kerajinan keramik sekarang ini. Sehingga bisa secepatnya dicarikan jalan keluar yang
terbaik, yang pada akhirnya kerajinan keramik Plered bisa bangkit lagi seperti pada
awal kehadirannya.
Dalam upaya pemerintah melalui Litbang Keramik Plered, pada periode tahun
2008-2011, sebagian perajin Plered telah mendapatkan beberapa pelatihan, sebagai
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu Tabel 1.2
Pelatihan Keterampilan Keramik Plered Tahun 2008-2011
No. JENIS PELATIHAN Tanggal Penyelenggara Pemateri
A. Pelatihan Desain
1. PROSES PENGERJAAN
DESAIN 20-22 Juli 2010 Balai Besar Keramik Bandung Dadan Sumardan
B. Pelatihan Teknik
1. KILN DESIGN dan KILN CONSTRUCTION 19-20 Nov 2009 Balai Besar Keramik Bandung Suripto dan Ukar Karsono
2. PETUNJUK
PELAKSANAAN PRAKTEK
PEMBUATAN MODEL DAN CETAKAN
23 - 30 Juli 2010
Balai Besar Keramik
Bandung
Mulyana
3. PEMBAKARAN
GERABAH/KERAMIK HIAS 11-15 Nov 2008 Klaster IKM Gerabah/Keramik Hias Plered Deni Yana dan Gita Winata
4. PENGETAHUAN
TUNGKU PEMBAKARAN KERAMIK dan PERAWATAN TUNGKU 16-23 Nov 2009 Balai Besar Keramik Bandung Soepomo dan Hernawan
5. FIRING PROCES dan
FIRING CONTROL 20- 25 April 2011 Balai Besar Keramik Bandung Dede CK
6. TEKNIK CETAK COR
(SLIP CASTING) DALAM PEMBUATAN KERAMIK 20-25 Maret 2010 Klaster IKM Gerabah/ Keramik Hias Plered Deni Yana dan Gita Winata
C. Pelatihan Alat dan Bahan
1. BAHAN BAKU TANAH
LIAT
2-5 Agt 2008
Balai Besar Keramik Bandung Deny Yana dan Gita Winata
2.. BAHAN BAKAR
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu D. Pelatihan Pemasaran
1. KEBIJAKAN EKSPOR
KERAMIK 2-5 Oct 2009 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Ir. Asep Muhammad Ridwan, MPM
E. Pelatihan Motivasi
1. GEMBA KAIZEN 22 Sept
2010
Shindan-Shi Indonesia
Cahyadi
F. Inovasi
1. PERANAN INOVASI
PLERED 30 November 2009 Balai Besar Keramik Bandung Ngakan Timur Antara
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Pelatihan-pelatihan yang diberikan pada perajin di Plered dari berbagai lembaga
seolah tidak memberikan solusi tuntas untuk mengembalikan kemajuan pasar Plered
seperti dulu. Mengapa bisa terjadi hal demikian? Sedangkan hampir semua jenis
pelatihan sudah diberikan kepada perajin Plered Purwakarta yang terhitung dari tahun
2008-2011. Saya sebagai penulis sangat tertarik untuk meneliti permasalahan tersebut
guna memecahkan permasalahan yang menghambat kemajuan produksi keramik
Plered saat ini.
Berdasarkan fenomena dan latar belakang diatas, penulis bermaksud meneliti
EVALUASI PELATIHAN KETERAMPILAN BAGI PERAJIN KERAMIK
PLERED PERIODE 2008-2011 (Studi terhadap topik dan implementasi pelatihan
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka saya sebagai penulis akan
melakukan sebuah penelitian yang di fokuskan pada EVALUASI PELATIHAN
KETERAMPILAN BAGI PERAJIN KERAMIK PLERED PERIODE
2008-2011 (Studi terhadap topik dan implementasi pelatihan dalam kajian dan kondisi
industri keramik Plered sekarang).
Kondisi industri keramik Plered sekarang yang memperlihatkan penurunan
pada aspek kualitas SDM yang berakibat pada kurang kompetitifnya produk keramik
Plered. Kondisi SDM perajin sekarang tidak bisa dilepaskan dari kegiatan
peningkatan berbagai keterampilan melalui kegiatan pelatihan yang dilakukan pada
tahun-tahun sebelumnya. Masalahnya sekarang adalah bagaimana pelatihan
berdampak pada peningkatan industri keramik Plered sekarang?, lebih lanjut
masalah dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana kondisi exsisting Industri Keramik yang ada di Kecamatan Plered
Kabupaten Purwakarta?
2. Jenis pelatihan keterampilan apa saja yang dilaksanakan berbagai pihak pada
perajin keramik Plered Purwakarta dari tahun 2008-2011?
3. Bagaimanakah dampak pelatihan keramik pada produksi keramik di Plered
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari rencana penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan
jenis pelatihan keterampilan kriya keramik dalam kurun waktu 4 tahun terakhir,
yang terhitung mulai tahun 2008-2011 di sentra industri keramik Plered Purwakarta.
Kemudian dikaji dan dianalisa sehingga mendapatkan beberapa pengetahuan
pelatihan yang dapat dievaluasi dan dikembangkan guna mencapai peningkatan
produksi keramik Plered khususnya sumber daya manusia.
Disesuaikan dengan rumusan masalah dan pertanyaan penelitian, maka
penelitian ini ditujukan untuk;
1. Mendeskripsikan kondisi exsisting industri yang ada di Plered Purwakarta dan
apa saja pelatihan-pelatihan keterampilan keramik yang diberikan pada perajin
keramik di Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta.
2. Mendeskripsikan penerapan pelatihan keterampilan untuk perajin keramik di
Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta yang mampu meningkatkan kualitas
dan sumber daya manusia yang berpotensi lebih baik.
3. Menganalisis dampak pelatihan keramik pada produksi keramik di Plered
pasca pelatihan keterampilan dari tahun 2008-2011.
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Signifikansi dari penelitian ini akan mengemukakan bagaimana pelatihan kriya
keramik di Kecamatan Plered Purwakarta yang diberikan kepada pengrajin dan
pengusaha keramik di Plered Purwakarta. Manfaat penelitian ditujukan bagi :
1. Penelitian yang dilakukan adalah pengalaman yang sangat berarti dan
merupakan satu upaya untuk penulis menambah ilmu pengetahuan tentang
pelatihan keterampilan kriya keramik Plered Purwakarta.
2. Secara akademik dapat memperkaya konsep pendidikan kuhususnya dalam seni
keramik yang dapat di aplikasikan bagi kehidupan masyarakat.
3. Penelitian ini juga dapat djadikan sebagai masukan ilmu kependidikan bagi
pengusaha kramik di daerah lain.
4. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran pelatihan keterampilan
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB III
METODE PENELITIAN
A. PENDEKATAN DAN METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah unsur penting dalam melakukan pendekatan dalam
meneliti suatu subjek. Penelitian yang dilakukan oleh penulis diharapkan mampu
memberikan penjelasan secara lisan baik tulisan berdasarkan hasil penelitian yang
telah diamaati. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
yang merupakan prosedur penelitian agar dapat menghasilkan data deskriptif.
Seperti yang dikemukan Bogdan dan Biklen, 1992; Denzim dan Lincoln, 1994;
Glesne dan Peshkin, 1992 (A. Chaedar Alwasiyah, 2002):
„Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami (alih-alih menjelaskan berbagai penyebab) fenomena sosial dari perspektif para partisipan melalui pelibatan ke dalam kehidupan aktor-aktor yang terlibat; (b) pendekatan penelitian yang paling cocok untuk menangkap fenomena tersebut adalah etnografi yang membantu pembaca memahami definisi spektif para partisipan
para peneliti perlu “meluruhkan diri” ke dalam fenomena yang sedang dikaji; dan (c) sifat realitas sosial paling baik dikemas sajikan dalam “thick
description”, yang kelak akan dilaporkan kepada para pembaca dalam bentuk
naratif.‟
Menurut Creswell, (1998:15) tersedia
http://www.penalaran-unm.org/index.php/artikel-nalar/penelitian/116-metode-penelitian-kualitatif.html (20
Februari 2012) mengartikan pendekatan kualitatif sebagai berikut:
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami.‟
Pengertian pendekatan kualitatif di atas diharapkan akan membantu penulis
dalam menentukan hasil penelitian ini. Penelitian ini akan dilengkapi dengan metode
penelitian deskriptif yang akan memaparkan hasil penelitian dan dituliskan sesuai
pengamatan penulis.
“Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat deskripsi mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian. Dalam arti ini penelitian deskriptif itu adalah akumulasi data dasar dalam cara deskriptif semata-mata tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubungan, mentest hipotesis, membuat ramalan, atau mendapatkan makna dan implikasi, walaupun penelitian yang bertujuan untuk menemukan hal-hal tersebut dapat mencakup juga metode-metode deskriptif “(Sumadi Suryabrata 1983:76).
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dalam penelitian ini penulis
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif untuk
meneliti pelatihan keterampilan di Plered yang diberikan kepada perajin di Desa
Anjun Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta. Gambaran yang akan diteliti adalah
pelatihan keterampilan untuk perajin Keramik Plered di Desa Anjun dengan
kompetensi perajin Plered di Desa Anjun saat ini.
B. SUBJEK DAN LOKASI PENELITIAN
Pada penelitian ini, terdapat lokasi dan subjek yang akan diteliti. Lokasi
penelitian bertempatkan di Desa Anjun Kec. Plered Kab.Purwakarta Jawa Barat. Dan
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
beralamatkan di Jalan Raya Anjun No. 12 B Telp. 0264-272432 Plered/Purwakarta.
Adapun prolehan informasi mengenai, keadaan Plered saat ini, kompetensi perajin
Plered, dan pelatihan keterampilan apa saja yang telah diterima perajin Plered di desa
Anjun.
Dari beberapa perajin yang mengikuti kegiatan pelatihan keramik di Plered,
akan dipilih beberapa perajin yang masih aktif memproduksi keramik untuk dijadikan
subjek penelitian oleh peneliti. Sehubungan dengan pelatihan yang telah diterima oleh
perajin selama kurun waktu 4 tahun terakhir terhitung dari 2008-2011. Perajin akan
memperkuat pendapat dari pelatihan keterampilan yang menjadi kebutuhan perajin.
Perajin sendiri tinggal dan menetap di desa Anjun Purwakarta. Sehingga penelitian
ini akan lebih mudah untuk diteliti. Daerah penelitian ini pun tidak sulit dijangkau
untuk masyarakat yang ingin berkunjung. Karena tidak jauh dari wilayah Ibukota
Jakarta dan kota Bandung yang sudah terhubung dengan jalur tol Cipularang.
Subjek selanjutnya dalam penelitian ini adalah perajin keramik di Desa Anjun.
Dalam penelitian ini dipilih 5 orang perajin yang masih aktif dalam memproduksi
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu Tabel 3.1
DAFTAR NAMA PERAJIN KERAMIK PLERED
No. Nama Pndidikan Alamat Tahun
berdiri
1. Taufik SMA Kp. Anjun Rt. 008/002 Ds.
Anjun Kec. Plered Kab. Purwakarta
1992
3. Yayah SD Kp. Anjun Rt. 008/002 Ds.
Anjun Kec. Plered Kab. Purwakarta
1993
2. Soekarno S1 Kp. Anjun Rt. 008/003 Ds.
Anjun Kec. Plered Kab. Purwakarta
2001
4. Eman SMP Kp. Anjun Rt. 004/001 Ds.
Anjun Kec. Plered Kab. Purwakarta
2001
5. Dodol SMP Kp. Anjun Rt. 005/001 Ds.
Anjun Kec. Plered Kab. Purwakarta
2001
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Alasan pemilihan kelima perajin tersebut karena dari semua perajin yang
pernah mengikuti pelatihan di UPDT LITBANG dari Tahun 2008-2011, terhitung 5
orang didalamnya masih aktif dalam memproduksi keramik di Plered sampai dengan
sekarang. Kelima perajin ini dianggap memiliki karakter yang berbeda dalam
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
C. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan data adalah alat yang digunakan untuk memperoleh
informasi dari responden, tujuannya untuk memperoleh dan mengumpulkan data
yang diperlukan dalam penelitian. Dalam hal ini, pengumpulan data harus tepat dan
sesuai dengan apa yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian. Data yang
ingin digali oleh penulis diantaranya; kondisi sentra industri keramik di Pered saat
ini, jenis-jenis pelatihan yang diberikan kepada perajin di Plered pada tahun
2008-2011, termasuk didalamnya hasil implementasi dari pelatihan tersebut yang belum
diketahui bagaimana dampaknya terhadap sentra industri keramik di Plered.
Menanggapi permasalahan diatas adapun teknik pengumpulan data yang dianggap
tepat dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dam studi dokumnetasi.
1. Observasi
Dalam observasi peneliti diharuskan terjun langsung ke lapangan untuk
mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan,
benda-benda, waktu, peristiwa dan tujuan. Maka subjek yang paling relevan dengan tujuan
penelitian menjadi perhatian pertama dalam sebuah observasi.
Data yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian ini adalah melakukan
kegiatan observasi terhadap kegiatan perajin di Desa Anjun dalam membuat keramik,
menganalisa ketika perajin membuat keramik di Desa Anjun sehingga peneliti dapat
melihat langsung bagaimana perajin di Plered membuat keramik dan bagaimana
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
ini. Pelatihan yang diberikan pada perajin menjadi tolak ukur penulis dalam meneliti
tingkat keterampilan atas pelatihan yang telah diberikan.
Bungin (2007: 115) mengemukakan beberapa bentuk observasi yang dapat
digunakan dalam penelitian kualitatif, yaitu observasi partisipasi, observasi tidak
terstruktur, dan observasi kelompok tidak terstruktur. Tersedia online
http://www.penalaran-unm.org/index.php/artikel-nalar/penelitian/116-metode-penelitian-kualitatif.html.
a. Observasi partisipasi (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan dimana observer atau peneliti benar-benar terlibat dalam keseharian responden.
b. Observasi tidak berstruktur adalah observasi yang dilakukan tanpa menggunakan guide observasi. Pada observasi ini peneliti atau pengamat harus mampu mengembangkan daya pengamatannya dalam mengamati suatu objek.
c. Observasi kelompok adalah observasi yang dilakukan secara
berkelompok terhadap suatu atau beberapa objek sekaligus. ()
Dengan adanya pengertian observasi diatas, peneliti menggunakan observasi
partisipasi (participant observation) dan observasi tidak berstruktur. Penulis
melakukan observasi dengan cara mengamati cara perajin dalam membuat keramik
di Desa Anjun dan mengamati kaitannya dengan pelatihan yang telah diterima perajin
Desa Anjun selama 4 tahun terkahir.
2. Wawancara
Wawancara merupakan tahap pencarian data atau keterangan secara langsung
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
dibutuhkan dalam setiap penelitian guna mendapatkan informasi menurut cara
pandang masyarakat ataupun objek penelitian.
Wawancara dalam hal ini selain dalam bentuk tanya langsung, responden juga
dimintai kesediaannya untuk mengisi angket terbatas. Pertanyaan didalam angket
seputar keadaan kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia) di Desa Anjun dan
pelatihan keterampilan di Desa Anjun. Pertanyaan atau interview ditujukan kepada
informan yang ditetapkan dalam penelitian ini berada di lingkungan masyarakat
perajin keramik di Anjun Plered Purwakarta., diantaranya: (a) para tokoh masyarakat
Anjun Purwakarta, (c) staf pemerintahan desa Anjun Purwakarta, (d) para pengusaha
keramik Anjun Purwakarta, (e) para perajin keramik Anjun Purwakarta.
Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini dilakukan
wawancara mendalam guna memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan
cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dan informan. Dimana
pewawancara dan informan turut terlibat langsung dalam proses pengumpulan data.
Pemilihan instrumen ini diharapkan dapat mambantu peneliti memperoleh data yang
lebih banyak dalam melengkapi penelitian.
3. Studi Dokumentasi
Pada penelitian kualitatif ini, untuk melengkapi penelitian dengan data berupa
fakta yang dapat disimpan. penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
yang bersumber dari data visual atau foto, data laporan menyangkut pelatihan
keterampilan di Plered, dan catatan lain yang dapat melengkapi penelitian ini.
D. TEKNIK ANALISIS DATA
S etelah dilakukan pengumpulan data, analisis data dilakukan secara berulang
atau berkesinambungan baik selama pengumpulan data di lapangan maupun setelah
data terkumpul. Teknik pengumpulan data dalam kualitatif sangat menentukan
validnya sebuah penelitian.
Maka dari itu peneliti melakukan checking untuk memeriksa data yang
diragukan, data yang perlu dicek lebih lanjut, sumber informasi yang perlu dicek
apakah sudah tepat dan sesuai dengan data yang diperlukan dalam penelitian.
Selanjutnya organizing dimaksudkan untuk mengelompokan dan memberi tanda pada
data yang sudah dicek kelengkapannya dan disesuaikan dengan studi dokumentasi
dan wawancara. Hal terakhir adalah coding atau pengkodean yang dilakukan dengan
mengurangi jumlah atau membagi bagian analisis untuk memudahkan pengumpulan
data berikutnya.
E. TAHAPAN PENELITIAN
Didalam penelitian ini, terdapat beberapa langkah tahapan penelitian yang
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu Tabel 3.2
TAHAPAN PENELITIAN
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Tahapan penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah pengumpulan data
berdasarkan hasil obserasi, wawancara terhadap subjek penelitian, kemudian di
dokumentasikan sebagai bukti visual. Penelitian selanjutnya dengan meneliti keadaan
secara umum kondisi di Kecamatan Plered, dilanjutkan dengan penelitian terhadap
kondisi existing industri keramik, pendekatan kualitatif terhadap kegiatan perajin
keramik di Plered dan menganalisa dampak pelatihan dan efektifitas pelatihan pasca
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari tess dengan judul
Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011, dapat
disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Kondisi industri keramik pada saat ini memperlihatkan penurunan pada
aspek kualiatas Sumber Daya Manusia yang disebabkan oleh relatif
rendahnya jenjang pendidikan dan keterampilan perajin keramik Plered di
Desa Anjun, sehingga mengakibatkan kurang kompetitifnya produksi
keramik Plered.
2. Pelatihan Keterampilan yang didasari atas kebutuhan perajin Plered telah
diberikan selama periode 2008-2011 sebanyak 12 jenis pelatihan. Yang di
dikelompokan pada pelatihan desain, pelatihan teknik, pelatihan alat dan
bahan, pelatihan pemasaran, pelatihan motivasi dan inovasi.
3. Efektifitas pelatihan terlihat pada salah satu perajin Plered yang mengikuti
hampir semua jenis pelatihan dengan apresiasi yang baik dan implementasi
yang mampu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Sedangkan
bagi perajin yang kurang mengapresiasi dan mengimplementasikan
pelatihan keterampilan dengan baik, tidak memperlihatkan peningkatan
kompetensi secara menyeluruh dalam produksi keramik di Desa anjun
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu B. Rekomendasi
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah disampaikan, maka
penulis merekomendasikan beberapa hal untuk perajin di Desa Anjun Plered,
Pelatihan Keterampilan, dan penelitian selanjutnya.
1. Perajin di desa Anjun
Terpenuhinya pelatihan keterampilan di Plered Purwakarta untuk upaya
meningkatkan kompetensi perajin dan merubah kondisi industri keramik Plered
saat ini, hendaknya perajin mengikuti segala macam bentuk pelatihan
keterampilan yang diberikan di Plered Purwakarta. Sehingga perajin dapat
menambah ilmu pengetahuan tentang keterampilan kriya keramik Plered
Purwakarta.
2. Pelatihan Keterampilan
Sebagai pengguna pelatihan keterampilan keramik Plered di Purwakarta,
maka pelatihan keterampilan diharapkan dapat diimplementasikan dan
diapresiasikan dengan baik agar bisa menghasilkan perajin yang kompetitif dalam
menghasilkan keramik.
3. Peneliti selanjutnya
Pelatihan ilmu keterampilan memfasilitasi terjadinya proses belajar individu
sehingga pengetahuan dan keterampilan individu tersebut meningkat. Sehingga
dapat meningkatkan kompetensi perajin dan merubah kondisi industri agar lebih
produktif. Pelatihan keterampilan dapat diupayakan menjadi ilmu kependidikan
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu x DAFTAR PUSTAKA
Alwasih, Chaedar. (2002). Pokoknya Kualitatif. Bandung: Pustaka Jaya.
Beardsley, Monro. (1982). The Aesthetic Point of View, Ithaca. New York: Cornell University Press.
Dahidi, A. dan Karyono T. dkk. (2007). Apresiasi Bahasa dan Seni. Basen Press: Bandung.
Darma. Sulasmi P, Dra. (1989). Warna Sebagai Salah Satu Unsur Seni. Jakarta: Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.
Dessler, Gary. (2004). Sumber Daya Manusia, Penerjemah Eli Tanya. Jakarta: PT. Indeks. Judul asli Human Resource Managemen. (2003). Pretince-Hall, inc. New Jersey: Upper Saddle River.
Dickie, George. (1984). The Art Circle. New York: Haven.
Ekawati, Nova. (2009). “Benda Antik dalam Seni Kriya dan Kearifan Lokal”. Yogyakarta: B.I.D ISI Yogyakarta.
Gomes, Faustinc C. (2003). Manajemen Suber Daya Manusia. Yogyakarta: CV. Andi Offsetl.
Hamalik, Oemar. (2007). Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.
Hikmat, Harry. (2001). Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Humaniora Utama Press.
Ichsan, Nurdian. (2002). Membuat Keramik. Bandung: PT. Kiblat Buku Utama.
Iskandar, Popo .(2000). Alam Pikiran Seniman. Yayasan Popo Iskandar: Bandung.
J. Meleong, Lexy. (2005). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Jono, A. (2009). “Wacana Seni Rupa Kontemporer dalam Seni Kriya dan
Kearifan Lokal”. Yogyakarta: B.I.D ISI Yogyakarta.
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu xi Mangkuprawira. Sjafri. (2003). Mananjemen Sumber Daya Manusia Strategik.
Jakarta: Ghalia Indonesia.
Poetri, Lydia. (2009). “Kriya Keramik dalam Seni Kriya dan Kearifan Lokal”. Yogyakarta: B.I.D ISI Yogyakarta.
Sachari A. dan Sunarya Y. (2000). Desain dan Dunia Kesenirupaan Indonesia dalam Wacana Transformasi Budaya. Penerbit ITB: Bandung.
Sachari, A. dan Suryana. Y (2001). Sejarah dan Perkembangan Desain dan Dunia Kesenirupaan di Indonesia. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Sambudi. (2004). Membuat Keramik Biskuit. Yogyakarta : Absolut.
Setiabudhi, Natash. (2011). Belajar Sendiri Membuat Keramik. Bandung : PT. Kiblat Utama.
Shiner, Larry. (2001). The Invention of Art. Chicago: University of Chicago Press.
Soemarjadi, Ramanto (1991), Pendidikan Keterampilan. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Soeteja, Zakaria S. (2009). “Pendidikan Melalui Seni Kriya dalam Seni Kriya dan
Kearifan Lokal”. Yogyakarta: B.I.D ISI Yogyakarta.
Suryabrata, Sumadi. (2003). Metodelogi Penelitian. Jakarta: Universitas Gajah Mada PT. Raja Grafindo Persada.
Tarjo dan Nanang. (2009). Konsep dan Strategi Pembelajaran Seni Rupa.
Bandung. CV: Bintang Warli Artika.
Zuhdi, Muria. (2009). “Kriya melintas Zaman dalam Seni Kriya dan Kearifan
Lokal”. Yogyakarta: B.I.D ISI Yogyakarta.
Jurnal dan Makalah :
Eka L. Koncara, S.Pd. (2009). “Cara membuat keramik Menurut Perajin Keramik Plered“ (study Deskripsi di Kawasan Kerajinan Keramik Anjun Plered –
Purwakarta). Makalah pada Pembinaan TK-SD dan PLs Kec Plered/Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga. Purwakarta.
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu xii Sudana, I. Wayan (2010). “Formulasi Bahan dan Teknik FinishingnUntuk
Produk-Prodeuk Kriya” dalam Jurnal Tekstil, Volume 8 No.2 Desember 2010. Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo.
Yana, Deni. (2009) . “Pembakaran Gerabah” Makalah pada Pelatihan IKM Gerabah/Keramik Hias Plered Purwakarta November 2009. Purwakarta.
Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan Dan Ketenagaan Perguruan Tinggi. (2004).Soepardi.Teknik Pengumpulan Data. Jakarta.
Tesis:
Isnawat Mohamadi. (2011). Analisi Kebutuhan Stakeholder Tentang Keberadaan Jurusan Pendidikan Teknik Kriya Universitas Negeri Gorontalo. Tesis. Prodi Pendidikan Seni Pasca Sarjana UPI. Bandung. Tidak Diterbitkan.
Didin Jamaludin. (2011). Pembelajaran Keterampilan Keramik Berbasis Potensi Lingkungan (Studi Kasus Pembelajaran Keramik Pada Tingkat SMP Di Kabupaten Purwakarta Dengan Metode Karyawisata). Prodi Pendidikan Seni Pasca Sarjana UPI. Bandung: Tidak Diterbitkan.
Internet:
Admin. (2011). Pengertian Seni. (Online). Tersedia http://wawan-junaedi.blogspot.com/ (5 Maret 2012)
Anggie. (2011). Pengertian Seni Kriya
http.//anggieantika.blogspot.com/2011/06/pengertian-seni-kriya-seni-adalah.html?m=1 (5 April 2012).
Hidayat. (2009). Jurnal Manajemen, Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Bahan Kuliah Manajemen. (Online). Tersedia http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/pelatihan-kerja-definisi-tujuan-teknik.html. (1 Juni 2012).
Tian Septian. (2009) Mengenal Jenis-jenis Metode Pelatihan (Training Methode) bagi Seorang Karyawan. (Online). Tersedia
Desy Ariyani, 2012
Evaluasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perajin Keramik Plered Tahun 2008-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu xiii BPS Provinsi Jawa Barat. (2012). Profil Daerah Kabupaten Purwakarta.
(Online).http://regionalinvestment.bpkm.go.id/newsipid/id/demografpendudukjkel php?ia=3214&is37. (5 Juni 2012).
Ebook. (2012). Definisi Keterampilan Menurut Para Ahli (Online). Tersedia
http://ebookbrowse.com/definisi-keterampilan-menurut-para-ahli-pdf-pdf-d330151379 (7 Juni 2012).
(....) Membentuk Keramik dengan Teknik Putar Tersedia;
Tersedia;http://www.zainkoleksi.com/Indonesia/membentuk_keramik_dengan_te hnik.htm (5 Maret 2012).
(....) Cara-cara membentuk keramik.
Tersedia;http://www.geocities.com/bengkelkeramik/keteknikan.html (3 Maret 2012).
(....) Pengertian Pelatihan dalam Manajemen Sumberdaya Manusia (Online). Tersedia http://id.wikipedia.org/wiki/Pelatihan. (10 Juni 2012)