YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
288 PERANAN PERANGKAT TURNITIN DALAM MENDORONG KARYA
ILMIAH BERKUALITAS
--- Nanang Lidwan, Faizal Roni, Sabaruddin Siagian, Sopyan dan Adianta Sebayang Universitas Bina Sarana Informatika
(Naskah diterima: 1 September 2022, disetujui: 31 Oktober 2022) Abstract
The purpose of scientific writing is to explain the role of the Turnitin tool to detect plagiarism in a scientific work and also to encourage quality scientific work. To suppress plagiarism and encourage quality scientific work, it is necessary to have a detailed and intense mastery of scientific work material so as to produce scientific writings that produce writings that have high originality. To suppress plagiarism in scientific writing, you can also use a paraphrase strategy and process words and sentences manually. Although the Turnitin tool is currently the best tool for detecting plagiarism, it still has a weakness, namely that it only detects the similarity or similarity of words and sentences. For this reason, there needs to be collaboration between students, lecturers and universities in suppressing thesis plagiarism and utilizing the role of the Turnitin tool in encouraging quality scientific works or thesis..
Keywords: Plagiarism, Turnitin and Scientific work, paraphrase
Abstrak
Tujuan penulisan ilmiah adalah untuk menjelaskan peranan perangkat Turnitin untuk mendeteksi tindakan plagiarisme sebuah karya ilmiah dan juga mendorong karya ilmiah yang berkualitas.
Untuk menekan plagiarisme dan mendorong karya ilmiah berkualitas diharuskan ada penguasan materi karya ilmiah secara detail dan intens sehingga menghasilkan tulisan ilmiah yang menghasilkan tulisan yang memiliki orinalitas tinggi. Untuk menekan plagiarisme tulisan karya ilmiah dapat juga menggunakan strategi paraphrase serta mengolahan kata dan kalimat secara manual. Kendati perangkat Turnitin adalah perangkat terbaik saat ini dalam mendeteksi plagiarisme, akan tetapi masih memiliki kelemahan, yakni hanya mendeteksi kesamaan atau similaritas kata dan kalimat saja. Untuk itu, perlu ada kerja sama mahasiswa, dosen dan universitas dalam menekan plagiarisme skripsi dan memanfaatkan peranan perangkat Turnitin dalam mendorong karya ilmiah atau skripsi yang berkualitas.
Kata Kunci: Plagiarisme, Turnitin dan Karya ilmiah, Paraphrase
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
289 I. LATAR BELAKANG
ekhawatiran yang berkelebihan bagi para mahasiswa dalam membuat tugas akhir (TA) mereka, skripsi, tesis dan disertasi, atau karya ilmiah terkait dengan sorotan tuduhan melalukan praktek plagiarisme atau plagiat. Kekhawatiran yang berkelebihan ini wajar saja karena para mahasiswa bila melakukan praktek plagiarisme dalam membuat TA atau karya ilmiah akan melanggar etika dalam dunia akademik dan dapat diberi sanksi dari perguruan tinggi (PT) atau universitas mereka.
Dalam era saat ini, sebagian dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) telah memberlakukan diteksi plagiarisme tugas akhir para mahasiswa mereka dalam rangka menciptakan TA yang berkualitas yang bebas dari unsur plagiarisme.
Hanya dalam pemberlakuan diteksi plagiarisme TA tersebut, PT tersebut memiliki kebijakan sendiri sendiri dalam memberla- kukan batas toleransi plagiarisme yang terkandung dalam TA mahasiswa tersebut dengan mempertimbangkan kemampuan akademik para mahasiswa tersebut dan kesiapan PT-nya, khususnya unit keperpustakaan PT tersebut, dalam melayani dan membimbing para mahasiswa untuk
mengurangi tingkat plagiarisme TA mahasiswa tersebut.
Sampai sekarang ini, perangkat atau software yang terbaik untuk mendeteksi plagiarisme sebuah karya ilmiah adalah Turnitin. Perangkat Turnitin menguji orisinalitas tulisa ilmiah dengan cara menguji sebuah tulisan ilmiah dengan berbagai sumber dari internet, antara lain, jurnal, artikel, buku, dan lain-lain. Perangkat Turnitin ini memungkinkan menguji dan menganalisis dalam sebuah database guna menentukan orisinalitas sebuah tulisan ilmiah.
Besaran tingkatan nilai persentase similaritas yang diberikan PT yang harus dicapai oleh tugas akhir atau karya ilmiah yang dibuat mahasiswa. Bila belum tercapai dengan batas besaran nilai persentase tersebut, maka tugas akhir atau karya ilmiah tersebut masih mengandung plagiarisme. Dan untuk itu para mahasiswa didorong untuk menurunkan plagiarisme ke bawah batas toleransi yang diperkenankan.
Misalnya, sebuah perguruan tinggi memberlakukan batas persentase Turnitin untuk karya ilmiah, skripsi, tesis dan disertasi dibawah 30 persen maka para mahasiswa harus mendorong tugas akhir dan karya ilmiah yang bebas plagiarisme atau orisinalitas harus
K
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
290 mencapai 70 persen. Sisanya, 30 persen,
diberikan toleransi yang memiliki similiritas dengan karya ilmiah yang ada di database Turnitin. Bila sudah mencapai dibawah 30 persen bebas plagiarisme dari tugas akhir dan karya ilmiah tersebut, maka kelayakan tugas akhir mahasiswa tersebut yang bebas dari unsur plagiarisme sudah layak diteruskan ke sidang tugas akhir atau skripsi.
Untuk menghindari unsur-unsur plagiarisme yang bisa terdeteksi perangkat Turnitin dan meningkatkan bobot kualitas karya ilmiah, maka kami penulis menyodorkan cara-caranya, yakni, pertama, menguasai materi permasalahan karya ilmiah yang kita garap dan sekaligus memperkuat atau melakukan analisis dalam hasil temuan-temuan dari karya ilmiah tersebut, dan kedua, melakukan paraphrase yang tetap mengungkapkan sumber – sumber pengutipan (sitasi) pembuatan karya ilmiah yang kita garap tersebut.
Berdasarkan penelusuran atau investigasi kami berbagai karya ilmiah, ditemukan minimnya data informasi terkait pembahasan analisis hasil temuan-temuan TA atau karya ilmiah para mahasiswa itu. Para penulis dan mahasiswa tidak mengembangkan maksimal analisis hasil temuan-temuan karya
ilmiah atau skripsi tersebut dengan memberikan analisis yang orisinalitas dari pemikiran-pemikiran mereka. Dengan paham materi dan permasalahan karya ilmiah yang kita garap itu dan meningkatkan data terkait karya ilmiah kita itu maka akan memberikan bobot analisis karya ilmiah yang berkualitas, juga mampu mencapai tingkat terendah plagiarisme serta “lolos” plagiarisme yang diuji oleh perangkat Turnitin.
Untuk itulah kami merumuskan permasalahan karya ilmiah kami ini sebagai berikutnya, pertama, bagaimana kemampuan penguasaan materi karya ilmiah atau skripsi yang kita garap mampu “lolos” dari ketentuan plagiarisme yang akan dideteksi oleh perangkat Turnitin. Kedua, bagaimana kemampuan strategi paraphrase untuk mengurangi plagiarisme. Ketiga, apakah perangkat Turnitin memang betul sempurna dalam menditeksi plagiarisme di sebuah karya ilmiah atau skripsi.
Strategi pengusaan materi dan permasalahan karya ilmiah, skripsi dan jurnal ilmiah dan memperkuat analisis hasil dan pembahasan karya ilmiah tersebut, mampu mengadakan strategi paraphrase yang tepat dan jujur serta memahami perangkat Turnitin ini, maka kekhawatiran yang berkelebihan para
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
291 mahasiswa tidak perlu terjadi dan malahan
menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Dengan penguasaan materi dan analisis karya ilmiah yang dalam dan memperkuat strategi paraphrase maka dengan mudah “lolos” dari plagiarisme dengan menggunakan perangakat Turnitin sebagai diteksi unsur – unsur dari plagiarisme dari karya ilmiah yang kita buat.
Harus diakui tulisan karya ilmiah ini digarap berdasarkan pengalaman kami dalam membuat kaya ilmiah yang intens dan menguji hasil karya ilmiah dengan menggunakan perangkat Turnitin. Dan berkali – kali membuat karya ilmiah dan menguji dengan perangkat Turnitin dan mempelajari pola-polanya untuk “lolos”
dari similiritas dari perangkat Turnitin dan meningkatkan kedalaman analisis permasalahan karya ilmiah itu dengan pemikiran orinalitas maka hal inilah menjadi pokok dari pembuatan karya ilmiah ini.
Untuk itu kami juga mengandalkan studi dokumentasi perpustakaan, dari jurnal- jurnal, skripsi, blog dan tulisan-tulisan popular terkait dengan peranan perangkat Turnitin ini.
Dan juga kami mengandalkan kemampuan empirik kami dalam membuat jurnal ilmiah yang terpublikasi selama ini dan menguji dengan perangkat Turnitin. Hal ini menjadi metode dalam penulisan karya ilmiah ini.
I. Landasan Teori Plagiarisme
Kata plagiarisme berasal Bahasa Latin, plagiarius, yang memiliki arti mencuri, membajak, merampok. Plagiarisme merupakan suatu tindakan perilaku mencuri karya ilmiah orang lain atau melakukan pembohongan intelektual. Plagiarisme ini adalah pembajakan fakta dari ungkapan kalimat orang lain secara tidak sah.
Plagiarisme juga merupakan tindakan pencurian atau perampasan, penerbitan, menyatakan ide seseorang sebagai sendiri walaupun tulisan yang sebenarnya milik orang lain (Khusna, 2011). Menurut pendapat Alexander Lindsey, plagiat merupakan tindakan penjiplakan ide dan gagasan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya dan berakibat timbulnya spekulasi yang salah dan keliru terhadap ide, gagasan, opini dan karya (Moelong, n.d.)
Jenis-jenis plagiarisme terbagi 3 jenis, pertama, plagiarisme yang direncanakan (intentional plagiarism), plagiarisme yang tidak disengaja/tidak direncanakan ( unintentional plagiarism) dan self-recycling karya ilmiah (Sinaga, 2018).
1. Plagiarisme yang direncanakan (intentional plagiarism). Jenis plagiarisme ini yang
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
292 paling parah atau menyedihkan karena
melakukan copy-paste terhadap beberapa kalimat, beberapa paragraph atau keseluruhan karya ilmiah orang lain tanpa menyebutkan sumber pengutipannya atau tidak melakukan sitasi sumber penulisan karya ilmiahnya.
2. Plagiarisme yang tidak direncanakan (intentional plagiarism). Jenis plagiarisme ini terjadi karena terbatasan pengetahuan terkait cara melakukan sitasi. Dalam hal plagiarisme ini penulis tidak melengkapi sumber penulisan karya ilmiah itu atau tidak melakukan sitasi yang tepat dan benar.
3. Self-recycling karya ilmiah. Jenis plagiarisme ini berupa tindakan melakukan daur ulang karya ilmiah milik sendiri.
Jelasnya, karya ilmiah mereka sendiri yang sudah dipublikasikan tapi didaur ulang lagi untuk memperoleh nilai lagi.
Karya Ilmiah
Ada pun pengertian karya ilmiah menurut (Syamsuddin, 1994), adalah tulisan ilmiah berupa naskah yang membahas suatu masalah tertentu, atas dasar konsepsi keilmuan tertentu, dengan memilih metode penyajian tertentu secara utuh, teratur dan konsisten.
Sedangkan menurut (Brotowidjoyo, 1985),
karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Serta menurut (Dwiloka, 2005), “Karya ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang diperolehnya melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, penelitian, dan pengetahuan oranglain sebelumnya”.
Umumnya karya ilmiah di perguruan tinggi, menurut (Risparyanto, 2020) dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif.
2. Kertas Kerja seperti halnya makalah adalah juga karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empirirs-objektif.
3. Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain.
4. Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
293 5. Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang
mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci
Perangkat Turnitin
Turnitin merupakan jenis layanan perangkat pendeteksi plagiarisme berbasis internet yang diluncurkan pada tahun 1997.
Dan Turnitin aplikasi yang banyak digunakan oleh perguruan tinggi di dunia terutama untuk mengecek tingkat keaslian atau orisinalitas suatu karya. Perangkat ini sangat bermanfaat untuk menjamin tingkat keaslian suatu karya akademik sebelum dipublikasikan atau diterbitkan sehingga para civitas akademik dari perguruan tinggi yang bersangkutan dapat terhindar dari perilaku plagiarisme (Pratama, n.d.).
Turnitin ini memiliki modul-modul yang tersedia dalam rangka melakukan deteksi plagiarisme, antara lain (Prabowo, 2018):
1. Originality check
Fitur Turnitin satu ini adalah software yang dibutuhkan oleh para mahasiswa. Sesuai namanya, originality check berfungsi untuk memeriksa intrik-intrik plagiarisme dalam teks. Menggunakan database-nya yang canggih, Turnitin secara otomatis akan
memeriksa orisinalitas dalam teks dan membandingkannya dengan sumber-sumber di internet. Hasilnya akan menunjukkan apakah terdapat bagian dalam teks yang serupa dengan sumber-sumber milik Turnitin. Namun, seperti yang sudah paparkan, hasil ini tidak bisa dijadikan patokan plagiarisme.Fitur originality check hanya bisa dimanfaatkan untuk membandingkan kecocokan teks dengan sumber-sumber lain.
2. Peermark
Salah satu fitur andalan yang dimiliki oleh Turnitin adalah Peermark. Apa itu yang dimaksud dengan fitur Turnitin tersebut? Ia merupakan tool yang mampu memfasilitasi pengguna dengan hasil review dari sesama mahasiswa. Database Turnitin akan mendistribusikan teks secara langsung kepada mahasiswa yang terdaftar sebagai reviewer.
Fitur ini dijamin dapat memberikanmu gambaran yang jitu mengenai orisinalitas tulisan. Kendati demikian, dengan memanfaatkan Peermark, hasil tulisanmu menjadi terbuka untuk dibaca publik.
3. Grademark
Serupa dengan Peermark, fitur Turnitin ini adalah teknologi yang mumpuni untuk menilai dan memperbaiki orisinalitas tulisan. Ia memungkinkan teks untuk diperiksa secara
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
294 langsung oleh para dosen atau editor yang
sudah terdaftar dalam sistem. Serupa dengan Google Docs, fitur ini memperbolehkan pemeriksa untuk meninggalkan catatan terkait kekurangan dan kelebihan teks. Dengan itu, kamu dapat memperbaiki kesalahan dalam teks dengan lebih mudah. Namun, apabila menggunakan Grademark, kamu harus menyetujui bahwa teks dapat diakses oleh publik lain yang menggunakan Turnitin.
III. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan penelitian studi keperpustakaan. Penelitian kepustakaan merupakan suatu jenis penelitian yang digunakan dalam pengumpulan informasi dan data secara mendalam melalui berbagai literatur, buku, catatan, majalah, referensi lainnya, serta hasil penelitian sebelumnya yang relevan untuk mendapatkan jawaban dan landasan teori mengenai masalah yang diteleti (Nazir, 2003).
Dalam penelitian data yang digunakan bersumber dari skripsi-skripsi yang mendalami terkait peranan dan fungsi perangkat Turnitin.
Dan juga sumber-sumber data pembuatan tulisan karya ilmiah dari jurnal- jurnal ilmiah dan blog-blog yang membahas terkait fungsi dan peranan perangkat Turnitin.
Selain menggunakan metode studi perpustakaan dalam membuat karya ilmiah ini, juga dalam karya ilmiah ini menggunakan sumber informasi berupa pengalaman kami dalam membuat karya ilmiah dengan menggunakan deteksi perangkat Turnitin yang berkali-kali sudah dipublikasikan. Dalam pengalaman kami membuat karya ilmiah atau jurnal berkali-kali dan intens tetap menggunakan perangkat Turnitin supaya bebas dari unsur-unsur terindikasi dari plagiarisme.
Jadi selain menggunakan studi perpustakaan dalam membuat karya ilmiah ini, juga kami mengandalkan pengalaman kami menggunakan perangkat Turnitin dalam membuat karya ilmiah ini.
IV. Hasil dan Pembahasan
Fokus pembahasan karya ilmiah atau jurnal ilmiah ini kami tekankan pada tiga hal pokok yang menjelaskan bagaimana kemampuan perangkat Turnitin mendeteksi plagiarisme dan mendorong juga penciptaan karya ilmiah yang berkualitas. Tiga hal tersebut secara detail adalah sebagai berikut, pertama, bagaimana proses pengusaan materi karya ilmiah atau jurnal ilmiah kita mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan sekaligus mampu menekan plagiarisme sehingga “lolos” dari deteksi Turnitin yang
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
295 disyaratkan persentase ketentuan setiap
perguruan tinggi? Kedua, bagaimana strategi paraphrase mampu menekan plagiarisme?
Dan terakhir, apakah perangkat Turnitin sudah mampu menyempurnakan pelacakan atau deteksi plagiarisme sebuah karya ilmiah?
Terlepas kekurangan perangkat Turnitin mendeteksi plagiarisme sebuah karya ilmiah atau jurnal ilmiah, akan tetapi pada saat ini perangkat Turnitin masih terbaik dalam mendeteksi plagiarisme karya ilmiah atau jurnal ilmiah. Dan syarat ketentuan perangkat Turnitin dalam mendekteksi tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi dan karya ilmiah atau jurnal ilmiah sebenarnya dapat mendorong penciptaan karya ilmiah atau jurnal ilmiah yang berkualitas.
A. Perangkat Turnitin mampu mendorong karya ilmiah atau jurnal ilmiah yang berkualitas dan “bebas” dari unsur- unsur plagiarisme.
Berdasarkan pengalaman kami dalam membuat jurnal ilmiah dan melakukan investigasi berbagai jurnal ilmiah dan skripsi ditemukan untuk “lolos” ketentuan plagiarisme dengan menggunakan perangkat Turnitin adalah yang utama adalah menguasai materi skripsi atau jurnal ilmiah dan permasalahnnya.
Jika tidak menguasai materi skripsi atau jurnal
ilmiah dan permasalahaannya agak sulit menekan plagiarisme terkandung pada skripsi atau jurnal ilmiah tersebut dan sekaligus membuat analisis hasil penelitian yang lebih dalam dalam bab hasil dan pembahasan skripsi dan jurnal tersebut.
Jika kita mengusai materi skripsi atau jurnal ilmiah itu dan permasalahannya tentu kita mampu membuat sangat dalam analisis dan pembahasan skripsi atau jurnal ilmiah kita.
Dengan dalamnya analisis dan permasalahan skripsi kita tersebut maka selain menghasilkan bobot skripsi yang berkualitas tetapi juga kita membuat analisis dan pembahasan skripsi atau jurnal ilmiah yang memiliki tingkat orinalitas yang tinggi dari hasil pemikiran dan analisis yang tinggi juga.
Jika kita mampu mengembangkan analisis hasil dan pembahasan skripsi atau jurnal ilmiah lebih dalam dengan otomatis menghasilkan tingkat orinalitas dari pemikiran yang tinggi maka unsur-unsur plagiarisme yang terkandung pada skripsi atau jurnal ilmiah yang kita tulis dengan sendirinya berkurang dengan signifikan ke tingkat minimal. Dan berpeluang sangat besar “lolos”
dari pelacakan plagiarisme yang dilakukan oleh perangkat Turnitin.
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
296
Bagaimana membuat kemampuan
pengembangan analisis hasil dan pembahasan skripsi atau karya ilmiah yang kita buat sehingga menghasilkan analisis yang memiliki orinalitas tulisan yang tinggi dan yang otomatis mengurangi signifikan plagiarisme yang terkandung dalam tulisan karya ilmiah tersebut? Membaca data atau informasi sebanyak- banyak terkait materi dan permasalahan skripsi atau jurnal ilmiah tersebut. Dengan banyak tahu informasi terkait materi dan permasalahan skripsi tersebut akan menghasilkan analisis hasil dan pembahasan skripsi atau jurnal yang dalam dan sekaligus menghasilkan tingkat orinalitas analisis dan pembahasan skripsi atau jurnal tersebut. Juga otomatis akan menekan unsur -unsur plagiarisme dalam tulisan skripsi atau jurnal ilmiah karena kita memberi ruang yang besar terciptanya tulisan yang memiliki orinalitas yang tinggi dalam bab analisis hasil dan pembahasan pada skripasi atau jurnal.
Akhirnya otomatis juga unsur – unsur plagiarisme tertekan dengan signifikan pada skripsi atau jurnal ilmiah yang kita kerjakan.
Untuk menguasai materi dan permasalahan skripsi atau jurnal ilmiah kita yang sedang kita kerjakan sehingga kita membuat analisis hasil dan pembahasan skripsi
atau jurnal ilmiah kita yang mendalam, maka kita harus banyak mempelajari detail materi dan pemasalahan skripsi atau jurnal ilmiah kita. Dengan mempelajari dan membaca informasi materi dan permasalahan skripsi atau jurnal ilmiah kita sebanyak mungkin maka tulisan analisis hasil dan pembahasan materi dan analisis skripsi dan jurnal ilmiah “secara otomatis” menghasilkan pemikiran orinalitas yang tinggi. Adigumnya, semakin menguasai materi skripsi atau jurnal ilmiah tersebut, maka semakin dalam kita membuat analisis skripsi atau karya ilmiah kita dan akhirnya makin menekan unsur- unsur plagiarisme pada skripsi atau jurnal ilmiah kita. Intinya, banyak mempelajari informasi materi skripsi atau jurnal ilmiah kita maka otomatis bobot kualitas skripsi atau jurnal ilmiah kita dan juga secara otomatis kita menekan plagiarisme pada skripsi atau jurnal ilmiah kita.
Bila kita melihat jernih format karya ilmiah, berupa skripsi atau jurnal ilmiah, maka ruang untuk mengembangkan tulisan yang orinalitas dari pemikiran kita dalam rangka menekan plagiarisme adalah di bagian bab analisis hasil dan pembahasan skripsi atau jurnal ilmiah itu. Bab landasan teori atau kajian literatur terbatas mengembangkan tulisan orinalitas dari pemikiran kita sendiri
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
297 karena bab landasan teori atau kajian literatur
tersebut mayoritas terindikasi plagiarisme.
Terindikasinya tulisan di bab landasan teori tersebut karena kita menggunakan dalam membuat bab landasan teori bersumber dari internet, buku, jurnal, blog, repositori perguruan tinggi dan laporan ilmiah yang banyak dikutip oleh para penulis karya ilmiah lainnya. Malahan limpahan pengutipan pada sumber-sumber buku, jurnal, blog dan laporan ilmiah dan repositori itu sulit mengurangi unsur-unsur plagiarisme pada karya ilmiah yang kita sedangkan kerjakan.
Pada bab pendahuluan skripsi atau karya ilmiah, hanya pada sub bab latar belakang ( terkait fenomena) yang ada ruang mengembangkan tulisan orinalitas dari pemikiran kita yang kita tulis ke dalam skripsi dan jurnal ilmiah kita. Tapi, tidak banyak tambahan tulisan yang orinalitas dalam menekan plagiarisme. Malahan dalam sub bab latar belakang pada bab penduhuluan skripsi atau jurnal ilmiah sudah banyak juga penulis yang mengutip atau melakukan sitasi dari sumber penulisan karya ilmiah orang lain.
Pada sub bab perumusan masalah, batasan dan ruang lingkup permasalahan dan tujuan penelitian sedikit sekali ruang mengembangkan orinalitas tulisan karena
sudah ada batasan pengembangan tulisan orinalitas dan sudah ada juga yang harus kita masukkan dari format dari perguruan tinggi yang bersangkutan dan tentu sudah mengandung plagiarisme juga.
Untuk bab metode penelitian dan bab kesimpulan dan saran-saran tidak banyak juga yang diharapkan dalam pengembangan tulisan orinalitas dalam menekan plagiarisme.
Pasalnya, metode penelitian itu kosa kata dan kalimat-kalimat dalam skripsi dan jurnal ilmiah sudah banyak diulang-ulangi di banyak skripsi dan jurnal ilmiah dan hampir dipastikan terindikasi plagiarisme. Sedangkan bab kesimpulan dan saran-saran terbatas juga mengembangkan banyak tulisan orinalitas dalam menekan unsur-unsur plagiarisme dalam skripsi atau jurnal ilmiah. Karena, bab kesimpulan dan saran-saran sudah diberikan ruang terbatas dalam memperbanyak jumlah halaman, secara normalnya hanya satu atau dua halaman saja.
Jadi ruang untuk memperbanyak penulisan orinalitas yang tinggi selain menekan plagiarisme dan mendorong skripsi atau jurnal ilmiah yang berkualitas adalah mengembangkan bab analisis hasil dan pembahasan skripsi atau jurnal ilmiah.
Makanya diperlukan informasi dan waktu
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
298 untuk mempelajari sumber-sumber informasi
pembuatan bab analisis hasil dan pembahasan skripsi atau jurnal ilmiah tersebut. Jika informasi bahan sumber pembuatan bab analisis hasil dan pembahasan tersebut sudah cukup banyak dan sudah dipelajari detail dan intens, otomatis dengan sendirinya keluar dari pemikiran kita tulisan yang orinalitas tinggi.
Strategi tepat dengan mudah “lolos”
dari deteksi plagiarisme yang dilakukan perangkat Turnitin dan sekaligus menghasilkan skripsi yang berkualitas adalah porsi halaman untuk bab landasan teori jangan terlalu banyak karena sulit mengurangi plagiarisme pada bab tersebut hal itu disebabkan pada bab ini banyak atau berlimpah yang telah melakukan pengutipan tulisan-tulisan dari sumber-sumber dari penulis- penulis lain.
Dalam investigasi kami berbagai jurnal ilmiah dan skripsi, ada ciri-ciri khas yang kami temukan dalam bab analisis hasil dan pembahasan masalah, yakni, minimnya pengembangan analisis hasil dan pembahasan rumusan masalah. Seperti pendekatan metode penelitian kuantitatif, yang kita ambil contoh, setelah diketahui pengaruh variabel X (penyaluran kredit) terhadap variabel Y (kredit bermasalah/NPLs), ditemukan hasil analisisnya, ada pengaruh positif signifikan,
tercermin pada nilai uji t lebih besar yang positif dari nilai tabel dan nilai signifikasinya dibawah 0,05, maka biasanya pembahasan hasil temuan penelitian ada pengaruh positif dan signifikan penyaluran kredit terhadap kredit bermasalah (NPLs) maka paling analisis hasil dan pembahasan temuan penelitian tersebut hanya 3 sampai 5 paragraf kalimat saja. Para peneliti atau penulis skripsi atau jurnal ilmiah tidak mau mengembangkan analisis hasil dan pembahasan perumusan masalah 3 sampai 5 halaman terkait penjelasan analisis pengaruh variabel X penyaluran kredit terhadap variabel Y kredit bermasalah/NPLs.
Padahal ruang untuk mengembangkan analisis dan pembahasan hasil penelitian ini terbuka lebar bila sungguh-sungguh memberi waktu dan perhatian terhadap materi dan permasalahan skripsi atau jurnal ilmiah tersebut. Seperti dijelaskan di atas, dengan mengembangkan bab analisis hasil dan pembahasan maka akan menghasilkan skripsi atau jurnal ilmiah yang berkualitas dan otomatis juga “lolos” dari plagiarisme yang menggunakan perangkat Turnitin.
Untuk mengembangkan bab analisis hasil dan pembahasan maka perlu dikembangkan analisisnya, berupa analisis hasil dan pembahasan, seperti kasus penelitian
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
299 pengaruh variabel X ( penyaluran kredit)
terhadap variabel Y ( kredit bermasalah/NPLs), tidak cukup hanya menjelaskan analisis pengaruh penyaluran kredit terhadap kredit bermasalah hanya 2 sampai 4 paragraf kalimat saja, tetapi menjelaskan juga analisis berbagai dimensi sudut analisis, yakni, menjelaskan hasil penelitian yang sebelumnya yang terkait yang mendukung temuan hasil penelitian kita dan juga menjelaskan perbedaan hasil penelitian kita terhadap berbagai penelitian lain yang sama dengan variabel penelitian yang kita teliti. Dan menjelaskan juga mengapa kesimpulan hasil penemuan penelitian kita berbeda dengan hasil penelitian-penelitian lain yang sebelumnya.
Serta juga menjelaskan berbagai temuan hasil penelitian diberbagai ukuran industri perbankan itu, menjelaskan bagaimana hasil penelitian di berbagai segmen bank umum kegiatan usaha (BUKU) segmen Satu, BUKU Dua, BUKU Tiga dan BUKU Empat, bank-bank yang terdaftar Bursa Efek Indonesia (BEI), yang terdaftar bank devisa dan non devisa serta analisis hasil temuan penelitian terkait variabel X penyaluran kredit terhadap variabel Y kredit bermasalah berdasarkan industri perbankan secara nasional. Serta
menjelaskan apa rujukan pegangan bagi pelaku industri perbankan dan analisis keuangan dan perbankan sebagai dasar pengambilan keputusan terkait pengaruh penyaluran kredit terhadap kredit bermasalah/NPLs.
Dalam kasus di atas adalah metode penelitian kuantatif yang bersifat tunggal atau sederhana, bagaimana kalau variabel X itu bersifat ganda, atau lebih dari satu variabel X, misalnya pengaruh penyaluran kredit, kecukupan modal (CAR), loan deposit ratio (LDR), dana pihak ketiga (DPK) terhadap kredit bermasalah/NPLs. Dengan 4 variabel bebas (X) dan 1 variabel terikat (Y) tersebut dan membuat juga analisis pengaruh keseluruhan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y), maka bisa banyak sekali halaman skripsi untuk membuat analisis hasil dan pembahasan skripsi tersebut. Tentu hal ini sangat mendorong pengurangan signifikan plagiarisme dan terdorong juga kualitas skripsi yang bagus karena dalamnya analisis dan pembahasan hasil penelitian tersebut.
Dengan pengembangan bab analisis hasil dan pembahasan seperti kami jelaskan di atas dan membuat bab landasan teori terukur jumlah halamannya dan melakukan paraphrase di bab landasan teori tersebut, berdasarkan pengalaman kami mengerjakan jurnal ilmiah,
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
300 maka sangat mudah mencapai ketentuan
Turnitin yang diminta setiap perguruan tinggi terkait plagiarisme, dengan batas toleransi dibawah 25 persen yang paling ideal, mudah tercapai oleh para mahasiswa dalam membuat skripsi atau jurnal ilmiah mereka.
Proses yang dilakukan sama diberbagai bidang keilmuan, baik melakukan pendekatan metode penelitian kuantitatif, metode kualitatif, metode gabungan metode kuantitatif maupun kualitatif. Fokus dan memberi waktu mempelajari detail dalam menguasai materi skripsi atau jurnal ilmiahnya. Atau dengan kata lain, memperkaya analisis hasil dan pembahasan skripsi atau jurnal ilmiah tersebut, otomatis akan dihasilkan skripsi atau jurnal yang berkualitas dan sekaligus menekan unsur- unsur plagiarisme atau “lolos” dari ketentuan plagiarisme yang menggunakan perangkat Turnitin.
B. Strategi paraphrase dalam menekan plagiarisme karya ilmiah
Untuk menekan atau mengurangi plagiarisme skripsi atau jurnal ilmiah, selain mengembangkan bab analisis hasil dan pembahasan skripsi dan jurnal ilmiah seperti yang dijelaskan di atas, juga melakukan paraphrase skripsi atau jurnal ilmiah, khususnya melakukan paraphrase pada bab
landasan teori. Karena pada landasan teori banyak sumber pengutipan diambil dari buku, jurnal ilmiah dan skripsi.
Sudah sebuah fakta bahwa postulat keilmuan kita khususnya pendekatan metode kuantitatif yang kita gunakan dari zaman dulu sampai saat sekarang kita menguji teori-teori atau temuan-temuan sebelumnya. Jadi untuk membangun hipotesis dan menemukan hasil penelitian dan mengembangkan analisis hasil dan pembahasan, dalam pendekatan metode kuantitatif, harus didasarkan teori sebelumnya.
Mau tidak mau kita harus membeberkan teori- teori sebelumnya khususnya penjelasan definisinya.
Padahal bila menggunakan atau membeberkan teori-teori sebelum dengan cara mengutip teori-teori tersebut pasti menghasilkan plagiarisme dengan menggunakan pelacakan Turnitin. Jadi tantangan utama dalam menekan plagiarisme ini pada pendekatan metode kuantitatif bagaimana melakukan paraphrase pada bab landasan teori yang berisi teori-teori sebelumnya.
Sulit menghindari temuan plagiarisme pada bab landasan teori bila tidak melakukan strategi paraphrase teori-teori sebelumnya itu.
Pasalnya, teori-teori sebelumya itu sudah
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
301 banyak dikutip para penulis atau peneliti dalam
membangun hipotesis pada pendekatan metode kuantitatif. Lain pendekatan metode kualitatif tidak perlu diharuskan membuat teori-teori sebelumnya. Karena teori sebelumnya pada pendekatan metode kualitatif hanya memandu peneliti dalam menciptakan teori baru.
Karena sebuah fakta keharusan membeberkan teori-teori sebelumnya pada pendekatan metode kuantitatif, maka untuk mengurangi plagiarisme dengan melacak dengan menggunakan perangkat Turnitin, mau tidak mau kita harus melakukan strategi paraphrase pada pembuatan bab landasan teori tersebut. Harus diakui bila melakukan paraphrase maka menekan plagiarisme pada skripsi atau jurnal ilmiah yang kita garap atau tulis.
Hanya dalam melakukan paraphrase tersebut perlu memiliki keahlian mengelola tulisan. Akan tetapi, menurut pengalaman kami dalam membuat jurnal-jurnal ilmiah selama ini, hal utama yang sangat penting
“modal” untuk membantu melakukan paraphrase ialah menguasai materi dan permasalahan skripsi atau jurnal ilmiah tersebut. Karena menguasai materi skripsi atau jurnal ilmiah kita bisa mengganti kata-kata atau kalimat-kalimat dengan mudah pada bab
landasan teori tersebut maka menekan plagiarisme pada bab landasan teori tersebut.
Seperti diketahui pola kerja Turnitin itu hanya melacak atau mendeteksi kesamaan (similiritas) kata atau kalimat saja dari tulisan yang kita buat pada bab landasan teori dengan dengan kata-kata dan kalimat-kalimat dengan jurnal ilmiah, skripsi, blog dan seluruh website di seluruh dunia. Kesamaan kata-kata atau kalimat yang ada di skripsi atau jurnal ilmiah yang kita buat dibandingankan tulisan-tulisan di internet, disebut oleh Turnitin adalah similiritas atau kesamaan atau sebut plagiarisme.
Melakukan paraphrase selain bisa dilakukan secara manual, atau kemampuan mengelola kata dan kalimat, bisa juga dengan melakukan aplikasi antara lain, SEO Magnifier, Spinner.id, paraphrase tool, prepostseo, dan aplikasi paraphrase lainnya.
Hanya dalam paraphrase dengan aplikasi ini, menurut hemat kami, ada kekuranganya, terkait paraphrase yang kita lakukan kurang tepat dengan makna kalimat-kalimat yang kita paraphrase-kan khususnya istilah-istilah yang muncul tidak sesuai dengan istilah keilmuan yang kita guluti yang kita buat dalam skripsi atau jurnal ilmiah.
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
302 Sejatinya, aplikasi paraphrase membantu
menekan plagiarisme akan tetapi tetap dibutuhkan analisis hasil paraphrase itu apakah hasil paraphrase dan istilah yang dikeluarkan aplikasi itu tidak “melenceng’ dari makna kalimat-kalimat yang kita paraphrase- kan itu. Makanya perlu dianalisis dan perlu kehati-hatian dalam melihat hasil dari paraphrase itu.
Hanya perlu diingatkan dalam melakukan strategi paraphrase itu dalam menekan unsur-unsur plagiarisme tersebut mencantumkan sumber pengutipan ketika kita melakukan pengutipan karya ilmiah orang lain maka kita sebutkan dalam karya ilmiah tersebut supaya kita tidak melanggar etika penulisan. Dalam hal ini kita hanya mengganti kata-kata dan kalimat-kalimat saja, tetapi esensi atau makna yang kita kutip itu tetap karya ilmiah orang lain.
C. Realitas kekurangan atau
kelemaham perangkat Turnitin Seperti dijelaskan di atas bahwa perangkat Turnitin hanya mendeteksi kesamaan atau similaritas kata dan kalimat yang kita tulis di skripsi atau jurnal yang kita buat dengan kata dan kalimat yang tertera di jurnal ilmiah, skripsi dan blog, website dan karya ilmiah lain yang ada di internet.
Kesamaan atau similiritas kata dan kalimat tersebut menurut perangkat Turnitin disebut plagiarisme (plagiarism).
Padahal karya ilmiah yang kita buat atau kita tulis walaupun banyak kesamaan kalimat belum tentu kita melakukan plagiat atau plagiarisme. Hanya ketetapan tulisan ilmiah yang kita buat terdeteksi ada kesamaan kata-kata dan kalimat-kalimat dengan tulisan- tulisan karya ilmiah di internet. Hal itu bisa saja terjadi ketika membuat karya ilmiah atau jurnal yang banyak dikaji atau diteliti dan dipublikasikan oleh para mahasiswa, dosen dan para peneliti. Ada kelimpahan pengutipan karena banyak pihak yang melakukan pengutipan. Akhirnya kata-kata dan kalimat- kalimat yang kita dalam membuat karya ilmiah atau jurnal ada kesamaan atau mirip dengan karya ilmiah atau jurnal yang terupload di internet.
Kalau terindikasi plagiarisme menurut perangkat Turnitin, makanya dosen pembimbing skripsi menilai objektif skripsi atau jurnal ilmiah mahasiswa tersebut apakah terindikasi plagiarisme atau memang karena ada kesamaan kata dan kalimat saja pada skripsi atau jurnal ilmiah itu dengan karya ilmiah yang terdapat di internet. Jadi peran dosen pembimbing skripsi tetap berperan
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
303 penting dalam menentukan plagiarisme sebuah
karya ilmiah.
Bila hanya karena kesamaan atau similiritas kata-kata dan kalimat-kalimat tersebut, maka dosen pembimbing mendorong para mahasiswa untuk melakukan strategi paraphrase dan mengembangkan tulisan orinalitas dari pemikiran mahasiswa dalam membuat bab analisis hasil dan pembahasan yang seperti dijelaskan di atas.
Kendati ada kekurangan perangkat Turnitin ini, harus diakui juga bahwa perangkat Turnitin ini terbaik dari semua aplikasi pelacakan plagiarisme. Dan harus didorong juga tetap menggunakan perangkat Turnitin dalam mendeteksi plagiarisme dan menggunakan perangkat Turnitin ini juga tentu para mahasiswa terdorong kemampuannya dalam mengembangkan analisis hasil dan pembahasan skripsi atau karya ilmiah para mahasiswa sehingga dapat mendorong skripsi atau karya ilmiah yang berkualitas.
Untuk perguruan tinggi atau universitas sudah seharusnya memperlakukan aturan perangkat Turnitin ini bagi para mahasiswanya untuk mendeteksi perilaku plagiarisme di kalangan mahasiswa dan serta mendorong terciptanya skripsi atau karya ilmiah yang berkualitas. Karena trend yang berlaku
sekarang ini, belum semua universitas memperlakukan deteksi plagiarisme menggunakan perangkat Turnitin.
Akan tetapi, universitas atau perguruan tinggi dalam memperlakukan penerapan Turnitin dalam mendeteksi plagiarisme skripsi mahasiswa, ketentuan pemberlakukannya harus bertahap dulu, mulai menerapkan batas toleransi plagiarisme dengan menggunakan perangkat Turnitin sebesar 50 persen dulu.
Artinya, 50 persen skripsi mahasiswa tersebut terindikasi ada kesamaan (similiritas) kata dan kalimat yang dibuat dalam skripsi dengan kata dan kalimat yang terdapat di internet. Kalau perguruan tinggi atau universitas itu sudah mapan dan memiliki reputasi batas similaritas atau terindikasi plagiarisme bisa ditekan dibawah 25-30 persen dengan menggunakan perangkat Turnitin. Porsi 25-30 persen terjadi similaritas tersebut untuk mengakomodasi bab landasan teori yang harus kita paparkan karena pendekatan metode penelitian kuantitatif yang kita gunakan di skripsi tersebut harus memaparkan teori-teori sebelumnya.
Jadi dalam membangun karya ilmiah yang berkualitas dan mengurangi perilaku plagiarisme dalam pembuatan skripsi atau jurnal, sudah diharuskan menerapkan perangkat Turnitin ini dan ada sinergi dari
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
304 mahasiswa, dosen dan universitas dalam
mendorong pengurangan tindakan plagiarisme dan mendorong karya ilmiah atau jurnal ilmiah berkualitas.
V. Kesimpulan
Plagiarisme dalam karya ilmiah harus didorong dikurangi di perguruan tinggi atau universitas. Perangkat Turnitin ini dapat mendeteksi plagiarisme dan sekaligus dapat mendorong karya ilmiah atau jurnal ilmiah yang berkualitas. Dengan penerapan Turnitin ini terdorong para mahasiswa dan peneliti mengembangkan analisis hasil dan pembahasan dalam sehingga mengurangi unsur-unsur plagiarisme dan membuat karya ilmiah berkualitas.
Dalam menekan plagiarisme dapat menggunakan, kita menggunakan strategi paraphrase. Melakukan strategi paraphrase ini dapat menggunakan metode manual, mengelola kata dan kalimat, dan menggunakan aplikasi paraphrase. Dan harus diakui juga kendati perangkat Turnitin terbaik dalam mendeteksi plagiarisme, tetapi hanya memiliki kemampuan mendeteksi kesamaan kata dan kalimat dari tulisan karya ilmiah yang kita buat dengan tulisan karya ilmiah yang ada di internet. Untuk itu, perlu penerapan Turnitin ini dan kerjasama antara mahasiswa, dosen dan
pihak universitas dalam mendorong penerapan perangkat Turnitin ini dalam menekan plagiarisme dan mendorong karya ilmiah yang berkualitas.
Daftar Pustaka
Brotowidjoyo, M. (1985). Penulisan Karangan Ilmiah. Akademika Pressindo.
Dwiloka, B. (2005). Teknik Menulis Karya Ilmiah. Penerbit Rineka Karya.
Khusna, I. A. (2011). Pendeteksi Plagiarisme Dokumen Akademik Mahasiswa Di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Universitas Negeri Malang.
Moelong, L. J. (n.d.). Metode Penelitian Kualitatif.
Nazir, M. (2003). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.
Prabowo, A. (2018). PERAN PUSTAKAWAN
DALAM LITERASI LAYANAN
TURNITIN KEPADA PEMUSTAKA DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO (Vol. 6, Issue 2).
Pratama, M. A. (n.d.). PERAN PUSTAKAWAN
UIN JAKARTA TERHADAP
IMPLEMENTASI TURNITIN DALAM MENCEGAH PLAGIARISME.
Risparyanto, A. (2020). Turnitin Sebagai Alat Deteksi Plagiarisme. UNILIB : Jurnal
Perpustakaan, 11(2).
https://doi.org/10.20885/unilib.vol11.is s2.art5
Sinaga, S. Y. (2018). Penggunaan Aplikasi Turnitin Sebagai Sarana Cek Plagiarisme dalam Layanan Perpustakaan Universitas Ukrida.
BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian
YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 4 Edisi November 2022 (288-305)
305 Perpustakaan Dan Informasi, 2(2),
123–131.
https://doi.org/10.17977/um008v2i2201 8p123
Syamsuddin, M. (1994). Dasar-dasar dan Metode Penulisan Ilmiah. Sebelas Maret University Press.