• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sunat Perempuan dalam Islam doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sunat Perempuan dalam Islam doc"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

7 Manfaat Sunat atau Khitan pada Perempuan

(2)

7 Manfaat Sunat atau Khitan pada Perempuan

Sunat atau biasa disebut dengan khitan merupakan salah satu sunnah atau anjuran dari Nabi SAW kepada para pengikutnya.

Khitan pada perempuan ialah memotong sedikit kulit yang terdapat di atas faraj atau kemaluan perempuan. Adapun yang dipotong adalah pada bagian ujung clitoris (klitoris, kelentit) perempuan.

Berikut manfaat sunat atau khitan pada perempuan menurut Islam dan tinjauan kesehatan.

1. Mengikuti syariat Allah SWT dan sunnah Nabi SAW

Hilangkanlah rambut kekafiran yang ada padamu dan berkhitanlah.” (HR. Abu Daud dan Baihaqi, dan dihasankan oleh Al Albani).

2. Termasuk Perkara yang Mengikuti Fitrah

Anjuran untuk berkhitan ini, juga terkait dengan perkara fitrah dalam Islam. Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda,: Fithrah itu ada lima : 1. Khitan, 2. Mencukur rambut kemaluan, 3. Mencabut bulu ketiak, 4. Memotong kumis, dan 5. Memotong kuku”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 143]

3. Kemuliaan bagi Wanita

“Khitan itu sunnah bagi kaum laki-laki dan kemuliaan bagi kaum wanita”. [HR. Ahmad juz 7, hal. 381, no. 20744].

4. Khitan adalah Mahkota bagi Wanita

“Jangan terlalu dalam, karena yang demikian itu mahkota perempuan dan sangat disukai oleh suami,” (HR. Abu Dawud).

5. Mencegah dari Penyakit Kelamin 6. Membuat Wajah Wanita lebih Ceria

“Lakukanlah khitan dan jangan berlebihan (potonglah sdikit dengan ringan), karena kalau hanya memotong sedikit (tidak berlebihan), dapat menjadikan wajah lebh ceria dan membahagiakan suami.” (HR. al-Hakim, al Thabrany, a-Baihaqy dan Abu Nu’aim)

7. Menstabilkan Ransangan Syahwat

Referensi

Dokumen terkait

maka tidak lagi menjadi kewajiban untuk memotongnya kembali. pada perempuan adalah memotong !Jagian yang harus dikhitan. Diutamakan.. clalam mengkhitan pcrempuan untuk

perlu ditekankan sebagaimana yang dikemukakan Musda Mulia ialah bahwa konsep dan gerakan kemitrasejajaran laki-laki-perempuan dalam keluarga sesuai normativisme Islam secara

Kesimpulan yang dihasilkan dalam penelitian ini ialah. Pertama faktor yang menyebabkan perempuan bekerja sebagai pedagang di pasar tejo agung kota metro

Karena para perempuan pada masa Nabi tepat pada priode Makkah, Madinah, para sahabat atau para tabi’in (mungkin pada priode tabi’in sedikit berbeda namun esensinya sama),

Adapun syarat-syarat yang dimaksud diantaranya sebagai berikut: Memenuhi adab keluarnya perempuan dari rumahnya baik dalam hal pakaian ataupun lainnya; Mendapatkan izin dari

Aktor yang menjalankan praktik sunat pada anak perempuan ini terbagi menjadi tiga yakni aktor pelaksana; aktor pendorong dan aktor resistensi. Di Kabupaten Sampang,

Hasil penelitian menunjukkan pada Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebanyak 17 (89,5%) partisipan menerima praktik khitan perempuan dan 2 (10,5%)

Adapun pendidikan akhlak untuk perempuan yang terkandung pada surat An-Nurmayatm31 adalah ialah: Menundukkan pandangan bertujuan untuk menjaga martabat seorang perempuan, menjaga