• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Obyek dan Subyek Hak Ulaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Karakteristik Obyek dan Subyek Hak Ulaya"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Pusat Penelitian dan Pengembangan

Badan Pertanahan Nasional RI

Hotel Grand Cemara, Jakarta, 8 Nov 2013

Karakteristik Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat

Atas Tanah di Papua Dalam Rangka Tertib

Administrasi Pertanahan

(2)

1. Urgensi Penelitian

Belum Jelas Tata Cara

Penentuan Obyek Hak Ulayat

Atas Tanah di Papua

Belum Jelas Tata Cara

Penentuan Subyek Hak Ulayat

Atas Tanah Papua

Belum Jelas Cara

PenentuanTatanan Hukum

Pola Pemilikan, Penguasaan,

Penggunaan, dan Pemanfaatan

Hak Ulayat Atas Tanah

Masyarakat Hukum Adat

Papua

Problema

Keberadaan Hak

Ulayat Atas Tanah

Masyarakat

Hukum Adat

(

Baschikkingreht

)

Papua 1

1.

Lihat Ter Haar, Asas-Asas dan Susunan Hukum Adat, Pradnya Parasmita, Jakarta, 1994. hal.49

Perlu Tata Cara Kerja

(Portofolio) Tim

Panitia Penentu

Keberadaan Hak

Ulayat Atas Tanah

Sebagaimana diatur

dalam Pasal 3

Perdasus Papua

(3)

Rumusan Masalah

1. Bagaimana karakteristik keberadaan Hak Ulayat

Masyarakat Hukum Adat Papua?

2. Bagaimana mengatur tata laksana administrasi Hak

(4)

Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud dan tujuan penelitian adalah:

1. Untuk mengetahui karakteristik keberadaan Hak

Ulayat Masyarakat Hukum Adat Papua.

(5)

Penentuan Subyek

(G

emeenschapen

)

3

Struktur Masyarakat

Hukum Adat didasari

Hubungan Kekerabadan

4

:

1.Prinsip genologis

2.Prinsip teritorial

3.Gabungan antara 1 dan 2

Struktur Lembaga

dan Sistem kepemimpinan

Masyarakat Hukum Adat

Perangkat Tatanan Hukum,

Nama dan Anggota

Masyarakat Adat

Cara Penentuan Subyek

3.

Lihat Ter Haar, Asas-Asas dan Susunan Hukum Adat, Pradnya Parasmita, Jakarta, 1994. hal.49

4

Lihat Chairul Anwar, Hukum Adat Indonesia Meninjau Hukum Adat Minangkabau, Rineka Cipta, Jakarta, 1997, Hlm. 8

(6)

Konsep Teoritis Cara

Penentuan Obyek Hak

Ulayat (Das solen)

Jenis-Jenis Obyek

Batas-Batas Obyek

Voorkeursrecht

(Tanda-Tanda/Ciri-ciri

Khas/ Patok Keberadaan

Tanah Ulayat)

2

Genon recht

Pemanfaatan tanah

(Yang Memungut Hasil)

Cara Penentuan Obyek Hak Ulayat

2.

Lihat Ter Haar, Asas-Asas dan Susunan Hukum Adat, Pradnya Parasmita, Jakarta, 1994. hal.52

Ontginningsrecht

Penguasaan fisik

(Yang Membuka Tanah)

(7)

Tatanan

Hukum Adat

Perangkat Peraturan Adat

tertulis dan tidak tertulis

Tingkat Ketaatan hukum

Masyarakat

Cara Penentuan Tatanan Hukum Adat

Cara Menemukan Peraturan

(Sumber Hukum Adat)

Batas wilayah pemberlakuan

peraturan masyarakat

(8)
(9)

Metoda Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode analisis

hukum normatif

dan

hukum empiris

. Akan tetapi, peneliti akan lebih menitikberatkan pada

penelitian hukum normatif, sedangkan penelitian hukum empiris berfungsi

sebagai informasi pendukung:

Pendekatan

yuridis-normatif

tersebut

akan

dilakukan

dengan

mempergunakan bahan hukum primer, dan bahan hukum sekunder, dan

bahan hukum tersier, yang mencakup: (1) penelitian terhadap asas-asas

hukum; (2) penelitian terhadap sestematik hukum; (3) penelitian terhadap

taraf sinkronisasi vertikal dan horisontal; (4) perbandingan hukum; dan (5)

sejarah hukum.

Pendekatan yuridis empiris dengan melakukan

Observasi

dan

(10)

Analisis Data

: Mempergunakan yuridis normatif dengan memperhatikan

data primer sebagai data pendukung (suporintg date). Artinya analisis ditinjau

dari aspek hukum adat dan data primer bukan bermaksud memvalidasi tapi

lebih kepada legitimasi.

Sampel Penelitian:

Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yang mewakili

dari populasi 7 (tujuh) suku besar yaitu suku:

Tabi, La Pago, Me Pago, Ha

Anim, Sai Reri,

Dorehbai,

dan

Bom Berai

, yang merupakan gabungan

dari 255 suku dan 270 bahasa. Populasi suku-suku tersebut diwakili dengan 4

tipe kepemimpinan dan sebaran geografis pada di kota dan kabupaten

:

A. Tipe kepemimpinan

Ondoafi/Ondofol

o mewakili

Suku Besar Mamta

di

Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura

B. Tipe kepemimpinan

Bigman

mewakili

Suku Besar Ha Anim di

Kabupaten

Mimika.

C. Tipe kepemimpinan

Bigman

atau

Campuran

mewakili

Suku Besar

(11)

SUKU BESAR MAMTA

(MEMBARAMO-TABI)

SUKU TAMI

SUKU SENTANI

SUKU

NIMBORAN

SUKU TOBATI

Sub-Suku Skouw

Sub-Suku Tabla

(Tanah Merah)

Sub-Suku Gresi

Sub-Kemtuk

Sub-Suku Kuangsu

Sub-Suku Demta

Sub-Suku

Demenggong-Wibron

Bano

Sub-Suku Tobati-Enggros

Sub-Suku Kayu Pulo

Sub-Suku Kayu Batu

Sub-Suku Ormu

(12)

ISTILAH DALAM NAMA

PEMIMPIN

Suku Skouw menggunakan istilah

Bari

dan

Bari

Magite

untuk pemimpin besar,

Suku Arso menyebutnya

Yuskwanto,

Suku Waris menyebutnya

Mendir

, dan

Suku Tobati menyebutnya

Harsori,

Suku Sentani Barat menyebutnya

Ondohoro

,

Sentani Timur dan Tengah menyebutnya

Ondofolo,

Suku Nimboran menyebutnya

Iram,

dan

(13)

A.

Hasil Pengumpulan Data di Kampung Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura

Kampung Skouw Sae merupakan salah satu dari wilayah administratif Distrik

Muara Tami, Kota Jayapura, terletak 55 km disebelah timur Kota Jayapura. Luas

pemukiman kampung skouw Sae 110,18 Km

2

atau 11 hektar.

Tabel 1. Penduduk Menurut Klasifikasi Suku di Distrik Muara Tami

Wilayah Kampung

Papua

Non Papua

Total

1. Holtekamp

598

378

976

2. Moso

32

390

422

3. Koya Barat

693

3.695

4.388

4. Koya Tengah

352

11

363

5. Koya Timur

295

3.014

3.309

6. Skouw Mabo

459

105

564

7. Skouw Sae

343

208

551

8. Skouw Yambe

536

28

564

Jumlah

3.308

7.829

11.137

(14)
(15)

Gambar 5 Struktur Kepemimpinan Konfederasi Ondoafi Skouw Sae di Distrik Muara Tami Kota Jayapura

ONDOAFI BESAR TAMI

(KONFEDERASI)

Pesuruh Dalam (Ritual/Sosial)

Gustav Nally

Pesuruh Luar (Humas)

Melkisedke Pallora

Kepala klan Retto

1. Benyamin Retto 2. Absalom Retto

Kepala klan Lomo

1.Amos Lomo 2. Harun Lomo

Kepala klan Muttang

1. Nicanor Muttang 2. Soleman Muttang

Kepala klan Nalli

1.Ishak Nally 2. Menase Nalli

Kepala Keluarga Kepala Keluarga

Kepala Keluarga

Kepala Keluarga Kepala Keluarga

Kepala Keluarga

Kepala Keluarga Kepala Keluarga

Kepala Keluarga

Kepala Keluarga Kepala Keluarga

Kepala Keluarga

Pesuruh klan Retto Pesuruh klan Nalli Pesuruh klan Muttang

Pesuruh klan NLomo

Keterangan: Garis Koordinasi Garis Komando

ONDOAFI SKOW SAE

(Amos Lomo)

(16)

Hasil Pengumpulan Data di Kampung Tablanusu, dan Kampung

Dormena, Distrik Depapre Kabupaten Jayapura

Tabel 6.

Penduduk menurut Klasifikasi Suku Distrik Depapre

Kabupaten Jayapura

Wilayah Kampung

Papua

Non Papua

Total

1. Entiyebo

235

6

241

2. Kendate

210

0

210

3. Tablasupa

402

0

402

4. Waiya

324

106

430

5. Wambena

128

0

128

6. Yapase

123

0

123

7. Yewena

441

0

441

Jumlah

1863

112

1975

(17)

ONDOAFI BESAR SAWMELENA Yacob Enday

ABU-AFA ABU-AFA

ONDOAFI HAPESERAY (Arnold Yangkoseray)

ABU-AFA

KHOSELO KHOSELO

Anggota Anggota

Anggota Anggota

ABU-AFA

ONDOAFI SORONTOUW Dalat Decky Abesay

YARONA (Humas)

KHOSELO DANYA KHOSELO SUWAI Yacob Suway

Danya

ONDOAFI WAMPENA Williem Opide

ABU-AFA

Yonggoroseray Apeseray

Mentaneway

ABU-AFA

Oppi

Anggota Anggota Somisu Selli Seseray, Kuruway

ONDOAFI BESAR SAWMELENA Yacob Enday

ABU-AFA ABU-AFA

ONDOAFI HAPESERAY (Arnold Yangkoseray)

ABU-AFA

Keterangan: Garis Koordinasi Garis Komando

Gambar ....:

Struktur Organisasi Sistem Kepemimpinan Ondoafi

Tingkat Konfederasi di Distrik Depapre

KHOSELO KHOSELO

Anggota Anggota

Anggota Anggota

ABU-AFA

ONDOAFI SORONTOUW Dalat Decky Abesay

YARONA (Humas)

KHOSELO DANYA KHOSELO SUWAI Yacob Suway

Danya

ONDOAFI WAMPENA Williem Opide

ABU-AFA

Anggota Anggota Somisu Selli Nusa

KHOSELO ABISAY

Doyoway

Idey

(18)

Hasil Pengumpulan Data di Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura

Masyarakat asli Kampung Nolokla merupakan satu rumpun dengan Suku

Heram dengan Ondoafi Besar

(Ondofolo/Igway-wa)

yang saat ini dijabat

oleh

Agustinus

Phana’a

Ohee

. Dalam struktur adat pada suku Heram ini

membawahi beberapa suku kecil yang dipimpin oleh masing-masing

Ondoafi, yaitu Suku Asei (Asei Pulau dan Asei Besar) yang dipimpin oleh

Ondoafi

Kleofla,

Suku Waena dipimpin oleh Ondoafi

Ramses Ohee

, dan

Suku Ayapo dipimpin oleh Ondoafi

Enas Deda

.

Sampel Penelitian: Kampung Nolokla (Kampung Harapan

)

Kepemimpinan adat diwariskan secara turun temurun berdasarkan

garis keturunan anak laki-laki tertua (Hak Kesulungan), sedangkan

penentu kebijakan adat dimusyawarahkan oleh para Khoselo di Obhe

(Para-para Adat). Ondofolo dalam mengeluarkan suatu keputusan

untuk

segenap

warga

masyarakat

kampung

berdasarkan

(19)

PESURUH (ABHU-AKHO)

klan Nere

PENGINTAI

(BHEYUNG-BHEYEBAY)

Klan Pepuho

ONDOFOLO DASIM

Ramses Ohee

ONDOFOLO KLEUBLOUW

Markus Ansaka

ONDOFOLO AYAPO

Enos Deda

(BOLOYUNG-FELAYUNG) Klan Pouw

Tunduk Sebelum Diperangi Juru Lantik Ondofolo

Gambar 10 Komunitas Masyarakat Hukum Adat di Kampung Nolokla Distrik Sentani Timur

ADAT BESAR SUKU SENTANI

(Agustinus Phana’a Ohee)

Masyarakat Hukum Adat Suku Heram di Kampung Nolokla Distrik Sentani Timur

Akhona/Mata

(20)

Wilayah Hak Ulayat Suku Amungme di Kab. Mimika

22 Klan (Amungme, Moni & Mee)

47 Klan Suku Moni 47 Klan Suku Mee

(Ekagi)

(21)
(22)

SEBARAN WILAYAH HAK ULAYAT ANAK RUMPUN KLAN DARI SUKU MOI SIGIN

DI DISTRIK SALAWATI KABUPATEN SORONG

NO. ANAK RUMPUN KLAN PANTAI TENGAH PEGUNUNGAN

1.

Malakabu

Malakabu.Maiben

Malakabu.Alot

MalakabuTalet

2.

Nibra

Nibra Bankari

Nibra.Malorokiri

Nibra.Maleos

3.

Fees

Fees Tawiyar

Fees Maburu

Fees Kamari

4.

Kalawen

Kalawen Wwaipu

Kalawen.Matefe

Kalawen.Mafeyasa

5.

Sawad

Sawad.Semanas

Sawad Gelem

Sawad.Sigit

6.

Kalagilid

Kalagilit Gelem, Semanah

Kalagilit Maburu

Kalagilit.Sigit

7.

fadan

Tidak punya rumpun

Tidak punya rumpun

T punya rumpun

8.

kowalis

Tidak punya rumpun

Tidak punya rumpun

T punya rumpun

9.

mili

Tidak punya rumpun

Tidak punya rumpun

T punya rumpun

(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)

Identifikasi Karakteristik Hak Ulayat Papua

Wilayah Sampel

OBYEK SUBYEK

Penguasa Pemilik Pengguna Pemanfaat Penguasa Pemilik Pengguna Pemanfaat

Suku Skow Ondoafi Perorangan,

Keluarga, dan Klen.

Pertanian dan Non Pertanian

Bertani, Bermukim, Berburu dan Meramu

Keturunan anak laki Tertua Klen Lomo

Anak laki tertua Kepala Klen

Perorangan, Klg, Klen, & org luar dg ijin Ondoafi

Perorangan, Klg, Klen, & org luar dg ijin Ondoafi

Suku Sentani Ondofolo Ondofolo, Klen. Pertanian dan

Non Pertanian

Bertani, Bermukim, Berburu dan Meramu

Keturunan anak laki tertua

Anak laki tertua Kepala Klen

Perorangan, Klg, Klen, & org luar dg ijin Ondoafi

Perorangan, Klg, Klen, & org luar dg ijin Ondoafi

Suku Tabla (Tanah Merah)

Ondoafi Perorangan,

Keluarga, dan Klen.

Pertanian dan Non Pertanian

Bertani, Bermukim, Berburu dan Meramu

Keturunan anak laki tertua

Anak laki tertua Kepala Klen

Perorangan, Klg, Klen, & org luar dg ijin Ondoafi

Perorangan, Klg, Klen, & org luar dg ijin Ondoafi

Suku Amungme

Kepala Klen Perorangan,

Keluarga, dan Klen.

Pertanian dan Non Pertanian

Bertani, Bermukim, Berburu dan Meramu

Keturunan anak laki tertua

Anak laki tertua Kepala Klen

Perorangan, Klg, Klen, & org luar dg ijin Keret

Perorangan, Klg, Klen, & org luar dg ijin Keret

Suku Kamoro Kepala Taparu Perorangan,

Keluarga, dan Klen.

Pertanian dan Non Pertanian

Bertani, Bermukim, Berburu dan Meramu

Keturunan anak tertua laki atau perempuan

Anak laki atau perempuan tertua Kepala Klen

Perorangan, Klg, Klen, & org luar dg ijin Taparu

Perorangan, Klg, Klen, & org luar dg ijin Taparu

Suku Doreri (P.Mansinam)

Kolektif Kepala Klen (Keret)

Suku dan Klen. Pertanian dan Non Pertanian

Bertani, Bermukim, Berburu dan Meramu

Keturunan anak laki tertua

Anak laki tertua Kepala Klen

Perorangan, Klg, Klen, & org luar dg ijin Keret

Perorangan, Klg, Klen, & org luar dg ijin Keret

Suku Moi Kepala Suku

Besar (Gefele)

Perorangan, Keluarga, dan Klen.

Pertanian dan Non Pertanian

Bertani, Bermukim, Berburu dan Meramu

Keturunan anak laki tertua

Anak laki tertua Kepala Klen

Perorangan, Klg, Klen, & org luar dg ijin Keret

(29)

Identifikasi Karakteristik Struktur Adat

Wilayah Sampel

Suku

Sub Suku

Pemimpin

Tertinggi

Pembantu Pemimpin

Sistem

Kekerabatan

Sistem

Pewarisan

Pengaturan Ulayat

Suku Skow

Skow Sae, Skow

Mambo, Skow Yambe

Bari

Pesuruh Luar dan

Pesuruh Dalam

Patrilineal

Patrilineal

Keturunan anak laki

Tertua Klen Lomo

Suku Sentani

Kleublouw, Dasim,

Ayapo

Ondofolo

Abu Akho

Patrilineal

Patrilineal

Keturunan anak laki

tertua

Suku Tabla (Tanah

Merah)

Sorontow, Hapeseray,

Wampena

Ondoafi Besar

Abu Afa

Ptrilineal

Ptrilineal

Keturunan anak laki

tertua

Suku Amungme

Mom dan Magai

Menagawan

Kalwang, Wem-Wang,

Wem-Mum

Patrilineal

Patrilineal

Keturunan anak laki

tertua

Suku Kamoro

Iwaka, Hiripau,

Kamora, Pigapu dan

Pomako

Kepala Taparu

--

Ambilineal

Ambilineal Keturunan anak

tertua laki atau

perempuan

Suku Doreri

(P.Mansinam)

Biak

Kolektif Kepala

Klen (Keret)

--

Patrilineal

Patrilineal

Keturunan anak laki

tertua

Suku Moi

Kilim, Kilim Malale,

Sigin, Klabra, Korong,

Sujali (Mare), dan

Malatabinkiyem

(Maybat)

Kepala Suku Besar

(Gelepe)

Kmakbe, Finshe,

Finshe Kamen,

Blookh, Kmak Kebe

Patrilineal

Patrilineal

Keturunan anak laki

tertua

Suku Arfak

Sough, Hatam, Meyah,

dan Moyle

Kepala Suku Besar

(Menir)

Moskur, Andijpoy,

Runa Ensis,

Dwebabah

(30)

Kesimpulan:

1.Perumusan karakteristik hak ulayat dikaji melalui:

a. Obyek Hak Ulayat yang berupa sifat dan unsur Hak Ulayat berdasarkan jenis

penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan atas hak ulayat;

b. Subyek Hak Ulayat yang berupa perorangan/keluarga, sub Klan. Klan. sub

suku, suku, dan suku besar;

c. Tatanan Hukum Hak Ulayat pada tingkatan keluarga, sub Klan. Klan. sub suku,

suku, dan suku besar.

2.Perumusan Tata Laksana Hak Ulayat per-distrik diatur melalui:

a. Pemetaan obyek Hak Ulayat dengan lingkup dan batas: kewenangan

pengaturan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan Hak Ulayat

Perorangan;

b. Pemetaan subyek Hak Ulayat dengan lingkup dan batas: perorangan, keluarga,

sub Klan. Klan. sub suku, suku, dan suku besar;

(31)

Rekomendasi:

1. Merumuskan kebijakan pertanahan di daerah Kabupaten dan Kota Provinsi Papua

Barat dengan memperhatikan:

a. Silsilah atau riwayat pembentukan sub Klan. Klan. sub suku, suku, dan kampung.

Sislsilah pembentukan tersebut secara geneologis maupun secara teritorial;

b. Hukum kebiasaan masyarakat adat (hukum adat) yang tumbuh dan berkembang

seiring dengan nilai-nilai terduhulu, kekinian dan yang akan datang, yang

nyata-nyata masih hidup dan tumbuh sesuai perkembangan masyarakat (

volgeist

),

dihormati dan ditaati oleh masyarakat hukum adat di Papua Barat.

c. Tatanan hukum adat yang mengatur ketentuan tentang hak ulayat , seperti:

1) sumber hukum adat: tempat menemukan kaedah hukumnya;

2) ketaatan masyarakat akan ketentuan tersebut;

3) perkembangan negatif dan positif dari ketentuan tersebut.

(32)

3. Penetapan Hak Ulayat wajib dipetakan secara tematik per distrik, yang

berupa peta:

a. Penguasaan dan pemilikan dengan tingkatan hak ulayat: keluarga, sub

Klan. Klan. sub suku, suku, dan kampung;

b. Batas-batas wilayah ulayat: sub Klan. Klan. sub suku, suku, dan pada

tiap-tiap wilayah administrasi pemerintahan kampung dan distrik

dengan menetapkan tanda-tanda batas yang riil;

c. Penggunaan Tanah: pemukiman, bertani, wilayah perburuan, dsb;

(33)
(34)
(35)
(36)

Gambar

Gambar 1. Struktur Pengelompokkan Suku Secara Etnik dalam Suku Besar Tabi (HKJ Cowan, 1953:2)
Tabel 1. Penduduk Menurut Klasifikasi Suku di Distrik Muara Tami
Gambar 5  Struktur Kepemimpinan Konfederasi Ondoafi Skouw Sae di Distrik Muara
Tabel 6. Penduduk
+3

Referensi

Dokumen terkait