• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Kecepatan Putaran Kompresor Pada Sistem Pengkondisian Udara Dengan Pre-Cooling

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Kecepatan Putaran Kompresor Pada Sistem Pengkondisian Udara Dengan Pre-Cooling"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1.  P-h Diagram Sistem Refrigerasi Uap yang Telah  Dimodifikasi
Gambar 4.  Skema Modifikasi Sistem Pengkondisian Udara
Gambar 7. p-h diagram kecepatan fan evaporator low

Referensi

Dokumen terkait

Gambar di atas menunjukkan bahwa kerja kompresor pada sistem Low stage dan pada sistem High stage terhadap varisi beban pendinginan yang diberikan pada sistem

Pada Gambar 12, yaitu posisi difuser mendatar dengan kecepatan udara masuk difuser rendah didapat penurunan temperatur yang cukup seragam pada seluruh level pengamatan. Penu-

Pada grafik tampak bahwa sistem yang menggunakan R-22 dengan penambahan pre-cooling menunjukkan nilai nilai koefisien yang lebih besar yaitu rata-rata 4,788 apabila

Gambar di atas menunjukkan bahwa kerja kompresor pada sistem Low stage dan pada sistem High stage terhadap varisi beban pendinginan yang diberikan pada sistem

Pada grafik tampak bahwa sistem yang menggunakan R-22 dengan penambahan pre-cooling menunjukkan nilai nilai koefisien yang lebih besar yaitu rata-rata 4,788 apabila

Gambar di atas menunjukkan bahwa kerja kompresor pada sistem Low stage dan pada sistem High stage terhadap varisi beban pendinginan yang diberikan pada sistem

Proses pengeringan dilakukan dengan menggunakan kecepatan udara pengering 1,25 m/s dan temperatur udara pengering 43 o C - 60 o C. Setiap 5 menit proses pengeringan

Pada Gambar 12, yaitu posisi difuser mendatar dengan kecepatan udara masuk difuser rendah didapat penurunan temperatur yang cukup seragam pada seluruh level pengamatan. Penu-