Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Kecepatan Putaran Kompresor Pada Sistem Pengkondisian Udara Dengan Pre-Cooling
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Gambar di atas menunjukkan bahwa kerja kompresor pada sistem Low stage dan pada sistem High stage terhadap varisi beban pendinginan yang diberikan pada sistem
Pada Gambar 12, yaitu posisi difuser mendatar dengan kecepatan udara masuk difuser rendah didapat penurunan temperatur yang cukup seragam pada seluruh level pengamatan. Penu-
Pada grafik tampak bahwa sistem yang menggunakan R-22 dengan penambahan pre-cooling menunjukkan nilai nilai koefisien yang lebih besar yaitu rata-rata 4,788 apabila
Gambar di atas menunjukkan bahwa kerja kompresor pada sistem Low stage dan pada sistem High stage terhadap varisi beban pendinginan yang diberikan pada sistem
Pada grafik tampak bahwa sistem yang menggunakan R-22 dengan penambahan pre-cooling menunjukkan nilai nilai koefisien yang lebih besar yaitu rata-rata 4,788 apabila
Gambar di atas menunjukkan bahwa kerja kompresor pada sistem Low stage dan pada sistem High stage terhadap varisi beban pendinginan yang diberikan pada sistem
Proses pengeringan dilakukan dengan menggunakan kecepatan udara pengering 1,25 m/s dan temperatur udara pengering 43 o C - 60 o C. Setiap 5 menit proses pengeringan
Pada Gambar 12, yaitu posisi difuser mendatar dengan kecepatan udara masuk difuser rendah didapat penurunan temperatur yang cukup seragam pada seluruh level pengamatan. Penu-