• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARAKTERISTIK RISIKO PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA SURAKARTA DAN SEKITARNYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KARAKTERISTIK RISIKO PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA SURAKARTA DAN SEKITARNYA"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

KARAKTERISTIK RISIKO PELAKSANAAN

PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA SURAKARTA DAN

SEKITARNYA

Oleh :

AGUNG ARI WIBOWO

NIM. I 0104023

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

(2)
(3)
(4)

commit to user

ABSTRAK

AGUNG ARI WIBOWO, 2012. IDENTIFIKASI DAN RESPON PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI JALAN DI KOTA SURAKARTA DAN SEKITARNYA.

Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Perkembangan investasi di daerah Surakarta yang sangat pesat membutuhkan dukungan infrastruktur yang baik. Salah satu infrastruktur yang dibutuhkan adalah infrastruktur transportasi, dalam hal ini adalah jalan. Dalam pelaksanaannya konstruksi jalan terdapat hambatan-hambatan yang dihadapi misalnya cuaca, material, atau tenaga kerja. Untuk mengelola hambatan-hambatan tersebut perlu dilakukan pengelolaan untuk menghilangkan atau meminimalisir hambatan tersebut, yaitu dengan penerapan manajemen risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi risiko, tingkat identifikasi risiko, dan cara penanganan risiko yang sering terjadi di Kota Surakarta dan sekitarnya.

Identifikasi risiko didapat dengan cara melakukan studi literatur terhadap masalah-masalah yang sejenis. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis frekuensi dan analisis ranking. Hasil analisis tersebut diperoleh dari kuesioner dan didukung wawancara langsung dengan responden, kemudian dihitung berdasarkan jumlah tanggapan responden terhadap tiap-tiap identifikasi risiko mengenai tingkat ancaman risiko dan cara penanganan yang dilakukan.

Tingkat identifikasi risiko terbanyak yang terjadi di kota Surakarta dan sekitarnya adalah tingkat risiko rendah. Risiko yang mempunyai peringkat paling tinggi adalah sistem cuaca (43,97%), sistem geologi (41,97%), dan risiko konstruksi (38,89%). Cara penanganan yang dilakukan oleh kontraktor yang ada di Wilayah Surakarta terhadap risiko-risiko yang ada rata-rata adalah menerima/menanggung risiko sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap owner.

Kata kunci : manajemen risiko, proyek konstruksi jalan, impact (pengaruh), probability

(5)

commit to user

ABSTRACT

AGUNG ARI WIBOWO, 2012 Identification and Response Implementation of Road Construction Project in The City of Surakarta and Surrounding. Thesis, Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Sebelas Maret University Surakarta.

Development of investment in the city of Surakarta very rapidly need a good support infrastructure. One of the necessary infrastructure is transport infrastructure, in this case is the way. In practice there is road construction obstacles faced such as weather, material or labor. To manage these constraints, we need to eliminate or minimize that obstacles, by apply of risk management. This study aims to determine the identification of risk, the level of risk identification and handling of risk is often the case in the city of Surakarta and surroundings.

Risk identification obtained by studying the literature on similar problems. The analysis in this study using the method of frequency analysis and ranking analysis. The analytical results obtained from questionnaires and interviews with respondents supported, then calculated based on the number of responses for each respondent to identify the risk of the threat level of risk and ways of handling carried out.

Identification of the highest level of risk that occurred in the city of Surakarta and its surroundings is a low risk level. Risks that have the highest rank is the weather system (43,97%), geological systems (41,97%), and construction risk (38,89%). Way of handling carried out by contractors in Surakarta region of the risks there are on average receive / bear the risk as a form of corporate responsibility to the owner.

(6)

commit to user

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Secara umum industri kontruksi mempunyai karakteristik yang berbeda dengan industri lain dalam hal : sumber daya manusia yang bersifat sementara selama proyek berlangsung, proyek bersifat unik karena tidak ada proyek yang sama satu dengan yang lain, dan keorganisasian proyek bersifat sementara. Sifat-sifat dalam proyek kontruksi ini berpotensial mengakibatkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan menjadi risiko. Risiko tersebut ada dalam semua aspek yang membutuhkan perencanaan dan pengaturan, akan tetapi kompleksitas dan tingkat risiko dalam tiap-tiap pekerjaan sangat variatif tergantung seberapa besar pekerjaan dan bidang yang dijalankan.

Risiko dan ketidakpastian ada dalam semua aspek pekerjaan konstruksi tanpa melihat ukuran, kompleksitas, lokasi, sumber daya, maupun kecepatan konstruksi suatu proyek. Hal yang terpenting bahwa persepsi terhadap risiko adalah faktor kunci dalam membuat keputusan dan harus diperhitungkan dalam semua prosedur penilaian risiko.

(7)

commit to user

Di Surakarta, banyak risiko-risiko yang terjadi di dunia konstruksi. Kerugian proyek yang sering terjadi karena faktor-fakor yang tak terduga. Risiko yang sering muncul sehingga proyek di Surakarta terhambat, yakni : adanya pencurian material dan alat kerja, perhitungan proyek yang tidak tepat, turunnya hujan yang tidak dapat diperkirakan, persetujuan dan perijinan pembangunan yang sulit, sebelum masa serah terima bangunan sudah rusak, dan lain sebagainya.

Tujuan dari setiap pembuat keputusan adalah dapat merasakan keberadaan risiko dan memperkirakan secara akurat besar serta dampaknya terhadap perusahaan. Tujuan ini bisa terpenuhi melalui pendekatan yang sistematis dan disiplin untuk mengidentifikasi, evaluasi, dan merespon risiko. Pendekatan tersebut berkenaan dengan manajemen risiko.

Melihat pentingnya manajemen risiko, maka perlu perhatian khusus dalam menganalisis penerapannya. Usaha penerapan manajemen risiko secara maksimal adalah upaya untuk meminimalisasi risiko dan memperbaiki kualitas konstruksi seperti yang diharapkan oleh pihak-pihak yang terkait di dalamnya.

Begitu juga dengan proyek-proyek konstruksi di Indonesia yang tidak luput dari berbagai risiko mulai tahap awal sampai pelaksanaannya, maka diperlukan suatu penelitian tentang penerapan manajemen risiko.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : a. Bagaimana tingkat risiko pelaksanaan proyek di Surakarta?

(8)

commit to user

1.4 Batasan Masalah

Agar penelitian ini tidak terlalu luas tinjauannya dan tidak menyimpang dari rumusan masalah di atas, maka perlu adanya pembatasan masalah yang ditinjau. Batasan - batasan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Proyek yang ditinjau adalah proyek-proyek pembangunan dan rehabilitasi jalan raya di Kota Surakarta dan sekitarnya.

b. Risiko yang ditinjau hanya pada tahap pelaksanaan.

1.5. Maksud dan Tujuan Penelitian

Tujuan skripsi ini adalah :

a. Mengetahui faktor-faktor risiko secara umum yang terdapat pada sebagian besar proyek konstruksi di Kota Surakarta dan sekitarnya .

b. Mendapatkan alternatif respon yang dapat diambil untuk mengantisipasi risiko.

1.6. Manfaat Penelitian

Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain : - Manfaat teoritis

Manfaat teoritis yang dapat diambil adalah menambah wawasan dalam bidang manajemen proyek, khususnya mengenai manajemen risiko.

- Manfaat praktis

(9)

commit to user

BAB II

DASAR TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka

Audiyanti K. Suryono dalam diskusinya (Jakarta, 2004), menambahkan bahwa risiko adalah kemungkinan sebuah bahaya (hazard) terjadi pada sebuah kegiatan. Risiko ini merupakan fungsi dari probabilitas dan konsekuensi. John Raftery (1994:5) menambahkan pula bahwa risiko dan ketidakpastian memiliki karakteristik hasil aktual

(actual outcome) cenderung untuk menyimpang dari estimasi awal. Risiko ini dapat berada pada dua jalur, yaitu hasil (outcome) yang terjadi lebih baik atau justru lebih buruk dari yang diharapkan.

Roy Sembel, Direktur Program Magister Manajemen Keuangan Plus Universitas Bina Nusantara (Jakarta, 2002) juga menegaskan dalam artikelnya tentang strategi manajemen risiko proaktif, bahwa risiko dapat berarti ancaman bagi seseorang, namun juga dapat berarti kesempatan atau peluang bagi orang lain. Dengan adanya sisi positif dan negatif tersebut, diharapkan baik individu maupun organisasi bisnis mampu mengambil langkah antisipatif untuk mengelola risiko, sehingga sisi ancamannya dapat ditekan dan pengelola risiko mampu mendatangkan potensi keuntungan lebih besar lagi.

(10)

commit to user

Maka digunakanlah manajemen risiko untuk membantu pimpinan melakukan pengambilan keputusan yang sebaik-baiknya agar sasaran akhir perusahaan tetap terjaga dan masih dapat dicapai. Manajemen risiko adalah suatu sistem pengelolaan risiko yang digunakan di dalam suatu organisasi atau perusahaan, yang pada dasarnya merupakan suatu proses atau rangkaian kegiatan yang dilakukan secara menerus (continue) untuk mengendalikan kemungkinan timbulnya risiko yang membawa konsekuensi merugikan organisasi, atau perusahaan yang bersangkutan.

Menurut Amri Wirabumi (Jakarta, 2004), manajemen risiko merupakan suatu konsep manajemen yang direkomendasikan dalam salah satu prinsip pengelolaan perusahaan yang baik (good corporate governance). Ketiadaan konsep manajemen risiko dalam menjalankan usaha di tengah-tengah persaingan yang dan situasi yang tidak menentu, dapat diibaratkan sebagai orang buta yang berjalan dalam kegelapan. Pada dunia jasa konstruksi, dengan adanya manajemen risiko mungkin ada beberapa pernyataan yang menganggap bahwa lebih baik tidak mengambil atau mengerjakan proyek karena banyaknya risiko yang mungkin timbul.

Dengan bersikap seperti ini, maka perusahaan tidak akan menanggung kerugian yang besar. Pernyataan ini adalah salah, karena manajemen risiko merupakan suatu sistem yang terintegrasi dengan disiplin ilmu lainnya yang memiliki tujuan utama memastikan bahwa risiko-risiko yang telah teridentifikasi dikelola dengan cara seefisien mungkin melalui pemusatan strategi manajemen risiko pada risiko-risiko yang signifikan yang berpotensi menggagalkan tujuan perusahaan.

Menurut Roy Sembel (Jakarta, 2002), sedikitnya terdapat tiga kunci bagi penciptaaan nilai melalui manajemen risiko, yaitu mendorong optimasi risiko dalam pengambilan keputusan di tiap level organisasi, mengkomunikasikan informasi risiko, serta menerapkan manajemen mutu dalam rangka manajemen risiko. Sementara itu Amri Wirabumi (Jakarta, 2004) juga menambahkan bahwa dengan penerapan manajemen risiko yang efektif, maka hal ini akan membuat perusahaan lebih luwes menghadapi perubahan, sasaran usaha lebih mudah dicapai, dan meningkatkan nilai (value)

(11)

commit to user

2.2 Landasan Teori

2.2.1 Definisi dan Karakteristik Risiko

Menurut Imam Soeharto (1997:1), kegiatan proyek dapat diartikan sebagai satu kegiatan bersifat sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas sasarannya telah digariskan dengan jelas. Tugas tersebut dapat berupa membangun pabrik, membuat produk baru, atau melakukan penelitian dan pengembangan.

Istimawan Dipohusodo (1996:69) menjelaskan lebih lanjut mengenai proyek konstruksi, yaitu proyek adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan upaya pembangunan suatu bangunan infrastruktur, yang umumnya mencakup pekerjaan pokok, termasuk bidang teknik sipil dan arsitektur, teknik mesin, teknik industri, teknik elektro, geoteknik, dan sebagainya.

Iman Soeharto (1997:1) menambahkan bahwa dalam proses mencapai hasil akhir kegiatan proyek dibatasi oleh anggaran, jadwal, dan mutu, yang dikenal dengan tiga kendala (triple constraint). Ketiga hal ini merupakan parameter penting bagi penyelenggara proyek yang sering diasosiasikan sebagai sasaran proyek. Apabila dilihat dari segi teknis, ukuran keberhasilan proyek dikaitkan dengan sejauh mana ketiga sasaran tersebut dapat dipenuhi.

Khusus mengenai pengertian dari risiko itu sendiri, Imam Soeharto (1997:439) menjelaskan bahwa risiko merupakan kemungkinan terjadinya peristiwa di luar yang diharapkan. Sedangkan menurut Herman Damawi (2000:19), risiko adalah kemungkinan kerugian, ketidakpastian, penyebaran hasil aktual dari hasil yang diharapkan, dan probabilitas suatu hasil (outcome) berbeda dengan hasil (outcome) yang diharapkan.

(12)

commit to user

proyek yang berupa waktu, biaya, dan performa. Institut Manajemen Proyek (2000:127) menjelaskan tentang risiko proyek sebagai kondisi yang tidak pasti, yang apabila terjadi akan memberikan efek negatif atau positif terhadap tujuan proyek.

PG. Talavera (2004:89) memberikan definisi risiko sebagai pengukuran nilai potensial negatif atau positif di masa datang sebagai hasil dari efek lingkungan sekitar antara waktu sekarang dan waktu mendatang. Sedangkan Amri Wirabumi dalam presentasinya mengenai manajemen risiko perusahaan (Jakarta, 2004) menekankan bahwa risiko tidak hanya hal buruk yang terjadi, tetapi juga hal baik yang tidak terjadi.

Harold Kerzner (1998:885) menjelaskan pula bahwa dalam konteks proyek, pengelolaan risiko berarti mengidentifikasi secara sistematis jenis, besar, dan sumber timbulnya risiko selama siklus proyek, kemudian menyiapkan tanggapan yang tepat untuk menghadapi risiko tersebut. Pengelolaan di sini bersifat proaktif, dan bukannya bersifat reaktif yang menunggu sampai terjadinya persoalan yang sulit diatasi.

Arthur Williams dan Richard Heins (1989:21) mengatakan manajemen risiko adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, dan perlakuan terhadap potensi kerugian akibat kecelakaan yang dapat muncul hampir dalam segala situasi. Risiko juga sering didefinisikan sebagai variasi dari hasil yang muncul. Kejadian di masa datang memang bersifat tidak pasti yang akan mempengaruhi pencapaian tujuan strategis, operasi, dan finansial sebuah organisasi. Terlebih lagi pada organisasi bisnis, beragam risiko mungkin saja muncul dan dapat membuat perusahaan mengalami kerugian yang tidak sedikit.

(13)

commit to user

pada perilaku dan perencanaan suatu sistem rekayasa harus melibatkan konsep dan metode probabilitas. Lebih lanjut pada kondisi yang tidak pasti, perencanaan dan perancangan sistem rekayasa mengandung risiko, dan pengambilan keputusan yang bersangkutan memerlukan pertimbangan dari risiko dan keuntungan, yang semuanya berada dalam daerah ilmu probabilitas terapan (applied probability).

PG. Talavera (204:90) menambahkan bahwa untuk menganalisis risiko, maka sangat direkomendasikan untuk menggunakan alat bantu (tool) dari ilmu probabilitas dan stastistik untuk penerapan manajemen risiko.

Memahami konsep risiko secara luas akan merupakan dasar yang esensial untuk mamahami konsep dan teknik manajemen risiko. Definisi risiko menurut Harold Kerzner, yaitu :

1) Risiko lebih mengacu pada kegiatan-kegiatan atau faktor-faktor, yang apabila terjadi akan meningkatkan kemungkinan tidak tercapainya tujuan proyek yang berupa waktu, biaya, dan performa.

2) Risiko adalah pengukuran probabilitas dan konsekuensi tidak tercapainya tujuan proyek yang telah ditetapkan.

Risiko memiliki tiga karakteristik, yaitu berupa kegiatan (event), terjadinya kegiatan tersebut dan akibat (impact) dari kegiatan tersebut apabila terjadi terhadap seluruh aktivitas proyek.

Gambar 2.1 Karakteristik risiko

(sumber : Audiyanti K. Suryono, 2004)

Dampak (impact)

probabilitas(probability) X

(14)

commit to user

2.2.2 Letak dan Akumulasi Risiko

Risiko merupakan fakta yang tidak dapat dielakkan, karena di setiap segi kehidupan mengandung unsur risiko. Dalam pembangunan juga terdapat risiko dalam berbagai bentuk dan jenis. Suksesnya suatu pembangunan terjadi melalui suksesnya seluruh mata rantai proses pembangunan. Kelemahan suatu mata rantai proses sudah cukup untuk menimbulkan kegagalan atau tidak tercapainya target pembangunan. Risiko yang ada pada semua mata rantai proses pembangunan, menentukan tingkat tercapainya tujuan pembangunan. Dan langkah memperkecil risiko dalam pembangunan, ditinjau melalui memperkecil risiko di setiap mata rantai tersebut. Sukses suatu pembangunan ditunjang oleh begitu banyak disiplin, faktor, dan aktifitas yang saling berhubungan, juga peran begitu banyak orang yang terlibat, yang masing-masing membawa tingkat risiko sendiri-sendiri yang secara individual tidak berperan tetapi secara akumulatif perlu diperhitungkan.

Letak risiko dalam pembangunan menurut Hamid Shahab (1996:5) antara lain pada saat:

1) Penggarisan kerangka acuan (terms of reference) 2) Penunjukkan konsultan

3) Penyusunan dokumen perancangan 4) Penunjukkan kontraktor

5) Penyusunan dokumen kontrak

6) Pemilihan metode penanganan kontruksi

7) Kemampuan koordinasi

8) Pemanfaatan batas wewenang koorsinator atau manager 9) Sistem pengawasan

10)Prosedur administratif 11)Sistem dokumentasi 12)Cara penanganan masalah

(15)

commit to user

menekan biaya. Jika ketentuan teknis yang mengikat ini keluar dari batas penilaian keyakinan (judgement) perencana, meskipun angka-angka analisis masih memenuhi persyaratan, maka tingkat risiko bertambah. Dari sudut lain, adanya ketentuan-ketentuan administratif dari pemberi tugas dalam pelaksanaan, termasuk peraturan pemerintah atau ketentuan-ketentuan lain dari pihak ketiga, dapat memberi andil dalam pembentukan risiko kumulatif.

2.2.3 Tahapan Manajemen Risiko

Tahapan-tahapan dalam manajemen risiko adalah perencanaan manajemen risiko, identifikasi risiko, analisis risiko, penanganan risiko, dan monitor terhadap risiko.

Gambar 2.2 Tahapan manajemen risiko

2.2.3.1. Identifikasi Risiko

Proses ini meliputi identifikasi risiko yang mungkin terjadi dalam suatu aktivitas usaha. Identifikasi risiko secara akurat dan komplit sangatlah vital dalam manajemen risiko. Salah satu aspek penting dalam identifikasi risiko adalah mendaftar risiko yang

(16)

commit to user

mungkin terjadi sebanyak mungkin. Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam identifikasi risiko antara lain:

a. Tinjauan dokumentasi b. Kajian diskusi panel c. Teknik Delphi

d. Wawancara

e. Check list

f. Ilustrasi diagram

Untuk keperluan identifikasi dan mengelola risiko yang dapat menyebabkan sebuah pengembangan melampaui batas waktu dan biaya yang sudah dialokasikan maka perlu diidentifikasikan tiga tipe risiko yang ada yaitu:

 Risiko yang disebabkan karena kesulitan melakukan estimasi.

 Risiko yang disebabkan karena asumsi yang dibuat selama proses perencanaan.

 Risiko yang disebabkan adanya kejadian yang tidak terlihat (atau tidak direncanakan).

Menurut penelitian yang dilakukan Rahman dan Kumaraswamy (2002), telah menyimpulkan variabel-variabel risiko yang sering terjadi pada proyek konstruksi di antaranya :

- Akses lokasi

- Keadaan lokasi yang tak terduga

- Cuaca

- Faktor alam

- Gangguan kesehatan di lokasi proyek

- Persediaan SDM

- Pembengkakan biaya konstruksi

- Penundaan pihak ketiga

(17)

commit to user

Berdasarkan penelitian dari Edward dan Bowen (1998), variabel-variabel risiko yang sering terjadi pada proyek konstruksi dibagi atas :

a. Risiko alam

- Sistem cuaca (badai, hujan terus-menerus, dan lain-lain)

- Sistem geologi (gempa bumi, letusan gunung berapi)

b. Risiko sosial

- Aksi kriminal

- Perubahan desain

c. Risiko ekonomi

- Suplai material

- Persediaan tenaga kerja

- Ketersediaan peralatan

- Inflasi

- Perubahan nilai mata uang

d. Risiko finansial

- Suku bunga

- Sewa alat

e. Risiko legal (undang-undang)

- Klusul kontrak

- Persetujuan dan perijinan

f. Risiko kesehatan

- Epidemic / wabah penyakit menular

- Perawatan / jaminan kesehatan

(18)

commit to user - Produktifitas pekerja

- Jaminan kualitas

- Kontrol biaya

- Manajemen SDM

h. Risiko teknis

- Kesalahan desain

- Kerusakan pada alat-alat

- Kecelakaan kerja

- Mendapat komplain

i. Risiko budaya

- Perbedaan agama

- Perbedaan dalam cara kerja

Kartam dan kartam (2001) menjelaskan bahwa variabel-variabel risiko yang sering terjadi pada proyek konstruksi di antaranya :

- Ijin dan peraturan pemerintah

- Akses ke lokasi proyek

- Ketersediaan tenaga kerja, peralatan, dan material

- Produktifitas tenaga kerja dan peralatan

- Cacat desain

- Kondisi cuaca yang tidak menentu

- Kualitas material yang tidak memenuhi syarat

- Inflasi

- Penundaan pihak ketiga

(19)

commit to user

Pada penelitian lain yang dilakukan oleh Han dan Diekmann (2001) dijelaskan juga beberapa variabel risiko yang berpengaruh terhadap proyek, yang dibedakan atas beberapa kategori :

1. Risiko politik

- Pergantian kekuasaan

- Kerusuhan / huru-hara

- Penolakan anggaran

2. Risiko ekonomi

- Perubahan nilai mata uang

- Inflasi

- Beban ekonomi

- Isu pajak

3. Risiko budaya / legal (undang-undang)

- Perbedaan budaya

- Perbedaan bahasa

- Perbedaan peraturan

- Kejadian tak terduga

4. Risiko pengadaan barang

- Kenaikan harga material

- Garansi

- Kontrol dokumen pengadaan barang

- Pengangkutan material

5. Risiko konstruksi

- Hubungan antar tenaga kerja

(20)

commit to user - Kontrol kualitas

- Keselamatan kerja

- Desain yang tidak sesuai

- Perubahan desain

- Strategi kontrak

- Kejadian tak terduga

6. Manajemen proyek

- Peninjauan pihak ketiga

- Pengalaman manajemen

- Biaya manajemen proyek

- Jaminan kualitas pekerjaan

- Durasi proyek

- Ketepatan jadwal proyek

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kangari (1995) disebutkan beberapa variabel risiko pada proyek :

- Ijin proyek dan peraturan setempat

- Ketersediaan tenaga kerja, peralatan, dan material

- Produktifitas tenaga kerja

- Perubahan item pekerjaan

- Keselamatan kerja

- Perselisihan tenaga kerja

- Kualitas material yang tidak sesuai

- Inflasi

(21)

commit to user - Penundaan pihak ketiga

- Keterlambatan pembayaran

- Kualitas pekerjaan

2.2.3.2. Penilaian Risiko

Penilaian risiko dilakukan untuk memastikan objektivitas variabel risiko dengan cara menilai tingkat kepentingannya, menganalisis kategori risiko untuk mengetahui klasifikasinya, serta menilai porsi risiko dengan memberikan kriteria-kriteria tertentu. Tahapan-tahapannya terdiri atas proses identifikasi dan analisis area-area dan proses-proses teknis yang memiliki risiko untuk meningkatkan kemungkinan dalam mencapai sasaran biaya, kinerja / performa, dan waktu penyelesaian kegiatan.

Menurut AS/NZS (1999), ada 5 tingkat penilaian risiko, baik ditinjau dari impact

maupun probability-nya. Tingkat impact dari yang terendah adalah very low (sangat rendah) sampai tingkat tertinggi yakni very high. Pada probability juga ada 5 kategori, yaitu almost certain (pasti terjadi), likely (hampir pasti terjadi), possible (mungkin terjadi), unlikely (hampir tidak mungkin terjadi), dan very unlikely (sangat tidak mungkin terjadi). Dari matriks impact-probability ini dapat dihasilkan penggolongan area tingkat risiko yang terjadi. Pembagian tingkatan risiko dapat dilihat pada tabel 2.1 dan Tabel 2.2.

Tabel 2.1.

The Probability Impact Matrix (AS/NZS, 1999b)

Probability Impact

Very Low (1) Low(2) Medium(3) High(4) Very High(5)

Almost certain(5) Likely (4)

Possible(3) Unlikely (2) Very unlikely (1)

= High Risk (risiko tinggi) = Moderate Risk (risiko sedang)

(22)

commit to user

Hasil perkalian antara indeks dengan probability merupakan nilai risk indeks. Menurut Chapman, risk indeks dapat juga disebut cardinal scale (skala pokok), dimana diperoleh urutan skala apakah risiko tersebut tergolong very high / high / medium / low / very low. Semua tergantung dengan hasil risk index.

Tabel 2.2.

Scale of Probability and Impact (Chapman, 2001)

cardinal

Merupakan proses menggali informasi / deskripsi lebih dalam terhadap risiko yang telah diidentifikasi, yang meliputi :

a. Kuantifikasi risiko dalam probabilitas dan konsekuensinya terhadap aspek biaya, waktu, dan teknis proyek

b. Penyebab risiko

c. Keterkaitan antar variabel risiko

d. Saat terjadinya risiko

e. Sensitivitas terhadap waktu

Banyak teknik yang telah dikembangkan untuk menganalisis risiko, akan tetapi secara garis besar ada tiga teknik dasar yang digunakan :

- Analisis sensitifitas

- Decision tree

(23)

commit to user 2.2.3.4. Penanganan Risiko

Cara-cara mengelola risiko :

a. Risk Avoidance

Yaitu memutuskan untuk tidak melakukan aktivitas yang mengandung risiko sama sekali. Dalam memutuskan untuk melakukannya, maka harus dipertimbangkan potensial keuntungan dan potensial kerugian yang dihasilkan oleh suatu aktivitas.

b. Risk Reduction

Risk reduction atau disebut juga risk mitigation yaitu penggunaan metode-metode tertentu untuk mengurangi kemungkinan terjadinya suatu risiko ataupun mengurangi dampak kerusakan yang dihasilkan oleh suatu risiko.

c. Risk Transfer

Yaitu memindahkan risiko pada pihak lain, umumnya melalui suatu kontrak (asuransi) maupun hedging.

d. Risk Deferral

Dampak suatu risiko tidak selalu konstan. Risk deferral meliputi menunda aspek suatu proyek hingga saat dimana probabilitas terjadinya risiko tersebut kecil.

e. Risk Retention

Biasa juga disebut Risk Acceptance. Walaupun risiko tertentu dapat dihilangkan dengan cara mengurangi maupun mentransfernya, namun beberapa risiko harus tetap diterima sebagai bagian penting dari aktivitas.

Penanganan risiko:

a. High probability, high impact: risiko jenis ini umumnya dihindari ataupun ditransfer.

b. Low probability, high impact: respon paling tepat untuk tipe risiko ini adalah dihindari. Dan jika masih terjadi, maka lakukan mitigasi risiko serta kembangkan contingency plan.

(24)

commit to user

d. Low probability, low impact: efek dari risiko ini dapat dikurangi, namun biayanya dapat saja melebihi dampak yang dihasilkan. Dalam kasus ini mungkin lebih baik untuk menerima efek dari risiko tersebut.

2.2.3.5. Monitoring Risiko

Mengidentifikasi, menganalisis dan merencanakan suatu risiko merupakan bagian penting dalam perencanaan suatu proyek. Namun, manajemen risiko tidaklah berhenti sampai disana saja. Praktek, pengalaman dan terjadinya kerugian akan membutuhkan suatu perubahan dalam rencana dan keputusan mengenai penanganan suatu risiko. Maka sangatlah penting untuk selalu memonitor proses dari awal mulai dari identifikasi risiko dan pengukuran risiko untuk mengetahui keefektifitasan respon yang telah dipilih dan untuk mengidentifikasi adanya risiko yang baru maupun berubah. Sehingga, ketika suatu risiko terjadi maka respon yang dipilih akan sesuai dan diimplementasikan secara efektif.

2.2.4 Klasifikasi Risiko

Menurut Soesino Djojosoedarso (1999:3) secara umum terdapat beberapa macam risiko, diantaranya dibagi :

1) Menurut sifatnya, risiko terbagi atas :

a. Risiko murni, yaitu risiko yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian (loss) dan terjadi tanpa disengaja.

b.Risiko spekulatif, yaitu risiko yang sengaja ditimbulkan agar terjadinya ketidakpastian menimbulkan keuntungan.

c. Risiko fundamental, yaitu risiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan menderita kerugian banyak orang.

d.Risiko khusus, yaitu risiko yang bersumber pada peristiwa yang mandiri dan mudah diketahui penyebabnya.

(25)

commit to user

2) Menurut dapat atau tidaknya dialihkan ke pihak lain, risiko terbagi atas :

a. Risiko yang dapat dialihkan ke pihak lain dengan mempertanggungkan suatu objek yang akan terkena risiko kepada asuransi dengan membayar sejumlah premi sehingga semua kerugian yang akan terjadi menjadi tanggung jawab pihak asuransi.

b.Risiko yang tidak dapat dialihkan ke pihak lain / risiko spekulatif. 3) Menurut penyebab timbulnya, risiko terbagi atas :

a. Risiko internal, yaitu risiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, seperti kecelakaan kerja, kesalahan manajemen.

b.Risiko eksternal, yaitu risiko yang terjadi akibat pengaruh dari luar perusahaan seperti fluktuasi harga, perubahan kebijakan (policy)

4) Sedangkan secara khusus, Harold Kerzner (1998:882) mengkategorikan risiko proyek atas :

a. Risiko eksternal yang tidak dapat diprediksi (external-unpredictable risk), yaitu risiko yang berada diluar kontrol perusahaan atau organisasi dan besarnya tidak dapat diprediksi, seperti peraturan pemerintah, bencana alam. b.Risiko eksternal yang dapat diprediksi (external-predictable risk) , yaitu

risiko yang berada diluar kontrol perusahaan atau organisasi tetapi dapat diketahui besarnya, seperti nilai uang, tingkat bunga pinjaman, ketersediaan material.

c. Risiko internal bersifat non teknis (internal-non technical risk), yaitu risiko yang berasal dari dalam perusahaan atau organisasi itu sendiri dan sifatnya non teknis, seperti pemogokan kerja, permasalahan aliran kas (cash flow), isu-isu tentang keselamatan kerja (safety issues), tunjangan kesehatan dan pensiun.

d.Risiko teknis (technical risk), yaitu risiko yang berasal dari dalam perusahaan atau organisasi itu sendiri dan bersifat teknis, seperti perubahan teknologi, jadwal keluarnya rancangan (design) operasi dan perawatan.

(26)

commit to user

Tabel 2.3. Risiko-risiko pada Perusahaan Kontraktor Kecil dan Menengah

Risiko Sumber Sumber Predictable/

Unpredictable Area

Risiko alam/natural

Acts of God Eksternal Unpredictable Konstruksi

Kerugian akibat kebakaran/kecelakaan Internal Unpredictable Konstruksi

Risiko desain

Perubahan lingkup pekerjaan Internal Predictable Kontraktual

Teknologi baru Internal Predictable Kontraktual Konstruksi

Spesifikasi Internal

Teknis Predictable Kontraktual

Kerugian/keterlambatan akibat differing site/perubahan

Desain

Teknis Predictable Kontraktual Konstruksi

Risiko logistik

Kerugian/keterlambatan akibat keterlambatan/

kerusakan material Internal Predictable Konstruksi

Kerugian/keterlambatan akibat ketersedian

sumberdaya Eksternal 'Predictable Konstruksi

Akses menuju lokasi Internal Predictable Kontraktual

Keterlambatan menemukan dan

menyelesaikan masalah Internal Predictable Kontraktual

Risiko finansial

Ketersediaan dana proyek Internal Predictable Kontraktual

Kecukupan kas Internal Predictable Kontraktual

(27)

commit to user

Tabel 2.3. Risiko-risiko pada Perusahaan Kontraktor Kecil dan Menengah (lanjutan)

Risiko Sumber Sumber Predictable/

Unpredictable Area

Estimasi biaya yang terlalu rendah Internal Predictable Konstruksi

Kesalahan kontraktor dalam hal kemampuan Internal Predictable Kontraktual

Cost overrun’s karena keterlambatan Internal Predictable Konstruksi

Legal dan peraturan

Masalah perizinan dan lisensi Eksternal Unpredictable Konstruksi

Third ar liability Eksternal Unpredictable Kontraktual

Tanggung jawab/liability diri sendiri Internal Predictable Konstruksi Kontraktual Kegagalan kontrak Internal Predictable Kontraktual

Perubahan peraturan Eksternal Unpredictable Konstruksi

Risiko politik

Kerugian/keterlambatan karena perang/revolusi

di lokasi proyek Eksternal Unpredictable Konstruksi

Perubahan hukum perdagangan Eksternal Unpredictable Konstruksi (Sumber: Smith dan Bohn, 1999)

(28)

commit to user

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1

Metode Penelitian

Analisis data yang digunakan adalah metode analisis frekuensi dan analisis ranking. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner dan didukung wawancara langsung dengan responden. Pengambilan data dilakukan terhadap 30 responden. Dari hasil analisis tersebut diperoleh jumlah tanggapan responden terhadap tiap-tiap identifikasi risiko mengenai tingkat ancaman risiko dan cara penanganan yang dilakukan. Analisis ini dilakukan untuk menggambarkan tanggapan responden berdasarkan sistem cuaca, geologi, risiko politik, risiko ekonomi, risiko undang-undang, risiko kesehatan, risiko manajerial, risiko konstruksi, risiko budaya, dan risiko logistik.

Pada bab ini, peneliti akan membahas tentang prosedur penelitian dalam skripsi ini, yang dapat dijabarkan sebagai berikut :

1) Tahap persiapan

a. Pengumpulan data proyek berupa hasil identifikasi risiko.

b. Pengumpulan dan pemahaman materi skripsi melalui referensi berupa buku, bahan kuliah, dan artikel.

2) Tahap pembahasan

Data hasil (output) berupa statistik data dan peringkat risiko (risk rank) untuk selanjutnya digunakan untuk mencari alternatif tindakan untuk merespon risiko.

3.2

Jenis Sumber Data

Ada 2 jenis sumber data, yaitu : 1. Data primer

(29)

commit to user 2. Data sekunder

Data-data yang diperoleh secara tidak langsung, antara lain berupa bahan-bahan kuliah, buku maupun artikel mengenai manajemen proyek dan konstruksi, manajemen risiko, simulasi dan sumber lain yang relevan dengan materi sehingga penulis akan mendapatkan tambahan referensi yang lengkap.

3.3

Pengumpulan Data

3.3.1. Field Research, data diperoleh langsung dari proyek yang menjadi obyek penelitian, dengan metode antara lain:

a. Metode interview, yaitu dengan mengadakan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang bersangkutan yaitu dengan pimpinan dan pegawai lain yang diperlukan di lingkungan perusahaan.

b. Metode kuisioner : Proses pengumpulan data dilakukan langsung dengan melakukan wawancara terhadap responden-responden yang ahli di bidang kostruksi jalan dan para Manajer Proyek kemudian kuisioner diisi langsung oleh responden yang bersangkutan.

3.3.2.Library research, di sini penelitian dilaksanakan dengan buku-buku bacaan, brosur, literatur-literatur juga catatan-catatan untuk mengetahui dasar-dasar teori dari penulisan tugas akhir dan melengkapi data-data dalam memecahkan masalah.

3.4

Analisis Data

Tahapan dalam manajemen risiko adalah perencanaan, penilaian (identifikasi dan analisis), serta penanganan. Identifikasi risiko berfungsi untuk mendapatkan area-area dan proses-proses teknis yang memiliki risiko yang potensial untuk selanjutnya dianalisis.

(30)

commit to user

2. Membuat checklist kerugian potensial sehinga didapat identifikasi-identifikasi risiko. Dalam checklist ini dibuat daftar kerugian dan cara penanganan risiko / kerugian yang terjadi.

3. Membuat klasifikasi penanganan risiko. A. Menerima / menanggung risiko

B. Membagi risiko dengan pemilik proyek sebagai tanggungjawab bersama C. Mengalihkan sebagian risiko kepada pihak asuransi / subkontraktor D. Menunda Proyek

E. Mereduksi risiko

Metode Analisis menggunakanAnalisis Deskriptif, yakni untuk memberikan gambaran umum karakteristik responden dengan menghitung hasil koesioner. Analisis yang termasuk didalamnya, yaitu :

1. Analisis Frekuensi : analisis ini dipakai untuk mengetahui jumlah dari pemilih untuk masing-masing jawaban (cara penanganan) responden pada setiap identifikasi risiko dan juga dapat menunjukkan kecenderungan dari jawaban responden dalam setiap penanganan risiko. Pada analisis frekuensi prosentase dapat dihitung dengan rumus :

% Frekuensi = Frekuensi jawaban x 100 % Total Frekuensi seluruh Jawaban

2. Analisis Ranking : analisis ini digunakan untuk dapat mengetahui cara penanganan yang sama untuk merespon beberapa risiko yang telah teridentifikasi. Analisis ini dilakukan dengan cara menentukan ranking tertinggi dari cara penanganan yang dipilih responden disetiap data risiko yang teridentifikasi, ranking tertinggi ditunjukkan dengan cara penanganan terbanyak yang dipilih responden disetiap data risiko yang teridentifikasi, kemudian menentukan cara penanganan yang paling banyak memiliki rangking tertinggi yang dipilih responden untuk merespon risiko-risiko. Data hasil yang akan didapat seperti :

(31)

commit to user

b. Cara penanganan B (Membagi risiko dengan pemilik proyek sebagai tanggungjawab bersama) dilakukan untuk beberapa identifikasi (beserta rincian identifikasi risiko yang dimaksud) dengan jumlah tanggapan responden beberapa responden (beserta jumlah responden).

c. Cara penanganan C (Mengalihkan sebagian risiko kepada pihak asuransi / subkontraktor) dilakukan untuk beberapa identifikasi (beserta rincian identifikasi risiko yang dimaksud) dengan jumlah tanggapan responden beberapa responden (beserta jumlah responden).

d. Cara penanganan D (Menunda Proyek) dilakukan untuk beberapa identifikasi (beserta rincian identifikasi risiko yang dimaksud) dengan jumlah tanggapan responden beberapa responden (beserta jumlah responden).

e. Cara penanganan E (mereduksi risiko) dilakukan untuk beberapa identifikasi (beserta rincian identifikasi risiko yang dimaksud) dengan jumlah tanggapan responden beberapa responden (beserta jumlah responden).

3.5.

Identifikasi Risiko

Dari seluruh variabel risiko yang telah di jelaskan pada bab sebelumnya maka untuk mengatasi keterbatasan waktu dan biaya penelitian, hanya diambil beberapa variabel yang dianggap mewakili kondisi proyek konstruksi jalan di Kota Surakarta dan sekitarnya. Variabel risiko yang akan diteliti dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.1. Elemen Risiko

IDENTIFIKASI

RISIKO ELEMEN RISIKO REFERENSI

1. Sistem Cuaca a. Hujan yang terus menerus -Han dan Diekmann

2. Sistem Geologi a. Tingkat kekerasan tanah yang tidak sesuai standar

-Rahman dan

Kumarawamy (2002) -Kartam dan Kartam

(32)

commit to user

Tabel 3.1. Elemen Risiko (lanjutan) IDENTIFIKASI

RISIKO ELEMEN RISIKO REFERENSI

3. Risiko Politik a. Kerusuhan / huru-hara /

demonstrasi

b. Peraturan pemerintah yang tidak jelas 4. Risiko Ekonomi a. Inflasi

b. Kenaikan suku bunga pinjaman c. Kenaikan BBM, TDL

d. Sistem pembayaran / termin

-Han dan Diekmann

a. Persetujuan dan Perijinan (ijin gangguan proyek)

b. Klausul kontrak yang merugikan

-Edwards dan Bowen (1998)

-Kartam dan Kartam (2001)

6. Risiko kesehatan a. Gangguan kesehatan akibat asap pembakaran aspal

-Rahman dan

Kumarawamy (2002) -Edwards dan Bowen

(1998)

7. Risiko Manajerial a. Persediaan sumber daya

manusia 8. Risiko konstruksi a. Kecelakaan kerja

b. Perbedaan kondisi antara desain dengan kondisi lapangan

9. Risiko Budaya a. Perbedaan dalam cara kerja

b. Perbedaan pendidikan

-Han dan Diekmann

(2001)

-Bing dan Tiong (1999) 10.Risiko Logistik a. Keterlambatan material

b. Kehilangan material dan alat kerja

c. Kualitas material yang rendah

-Kangari (1995)

-Han dan Diekmann

(2001)

-Rahman dan

(33)

commit to user

3.6.

Respon Terhadap Risiko

Respon terhadap risiko adalah elemen terakhir dalam pendekatan manajemen risiko berupa sebuah atau serangkaian tindakan yang menjadi bagian dari para pembuat keputusan untuk merespon risiko yang ada. Dua macam respon yang umum yaitu :

3.6.1. Transfer Risiko

Transfer risiko adalah bentuk dari penanganan risiko berupa pengalihan beban risiko dari satu pihak ke pihak yang lain. Hal ini mungkin dapat diatasi dengan cara-cara kontraktual melalui syarat-syarat kontrak atau oleh asuransi.

Transfer risiko dalam proyek kontruksi dan kontrak biasanya terjadi dari : a. Klien kepada kontraktor atau desainer

b. Kontraktor kepada subkontraktor

c. Klien, kontraktor, subkontraktor, atau desainer kepada pihak asuransi (Uher, 1996).

3.6.2. Kontrol Risiko

Ketika risiko tidak dapat ditransfer dengan berbagai alasan, tindakan manajemen diperlukan untuk mengurangi, menghindari, atau menahannya (Uher, 1996), yaitu dengan cara :

(34)

commit to user

3.7.

Diagram Alir Tahap Penelitian

Gambar 3.1.Diagram Alir Tahap Penelitian

Mulai

Persiapan : - Studi pustaka

- Merumuskan masalah - Menentukan tujuan penelitian - Menentukan metode yang dipakai

- Menyusun identifikasi-identifikasi yang sering muncul dalam proyek jalan di Kota Surakartadan sekitarnya

- Menyusun pertanyaan pada koesioner sesuai rumusan masalah - Perijinan penelitian

Pengumpulan data :

- Membagikan koesioner yang telah disusun kepada kontraktor-kontraktor jalan di Kota Surakarta dan sekitarnya

- Mewawancara pihak kontraktor sesuai dengan topik yang dibahas dalam penelitian.

Analisis data :

- Memasukkan data hasil kuisioner ke dalam tabel-tabel Microsoft Excel

- Menghitung total dan rata-rata data impact, probability, dan risk response

- Menghitung besarnya Risk Indeks masing-masing variabel.

Pembahasan :

Hasil dari analisis data adalah cara penanganan dari segala identifikasi risiko yang ada dalam proyek konstruksi jalan.

Kesimpulan :

Identifikasi-identifikasi risiko tersebut dapat ditarik kesimpulan untuk nenanganinya dan diperoleh dari hasil kuisioner.

(35)

commit to user

BAB IV

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

4.1

. Identifikasi Variabel Risiko

Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari beberapa referensi yang sejenis yang membahas mengenai risiko dalam proyek. Tabel variabel yang digunakan berjumlah 10 kelompok, dan setiap kelompok terdiri dari beberapa indikator sebagai penjelas dari setiap variabel. Untuk lebih jelasnya variabel yang digunakan dapat dilihat pada tabel 4.1 :

Tabel 4.1

Keterangan Kode Identifikasi Risiko

IDENTIFIKASI RISIKO

KODE ELEMEN RISIKO SUMBER

REFERENSI

2a Tingkat kekerasan tanah yang tidak sesuai standar

(36)

commit to user

Tabel 4.1. Keterangan Kode Identifikasi Risiko (Lanjutan) IDENTIFIKASI

RISIKO

KODE ELEMEN RISIKO SUMBER

REFERENSI

6a Gangguan kesehatan akibat asap

pembakaran aspal

(37)

commit to user

4.2

. Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, penulis melakukan pengumpulan data dengan menggunakan metode kuesioner dan didukung wawancara langsung dengan responden. Adapun Pengambilan data dilakukan terhadap 30 responden yang berasal dari 15 Perusahaan Konstruksi yang berkantor di Kota Surakarta dan sekitarnya dan sekitarnya, daftar perusahaan konstruksi yang menjadi objek penelitian dapat dilihat pada Tabel 4.2. di bawah ini :

Tabel 4.2. Daftar Perusahaan Responden

No Perusahaan Alamat

1 PT. Adi Nugroho Jl. Bima I ,Serengan ,Surakarta

2 PT. Panca Darma Jl. Basuki Rahmat 18 ,Surakarta

3 CV. Banu Jl. Kahuripan Selatan II No 26, Surakarta

4 CV Karya Makmur Jombor Rt.05/ XII, Bendosari, Sukoharjo

5 CV. Tri Manunggal Karya Jl. Tentara Pelajar 268, Sukoharjo

6 PT. Yatnosons Jl. Bali No.35 ,Kampung Baru, Surakarta

7 CV. Subur Carikan RT 02/V, Sukoharjo

8 CV. Lima Putra Carikan RT 15/V, Sukoharjo

9 CV. Kenanga Mulya Jl. Pemuda No 1, Sukoharjo

10 CV. Karya Teknik Jl. Manggaran RT 01/VI, Grogol, Sukoharjo

11 CV. Restu Putra Munyung RT02/II, Kwarasan, Grogol, Sukoharjo

12 CV. Damar Mulya Kijilan RT 01/IV, Grogol, Sukoharjo

13 CV. Putra Mandiri Perum sanggrahan Indah D.22, Grogol, Sukoharjo

14 CV. Fajar Jaya Jl. Bali No.35 ,Kampung Baru, Surakarta

15 CV. Jati Karya Demangan RT18/II, Sumberlawang, Sragen

Dari hasil pengisian kuesioner yang dilakukan selama 1 (satu) bulan, diperoleh data

impact (pengaruh), probability (kemungkinan terjadi) dan cara penanganan risiko (respons). Berdasarkan data impact dan probability akan didapatkan risk impact

(38)

commit to user

4.3

. Data Hasil Pengamatan

4.3.1 Profil Responden

4.3.1.1 Contoh Profil Responden

Di bawah ini adalah salah satu contoh profil responden :

Nama : H. Ir. Bambang Nusantoro ,MM

Alamat : Jl. Kahuripan Selatan II No. 26 RT 002 / XII

,Sumber ,Surakarta

Tempat, tanggal lahir : Surakarta, 22 Agustus 1951

Umur : 60 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Pendidikan Terakhir : S2

Nama Perusahaan : PT Adi Nugroho Konstruksido

Alamat Perusahaan : Jl. Bima I ,Serengan ,Surakarta Lama Kerja di Konstruksi : 20 (dua puluh) tahun

4.3.1.2 Umur Responden

Di bawah ini merupakan grafik yang menunjukkan umur responden :

Gambar 4.1. Grafik Umur Responden

(39)

commit to user

responden yang mengisi kuisioner telah memiliki pengalaman yang cukup. Dalam pelaksanaan proyek, dengan pengalaman tersebut diharapkan pengisian kuisioner menjadi lebih mengarah kepada tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini.

4.3.1.3 Jenis Kelamin Responden

Di bawah ini merupakan grafik yang menunjukkan jenis kelamin responden :

Gambar 4.2. Grafik Jenis Kelamin Responden

Berdasarkan Gambar 4.2 Grafik Jenis Kelamin Responden dapat diketahui bahwa sebagian besar orang yang berkecimpung di bidang konstruksi khususnya proyek jalan berjenis kelamin laki-laki. Hanya sebagian kecil saja prosentase yang berjenis kelamin perempuan. Hal ini dikarenakan banyaknya risiko pekerjaan di proyek jalan dan juga lebih cocok dikerjakan oleh laki-laki, serta hanya sedikit perempuan yang mempunyai minat bekerja di bidang konstruksi.

4.3.1.4 Pendidikan Terakhir Responden

Di bawah ini merupakan grafik yang menunjukkan pendidikan terakhir responden :

(40)

commit to user

Berdasarkan Gambar 4.3 Grafik Pendidikan Terakhir Responden dapat diketahui bahwa minimal pendidikan terakhir responden adalah lulusan S1 (sarjana). Oleh karena itu, diharapkan dalam pengisiannya menjadi lebih sesuai dan mampu mencapai sasaran atau tujuan penelitian. Hal ini didasarkan pada kemampuan responden dengan latar belakang pendidikan S1 memiliki kemampuan untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah dengan lebih baik, jika dibandingkan dengan responden yang mempunyai latar belakang pendidikan kurang dari S1.

4.3.1.5 Grade Perusahaan Responden

Di bawah ini merupakan grafik yang menunjukkan grade perusahaan responden :

Gambar 4.4. Grafik Grade Perusahaan Responden

(41)

commit to user

yang nyata sesuai dengan pengalaman proyek khususnya proyek jalan di Kota Surakarta dan sekitarnya dan sekitarnya.

4.3.2 Data Jawaban Kuesioner

Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode kuesioner, maka diperoleh data berupa jawaban dari 30 responden. Jawaban-jawaban tersebut telah disajikan dalam tabel-tabel yang menunjukkan skor dari setiap jawaban yang diberikan oleh responden.

Di bawah ini merupakan tabel-tabel data jawaban untuk semua titik pengamatan, yakni

impact (pengaruh) pada tabel 4.3, probability (kemungkinan terjadi) pada tabel 4.4, dan cara penanganan risiko (respons) pada tabel 4.5. Masing-masing memiliki 10 elemen, namun pada tabel di bawah hanya akan ditampilkan 3 elemen sebagai contoh. Tabel selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

Tabel 4.3 Hasil Kuesioner –Impact (pengaruh)

No Nama Perusahaan

1. Sistem

Cuaca 2. Sistem Geologi 3. Risiko Politik

(42)

commit to user

Tabel 4.3 Hasil Kuesioner –Impact (Lanjutan)

No Nama Perusahaan

1. Sistem

Cuaca 2. Sistem Geologi 3. Risiko Politik

1a T1 2a T2 3a 3b T3

(Tabel selengkapnya dapat dilihat pada lampiran)

Berdasarkan Tabel 4.3 Hasil Kuesioner – Impact (pengaruh), dapat diketahui bahwa pada sistem cuaca, hujan yang terus menerus memiliki Impact (pengaruh) yang “tinggi” terhadap proyek jalan. Karena pada dasarnya proyek jalan sangat bergantung pada kondisi cuaca di lokasi proyek. Pada sistem geologi, tingkat kekerasan tanah yang tidak sesuai standar, memiliki Impact (pengaruh) yang “tinggi” terhadap pelaksanaan proyek. Pada risiko politik, kerusuhan / huru-hara, dan peraturan pemerintah yang tidak jelas, memiliki Impact (pengaruh) yang tergolong sedang terhadap pelaksanaan proyek.

KETERANGAN :

(43)

commit to user

Tabel 4.4.

Hasil Kuesioner –Probability (Kemungkinan Terjadi)

No Nama Perusahaan

1. Sistem

Cuaca 2. Sistem Geologi 3. Risiko Politik

1a T1 2a T2 3a 3b T3

(Tabel selengkapnya dapat dilihat pada lampiran) KETERANGAN :

1. Tidak mungkin terjadi 2. Hampir tidak mungkin terjadi 3. Mungkin terjadi

(44)

commit to user

Berdasarkan Tabel 4.4. Hasil Kuesioner – Probability (Kemungkinan Terjadi) dapat diketahui bahwa pada sistem cuaca, hujan yang terus menerus memiliki Probability

(Kemungkinan Terjadi) “mungkin terjadi” terhadap proyek.

Pada sistem geologi, tingkat kekerasan tanah yang tidak sesuai standar, memiliki

Probability (Kemungkinan) “mungkin terjadi” terhadap pelaksanaan proyek.

Pada risiko politik, kerusuhan / huru-hara memiliki Probability (Kemungkinan) yang

“mungkin terjadi” terhadap pelaksanaan proyek. Peraturan pemerintah yang tidak jelas

memiliki Probability (Kemungkinan) “hampir pasti terjadi” terhadap pelaksanaan proyek.

Tabel 4.5.

Hasil Kuesioner – Cara Penanganan Risiko

No Nama Perusahaan 1. Sistem Cuaca 2. Sistem Geologi 3. Risiko Politik

(45)

commit to user

Tabel 4.5 Hasil Kuesioner Cara Penanganan Risiko (Lanjutan)

No Nama Perusahaan 1. Sistem Cuaca 2. Sistem Geologi 3. Risiko Politik

1a 2a 3a 3b

22 Sukoco CV Damar Mulya 1 5 2 2

23 Tri Wijayanto CV Damar Mulya 4 5 2 2

24 Nur Sidiq CV Putra Mandiri 4 2 4 2

25 Indra Anggandanu CV Putra Mandiri 1 2 4 2

26 Aris CV Fajar Jaya 4 5 2 2

27 Widodo H CV Fajar Jaya 4 1 1 4

28 Purwadi CV Jati Karya 1 2 4 2

29 Rudi W CV Jati Karya 4 1 1 4

30 Wahyono CV Jati Karya 4 1 1 4

Pilihan terbanyak 4 1 4 2

(Tabel selengkapnya dapat dilihat pada lampiran)

Berdasarkan Tabel 4.5. Hasil Kuesioner – Cara Penanganan Risiko, dapat diketahui bahwa pada sistem cuaca, hujan yang terus menerus, cara penanganan risiko dapat

dilakukan dengan cara “menunda proyek”.

Pada sistem geologi, tingkat kekerasan tanah yang tidak sesuai standar memiliki cara

penanganan risiko dapat dilakukan dengan cara “menerima / menanggung risiko”.

Pada risiko politik, kerusuhan / huru-hara, dapat dilakukan dengan cara “menunda

proyek”, dan risiko peraturan pemerintah yang tidak jelas dihadapi dengan cara

“membagi risiko dengan pemilik proyek sebagai tanggungjawab bersama”. KETERANGAN :

1. Menerima / menanggung risiko

2. Membagi risiko dengan pemilik proyek sebagai tanggung jawab bersama 3. Mengalihkan sebagian risiko kepada pihak asuransi / subkontraktor 4. Menunda Proyek

(46)

commit to user

4.4

. Analisis Data Hasil Penelitian

4.4.1. Analisis Data frekuensi

Dalam penelitian ini, analisis data yang digunakan adalah metode analisis frekuensi dan analisis ranking. Dari hasil analisis tersebut diperoleh gambaran tanggapan responden terhadap tiap-tiap identifikasi risiko, mengenai tingkat ancaman risiko dan cara penanganan yang dilakukan. Analisis ini dilakukan untuk menggambarkan tanggapan responden berdasarkan sistem cuaca, geologi, risiko politik, ekonomi, undang-undang, kesehatan, manajerial, konstruksi, budaya, dan logistik. Selanjutnya disusun dalam tabel distribusi frekuensi Data Impact (Pengaruh) – Probability (kemungkinan terjadi) sehingga didapatkan risk index (indeks risiko).

Analisis frekuensi disusun dalam tabel yang pengerjaan analisisnya menggunakan

Microsoft Excel. Kode mengenai elemen-elemen risiko dapat dilihat pada tabel 4.1. Sedangkan tanggapan responden mengenai cara penanganan risiko terdapat pada tabel 4.5. Dan hasil pengolahan data impact dan probability terdapat pada tabel 4.6. dan tabel 4.7.

4.4.2. Risk Impact (Pengaruh Risiko)

Risk Impact (Pengaruh Risiko) menunjukkan besarnya dampak dari masing-masing

variabel risiko terhadap jalannya proyek. Pada tabel 4.6. di bawah ini dapat dilihat

besarnya dampak dari tiap-tiap variabel risiko yang ada.

Tabel 4.6.

Hasil Pengolahan Data Risk Impact (Pengaruh)

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10

Total 124 104 103 276 127 36 237 146 154 207

Rata-rata

4,13 3,47 3,43 9,2 4,23 1,2 7,9 4,87 5,13 6,9

(47)

commit to user

4.4.3. Risk Probability (Kemungkinan Risiko)

Risk Probability (kemungkinan) merupakan besarnya kemungkinan terjadinya risiko

pada masing-masing variabel yang ada. Sehingga dapat diperkirakan risiko mana yang

paling sering muncul. Dibawah ini adalah tabel hasil pengolahan data risk probability

(kemungkinan).

Tabel 4.7.

Hasil Pengolahan Data Risk Probability (kemungkinan)

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10

Total 91 81 140 264 140 34 235 164 138 165

Rata-rata

3,03 2,7 4,67 8,8 4,67 1,13 7,83 5,47 4,6 5,5

(Tabel selengkapnya dapat dilihat pada lampiran)

4.4.4. Risk Index (Indeks Risiko)

Risk Index (Indeks Risiko) merupakan perkalian antara rata-rata Impact (Pengaruh) dan rata-rata Probability (kemungkinan terjadi). Dari hasil risk index didapatkan besarnya tingkat risiko bagi proyek konstruksi jalan. Sehingga hasil risk index dapat dipakai sebagai acuan dan rambu-rambu pelaksanaan proyek. Dibawah ini adalah tabel hasil pengolahan data risk index (indeks risiko).

Tabel 4.8.

Hasil Pengolahan Data Impact (Pengaruh) –Probability (Kemungkinan Terjadi)

1. Sistem Cuaca 2. Sistem Geologi 3. Risiko politik

(48)

commit to user

Dari tabel hasil Pengolahan Data Impact (Pengaruh) dan Probability (kemungkinan terjadi) dapat dilihat bahwa identifikasi risiko yang ada di Wilayah Surakarta, rata-rata adalah berada tingkatan sedang. Jadi, di Wilayah Surakarta merupakan wilayah yang aman untuk dilakukan proyek konstruksi jalan. Namun tetap perlu dilakukan upaya-upaya penanggulangan pada risiko-risiko tertentu, agar proyek dapat terus berlangsung.

4.4.5. Analisis Ranking

Di bawah ini dijelaskan mengenai indeks risiko dan cara penanganannya dilihat dari prosentase tertinggi ke rendah, yakni :

Tabel 4.9.

Hasil Ranking indeks risiko

No Elemen Risk Index

(%)

1 1a. Hujan yang terus menerus 43,97

2 2a. Tingkat kekerasan tanah yang tidak sesuai

standar 41,79

3 8b. Perbedaan kondisi antara desain dengan

kondisi lapangan 38,89

4 7b. Pembengkakan biaya konstruksi 38,64

5 4d. Sistem pembayaran / termin 32,63

11 10a. Keterlambatan material 20,55

12 10c. Kualitas material yang rendah 19,70

13 4c. Kenaikan BBM, TDL 19,64

14 8a. Kecelakaan kerja 18,93

15 4b. Kenaikan suku bunga pinjaman 16,76

16 10b. Kehilangan material dan alat kerja 16,47

17 3a. Kerusuhan / huru-hara / demonstrasi 15,68

18 5a. Persetujuan dan Perijinan (ijin gangguan

proyek) 13,72

19 5b. Klausul kontrak yang merugikan 12,22

20 3b. Peraturan pemerintah yang tidak jelas 9,44

21 6a. Gangguan kesehatan akibat asap

pembakaran aspal 4,53

(49)

commit to user

dihasilkan besaran prosentase. Dari tabel 4.9. dapat diketahui nilai prosentase dari seluruh elemen. Pada tabel risk index (indeks risiko), jika dilihat dengan analisis ranking dapat dihasilkan urutan prosentase dari yang tertinggi sampai dengan yang paling rendah. Dari prosentase tersebut dapat juga ditentukan cara penanganan risiko yang akan dilakukan. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa risiko tertinggi adalah risiko cuaca, yakni hujan yang terus menerus. Hujan tentu saja sangat merugikan pada pelaksanaan proyek jalan karena keseluruhan tahapan pada proyek jalan berada pada lingkup luar ruangan (outdoor). Apalagi bila melihat sifat aspal yang sangat rentan pada air. Pada kondisi lapangan di Wilayah Surakarta, hujan sering terjadi pada saat ini. Tidak hanya pada musim penghujan, kadang pada saat musim kemarau pun hujan turun. Ini karena kondisi cuaca sekarang yang tidak stabil. Dengan demikian hampir dipastikan pelaksanaan proyek menjadi tertunda. Hujan yang turun lebat dan berlangsung lama, sangat merugikan dan sering sekali terjadi di Wilayah Surakarta. Bahkan di daerah Solo Baru dan beberapa wilayah di Kota Surakarta yang merupakan kawasan banjir, kadang kala terjadi banjir pada lokasi proyek.

Urutan risiko kedua adalah sistem geologi, yakni tingkat kekerasan tanah yang tidak sesuai standar. Jenis tanah di sebagian Wilayah Surakarta khususnya bagian utara merupakan tanah lempung (clay) yang cenderung ekspansif, sehingga cukup berisiko apabila digunakan untuk proyek jalan.

(50)

commit to user

Dari tingkatan risiko yang telah diketahui khususnya untuk Wilayah Surakarta, dapat dijadikan tolok ukur dalam pelaksanaan proyek konstruksi jalan, sehingga risiko-risiko besar yang mungkin dapat terjadi dapat diminimalisir atau bahkan dihindari.

4.4.6. Risk Assessment (Penilaian Risiko)

Ada 5 tingkat penilaian risiko, baik ditinjau dari impact maupun probability-nya. Tingkat impact dari yang terendah adalah very low (sangat rendah) sampai tingkat tertinggi yakni very high. Pada probability juga ada 5 kategori, yaitu almost certain

(hampir tidak pasti), likely (mungkin terjadi), possible (pasti terjadi), unlikely (tidak mungkin terjadi), dan very unlikely (sangat tidak mungkin terjadi). Dari matriks impact-probability ini dapat dihasilkan penggolongan area tingkat risiko yang terjadi.

Tabel 4.10.

The Probability Impact Matrix (AS/NZS, 1999b)

Probability Impact

Very Low (1) Low(2) Medium(3) High(4) Very High(5)

Almost certain(5) Likely (4)

Possible(3) Unlikely (2) Very unlikely (1)

= High Risk (risiko tinggi) = Moderate Risk (risiko sedang)

= Extreme Risk (risiko sangat tinggi) = Low Risk (risiko rendah)

(51)

commit to user

Tabel 4.11.

Scale of Probability and Impact (Chapman, 2001)

cardinal

Hasil penelitian Scale of Probability and Impact

1. Sistem Cuaca

2. Sistem

Geologi 3. Risiko politik

1a 2a 3a 3b

Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa dominasi dari cardinal scale (skala pokok) yang terjadi adalah risiko dengan tingkat sedang (medium), terutama pada risiko sistem cuaca dan kondisi geologis. Hal tersebut mungkin terjadi dikarenakan di Kota Surakarta dan sekitarnya merupakan wilayah berisiko cukup tinggi dalam hal pembangunan konstruksi jalan, terutama di daerah solo bagian utara karena jenis tanahnya yang berupa tanah liat (clay), sangat sulit untuk dilakukan pembangunan konstruksi jalan. Untuk itu, perlu dilakukan usaha-usaha tertentu agar proyek tetap dapat dilaksanakan.

4.4.7. Analisis Setiap Variabel

(52)

commit to user

Tabel 4.13.

Probability Impact Matrix for Threats and Opportunities

Keterangan grafik :

Koordinat X = Koordinat Y =

Impact = Probability = 1 = almost certain

1 = very low 2 = likely

2 = low 3 = possible

3 = medium 4 = unlikely

4 = high

5 = very high 5 = very unlikely

Di bawah ini adalah grafik yang menunjukkan tentang masing-masing Ancaman Kemungkinan Terjadi dan Pengaruh Acuan Matris Risiko Konstruksi Jalan di Kota Surakarta dan sekitarnya pada elemen-elemen identifikasi risiko, yaitu ;

1. Sistem Cuaca

(53)

commit to user

tempat dan kekeringan di tempat lain, angin yang tidak terduga serta suhu panas yang tidak stabil (menurut penelitian BMKG).

Daerah pertumbuhan Badai Siklon Tropis yang merupakan pusaran angin kencang dengan diameter hampir 200 km, berkecepatan lebih dari 200 km/jam dan mempunyai lintasan sejauh 1.000 km subur di dunia adalah Samudra Hindia dan perairan barat Australia. Efek badai tersebut kadang sampai ke Indonesia. Ekor badai tersebut menimbulkan angin kencang, hujan deras, dan tingginya gelombang laut di bagian selatan Pulau Jawa. Daerah Surakarta yang sering terkena pengaruh badai meliputi Kabupaten Boyolali dan Klaten, dimana oleh masyarakat setempat dinamakan angin puting beliung (Dinas Kesbang Linmas Provinsi Jawa Tengah). Pada tabel 4.14. di bawah ini menunjukkan Sistem Cuaca di Kota Surakarta dan sekitarnya :

Tabel 4.14.

Sistem Cuaca Kota Surakarta dan sekitarnya

1. Sistem Cuaca

1a

impact 4,13

prob 3,03

Hujan = risiko tinggi

Sistem cuaca memiliki tingkat risiko tinggi

Hujan memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi, karena terjadinya hujan tidak dapat diperkirakan apakah hujan tersebut akan turun dengan deras dan dalam waktu yang lama atau tidak serta kapan terjadinya. Turunnya hujan jelas sangat merugikan untuk

(54)

commit to user

proyek konstruksi jalan, karena proyek terpaksa harus ditunda sehingga waktu pengerjaan proyek menjadi lebih lama dari yang direncanakan. Atau apabila proyek sudah setengah jalan lalu turun hujan, maka ada kemungkinan jalan yang sudah dibangun kualitasnya akan menjadi lebih rendah dari yang disyaratkan.

2. Sistem Geologi

Jenis tanah yang sering dijumpai di Indonesia adalah hasil letusan gunung api. Tanah ini memiliki komposisi sebagian besar lempung dengan sedikit pasir dan bersifat subur. Sebagaimana layaknya kepulauan yang terjadi karena tumbukan lempeng, di Provinsi Jawa Tengah terdapat busur gunung berapi yang tumbuh pada zona lemah sehingga terdapat beberapa gunung berapi di atasnya. Dampak dari tumbukan lempeng tektonik adalah terjadinya pengangkatan dan pelipatan lapisan geologi pembentuk pulau sehingga membentuk geomorfologi yang bervariasi seperti dataran landai, perbukitan dan dataran tinggi. Kondisi geologi yang demikian menjadikan lapisan tanah di beberapa daerah di Kota Surakarta dan sekitarnya berpotensi mengandung kadar lempung (tanah liat) yang cukup tinggi. Kadar lempung yang cukup tinggi ini pada beberapa kasus, telah terbukti menyebabkan kegagalan pada proyek konstruksi jalan.

Pada tabel 4.15. di bawah ini menunjukkan Sistem Geologi di Kota Surakarta dan sekitarnya :

Tabel 4.15.

Sistem Geologi Kota Surakarta dan sekitarnya

2. Sistem Geologi

2a

Impact 3,47

(55)

commit to user

Tingkat kekerasan tanah yang tidak sesuai standar = risiko sangat tinggi

Sistem Geologi memiliki tingkat risiko sangat tinggi

Tingkat kekerasan tanah yang tidak sesuai standar di Kota Surakarta dan sekitarnya memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi, karena pada proyek konstruksi jalan, risiko geologi tersebut sangat merugikan dan berdampak pada pembangunan jalan. Semakin panjang jalan yang akan dibangun, apabila terjadi melalui daerah yang tanahnya termasuk tanah ekspansif, maka semakin besar pula potensi kerusakan pada struktur perkerasan jalan. Pada kondisi lapangan di Surakarta, daerah yang tergolong mengandung tanah ekspansif yaitu daerah Surakarta bagian utara serta sebagian wilayah Kabupaten Sragen.

3. Risiko Politik

Kebijakan pemerintah mengenai undang-undang konstruksi membawa pro dan kontra bagi pihak-pihak kontraktor. Untuk itu kebijakan yang kontra terhadap pelaksanaan proyek bagi beberapa perusahaan mengakibatkan risiko. Risiko semacam itu dinamakan risiko politik yang berhubungan dengan politik negara sehingga terkadang mengakibatkan adanya huru-hara, demonstrasi, serta adanya peraturan pemerintah yang berubah-ubah. Pada tabel 4.16. di bawah ini menunjukkan Risiko Politik di Kota Surakarta dan sekitarnya :

Gambar

Gambar 2.2  Tahapan manajemen risiko
Tabel 2.1.
Tabel 2.2.
Tabel 2.3. Risiko-risiko pada Perusahaan Kontraktor Kecil dan Menengah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pelayanan RSUD Ungaran di kawasan perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Semarang, maka rekomendasi yang dapat disampaikan kepada Pengelola RSUD Ungaran

Akibat Hukum dari Cacat Kehendak yang Disebabkan oleh Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik Van Omstandigheden) dalam Akta Jual Beli Tanah yang Dibuat oleh PPAT (Studi Kasus

Kewenangan Bawaslu dalam penyelenggaraan pemilu di Kota Semarang sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu adalah sebagaimana diatur dalam Pasal 103

Dengan adanya sistem pendukung keputusan penjurusan siswa dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting ini diharapkan dapat meningkatkan efektifitas

Dengan mengacuh pada pendekatan tersebut, maka ciri Arsitektur Ekspresionis, yaitu; Menggunakan makna dari simbol dan ide ruang yang diterapkan dalam bangunan Menggunakan bentuk

Gambar 4.35 Lanjutan tampilan dari contoh file hasil analisis yang diunduh

Pola sebaran nilai salinitas secara vertikal di daerah muara dari permukaan sampai dasar hampir sama sedangkan untuk nilai temperatur cukup tinggi antara 32,5-36

Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Manajemen Pendidikan Untuk Mewujudkan Madrasah Efektif (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Tahfidz Yanbu‟ul Qur‟an Kabupaten