• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuhan Keperawa tan Gastritis 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Asuhan Keperawa tan Gastritis 1"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

Asuhan Keperawatan

Gangguan Lambung

(2)

Gastritis adalah proses infamasi pada

mukosa lambung dan submukosa lambung

(Harrison, 2000;Aru W et All, 2010; Brunner

(3)

Gastritis Akut

Proses infamasi berlangsung selama beberapa jam

sampai beberapa hari dan sering kali disebabkan oleh

diet yang tidak bijaksana.

Patofsiologi

Membran mukosa lambung menjadi edema dan

hiperemik

Mengalami ulserasi superfsial, hal ini dapat

(4)

Gastritis Kronis

Infamasi lambung yang berkepanjangan disebabkan oleh ulkus

lambung jinak maupun ganas dan Bakteri 

Helicobacter pylori

.

Bakteri ini berkoloni pada tempat dengan asam lambung yang

pekat.

Patofsiologi

Gastritis kronis diklasifkasikan

Tipe A

berkaitan dengan penyakit autoimun mis., anemia

pernisiosa. Diakibatkan dari perubahan sel parietal, sehingga

menimbulkan

atrof

dan

infltrasi selller.

Tipe A ini terjadi pada 

fundus atau korpus lambung.

Tipe B

(

H. pylori

) mengenai antrum dan pylorus. Berkaitan

dengan 

H.pylori. 

Faktor diit seperti minum panas, bumbu

(5)

Etiologi Gastritis

Gastritis erosif akut

Iritasi yang dapat sembuh sendiri yang disebabkan oleh iritan (misalnya NSAID, alkohol),

stres fsiologik yang berat (misalnya operasi mayor, luka bakar, ventilator), atau trauma

lokal (misal pipa NGT).

 

Gastritis kronis tipe A

:

Peradangan lambung bagian proksimal sebagai akibat anemia pernisiosa, gastritis atrofk,

aklorhidria, kelainan autoimun, atau radiasi.

 

Gastritis kronis tipe B 

:

Peradangan lambung bagian distal atau antrum sebagai akibat infeksi 

Helicobacter pylori.

 

Gastritis refuks

Peradangan sebagai akibat adanya getah empedu dan pankreas dalam lambung sekunder

sebagai akibat tidak ada pilorus atau pilorus yang nonfungsional (misalnya setelah

gastrektomi parsial).

 

Gastritis hemoragik

(6)

<<<<<<<<

<<<<<<<<

PATHWAY GASTRITIS

(7)
(8)

Gastritis

Manifestasi Klinik

1. Nyeri terbakar di epigastrium atau rasa tidak

enak yang bertambah berat dengan makan

2. Dispepsia

3. Anoreksia

4. Nausea / muntah

(9)

Gastritis

Manifestasi Klinik

5.1 Gastritis Akut

Dapat terjadi ulserasi superfcial dan mengarah pada

hemoragi.

Rasa tak nyaman pada abdomen

sakit kepala, kelesuan, mual, dan anoreksia.

Mungkin terjadi muntah dan cegukan.

Beberapa pasien menujukkan asimptomatik.

Dapat terjadi kolik dan diare jika makanan yang mengiritasi

tidak dimuntahkan tetapi malah mencapai usus.

Pasien biasanya pulih kembali sekitar sehari, meskipun

(10)

Gastritis

Manifestasi Klinik

5.2 Gastritis Kronis

Gastritis tipe A:

pada dasarnya asimptomatik

kecuali untuk gejala-gejala defsiensi vitamin

B

12.

Gastritis tipe B:

pasien mengeluh anoreksia,

(11)

Penatalaksanaan Gastritis Akut

Kurangi minum alkohol dan makan teratur dan sehat sampai gejala-gejala  menghilang;

ubah menjadi diet yang tidak mengiritasi.

Jika gejala-gejala menetap, mungkin diperlukan cairan IV.

Jika gastritis terjadi akibat menelan asam kuat atau alkali, encerkan dan netralkan asam

dengan antasida umum, misalnya aluminium hidroksida, antagonis reseptor H2, inhibitor

pompa proton, antikolinergik dan sukralfat (untuk sitoprotektor).

Jika gastritis terjadi akibat menelan basa kuat, gunakan sari buah jeruk yang encer atau

cuka yang di encerkan.

Jika korosi parah, hindari emetik dan bilas lambung karena bahaya perforasi.

Antasida

 : Antasida merupakan obat bebas yang dapat berbentuk cairan atau tablet

dan merupakan obat yang umum dipakai untuk mengatasi 

gastritis

 ringan. Antasida

menetralisir asam lambung dan dapat menghilangkan rasa sakit akibat asam lambung

dengan cepat.

Penghambat asam

 : Ketika antasida sudah tidak dapat lagi mengatasi rasa sakit

(12)

Penatalaksanaan

Gastritis Kronis

1.Modifkasi diet

2.Meningkatkan istirahat

3.Mengurangi stress.

ASAM

LAMBUNG

NORMAL

MUCUS

BARRIER

STRESS :

MENINGKATKAN

ASAM LAMBUNG

STRESS :

MENINGKATKAN

ASAM LAMBUNG

MUCUS BARRIER

BERKOMPROMI

MUCUS BARRIER

BERKOMPROMI

DINDING

LAMBUNG

SAVE

DINDING

LAMBUNG

SAVE

DINDING

LAMBUNG

RUSAK

DINDING

LAMBUNG

(13)

Penatalaksanaan

Gastritis Kronis

4. Farmakoterapi

Cytoprotective agents : sucrafate dan

misoprostol.

 yang lainnya adalah bismuth subsalicylate

yang juga menghambat aktivitas H. Pylori.

Penghambat pompa proton

Omeprazole

Lansoprazole

Rabeprazole

(14)

Penatalaksanaan

Gastritis Kronis

Antibiotik

H. phylory mungkin diatasi dengan antibiotik,

Garam Bismuth (pepto bismol).

Kombinasi dari tiga obat tampaknya lebih efektif daripada

kombinasi dua obat. Terapi dalam jangka waktu yang lama

(terapi selama 2 minggu dibandingkan dengan 10 hari) juga

tampaknya meningkatkan efektiftas.

(15)

Komplikasi

Gastritis Akut

Perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) Perdarahan

saluran cerna bagian atas (SCBA) berupa hematemesis

(muntah darah) dan melena (berak hitam) dapat berakhir

sebagai syock hemoragik. Khusus untuk perdarahan

SCBA, perlu dibedakan dengan tukak peptik.

(16)

Komplikasi

Gastritis Kronis

Gangguan penyerapan vitamin B12 menyebabkan

anemia pernesiosa, penyerapan besi terganggu

dan penyempitan daerah antrum pylorus.

Ulkus peptic

Pendarahan pada lambung.

(17)

Prognosis

Gastritis akut umumnya sembuh dalam waktu

beberapa hari.

Insidensi ulkus lambung dan kanker lambung

meningkat pada gastritis kronis tipe A.

Gastritis dapat menimbulkan komplikasi

(18)

Penilaian - Perawatan

1.Apakah pasien mengeluh sakit maag, tidak bisa makan, mual dan muntah?

2.Ketika terjadinya gejala, baik sebelum makan, setelah makan, setelah

menelan makanan pedas, obat-obatan tertentu atau alkohol?

3.Apa saja gejala yang terkait dengan kecemasan, stres, alergi, makan dan minum

terlalu banyak atau makan terlalu cepat?

4.Apa saja gejala berkurang atau hilang?

5.Apakah ada riwayat penyakit lambung sebelumnya?

6.Apakah pasien mengalami muntah darah?

7.Apakah ada nyeri perut?

(19)

Asuhan Keperawatan

Pengkajian

Anamnesa

 meliputi:

1. Identitas Pasien

Nama

Usia

Jenis kelamin: tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin

Jenis pekerjaan : tidak dipengaruhi jenis pekerjaan

Alamat

Suku/bangsa

Agama

(20)

Asuhan Keperawatan

Pengkajian

Riwayat sakit dan kesehatan:

Keluhan utama

Riwayat penyakit saat ini

(21)

Asuhan Keperawatan

Pemeriksaan fsik: 

Review of System

B1 (breath) : takhipnea

B2 (blood)  : takikardi, hipotensi, disritmia, nadi perifer lemah,

pengisian perifer lambat, warna kulit pucat.

B3 (brain)    : sakit kepala, kelemahan, tingkat kesadaran dapat

terganggu, disorientasi, nyeri epigastrum.

B4 (bladder) : oliguri, gangguan keseimbangan cairan.

B5 (bowel)  : anemia, anorexia,mual, muntah, nyeri ulu hati,

tidak toleran terhadap makanan pedas.

(22)

Asuhan Keperawatan

Pemeriksaan Diagnostik

Pemeriksaan darah

Tes ini digunakan untuk memeriksa apakah terdapat

 H. Pylori

 dalam darah.

Hasil tes yang

positif

menunujukkan bahwa pasien pernah kontak dengan

bakteri pada suatu waktu dalam hidupnya tapi itu tidak menunjukkan bahwa

pasien tersebut terkena infeksi. Tes darah dapat juga dilakukan untuk

memeriksa anemia yang terjadi akibat perdarahan lambung karena gastritis.

Uji napas urea

Suatu metode diagnostik berdasarkan prinsip bahwa urea diubah oleh urease

H. Pylori 

dalam lambung menjadi amoniak dan karbondioksida (CO

2

).

CO

2

 cepat diabsorbsi melalui dinding lambung dan dapat terdeteksi dalam

(23)

Asuhan Keperawatan

Pemeriksaan Diagnostik

Pemeriksaan feces

Tes ini memeriksa apakah terdapat bakteri 

H. Pylori

 dalam feses atau

tidak. Hasil yang positif dapat mengindikasikan terjadinya infeksi.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap adanya darah dalam feses. Hal

ini menunjukkan adanya pendarahan dalam lambung.

Rontgen saluran cerna bagian atas

Tes ini akan melihat adanya tanda-tanda gastritis atau penyakit

(24)

Asuhan Keperawatan

Pemeriksaan Diagnostik

Analisis Lambung

Tes ini untuk mengetahui sekresi asam dan merupakan tekhnik

penting untuk menegakkan diagnosis penyakit lambung. Suatu

tabung nasogastrik dimasukkan ke dalam lambung dan dilakukan

aspirasi isi lambung puasa untuk dianalisis. Analisis basal

mengukur BAO( basal acid output) tanpa perangsangan. Uji ini

bermanfaat untuk menegakkan diagnosis sindrom Zolinger-

(25)
(26)

Asuhan Keperawatan

Diagnosa keperawatan

Nyeri Akut

berhubungan dengan agen cedera biologis

.

(NANDA 2012-2014 page 604).

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

berhubungan dengan

ketidakmampuan mengabsorbsi

nutrien

.(NANDA 2012-2014 page 251).

Intoleransi aktivitas

berhubungan dengan

kelemahan

fsik.

Kurang pengetahuan tentang penyakit

berhubungan

(27)

N

o

Diagnosa Keperawatan

Tujuan/NOC

NIC

1 NYERI AKUT

Defnisi : sensori yang tidak menyenangkan dan

pengalaman emosional yang muncul secara aktual atau potensial,

kerusakan jaringan atau

menggambarkan adanya kerusakan.. Batasan karakteristik :

1. Laporan secara verbal atau non

2. verbal

3. Fakta dan observasi 4. Gerakan melindungi 5. Tingkah laku berhati-hati 6. Gangguan tidur (mata

sayu, tampak capek, sulit atau gerakan kacau, menyeringai) 7. Tingkah laku distraksi

(jalan-jalan,

8. menemui orang lain, aktivitas berulang-ulang)

9. Respon autonom

(diaphoresis, perubahan tekanan darah,

10. perubahan pola nafas, nadi dan dilatasi pupil)

11. Tingkah laku ekspresif (gelisah, marah, menangis,

merintih,

12. waspada, napas panjang, iritabel)

13. Berfokus pada diri sendiri 14. Muka topeng

15. Fokus menyempit (penurunan

16. persepsi pada waktu, kerusakan proses berfkir, penurunan

interaksi dengan orang dan lingkungan)

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama

... x24 jam pasien dapat mengontrol nyeri

dengan indikator:

1. Mengenali faktor penyebab 2. Mengenali onset (lamanya sakit) 3. Menggunakan metode pencegahan 4. Menggunakan metode

nonanalgetik untuk mengurangi nyeri

5. Menggunakan analgetik sesuai kebutuhan

6. Mencari bantuan tenaga kesehatan 7. Melaporkan gejala pada

tenaga 8. kesehatan

9. Menggunakan sumber-sumber yang

10. tersedia

11. Mengenali gejala-gejala nyeri 12. Mencatat pengalaman

nyeri sebelumnya

13. Melaporkan nyeri sudah terkontrol  

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama

... x24 jam pasien dapat mengetahui tingkatan nyeri dengan indikator: 14. Melaporkan adanya nyeri

15. Luas bagian tubuh yang terpengaruh 16. Frekuensi nyeri

17. Panjangnya episode nyeri 18. Pernyataan nyeri

19. Ekspresi nyeri pada wajah 20. Posisi tubuh protektif 21. Kurangnya istirahat

MANAJEMEN NYERI

Defnisi : mengurangi nyeri dan menurunkan

tingkat

nyeri yang dirasakan pasien. Intervensi :

1.

Lakukan pengkajian nyeri secara

komprehensif termasuk lokasi,

karakteristik, durasi, frekuensi, Kualitas

dan faktor presipitasi

2.

Observasi reaksi non verbal

dari

Ketidaknyamanan

3.

Gunakan teknik komunikasi terapeutik

untuk

Mengetahui pengalaman nyeri

pasien

4.

Kaji kultur yang mempengaruhi respon

nyeri

5.

Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau

6.

Evaluasi bersama pasien dan tim

kesehatan lain

7.

Tentang ketidakefektifan kontrol

nyeri masa lampau

a. Bantu pasien dan keluarga untuk

mencari dan menemukan dukungan

b. Kontrol lingkungan yang dapat

mempengaruhi nyeri seperti suhu

ruangan, pencahayaan dan

8.

Kebisingan

9.

kurangi faktor presipitasi

a. pilih dan lakukan

12. Ajarkan tentang teknik non farmakologi

13. Berikan analgetik untuk mengurangi

nyeri

(28)

N

mengalami intake nutrisi

yang

kurang

dari

kebutuhan tubuh untuk

memenuhi

kebutuhan

metabolik

Setelah dilakukan tindakan

keperawatan selama

Setelah dilakukan tindakan

keperawatan selama

...x24 jam status

nutrisi: intake nutrient

pasien adekuat dengan

indikator :

· Berat badan pasien dalam batas normal

· Monitor adanya penurunan berat badan

· Monitor tipe dan jumlah aktivitas yang

biasa dilakuakn

· Monitor interaksi anak dan orang tua

selama makan

· Monitor lingkungan selama makan

· Jadwalkan pengobatan dan tindakan

tidak selama jam makan

· Monitor kulit kering dan perubahan

pigmentasi

· Monitor turgor kulit

· Monitor kekeringan, rambut kusam,

total protein, Hb dan kadar Ht

· Monitor makanan kesukaan

· Monitor pertumbuhan dan perkembangan

· Monitor pucat, kemerahan, dan

kekeringan jaringan konjungtiva

· Monitor kalori dan intake nutrisi

· Catat adanya edema, hiperemik,

hipertonik papila lidah dan cavitas oval

· Catat jika lidah berwarna megenta, scarlet

 

MANAJEMEN NUTRISI

Kaji adanya alergi makanan

Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien

Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe · Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan vitamin C

· Berikan subtansi gula

· Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi

· Berikan makanan yang terpilih (sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi)

· Ajarkan pasien bagaimana membuat catatan makanan harian

· Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori 1. · Berikan informasi tentang kebutuhan

(29)

Diagnosa Keperawatan

Tujuan/NOC

NIC

KURANG

PENGETAHUAN: PROSES;

PENGOBATAN

Definisi: tidak adanya atau

kurangnya informasi kognitif

tentang hal yang

berlebihan

(histeris,

apatis,

sikap

bermusuhan, agitasi)

Faktor yang berhubungan :

§ Kurang paparan

§ Mudah lupa

§ Misintepretasi informasi

§ Keterbatasan kognitif

§ Kurang keinginan

untuk mencari informasi

§ Tidak mengenal

sumber informasi

Setelah dilakukan tindakan

keperawatan selama

...x24 jam psien mengetahui

tentang proses

penyakit dengan indikator

pasien dapat :

§ Familiar dengan nama

penyakit

§ Mendeskripsikan proses

penyakit

§ Mendeskripsikan faktor

penyebab

§ Mendeskripsikan faktor

resiko

§ Mendeskripsikan komplikasi

§ Mendeskripsikan tanda dan

Definisi : membantu pasien memahami

informasi yang berhubungan dengan

penyakit yang spesifik

Intervensi

§ Berikan penilaian tentang tingkat

pengetahuan

pasien tentang proses penyakit

yang spesifik

§ Jelaskan patofisiologi dari

penyakit dan

bagaiman

hal

ini

berhubungan

dengan anatomi dan fisiologi

§ Gambarkan tanda dan gejala

yang biasa muncul pada penyakit

§ Gambarkan proses penyakit

§ Identifikasi kemungkinan

penyebab dengan

cara yang tepat

§ Sediakan

informasi tentang

kondisi pasien

§ Sediakan bagi keluarga atau SO

informasi tentang kemajuan pasien

§ Sediakan pengukuran diagnostik

yang tersedia

§ Diskusikan perubahan gaya

hidup yang

mungkin diperlukan untuk mencegah

komplikasi di masa yang akan

datang

dan

atau

proses

pengontrolan penyakit

§ Diskusikan pilihan terapi

§ Gambarkan rasional rekomendasi

manajemen terapi

§ Dukung pasien untuk

mengeksplorasi atau mendapatkan

second opinion

§ Eksplorasi kemungkinan sumber

dukungan

§ Instruksikan pasien mengenai tanda

dan gejala

(30)

  INTOLERANSI AKTIVITAS

Definisi: ketidakcukupan energi secara

fisiologis maupun untuk meneruskan

atau menyelesaikan aktivitas yang diminta atau aktivitas sehari-hari (adanya respon jantung dan paru) Faktor yang

berhubungan: · Imobilisasi · Kelemahan fisik

· Ketidakseimbangan suplay oksigen dengan kebutuhan

SETELAH DILAKUKAN TINDAKAN

KEPERAWATAN SELAMA...x24 jam daya tahan pasien akan meningkat

dengan indikator:

· Menunjukan kebiasaan rutin · Aktivitas

· Konsentrasi

· Tertarik dengan lingkungan · Pola makan

· Tidak ada letargi · Hb normal

· Ht normal

· Gula darah normal · Elektrolit serum normal  

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama

...x24 jam toleransi aktivitas pasien akan meningkat dengan indikator :

· Saturasi oksigen dalam rentang yang diharapkan dalam respon aktivitas

· Heart rate dalam rentang yang diharapkan dalam respon aktivitas

· RR dalam rentang yang diharapkan dalam respon aktivitas · Tekanan darah dalam rentang

yang diharapkan dalam respon aktivitas

TERAPI AKTIVITAS

Definisi: petunjuk rentang dan bantuan dalam aktivitas

fisik, kognitif, sosial dan spiritual yang spesifik untuk

menentukan rentang frekuensi dan durasi aktivitas individu atau kelompok.

Intervensi :

· Kaji tanda dan gejala yang menunjukan ketidaktoleransi terhadap aktivitas dan memerlukan pelaporan terhadap perawat dan dokter

· Tingkatkan pelaksanaan ROM pasif sesuai indikasi

· Buat jadwal latihan aktivitas secara bertahap untuk pasien dan berikan periode istirahat

· Berikan suport dan libatkan keluarga dalam program terapi

· Berikan berikan reinforcemen untuk pencapaian aktivitas sesuai program latihan

· Kolaborasi ahli fisioterapi  

PENGELOLAAN ENERGI/ MANAJEMEN ENERGI

Definisi: pengaturan penggunaan energi untuk merawat dan mencegah kelelahan dan

mengoptimalkan fungsi. Intervensi:

· Bantu pasien untuk mengidentifikasi pilihan- pilihan aktivitas

· Rencanakan aktivitas untuk periode dimana pasien mempunyai energi paling banyak

· Bantu dengan aktivitas fisik teratur

· Tentukan persepsi lain pasien tentang penyebab fatigue

· Dorong verbalisasi perasaan keterbatasan Tentukan penyebab fatigue

· Monitor pola tidur pasien dan jumah jam tidur

· Monitor lokasi nyeri selama aktivitas · Batasi stimulus lingkungan

· Batasi pengunjung · Dorong bedrest

Referensi

Dokumen terkait