LAPORAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA DI PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA
PT. PLN ( Persero ) DISTRIBUSI JAWA BARAT DAN BANTEN APJ BANDUNG
JL. SOEKARNO HATTA NO. 436 BANDUNG
Diajukan untuk memenuhi dan melengkapi syarat
Mengikuti UN ( ujian nasional ) tahun ajaran 2008-2009
Di susun oleh :
Mamat Suryana : NIS : 0607.111.728
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 4
(KELOMPOK TEKNOLOGI dan INDUSTRI)
Jl. Kliningan No. 6 Tel : (022)-7300066 Fax : (022)-7303736 Bandung-40264
e-mail : smkn4@stm2 bandung.com – web site : http://www.stm2bandung.com
LEMBAR PENGESAHAN SEKOLAH
Laporan ini di setujui dan di sahkan oleh :
Mengetehui :
Ketue Jurusan Wali Kelas
Emmy Rosmalasari,BSc. Emmy Rosmalasari,BSc. NIP. 130523376 NIP. 130523376
Menyetujui :
Kepala Sekolah Koordinator Pelaksana Prakerin
LEMBAR PENGESAHAN PERUSAHAAN
Laporan Ini Di Setujui Dan Disahkan Oleh :
Mengetehui :
Pembimbing I Pembimbing II
Bpk. Suprayitno Bpk. Deddy NIK. NIK.
Menyetujui :
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar i
Daftar Isi iii
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang 1
2. Tujuan Pendidikan Sistem Ganda 2
3. Kerangka Laporan 4
BAB II URAIAN UMUM
1. Sejarah singkat 6
1.1. Deskripsi Umum 6
1.2. Visi, Misi Dan Motto PT.PLN Jawa Barat Dan Banten 10 BAB III URAIAN KHUSUS
A. Sistem Transmisi 11
A.1. Pengertian 11
A.2. Media Transmisi 11
B. Sistem Distribusi 12
B.1. Pengertian 12
B.2. Media Distribusi 12
C. Bagan Pentrasmisian Dan Pendistribusian Listrik 13 BAB IV PENUTUP
1. Kesimpulan 14
2. Saran 15
DAFTAR PUSTAKA 16
LAMPIRAN 17
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah seluruh kegiatan dan aktifitas pelaksanaan program PSG ( pendidikan system ganda ) serta penyusuna laporan dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang di tetapkan.
Untuk keperluan pembentukan laporan ini, kami melaksanakan program PSG di PT. PLN ( Persero ) APJ Bandung dengan obyek yang di pelajari yaitu tentang system distribusi serta penanganan deteksi gangguan pada konsumen PLN pada khususnya
Banyak manfaat yang kami rasakan selama mengikuti kegiatan PSG, selain dapat mengenal secara langsung pekerjaan yang ada di PT. PLN ( Persero ) APJ Bandung , kami juga dapat mengaplikasikan secara langsung beberapa pelajaran yang telah kami pelajari sebelumnya di sekolah.
Dalam pelaksanaan PSG maupun dalam penyusunan laporan ini, tidak terlepas dari bantuan semua pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, penyusun mengucapkan terima kasih kepada:
1) Bpk. Endang Rukman. SPd, selaku kepala sekolah SMK Negeri 4 Bandung 2) Bpk. Drs. Eman Sulaeman, selaku koordinator PKL / PSG
3) Ibu. Emmy Rosmalasari, selaku ketua jurusan TPTL SMK Negeri 4 Bandung 4) Ibu.,Emmy Rosmalasari selaku wali kelas, kelas XII-F
5) Seluruh guru dan staf tata usaha SMK Negeri 4 Bandung
6) Ibu Dina, selaku Training & Development Executife PT. PLN ( Persero ) APJ Bandung Selatan.
7) Bpk. Edy juhardi, selaku Pimpinan Distribusi unit pelayanan dan jaringan area Bandung selatan
8) Bpk. Suprayitno, selaku pembimbing PKL di PT. PLN Distribusi Jawa Barat Dan Banten area pelayanan dan jaringan unit bandung selatan.
10) Bpk.Dedi Hidayat, Bpk.Dedi Saidun, Bpk.Maksum, Bpk.Tatang, Bpk.Mansyur, Bpk.Uef, Bpk.Anang, Bpk.Usep dan seluruh staf dan karyawan PT. PLN (Persero) APJ Bandung Selatan Yang telah membantu dalam pelaksanaa PSG tahun 2008-2009
11) Semua pihak yang telah membantu kami selama melaksanakan PSG / PKL di PT. PLN ( Persero) APJ Bandung Selatan
Semoga laporan ini dapat memenuhi persyaratan untuk memenuhi ujian nasional tahun pelajaran 2008-2009, dan dapat berguna bagi kita semua, walaupun kami menyadari laporan ini jauh dari sempurna. Oleh kerena itu saran dan kritik pembaca sangat kami harapkan.
Wasalaam
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Seperti yang tercantum dalam GBHN 1998 bahwa tujuan pendidikan kejuruan menengah adalah untuk menciptakan manusia yang mampuberperan aktif sebagai tenaga terampil tingkat menengah yang layak bekerja dalam berbagai sector pembangunan.
Dalam konteks pembangunan secara menyeluruh, pendidikan menduduki posisi sentral dan paling menentukan keberhasilan pembangunan. Suka bekerja keras dan memiliki sikap mandiri untuk melanjutkan kejenjang pendidikan selanjutnya dan di harapkan mampu manusia-manusia pembangunan yang mampu membangun dirinya dan bersama-sama bertanggung jawab terhadap pembangunan bangsa dan Negara.
Keberhasilan-keberhasilan yang telah di capai pada pelita V bukan berarti masalah pembangunan menjadi kecil, bahkan akan lebih kompleks pada pelita yang akan dating. Untuk itu kaitanya dalam sekolah yang merupakan salah satu wadah pendidikan lebih di tuntut untuk mempercepat adanya tenaga-tenaga pembangunan yang cakap dan terampil untuk mempercepat dan memecahkan masalah-masalah yang timbul dalam pembangunan. Pelita yang merupakan tahap akhir dalam pembangunan jangka panjang.
Dalam sebuah kutipan GBHN yang berbunyi :
“………..di samping itu perlu dikembangkan kerjasama antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga-tenaga kerja yang cakap dan terampil dalam pembangunan…………”
Yang merupakan kebijakan pemerintah yang di dalamnyaterkandung makna yang cukup mantap kaitanya antara dunia pendidikan dengan dunia usaha.
Darisinilah letak peranan dan tanggung jawab pendidikan kejuruan lainya, yang formal maupun non formal seperti adanya SMK dan sekolah kejuruan lainya dalam menjalankan fungsi dan tugasnya untuk memenuhi tenaga kerja yang cakap dan terampil di berbagai bidang, karenanya pula pembangunan serta pembenahan sekolah kejuaruan sellalu di tangkatkan baik perananya maupun mutau kelulusanya. Oleh karena itu sesuai dengan program pemerintah yang antara lain peningkatan bidang indistri, maka jelaslah kebutuhan tenaga terampil lulusan dari sekolah kejuruan sangat mutlak diperlukan dalam berbagai program tersebut.
2. Tujuan Pendidikan Sistem Ganda Dasar Pemikiran
Kemajuan suatu bagsa dan Negara sangat terkait pada tatanan masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang berkualitas dan mandiri.
Indifidu yang berkualitas merupakan sumber daya manusia sebagai hasil dari suatu proses pendidikan melalui program yang di selanggarakan secara formal.dan penyelenggaraan proses pendidikan dan pengajaran di Indonesia di atur dalam :
1. UU 1945 BAB XXI pasal 31 ayat 1 dan 2
2. UU pendidikan nasional BAB VIII pasal 33 tentang sumber daya pendidikan 3. GBHN 1993 BAB IV kesejahteraan rakyat, pendidikan dan kebudayaan 4. PP No. 29 Tahun 1990 tentang pendidikan menengah.
5. Keputusan mendikbud Nomor. 0409/U/1992 BAB XIV pasal 32 dan 33 tentang kerjasama dengan dunia usaha
6. landasan operasional kurikulum sekolah menengah kejuruan ( SMK ) didasarkan pada keputusan mendikbud Nomor. 080/U/1993 tentang kurikulum SMK
2.2 Tujuan
Dari dasar / landasan hokum diatas sebagai pedoman pelaksanaan langsung dilapangan sekolah mengacu kepada keputusan mendikbud Nomor. 0409/U/1992 mengenai kerjasama dengan dunia kerja antara lain BAB XIV pasal 32
1. SMK dapat mengadakan kerjasama dengan dunia kerja
2. kerjasama dengan dunia kerja bertujuan meningkatkan kesesuaian program SMK dengan kebutuhan dunia kerja.
2.2.1. Tujuan Kegiatan Pendidikan System Ganda ( PSG )
1. meningkatkan, memperluas dan menetapkan keterampilan yang membentuk kemampuan siswa sebagai bekal untuk memasuki lapangan kerja yang sesuai dengan program studi yang dipilihnya
2. menumbuh kembangkan dan memantapkan sikap apropesional yang di perlukan siswa untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan bidangnya.
3. meningkatkan pengenalan siswa pada aspek-aspek usaha yang potensial dalam lapangan kerja, antara lain struktur organisasi usaha, asosiasi usaha, jenjang kjarier dan management usaha
4. memberikan kesempatan usaha kepada siswa untuk memasyarakatkan diri pada suasana lingkungan kerja yang sebenarnya, baik sebagai pekerja penerima upah ( employee ) mmaupun sebagai pekarja mandiri ( entrepreneur ), terutama yang berkenaan dengan disiplan kerja
5. meningkatkan, memperluas dan memantapkan proses penyerapan teknolaodi baru dari lapangan kerja ke sekolah dan sebaliknya.
6. memperoleh masukan dan umpan balik guna memperbaiki dan mengembangkan kesesuaian pendidikan kejuruan.
7. memberikan peluang masuk, penetapan dan kerja sama.
2.2.2 Tujuan Penulisan Laporan Pendidikan Sistem Ganda
1. siwa mampu memahami, memantapkan dan mengembangkan pelajaran yang di dapatnya di sekolah dan menerapkanya di dunia usaha.
2. siswa mampu mencari alternatif pemecahan masalah kejuruan sesuai dengan program studi yang dipilih secara lebih luas dan mendalam yang terungkap dari karya tulis yang disusunnya.
3. mengumpulkan data guna kepentingan sekolah dan dirinya.
4. menambah perbendaharaan perpustakaan sekolah dan menunjang peningkatan pengetahuan siswa angkatan selanjutnya.
2.3 Ruang Lingkup
Ruang lingkup pendidikan sistem ganda ( PSG ) dapat dikemukakan dalam beberapa dimensi, yaitu :
1. Kegiatan
pengalaman kerja untuk kemampuan secara utuh. Misalnya : kemampuan dalam pengawasan pelaksanaan pemasangan instalasi listrik.
Pengalaman kerja untuk keterampilan-keterampilan yang menjadi komponan suatu kemampuan. Misalnya : keterampilan dalam memasang maupun memperbaiki instalasi listrik.
Menginstal perangkat audio dan video sistem 2. Jenis Kegiatan PSG
a. jurusan elektronika ( audio video ) :- sevice TV, radio/tape recorder komputer, dll
b. jurusan teknik
pemanfaatan tenaga listrik ( TPTL ) :- repair motor listrik
- pemeliharaan kontrol sistem - pemasangan instalasi listrik - pemeliharan alat-alat listrik, dll c. jurusan
teknik komputer dan jaringan ( TKJ ) :- memasang jaringan transmisi komputer - memasan jaringan telekomunikasi dan informasi, dll
d. jurusan
rekayasa perangkat lunak ( RPL ) :- membuat progarm baru komputer ( progremer ), dll
3. Sifat Kegiatan
PSG adalah kegiatan wajib yang di laksanakan sesui dengan struktur program kurikulum berbasis kompetensi ( KBK )
4. Waktu Pelaksanaan
PSG di laksanakan pada semester V selama 3 bulan 5. Tempat
Tempat pelaksanaan PSG di luar sekolah ( institusi milik negara / BUMN dan swata )
3. Kerangka Laporan
Halaman basgian persiapan terdiri dari : - halaman judul
- halaman pengesahan sekolah
- kata pengantar - daftar isi - daftar gambar - daftar lampiran Pendahuluan terdiri dari
- latar belakang beardirinya bandung super mal - tujuan PSG
- tujuan penulisan laporan - ruang lingkup PSG - kerangka laporan Uraian umum terdiri dari :
- sejarah PT. PLN Distribusi Jawa Barat Dan Banten - Deskripsi Dan Profil Umum
- Visi Dan Misi PLN uraian khusus terdiri dari :
- sistem transmisi - media transmisi - sistem distribusi - media distribusi
3.5 Penutup terdiri dari : - kesimpulan
- saran bagi pihak perusahaan - saran bagi pihak sekolah
BAB II
URAIAN UMUM
1. SEJARAH PT. PLN INDONESIA 1. Deskripsi Umum
Ketenaga Listrikan di Indonesia di mulai pada akhir abad ke-19, ketika beberapa perusahaan belanda mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Pengusahaan tenaga listrik untuk kepentingan umum di mulai sejak perusahaan swasta belanda NV. NGM memperluas usahanyadi bidang tenaga listrik, yang semula hanya bergerak di bidang gasdian meluas dengan berdirinya perusahaan swasta lainnya.
Setelah diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 agustus 1945. perusahaan listrik yang di kuasai jepang di rebut oleh pemuda- pemuda Indonesia pada bulan September 1945. lalu di serahkan kepada pemerintahan Negara republik Indonesia. Pada tanggal 27 oktober 1945 di bentuklah jawatan listrik dan gas oleh presiden soekarno. Waktu itu kapasitas tenaga listrik hanyalah sebesar 157,5 MW
Pada tanggal 1 januari 1961, di bentuk BPU-PLN (Badan pimpinan Umum perusahaan listrik Negara ) yang bergerak di bidang listrik, gas, dan kokas.
Pada tahun 1917, Biro Tenaga Air ( Waterkraht burean ) dari Jawatan Perkereta apian Negara (Steratz foorwegen) dari perusahaan -perusahaan Negara ( Gouvemementsbedrijven ) dirubah menjadi Jawatan Tenaga air dan listrik ( Dienstvoor Waterkracht in Electriciteit ), oleh Jawatan ini dimulai dengan politik kelistrikan hingga penggunaan secara ekonomis mungkin dari sumber-sumber tenaga air yang tersedia.
Jawatan ini tak hanya mengurus pemberian lisensi-lisensi untuk tenaga air dan listrik , tetapi juga mengawasi pula kesamaan instalasi - instalasi listrik dan lisensi-lisensi tersebut di seluruh Indonesia. Pada tahun 1906 berada PLTA Pakar pada kali Cikapundung dengan kekuatan 800 KW dari maskapai listrik Bandung ( Bandungte Electriciteits masatsehappij ) dan dapat dianggap sebagai pengolahan pertama untuk pemberian enersi listrik dengan penggunaan tenaga air. Pada tahun 1920 didirikan Perusahaan Listrik Umum Bandung sekitarnya ( Electriciteitsbederjif Bandung en omstreken, singkatnya GEBEO), dengan modal Pemerintah dan swasta.
Maskapai ini ambil alih PLTA Pakar di Bandung dan PLTA Cijedil (2x174 KW + 2 x 220 KW ) di Cianjur. Selanjutnya bekerjasama dengan Perusahaan -Perusahaan Listrik Negara untuk pemberi listrik kepada umum. Direksi bagian swasta dipegang oleh NV Maintz & Co. Pada tahun 1934 Dienstvoor Waterkraht an Electriciteit, singkatnya WE, dirubah menjadi Electriciteitswezen (Kelistrikan) singkatnya E.W.
Perusahaan Tenaga Air Negara Dataran Tinggi Bandung.
Cipanunjang'dipertinggi pada tahun 1940, Situ2 ini mendapat pengisian air dari kali-kali sekitarnya. Dari PLTA Plengan dibangun lin transmisi 30 KV sepanjang80 Km ke GI-GI Sumadra, Garut dan Singaparna untuk menghantarkan tenaga listrik ke bagian Priangan Timur. Selanjutnya dari GI Kiaracondong dibangun lin transmisi 30 KV ke GI Rancaekek hingga Sumedang ke Priangan Utara - Timur dan kemudian hingga PLTA Parakan. Kini tegangan Sumedang – Parakan sudah menjadi 70KV.Dari PLTA Lamajan pada tahun 1928 dibangun lin transmisi 30 KV ( kemudian 70 KV ) ke GI Padalarang, Purwakarta dan Kosambi untuk daerah Priangan Barat dan pada tahun 1966 dari Kosambi ke Cawang.
Di tahun 1920 dibangun PLTU Dayeuh kolot ( 2 x 750 KW ) untuk keperluan pemancar radio ke luar negeri, di tahun 1940 dibongkar dan kemudian menjadi PLTD Dayeuhkolot ( 2 x 550 KW ). Kini seluruhnya telah tiada dan bangunan menjadi GI Dayeuhkolot, Gudang dan Bengkel Dayeuhkolot yangs udah ada sejak duluan Di tahun 1928 dibangun Central Electriciteit Laboratorium, singkat CEL di komplek Sekolah Tinggi Tinggi ( Technische Hooge School ), yang meliputi pekerjaan testing dan perbaikan alat2 listrik. Kini CEL telah diserahkan kepada Institut Tehnologi Bandung (ITB) .Pada tahun 1962 beroperasi PLTA Cikalong ( 3 x 6400KW)bekerja parallel dengan PLTA-PLTA yang telah ada .Kini Sektor Priangan mempunyai 4 Gardu Induk utama yaitu : GI North di Utara, GI Cigereleng di Selatan,GI Cibeurem di Barat dan GI Sukamiskin di Timur.
Sektor Cirebon Berhubungan dengan rencana pembangunan PLTA Parakan ( 4 x 2500 KW) di tahun 1939 didirikan Perusahaan Tenaga Air Negara Cirebon ( Lanbswaterkrachtbedrijf Cirebon ). Kota Cirebon dan sekitarnya dahulu mendapat enersi listrik dari PLTD Kebonbaru kepunyaan maskapai Gas Hindia Belanda (Nederland Indische Gas Maatsekapij, singkatnya N.I.E.M ). Setelah PLTA Parakan beroperasi di tahun 1957, maka PLTD Kebonbaru praktis bersifat standby. Kini di Sektor Cirebon pada tahun 1982 beroperasi PLTG Sunyaragi ( 2 x 25,125 KW )
ditambah dengan 1 x 6300 KW di tahun lima puluhan) dan PLTA Kracak ( 2 x 5500 KW) di tahun 1929, kemudian ditambah dengan 1x5500KW. Kedua central-centarl tersebut dengan perantaraan transmisi 70 kV dihubungkan bersama ke GI di Bogor dan dari sini dihantarkan dengan lin transmisi 70kV keJakarta dengan GI Cawang, Muster Cornelis (Jatinegara ), Weltercoler (Gambir) dan Ancol.
PLTU Gambir di pinggir kali Ciliwung adalah kepunyaan Maskapai Gas Hindia Belanda ( NIGM) dan merupakan sentral uap pertama yang dibangun tahun 1897 untuk Jakarta dan sekitarnya. Pada tahun 1931 sentral uap ini ( 3200 + 3000 + 1350 KW ) diambilalih dan kini tidak ada lagi. Dari PLTA Ubrug pada tahun 1926 diabngun lin transmisi 30 KV ke GI Lembursitu sepanjang 16 km untuk Sukabumi dan sekitarnya. Dari PLTA Kracak pada tahun 1931 dibangun lin transmisi 30 kV sepanjang 57 km untuk Rangkasbitung dan sekitarnya.
PLTA Ubrug dan PLTA Kracak kini termasuk Sektor Bogor yang didirikan di tahun 1946. Sentral-sentral tambahan setelah perang dunia II, adalah PLTD Karet ( 12 x 1000 KW ), PLTD Ancol ( 12 x 1000 KW ), yang dua-duanya tak beroperasi lagi karena rusak, selanjutnya PLTD Senayan ( 8 x 2500 KW ), yang sebagian mesin2nya telah rusak dan sisanya selalu stand by, tahun 1961 PLTU Priok ( 2 x 25 + 2 x 50 MW) tahun 1962, PLTU Muara karang dan PLTG Pulo Gadung yang masing-masing beroperasi penuh. PLTA Jatiluhur ( 6 x 25 MW ) tahun 1964 yang mempunyai status Otorita, memberi enersi listrik via lin transmisi 150 kV ke Bagian Timur dengan GI Cigereleng dan via lin transmisi 150 kV ke Bagian Barat dengan GI Cawang. Kemudian PLTA Saguling ( 4 x 175MW) yang beroperasi tahun 1986.
2. VISI, MISI & MOTTO PT. PLN (Persero ) APJ JAWA BARAT DAN BENTEN A. VISI : Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kambang, unggul,
dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani
B. MISI : - Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota, perusahaan dan pemegang saham
- Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatlan kehidupan masyarakat
- Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi - Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
BAB III
URAIAN KHUSUS
A
SISTEM TRANSMISI
1. Pengertian
Sistem Transmisi adalah suatu sistam yang di gunakan untuk menyalurkan energi listrik, baik langsung dari pembangkit ( PLTA, PLTU dll ) ke gardu induk, gardu distribusi, gardu hubung, maupun dari gardu distribusi ke konsumen.
Jenis-Jenis Konsumen ( pemakai energi listrik ) dapat di golongkan menjadi tiga jenis konsuman yaitu : 1. Konsumen basar, misalnya :- pabrik, gedung dll
2. Konsumen sedang, misalnya :- industri kecil dan menengah dll 3. Konsumen kecil, misalnya :- rumah-rumah dll
Cara penyaluran ( Transmisi listrik ) terbagi manjadi 2 cara, yaitu : 1. Transmisi langusung
Transmisi langsung yaitu pentransmisian listrik dari pembangkit PLN langsung di salurkan ke konsumen tanpa melewati tahap lain
2. Transmisi tidak langsung
Transmisi tidak langsung yaitu pendistribusian listrik dari gardu hubung milik PLN tidak langsung di salurkan ke konsumen, namun arus listrik di bagi-bagi terlebih dahulu dengan menggunakan MVMDP ( cubicle ), LVMDP dan SDP. Cara ini sengaja digunakan pada konsuman besar, seprti pabrik-pabrik dan gedung
2. Media Transmisi
Media Transmisi adalah madia yang di gunakan dalam sistem distribusi untuk menyalurkan energi listrik
2.1. Media Transmisi, dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : 1. Media Tranmisi Fisik
2. Media Transmisi Non Fisik
Media Transmisi Non Fisik adalah media yang tidak dapat di lihat secara langsung oleh kasat mata, baik bentuk fisik maupun ukuranya, media non fisaik misalnya, gelombang radio, gelombang infra merah dll, namun media non fisik ini sangat jarang sekali di gunakan di dalam pentransmisian enargi listrik.
B. SISTEM DISTRIBUSI
1. Pengertian
Pengertian distribusi, hampir sama seperti pengertian Transmisi yaitu menyalurkan energi listrik dari suatu lokasi ke lokasi lain, namun distribusi lebih menekankan pada penyaluran energi listrik pada tegangan menengah dan penyaluran energi listrik pada tegangan rendah.
2. Media Distribusi
Media distribusi memiliki arti yang hampir sama dengan media transmisi, bahkan hampir tidak ada perbedaan sedikitpun di dalamnya, misalnya :
2.1. Media Distribusi, dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : 1. Media Distribusi Fisik
Media Distribusi Fisik adalah media yang dapat di lihat dan di ukur besaran fisiknya, misalnya : kawat, kabel, serat optik dll
2. Media Distribusi Non Fisik
C. BAGAN PENTRANSMISIAN DAN PENDISTRIBUSIAN LISTRIK
Pada dasarnya bagan pentransmisian dengan pendistribusian listrik hamper sama kaitanya, namun ada beberapa perbedaannya, yaitu terletak pada pembagian tegangannya saja. Dengan kata lain, Transmisi berarti penyaluran tenaga listrik dari pembangkit hingga gardu / tiang tegangan menengah. Sedangkan Distribuisi berarti penyaluran tenaga listrik dari mulai gardu / tiang tegangan menengah hingga ke gardu hubung yang bertegangan rata-rata 380V untuk tenaga 3 fasa dan 220V untuk tenaga 1 fasa.
Adapun struktur / skema / bagan dasar pentransmisian tenaga listrik, yaitu sebagai berikut
Adapula struktur / skema / bagan dasar pendistribusian tenaga listrik, yaitu sebagai berikut:
PEMBANGKI T
JARING DAN TRAFO
STEP UP
TIANG DAN GARDU
SUTET
JARING DAN TRAFO STEP
DOWN
TIANG DAN GARDU TM ( TEGANGAN
MENEGAH )
TIANG DAN GARDU TM ( TEGANGAN
MENEGAH )
JARING JTM DAN TRAFO STEP DOWN
TIANG DAN GARDU TR ( GARDU
HUBUNG )
JARING DAN
SALURAN-SALURAN RUMAH
BAB IV
PENUTUP
Setelah kami selesai menyusun karya tulis ini dan telah selesai pula pendidikan sistem ganda ( PSG ) di , maka kami telah dapat mengambil suatu kesimpulan serta saran yang kami tujukan pad pihak sekolah dan industri.
1. kesimpulan
Setelah kami selesai menjalankan program pendidikan sistem ganda ( PSG ), maka kami mengambil beberapa kesimpulan yang bermanfaat bagi kami. Kami telah menimba ilmu tentang bagaimana cara pendisrtribusian listrik di suatu gedung, terutama mall serta bagaimana cara perbaikan alat-alat listrik lainnya semisal lampu dll selama satu bulan, dan hasilnya telah kami rasakan manfaatnya.
Kesimpulan kami tentang kegiatan ini antara lain yaitu : 1. PSG dapat meningkatkan pengetahuan siswa lebih luas
2. PSG dapat memberikan pengalaman kepada siswa sehingga dapat merasakan begaimana keadaan suatu pekerjaan di suatu perusahaan.
3. PSG di bandung super mal tidak terpaku pada suta pekerjaan, melainkan mencakup beberapa aspek yaitu pendistribusian, pemasangan dan perbaikan material.
4. dalam pelaksanaan PSG, kami mendapatkan bimbingan langsung dari pihak yang berkepentingan, sehingga kami dapat melaksanakan denagn baik dan benar serta tidak menimbulkan kerugian yang fatal bagi perusahaan.
2. Saran
2.1. Saran untuk pihak sekolah
sekolah agar lebih meningkatkan hubungan dengan pihak pelatiahan di induk agar tidak terjadi kesalah fahaman antara pihak sekolah dan pelatihan yang dapat menimbulkan ketegangan-ketegangan di antara kedua belah pihak
2.2. Saran bagi pihak perusahaan
Selama mengikuti PSG / PKL di bandung super mal kami akan memberikan saran bagi pihak perusahaan agar lebih memperhatikan peserta pelatihan dan membimbing dengan sungguh-sungguh sehingga peserta pelatihan mendapatkan ilmu dengan mantap dan berhasil. Dengan adanya jalinan hubungan yang baik antara pihak perusahaan dengan peserta pelatihan akan menumbuhkan kedisiplanan kerja yang terkoordinir dan berkesinambungan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Buku teknik dasar listrik kelas XII
2. Soft copy profil PT. PLN ( Persero ) Indonesia 3. Contoh laporan PKL tahun 1994-1995
LAMPIRAN-LAMPIRAN
TABEL LAPORAN KEGIATAN HARIAN
Hari / Tanggal
KEGIATAN Alokasi Waktu
Jam / Hari Bidang Pekerjaan Rincian Kegiatan
Jum’at
- memperbaiki instalasi pembatas arus di rumah-rumah
- mengganti kabel TR di tiang-tiang tegangan rendah - mendeteksi ganguan tegangan listrik di rumah-rumah
Kecepatan, ketepatan, dan ketelitian.
Aktifitas :
- mengganti NH fuse di gardu distribusi
- memeriksa intalasi rumah-rumah
Kecepatan, ketepatan, dan ketelitian.
Aktifitas :
- mengganti NH fuse dan base fuse di gardu CWO daerah cikawao
- menyegel KWH meter konsumen
Kecepatan, ketepatan, dan ketelitian.
Aktifitas :
- mengganti NH fuse di gardu distribusi
- memperbaiki sambungan TA dan tiang TR
9 Jam / Hari Fuse dan Base Fuse
di gardu hubung
Kecepatan, ketepatan, dan ketelitian.
Aktifitas :
distribusi Aktifitas :
- membersihkan gardu distribusi MGR dan GCSP 021-046
- memasang segel pengaman KWH, pembatas arus dan OKA
-mengukur arus dan tegangan gardu-gardu TR wilayah selatan
9 Jam / Hari
Selasa
12-08-2008 Survey lokasi,“Distribusi” perbaikan dan
- survey lokasi gangguan - memperbaiki atau mengganti pembats arus ( MCB ) kosumen
- menyegel ulang KWH, OKA, dan pembatas arus konsumen
- survey lokasi gangguan - mengganti pembatas arus konsumen
- menyegel ulang KWH, OKA, dan pembatas arus
9 Jam / Hari
- mengganti MCB KWH konsumen dalam rangka penormalan kapasitas daya KWH elektronik 3 fasa di konsumen berdaya
Kecepatan, ketepatan, ketelitian dan analisis Aktifitas :
- memasang KWH elektronik 3 fasa di konsumen menengah
menengah ( pabrik )
- menyegel MCB ( pembatas arus ) proyek gangguan baru daerah batu nunggal indah - memasang MCB ( pembatas arus ) di panel hubung BTS
- memeriksa PJU ( photo sell ) PJU di jalan asia afrika - menjemper dan menambah daya pada KWh konsumen
9 Jam / Hari
- penyambungan dan
penarikan / pasang baru KWH penyambungan baru dari tiang ke tiang atap ( TA )
- penyambungan dan
penarikan kawat dan tiang ke TR
- memasang isntalasi udara tarif pesta
- Peneraan KWH prabayar baru
- pemasangan instalasi udara tarif pesta
- survey loksai gangguan - perbaikan OKA KWH
konsumen
- survey lokasi gangghuan - menyambung PA dengan OKA ( menjemper )
9 Jam / Hari
- mengukur koordinat tiang baru OK yang telah di
bongkar
Kecepatan, ketepatan, ketelitian dan analisis Aktifitas :
- survey lokasi gangguan
9 Jam / Hari
- membersihkan gardu-gardu distribusi PLN
9 Jam / Hari
Senin
08-09-2008 Survey lokasi“Distribusi” gangguan
Kecepatan, ketepatan, ketelitian dan analisis Aktifitas :
- survey lokasi gangguan
9 Jam / Hari
- survey lokasi gangguan - perbaikan pembatas arus konsumen
- mengukur titik koordinat tiang baru gardu BIEF
9 Jam / Hari
- survey lokasi gangguan - memperbaiki tiang atas ( TA )
9 Jam / Hari
Jum’at 12-09-2008
“Distribusi” - 9 Jam / Hari
Senin
- Survey lokasi gangguan - memperbaiki dan
mendeteksi pembatsa arus
- survey lokasi gangguan - memperbaiki dan menjemper OKA KWH - memperbaiki sambungan kabel di tiang
- survey lokasi gangguan - perbaikan dan penjemperan PA KWH akibat PA rusak
9 Jam / Hari
- survey lokasi gangguan - pendeteksian KWH dan instalasi
- survey lokasi gangguan - memperbaiki PA KWH - mendeteksi gangguan instalasi
“Distribusi” - 9 Jam / Hari
Kamis 25-09-2008
“Distribusi”