• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI STRATEGI CUSTOMER RELATIONShip apartment

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "IMPLEMENTASI STRATEGI CUSTOMER RELATIONShip apartment"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI STRATEGI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT DALAM PUBLIC SERVICE COMMUNICATION

PADA PT. BANK CENTRAL ASIA, TBK (BCA)

KANTOR CABANG UTAMA KOTA MALANG GUNA MENINGKATKAN CUSTOMER LOYALTY

Oleh :

ADELIA KRISTANTI RACHASIWI (0811223070)

Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Brawijaya

Perubahan dalam dunia usaha yang semakin cepat mengharuskan perusahaan

merespon perubahan tersebut dengan cepat, tepat dan inovativ. Respon yang sesuai

dengan keadaan akan berdampak pada maju dan berkembangnya perusahaan serta

kemampuan bersaingnya akan semakin tinggi dibandingkan dengan perusahaan sejenis.

Kemampuan bersaing yang tinggi tentu saja akan mendapatkan apresiasi dan kepercayaan

dari masyarakat atas produk-produk yang dihasilkan perusahaan tersebut. Problem sentral

yang dihadapi oleh kebanyakan perusahaan adalah bagaimana agar pelanggan tetap setiap

pada produknya dan menarik pelanggan baru untuk memperluas pasar sasarannya. Upaya

ini tentu saja tidak mudah karena tantangannya sangat bervariasi, kompetisinya juga

semakin ketat dengan perusahaan lain, bahkan dari sisi konsumen (pelanggan) mereka

sudah memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi mana produk yang baik dan yang

biasa berdasarkan pengalaman dan pengetahuan (pendidikan) yang mereka telah terima

selama ini. Akibatnya perusahaan harus benar-benar mengelola perusahaanya secara

(2)

Pada globalisasi saat ini, perilaku konsumen dan lingkungan bisnis telah berubah

di dalam segala bidang usaha. Kondisi tersebut menyebabkan semakin ketatnya

persaingan bisnis di dunia industri. Para pelaku bisnis berlomba-lomba menemukan cara

baru untuk mengoptimalkan proses bisnis yang dimilikinya dalam memenangkan

persaingan global, sehingga terjadilah pergeseran paradigma baru dari transactional marketing ke relationship marketing, yaitu adanya transisi perkembangan strategi bisnis perusahaan dari yang semula berorientasi pada produk menjadi berorientasi atau berfokus

pada pelanggan (customer-centric) (Barnes, 2003, h. 26).

Orientasi bisnis yang fokus pada pelanggan biasa disebut atau dikenal dengan

pendekatan Customer Relationship Management (CRM). CRM merupakan sebuah

pendekatan baru dalam mengelola hubungan korporasi dan pelanggan pada level bisnis

sehingga dapat memaksimumkan komunikasi, pemasaran melalui pengelolaan berbagai

kontak yang berbeda dengan pelanggan. Pendekatan ini memungkinakn untuk

mempertahankan pelanggan dan memberikan nilai tambah terus menerus pada pelanggan,

selain juga memperoleh keuntungan yang berkelanjutan.

Konsep CRM menekankan pada pendekatan untuk membangun portofolio melalui

jalinan bisnis yang terbentuk dengan pelanggan melalui interaksi, memberdayakan

hubungan yang terbentuk, pembentukan jaringan, dan meningkatkan komunikasi dalam

rangka menumbuhkan loyalitas pelanggan. CRM juga mengedepankan sistem kolaborasi

antara perusahaan dengan pelanggan, dimana sistem ini tidak dimiliki oleh konsep

pemasaran secara umum yang menekankan pada penggunan media periklanan. CRM

mengintegrasikan penjualan, pemasaran, dan strategi pelayanan untuk membangun

koordinasi dan kolaborasi berbasis pengetahuan dengan pelanggan untuk kepentingan

jangka panjang. Dengan CRM, dukungan pada proses bisnis, informasi tentang pelanggan

(3)

kerja dengan tujuan untuk meningkatkan layanan yang diberikan pada pelanggan, dan

menggunakan informasi kontak pelanggan untuk target pemasaran

Promosi merupakan penggabungan dari lima model komunikasi dalam pemasaran

yang disebut sebagai alat promosi (promotion tools) yang diklarifikasikan oleh Kotler (2005, h.249) sebagai berikut :

1. Periklanan (advertising)

Any paid form of nonpersonal presentation and promotion of ideas, goods, or services by an indentified sponsor”. Iklan merupakan suatu bentuk presentasi yang tidak hanya dilakukan oleh orang dan gagasan promosi, barang, atau jasa oleh sponsor yang telah ditentukan. Komunikasi yang dilakukan oleh sponsor bersifat massal karena menggunakan alat media massa.

2. Penjualan perorangan (personal selling)

Personal presentation by the firm’s sales force for the purpose of making sales and building customer relationship”. Penjualan perorangan merupakan bentuk presentasi perorangan dari bagian penjualan perusahaan dengan tujuan membuat penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan. Bentuk presentasi dilakukan dengan interaksi tatap muka terhadap calon pembeli dengan tujuan melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan memperoleh pemesanan. 3. Promosi penjualan (sales promotion)

Short-term incentives to encourage the purchase or sale of a product or service”. Promosi penjualan merupakan intensif jangka pendek untuk mendorong penjualan barang atau jasa yang akan diberikan kepada pasar sasaran. Perusahaan melakukan ini guna meningkatkan tingkat penjualan barang yang kurang diminati di pasar.

4. Publisitas (public relation)

Building good relations with the company’s various publics by obtaining favorable publicity, building up a good corporate image, and handling or heading off unfavorable rumors, stories, and events”. Publisitas merupakan cara membangun hubungan baik dengan publik untuk menghindari hal negatif dan membawa perusahaan akan citra yang baik. Berbagai program telah dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau masing-masing produknya.

5. Pemasaran langsung (direct marketing)

(4)

Kotler (2005:179) menjelaskan bahwa terdapat delapan langkah dalam program

komunikasi dan promosi yang efektif. Sebagaimana komunikator pemasaran harus :

1) Mengidentifikasi pasar sasaran

2) Menentukan tujuan penyampaian produk 3) Merancang pesan komunikasi

4) Memilih saluran komunikasi

5) Menetapkan anggaran biaya promosi 6) Memutuskan bauran media

7) Mengukur hasil promosi

8) Mengelolah proses komunikasi pemasaran terintegrasi

Dari tahapan tersebut suatu perusahaan berhadap dapat tanggapan dari

konsumen sebagai berikut tindakan pembelian produk dan kepuasan akan produk

yang digunakan. Tindakan yang diambil akan member dampak positif kepada

konsumen maupun produsen.

Kotler & Armstrong (2008, h.178) menjelaskan bahwa empat model hierarki

tanggapan konsumen yang meliputi : model AIDA, Hierarki Efek, model Inovasi

Adopsi, dan model Komunikasi. Pada model tanggapan tersebut terdapat tiga tingkat

pada tanggapan sasaran atas informasi pemasaran yang disampaikan komunikator

pemasaran. Ketiga tingkatan dibagi menjadi 3, yaitu tingkat kognitif, tingkat afektif,

dan tingkat keperilakuan. Hal ini bertujuan untuk menanamkan sesuatu ke dalam

benak konsumen, mengubah sikap konsumen, dan membuat konsumen melakukan

tindakan tersebut. Model AIDA (attention, interest, desire, action) akan memperjelas konsep perubahan, sikap, dan perilaku dalam kaitannya dengan sebuah kerangka

(5)

Model AIDA Model Hirarki-efek Inovasi-adopsiModel KomunikasiModel

Sumber : Philip Kotler dan Kevin Lane Keller (2008, h.178)

Pemasaran merupakan fungsi yang memiliki kontak paling besar dengan

lingkungan ekstcrnal, Oleh karena itu, pemasaran memainkan peranan penting dalam

pengembangan strategi. Dalam peranan strateginya, pemasaran mencakup setiap usaha

untuk mencapai kesesuaian antara perusahaan dengan lingkungannya dalam rangka

mencari pemecahan atas masalah penentuan dua pertimbangan pokok yang digunakan

dalam pemasaran,Pertama, bisnis apa yang digeluti perusahaan pada saat ini dan jenis

bisnis apa yang dapat dimasuki dimasa mendatang. Kedua,bagaimana bisnis yang telah

dipilih tersebut dapat dijalankan dengan sukses dalam lingkungan yang kompetatif atas

dasar perspektif produk, harga, promosi, dan distribusi (bauran pemasaran) untuk

melayani pasar sasaran. Dalam konteks penyusunan strategi, pemasaran memiliki 2

dimensi, yaitu dimensi saat ini dan dimensi masa yang akan datang. Dimensi saat ini

berkaitan dengan hubungan yang telah ada antara perusahaan dengan lingkungannya.

Sedangkan dimensi yang akan datang yang diharapkan akan dapat terjalin dan program

(6)

Gambar 4.1

Implementasi Strategi Customer Relationship Management dalam PUBLIC SERVICE COMMUNICATION

guna meningkatkan Customer Loyalty

pada PT. Bank Central Asia Kantor Cabang Utama Kota Malang

PT. Bank Central Asia Kantor Cabang Utama Kota Malang

Strategi Customer Relationship Management

Strategi identifikasi keinginan dan harapan Nasabah (membina hubungan yang baik dengan customer, keamanan yang tentu selalu terupdate, Pemberian Personal Identification Number dan SVS Signature yang valid, memahami kebutuh apa yang di butuhkan konsumen, membangun hubungan yang baik terhapap konsumen, menciptakan keunggulan, mendengarkan dengan empati, memberikan solusi atas permasalahan nasabah, follow up sampai permasalahan konsumen)

Strategi Membangun Keintiman dengan Nasabah (telling solution yaitu kita memberi penjelasan seberapa pentingkah produk, komunikasi melalui iklan tentang produk yang di tawarkan,

menjelaskan secara terperinci dan memberikan gambaran umum tentang produk atau layanan, melakukan review via by phone untuk memberikan penilaian terhadap mutu pelayanan, scorecard untuk penilaian layanan, produk, dan fasilitas)

Startegi Membangun mutu perusahaan secara terpadu (merekrut SDM yang berpotensi, mematuhi Kode Etik Perbankan, menampung setiap masukan maupun keluhan

konsume, mengembangkan jaringan, kualitas produk, penerapan E-Channel (Electronik Channel)

Upaya pemberdayaan pada karyawan (meningkatkan rasa tanggung jawab karyawan, memberikan karyawan tersebut sebuah tanggung jawab, pengaturan hak dan keajiban sesuai PKB(Panduan Karyawan BCA), Serikat Perkerja yang

mengawasi dan memperjuangkan hak-hak karyawan, apresiasi terhadap kinerja karyawan yang berprestasi, program staff Front Liner seperti Smart Reward Program dan Service Quality)

(7)

Customer Relationship Management merupakan sebuah konsep strategi pemasaran yang berupaya menjalin hubungan jangka panjang dengan para pelanggan,

yaitu mempertahankan hubungan yang kokoh dan saling menguntungkan antara penyedia

jasa dan pelanggan yang dapat membangun transaksi ulangan dan menciptakan loyalitas

pelanggan. Basis dari Customer Relationship Management adalah loyalitas pelanggan karena mempertahankan pelanggan seumur hidup akan meningkatkan profitabilitas bagi

perusahaan. program loyalitas harus meningkatkan nilai dari produk atau jasa secara

keseluruhan dan memotivasi pembeli untuk melakukan pembelian selanjutnya. Program

loyalitas harus secara hati-hati dilakukan dalam mengidentifikasi nasabah yang

kemungkinan besar sebagai calon pelanggan untuk relationship jangka panjang.

Komunikasi dalam CustomerRelationship Management berhubungan dengan nilai yang diperoleh pelanggan, memberikan informasi yang tepat dan dapat dipercaya serta

informasi mengenai adanya perubahan jasa yang ditawarkan, dan komunikasi yang

proaktif ketika terjadi masalah antara perusahaan dan pelanggan Pelanggan selalu

menginginkan terciptanya komunikasi yang efektif dengan perusahaan, komunikasi yang

baik tentunya dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.

Customer Relationship Management memaparkan bahwa loyalitas nasabah harus dibangun dengan usaha keras dalam bentuk personalisasi dimana nasabah menjadi inti

dari aktivitas pemasaran. Nasabah yang memiliki maksud untuk menggunakan kembali

dan merekomendasikan produk dan jasa kepada orang lain kemungkinan besar sebagai

pelanggan yang loyal. Dengan meningkatkan kelangsungan hubungan dengan nasabah

lama dan terus mengakuisisi dengan nasabah baru dengan konsep loyalitas pelanggan,

maka akan mempunyai pengaruh yang lebih besar dari bagian pasar, karena strategi bisnis

difokuskan pada kelanggengan dan pemuasan dari setiap nasabah dengan penggunaan

(8)

Relationship Management berupaya untuk memperpanjang umur waktu hidup pelanggan sebagai individu yang bertransaksi dan dapat menjaga loyalitas nasabah.

Menurut Buttle (2007, h. 57), ada lima mata rantai yang perlu dilakukan dalam

pelaksanaan CustomerRelationship Management, lima langkah tersebut terdiri :

1. Analisis Portofolio Pelanggan

Tahap ini melibatkan analisis terhadap basis pelanggan secara aktual dan potensial

untuk mengidentifikasi pelanggan mana yang ingin dilayani di masa mendatang.

Secara strategis, daftar teratas akan menjadi pelanggan yang signifikan termasuk

mereka yang akan menghasilkan keuntungan (nilai) di masa mendatang

2. Keintiman Pelanggan

Pada tahap ini dapat dikenali identitas, riwayat, tuntutan, harapan dan pilihan

pelanggan

3. Pengembangan Jaringan

Untuk mengidentifikasi, menjelaskan dan mengelola hubungan dengan anggota

jaringan dalam perusahaan. Hal ini termasuk organisasi-organisasi dan

orang-orang yang berkontribusi pada penciptaan dan penyampaian proposisi nilai untuk

pelanggan terpilih. Jaringan dapat mencakup anggota dari luar seperti supplier, mitra dan pemilik/investor, dan juga pihak internal yang penting, yaitu pegawai.

4. Pengembangan Proposisi Nilai

Tahap ini melibatkan pengidentifikasian sumber-sumber nilai bagi pelanggan dan

penciptaan suatu proposisi dan pengalaman yang memenuhi kebutuhan, harapan

dan pilihan mereka.

(9)

Siklus hidup pelanggan adalah perjalanan pelanggan dari status ‘suspek’ menjadi

‘pendukung’. Pengelolaan siklus hidup membutuhkan perhatian pada proses dan

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada hakekatnya implementasi proses

customer relationship management pada perusahaan perbankan yaitu PT. Bank Central Asia Kantor Cabang Utama Kota Malang dilakukan melalui beberapa langkah antara lain;

1. Strategi identifikasi keinginan dan harapan nasabah dengan menjalin komunimkasi

yang baik dengan customer, memberikan keamanan jasa, memahami kebutuhan

nasabah, menciptakan keunggulan produk jasa.

2. Startegi Membangun Keintiman dengan Nasabah melalui berbagai penyediaan

beberapa saluran komunikasi kepada nasabah

3. Startegi Membangun mutu perusahaan secara terpadu dengan pengembangan

kemampuan dan kompetensi melalui perekrutan relationship officer di cabang-cabang sebagai upaya untuk lebih memperhatikan pengelolaan nasabah

4. Strategi Pengembangan Jaringan dengan peningkatan core competence, terus mengembangkan jalur distribusi alternatif guna menambah akses dan kemudahan

pelayanan

5. Strategi Mengelola Siklus Hidup Pelanggan dengan mengadopsi praktik tata kelola

perusahaan terbaik untuk mempertahankan kepercayaan nasabah, pemegang saham,

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari.2004. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Cetakan ketujuh. Bandung: CV ALFABETA

Assauri, Sofyan. 2008. Manajemen Pemasaran ; Dasar, Konsep dan Strategi. PT. Grafindo Persada. Jakarta

Buttle, Francis. 2007. Custumer Relationship Management (Manajemen Hububgan Pelanggan). Bayumedia. Jakarta.

Chan, Syarifuddin. 2003. Relationship Marketing : Inovasi Pemasaran yang Membuat Pelanggan Bertekuk Lutut. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Durianto, Darmadi., Sugiarto & Tony Sitinjak.. (2001). Strategi Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Elsingerich, Andreas. B., Simon. J. Bell. 2006. Relationship Marketing in the Financial Services Industry: The Importance of Customer Education, Participation, and Problem Management for Customer Loyalty. Journal of Financial Service Marketing: 2006. Pg. 86-87.

Griffin Jill, 2003, Customer Loyalty,Jakarta: Erlangga

Indriyo Gitosudarmo, 2005, Manajemen Pemasaran, edisi pertama, cetakan keempat, Penerbit : BPFE – Yogyakarta

Kotler, Phillip. 2005. Manajemen Pemasaran. Jilid 1 (11th ed). Jakarta : Indeks

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. 2006. Manajemen Pemasaran. Jilid Satu, Edisi Keduabelas, Cetakan Ketiga. Penerbit In

Kriyantono,Rachmat. 2012. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta : Kencana,

Mark W. Johnston dan Greg W. Marshall, 2002. Sales Force Management, Third Edition. New York: McGraw-Hill Companies Inc.

Moleong, L. J. 2000. Metodologi penelitian kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Offset

Nazir, Moh. 2005. Metode Penelitian. Cetakan Keenam. Bogor : Ghalia Indonesia

Ndubisi, N.O. 2007, “Relationship Marketing and Consumer Loyalty,” Marketing Intelligence and Planning , Vol. 25, No. 1

Payne, Adrian. 2001. The Essence of Service Marketing. Diterjemahkan oleh: Fandy Ciptono. Penerbit Andi. Yogyakart

(11)

Rangkuti, Freddy. 2004. Measuring Customer Satisfaction : Gaining Customer Relation-ship Strategy. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Robinette, Scott, 2000, Emotion Marketing, McGraw Hill Book Company, New York

Saleh, A.M. 2010. Public Service Communications. Praktek Komunikasi dalam Pelayanan Publik. Disertai kisah-kisah pelayanan. Malang. UMM Press.

Stone, Marlin. 2001. The Art of Marketing Vol. 8 Customer Relationship Marketing. New Delhi: Crest Publishing House

Tjiptono, Fandi dan Gregorius Candra. 2005. Service, Quality, and Satisfaction. Andi Offset: Yogyakarta.

Wibowo, S. 2006. “Implementasi Relationship Marketing Pada Industry Hospitality”. Jurnal Utilitas. Vol. 14 No. 2. Halaman 178-196

Yasin, Ajis. 2001. “ Mengelola Pelanggan Dengan Jaminan Mutu Dan Relationship Marketing Untuk Meningkatkan Loyalitas Pelanggan.” Jurnal Lintasan Ekonomi, Vol. XVIII No.2

Zeithaml, Valerie A. 2006. “Service Quality, Profitability, and the Economic Worth of Customers: What We Know and What We Need to Learns,”Journal of the Academy of Marketing Science, Vol. 28 No. 1, pp.67-85.

Gambar

Gambar 2.1Model Hierarki Tanggapan

Referensi

Dokumen terkait

Mobile Customer Relationship Management (mCRM) telah memungkinkan bagi para pengelola perusahaan untuk mengakses informasi pelanggan dari perangkat mobile tanpa harus duduk

Indikator variabel ini adalah (1) Memberikan informasi yang tepat dan dapat dipercaya (2) Penyampaian informasi mengenai adanya perubahan jasa yang ditawarkan,

Metode yang digunakan dalam sistem informasi ini adalah metode Customer Relationship Management sebagai salah satu metode untuk meningkatkan loyalitas pelanggan

Sistem Informasi Pelayanan Pelanggan yang menerapkan strategi Customer Relationship Management ( CRM ) merupakan alat yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan usaha

Persepsi pelanggan pada strategi Customer Relationship Management (CRM) yang dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung

Pada penelitian selanjutnya yaitu (Panjaitan & Djunaedi, 2017), dinyatakan Customer Relationship Management mampu memberikan pengaruh terhadap kepuasan pelanggan

Definisi dari CRM (Customer Relationship Management) dalam bahasa Indonesia memiki pengertian dasar, yakni suatu Management Hubungan Pelanggan atau merupakan

Adapun tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui adanya keterkaitan antara variabel pelayanan prima, customer relationship management dan kepuasan pelanggan