DIPLOMASI
INTERNASIONAL PADA
MASA PERANG DINGIN &
PASCA PERANG DINGIN
Disusun Oleh:
PERANG DINGIN
O
Perang dalam bentuk ketegangan konflik
kepentingan (perebutan supremasi/ideologi)
Blok Barat=Amerika Serikat (AS) dan Blok
Timur=Uni Soviet (US).
O
"Perang Dingin" diperkenalkan 1947 oleh
Bernard Baruch dan Walter Lippman (AS),
menggambarkan hubungan yang terjadi di
antara kedua negara adikuasa tersebut.
LATAR BELAKANG
• AS pemenang perang pihak Sekutu (Inggris, Perancis, dan AS). AS berperan besar
membantu negara Eropa Barat memperbaiki perekonomiannya.
• Rusia (Uni Soviet/US) sebagai negara besar, berperan membebaskan & membangun perekonomian Eropa Timur dari Jerman. US memperluas pengaruh, perebutan
kekuasaan di berbagai negara Eropa
Timur:Bulgaria, Albania, Hongaria, Rumania, Polandia, dan Cekoslovakia=dalam
pemerintahan komunis US.
• Munculnya negara baru pasca Perang Dunia (PD) II di luar wilayah Eropa. 2 kelompok negara (negara maju & negara
berkembang).
FAKTOR UTAMA PENYEBAB PERANG DINGIN :
•
Penyebaran Ideologi. AS & US, memiliki paham/ ideologi yang berbeda.
•
Mendominasi Kekuasaan/Pengaruh. AS sebagai negara kreditor besar
membantu negara berkembang berupa pinjaman modal untuk
pembangunan (tingkat ekonomi yang baik menjadi tempat pemasaran
hasil industrinya, menjauhkan pengaruh sosialis komunis). Ekonomi yang
miskin merupakan lahan subur bagi paham sosialis komunis. US dengan
perkembangan ekonomi cukup kuat, membantu perjuangan nasional
berupa bantuan senjata atau tenaga ahli.
•
Terciptanya Pakta Pertahanan. Negara Eropa Barat dan AS mendirikan
North Atlantic Treaty Organization
(NATO) atau Organisasi Pertahanan
Atlantik Utara. Tahun 1955 US mendirikan pakta pertahanan, PAKTA
WARSAWA (Uni Soviet, Albania, Bulgaria, Cekoslovakia, Jerman Timur,
Hongaria, Polandia, dan Rumania). Pembentukan
Australia, New
Zealand, and United States
(ANZUS).Pembentukan
South East Asia
Treaty Organization
(SEATO), kerjasama pertahanan antara negara Asia
Tenggara dengan pihak Barat. (Amerika Serikat, Inggris, Perancis,
CONTAINMENT POLICY
• Mencegah berkembangnya pengaruh suatu negara/sistem politik dari pihak lawan.
• Pemberian bantuan ekonomi dan militer (Marshall Plan)
• Doktrin Truman: bantuan keuangan, militer, dan penasehat militer kepada Yunani dan Turki guna menghadapi gerilyawan komunis (menghadang penetrasi US). Jika salah satu negara terpengaruh komunis, negara
tetangga lain juga terpengaruh.
• US menyusun Molotov Plan dengan tujuan menata perekonomian negara Eropa Timur dan badan kerja sama ekonomi Cominteren Economic (Comicon).
• Konflik ideologi berkembang hingga Asia.
Kedua negara adikuasa tidak pernah terlibat secara langsung dalam konflik (peperangan) secara terbuka. Berada di belakang negara yang bersengketa. Memberikan bantuan
KEGIATAN SPIONASE
Kompetisi hegemoni US & AS di berbagai
kawasan (Eropa, Asia, Amerika, dan
Afrika) didukung kegiatan agen intelijen.
Kegiatan Spionase antara
Komitet
Gusudarstvennoy Bezopasnosti
(KGB) &
Central Intelligence Agency (
CIA).
PERLOMBAAN TEKNOLOGI
PERSENJATAAN DAN RUANG ANGKASA
Perimbangan persenjataan nuklir dan
personil militer. Disebut sebagai
politik
Balance of Power
. Kompetisi
bidang teknologi militer dan ruang
angkasa. Jika muncul isu sensitif,
berpotensi mendorong kedua belah pihak
pada isu global yang menyebabkan
•
Hubungan AS-US mengalami perubahan positif= Richard Nixon
sebagai Presiden AS. Melalui Henry A. Kissinger, AS menempuh
pendekatan diplomasi baru terhadap US, begitupun sebaliknya.
•
Disebut
détente
(peredaan ketegangan), strategi politik luar
negeri menciptakan
”
kepentingan tertentu dalam kerjasama dan
perbatasan, kompetisi dapat menghambat perbedaan, sebaliknya
melangkah dari kompetisi menuju kerjasama
”.
•
Presiden Richard Nixon dan Leonid Brezhnev menandatangani
Strategic Arms Limitation Treaty I
(SALT I) di Moskow.
Kesepakatan untuk membatasi persediaan senjata nuklir
strategis/Defensive Antiballistic Missile System.
•
Pada perkembangannya, tercipta
Strategic Arms Limitation Treaty
II (
SALT II) 1979 di Vienna. Presiden AS Jimmy Carter dan
Brezhnev membatasi kepemilikan peluncur senjata nuklir
Pada akhir 1991, US runtuh dan terpecah menjadi beberapa negara yang
sekarang termasuk dalam persemakmuran US (
Commonwealth of
Independent State/CIS
). Bubarnya US merupakan masa berakhirnya Perang
Dingin dengan kemenangan di pihak AS.
PERANG DINGIN BERAKHIR:
1. Sampai 1980, 11 % GNP US dibelanjakan untuk kepentingan militer. US
mengalokasikan dana besar bagi negara berada di bawah kekuasaannya agar
tetap dalam pengaruhnya.
2. 1980, harga minyak jatuh, ekonomi US tidak stabil. Bergantung ekspor
minyak, mengurangi kemampuan membiayai Perang Dingin.
3. Muncul krisis kredibilitas/kepercayaan terhadap sistem komunisme.
Pemikiran para cendekiawan berpemahaman barat, mendorong munculnya
keinginan seperti masyarakat di negara-negara non komunis. Mikhail
Gorbachev (1985) memimpin US.
4. Gorbachev melakukan Reformasi
Perestroika
dan
Glasnost
.
PERESTROIKA
=restrukturisasi (penataan kembali struktur) yang sudah rusak.
Mengatasi stagnasi untuk akselerasi (penyamaan) kemajuan sosial dan
ekonomi. Pengembangan menyeluruh demokrasi yang diprakarsai massa.
PERESTROIKA GLASNOST memunculkan pertentangan dalam masyarakat US:
• Kelompok Moderat (menyetujui reformasi tetapi menjalankan komunisme yang disempurnakan).
• Kelompok Konservatif (menentang reformasi dan ingin mempertahankan komunisme).
• Kelompok Radikal (mendukung reformasi serta meninggalkan komunis).
US mulai mengurangi kekuatan
senjatanya di Eropa Timur dan wilayah lain (menarik tentaranya dari
Afghanistan). Kekuasaan komunis mulai runtuh di negara Eropa Timur, Jerman kembali bersatu (Tembok Berlin
dirubuhkan).
Muncul perubahan politik dan ekonomi dunia, terciptanya hubungan secara menyeluruh (global) maupun kawasan (regional):
KEBANGKITAN JEPANG
Perekonomian Jepang lumpuh akibat Perang Dunia II, dalam perkembangannya, mampu memanfaatkan segala dukungan dan bantuan AS. Mengambil alih
fungsi ekonomi global yang disandang AS, mampu memberikan bantuan ekonomi bagi negara di kawasan Asia Pasifik. Mendominasi kedudukan di
daerah Asia-Pasifik sebagai pasar impor, penyedia bantuan luar negeri, sumber investasi asing.
GROUP OF SEVEN, (Perancis, Jerman Barat, Jepang,Inggris,AS,Kanada dan Italia sebagai solusi masalah ekonomi dunia).
EUROPEAN UNION (bentuk kerja sama ekonomi antara negara Eropa Barat).
GERAKAN NONBLOK.
ASEAN (stabilitas politik regional dan pembangunan ekonomi masing-masing negara anggota).
APEC
OKI
Muncul ketergantungan satu sama lain, terjadi transformasi kekuasaan bergantian.
Dalam Perang Dingin, diplomasi berevolusi menjadi salah satu
senjata utama bagi AS dan US mencapai
national interest
.
INOVASI DIPLOMASI ERA PERANG DINGIN:
•
Ping Pong Diplomacy,
pola diplomasi pertama kali dilakukan
dengan memanfaatkan turnamen olahraga tenis meja sebagai
bagian dari negosiasi dan diplomasi. Hubungan yang kurang
baik antara Tiongkok dengan AS di era Perang Dingin. Terjadi
turning point
ketika atlet dari kedua negara bertemu dan saling
membantu di ajang Kejuaraan Tenis Meja Dunia di Nagoya,
Jepang 1971.
•
Tiongkok menggunakan
Panda Diplomacy
dalam membangun
hubungan dengan AS. Menggunakan panda sebagai objek
utama diplomasi.
•
S
huttle Diplomacy,
aspek netralitas pihak ketiga yang berperan
sebagai mediator bagi negara-negara yang sedang berkonflik
satu sama lain (Hoffman, 2010). Aspek lebih luas, dalam upaya
penguatan pengaruhnya di dunia, AS identik dengan istilah
PASCA PERANG DINGIN
O
Samuel P. Huntington:
“
Percaturan Politik
Internasional Pasca Perang Dingin Akan
Diwarnai Benturan Kebudayaan Antara Barat
dan Timur, Antara Sekularisme/Individualisme
Barat dan Nilai-Nilai Islam dan Konfusianisme
Timur
”.
O
The Non-Western Conflict,
ditandai oleh peran
bangsa non Barat tidak lagi sebagai Objek
sejarah, melainkan Subjek/Pelaku sejarah.
O
Empat Negara Industri baru: Singapura,
Hongkong, Taiwan, Korea Selatan.
Kepemimpinan ekonomi Jepang, sebagai
PERISTIWA PASCA PERANG
DINGIN:
o
Perang Teluk di Timur Tengah
Invasi Irak ke Kuwait 2 Agustus
1990. Dewan Keamanan (DK)
PBB memberikan sanksi
ekonomi terhadap Irak. PBB
dipimpin AS mendatangkan
bantuan pasukan melalui Arab
Saudi.
o
Perang Melawan Terorisme
AS melakukan invasi ke
Afghanistan. Basis Al-Qaeda
diduga berada di Afghanistan,
dilindungi kelompok Taliban yang
menguasai negara tersebut.
Doktrin
“Either You With Us Or
Against Us.”
o
Invasi AS ke Irak
AS beserta Inggris, Australia dan
Polandia menyerang Irak untuk
meruntuhkan rezim Saddam
Hussein. Kebijakan politik Irak
dianggap mengancam keamanan
dunia. Irak dituduh telah
o Kebangkitan Rusia Pasca Komunisme
Rusia mengalami krisis ekonomi pada awal pemerintahan Boris Yeltsin. Puncak reformasi di Rusia pada masa pemerintahan Vladimir Putin. Banyak berinvestasi pada pemanfaatan SDA, persenjataan dan teknologi.
o Kebangkitan Asia
Jepang sebagai negara maju, menjadi negara superior di wilayah Asia. Kemajuan Korea Selatan, banyaknya cabang perusahaan Korea Selatan yang didirikan di berbagai negara. Singapura sebagai negara maju, dominan terhadap
perekonomian Asia Tenggara. Taiwan dengan sisi
perekonomian yang kuat. India, Pakistan dan Iran memiliki teknologi nuklir, berpotensi meningkatkan laju perkembangan ekonomi dan militer di negaranya. Indonesia sebagai negara kaya akan SDA sekaligus negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dianggap sukses menjalankan demokrasi. Tiongkok dianggap sebagai kekuatan terbesar di Asia bahkan dunia, memiliki cadangan devisa negara terbanyak di dunia serta kekuatan militer yang sangat kuat.
o Kemajuan Iptek Dunia: Warisan Perang Dingin
Memacu kedua blok memperkuat kekuatan militernya,
JEPANG PERANCIS
TIONGKOK INDIA
INGGRIS
RUSIA AS
Kenichi Ohmae:“Era Pasca Perang Dingin Memberi Peluang Kepada Perkembangan Ekonomi Global, atau Setidaknya Regional, Yang Akan Mengaburkan Batasan Negara-Bangsa”.
• Asia Pasifik menjadi wilayah paling dinamis dalam pertumbuhan organisasi-organisasi Ekonomi Regional. APEC, AFTA, dan NAFTA.
• Organisasi Global seperti WTO, PBB, dan IMF akan menjadi lembaga penting yang akan menentukan Polarisasi (kesamaan cara/pola) kekuatan politik dunia. Nation State System
bergeser ke Region State System, sesuai dengan kepentingan Ekonomi Global.
• Perspektif keamanan dan militer, berakhirnya Perang Dingin tidak serta merta menghentikan aspek kekerasan dalam percaturan Politik Global.
Keharmonisan timbul jika kepentingan nasional suatu bangsa saling melengkapi kepentingan dari Negara lain. Sebaliknya, jika dalam kepentingan terdapat perbenturan dan pertentangan, konflik dan persaingan, bahkan konfrontasi bersenjata bukan tidak mungkin akan terjadi. Kondisi interaksi dalam Hubungan Internasional dapat berupa kerjasama dan dapat pula bersifat konfrontasi atau kompetisi.
Munculnya gelombang kesadaran baru, melalui akal pikiran individu sebagai “revolusi
komunikasi” (Tofler) setelah manusia melampaui dua tahapan revolusi (“revolusi pertanian” dan
“revolusi industri”).
Globalisasi merupakanperkembangan secara cepat dalam teknologi komunikasi, transportasi dan informasi menjadikan dunia tanpa batas (borderless). Jika suatu peristiwa terjadi di
Perubahan pola interaksi politik internasional/pasca perang dingin (K.J. Holsti):
Nasionalisme berdasarkan etnik.
Jumlah negara baru, berskala kecil dan lemah (akibat proses dekolonialisasi yang menyertai persaingan ideologi perang dingin).
Pembangunan ekonomi dan militer di Tiongkok.
Berkurang dan langkanya SDA, persaingan negara-negara Industri.
Peran aktor non negara-bangsa dalam percaturan internasional.
Potensi Brazil sebagai Major Power di benua Amerika, menyaingi AS.
Perkembangan ideologi revolusioner dan pembangunan teknologi.
Teknologi nuklir, persenjataan militer, maupun kepentingan sipil.
Tiongkok berpotensi “Super Power” baru:
• Modernisasi politik ekonomi campuran (one country two system).
• Hongkong dikembalikan kepada RRT 1997.