• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIPLOMASI INTERNASIONAL PADA MASA PERANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DIPLOMASI INTERNASIONAL PADA MASA PERANG"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

DIPLOMASI

INTERNASIONAL PADA

MASA PERANG DINGIN &

PASCA PERANG DINGIN

Disusun Oleh:

(2)

PERANG DINGIN

O

Perang dalam bentuk ketegangan konflik

kepentingan (perebutan supremasi/ideologi)

Blok Barat=Amerika Serikat (AS) dan Blok

Timur=Uni Soviet (US).

O

"Perang Dingin" diperkenalkan 1947 oleh

Bernard Baruch dan Walter Lippman (AS),

menggambarkan hubungan yang terjadi di

antara kedua negara adikuasa tersebut.

(3)

LATAR BELAKANG

• AS pemenang perang pihak Sekutu (Inggris, Perancis, dan AS). AS berperan besar

membantu negara Eropa Barat memperbaiki perekonomiannya.

• Rusia (Uni Soviet/US) sebagai negara besar, berperan membebaskan & membangun perekonomian Eropa Timur dari Jerman. US memperluas pengaruh, perebutan

kekuasaan di berbagai negara Eropa

Timur:Bulgaria, Albania, Hongaria, Rumania, Polandia, dan Cekoslovakia=dalam

pemerintahan komunis US.

• Munculnya negara baru pasca Perang Dunia (PD) II di luar wilayah Eropa. 2 kelompok negara (negara maju & negara

berkembang).

(4)

FAKTOR UTAMA PENYEBAB PERANG DINGIN :

Penyebaran Ideologi. AS & US, memiliki paham/ ideologi yang berbeda.

Mendominasi Kekuasaan/Pengaruh. AS sebagai negara kreditor besar

membantu negara berkembang berupa pinjaman modal untuk

pembangunan (tingkat ekonomi yang baik menjadi tempat pemasaran

hasil industrinya, menjauhkan pengaruh sosialis komunis). Ekonomi yang

miskin merupakan lahan subur bagi paham sosialis komunis. US dengan

perkembangan ekonomi cukup kuat, membantu perjuangan nasional

berupa bantuan senjata atau tenaga ahli.

Terciptanya Pakta Pertahanan. Negara Eropa Barat dan AS mendirikan

North Atlantic Treaty Organization

(NATO) atau Organisasi Pertahanan

Atlantik Utara. Tahun 1955 US mendirikan pakta pertahanan, PAKTA

WARSAWA (Uni Soviet, Albania, Bulgaria, Cekoslovakia, Jerman Timur,

Hongaria, Polandia, dan Rumania). Pembentukan

Australia, New

Zealand, and United States

(ANZUS).Pembentukan

South East Asia

Treaty Organization

(SEATO), kerjasama pertahanan antara negara Asia

Tenggara dengan pihak Barat. (Amerika Serikat, Inggris, Perancis,

(5)

CONTAINMENT POLICY

• Mencegah berkembangnya pengaruh suatu negara/sistem politik dari pihak lawan.

• Pemberian bantuan ekonomi dan militer (Marshall Plan)

• Doktrin Truman: bantuan keuangan, militer, dan penasehat militer kepada Yunani dan Turki guna menghadapi gerilyawan komunis (menghadang penetrasi US). Jika salah satu negara terpengaruh komunis, negara

tetangga lain juga terpengaruh.

• US menyusun Molotov Plan dengan tujuan menata perekonomian negara Eropa Timur dan badan kerja sama ekonomi Cominteren Economic (Comicon).

• Konflik ideologi berkembang hingga Asia.

Kedua negara adikuasa tidak pernah terlibat secara langsung dalam konflik (peperangan) secara terbuka. Berada di belakang negara yang bersengketa. Memberikan bantuan

(6)

KEGIATAN SPIONASE

Kompetisi hegemoni US & AS di berbagai

kawasan (Eropa, Asia, Amerika, dan

Afrika) didukung kegiatan agen intelijen.

Kegiatan Spionase antara

Komitet

Gusudarstvennoy Bezopasnosti

(KGB) &

Central Intelligence Agency (

CIA).

PERLOMBAAN TEKNOLOGI

PERSENJATAAN DAN RUANG ANGKASA

Perimbangan persenjataan nuklir dan

personil militer. Disebut sebagai

politik

Balance of Power

. Kompetisi

bidang teknologi militer dan ruang

angkasa. Jika muncul isu sensitif,

berpotensi mendorong kedua belah pihak

pada isu global yang menyebabkan

(7)

Hubungan AS-US mengalami perubahan positif= Richard Nixon

sebagai Presiden AS. Melalui Henry A. Kissinger, AS menempuh

pendekatan diplomasi baru terhadap US, begitupun sebaliknya.

Disebut

détente

(peredaan ketegangan), strategi politik luar

negeri menciptakan

kepentingan tertentu dalam kerjasama dan

perbatasan, kompetisi dapat menghambat perbedaan, sebaliknya

melangkah dari kompetisi menuju kerjasama

”.

Presiden Richard Nixon dan Leonid Brezhnev menandatangani

Strategic Arms Limitation Treaty I

(SALT I) di Moskow.

Kesepakatan untuk membatasi persediaan senjata nuklir

strategis/Defensive Antiballistic Missile System.

Pada perkembangannya, tercipta

Strategic Arms Limitation Treaty

II (

SALT II) 1979 di Vienna. Presiden AS Jimmy Carter dan

Brezhnev membatasi kepemilikan peluncur senjata nuklir

(8)

Pada akhir 1991, US runtuh dan terpecah menjadi beberapa negara yang

sekarang termasuk dalam persemakmuran US (

Commonwealth of

Independent State/CIS

). Bubarnya US merupakan masa berakhirnya Perang

Dingin dengan kemenangan di pihak AS.

PERANG DINGIN BERAKHIR:

1. Sampai 1980, 11 % GNP US dibelanjakan untuk kepentingan militer. US

mengalokasikan dana besar bagi negara berada di bawah kekuasaannya agar

tetap dalam pengaruhnya.

2. 1980, harga minyak jatuh, ekonomi US tidak stabil. Bergantung ekspor

minyak, mengurangi kemampuan membiayai Perang Dingin.

3. Muncul krisis kredibilitas/kepercayaan terhadap sistem komunisme.

Pemikiran para cendekiawan berpemahaman barat, mendorong munculnya

keinginan seperti masyarakat di negara-negara non komunis. Mikhail

Gorbachev (1985) memimpin US.

4. Gorbachev melakukan Reformasi

Perestroika

dan

Glasnost

.

PERESTROIKA

=restrukturisasi (penataan kembali struktur) yang sudah rusak.

Mengatasi stagnasi untuk akselerasi (penyamaan) kemajuan sosial dan

ekonomi. Pengembangan menyeluruh demokrasi yang diprakarsai massa.

(9)

PERESTROIKA GLASNOST memunculkan pertentangan dalam masyarakat US:

• Kelompok Moderat (menyetujui reformasi tetapi menjalankan komunisme yang disempurnakan).

• Kelompok Konservatif (menentang reformasi dan ingin mempertahankan komunisme).

• Kelompok Radikal (mendukung reformasi serta meninggalkan komunis).

 US mulai mengurangi kekuatan

senjatanya di Eropa Timur dan wilayah lain (menarik tentaranya dari

Afghanistan). Kekuasaan komunis mulai runtuh di negara Eropa Timur, Jerman kembali bersatu (Tembok Berlin

dirubuhkan).

(10)
(11)

Muncul perubahan politik dan ekonomi dunia, terciptanya hubungan secara menyeluruh (global) maupun kawasan (regional):

 KEBANGKITAN JEPANG

Perekonomian Jepang lumpuh akibat Perang Dunia II, dalam perkembangannya, mampu memanfaatkan segala dukungan dan bantuan AS. Mengambil alih

fungsi ekonomi global yang disandang AS, mampu memberikan bantuan ekonomi bagi negara di kawasan Asia Pasifik. Mendominasi kedudukan di

daerah Asia-Pasifik sebagai pasar impor, penyedia bantuan luar negeri, sumber investasi asing.

GROUP OF SEVEN, (Perancis, Jerman Barat, Jepang,Inggris,AS,Kanada dan Italia sebagai solusi masalah ekonomi dunia).

EUROPEAN UNION (bentuk kerja sama ekonomi antara negara Eropa Barat).

 GERAKAN NONBLOK.

ASEAN (stabilitas politik regional dan pembangunan ekonomi masing-masing negara anggota).

 APEC

 OKI

 Muncul ketergantungan satu sama lain, terjadi transformasi kekuasaan bergantian.

(12)

Dalam Perang Dingin, diplomasi berevolusi menjadi salah satu

senjata utama bagi AS dan US mencapai

national interest

.

INOVASI DIPLOMASI ERA PERANG DINGIN:

Ping Pong Diplomacy,

pola diplomasi pertama kali dilakukan

dengan memanfaatkan turnamen olahraga tenis meja sebagai

bagian dari negosiasi dan diplomasi. Hubungan yang kurang

baik antara Tiongkok dengan AS di era Perang Dingin. Terjadi

turning point

ketika atlet dari kedua negara bertemu dan saling

membantu di ajang Kejuaraan Tenis Meja Dunia di Nagoya,

Jepang 1971.

Tiongkok menggunakan

Panda Diplomacy

dalam membangun

hubungan dengan AS. Menggunakan panda sebagai objek

utama diplomasi.

S

huttle Diplomacy,

aspek netralitas pihak ketiga yang berperan

sebagai mediator bagi negara-negara yang sedang berkonflik

satu sama lain (Hoffman, 2010). Aspek lebih luas, dalam upaya

penguatan pengaruhnya di dunia, AS identik dengan istilah

(13)

PASCA PERANG DINGIN

O

Samuel P. Huntington:

Percaturan Politik

Internasional Pasca Perang Dingin Akan

Diwarnai Benturan Kebudayaan Antara Barat

dan Timur, Antara Sekularisme/Individualisme

Barat dan Nilai-Nilai Islam dan Konfusianisme

Timur

”.

O

The Non-Western Conflict,

ditandai oleh peran

bangsa non Barat tidak lagi sebagai Objek

sejarah, melainkan Subjek/Pelaku sejarah.

O

Empat Negara Industri baru: Singapura,

Hongkong, Taiwan, Korea Selatan.

Kepemimpinan ekonomi Jepang, sebagai

(14)

PERISTIWA PASCA PERANG

DINGIN:

o

Perang Teluk di Timur Tengah

Invasi Irak ke Kuwait 2 Agustus

1990. Dewan Keamanan (DK)

PBB memberikan sanksi

ekonomi terhadap Irak. PBB

dipimpin AS mendatangkan

bantuan pasukan melalui Arab

Saudi.

(15)

o

Perang Melawan Terorisme

AS melakukan invasi ke

Afghanistan. Basis Al-Qaeda

diduga berada di Afghanistan,

dilindungi kelompok Taliban yang

menguasai negara tersebut.

Doktrin

“Either You With Us Or

Against Us.”

o

Invasi AS ke Irak

AS beserta Inggris, Australia dan

Polandia menyerang Irak untuk

meruntuhkan rezim Saddam

Hussein. Kebijakan politik Irak

dianggap mengancam keamanan

dunia. Irak dituduh telah

(16)

o Kebangkitan Rusia Pasca Komunisme

Rusia mengalami krisis ekonomi pada awal pemerintahan Boris Yeltsin. Puncak reformasi di Rusia pada masa pemerintahan Vladimir Putin. Banyak berinvestasi pada pemanfaatan SDA, persenjataan dan teknologi.

o Kebangkitan Asia

Jepang sebagai negara maju, menjadi negara superior di wilayah Asia. Kemajuan Korea Selatan, banyaknya cabang perusahaan Korea Selatan yang didirikan di berbagai negara. Singapura sebagai negara maju, dominan terhadap

perekonomian Asia Tenggara. Taiwan dengan sisi

perekonomian yang kuat. India, Pakistan dan Iran memiliki teknologi nuklir, berpotensi meningkatkan laju perkembangan ekonomi dan militer di negaranya. Indonesia sebagai negara kaya akan SDA sekaligus negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dianggap sukses menjalankan demokrasi. Tiongkok dianggap sebagai kekuatan terbesar di Asia bahkan dunia, memiliki cadangan devisa negara terbanyak di dunia serta kekuatan militer yang sangat kuat.

o Kemajuan Iptek Dunia: Warisan Perang Dingin

Memacu kedua blok memperkuat kekuatan militernya,

(17)

JEPANG PERANCIS

TIONGKOK INDIA

INGGRIS

RUSIA AS

(18)

Kenichi Ohmae:“Era Pasca Perang Dingin Memberi Peluang Kepada Perkembangan Ekonomi Global, atau Setidaknya Regional, Yang Akan Mengaburkan Batasan Negara-Bangsa”.

• Asia Pasifik menjadi wilayah paling dinamis dalam pertumbuhan organisasi-organisasi Ekonomi Regional. APEC, AFTA, dan NAFTA.

• Organisasi Global seperti WTO, PBB, dan IMF akan menjadi lembaga penting yang akan menentukan Polarisasi (kesamaan cara/pola) kekuatan politik dunia. Nation State System

bergeser ke Region State System, sesuai dengan kepentingan Ekonomi Global.

• Perspektif keamanan dan militer, berakhirnya Perang Dingin tidak serta merta menghentikan aspek kekerasan dalam percaturan Politik Global.

Keharmonisan timbul jika kepentingan nasional suatu bangsa saling melengkapi kepentingan dari Negara lain. Sebaliknya, jika dalam kepentingan terdapat perbenturan dan pertentangan, konflik dan persaingan, bahkan konfrontasi bersenjata bukan tidak mungkin akan terjadi. Kondisi interaksi dalam Hubungan Internasional dapat berupa kerjasama dan dapat pula bersifat konfrontasi atau kompetisi.

Munculnya gelombang kesadaran baru, melalui akal pikiran individu sebagai “revolusi

komunikasi” (Tofler) setelah manusia melampaui dua tahapan revolusi (“revolusi pertanian” dan

“revolusi industri”).

Globalisasi merupakanperkembangan secara cepat dalam teknologi komunikasi, transportasi dan informasi menjadikan dunia tanpa batas (borderless). Jika suatu peristiwa terjadi di

(19)

Perubahan pola interaksi politik internasional/pasca perang dingin (K.J. Holsti):

 Nasionalisme berdasarkan etnik.

 Jumlah negara baru, berskala kecil dan lemah (akibat proses dekolonialisasi yang menyertai persaingan ideologi perang dingin).

 Pembangunan ekonomi dan militer di Tiongkok.

 Berkurang dan langkanya SDA, persaingan negara-negara Industri.

 Peran aktor non negara-bangsa dalam percaturan internasional.

 Potensi Brazil sebagai Major Power di benua Amerika, menyaingi AS.

 Perkembangan ideologi revolusioner dan pembangunan teknologi.

 Teknologi nuklir, persenjataan militer, maupun kepentingan sipil.

Tiongkok berpotensi “Super Power” baru:

• Modernisasi politik ekonomi campuran (one country two system).

• Hongkong dikembalikan kepada RRT 1997.

(20)

Juwono Sudarsono pasca Perang Dingin:

Perhatian difokuskan pada usaha memelihara persatuan dan

kesatuan bangsa menghadapi lingkungan internasional yang

belum pasti. Lingkungan internasional tidak menentu dan lebih

mengandung kompetisi meraih akses pada ilmu, modal dan

pasar dari negara kaya. Setiap negara dalam menjalin hubungan

internasional memiliki kepentingan politik atau memiliki tujuan

lainya dalam meningkatkan eksistensi keuntungan sepihak.

Isu keamanan regional.

Zone of Peace Freedom and Neutrality

(

ZOPFAN) merupakan agenda politik dan keamanan regional di

kawasan ASEAN. ZOPFAN selain membebaskan diri dari

(21)

Masalah ekonomi-politik

internasional.

Pembentukan European

Union sebagai alternatif

kompetisi ekonomi, AS,

Tiongkok, Jepang dan

lain-lain.

3 in 1

, lingkungan hidup,

hak asasi manusia dan

demokratisasi. Sangat

dominan dalam

(22)

Terima

Kasih

Referensi

Dokumen terkait