10 Cagar Alam di Indonesia Beserta Flora dan Fauna yang Dilindungi

12  31  Download (0)

Teks penuh

(1)

10 Cagar Alam di Indonesia Beserta Flora

dan Fauna yang Dilindungi

Advertisement

Cagar alam merupakan kawasan suaka alam yang memiliki kekhasan flora, fauna, dan ekosistem tertentu yang dilindungi dan perkembangannya dari ekosistem tersebut

berlangsung secara alami. Baik flora maupun fauna yang hidup di dalam kawasan cagar alam tersebut dilindungi keberadaannya. Diharapkan, keberadaan flora dan fauna yang dilindungi tersebut dapat bermanfaat untuk masa yang akan datang.

Cagar alam merupakan wilayah konservasi, maka masyarakat umum tidak boleh memasuki wilayah cagar alam secara bebas. Masyarakat dapat memasuki wilayah cagar alam apabila sudah memiliki Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi. Cagar alam merupakan lokasi tempat perlindungan flora dan fauna yang tidak diperuntukkan menjadi tempat komersial atau tempat pariwisata.

Kriteria Cagar Alam

Untuk menentukan suatu lokasi menjadi cagar alam maka perlu adanya kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Berikut ini beberapa kriteria yang harus terpenuhi sebagai acuan penetapan suatu lokasi menjadi cagar alam.

1. Memiliki keanekaragaman jenis flora atau satwa liar yang tergabung di dalam sebuah ekosistem.

2. Mempunyai kondisi fisik alam yang masih alami dan belum terganggu, baik flora atau satwa liar yang ada di lokasi tersebut.

3. Memiliki komunitas flora atau satwa liar beserta ekosistemnya yang tergolong langka atau keberadaannya terancam punah.

4. Mempunyai formasi biota tertentu dan atau unit-unit penyusunnya.

5. Mamiliki luas lokasi yang cukup dan bentuk tertentu yang dapat menunjang pengelolaan lokasi secara efektif dan menjamin berlangsungnya proses ekologis secara alami.

6. Memiliki ciri khas potensi dan sebagai contoh ekosistem yang keberadaannya memerlukan upaya konservasi.

Untuk menetapkan suatu lokasi menjadi sebuah cagar alam, maka keenam kriteria di atas harus terpenuhi, dikarenakan cagar alam merupakan lokasi khusus yang menjadi tempat berkembangnya flora dan fauna langka dan hampir punah dengan cara yang alami dalam cara melestarikan flora dan fauna.

(2)

Cagar alam didirikan dengan tujuan untuk melindungi ekosistem yang ada di lokasi cagar alam agar tidak mengalami kepunahan dan tetap pada kondisi lestari.

Manfaat dari penetapan suatu lokasi cagar alam adalah:

 Melindungi berbagai flora dan fauna asli Indonesia dari ancaman kepunahan.

 Menjaga kondisi tanah agartetap pada kondisi subur.

 Memberikan pengaturan terhadap tatanan air.

 Dijadikan sebagai obyek wisata.

 Sebagai salah satu sumber devisa negara.

 Sebagai tempat praktik dan juga sumber belajar.

 Sebagai tempat dilakukannya penelitian.

Cagar Alam di Indonesia

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat lengkap. Hingga tahun 2008, Indonesia setidaknya telah memiliki cagar alam sebanyak 237 lokasi, dengan luas wilayah mencapai 4.730.704,04 hektar. Berikut ini sebagian Cagar Alam di Indonesia Beserta Flora dan Fauna yang Dilindungi di dalamnya :

1. Cagar alam Gunung Leuser di Nangroe Aceh Darussalam

Jenis flora yang dilindungi di lokasi ini adalah daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons), bunga (Rafflesia atjehensis dan R. micropylora), serta Rhizanthes zippelnii. Sedangkan jenis fauna yang dilindungi meliputi mawas atau orang utan (Pongo abelii), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), gajah Sumatera (Elephas maximus

sumatranus), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), kambing hutan (Capricornis sumatraensis), rangkong (Buceros bicornis), rusa sambar (Cervus unicolor), dan kucing hutan (Prionailurus bengalensis sumatrana).

2. Cagar alam Batang Gadis di Sumatera Utara

Jenis flora yang dilindungi adalah bunga Padma (Rafflesia sp). Untuk jenis fauna yang dilindungi meliputi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), kambing hutan

(Naemorhedus sumatrensis), tapir (Tapirus indicus), kucing hutan (Catopuma temminckii), kancil (Tragulus javanicus), binturong (Arctitis binturong) beruang madu (Helarctos malayanus), rusa (Cervus unicolor) dan kijang (Muntiacus muntjac)dan landak (Hystix brachyura), amfibi tak berkaki (Ichtyopis glutinosa), katak bertanduk tiga (Megophyris nasuta).

(3)

3. Cagar alam Siberut di Sumatera Barat

Jenis fauna yang dilindungi di cagar alam ini meliputi bokkoi (Macaca pagensis), lutung mentawai/joja (Presbytis potenziani siberu), bilou (Hylobates klossii), dan simakobu (Nasalis concolor siberu).

4. Cagar alam Kerinci Sebrat di Jambi

Jenis flora yang dilindungi di cagar alam ini meliputi pinus kerinci (Pinus merkusii strain Kerinci), kayu pacat (Harpulia alborea), bunga raflesia (Rafflesia arnoldi dan R. hasseltii), dan bunga bangkai (Amorphophallus titanum dan A. decus-silvae). Sedangkan jenis fauna yang dilindungi di antaranya burung rangkong (Buceros rhinoceros sumatranus), julang (Aceros undulatus undulates), burung gading (Rhinoplax vigil), kucing emas (Catopuma temminckii temminckii).

5. Cagar alam Bukit Tiga Puluh di Riau

Jenis flora yang dilindungi meliputi jelutung (Dyera costulata), getah merah (Palaquium spp.), pulai (Alstonia scholaris), kempas (Koompassia excelsa), rumbai (Shorea spp.), cendawan muka rimau/raflesia (Rafflesia hasseltii), jernang atau palem darah naga (Daemonorops draco), dan berbagai jenis rotan. Untuk jenis fauna yang dilindungi di antaranya harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), ungko

(Hylobates agilis), beruang madu (Helarctos malayanus malayanus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus).

6. Cagar alam Bukit Dua Belas di Jambi

Jenis flora yang dilindungi di antaranya harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), ungko (Hylobates agilis), beruang madu (Helarctos malayanus malayanus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus). Untuk jenis fauna yang dilindungi meliputi siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), beruk (Macaca

nemestrina), macan dahan (Neofelis nebulosa diardi), kancil (Tragulus javanicus kanchil), beruang madu (Helarctos malayanus malayanus), kijang (Muntiacus muntjak montanus), meong congkok (Prionailurus bengalensis sumatrana), lutra Sumatera (Lutra sumatrana), ajag (Cuon alpinus sumatrensis), kelinci Sumatera (Nesolagus netscheri), elang ular bido

(Spilornis cheela malayensis).

7. Cagar alam Berbak di Jambi

Jenis flora yang dilindungi adalah meranti (Shorea sp.), daun payung (Johanesteijmannia altifrons), Lepidonia kingii (Lorantaceae).

Sponsors Link 8. Cagar alam Sembilang di Sumatera Selatan

Jenis flora yang dilindungi adalah paku gajah (Acrostichum aureum), nipah (Nypa fruticans), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus tectorius), waru laut (Hibiscus tiliaceus), nibung (Oncosperma tigillaria), jelutung (Dyera costulata), menggeris

(4)

dan Bruguiera gimnorrhiza. Sedangkan jenis fauna yang dilindungi meliputi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), tapir (Tapirus indicus), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), kucing mas (Catopuma temminckii temminckii), rusa sambar (Cervus unicolor equinus), buaya (Crocodylus

porosus), biawak (Varanus salvator), ikan sembilang (Plotusus canius), labi-labi besar (Chitra indica), lumba-lumba air tawar (Orcaella brevirostris).

9. Cagar alam Bukit Barisan Selatan di Lampung

Jenis flora yang dilindungi adalah pidada (Sonneratia sp.), nipah (Nypa fruticans), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp.), cempaka (Michelia champaka), meranti (Shorea sp.), mersawa (Anisoptera curtisii), ramin (Gonystylus bancanus), keruing

(Dipterocarpus sp.), damar (Agathis sp.), rotan (Calamus sp.), dan bunga raflesia (Rafflesia arnoldi), bunga bangkai jangkung (Amorphophallus decus-silvae), bunga bangkai raksasa (A. titanum) dan anggrek raksasa/tebu (Grammatophylum speciosum). Untuk jenis fauna yang dilindungi beruang madu (Helarctos malayanus malayanus), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), tapir (Tapirus indicus), ungko (Hylobates agilis), siamang (H. syndactylus syndactylus), simpai (Presbytis melalophos fuscamurina), kancil (Tragulus javanicus kanchil), dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata).

10. Cagar alam Way Kambas di Lampung

Jenis flora yang dilindungi meliputi api-api (Avicennia marina), pidada (Sonneratia sp.), nipah (Nypa fruticans), gelam (Melaleuca leucadendron), salam (Syzygium polyanthum), rawang (Glochidion borneensis), ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp.), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp.), minyak (Dipterocarpus gracilis), dan ramin (Gonystylus bancanus). Untuk jenis fauna yang

dilindungi meliputi badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus

syndactylus), 406 jenis burung meliputi bebek hutan (Cairina scutulata), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus), pecuk ular (Anhinga melanogaster).

Itulah beberapa lokasi Cagar Alam di Indonesia Beserta Flora dan Fauna yang Dilindungi di Indonesia. Cagar alam yang telah disebutkan di atas adalah beberapa cagar alam yang berlokasi di pulau Sumatera. Masih banyak lagi beberapa cagar alam di pulau-pulau lain di Indonesia seperti di Jawa, Kalimantan, Papua, dan pulau-pulau lain di Indonesia.

Sponsored Links

(5)

Daftar Cagar Alam dan Suaka Margasatwa

di Indonesia

Posted by Muhammad Taufiq at 03:11

Pelajaran18 | Daftar Cagar Alam dan Suaka Margasatwa di Indonesia. Banyaknya jenis satwa yang menjadi korban perburuan manusia mengakibatkan jumlah populasi hewan tertentu mengalami penurunan secara drastis, sehingga keberadaanya mulai terancam Kepunahan. Berdasarkan peraturan Perlindungan Binatang Liar Nomer 134 dan 266 Tahun 1931, hewan yang dilindungi antara lain badak, tapir, kambing hutan, trenggiling, kancil, burung dara laut, babi rusa, elang tikus, atau alap-alap.

Berdasrkan SK Kementrian Pertanian Nomor 421 Tahun 1970 dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 327 Tahun 1972, Hewan yang dilindungi adalah Harimau sumatra, harimau jawa, macan kumbang, jalak bali, burung gosong, burung baleo, burung maleo, monyet hitam, kakatua, rusa bawean, kanguru pohon, beo nisan, ikan pesut, lumba-lumba musang. Untuk Melindungi Hewan tersebut didirikan cagaralam dan suaka margasatwa, antara lain: 1. Di Pulau Jawa

Cagar alam di Pulau Jawa antara lain:

 Cagar alam Ujung Kulon melindungi badak, banteng, merak, rusa, dan buaya.

 Cagar alam Cibodas, Cianjur, sebagai cadangan air karena wilayah tersebut curah hujanya sangat tinggi.

 Suaka margasatwa Baluran dan Meru Betiri, Banyuwangi, Jawa Timur melindungi banteng, kerbau liar, harimau jawa, dan rusa.

 Cagar alam Pangandaran, melindungi banteng.

 Cagar alam Gunnung Gede, bogor, melindungi kijang, dan rusa.  Cagar alam Pulau Dua, melindungi burung laut.

(6)

 Suaka margasatwa Gunnung Leuserm Aceh Utara, melindungi orang utan, badak, gajah, dan harimau sumatra.

 Suaka margasatwa, Pulau Siberut, Way Kambas, dan Gunnung Sakinco, melindungi harimau, tapir, beruang, rusa, badak, gajah sumatra.

 Cagar alam Limbo Pati, Sumatra Barat, melindungi tapir, dan simang. 3. Di Pulau Kalimantan

 Cagar alam dan suaka margasatwa Tanjung Putting dan Kutai untuk melindungi orang utan, banteng, rusa sambar.

4. Di Pulau Nusa Tenggara

 Suaka Margasatwa di Pulau Komodo dan di Pulau Rinca, melindungi komodo, kerbau liar, dan kuda liar.

5. Di Pulau Sulawesi

 Suaka Margasatwa Dumoga Bone dan gunnung Tangkoko di ujung utara Minahasa melinfungi annoa, babi rusa, dan kukus.

6. Di Maluku

 Suaka margasatwa Wae Nua, melindungi burung kasuari,.

 Suaka margasatwa Pulau Baun di kepulauan Aru untuk melindungi burung cendrawasih.

(7)

Ini 7 Suaka Margasatwa Terbaik di

Indonesia

Updated:Ini 7 Suaka Margasatwa Terbaik di Indonesia Updated: 2016-06-21Travel

Suaka margasatwa adalah tempat dimana hewan ditangkar, dipelihara, dan

dikembangbiakkan dengan alami dimana tujuan dari adanya tempat ini adalah sebagai upaya pelestarian habitat satwa yang diambang kepunahan.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan wilayah yang sangat besar, dimana Indonesia memiliki banyak suaka margasatwa yang tidak hanya satu tempat saja.

Ada banyak suaka margasatwa yang dikembangkan di Indonesia sebagai upaya dari pemerintah dalam melindungi dan menjaga kelestarian habitat satwa langka yang biasanya punah akibat perburuan liar oleh para pemburu yang tidak bertanggungjawab.

Pada kesempatan kali ini akan kami ulas 7 suaka margasatwa yang terbaik yang ada di Indonesia, dimana suaka margasatwa yang kami ulas ini sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun dunia internasional karena peranannya yang penting dalam dunia lingkungan hidup. Mari kita simak dengan seksama.

(8)

Suaka margasatwa di kawasan Pulau Komodo dan Pulau Rinca merupakan suaka margasatwa yang dikenal melindungi habitat satwa langka dan unik yaitu komodo yang merupakan satwa asli dari Propinsi Nusa Tenggara Timur dan komodo hanya bisa ditemukan di tempat ini secara alami di dunia ini.

Keunikan tempat ini adalah sajian wilayahnya yang berupa laut, pantai, padang rumput stepa dan sabana, serta pengunungan dan bukit yang mempesona.

Tidak heran jika suaka margasatwa yang satu ini tidak hanya menjadi incaran para wisatawan lokal melainkan juga wisatawan luar negeri yang berburu keunikan seputar binatang bernama komodo ini.

Komodo sendiri merupakan kadal raksasa yang terkenal sangat liar dan bernaluri membunuh dengan insting yang luar biasa. Habitat alaminya bisa kita temukan di suaka margasatwa di kawasan Pulau Komodo dan Pulau Rinca ini.

Selain sebagai habitat komodo 2 pulau ini merupakan habitat alami binatang seperti merpati hijau, kepodang kuduk hijau, burung tekukur, gagak flores, sri gunting wallace, ayam hutan, dan juga kuau hitam timor.

Alamat Lokasi : Pulau Komodo dan Pulau Rinca, Propinsi Nusa Tenggara Timur Nomor Telepon Pengelola :+62 380 821540

Jam Operasional : 06.00 – 18.00 WIB Harga Tiket Masuk : Rp. 97.000,- per orang 2. Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan suaka margasatwa yang berada di Pulau Kalimantan tepatnya berada di Propinsi Kalimantan Tengah dimana yang menjadi pusat perhatian di suaka margasatwa ini adalah adanya penangkaran alami habitat satwa orang utan yang semakin hari semakin terancam jumlahnya.

Orang utan bukan hanya menjadi binatang yang dilindungi oleh pemerintah Republik

Indonesia melainkan juga oleh dunia internasional yang mana kelestarian habitat ini memang menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah Republik Indonesia maupun dunia

(9)

Selain orang utan binatang lain yang dapat dijumpai di tempat ini adalah macan tutul,

beruang madu, rusa, ular, siamang, babi hutan, landak, dan lain – lain dimana para pengelola suaka margasatwa ini juga konsen menjaga kelestarian satwa – satwa tersebut pula.

Alamat Lokasi : Teluk Pulai, Waringin Barat, Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah

Nomor Telepon Pengelola : +62532 22281 Jam Operasional : 08.00 – 16.00 WIB

Harga Tiket Masuk : Rp. 2.500,- per orang (WNI) dan Rp. 20.000,- per orang (WNA) 3. Taman Nasional Way Kambas

Taman nasional ini sangat terkenal yaitu Taman Nasional Way Kambas, tempat dimana gajah – gajah sumatera ditangkar, dilatih, dan dikembangbiakkan secara alami guna

kemanfaatannya untuk kehidupan manusia.

Aktifitas seperti hiburan sepak bola gajah, menarik kayu hutan, membajak sawah, serta menjadi binatang tunggangan adalah hasil dari penangkaran dan pelatihan secara baik oleh pihak pengelola suaka marga satwa kepada habitat gajah sumatera agar populasinya meningkat serta berguna bagi manusia.

Binatang yang ada disini juga tidak hanya gajah sumatera saja, melainkan juga terdapat badak sumatera, harimau sumatera, dan rusa yang memang populasinya ingin ditingkatkan agar generasi mendatang masih mampu melihat keberadaan satwa – satwa ini bukan hanya lewat cerita saja.

Alamat Lokasi : Taman Nasional Way Kambas, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Propinsi Lampung, Indonesia

Nomor Telepon Pengelola : +62725 44220 Jam Operasional : 08.00 – 16.00 WIB Harga Tiket Masuk : Rp. 20.000,- per orang 4. Taman Nasional Gunung Leuser

Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu situs warisan dunia yang dilindungi keberadaannya oleh UNESCO PBB secara langsung. Terdapat spesies yang ditangkar secara alami di tempat ini seperti gajah, badak, harimau, kera.

Macan tutul, dan ratusan spesies burung hutan yang selalu menghiasi kawasan hutan ini dengan kicauannya. Apalagi sekarang ini Taman Nasional Gunung Leuser diekspose oleh

(10)

media internasional dimana merupakan bagian dari kampanye peduli hutan dan lingkungan hidup secara global yang dimotori oleh aktor ternama yaitu Leonardo Di Caprio yang memang dikenal sabagai salah satu aktor ternama yang sangat peduli dengan satwa dan lingkungan hidup.

Alamat Lokasi : Taman Nasional Gunung Leuser Propinsi Nangroe Aceh Darussalam dan Propinsi Sumatera Utara

Nomor Telepon Pengelola : +6261 7872919 Jam Operasional : 07.00 – 16.00 WIB

Harga Tiket Masuk : Rp. 5.000,- per orang (WNI) dan Rp. 150.000,- per orang (WNA) 5. Taman Nasional Wasur

Taman Nasional Wasur adalah suaka margasatwa yang ada di Pulau Papua. Taman nasional ini melindungi satwa yang dikembangbiakkan secara alami seperti kepiting, ikan, udang, kangguru, kasuari, kesturi raja, cendrawasih, buaya air tawar dan buaya air asin yang memang pada kehidupan alaminya banyak diburu untuk kepentingan konsumsi penduduk lokal.

Keberadaan suaka margasatwa berupa taman nasional ini sangatlah penting dalam menjaga dan mempertahankan populasi satwa yang nantinya akan sangat berguna bagi kehidupan manusia.

Taman Nasional Wasur sendiri memang banyak diberkati dengan habitat hewan hampir mirip dengan benua Australia. Hewan seperti kangguru bisa ditemukan secara langsung di suaka margasatwa yang satu ini.

Jadi kita tidak usah mengunjungi negara Australia untuk melihat alami habitat kangguru, karena di Papua ada tempatnya.

Alamat Lokasi : Merauke, Propinsi Papua Nomor Telepon Pengelola : +62971 322495 Jam Operasional : 07.30 – 16.00 WIT Harga Tiket Masuk : Rp. 6.000,- per orang 6. Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon sangat terkenal dengan keberadaan hewan langka yaitu badak jawa bercula satu dimana habitat badak ini hanya ada di Jawa Indonesia. Habitat badak yang

(11)

unik dan langka ini menjadi tujuan utama wisata alam yang ada di suaka margasatwa yang satu ini.

Bahkan logo dari Taman Nasional Ujung Kulon memuat gambar badak jawa bercula sebagai sebagai model logonya.

Selain badak jawa bercula satu hewan lain yang bisa kita temui adalah anjing hutan, banteng, rusa, kijang, kancil, babi hutan, macan tutul, luwak, macan dahan, kucing hutan, landak, trenggiling, lutung, kera ekor panjang hingga bajing dimana satwa – satwa tersebut memang menjadi penghuni asli dari kawasan hutan disini.

Alamat Lokasi : Taman Nasional Ujung Kulon, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten

Nomor Telepon Pengelola : +62253 801731 Jam Operasional : 08.00 – 16.00 WIB

Harga Tiket Masuk : Rp. 5.000,- per orang (WNI) dan Rp. 150.000,- per orang (WNA) 7. Suaka Margasatwa Buton Utara

Suaka margasatwa ini berada di Pulau Buton Propinsi Sulawesi Tenggara, dimana hewan langka berupa anoa bisa kita temukan ditangkar dan dikembangbiakkan secara almi di tempat ini.

Habitat hewan anoa merupakan hewan asli dari Pulau Sulawesi yang tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia bahkan di dunia sekalipun.

Anoa memang unik dan menarik karena keindahan warna tubuhnya. Satwa lain yang bisa kita temukan di suaka margasatwa ini adalah rusa, monyet buton, kus kus, dan meleo senkawor. Alamat Lokasi : Kecamatan Maligano, Kecamatan Wakorumba, Kecamatan Bonegunu, Kecamatan Kulisusu Utara, Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Muna, Propinsi Sulawesi Tenggara

Nomor Telepon Pengelola : +62401 321446 Jam Operasional : 07.30 – 16.00 WITA Harga Tiket Masuk : Rp. 4.000,- per orang

(12)

Itulah 7 suaka margasatwa yang terbaik yang ada di Indonesia, kami ulas dan berikan kepada anda. Keberadaan suaka margasatwa ini sangatlah menguntungkan bagi perkembangan dan kelestarian dari habitat satwa – satwa langka yang mungkin diambang kepunahan.

Jika kita mau peduli dengan adanya tempat semacam ini tentu hal tersebut sangatlah menguntungkan bagi dunia lingkungan hidup di Indonesia dan global pula.

Keberadaan satwa langka di Indonesia juga menjadi perhatian khusus dunia internasional.

Jadi sudah menjadi tanggungjawab bersama kita sebagai bangsa Indonesia ikut membantu menjaga dan melestarikan satwa langka di suaka margasatwa sebagaimana tertulis diatas.

Figur

Memperbarui...