Perancangan Arsitektur V
Bangunan Bentang Lebar
Tugas I Studi Preseden
Nama : Muhammad Afief Akbar
NIM : 03101006043
PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
A. PENDAHULUAN
Definisi Struktur Bentang Lebar
Bangunan bentang lebar merupakan bangunan yang memungkinkan penggunaan ruang bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin. Bangunan bentang lebar biasanya digolongkan secara umum menjadi 2 yaitu bentang lebar sederhana dan bentang lebar kompleks. Bentang lebar sederhana berarti bahwa konstruksi bentang lebar yang ada dipergunakan langsung pada bangunan berdasarkan teori dasar dan tidak dilakukan modifikasi pada bentuk yang ada. Sedangkan bentang lebar kompleks merupakan bentuk struktur bentang lebar yang melakukan modifikasi dari bentuk dasar, bahkan kadang dilakukan penggabungan terhadap beberapa sistem struktur bentang lebar.
B. JENIS – JENIS STRUKTUR BENTANG LEBAR
1. Struktur Portal
Struktur Portal adalah struktur yang terdiri dari rangka batang-batang dan saling berhubungan satu sama lain, biasanya struktur tersebut membentuk segitiga yang statis 2 dimensi ( contoh seperti kuda-kuda). Dimana untuk menghubungkan batang-batang tersebut harus menggunakan sistem joint.
2. Struktur Kabel
Adalah jenis struktur yang kuat terhadap gaya tarik karena menggunakan kabel yang elastis untuk menopang beban, tapi lemah dengan beban tekan.
3. Struktur Membran
Adalah struktur yang menyerupai tenda, biasanya struktur ini berdiri dengan bantuan struktur kabel. Terbuat dari bahan yang ringan seperti contoh paying dari kain, sangat cocok untuk daerah berangin kencang dan beriklim ekstrim seperti daerah gurun yang terdapat di Timur Tengah. Seklet dari rusuk-rusuk baja menerima tarikan dari kain dan memperkuat seluruh permukaan bidang terhadap tekanan angin.
4. Struktur Rangka Ruang
Adalah struktur yang terbentuk dari batang-batang juga, hampir sama dengan struktur portal. Namun, pada struktur ini batang-batang yang terbentuk, membentuk suatu ruang 3 dimensi seperti limas. Untuk penghubungnya tetap menggunakan sistem joint.
5. Struktur Cangkang
Adalah struktur yang terinspirasi dari bentuk-bentuk cangkang yang berada di alam, contohnya saja seperti cangkang telur, cangkang kura-kura, kepiting, dll. Struktur ini dapat terbentuk dari berbagai macam bahan seperti beton bertulang dan bentuknya melengkung sehingga tampak dinamis. Beban seutuhnya disalurkan melalui dinding strukturnya.
6. Struktur Lipat
Adalah struktur yang terbentuk dari lipatan-lipatan, semakin banyak lipatan maka semakin kuat struktur yang menopang beban. Lipatan tersebut dihubungkan dengan pengaku atau yang disebut Steffener. Contoh Struktur ini adalah Mesjid Raya di Kuala Lumpur, Malaysia.
Adalah struktur dimana ruang yang ada terbentuk dengan memanfaatkan tekanan udara lengkungan kubah adalah bentuk yang cocok untuk struktur ini, karena dapat menutupi ruang dan dapat ditekan oleh udara yang besarnya atau kecepatannya sama ke semua arah.
8. Struktur Hibrid
Adalah sturktur campuran, yang menggunakan 2 buah sistem struktur atau lebih.
C. ANALISIS BANGUNAN
1. Masjid Dian Al-Mahri
Dibangun : 2001 – 2006
Alamat : Jalan Raya Meruyung, Limo, Depok, Indonesia
Arsitek : Ir. Uke G. Setiawan
Fungsi : Ruang ibadah
Desain : Masjid dengan luas terbangun 60 m x 120 m atau sekitar 8 ha ini dapat
menampung sekitar 20.000 jemaah. Sumber inspirasi dari desainnya adalah tipikal masjid – masjid di Timur Tengah dengan kubah dan menara yang besar. Masjid ini memiliki 6 buah menara yang melambangkan rukun iman dan 5 buah kubah yang melambangkan rukun islam, dan masing – masing dilapisi dengan emas setebal 2 – 3 mm. Material utama adalah granit untuk menara dan marmer untuk gedung masjid, yang semuanya diimpor dari Italia.
Struktur : Secara keseluruhan sistem struktur masjid ini adalah rangka beton yang
dipadukan dengan cangkang untuk membentuk kubah dan arc.
Utilitas : - Penghawaan alami dimaksimalkan dengan ornamen berlubang pada
bagian kubah dan tinggi ruangan yang besar, namun juga ada AC split dan unit untuk mengantisipasi banyaknya jemaah.
- Pencahayaan alami juga digunakan dengan menaruh bukaan besar
pada interior bangunan da nada juga lampu aksen untuk menerangi bagian – bagian tertentu seperi kubah agar terlihat indah.
2. Stadion Utama Gelora Bung Karno
Dibangun : 1960 – 1962
Alamat : Jalan Pintu Satu Senayan, Kota Jakarta Pusat 10270, Indonesia
Arsitek : Friedrich Silaban
Fungsi : Ruang olahraga
Desain : Salah satu stadion terbesar di Asia ini memiliki pola grid radial, dilengkapi 8
entrance dari segala sisi dengan kapasitas mencapai 88.083 penonton.
Struktur : Rangka beton untuk gedung, dan rangka baja (truss) yang disambung
dengan joint untuk atap. Berat atap disalurkan dibantu disalurkan ke bawah dengan kolom
Utilitas : - Selain dinding yang diberi lubang sebagai ventilasi, terdapat juga AC
karena harus memenuhi standar FIFA untuk stadion internasional.
- Untuk pencahayaan lapangan, digunakan lampu sorot berkekuatan 1.500 Lux. Sedangkan untuk dalam gedung ada dinding kaca besar pada siang hari dan lampu downlight untuk malam hari.
- Untuk pasokan air harus dari PDAM, tidak boleh membuat sumur sendiri karena bisa mengakibatkan persediaan air di sekitar GBK ikut tersedot.
3. The Sydney Opera House, Sydney, Australia
Dibangun : 1959 – 1973
Alamat : Bennelong Point, Sydney NSW 2000, Sydney, Australia
Arsitek : Jørn Utzon
Desain : Dibangun di tepian laut, bangunan ini berdimensi 183 m x 120 m dengan tinggi 65 m dan luas total lahan 1,8 hektar. Struktur terdiri dari beton
precast untuk atap dan bingkai beton untuk balok kolom. Gedung ini terdiri
dari 1.000 ruang dengan kapasitas hingga 5.738 penonton. Finishing eksterior menggunakan panel komposit, sedangkan interior menggunakan
plywood. Sisi unggulan dari gedung ini adalah view malam hari karena
hologram pada atap dan pantulan cahaya pada laut.
Struktur : Atap menggunakan struktur cangkang dengan bahan beton precast yang
yang diikat dengan kawat baja, lalu dilapisi keramik Swedia. Penyangga atap
berupa 32 buah kolom beton dengan luas 2,5 m2, yang diteruskan ke
pondasi baja sedalam 25 meter ke dalam laut.
Utilitas : - Lampu pada ruang pertunjukan menggunakan flood light. Sedangkan
untuk estetis digunakan indirect lighting dengan lampu aksen untuk memberikan kesan dramatis.
- Untuk suara, dimanfaatkan desain dan material dinding agar dapat menghasilkan pemantulan suara yang baik.
- Pada bagian timur terdapat drainase untuk menampung dan membuang air hujan.
4. Los Angeles Convention Center
Dibangun : 1969 – 1971
Alamat : 1201 South Figueroa Street, Los Angeles, California, AS
Arsitek : Charles Luckman
Fungsi : Ruang pertemuan, konferensi, pameran, dsb
Desain : Gedung ini dibagi menjadi dua bagian utama yaitu Barat dan Selatan yang
dihubungkan dengan massa yang lebih rendah. Desainnya sangat menonjolkan sisi modern dengan memakai banyak baja dan kaca.
Struktur : Struktur utama merupakan rangka baja masif yang disusun secara bingkai
baik bentuk melengkung maupun silang yang massif dan kompleks dengan panel kaca sebagai finishing.
Utilitas : - Pemanfaatan kaca dan skylight pada hampir seluruh fasad bangunan
untuk memaksimalkan pencahayaan alami. Untuk cahaya buatan, digunakan
downlight.
- Bangunan ini juga menerapkan prinsip eco-building karena meminimalisir emisi yang dihasilkan dengan menggunakan material mutakhir. 5. Airport Dibangun : Alamat : Arsitek :
Fungsi : fasilitas transportasi udara
Desain :
Struktur :
D. PENUTUP
KESIMPULAN
Desain
Pencahayaan yang tepat dapat menambah nilai estetik pada bangunan terutama dengan fungsi hiburan seperti Sydney Opera House.
Struktur
Apapun jenis strukturnya, syarat utama yang harus diperhatikan adalah sebuah struktur harus dapat menahan beban tekan dan tarik.