• Tidak ada hasil yang ditemukan

tugas kewirausahaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "tugas kewirausahaan"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR

Disusun oleh :

DIAN AFDELIMA SIBARANI NIM. 2601021130021

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS DIPONEGORO

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN 2012

BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR

A. Pendahuluan

(2)

Indonesia memiliki potensi besar sebagai wilayah pengembangan lobster air tawar karena memiliki dua musim. Sayangnya, hal ini tidak dibarengi dengan tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal dalam membudidayakan lobster air tawar. Kondisi ini menyebabkan lobster air tawar masih sulit diperoleh di pasaran dan harganya juga menjadi kurang terjangkau masyarakat luas. Lobster air tawar tergolong udang yang mudah dibudidayakan.

Selama ini lobster air tawar masih dibudidayakan dengan lahan dan modal besar. Padahal, usaha budi daya lobster air tawar juga bisa dikembangkan dalam skala usaha kecil, dengan hanya memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah tinggal. Peminat lobster air tawar semakin banyak. Maklum, bisnis udang bercapit besar ini memang menggiurkan. Harga benih dan produk siap santapnya sama-sama selangit. Tak heran, jika orang pun

berbondong-bondong membudidayakannya. Ada dua kunci penting dalam budi daya lobster air tawar, yakni aspek pembenihan dan pembesaran. Jika kedua aspek tersebut dikuasai dengan benar,

keuntungan besar pasti bakal bisa kita raup. (Setiawan, 2006, hlm.1)

B. Permasalahan

1) Bagaimana cara pembenihan lobster air tawar?

2) Bagaimana cara pemanenan dan pemasaran lobster air tawar? C. Pembahasan

Secara ilmiah, klasifikasi lobster air tawar seperti berikut : Filum : Arthropoda

Sub filum : Crustacea Kelas : Malacostrada Famili : Parastacidae Ordo : Decapoda Genus : Cherax

Spesies : Cherax lorentzi, Cherax albertisi, Cherax anuranus, dan lain-lain.

Lobster air tawar memiliki beberapa nama umum, antara lain : crayfish, crawfish, dan crawdad. (Bachtiar, 2006, hlm.5)

Lobster adalah tipe hewan yang hidup di dasar kolam, sehingga semua makanan harus berada di dasar kolam. Jika makanan mengambang, lobster tidak akan memakannya. Dalam sehari, benih lobster diberi makan 2x, yaitu pada pagi hari (pukul 07.00-09.00) dan sore (pukul 17.00-20.00). porsi ideal untuk makan pagi 1 ekor lobster adalah ¼ sendok teh pelet dan untuk makan sore sebanyak ½ sendok teh. Untuk cacing sutera atau beku, biasanya 1 liter cacing bisa dihabiskan dalam waktu 1 minggu untuk 1000 benih lobster.

Pemberian pakan berupa cacing, sayur dan pelet bias dilakukan secara bergantian. (http://apilobsterfarm.blogspot.com or http://lobsterairtawarsukabumi.co.cc) Memilih Indukan

1) Pilih indukan yang pertumbuhannya paling cepat di antara lobster-lobster lain. 2) Beli indukan di tempat penjual indukan yang telah bersertifikat

3) Perhatikan kelaminnya, jangan pilih lobster yang “banci” karena lobster tersebut kemungkinan tidak dapat bertelur.

4) Pilih lobster yang badannya gemuk.hindari memilih indukan yang kepalanya besar tetapi tubuh dan ekornya kecil. Ciri separti itu menandakan lobster kurang makan.

5) Kawinkan lobster minimum ketika berukuran 4 inci atau kira-kira berumur 5-6 bulan. Semakin kecil (muda) lobster dikawinkan, pertumbuhan anakannya akan semakin lambat.

(3)

6) Calon indukan lobster berkualitas bisa didapat dengan cara memisahkan lobster jantan dan betina mereka berukuran 2 inci (5 cm). Tujuannya agar ketika mereka berukuran 3 inci (7 cm), lobster yang sudah matang gonad tidak kawin. Paling bagus baru dikawinkan setelah masing-masing mencapai ukuran minimum 4 inci (9 cm).

7) Pilih jenis lobster yang murni dari spesies tertentu. Tujuannya agar pertumbuhan anakan lobster lebih baik. (Setiawan, 2006, hlm.52-54)

Pemanenan dan Pemasaran

Pemanenan dan Penanganan Hasil Panen a. Panen Benih

Benih yang bisa dipanen dan dijual adalah benih yang sudah berumur 70 hari dengan panjang tubuh sekitar 5 cm. Proses pengemasan benih adalah sebagai berikut :

1. Isi plastik dengan air sebanyak sepertiga dari kapasitas plastik

2. Masukkan benih hasil panenan dengan jumlah sekitar 50 ekor/plastik 3. Isi oksigen ke dalam plastik sehingga perbandingan air dan oksigen 1 : 3

4. Ikat ujung plastik menggunakan karet gelang atau tali plastik untuk diangkut menuju lokasi pasar. Dengan cara pengemasan seperti di atas, benih bisa bertahan selama 24 jam. b. Pemanenan Lobster Konsumsi

Seperti telah diketahui, lobster untuk konsumsi yang paling ideal adalah ukuran 10-12 cm. umumnya ukuran tersebut dapat dicapai setelah lobster dibesarkan selama 5 bulan. Karena lobster yang dipanen sudah berukuran agak besar, wadah pengemasan yang digunakan bukan lagi kantong plastik. Lebih baik gunakan wadah atau kotak plastik kemasan kue yang leih tahan bocor dan sobek karena gigitan capit lobster. Pilih wadah plastik yang berukuran 15 x 10 x 5 cm. untuk produk konsumsi, setiap kemasan hanya bisa diisi 1 ekor lobster.

Selain itu, bisa digunakan wadah Styrofoam berukuran 25 x 15 x 25 cm. Wadah tersebut mampu menampung sekitar 20-30 ekor lobster.

c. Pemanenan Calon Induk dan Induk

Calon induk lobster dipanen saat berumur 6-7 bulan dengan tubuh mencapai ukuran 12-15 cm. Sementara itu, induk lobster dipanen sat berusia 10 bulan sampai 1 tahun, dengan panjang tubuh 15-17 cm. Cara pemanenannya sama dengan pemanenan lobster konsumsi. Pertama, kolam dikuras sampai tinggi air kolam hanya tersisa beberaa sentimeter saja.

Selanjutnya semua tempat persembunyian diangkat dan lobster diambil dengan tangan satu per satu. (Iskandar, 2003, hlm.43-45)

Pemasaran Hasil Panen

1) Pangsa Pasar

Ada dua pangsa pasar dapat menjadi sasaran pemasaran hasil panen lobster air tawar, yaitu pasar dalam negeri dan pasar luar negeri.

a. Pasar Dalam Negeri

Untuk pasar dalam negeri, permintaan lobster biasanya datang dari sesama pembudidaya atau rumah makan yang menyediakan menu lobster. Lobster yang dibutuhkan sesama pembudidaya biasanya berupa benih untuk dibesarkan.

(4)

Sementara itu, rumah makan atau restoran biasanya membutuhkan lobster yang siap

dikonsumsi. Rumah makan yang selama ini meminta pasokan lobster adalah restoran mewah di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan Yogyakarta.

b. Pasar Luar Negeri

Permintaan luar negeri ini biasanya datang dari Negara Jepang, Hongkong, Malaysia,

Singapura, Amerika, Jerman, dan beberapa Negara Eropa. Negara-negara tersebut biasanya meminta lobster yang siap konsumsi. Jarang sekali ada permintaan untuk mengekspor benih atau pun calon induk dan induk.

2) Trik mencari Konsumen

Untuk dapat memaksimalkan pemasaran hasil budidaya lobster, pembudidayaan harus bisa membuka jaringan yang luas sehingga bisa mendapatkan konsumen tetap. Trik yang bisa dipakai adalah dengan menjalin hubungan yang baik dan membangun kemitraan anatarsesama pembudidaya. Dengan demikian jika ada konsumen yang meminta pasokan besar, pembudidaya akan gampang memenuhinya. (Bachtiar, 2006, hlm.46-52)

D. Kesimpulan

Berdasarkan makalah Budidaya Lobster Air Tawar ini, dapat ditarik kesimpulan, antara lain :  Ada dua kunci penting dalam budi daya lobster air tawar, yakni aspek pembenihan dan

pembesaran. Jika kedua aspek tersebut dikuasai dengan benar, keuntungan besar pasti bakal bisa kita raup.

 Usaha budi daya lobster air tawar juga bisa dikembangkan dalam skala usaha kecil, dengan hanya memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah tinggal.

 Karena kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal dalam membudidayakan lobster air tawar, menyebabkan lobster air tawar masih sulit diperoleh di pasaran dan harganya juga menjadi kurang terjangkau masyarakat luas. Padahal Indonesia memiliki potensi besar sebagai wilayah pengembangan lobster air tawar karena memiliki dua musim.

 Keberhasilan pembenihan ditandai dengan diperolehnya lobster dalam jumlah banyak, berkualitas baik, dan tingkat kematiannya rendah.

 Dalam budi daya lobster air tawar, ada 3 macam pemanenan, yaitu pemanenan benih, pemanenan calon induk dan induk, serta pemanenan lobster untuk konsumsi.

E. Daftar Pustaka

Bachtiar, Yusuf. 2006. Usaha Budi Daya Lobater Air Tawar di Rumah. Bogor: PT AgroMedia Pustaka

Iskandar (Teng Ching Sing). 2003. Budidaya Lobster Air Tawar. Jakarta: AgroMedia Pustaka) Setiawan, Cuncun. 2006. Teknik Pembenihan dan Cara Cepat Pembesaran Lobster Air Tawar. Ciputat: PT AgroMedia Pustaka

http://apilobsterfarm.blogspot.com http://lobsterairtawarsukabumi.co.cc

http://www.google.co.id/imgres?

q=cara+budidaya+lobster+air+tawar+di+rumah&um=1&hl=id&sa=N&biw=1024&bih=499&tb m=isch&tbnid=OjGXDDeb

(5)

MAKALAH BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR

Author: herister | Posted at: 01.09 |

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan keehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat-Nya, sehingga kami mampu menyelesaikan Laporan pembuatan produksi ini dengan baik tanpa halangan

suatu apapun.

Makalah ini disusun untuk menyelesaikan tugas Akhir smester tentang pembuatan karya ilmiah. Kami menyadari bahwa dalam penysunan makalah ini masih banyak kekurangan, baik yang disengaja

maupn tidak.

Akhir kata kami berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami sebagai penulis

dan pembaca pada umumnya.

Wanareja, 14 Juni2010 Penyusun DAFTAR ISI SAMPUL DEPAN KATA PENGANTAR LATAR BELAKANG DAFTAR ISI

(6)

B. JENIS LOBSTER AIR TAWAR

BAB II ISI : A. SELEKSI INDUK

B. PEMIJAHAN

C. PEMBESARAN

D. KEBUTHAN

E. PAKAN DAN PENUNJANG

F. HAMA DAN PENYAKIT

BAB III PENTUP : A. KESIMPULAN

BAB I PENDAHULUAN

A. TENTANG LOBSTER AIR TAWAR

Sebelum kita masuk kepada teknik budidaya lobster air tawar. Saya akan mengulas sedikit tentang Segmen Pembenihan dan pembesaran lobster air tawar. Pada prinsipnya pembenihan dan pembesaran adalah satu kesatuan yang dapat dibudidayakan karena tujuan akhir dari budidaya lobster air tawar adalah menciptakan lobster air tawar konsumsi. Karena lobster air tawar sangatlah mudah dan tidak harus memiliki keahlian khusus seperti budidaya udang lainnya atau ikan air tawar yang memiliki teknik sedemikian rumit dengan sistem kawin suntik dan pengawasan khusus, memang untuk lobster

(7)

air tawar ini yang terpenting ada minat untuk mengerjakannnya saja dengan oksigen yang cukup didalam air dan pakan yang cukup tidak berlebihan maka lobster akan tumbuh sempurna dan bongsor. Tidak meyita waktu banyak apabila bapak mempunyai rutinitas aktifitas lain. Seperti bekerja, lobster air tawar dapat dikasih makan pada pagi dan sore hari untuk pembersihan kolam dan pensortiran

paska panen dapat dilakukan pada waktu libur.

Sebagai pengetahuan, habitat dan penyebaran huna merah perlu juga diketahui pembudidaya. Sedang bagi mahasiswa, siswa, guru, dosen atau kalangan akademisi lainnya bisa menjadi referensi. Inilah yang ingin digambarkan dalam artikel ini. Semoga bermanfaat buat anda. Huna merah bukan udang asli Indonesia, tetapi berasal dari Negeri Kanguru yang sengaja didatangkan sebagai hewan peliharaan. Dalam klasifikasi, huna merah atau Red Claw termasuk kedalam famili Parastacidae. Spesies udang ini berhabitan di belahan bumi bagian selatan, yang meliputi Australia, Indonesia Bagian Timur (Papua), Selandia Baru, dan Papua Nugini. Selain Parastacidae, famili udang lainnya adalah Astacidae dan Camraridae. Kedua famili udang itu hidup di belahan bumi utara. Menurut Yade Sukmajaya dan Suharjo (2003), lobster air tawar banyak ditemukan di danau, rawa dan sungai di pegunungan. Hewan ini menyukai air yang masih jernih. Lebih jelas diungkapkan oleh Hulthuis (1949), bahwa penyebaran spesies Cherax meliputi beberapa bagian Selatan Australia (10 genus dan 27 spesies), Irian (1 genus dan 14 spesies). Sedangkan menurut Wiyanto dan Hartono (2003), di Indonesia, terutama di Perairan Jayawijaya (Papua) hidup beberapa spesies dari famili Parastacidae, antara lain Cherax monticola, Cherax lorentzi, Cherax papuanan dan Cherax waslli. Lobster air tawar pada umumnya dapat hidup pada selang parameter air yang lebar. Selain itu sangat toleran pada kandungan oksigen yang rendah. Tetapi dalam kondisi seperti itu tidak bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Pada kandungan oksigen 4 ppm, lobster dapat tumbuh dan

berkembang dengan biak dengan baik

Untuk kehidupannya, tidak selalu terendam air. Selama insangnya dapat terjaga tetap lembab, lobster dapat menyerap oksigen langsung dari udara dan dapat hidup dalam keadaan demikian hingga berbulan-bulan. Udara yang lembab sudah cukup untuk mempertahankan insang tetap lembab. Tatapi

untuk melakukan pemijahan harus terendan air.

Lobster juga bisa hidup di air keruh. Hal ini sangat menguntungkan agar dapat terhindah dari musuh alaminya. Biasanya hidup pada perairan dengan dasar berlumpur dengan beberapa bebatuan dan beberapa potongan cabang tanaman. Lobster yang dipelihara pada lingkungan dengan substrat baerbatu dan berlumpur bisa tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan yang hidup dengan substrat

(8)

B. JENIS LOBSTER AIR TAWAR

Cherax lorentzii ( Black tiger)

Black Tiger ( Cherax lorentzii) adalah salah satu jenis lobster air tawar yang habitat aslinya di Papua, Indonesia.

Ukuran 3"

Negara Asal: Indonesia

Yabby ( Cherax Albidus/ C. Destructor)

Yabby ( Cherax Albidus/ C. Destructor) adalah salah satu jenis lobster air tawar spesies asal Australia

yang secara sukses dibudidayakan di Indonesia.

READY STOCK

(9)

CQ Blues

" CQ Blues" adalah jenis Redclaw yang memiliki warna yang unik berkisar dari biru keputihan sampai ke biru gelap dihiasi dengan strip berwarna merah muda keunguan pada ekornya.

Negara Asal: Australia

Cherax sp. ( Zebra Biak)

Zebra Biak adalah salah satu jenis lobster air tawar yang asli dari pulau Biak ( pulau kecil dekat Irian

Jaya) .

Negara Asal: Indonesia

Cherax sp. ( Hoa Creek)

( Cherax sp.) Hoa Creek adalah salah satu jenis lobster air tawar dengan warna yang antik, lobster

exotic ini berasal dari Papua.

(10)

Cherax sp. ( Orange)

Orange adalah salah satu jenis lobster air tawar yang berasal dari Papua.

Negara Asal: Indonesia

Cherax sp. ( Black Orange tip)

Jual Lobster Hias, Lobster air tawar asli Papua yang berwarna eksotis dengan dominasi warna hitam

dan orange pada ujung capitnya.

BLUE MOON

Sejenis lobster air tawar yang sangat eksotis dengan warna biru gelap dan warna putih pada capit

bagian luar.

Ukuran 3"

(11)

Lobster hias ( exotic crayfish)

Lobster air tawar yang menampilkan warna yang menarik.

Negara Asal: Indonesia

BAB II ISI

A. SELEKSI INDK

Pemeliharaan induk

Pemaliharaan induk dilakukan dalam bak fibre atau bak beton. Caranya, siapkan bak fibre glass atau bak beton berukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 30 – 35 cm; masukan pelindung berupa potongan pipa paralon berdiameter 4 inchi dengan panjang 15 - 20 cm; tebar induk sebanyak 10 – 15 ekor/m2 (jantan dan betina terpisah); beri pakan setiap hari berupa pelet udang dengan diameter 1 mm dan panjang 3 mm sebanyak 2 – 4 butir/ ekor; pemeliharaan induk dilakukan selama 2 – 3 minggu dan setiap tiga hari air diganti ½ bagiannya.

Seleksi induk

Seleksi induk dilakukan dengan melihat tanda-tanda tubuh. Induk jantan yang matang kelamin dicirikan dengan genital pore berbentuk seperti selang kecil (petashma) yang terletak pada tangkai kaki jalan kelima, carapace (kepala) lebih besar dari abdomen (badan), warna lebih cerah dari induk

(12)

Sedangkan induk betina dicirikan dengan genital pore (thelycum) seperti lubang antara kaki jalan kedua dan ketiga, carapace lebih kecil dari abdomen dan warna tubuh lebih kusam ari induk jantan atau sama dengan induk jantan yang belum matang. Pada umumnya ukuran tubuh dan capit jantan

lebih besar dari betina.

B. PEMIJAHAN

Pemijahan

Pemijahan dilakukan dalam bak fibre atau bak beton. Caranya, siapkan bak fibre glass atau bak beton berukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 30 – 35 cm; masukan pelindung berupa potongan pipa paralon berdiameter 4 inchi dengan panjang 15 - 20 cm; tebar induk sebanyak 10 – 15 ekor/m2 tebar 5 ekor induk betina; tebar 3 ekor induk jantan; beri 2 – 4 butit pelet udang setiap hari; (jantan dan betina terpisah); beri pakan setiap hari berupa pelet udang dengan diameter 1 mm dan panjang 3 mm sebanyak 2 – 4 butir/ ekor; pemeliharaan induk dilakukan selama 2 – 3 minggu dan setiap tiga hari air diganti ½ bagiannya.

Seleksi induk yang memijah

Seleksi induk yang sudah memijah dilakukan dengan melihat tanda-tanda tubuh. Caranya, keringkan bak hingga ketinggian 6 cm; tangkap induk-induk betina yang sudah berisi telur berwarna kuning tua atau coklat; masukan ke dalam waskom besar yang diberi aerasi; lakukan seleksi ulang agar mendapatkan induk yang betul-betul matang gonad; masukan ke dalam waskom lain. Catatan : jangan menangkan dengan sekup net, karena bisa menyebabkan induk kaget dan telurnya jatuh. Tangkap dengan kedua tangan, satu untuk memegang kepala satu lagi untuk memegang ekor.

Pengeraman telur dan penetasan

Pengeraman telur dilakukan di akuarium. Caranya : siapkan sebuah akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 30 cm; pasang dua buah titik aerasi dan hidupkan selama pengeraman; masukan 1 ekor induk yang sudah bertelur; beri 2 – 4 butir pelet udang setiap hari; ganti air ½ bagiannya setpa tiga hari sekali.

Perontokan telur

Perontokan telur dilakukan setelah masa pengeraman berlangsung selama 40 – 42 hari. Caranya, surutkan air hingga 20 cm, tangkap induk dengan sekup net dan angkat ke atas akuarium, tangkap induk dengan tangan, celupkan induk ke dalam air akuarium itu berkali-kali hingga larva dalam tubuh habis; kembalikan induk ke tempat pemeliharaan; isi air akuarium tadi hingga mencapai ketinggian

(13)

Pemeliharaan larva Pemeliharaan dilakukan dalam bak fibre atau bak beton. Caranya, siapkan bak fibre glass atau bak beton berukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 30 – 35 cm; masukan pelindung berupa potongan pipa paralon berdiameter 4 inchi dengan panjang 15 - 20 cm; tangkap larva dari akuarium perontokan, masukan ke dalam baskom; hitung jumlahnya; tebar 350 ekor larva/m2; beri 100 gram tepung pelet/1.000 ekoer larva; lakukan panen sebulan kemudian.

Pendederan I

Pendederan pertama dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 100 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 2 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 5.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 0,5 – 1 tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur 3 minggu.

Pendederan II

Pendederan kedua juga dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 100 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 2 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 3.000 ekor benih dari pendederan I (telah diseleksi); beri 1 - 2 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur sebulan.

Pendederan III

Pendederan ketiga dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 100 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 2 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 2.000 ekor hasil dari pendederan II (telah diseleksi); beri 3 – 5 kg pelet kecil (khusus udang); panen

benih dilakukan sebulan kemudian.

C. PEMBESARAN

Pembesaran

(14)

m2; perbaiki seluruh bagiannya; tebarkan 4 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 - 60 cm dan rendam selama 5 hari; masukan 6.000 ekor benih hasil seleksi dari pendederan III; beri pakan 3 persen setiap hari, 3 kg di awal pemeliharaan dan bertambah terus sesuai dengan berat ikan; alirkan air secara kontinyu; lakukan panen setelah 3 bulan. Sebuah kolam dapat menghasilkan

konsumsi beukuran 20 – 30 gram 80 – 100 kg.

D. KEBUTUHAN

Apa yang dibutuhkan untuk segmen pembeNihan dan pembesaran?

1. Pembenihan adalah menghasilkan bibit atau anakan lobster air tawar hingga ukuran 2 Inci. Yang diperlukan adalah Induk Berkualitas yang tidak mudah terserang penyakit dan bukan dari hasil perwakinan sedarah (inbreeding) pasalnya perkawainan sedarah akan menghasilkan lobster berkelamin ganda atau intersex. Karna ILC Farm sangat menjaga sekali mendapatkan indukan dengan melakukan selective breeding artinya kami melakukan selective sekali untuk pertumbuhan lobster yang pertumbuhannya paling cepat diantara yang lain dalam satu generasi, itu kami pisahkan antara kelamin jantan dan betina pada ukuran 2 inci agar pada saat menginjak dewasa lobter tersebut tidak kawin dalam usia dini. Apa yang dibutuhkan pada segmen pembenihan adalah induk lobter air tawar yang kami paket dalam ukuran SET. 1 set (5 betina+4jantan) dengan kepadatan tempat pembesaran 50cmX50cm dengan tinggi air mak 30 cm dengan atap tertutup atau bisa memberi atap sebuah paranet untuk tanaman angerek atau Terpal. Untuk kolam perkawainan diusahakan mak 1 set 1m2. karna nantinya kalau kapasitas sedikit sedangkan kolam terlalu besar itu akan mengurangi lobster memilih pasangannya. Karan frekwensi mereka jarang bertemu. Dan untuk medianya pembenihan tidak harus memiliki lahan yang terlalu luas perkawinan indukan cukup mengunakan aquarium atau kolam semen dan pembesaran akanan hingga ukuran 2 inci dapat dilakukan dikolam semen juga.

(15)

2. Pembesaran adalah menghasilkan lobter ukuran konsumsi, biasanya untuk lobster air tawar yang disajikan di restoran ukuran Per Kg isi 10-12 ekor. Apa yang dibutuhakan yaitu bibit lobster air tawar ukuran 2 inci untuk pembesaran. Dan ini harus memiliki lahan agak sedikit besar dan kami sarankan untuk pembesaran harus kolam tanah. Karena kolam tanah memiliki struktur tanah untuk lobster hidup seperti dihabitat aslinya, karana saya sudah meriset membandingkan pembesaran di aquarium, kolam semen, bak fiber, kolam terpal, kolam karper tetapi tetap kolam tanag menghasilkan pertumbuhan yang lebih cepat dari yang lainnya. maksimal 10 ekor per meter. Dan ini harus dipisahkan antara jenis kelamin betina dan jantan agar ketika pembesaran lobster tidak kawin. Dan diusahakan untuk kelamin jantan saja yang dibesarkan karena memang jantan lebih cepat

pembesaran disbanding betina.

Pembenihan dan pembesaran pada dasarnya menjadi satu kesatuan . awalnya hanya induk lobster air tawar yang dikawinkan dalam kolam semen setelah 2 minggu kolam dikuras semua maka akan ada lobster yang sudah gending telur dipindahkan kedalam kolam atau aquarium untuk masa pengeraman 1 bulan setelah itu lobster dipindahkan ke kolam semen untuk penetasan anakan lobster setelah itu biarkan anakan lobster besar hingga ukuran 2 inci selama 2 bulan setelah itu lobster disortir antara kelamin jantan dan betina siap untuk dibesarkan didalam kolam pembesaran yaitu kolam tanah, dengan masa pembesaran 6 bulan lobster dapat dipanen hingga ukuran 10 -12 ekor per Kg. Cukup sederhana kan, untuk induk lobster ukuran 4 Inci dapat menghasilkan 200 ekor telur dengan tingkat kematian 15%. Semakin besar ukuran lobster dan semakin sering lobster dikawinkan maka lobster

tersebut akan semakin banyak menghasilkan telur.

E. PAKAN DAN PENUNJANG

Untuk anakan yang baru menetas dapat diberikan makan cacing sutra, cacing beku, kutu air beku, pellet yang halus dll. Pada umumnya apapun makan dapat dimakan oleh lobster air tawar karna di habitat asalnya apapun yang ada diperairan akan dimakannya, karna lobster air tawar memang tidak susah seperti jenis perudangan lainnya atau pun perikanan lainnya.

Riset dari ILC Farm untuk makanan yang mengandung perotein segar jauh lebih cepat pertumbuhannya di banding sayur-sayuran atau pellet lobster. Cacing termasuk jenis protein segar yang dapat ditemui dan tidak repot untuk mencarinnya dan dari segi harga pun tidak terlalu mahal untuk anakan lobster yang berukuran 5 inci dengan jumlah telur kurang lebih 400 butir dapat dapat

(16)

menghabiskan sekitar 2 liter cacing sutra dengan harga Rp 10.000. per liter untuk makan perbulan. Dengan waktu 2 – 3 bulan dapat mengahasilkan bibit ukuran 2 inci Up.

Untuk bibit lobster air tawar berukuran 2 inci masuk pembesaran untuk pembesaran lobster konsumsi dengan pembesaran 5 – 6 bulan pada perinsipnya sama bisa kita berikan apa saja, tapi ILC farm tetap memilih protein segar sebagai menu utama dan pellet lobster auau sayuran sebagai menu selingan. protein segar pun sangat bervareasi mulai dari cacahan ikan sampai empla usus, jeroan dan keong mas. Tetapi keong mas ternya memiliki kandungan protein yang sangat lengkap dan gizi yang banyak dan mudah dicari atau dikembangbiakan. Pembesaran dapat menekan biaya untuk pakan sampai menjadi 0 %. Ini terbukti sangat ampuh. Budidaya apapun biaya paling besar yaitu penyediyaan pakan, kalau biaya pakan bisa ditekan sampai 0 % dana investasi bisa digunakan untuk penunjang lainnya. Tanpa mengurangi dari kelezatan lobster itu sendiri. Suatu proses lobster bisa tumbuh sehat dan bongsor adalah tersedianya air yang cukup, oksigen terlarut yang cukup agar bisa merubah zat-zat makan menjadi daging dan pakan yang berprotein segar. Maka lobster akan tumbuh cepat dan

dapat mempersingkat waktu pemanenan.

Pakan pelet YABIYU FLF ( Fresh water Lobster Feed ) paling banyak digunakan oleh peternak profesional untuk mendapat hasil produksi yang maksimal dengan pertumbuhan yang cepat dan

menekan ongkos produksi.

Keunggulan pakan YABIYU :

- Sangat cocok untuk lobster air tawar redclaw WALKAMIN ( sudah di ekspor )

- Protein diatas 40 %

- Formula sesuai kebutuhan LAT

- Tidak mudah hancur dalam air

- Tidak mencemari air

- Remahan sisa pakan minimal

- Tumbuh maksimal dengan cepat

- Bertelur lebih sering, cepat dan banyak

- Bebas bakteri

- Irit pemakaian dan hemat biaya

- Double seal

AQUAMATE O2 adalah bahan kompleks untuk meningkatkan oksigen terlarut air. Jika diaplikasikan, produk ini secara berlahan-lahan akan melepaskan oksigen dan akan bekerja cukup lama untuk

(17)

menyediakan oksigen yang dibutuhkan hewan air.

KEUNTUNGAN :

* Menyediakan oksigen dengan cepat

* Mempertahankan level oksigen yang diinginkan

* Menekan perkembangan mikroorganisme yang tidak diinginkan

SARAN PENGGUNAANNYA :

* Digunakan saat listrik padam dan aerator/blower/kincir angin tidak berfungsi * Digunakan pada saat – saat kandungan DO telihat kritis (subuh / pagi hari)

* Digunakan pada tingkat density tinggi

* Digunakan secara intensif pada kasus serangan penyakit

* Digunakan 30 – 60 hari sebelum panen untuk mempertahankan pertumbuhan

AQUAMINERAL TM AQUAMINERAL TM

Aquamineral TM dari Amerika Serikat

(MIKRO MINERAL DAN TRACE ELEMEN ALAMI)

Aquamineral TM adalah mikro mineral dan trace elemen alami yang bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan unsur hara tanah dan air yang dibutuhkan oleh plankton, udang, ikan dan hewan air lainnya. Keseimbangan unsur hara tersebut akan memaksimalkan potensi produksi budidaya perikanan. Juga berfungsi sebagai katalisator aktif metabolisme yang diperlukan oleh hewan air untuk

bertumbuh dan berkembang.

FUNGSI DAN KEGUNAAN :

• Sebagai tambahan mikro mineral dan trace elemen penting yang dimanfaatkan plankton dan hewan

air lainnya.

• Menyediakan dan melengkapi berbagai jenis mineral untuk proses moulting

udang dan pertumbuhan hewan air pada umumnya.

• Mengembalikan keseimbangan unsur hara tanah terutama lahan yang sudah diekploitasi selama bertahun-tahun.

DOSIS DAN PENGGUNAAN :

• Pemakaian di air kolam : 1 – 2 ppm / hari sebelum tebar sampai terbentuknya plankton * 1 ppm / minggu untuk mempertahankan populasi plankton dan juga berfungsi untuk menyediakan

unsur mineral yang diperlukan tubuh udang

(18)

• Persiapan Lahan : 20 gram / m2 untuk tambak intensive • 5 – 10 gram / m2 untuk semi intesive dan ektensive

CARA PENGGUNAAN :

• TAMBAK : Campurkan Aquamineral TM dengan air terlebih dahulu kemudian tebarkan secara merata

ke kolam

• PAKAN : Campurkan merata ke dalam pakan kemudian berikan perekat dengan minyak ikan • PERSIAPAN LAHAN : ditebar merata diatas permukaan dasar tambak

AQUABIOTIC

( Probiotik untuk Manajemen Air di Pembiakan )

AQUABIOTIC (Biological Aquaculture Treatment) adalah mikroba alami, yang dilengkapi stabilizers dan perangsang pertumbuhan, untuk detoksifikasi limbah yang beracun seperti amonia, nitrat, dan bahan organic yang lain, sehingga menyediakan lingkungan yang lebih sehat untuk pertumbuhan larva dan mempertahankan kualitas air. Dengan lingkungan probiotik ini, peningkatkan kesehatan larva dan ketahanan terhadap penyakit dapat dioptimalisasikan. Mikroba dalam AQUABIOTIC diproduksi pada kondisi pengendalian kualitas yang tinggi untuk mencegah kontaminasi oleh mikro organisme patogen. Mikroba AQUABIOTIC disediakan dalam bentuk granul dan dapat dibiakkan sampai

konsentrasi tinggi.

KEUNTUNGAN PENGGUNAAN AQUABIOTIC

• Menekan pertumbuhan Vibrio Sp. yang diketahui sebagai pemicu beberapa penyakit

• Mengatasi masalah Zoea 2 syndrome

• Mencerna racun metabolisme (NH3, NO2, dll)

• Mengurangi frekwesi pengantian air

• Mengurangi akumulasi kotoran dasar bak / tanki

DOSIS MINIMUM

DOSIS APLIKASI UNTUK KEPERLUAN LAINNYA

KONDISI STADIA PRODUCT DOSIS

Setelah Penggantian Air 2 – 3 gram/1000 ltr

Kandungan Amoniak tinggi 5 – 10 gram/1000 ltr

Bakteri Vibrio sp.tinggi 10 – 20 gram/1000 ltr

PROSEDUR APLIKASI AQUABIOTIC

• Estimasi volume air bak / tangki, sesuaikan jadwal pemberiannya

(19)

• Diaerasikan secara terus menerus selama 24 jam • Gunakan saringan ukuran 100 micron sebelum di tebar merata diseluruh permukaan bak

/ tangki

• Catatan : 1 ppm = 1 gram / 1000 liter air

F. HAMA DAN PENYAKIT

PENGENDALIAN PENYAKIT

Walaupun Lobster dikenal lebih tahan terhadap penyakit dibanding udang jenis lain, tidak berarti Lobster bisa terbebas dari penyakit, penyakit ini biasanya disebabkan oleh virus. Pada periode pembesaran virus yang menjadi penyebab penyakit pada Lobster adalah:

1. White Spot Disease (WSD).

Penyakit yang disebabkan virus ini dapat menyebabkan sisi kolam mati. Untuk mengantisipasi

serangan virus ini beberapa cara dapat dilakukan, yaitu:

1. menghindari masuknya Lobster yg terinfeksi

2. mengurangi kepadatan penebaran lobster di dalam kolam

3. menjaga tingkat kada ammonia dan keasaman air

4. menghindari air yang sudah digunakan untuk budidaya udang lain

5. membersihkan alat yang sudah terinfeksi

2. Ricketsia-like organism.

Lobster yang terinfeksi virus ini biasanya melemah dan kadang-kadang ditandai dengan adanya bintik hitam atau biru kehijaun pada eksokoletonnya. Lobster yang mati karena virus ini badan dan kepala terpisah.

3. Jamur (Crayfish Plague).

Lobster yang terinfeksi jamur ini umumnya jenis astacus astacus yang berasal dari eropa. Penularannya bisa melalui kutu asphanomices astaci atau bisa juga melalui peralatan yang digunakan Selain virus tersebut di atas gangguan terhadap Lobster disebabkan oleh hama, seperti: ular, tikus,

(20)

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah Teknologi Pembenihan lobster

ini adalah sebagai berikut:

1. Dari uraian di atas dapat dipahami, bahwa memelihara lobster itu relatif mudah dibandingkan dengan sesama udang-udangan yang lain. Teknik budidayanya cukup sederhana, sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja. Dengan sedikit modal dan ditunjang niat dan kemauan, semua orang dapat

(21)

melakukan. Lahan yang dibutuhkan tidak terlalu harus luas. Selain gampang dibudidayakan, kelebihan lobster air tawar adalah tidak mudah terserang penyakit. Jika potensi ini dapat dilakukan dengan baik, insya Allah akan menjadi penghasilan tambahan, serta devisa bagi negara.

(22)

Budidaya Lobster Air Tawar

MAKALAH

BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR D I S U S U N Oleh

Nama :Muhammad Aidil Huda J Nrp ;50144110771

Teknologi Pengolahan Sumberdaya Perairan Teknologi Akuakultur

Sekolah Tinggi Perikanan BAPPL SERANG Daftar Isi ………...…i Kata Pengantar………....…...ii Pendahuluan………...4 Bab 1: Perkenalan………...…..5 Bab 2 : Pembahasan………...7 2.1 Karakteristik Lobster Air Tawar………....7 2.2 Menentukan lokasi budidaya………..……….9 2.3 Kualitas Dan Sumber Air……….…………..10 2.4 Wadah Pemeliharaan ………..…………...12 2.5 Tahap Pembesaran Benih………..………….13 2.6 Pemanenan………..………….15 2.7 Pengemasan ………15 Bab 3: Kesimpulan dan Saran………...17 3.1 Kesimpulan……….………17 3.2 Saran……….………..17 Daftar Pustaka

(23)

Kata Pengantar

Sejak pertengahan 2005, permintaan lobster air tawar terus meningkat, terutama lobster untuk konsumsi.Namun, ada kendala yang dihadapi di pasaran, yaitu ketersediaan lobster yang sangat terbatas. Hal ini dikarenakan proses pembesaran lobster yang dilakukan oleh peternak selama ini membutuhkan waktu cukup lama, yaitu sekitar 6-8 bulan. Kini, ditemukan teknik pembesaran lobster sudahair tawar secara cepat, yaitu hanya sekitar 5 bulan lobster sudah bias dipanen sebagai lobsterkonsumsi.

Kalau teknikkonvensional menggunakan bak dan akuarium untuk pembesaran, maka salah satu teknik pembesaran lobster secara cepat melakukan di kolam empang, yaitu kolam dengan bagian dasar tanah ditambah teknik pemeliharaan secara khusus

Makalah ini berisi teknik pembesaran lobster air tawar secara cepat yang meliputi pemilihan lokasi, pemilihan benih, penebaran benih, perlakuan khusus kolam sebelum penebaran benih, hingga pemanenan.

Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih kepada pengarang yang hendak membagi ilmu nya kepada penu;is sehingga penulis dapat membuat suatu karangan berupa artikel tentang budidaya lobster air tawar.

Pendahuluan

Indonesia memiliki potensi besar sebagai wilayah pengembangan lobster air tawar karena memiliki dua musim.Sayangnya, hal ini tidak dibarengi dengan tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal dalam membudidayakan lobster air tawar.Kondisi ini menyebabkan lobster air tawar masih sulit diperoleh di pasaran dan harganya juga menjadi kurang terjangkau masyarakat luas. Lobster air tawar tergolong udang yang mudah dibudidayakan.

Selama ini lobster air tawar masih dibudidayakan dengan lahan dan modal besar.Padahal, usaha budi daya lobster air tawar juga bisa dikembangkan dalam skala usaha kecil, dengan hanya memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah tinggal.Peminat lobster air tawar semakin banyak.Maklum, bisnis udang bercapit besar ini memang menggiurkan.Harga benih dan produk siap santapnya sama-sama selangit.Tak heran, jika orang pun berbondong-bondong membudidayakannya.Ada dua kunci penting dalam budi daya lobster air tawar, yakni aspek pembenihan dan pembesaran.Jika kedua aspek tersebut dikuasai dengan benar, keuntungan besar pasti bakal bisa kita dapatkan.

(24)

Perkenalan

Pertama kali diperkenalkan, lobster air tawar mendapat sambutan yang luar biasa.Bentuk dan warna tubuhnya yang unik membuat udang jenis ini banyak diminati.Warna udang ini biru mengkilap, sangat atraktif.Dua capit yang besar memberikan nilai esetis pada lobster air tawar.Secara alami, capitan ini digunakan untuk pertahanan diri dari serangan lawan. Atas pertimbangan tersebut, lobster air tawar banyak dibudidayakan di akuarium sebaga iudanghias

Perkembangan lobster air tawar diindonesia semakin pesat.Banyak orang yang membudidayakannya di akuarium, kolam semen skala kecil, hingga kolam yang luas dengan menejemen pemeliharaan yang intensif. Jenis yang banyak dikembangkan adalah Cherax quadricarinatusatau lebih dikenal dengan namared clawatau crayfish yang habitat aslinya berasal dari Australia.

Meskipun pada awal kedatangan lobster ini diperkenalkan .sebagai bagian dari lingkup bisnis ikan hias karena mempunyai warna yang indah, tetapi dlamm perjakanannya mengalah kearah konsumsi, citarasa lobster air tawar tidak kalahdengan lobster air laut. Rasa gurih dagingnya sangat terasajika dimasak dengan benar. Di Negara asalnya pun Australia lobster air tawar memang diajukan untuk konsumsi.

Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum :Arthropoda Subfilum : Crustacea Kelas : Malacostraca Subordo : Pleocyemata Infraordo : Parastacoidea Subfamili : Parastacidae

Genus : Cherax, Procambarus dan Astacopsis Spesies -Cherax albartisii -Cherax albidus-yabyy -Cherax angustus -Cherax aruangus -Cherax barrette -Cherax biracinatus -Cherax boschmai -Cherax buitendijkoe

-Cherax cairnsensis-smooth crayfish -Cherax cartalacoolah

BAB 2 Pembahasan 2.1 Karakteristik Lobster Air Tawar

Lobster air tawar adalah udang yang hidup di perairan darat (tawar). Meskipun secara umum hamper sama dengan jenis udang air tawar lainnya, tetapi lobster air tawar memiliki karakteristik yang bersifat khusus, sebagai berikut.

1.Lobster air tawar beraktivitas pada malam hari. Sementara pada siang hari, lobster air tawar cenderung bersembunyi di balik bebatuan atau naungan lain.

(25)

2.Lobster air tawar merupakan pemakan oportunitis, terutama sisa-sisa tumbuhan dan mikroba yang ditemukan didasar kolam. Jika sudah dewasa, lobster air tawar akan memakan segala jenisnmakanan (omnivore), terutama tumbu-tumbuha dan binatang air, baik yang masih dalam keadaan segar maupun yang telah membusuk.

3.Selama hidupnya, lobster air tawar sering kali berganti kulit (moulting), terutama pada fase juvenile (burayak0.

4.Lobster air tawar mempunyai sifat kanibal. Hal ii terutama terjadi pada saat kepadatan tinggi, kondisi lapar, dan tidak ada/kurang tempat persembunyian.

5.Ada kecenderungan, lobster air tawar berjalan dengan merambat/memanjat, bukan dengan berenang.

6.Salah satu sifat unik dari lobster air tawar yaitu pengembara. Lobster air tawar akan berpindah tempat, terutama jika terjadi perubahan lingkungan yang ekstrim.

7.Setelah kawin dan bertelur, induk betina akan menyendiri dan menjaga telurnya. 8.Lobster air tawar tidak mengenal musim kawin.

9.Meskipun berkolonia, lobster air tawar termasuk hewan territorial dalam areal yang terbatas’

10.Lobster air tawar dapat hidup selama kurang lebih selama 80 jam tanpa air pada suhu udara 12*C dan lembab.

11.Lobster air tawar cenderung mencari kucuran, rembesan, atau aliran air. Karakteristik ini dapat dimanfaatkan untuk merekayasa cara pada panen oleh pembudidaya.

12.Pada lingkungan yang baik, lobster air tawar relative tahan terhadap serangan penyakit. 13.Jika tempat hidupnya berupa tanah, kebiasaanya yaitu membuat lubang ketika kondisi

air di kolam berkurang. Tujuannya untuk mencari air dan bertahan hidup.

14.Lobster air tawar cenderung menyukai perairan yang yang banyak mengandung oksigen DO/ Disolved Oksigen tinggi

15.Lobster air tawar cenderung memiliki sifat moulting, yaitu berganti kulit. Hal ini akan terjadi sepanjang hidupnya.

16.Tingkat ketahanan lobster air tawar terhadap stress cukup tinggi. 17. Lobster air tawar tidak tahan pada perubahan suhu air yang fluktuatif. 2.2 Menentukan lokasi budidaya

Salah satu penentu keberhasilan budidaya lobster air tawar adalah ketepatan dalam pemilihan lokasi usaha. Jika penentuan lokasi usaha tidak meleset, selama proses budidaya tidak akan ditemui kendala yang berarti, sehingga sasaran akhir dapat dicapai sesuai dengan rencana. Lokasi usaha budidaya lobster air tawar dikatakan tepat jika telah memenuhi pertimbangan beberapa aspek, yakni aspek social, aspek ekonomi, dan aspek teknis.

1. Ditinjau dari aspek social, usaha budidaya lobster air tawar harus bias menggunakansumberdaya yang terdapat disekita lokasi secara optimal. Sumber daya tersebut tersebut tidak hanya sumber alam, tetapi juga sumberdaya manusia, misalnya mengambil tenaga kerja dari daerah setempat. Selain itu, usaha budidaya lobster air tawar harus bertdampak positif terhadap masyarkat yang bermukiman disekitar lokasi usaha, sehingga faktor utama terjamin.

2. Ditinjau aspek ekonomi, hal terpenting yang perlu dipertimbangkan adalah kedekatan jarak lokasi usaha budidaya dengan pasar, tersedianya sarana jalan yang baik, tersedianya sarana transportasi dan komunikasi, serta dekat dengan tempat penjualan sarana dan prasarana budidaya.

3. Dari aspek teknis beberapa hal yang perlu dipertimbangka sebagai berikut

-memiliki pengetahuan yang cukup dalam hal teknis budiday. Jika perlu bias menggunakan konsultan yang telah berpegalaman menangani lobster air tawar.

-lokasi harus berdekatan dengan sumber air, sehingga pasokan air bersih ketempat pembudidaya terjamin, meskipun bias saja mengandalkan air PAM.

(26)

-lokasi tidak termasuk kawasan industry berpotensi menimbulkan pencemaran air. 2.3 Kualitas Dan Sumber Air

Sebelum budidaya dimula, sangat bijaksana jika sumber air menjadi pertimbanganyang cukup penting karenauntuk memilihara lobstermemerlukan air yang cukupbanyak.Selain jumlahnya mencukupi, airyang tersedia juga harus berkualitas bagus sehingga pertumbuhan lobster menjadi cepat. Penilaian terhadap kualitas air yang meliputi temperature, drajat keasaman (pH), kandungan garam (salinitas), kandunan amoniak, dan kekeruhan.

a. Kualitas Air

1. Temperatur Air

Temperatur air yang ideal dalam pemeliharaan lobster air tawar adalah 24-31*C. 2. Derajat Keasaman (pH)

Derajat Keasaman yang ideal untuk lobster air tawar ada pada kisaran 6-8, jika diluar kisaran itu, air perlu dimodifikasi dengan teknik tertentu.

3. Kadar Garam (Salinitas)

Untuk mengukur kadar garam dalam air bias digunakan salinitas meter. Kandungan garam maksimal yang masih bias di toleransi oleh lobster air tawar yaitu 20 ppm.

4. Kandungan Amonia

Amonia merupakan hasil dari pembuangan kotoran lobster yang jika dibiarkan dalam waktu lama akan terakumulasi dan menjadi racun bagi lobster. Karenanyam kadar ammonia dalam air perlu dipantau, yakni maksimum 1,2 ppm menggunakan test kit.

5. Kekeruhan Air

Kekeruhan air mutlak diperhatikan ketika pemeliharaan lobster dilakukan dalam kolam tanah yang cenderung banyak mengandung lumpur. Sebenarnya, lobster senang dengan kondisi air yang keruh karena bias melindunginya dari serangan predator. Namun air keruh dapat menyebabkan penyumbatan saluran pernafasan bagi lobster

b. Sumber Air

Air yang bias digunakan untuk memelihara lobster air tawar adalah air tanah, air PAM, air sungai, dan mata air.

(27)

Air tanah relative bersih dibandingkan dengan air sungai yang rawan tercemar peptisida atau limbah rumah tangga. Air tanah relative lebih aman dari pada air PAM, karena air PAM lebih banyak mengandung khlorin dan kaporit.

2. Air PAM

Air PAM dapat dimanfaatkan jika area budidaya berada ditengah-tengah kota dengan air tanah yang kualitasnya kurang bagus. Kelebihan air PAM dibandingkan dengan air adalah pH-nya stabil (di angka 7).

3. Air Sungai

Air sungai memiliki kandungan O2 yang bagus dan kondisi pH-nya reatif stabil. Lokasi budidaya diusahakan berdekatan dengan sungai.Jika demikian, pilihan aliran sungai yang sepanjang aliran sungai itunmemang banyak digunakan untuk pemeliharaan ikan.

4. Mata Air

Beberapa daerah tertentu yang memiliki mata air(artesis) bias dimanfaatkan untuk memelihara lobster air tawar. Mata air langsung bias memancar dengan sendirinya, karena tekanan airnya dari dalam tanah tinggiyang kemudian disalurkan melalui pipa atau saluran air menuju kekolam pembesaran.

2.4 Wadah Pemeliharaan 1.Akuarium

Akuarium dapat dipilih jika tidak memiliki lahan yang luas untuk memelihara lobster airt tawar.Berkat ukurannya yang tidak terlalu besar, akuarium dapat digunakan untuk pembenihan lobster.

2.Kolam Semen.

Keuntungan kolam semen adalah dapat digunakan untuk pemeliharaan, perkawinan, dan penetasan telur skaligus.Kolam semen dengan ukuran 4 x 5 meter dapat digunakan untuk menetaskan 10 ekor lobster yang siap bertelur, bahkan bias lebih.

Salah satu kelebihan bak fiber dapat dipindahkan jika belum memiliki rumah permanen alias masih mengontrak tetapi ingin berbisnis dengan membdidayakan lobster air tawar.

4.Kolam Karpet

Ada beberapa cara penggunaan karpet untuk kolam tanah

a. Karpet dipasang disisi samping sebelah dalam kolam tanah. Bagian paling bawah karpet dimasukkan kedalam tanah sedalam 5-10 cm agar lobster tidak kabur dan predator tidak masuk kebawah karpet

b. Karpet didirikan di sepanjang pematang dengan ketinggian sekitar 50 cm. Sama seperti cara pertama, bagian bawah karpet juga dibenamkan kedalam tanah dengan kedalaman 5-10 cm.

2.5 Tahap Pembesaran Benih 1. Pengadaan Benih

Kriteria umum dalam memilih benih lobster air tawar

a. Benih harus berukuran 2 inci dengan umur sekitar 60-70 hari sejak menetas

b. Ukuran benih seragam atau jika ada perbedaan ukuran antar benih, tidak lebih dari 55mm

(28)

c. Benih terlihat aktif bergerak atau tidak diam saja d. Benih harus sehat dan tidak cacat

e. Benih bebas dari serangan hama dan penyakit. 2.Perlakuan khusus pada kolam pembesaran.

Kolam tidak langsungdigunakan untuk pembesaran lobster.Namun kolam perlu diberlakukan khusus terlebih dahulu.Sebelum kolam diisi air terlebih dahulu disiapkan kotoran ayam yang murni (ayam petelur), pupuk urea, dan TSP.

3.Pengadaan Tempat Persembunyian

Setelah kolam diberikan kotoran ayam, pupuk urea, dan TSP serta didiamkan selama satu minggu, selanjutnya tebarkan tempat persembunyian berupa pipa paralon atau potongan bamboo secara merata keseluruh bagian kolam.

4.Penebaran benih

Setelah perlakuan khusus pada kolam dan pemberian tempat persembunyian maka kegiatan selanjutnya adalah penebaran benih.Sebagai gambaran bahwa pada pembesaran secara kontroversial, padat penenebaran benih lobster mencapai 50 ekor/m2.Namun untuk pembesaran secara cepat didalam kolam, padat penebaran benih lobster hanya 10 ekor/m2. Hal ini dimaksud agar lobster memilikinruang yang cukup untuk bergerak bebas dalam mencari makanan, tidak saling mengganggu,dan tidak saling memangsa.

5.Pengaliran air kolam

Adanya aliran air akan terjadi proses aerasi dalam kolam. Perlu juga dipahami bahwa kolam dengan dasar tanah akan terjadi proses aerasi secara alami.

6.Pemberian pakan

Agar pakan yang diberikan sesuai dengan kemampuan daya cerna lobster maka jumlahnya harus disesuaikandengan pertumbuhan lobster.Berdasarkan pengalaman, jumlah pakan yang diberikan 10 hari pertama sejak ditebar sebanyak 100 gram/hari/m2.Jumlah tersebut terus ditambah setiap sepuluh hari berikutnyasebanyak 50 gram.

7.Pencegahan hama dan penyakit

Hingga saat ini hama dan penyakit yang cukup mengganggu dalam proses pembesaran lobster air tawar masih jarang ditemukan. Namun demikian, peternak harus tetap waspada. Kodok adalah salah satu hama yang menggangu, terutama pada saat masih kecil. Untuk itu kolam harus dibersihkan secara berkala, caranyya kodok ditangkap dengan serokan laluy dibuang ketempat yang lain.

2.6 Pemanenan

1. Pemanenan untuk induk

Calon induk yang dipanen sebaiknya memiliki anggota tubuh yang lengkap jika dimaksudkan untuk dijual.Namun, jika untuk dipelihara sendiri untuk keperluan pembenihan maka tanpa capit besarpun asalkan berkualitas baik tetap dipanen.

2.Panen untuk konsumsi

Lobster siap dikonsumsi mulai bias dipanen pada umur 5 bulan. Lobster yang dipanen rata-rata sudah berukuran 5 inchi dengan berat rata-rata 80-90 gram per ekor atau terdapat 10-12 ekor dalam satu kilogram.

2.7 Pengemasan

1.Wadah pengemasn

Wadah untuk mengemas lobster seebenarnya banyak pilihan. Yang penting lobster dapat diangkut dengan aman menggunakan wadah pengemasn. Oleh karena lobster memiliki capit yang setiap saat bisa merobek maka wada h yang harus digunakan adalah terbuat dari sterofoam

(29)

2Proses pengemasan a.Siapkan kotak sterofoam

b Masukkan air bersih hingga ketinggian 1-2cm

c.Masukkan lobster dalam kotak sterofoam. Setiap kotak (75 cm x 42 cm ) menampung sekitar 10 kg lobster

d. Tutup kotak sterofoam dan lakban bagian pinggirnya e. Lobster siap dikirim

BAB 3

Kesimpulan Dan Saran 3.1 Kesimpulan

Lobster air tawar adalah jenis lobster yang komoditasnya perikanan yang mulai banyak diminati oleh masyarakat. Selain itu untuk konsumsi, lobster air tawar juga dapat dijadikan sebagai penghias akuarium.Namun masyarakat lebih mengenal lobster air taear sebagai udang konsumsi yang memiliki cita rasa yang lebih gurih dan lezat.

Lobster air tawar adalah jenis lobster yang mudah dibudidayakan yaitu dengan memperhatikan beberapa hal tertentu seperti wadah, kualitas air, cara pembesaran sampai proses pemanenan. Jika semua cara dilaksanakan secara teratur, maka budidaya lobster air tawar akan berhasil baik. Dengan membudidayakan lobster air tawar maka seseorang akan mendapatkan keuntungan yang cukup banyak, karena lobster air tawar merupakan jenis lobster yang banyak diminati oleh kalangan masyarakat.

3.2 Saran

Diharapkan kepada orang yang ingin membudidayakan lobster air tawar ini sebaiknya harus memperhatikan secara mendetail tata cara budidaya ikan lele sehingga tidak akan mengalami kerugian.

Daftar Pustaka

Kurniawan, Tony. Rudi, Hartono. (2006). Pembesanan lobster air tawar secara cepat. Penebar Swadaya. Jakarta

Setiawan, Cuncun. (2006). Teknik pembenihan dan car cepat pembesaran lobster air tawar.PT AgroMedia Pustaka

Lukito, Agung. Surip, Prayugo. (2007). Panduan lengkap lobster air tawar.Penebar Swadaya. Jakarta

(30)

A. Analisa Usaha Budidaya Lobster (Panulirus sp) Untuk Skala Menengah

Analisa usaha merupakan perhitungan keuangan untuk mengetahui sampai dimana keberhasilan suatu usaha. Pada analisa usaha pembesaran lobster laut (Panulirus sp) dimulai dengan

menghitung biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha dan keuntungan yang diperoleh dari usaha tersebut. Adapun biaya-biaya yang dihitung adalah :

1. Biaya Investasi dan Penyusutan

Investasi awal merupakan modal yang harus disediakan sebelum melakukan kegiatan produksi atau usaha yaitu pada tahun ke-0 (tahun pendirian perusahaan) dengan asumsi dan persyaratan sebagai berikut :

a) Dalam satu tahun dilakukan 2 kali siklus produksi, yaitu per siklus selama 6 bulan.

b) Penebaran benih di keramba dengan berat 0,5 ons, asumsi harga benih Rp.30.000,- /kg. dengan tingkat kelangsungan hidup (SR) sampai panen sebesar 75 %.

c) Pemanenan dilakukan ketika waktu pemeliharaan sudah mencapai 6 bulan (1 siklus) dan rata-rata bobot lobster 2 ons dengan jumlah total panen 800 ekor ( dalam 4 petak keramba ) dengan harga jual ( panen ) Rp. 380.000,- / Kg.

d) Kelayakan usaha diperhitungkan berdasarkan Analisa laba rugi, B/C Ratio, Break Even Point (BEP), dan Pay Back Period (PBP).

Unsur-unsur yang termasuk dalam biaya investasi yaitu : kontruksi, peralatan yang berhubungan dengan produksi dan harus disediakan sebelum proses produksi. Biaya investasi yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha budidaya lobster adalah Rp. 39.965.000,- dan penyusutannya adalah Rp. 2.049.400,- untuk lebih jelas rinciannya dapat dilihat daftar berikut ini :

(31)

- Balok Kayu (34 Batang) Total harga : 2.210.000 - Papan Kayu (24 lembar) Total harga : 1.200.000 - Pelampung (15 buah) Total harga : 3.000.000 - Baut (90 pasang) Total harga : 180.000 - Paku (5 kg) Total harga : 75.000 - Tali PE (10 kg) Total harga : 150.000 - Jangkar (4 buah) Total harga : 4.000.000 - Tali jangkar (20 kg) Total harga : 400.000 - Jaring (6 buah) Total harga : 3.600.000 - Biaya lain-lain - Total harga : 200.000

- Upah sarana/prasarana - Total harga : 500.000 - Perahu motor (1 unit) Total harga : 6.500.000 - Freezer (1 unit) Total harga : 6.000.000 - Mesin semprot (1 unit) Total harga : 6.000.000 - Kompresor (1 unit) Total harga : 4.500.000 - Bak fiber (1 unit) Total harga : 500.000 - Selter (pipa) (1 unit) Total harga : 60.000 - Peralatan kerja (1 unit) Total harga : 1.000.000 Total Harga : Rp.39.965.000

Sedangkan biaya pennyusutan dari barang-barang tersebut adalah : Rp. 4.098.800/tahun Keterangan :

a. Balok kayu ukuran 7 x 14 x 400 cm b. Papan kayu ukuran 3 x 25 x 400 cm c. Pelampung volume 200 lt

d. Baut diameter 10 mm, panjang 250-260 mm e. Paku 7 inchi

f. Tali PE untuk pelampung berukuran diameter 8 mm g. Jangkar dengan berat 75 kg

h. Tali jangkar berdiameter 250 mm

i. Jaring berukuran 3 x 3 x 3 m, mesh size 0,75 imchi, D 12 dengan diameter tali ris 6 mm j. Perahu motor temple 15 PK

k. Freezer berukuran volume 600 lt l. Bak fiber ukuran 1 ton

2. Biaya Operasional

Biaya operasional dibagi menjadi dua macam yaitu biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap (variabel cost). Biaya tetap yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha pembesaran lobster tiap tahunnya adalah sebesar Rp.26.418.800 dan biaya tidak tetapnya adalah Rp. 68.088.800,-. Untuk perinciannya dapat dilihat tabel dibawah ini :

a) Biaya tetap per tahun

(32)

4.098.800,-- Perawatan 5 % dari Investasi = Rp. 1.920.000,4.098.800,--

1.920.000,-- Gaji Karyawan @ Rp.900.000 x 12 bulan 2 orang = 21.600.000 - Listrik 12 bulan x Rp.40.000 =

480.000,-Jumlah = Rp.28.098.800 b) Biaya tidak tetap per tahun

- Benih 1400 ekor x Rp.30.000 x 2 siklus ( 1 tahun) = Rp. 8.400.000,-- Pakan ikan rucah 900 kg x @ Rp.5.000 x 2 siklus = Rp. 9.000.000,8.400.000,-- 9.000.000,-- Bahan bakar (solar) 6 liter/hari x @ 3500 = Rp. 7.560.000,9.000.000,--

7.560.000,-Jumlah =

Rp.24.960.000,-Sedangkan untuk mengetahui besarnya biaya produksi per ekor lobster adalah : = Biaya Tetap : Jumlah lobster yang dipanen

Rp.28.098.800 : 320 kg = Rp.

87.808,-Jadi, untuk menghasilkan lobster (dengan berat ikan rata-rata 200 gram, total panen 320 kg, diperlukan biaya tetap per kg adalah sebesar Rp. 87.808,-.

Dari penjumlahan biaya tetap dan tidak tetap diatas, maka biaya operasional nya dapat dilihat pada perhitungan dibawah ini :

Biaya operasional = Biaya tetap + Biaya tidak tetap = Rp.28.098.800 +

Rp.24.960.000,-= Rp.

53.058.800,-Hasil produksi menghasilkan lobster (kepadatan rata-rata 200 ekor/lubang), jumlah total lubang sebanyak 4 lubang (jaring apung) sedangkan jumlah total panen per tahun sebanyak 1600 ekor (320 kg).

Perhitungan penjualan adalah :

Pendapatan = 1600 ekor (320 kg) x Rp. 380.000,- x 1 tahun = Rp. 121.600.000,-

Jadi pendapatan yang diperoleh dalam 1 tahun sebesar Rp. 121.600.000,- sebelum dipotong pajak pendapatan sebesar 10 % dari pendapatan penjualan.

Pendapatan = Pendapatan – ( 10 % x pendapatan) = Rp. 121.600.000,- (Rp. 12.160.000)

= Rp. 109.440.000,-

Jadi pendapatan yang diperoleh selama 1 tahun sebesar Rp. 109.440.000,-3.Analisa Laba Rugi

(33)

Analisa laba rugi = Pendapatan - Biaya total operasional = Rp. 109.440.000,- - Rp.

53.058.800,-= Rp.

56.381.200,-Budidaya pembesaran lobster mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp. 56.381.200,-/ tahun. 4.Benefit Cost Ratio (B/C Ratio)

Analisi B/C ratio dapat digunakan untuk menilai layak tidaknya suatu usaha untuk dijalankan. Bila nilai B/C yang diperoleh sama dengan 1 (satu), berarti titik impas (cash in flows sama dengan cash out flows), sehingga perlu pembenahan. Jika nilai B/C ratio lebih besar dari 1 (satu) berarti gagasan usaha/proyek tersebut layak untuk dikerjakan dan jika lebih kecil dari 1 (satu) berarti tidak layak untuk dikerjakan.

Rumus B/C ratio adalah sebagai berikut : B/C ratio = Total Pendapatan : Total Biaya Operasional B/C ratio = Rp. 109.440.000,- : Rp.

53.058.800,-= 2,06 (Feasible)

Dari perhitungan B/C ratio dapat diketahui bahwa nilai B/C ratio pada usaha produksi pembesaran lobster tersebut menguntungkan atau feasible (go) untuk dijalankan yaitu pada angka 2,06. Bila B/C ratio < 1 usaha tidak layak untuk dijalankan, B/C ratio > 1 usaha tersebut menguntungkan sehingga usaha dapat dilanjutkan.

5. Break Even Point (BEP)

Perhitungan BEP digunakan untuk menentukan batas minimum volume penjualan dimana pada titik tersebut proyek tidak untung dan tidak rugi (total revenue = total cost). Selama proyek/perusahaan masih berada di bawah titik BEP, selama itu juga perusahaan tersebut masih mengalami kerugian. Untuk menghitung BEP dapat digunakan rumus dibawah ini :

Break Even Point (produksi) : BEP (Produksi) = Total Biaya Operasional : Harga Penjualan BEP (Produksi) = Rp. 53.058.800,- : Rp.

380.000,-= 139 Kg /tahun

Break Even Point (harga) : BEP (Harga) = Total Biaya Operasional : Total Produksi BEP (Harga) = Rp. 53.058.800,- : 320 kg

= Rp.165.808,- / Kg

Jadi usaha pembesaran lobster ini akan mengalami titik impas (BEP) pada saat menghasilkan lobster sebanyak 139 kg dengan harga per kg Rp.165.808,-.

(34)

6. Analisa Pay Back Period (PBP)

Analisa Pay Back Period adalah waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengembalikan investasi. Suatu indikator yang dinyatakan dalam ukuran waktu yaitu berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal investasi yang dikeluarkan. Semakin cepat dalam

pengembalian biaya investasi sebuah proyek, semakin baik proyek tersebut karena semakin lancar dalam perputaran modal. Analisa tersebut dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

PBP = Investasi : (Keuntungan + Penyusutan) x 1 tahun

PBP = Rp. 39.965.000,- : (Rp. 56.381.200,- + Rp. 2.049.400,-) x 1 tahun PBP = 0,68 tahun (8 Bulan, 4 hari)

Artinya modal investasi usaha yang digunakan akan kembali dalam jangka waktu 8 bulan 4 hari. 7. Kesimpulan

Dari hasil analisis finansial diperoleh nilai keuntungan bersih Rp. 56.381.200,- B/C ratio 2,06 (lebih besar dari 1), titik impas (BEP) produksi sebesar 139 Kg, titik impas (BEP) harga Rp.165.808,-Payback Period (PBP) 0,68 tahun (8 Bulan, 4 hari). Dari data analisis finansial di atas dapat disimpulkan bahwa usaha pembesaran lobster dapat dikatakan layak (feasible) untuk dilaksanakan Thanks ...

Created By : Arief Rahman Hakim, S.St.Pi

Extension Fisheries at Balai Budidaya Laut Lombok, Sekotong - NTB

'' Mari kita wujudkan Visi dan Misi KKP Menjadi Produsen Perikanan Terbesar se-Dunia pada tahun 2014 "

masih ada waktu 3 tahun Lagi ... mengejar "343 %"

http://riflovers.blogspot.com/2011/04/analisa-usaha-budidaya-lobster.html ***

analisis usaha lobster air tawar

By mustikalobsterfarm

Maraknya budidaya lobster air tawar sejak tahun 2003 telah mendapat sorotan oleh media-media baik cepat maupun elektronik untuk mengupas tentan peluang usaha yang unik ini.

(35)

setelah diperhatikan dari tahun ke tahun permintaan Lobster ar tawar semakin meningkat dan harga jual yang cukup menjanjikan dari mulai 100rb-150rb/kg. banyak sekali pasar (Market) yang dapat kita raih dari bisnis ini seperti restauran, hotel dan juga expor yang sekarang ini masih belum bisa tergarap oleh pembudidaya-pembudidaya lokal di seluruh indonesia bahkan untuk memenuhi kebutuhan lokal pun terkadang masih kekurangan.

dengan kata lain peluang usaha ini masih sangat terbuka lebar bagi semua yang ingin menjalankannya.

Modal awalnya adalah Anda harus memiliki beberapa sepasang indukan dan juga media yang tidak perlu terlalu besar seperti akuarium kolam semen ataupu kolam fiber. Dan indukan yang sehat dan produktif. Meski terkesan mudah dalam proses beternak LAT, namun saya sarankan untuk mengikuti pelatihan LAT. Selain bisa langsung paham dengan praktek dan juga mendapatkan konsultasi tentang bagaimana cara memasarkannya dan juga akan dibantu untuk menjual hasilnya.

nahh untuk lebih jelasnya lagi mari kita lihat analisis usaha LAT menurut versi Mustika Lobster farm :

ANALISIS USAHA

(36)

C. PENDAPATAN : Jumlah Benih yang ditebar x SR : 15 ekor x harga

– panen I = 10.000 ekor x 90% : 15 ekor x Rp. 90.000 = 45.000.000

– panen II = 10.000 ekor x 90% : 15 ekor x Rp. 90.000 = 45.000.000

– TOTAL PENDAPATAN 1 TAHUN = 90.000.000

D. KEUNTUNGAN 1 TAHUN : ( Hasil penjualan (c) – Total Biaya (A+B))

= 90.000.000 – 50.000.000 = 40.000.000

E.BEP ( BREAK EVENT POINT ) = Total biaya : Harga jual = 50.000.000 : 90.000

= 555,55Kg

artinya, titik impas usaha diperoleh ketika produksi Lobster konsumsi (size 1kg = 15ekor) yang

(37)

F. REVENUE COST RATIO (R/T)

R/C = Rp 40.000.000,- : Rp

50.000.000,-= 0,80

Artinya, setiap 1 rupiah yang dikeluarkan pembesaran Lobster mendapat penerimaan Rp

0,80,-ANALISIS USAHA

PEMBIBITAN LOBSTER AIR TAWAR

C. TOTAL BIAYA ( A+B+C ) = Rp. 2.250.000,- + Rp 700.000,- +(960.000+640.000+400.000)

= Rp.

4.950.000,-D.PENDAPATAN USAHA PER TAHUN (3 kali panen/tahun)

Lobster bertelur 1tahun 3 kali ; rata-rata menghasilkan 200 ekor/indukan.

10 indukan x 200 ekor = 2000 ekor/panen

(38)

E. PENDAPATAN PANEN PERTAMA

Pedapatan – Total Biaya = Rp. 2.400.000,- – Rp. 4.950.000,- = – Rp.

2.250.000,-F.PENDAPATAN PANEN KEDUA DAN SETERUSNYA

Untuk panen selanjutnya tinggal mengurankan poin A dan Poin B

Pendapatan – Total Biaya = Rp. 2.400.000,- – Rp. 960.000,- = Rp.

1.440.000,-note : Rp 960.000 dari pakan pelet(pilihan)

N

o

Uraian

Harga

1

Aquarium ukuran 100 x 50 x 40 cm 3

bh

100.000,-Rp

300.000,-2

Aquarium ukuran 50 x 50 x 40 cm 6 bh

50.000,-

Rp

300.000,-3

besi 3 m: 2 susun 1 bh

Rp

400.000,-4

Bak semen ukuran 100 x 100 x 40 cm

5

bh200.000,-Rp

1.000.000,-5

Peralatan: aerator, dll. 1 st

Rp

250.000,-TOTAL INVESTASI ( A )

Rp

2.250.000

Analisis Usaha Lobster Air Tawar (LAT)

Maraknya budidaya lobster air tawar sejak tahun 2003 telah mendapat sorotan oleh

media-media baik cepat maupun elektronik untuk mengupas tentan peluang usaha yang unik ini.

setelah diperhatikan dari tahun ke tahun permintaan Lobster ar tawar semakin meningkat

dan harga jual yang cukup menjanjikan dari mulai 100rb-150rb/kg. banyak sekali pasar

(

Market

) yang dapat kita raih dari bisnis ini seperti restauran, hotel dan juga expor yang

(39)

sekarang ini masih belum bisa tergarap oleh pembudidaya-pembudidaya lokal di seluruh

indonesia bahkan untuk memenuhi kebutuhan lokal pun terkadang masih kekurangan.

dengan kata lain peluang usaha ini masih sangat terbuka lebar bagi semua yang ingin

menjalankannya.

Modal awalnya adalah Anda harus memiliki beberapa sepasang indukan dan juga media

yang tidak perlu terlalu besar seperti akuarium kolam semen ataupu kolam fiber. Dan

indukan yang sehat dan produktif. Meski terkesan mudah dalam proses beternak LAT,

namun saya sarankan untuk mengikuti pelatihan LAT. Selain bisa langsung paham dengan

praktek dan juga mendapatkan konsultasi tentang bagaimana cara memasarkannya dan

juga akan dibantu untuk menjual hasilnya.

nahh untuk lebih jelasnya lagi mari kita lihat analisis usaha LAT menurut versi Rama

Lobster Karawang (LAT) :

ANALISIS USAHA

PEMBESARAN LOBSTER AIR TAWAR

C. PENDAPATAN : Jumlah Benih yang ditebar x SR : 15 ekor x harga

- panen I = 10.000 ekor x 90% : 15 ekor x Rp. 90.000 = 45.000.000

- panen II = 10.000 ekor x 90% : 15 ekor x Rp. 90.000 = 45.000.000

- TOTAL PENDAPATAN 1 TAHUN = 90.000.000

D. KEUNTUNGAN 1 TAHUN : ( Hasil penjualan (c) – Total Biaya (A+B))

= 90.000.000 - 50.000.000 = 40.000.000

(40)

E.BEP ( BREAK EVENT POINT ) = Total biaya : Harga jual = 50.000.000 : 90.000

= 555,55Kg

artinya, titik impas usaha diperoleh ketika produksi Lobster konsumsi (size 1kg = 15ekor)

yang

dihasilkan dalam 1 tahun minimum 555,555 Kg

F. REVENUE COST RATIO (R/T)

R/C = Rp 40.000.000,- : Rp

50.000.000,-= 0,80

Artinya, setiap 1 rupiah yang dikeluarkan pembesaran Lobster mendapat penerimaan Rp

0,80,-ANALISIS USAHA

PEMBIBITAN LOBSTER AIR TAWAR

C. TOTAL BIAYA ( A+B+C )

= Rp. 2.250.000,- + Rp

700.000,-+(960.000+640.000+400.000)

= Rp.

4.950.000,-D.PENDAPATAN USAHA PER TAHUN (3 kali panen/tahun)

Lobster bertelur 1tahun 3 kali ; rata-rata menghasilkan 200 ekor/indukan.

10 indukan x 200 ekor = 2000 ekor/panen

Gambar

Tabel investasi
Tabel Estimasi Pendapatan

Referensi

Dokumen terkait