NOMOR P.93/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 NOMOR P.93/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018
TENTANG TENTANG
PEMANTAUAN KUALITAS AIR LIMBAH SECARA TERUS MENERUS DAN PEMANTAUAN KUALITAS AIR LIMBAH SECARA TERUS MENERUS DAN
DALAM JARINGAN BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN DALAM JARINGAN BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang
Menimbang : : a. a. bahwa bahwa untuk untuk melaksanakan melaksanakan ketentuan ketentuan Pasal Pasal 68 68 Undang- Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap orang yang Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban memberikan informasi yang terkait dengan perlindungan memberikan informasi yang terkait dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara benar, akurat, dan pengelolaan lingkungan hidup secara benar, akurat, terbuka dan tepat waktu serta mentaati ketentuan terbuka dan tepat waktu serta mentaati ketentuan mengenai baku mutu lingkungan hidup dan/atau baku mengenai baku mutu lingkungan hidup dan/atau baku kerusakan lingkungan hidup;
kerusakan lingkungan hidup; b.
b. bahwa bahwa untuk untuk memperoleh memperoleh informasi informasi yang yang terkait terkait dengandengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara benar, akurat, terbuka dan tepat waktu serta ketaatan benar, akurat, terbuka dan tepat waktu serta ketaatan mengenai baku mutu lingkungan hidup dan/atau baku mengenai baku mutu lingkungan hidup dan/atau baku kerusakan lingkungan hidup, perlu dilakukan kerusakan lingkungan hidup, perlu dilakukan pemantauan kualitas air limbah secara terus menerus pemantauan kualitas air limbah secara terus menerus dan dalam jaringan bagi usaha dan/atau kegiatan;
c.
c. bahwa bahwa berdasarkan berdasarkan pertimbangan pertimbangan sebagaimanasebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Pemantauan Kualitas Air Limbah secara Terus tentang Pemantauan Kualitas Air Limbah secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan bagi Usaha dan/atau Menerus dan Dalam Jaringan bagi Usaha dan/atau Kegiatan;
Kegiatan;
Mengingat
Mengingat : : 1. 1. Undang-Undang Undang-Undang Nomor Nomor 32 32 Tahun Tahun 2009 2009 tentangtentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);
Indonesia Nomor 5059); 2.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentangPeraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Air (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 153, Tambahan Lembar Negara Republik Nomor 153, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 4161);
Indonesia Nomor 4161); 3.
3. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2015 tentangPeraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2015 tentang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 17);
Nomor 17); 4.
4. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan KehutananPeraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 18 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Nomor 18 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Berita Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 713);
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 713);
MEMUTUSKAN: MEMUTUSKAN: Menetapkan
Menetapkan : : PERATURAN PERATURAN MENTERI MENTERI LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP HIDUP DANDAN KEHUTANAN TENTANG PEMANTAUAN KUALITAS AIR KEHUTANAN TENTANG PEMANTAUAN KUALITAS AIR LIMBAH SECARA TERUS MENERUS DAN DALAM JARINGAN LIMBAH SECARA TERUS MENERUS DAN DALAM JARINGAN BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN.
BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN.
Pasal 1 Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1.
1. Air Limbah adalah sisa dari suatu usaha dan/atauAir Limbah adalah sisa dari suatu usaha dan/atau kegiatan yang berwujud cair.
2.
2. Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah secara TerusSistem Pemantauan Kualitas Air Limbah secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan selanjutnya disebut Menerus dan Dalam Jaringan selanjutnya disebut Sparing adalah sistem yang dipergunakan untuk Sparing adalah sistem yang dipergunakan untuk memantau, mencatat dan melaporkan kegiatan memantau, mencatat dan melaporkan kegiatan pengukuran kadar suatu parameter dan/atau debit air pengukuran kadar suatu parameter dan/atau debit air limbah secara otomatik, terus menerus dan dalam limbah secara otomatik, terus menerus dan dalam jaringan.
jaringan.
3.
3. Alat Pemantauan Air Limbah Terus Menerus dan DalamAlat Pemantauan Air Limbah Terus Menerus dan Dalam Jaringan
Jaringan selanjutnya selanjutnya disebut disebut Alat Alat Sparing Sparing adalah adalah alatalat yang
yang dipergunakan dipergunakan untuk untuk mengukur mengukur kadar kadar suatusuatu parameter kualitas air limbah dan debit air limbah parameter kualitas air limbah dan debit air limbah melalui pengukuran dan pelaporan debit air limbah melalui pengukuran dan pelaporan debit air limbah secara otomati
secara otomatik, k, terus menerus terus menerus dan dalam dan dalam jaringan.jaringan.
4.
4. Baku Mutu Air Limbah adalah ukuran batas atau kadarBaku Mutu Air Limbah adalah ukuran batas atau kadar unsur pencemar dan/atau jumlah unsur pencemar yang unsur pencemar dan/atau jumlah unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam air limbah yang akan ditenggang keberadaannya dalam air limbah yang akan dibuang atau dilepas ke dalam media air dari suatu dibuang atau dilepas ke dalam media air dari suatu usaha dan/atau kegiatan.
usaha dan/atau kegiatan.
5.
5. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusanMenteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perlindungan dan pengelolaan pemerintahan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
lingkungan hidup.
Pasal 2 Pasal 2
(1)
(1) Penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan dalamPenanggung jawab usaha dan/atau kegiatan dalam melakukan pemantauan kualitas air limbah dan melakukan pemantauan kualitas air limbah dan pelaporan pelaksanaan pemantauan kualitas air limbah pelaporan pelaksanaan pemantauan kualitas air limbah wajib
wajib memasang memasang dan dan mengoperasikan mengoperasikan Sparing.Sparing.
(2)
(2) Usaha dan/atau kegiatan yang diwajibkan memasangUsaha dan/atau kegiatan yang diwajibkan memasang dan mengoperasikan Sparing sebagaimana dimaksud dan mengoperasikan Sparing sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
pada ayat (1) meliputi: a.
a. industri rayon;industri rayon; b.
b. industri pulp dan kertas;industri pulp dan kertas; c.
c. industri kertas;industri kertas; d.
d. industri petrokimia hulu;industri petrokimia hulu; e.
e. industri oleokimia dasar;industri oleokimia dasar; f.
f. industri kelapa sawit;industri kelapa sawit; g.
h.
h. eksplorasi dan produksi minyak dan gas;eksplorasi dan produksi minyak dan gas; i.
i. pertambangan emas dan tembaga;pertambangan emas dan tembaga; j.
j. pertambangan batubara;pertambangan batubara; k.
k. industri tekstil dengan debit lebih besar atau samaindustri tekstil dengan debit lebih besar atau sama dengan dari 1.000 (seribu) m
dengan dari 1.000 (seribu) m33/hari;/hari; l.
l. pertambangan nikel;pertambangan nikel; m.
m. industri pupuk; danindustri pupuk; dan n.
n. kawasan industri.kawasan industri.
Pasal 3 Pasal 3
(1)
(1) Sparing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1)Sparing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) meliputi:
meliputi: a.
a. Alat Sparing;Alat Sparing; b.
b. datadata logger logger yang mencatat, menyimpan dan yang mencatat, menyimpan dan mengirim ke pusat data; dan
mengirim ke pusat data; dan c.
c. pusat data yang menerima dan mengolah data hasilpusat data yang menerima dan mengolah data hasil pemantauan kualitas air limbah.
pemantauan kualitas air limbah.
(2)
(2) Mekanisme kerja Sparing sebagaimana dimaksud padaMekanisme kerja Sparing sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan ayat (1) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisah dari Peraturan Menteri ini.
bagian tidak terpisah dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 4 Pasal 4 Tahapan
Tahapan Sparing Sparing sebagaimana sebagaimana dimaksud dimaksud dalam dalam Pasal Pasal 2 2 ayatayat (1) meliputi:
(1) meliputi: a.
a. pemasangan Alat Sparing;pemasangan Alat Sparing; b.
b. pengoperasian Sparing;pengoperasian Sparing; c.
c. perhitungan beban pencemaran air; danperhitungan beban pencemaran air; dan d.
d. pelaporan data pemantauan kualitas air limbah.pelaporan data pemantauan kualitas air limbah.
Pasal 5 Pasal 5
(1)
(1) Pemasangan Alat Sparing sebagaimana dimaksud dalamPemasangan Alat Sparing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4
Pasal 4 huruf huruf a harus a harus memenuhi ketentuan:memenuhi ketentuan:
a.
a. dipasang pada lokasi yang ditetapkan sebagai titikdipasang pada lokasi yang ditetapkan sebagai titik penaatan;
penaatan;
b.
b. digunakan untuk memantau parameter kualitas airdigunakan untuk memantau parameter kualitas air limbah tercantum dalam Lampiran II yang limbah tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Menteri ini; dan Menteri ini; dan
c.
c. menggunakan spesifikasi teknis Alat Sparing palingmenggunakan spesifikasi teknis Alat Sparing paling sedikit tercantum dalam Lampiran III yang sedikit tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Menteri ini.
(2)
(2) Dalam hal titik penaatan lebih dari 1 (satu), Alat SparingDalam hal titik penaatan lebih dari 1 (satu), Alat Sparing sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dipasang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dipasang pada titik penaatan yang memiliki beban terbesar pada titik penaatan yang memiliki beban terbesar dan/atau menentukan salah satu titik dalam hal beban dan/atau menentukan salah satu titik dalam hal beban sama besar.
sama besar.
Pasal 6 Pasal 6
(1)
(1) Titik Titik penaatan penaatan yang yang dipasang dipasang Alat Alat Sparing Sparing wajibwajib dilengkapi dengan:
dilengkapi dengan:
a.
a. nama titik penaatan; dannama titik penaatan; dan
b.
b. titik koordinat.titik koordinat.
(2)
(2) Nama dan titik koordinat sebagaimana dimaksud padaNama dan titik koordinat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan sebagai pengkodean dalam Sparing. ayat (1) digunakan sebagai pengkodean dalam Sparing.
Pasal 7 Pasal 7
Data hasil pengoperasian Sparing sebagaimana dimaksud Data hasil pengoperasian Sparing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b dianggap sahih apabila Sparing:
dalam Pasal 4 huruf b dianggap sahih apabila Sparing:
a.
a. telah lulus uji konektivitas dengan pusat data yangtelah lulus uji konektivitas dengan pusat data yang berada di Kementerian Lingkungan Hidup dan berada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
Kehutanan;
b.
b. dibangun sesuai dengan spesifikasi dan kelengkapandibangun sesuai dengan spesifikasi dan kelengkapan yang disyaratkan dalam petunjuk operasional;
yang disyaratkan dalam petunjuk operasional;
c.
c. dioperasikan sesuai dengan instruksi kerja sebagaimanadioperasikan sesuai dengan instruksi kerja sebagaimana tertulis dalam petunjuk operasional alat;
tertulis dalam petunjuk operasional alat;
d.
d. dioperasikan sesuai dengan jaminan mutu yang tertulisdioperasikan sesuai dengan jaminan mutu yang tertulis dalam petunjuk operasional alat;
dalam petunjuk operasional alat;
e.
e. berfungsi dengan baik;berfungsi dengan baik;
f.
f. dilakukan pemantauan setiap 1 (satu) jam; dandilakukan pemantauan setiap 1 (satu) jam; dan
g.
g. dihitung berdasarkan data rata-rata harian paling sedikitdihitung berdasarkan data rata-rata harian paling sedikit 85% (delapan puluh lima persen) atau 20 (dua puluh) 85% (delapan puluh lima persen) atau 20 (dua puluh) data hasil pembacaan yang sah.
Pasal 8 Pasal 8 (1)
(1) Data hasil pengoperasian sebagaimana dimaksud dalamData hasil pengoperasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 wajib memenuhi baku mutu air limbah sesuai Pasal 7 wajib memenuhi baku mutu air limbah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2)
(2) Dalam Dalam hal hal terjadi terjadi kondisi kondisi tidak tidak normal, normal, hasilhasil pemantauan kualitas air limbah dapat melebihi baku pemantauan kualitas air limbah dapat melebihi baku mutu air limbah paling banyak 5% (lima persen) dari data mutu air limbah paling banyak 5% (lima persen) dari data rata-rata harian pemantauan selama 1 (satu) bulan rata-rata harian pemantauan selama 1 (satu) bulan berturut-turut.
berturut-turut. (3)
(3) Kondisi tidak normal sebagaimana dimaksud pada ayatKondisi tidak normal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi:
(2) meliputi:
a.
a. penghentian sementara dan penyalaan kembalipenghentian sementara dan penyalaan kembali operasi produksi;
operasi produksi;
b.
b. kalibrasi peralatan; dan/ataukalibrasi peralatan; dan/atau
c.
c. kondisi lain yang menyebabkan sparing tidak dapatkondisi lain yang menyebabkan sparing tidak dapat digunakan secara optimal.
digunakan secara optimal. (4)
(4) Dalam hal terdapat kadar suatu parameter di atas kadarDalam hal terdapat kadar suatu parameter di atas kadar yang
yang telah telah ditetapkan, ditetapkan, penanggung penanggung jawab jawab usahausaha dan/atau kegiatan wajib melakukan perbaikan terhadap dan/atau kegiatan wajib melakukan perbaikan terhadap sistem pengolahan air limbah.
sistem pengolahan air limbah. (5)
(5) Penanggung Penanggung jawab jawab usaha usaha dan/atau dan/atau kegiatankegiatan mendokumentasikan dan melaporkan kondisi tidak mendokumentasikan dan melaporkan kondisi tidak normal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dalam normal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dalam jangka
jangka waktu waktu 3 3 x x 24 24 (tiga (tiga kali kali dua dua puluh puluh empat) empat) jamjam setelah terjadinya kondisi tidak normal kepada setelah terjadinya kondisi tidak normal kepada bupati/wali kota setempat.
bupati/wali kota setempat.
Pasal 9 Pasal 9 (1)
(1) Penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan wajibPenanggung jawab usaha dan/atau kegiatan wajib melakukan perawatan dan uji kelaikan Alat Sparing melakukan perawatan dan uji kelaikan Alat Sparing secara periodik.
secara periodik. (2)
(2) Kalibrasi dari Alat Sparing dilakukan setiap bulan sekaliKalibrasi dari Alat Sparing dilakukan setiap bulan sekali atau disesuaikan dengan persyaratan yang terdapat atau disesuaikan dengan persyaratan yang terdapat dalam petunjuk operasional alat, serta dinyatakan telah dalam petunjuk operasional alat, serta dinyatakan telah memenuhi persyaratan.
(3)
(3) Penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan melakukanPenanggung jawab usaha dan/atau kegiatan melakukan pencatatan dan pendokumentasian kegiatan pencatatan dan pendokumentasian kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
Pasal 10 Pasal 10 (1)
(1) Selain kewajiban pengoperasian Sparing sebagaimanaSelain kewajiban pengoperasian Sparing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), penanggung jawab dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan wajib melakukan pemantauan usaha dan/atau kegiatan wajib melakukan pemantauan kualitas air limbah secara manual terhadap:
kualitas air limbah secara manual terhadap:
a.
a. parameter parameter yang yang tidak tidak dilakukan dilakukan pemantauanpemantauan kualitas air limbah terus menerus;
kualitas air limbah terus menerus;
b.
b. titik penaatan yang tidak dipasang alat sparing; dantitik penaatan yang tidak dipasang alat sparing; dan
c.
c. parameter yang diwajibkan dalam pemantauanparameter yang diwajibkan dalam pemantauan kualitas air limbah terus menerus dalam hal Alat kualitas air limbah terus menerus dalam hal Alat Sparing mengalami kerusakan dan tidak dapat Sparing mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling digunakan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 3 (tiga) bulan.
lama 3 (tiga) bulan. (2)
(2) Pemantauan Pemantauan kualitas kualitas air air limbah limbah secara secara manualmanual sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan b sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan b dilakukan 1 (satu) bulan sekali.
dilakukan 1 (satu) bulan sekali. (3)
(3) Pemantauan Pemantauan kualitas kualitas air air limbah limbah secara secara manualmanual sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilakukan 1 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilakukan 1 (satu) minggu sekali.
(satu) minggu sekali. (4)
(4) Pemantauan kualitas air limbah dengan cara manualPemantauan kualitas air limbah dengan cara manual dimaksud pada ayat (1) wajib dilakukan oleh dimaksud pada ayat (1) wajib dilakukan oleh laboratorium terakreditasi dan/atau teregistrasi di laboratorium terakreditasi dan/atau teregistrasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Pasal 11 Pasal 11 (1)
(1) Hasil pemantauan kualitas air limbah secara terusHasil pemantauan kualitas air limbah secara terus menerus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan Pasal menerus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan Pasal 8, serta hasil pemantauan kualitas air limbah secara 8, serta hasil pemantauan kualitas air limbah secara manual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 wajib manual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 wajib dilakukan penghitungan beban pencemaran air.
dilakukan penghitungan beban pencemaran air. (2)
(2) Tata Tata cara cara perhitungan perhitungan beban beban pencemaran pencemaran sebagaimanasebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketentuan dimaksud ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 12 Pasal 12 (1)
(1) Laporan pemantauan kualitas air limbah secara terusLaporan pemantauan kualitas air limbah secara terus menerus meliputi:
menerus meliputi: a.
a. angka kualitas air limbah setiap setiap 1 (satu) kaliangka kualitas air limbah setiap setiap 1 (satu) kali dalam 1 (satu) jam untuk parameter yang dipantau dalam 1 (satu) jam untuk parameter yang dipantau secara terus menerus;
secara terus menerus; b.
b. Angka beban pencemaran air setiap 1 (satu) kaliAngka beban pencemaran air setiap 1 (satu) kali dalam 1 (satu) jam untuk parameter yang dipantau dalam 1 (satu) jam untuk parameter yang dipantau secara terus menerus;
secara terus menerus; (2)
(2) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajibLaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib disampaikan kepada Menteri, gubernur, bupati/wali kota disampaikan kepada Menteri, gubernur, bupati/wali kota melalui pusat data Kementerian Lingkungan Hidup dan melalui pusat data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Kehutanan. (3)
(3) Rekapitulasi laporan sebagaimana dimaksud pada ayatRekapitulasi laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaporkan setiap 1 (satu) bulan sekali melalui sistem (2) dilaporkan setiap 1 (satu) bulan sekali melalui sistem pelaporan dalam jaringan.
pelaporan dalam jaringan. (4)
(4) Format laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) danFormat laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan ayat (2) tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.Menteri ini.
Pasal 13 Pasal 13
Laporan pemantauan kualitas air limbah secara manual Laporan pemantauan kualitas air limbah secara manual dilakukan berdasarkan persyaratan dalam izin lingkungan dilakukan berdasarkan persyaratan dalam izin lingkungan dan izin pembuangan air limbah.
dan izin pembuangan air limbah.
Pasal 14 Pasal 14
Penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan wajib memasang Penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan wajib memasang Sparing paling lama 2 (dua) tahun setelah Peraturan Menteri Sparing paling lama 2 (dua) tahun setelah Peraturan Menteri ini ditetapkan.
ini ditetapkan.
Pasal 15 Pasal 15
(1)
(1) Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, gubernurPada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, gubernur dan bupati/wali kota wajib menyiapkan pusat data dan bupati/wali kota wajib menyiapkan pusat data pemantauan air limbah secara terus menerus.
pemantauan air limbah secara terus menerus.
(2)
(2) Pusat data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiriPusat data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a.
a. desktopdesktop PC PC (Personal Computer) (Personal Computer) atau peralatan atau peralatan setara yang mampu mengolah dan menyimpan data; setara yang mampu mengolah dan menyimpan data; b.
b. jaringan yang terhubung internet; dan jaringan yang terhubung internet; dan c.
c. sumber daya manusia yang kompeten.sumber daya manusia yang kompeten.
Pasal 16 Pasal 16
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Agar setiap mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 31 Agustus 2018 pada tanggal 31 Agustus 2018
MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA
ttd. ttd. SITI NURBAYA SITI NURBAYA Diundangkan di Jakarta Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 6 September 2018 pada tanggal 6 September 2018
DIREKTUR JENDERAL DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, REPUBLIK INDONESIA, ttd. ttd. WIDODO EKATJAHJANA WIDODO EKATJAHJANA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2018 NOMOR 1236 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2018 NOMOR 1236
Salinan sesuai dengan aslinya Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM,
KEPALA BIRO HUKUM,
ttd. ttd.
KRISNA RYA KRISNA RYA
LAMPIRAN I LAMPIRAN I
PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.93/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 NOMOR P.93/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 TENTANG TENTANG
PEMANTAUAN KUALITAS AIR LIMBAH SECARA TERUS MENERUS PEMANTAUAN KUALITAS AIR LIMBAH SECARA TERUS MENERUS DAN DALAM JARINGAN BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
DAN DALAM JARINGAN BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
MEKANISME KERJA SPARING MEKANISME KERJA SPARING
Sarana dan prasarana sparing perlu didukung oleh beberapa teknologi, yaitu Sarana dan prasarana sparing perlu didukung oleh beberapa teknologi, yaitu teknologi pengambilan sampel, teknologi jaringan dan komunikasi data serta teknologi pengambilan sampel, teknologi jaringan dan komunikasi data serta teknologi pengelolaan data dan sistem informasi.
teknologi pengelolaan data dan sistem informasi. Berikut mekanisme kerja sparing:
Berikut mekanisme kerja sparing: 1.
1. teknologi pengambilan sampel dilakukan menggunakanteknologi pengambilan sampel dilakukan menggunakan multiprobe multiprobe sensor sensor kualitas air limbah yang dapat dicelupkan secara langsung ke dalam air kualitas air limbah yang dapat dicelupkan secara langsung ke dalam air limbah pada titik penaatan;
limbah pada titik penaatan; 2.
2. teknologi jaringan dan komunikasi data menggunakan teknologiteknologi jaringan dan komunikasi data menggunakan teknologi komunikasi bergerak (
komunikasi bergerak (Global System Mobile Global System Mobile /GSM) atau internet agar/GSM) atau internet agar dapat menjangkau lokasi di
dapat menjangkau lokasi di remote area remote area tanpa harus membangun tanpa harus membangun inftrastruktur jaringan. Teknologi ini digunakan sebagai media inftrastruktur jaringan. Teknologi ini digunakan sebagai media komunikasi antara pusat data dan
komunikasi antara pusat data dan Remote Terminal Unit Remote Terminal Unit (RTU) di lokasi (RTU) di lokasi pemantauan; dan
pemantauan; dan 3.
3. teknologi pengelolaan data dan sistem informasi dapat menggunakanteknologi pengelolaan data dan sistem informasi dapat menggunakan aplikasi berlisensi berbasis windows atau aplikasi sumber terbuka (
aplikasi berlisensi berbasis windows atau aplikasi sumber terbuka (openopen source software
Gambar 1. SPARING Gambar 1. SPARING
Kegiatan pemantauan kualitas air limbah secara terus menerus dan dalam Kegiatan pemantauan kualitas air limbah secara terus menerus dan dalam jaringan dilaksanakan dengan ruang lingkup kegiatan sebagai berikut:
jaringan dilaksanakan dengan ruang lingkup kegiatan sebagai berikut: 1.
1. penentuan lokasi pemantauan berdasarkan kriteria berikut:penentuan lokasi pemantauan berdasarkan kriteria berikut: a.
a. titik penaatan; dantitik penaatan; dan b.
b. lokasi mudah dijangkau dan mudah dalam pemasangan danlokasi mudah dijangkau dan mudah dalam pemasangan dan perawatan.
perawatan. 2.
2. pengadaan peralatanpengadaan peralatan Remote Terminal Unit Remote Terminal Unit (RTU) di lokasi pemantauan, (RTU) di lokasi pemantauan, yaitu:
yaitu: a.
a. multiprobe sensor multiprobe sensor sebagai sistem pengukuran beberapa parameter sebagai sistem pengukuran beberapa parameter kualitas air;
kualitas air; b.
b. smart data logger smart data logger berbasis komputer sebagai sistem pengendali berbasis komputer sebagai sistem pengendali pemantauan kualitas air limbah; dan
pemantauan kualitas air limbah; dan c.
c. solar cell solar cell dan aki kering sebagai sistem kelistrikan perangkat RTU dan aki kering sebagai sistem kelistrikan perangkat RTU untuk lokasi di
untuk lokasi di remote area remote area dan sambungan listrik PLN 220Volt dan sambungan listrik PLN 220Volt untuk
Gambar 2 Ilustrasi pemasangan sistem
Gambar 2 Ilustrasi pemasangan sistem Remote Terminal Unit Remote Terminal Unit (RTU) (RTU)
3.
3. Pengadaan dan pembangunan pusat data, yaitu:Pengadaan dan pembangunan pusat data, yaitu: a.
a. Perangkat komputer berkonfigurasiPerangkat komputer berkonfigurasi server server untuk pusat data yang untuk pusat data yang dioperasikan terus menerus 24 jam setiap hari.
dioperasikan terus menerus 24 jam setiap hari. b.
b. Perangkat lunak berbasisPerangkat lunak berbasis web web sebagai sistem informasi pemantauan sebagai sistem informasi pemantauan kualitas air limbah.
kualitas air limbah. c.
c. Perangkat komunikasi data menggunakan modem internet atau GMSPerangkat komunikasi data menggunakan modem internet atau GMS sebagai media komunikasi antara komputer pusat data dan RTU. sebagai media komunikasi antara komputer pusat data dan RTU.
Salinan
Salinan sesuai sesuai dengan dengan aslinya aslinya MENTERI LINGKUNGAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP HIDUP DANDAN KEPALA
KEPALA BIRO BIRO HUKUM, HUKUM, KEHUTANAN KEHUTANAN REPUBLIK REPUBLIK INDONESIA,INDONESIA,
ttd. ttd.
ttd. ttd.
KRISNA
LAMPIRAN II LAMPIRAN II
PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.93/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 NOMOR P.93/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 TENTANG TENTANG
PEMANTAUAN KUALITAS AIR LIMBAH SECARA TERUS MENERUS PEMANTAUAN KUALITAS AIR LIMBAH SECARA TERUS MENERUS DAN DALAM JARINGAN BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
DAN DALAM JARINGAN BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
PARAMETER YANG DIPANTAU BERDASARKAN USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PARAMETER YANG DIPANTAU BERDASARKAN USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
No
No Jenis Jenis Industri Industri ParameterParameter 1
1 Rayon Rayon pH, pH, COD, COD, TSS, TSS, DebitDebit 2
2 Pulp & PaperPulp & Paper pH, COD, TSS, DebitpH, COD, TSS, Debit 3
3 Petrokimia Petrokimia Hulu Hulu pH, pH, COD, COD, TSS, TSS, DebitDebit 4 Kertas
4 Kertas pH, pH, COD, COD, TSS, TSS, NH3-N, NH3-N, DebitDebit 5
5 Oleokimia Oleokimia Dasar Dasar pH, pH, COD, COD, TSS, TSS, DebitDebit 6
6 Kelapa Kelapa Sawit Sawit pH, pH, COD, COD, TSS, TSS, DebitDebit 7
7 Kilang Kilang Minyak Minyak pH, pH, COD, COD, TSS, TSS, NH3-N, NH3-N, DebitDebit 8
8 Eksplorasi Eksplorasi dan dan Produksi Produksi Migas Migas pH, pH, COD, COD, TSS, TSS, NH3-N, NH3-N, DebitDebit 9
9 Tambang Tambang Emas Emas dan dan Tembaga Tembaga pH, TSS, pH, TSS, DebitDebit 10
10 Tambang Tambang Batu Batu Bara Bara pH, pH, TSS, TSS, DebitDebit 11
11 Tekstil Tekstil pH, pH, COD, COD, TSS, TSS, DebitDebit 12 Tambang
12 Tambang Nikel Nikel pH, pH, TSS, TSS, DebitDebit 13
13 Pupuk Pupuk pH, pH, COD, COD, TSS, TSS, DebitDebit 14
14 Kawasan Kawasan Industri Industri pH, pH, COD, COD, TSS, TSS, DebitDebit Keterangan :
Keterangan : pH
pH = = potential potential HydrogenHydrogen COD
COD = = Chemical Chemical Oxygen Oxygen DemandDemand TSS
TSS = = Total Suspended SolidTotal Suspended Solid NH3-N
NH3-N = = Amoniak Amoniak sebagai sebagai NitrogenNitrogen
Salinan
Salinan sesuai sesuai dengan dengan aslinya aslinya MENTERI LINGKUNGAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP HIDUP DANDAN KEPALA
KEPALA BIRO BIRO HUKUM, HUKUM, KEHUTANAN KEHUTANAN REPUBLIK REPUBLIK INDONESIA,INDONESIA,
ttd. ttd.
ttd. ttd.
KRISNA
LAMPIRAN III LAMPIRAN III
PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.93/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 NOMOR P.93/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 TENTANG TENTANG
PEMANTAUAN KUALITAS AIR LIMBAH SECARA TERUS MENERUS PEMANTAUAN KUALITAS AIR LIMBAH SECARA TERUS MENERUS DAN DALAM JARINGAN BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
DAN DALAM JARINGAN BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
SPESIFIKASI TEKNIS ALAT SPARING SPESIFIKASI TEKNIS ALAT SPARING Spesifikasi
Spesifikasi Teknis Teknis Multiprobe Sensor Multiprobe Sensor Sensor
Sensor dirancang untuk pemantauan air limbah secara terus menerus dan dirancang untuk pemantauan air limbah secara terus menerus dan dalam jaringan serta merupakan merk yang sudah dikenal dan terbukti sudah dalam jaringan serta merupakan merk yang sudah dikenal dan terbukti sudah digunakan untuk memantau kualitas air limbah di berbagai tempat, baik di digunakan untuk memantau kualitas air limbah di berbagai tempat, baik di dalam maupun di luar negeri.
dalam maupun di luar negeri. Sensor Sensor dapat mengukur parameter utama dapat mengukur parameter utama setidaknya mempunyai
setidaknya mempunyai range range sebagai berikut: sebagai berikut: 1.
1. Chemical Oxygen Demand Chemical Oxygen Demand (COD) dengan satuan mg/l, (COD) dengan satuan mg/l, range range 0,1 ~ 0,1 ~ 5.000mg/l
5.000mg/l 2.
2. pH,pH, range range 0 ~ 14 units 0 ~ 14 units 3.
3. TSS dengan TSS dengan range range 0 ~ 3.000 mg/l 0 ~ 3.000 mg/l 4.
4. Ammonium dengan satuan mg/l,Ammonium dengan satuan mg/l, range range 0 to 10.000 mg/L 0 to 10.000 mg/L as as N N 5.
5. Material Chasing Material Chasing yang terbuat dari yang terbuat dari stainless steel stainless steel
Salinan
Salinan sesuai sesuai dengan dengan aslinya aslinya MENTERI LINGKUNGAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP HIDUP DANDAN KEPALA
KEPALA BIRO BIRO HUKUM, HUKUM, KEHUTANAN KEHUTANAN REPUBLIK REPUBLIK INDONESIA,INDONESIA,
ttd. ttd.
ttd. ttd.
KRISNA
LAMPIRAN IV LAMPIRAN IV
PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.93/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 NOMOR P.93/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 TENTANG TENTANG
PEMANTAUAN KUALITAS AIR LIMBAH SECARA TERUS MENERUS PEMANTAUAN KUALITAS AIR LIMBAH SECARA TERUS MENERUS DAN DALAM JARINGAN BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
DAN DALAM JARINGAN BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
CONTOH LAPORAN KUALITAS AIR LIMBAH HASIL PEMANTAUAN TERUS CONTOH LAPORAN KUALITAS AIR LIMBAH HASIL PEMANTAUAN TERUS
MENERUS PER 1 JAM DALAM 1 HARI MENERUS PER 1 JAM DALAM 1 HARI
FORMAT INVENTARISASI PEMANTAUAN KUALITAS AIR LIMBAH FORMAT INVENTARISASI PEMANTAUAN KUALITAS AIR LIMBAH
SECARA TERUS MENERUS DAN DALAM JARINGAN SECARA TERUS MENERUS DAN DALAM JARINGAN NAMA
NAMA PERUSAHAAN PERUSAHAAN :: JENIS USAHA DAN/ ATAU KEGIATAN JENIS USAHA DAN/ ATAU KEGIATAN ::
ALAMAT
ALAMAT KEGIATAN KEGIATAN :: Kab/ Kota Kab/ Kota Provinsi Provinsi No.telp/Fax No.telp/Fax Email Email
IDENTIFIKASI SUMBER PENCEMAR IDENTIFIKASI SUMBER PENCEMAR
No No Sumber Sumber Air Air Limbah Limbah Nama Nama Titik Titik Penaatan Penaatan Koordinat Jenis Koordinat Jenis Teknologi Teknologi Pengolah Pengolah an Air an Air Limbah Limbah Status Izin Status Izin LS BT LS BT NomorNomor Izin Izin Instansi Instansi Penerbit Penerbit Izin Izin Tanggal Tanggal Izin Izin Terbit Terbit 1 Air 1 Air limbah limbah produks produks ii Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 Aerob Aerob 2 2 3 Dst 3 Dst
ID Titik ID Titik Penaatan
Penaatan Tanggal Tanggal JamJam
Suhu Suhu [oC] [oC] pHpH Konsentrasi Konsentrasi (mg/l) (mg/l) DebitDebit (m3/hari) (m3/hari) Beban Beban Pencemar Pencemar an Air an Air (kg/hari) (kg/hari) COD
COD TSS TSS CODCOD TS TS S S Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 0:00:0 0:00:0 0 0 26,926,9 7,1 7,1 3 3 146, 146, 49 49 100 100 800 800 117 117 8080 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 1:00:0 1:00:0 0 0 26,726,7 7,1 7,1 1 1 144, 144, 43 43 80 80 850 850 123 123 6868 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 2:00:0 2:00:0 0 0 26,526,5 7,1 7,1 2 2 143, 143, 77 77 70 70 815 815 117 117 5757 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 3:00:0 3:00:0 0 0 26,326,3 7,1 7,1 8 8 144, 144, 43 43 60 60 820 820 118 118 4949 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 4:00:0 4:00:0 0 0 26,1 26,1 7,27,2 145, 145, 1 1 55 55 900 900 131 131 5050 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 5:00:0 5:00:0 0 0 25,925,9 7,2 7,2 1 1 145, 145, 5 5 85 85 817 817 119 119 6969 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 6:00:0 6:00:0 0 0 25,625,6 7,1 7,1 9 9 146, 146, 82 82 90 90 820 820 120 120 7474 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 7:00:0 7:00:0 0 0 25,3 25,3 7,27,2 145, 145, 69 69 90 90 850 850 124 124 7777 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 8:00:0 8:00:0 0 0 2525 7,2 7,2 2 2 145, 145, 07 07 90 90 800 800 116 116 7272 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 9:00:0 9:00:0 0 0 2525 7,2 7,2 4 4 147 147 90 90 800 800 118 118 7272 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 10:00: 10:00: 00 00 2525 7,2 7,2 7 7 148, 148, 05 05 85 85 890 890 132 132 7676 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 11:00: 11:00: 00 00 25,525,5 7,2 7,2 5 5 146, 146, 88 88 85 85 900 900 132 132 7777 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 12:00: 12:00: 00 00 26,126,1 7,2 7,2 5 5 147, 147, 21 21 75 75 900 900 132 132 6868 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 13:00: 13:00: 00 00 26,626,6 7,2 7,2 4 4 146, 146, 57 57 70 70 812 812 119 119 5757 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 14:00: 14:00: 00 00 27,327,3 7,2 7,2 5 5 144, 144, 5 5 70 70 815 815 118 118 5757
Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 15:00: 15:00: 00 00 27,827,8 7,2 7,2 2 2 143, 143, 26 26 70 70 825 825 118 118 5858 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 16:00: 16:00: 00 00 28,128,1 7,2 7,2 1 1 142, 142, 3 3 65 65 830 830 118 118 5454 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 17:00: 17:00: 00 00 28,328,3 7,1 7,1 7 7 141, 141, 63 63 65 65 870 870 123 123 5757 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 18:00: 18:00: 00 00 28,428,4 7,0 7,0 9 9 140, 140, 35 35 65 65 820 820 115 115 5353 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 19:00: 19:00: 00 00 28,2 28,2 77 140, 140, 06 06 70 70 845 845 118 118 5959 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 20:00: 20:00: 00 00 2828 7,0 7,0 6 6 138, 138, 88 88 70 70 867 867 120 120 6161 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 21:00: 21:00: 00 00 27,927,9 7,0 7,0 5 5 137, 137, 83 83 80 80 898 898 124 124 7272 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 22:00: 22:00: 00 00 27,827,8 7,0 7,0 7 7 137, 137, 12 12 85 85 856 856 117 117 7373 Outlet Outlet Utama 1 Utama 1 02/02/ 02/02/ 2018 2018 23:00: 23:00: 00 00 27,727,7 7,1 7,1 6 6 136, 136, 32 32 90 90 865 865 118 118 7878
contoh grafik konsentrasi cod per jam dalam 1 hari pada laporan online contoh grafik konsentrasi cod per jam dalam 1 hari pada laporan online
contoh rekapitulasi laporan bulanan hasil pemantauan kualitas air limbah contoh rekapitulasi laporan bulanan hasil pemantauan kualitas air limbah terus menerus dan dalam jaringan
terus menerus dan dalam jaringan Pemantauan terus menerus dan Pemantauan terus menerus dan
dalam jaringan dalam jaringan
Jumlah Data yang Jumlah Data yang Memenuhi Baku Memenuhi Baku Mutu Air Limbah Mutu Air Limbah
Bulanan Bulanan Persentase Persentase Pemenuhan Baku Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah Mutu Air Limbah
Bulanan Bulanan Ph Ph 28 28 9393 COD COD 26 26 8787 TSS TSS 30 30 100100 contoh
contoh logbook logbook pelaksanaan pemantauan kualitas air limbah terus menerus pelaksanaan pemantauan kualitas air limbah terus menerus a.
a. catatan aktivitas kalibrasi (meliputi penanggungjawab, perencanaan,catatan aktivitas kalibrasi (meliputi penanggungjawab, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hasil kalibrasi), perbaikan, pemeliharaan, serta pelaksanaan dan evaluasi hasil kalibrasi), perbaikan, pemeliharaan, serta penyesuaian yang dilakukan termasuk rekaman digital dan/atau rekaman penyesuaian yang dilakukan termasuk rekaman digital dan/atau rekaman grafik.
grafik. b.
b. petunjuk operasional pemantauan dan data dari hasil sparing.petunjuk operasional pemantauan dan data dari hasil sparing. c.
c. catatan kejadian kondisi tidak normal, tanggal mulai kejadian, penyebabcatatan kejadian kondisi tidak normal, tanggal mulai kejadian, penyebab kejadian, keluhan masyarakat dan upaya penanganan yang dilakukan kejadian, keluhan masyarakat dan upaya penanganan yang dilakukan dalam jangka waktu 3 x 24 (tiga kali dua puluh empat) jam setelah dalam jangka waktu 3 x 24 (tiga kali dua puluh empat) jam setelah terjadinya kondisi tidak normal.
terjadinya kondisi tidak normal.
Salinan
Salinan sesuai sesuai dengan dengan aslinya aslinya MENTERI LINGKUNGAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP HIDUP DANDAN KEPALA
KEPALA BIRO BIRO HUKUM, HUKUM, KEHUTANAN KEHUTANAN REPUBLIK REPUBLIK INDONESIA,INDONESIA,
ttd. ttd.
ttd. ttd.
KRISNA