• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KEGAGALAN PROSES DRILLING PRODUK IKoNO (Studi Kasus Di CV. PIRANTI WORKS) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS KEGAGALAN PROSES DRILLING PRODUK IKoNO (Studi Kasus Di CV. PIRANTI WORKS) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KEGAGALAN PROSES DRILLING PRODUK IKoNO (Studi Kasus Di CV. PIRANTI WORKS)

Nama :Novfrianto Sagitta A

NIM :L2H 007 046

Abstrak

CV.PIRANTI WORKS merupakan sebuah workshop yang didirikan oleh Singgih S. Kartono dengan mengambil tempat di desa Kandangan Kabupaten Temanggung. CV.PIRANTI WORKS memproduksi barang-barang kerajinan yang terbuat dari kayu pinus, mahoni, mdf, sonokeling, jati. Produk yang dihasilkan oleh CV.PIRANTI WORKS antara lain radio, jam, kaca pembesar, alat-alat kantor, dan mainan anak. Produksinya telah diekspor ke berbagai Negara seperti Brazil, Australia, Amerika, Hongkong, Cina, Jerman, Korea.

Sebagai perusahaan yang mengekspor produknya,ketepatan dalam pemenuhan demand merupakan sesuatu yang penting. Kendala yang dihadapi di CV. PIRANTI WORKS adalah banyaknya prduk yang perlu dirework terlebih untuk IKoNO. IKoNO merupakan ikon di Magno. Hal ini terlihat melalui hasil penjualan tahun 2010 yang menunjukkan bahwa IKoNO memiliki total penjualan sebesar 37.23 %. IKOnO memiliiki banyak proses sehingga resiko terjadinya rework sangat besar. Rework terbesar disebabkan karena hasil drilling yang jelek dengan kontribusi sekitar 15.9 %.

Langkah pertama dalam penelitian adalah pembuatan Fault Tree Analysis untuk mengetaui basic event penyebab hasil drilling yang jelek. Kemudian digunakan algoritma MOCUS untuk menentukan cut set dari basic event tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa penyebab hasil drilling yang jelek antara lain karena pisau ketam yang kurang tajam, pengetahuan akan sifat kayu, kontrol alat dan bahan, ketelitian membaca alat ukur, amplas perataan yang tidak standar, teknik bor yang salah, kesalahan penempatan mal, mata bor yang tidak tajam, dan kecepatan gerak tangan.

Hasil cut set ini kemudian akan diolah dengan metode HFACS ( Human Factor Analysis and Classification System). Permasalahan yang terjadi terdapat pada tiap level yakni unsafe acts, preconditions for unsafe acts, unsafe supervision dan organizational influence. Pada unsafe acts kategori tertingi adalah pada skill based error dengan jumlah 4. Preconditions for unsafe acts terbesar ada di kategori adverse mental states dan physical / mental limitations dengan jumlah 4. Di kategori unsafe supervision permasalahan terdapat pada kategori failure to correct problem dengan jumlah 4. Dan pada organizational influence kategori yang paling berpengaruh adalah organizational process dengan jumlah 3.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menggambarkan hubungan antara produktivitas total dengan profitabilitas dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor produktivitas (0,998) mempunyai pengaruh yang

Piranti Works ini dilakukan dalam rangka penerapan Green Productivity untuk meningkatkan perhitungan produktivitas, kinerja lingkungan dan mengurangi dampak lingkungan

Metode Green Productivity memberikan perbaikan produktivitas dan kinerja lingkungan secara contious improvement, dari penelitia ini di dapat alternative perbaikan untuk

Selain itu MAFMA juga bertujuan untuk mendapatkan penyebab moda kegagalan yang kritis dengan menggunakan pendekatan multi atribut yang berdasar pada teknik Analytic

Solusi yang terpilih sebagai solusi terbaik adalah menggunakan bentuk penutup pisau yang tertutup penuh, dengan sistem pelindung mata pisau yang hanya akan terbuka bila terdorong

Dari hasil kajian diketahui penyebab dari terjadinya abrasi di Pantai Slamaran adalah karena terjadinya angkutan sedimen meninggalkan Pantai Slamaran yang tidak berimbang

Kariadi periode Juli – Desember 2009 yang menunjukkan hasil positif tersebut dapat diketahui bahwa kuman terbanyak penyebab infeksi ditunjukkan oleh Enterobacter aerogenes (34%),

Dari hasil analisis, didapat temuan studi penyebab kurang maksimal pemanfaatan fungsi terminal yaitu kondisi sistem aktivitas kota dan pola pergerakan kota yang