• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS PERILAKU ORGANISASI BU CHRISTINE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "TUGAS PERILAKU ORGANISASI BU CHRISTINE"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

I. Tiga Dimensi Organisasi dan Perilaku Organisasi

Bagian ini membahas tiga dimensi organisasi yang relevan dengan perilaku organisasi: dimensi teknis, dimensi konseptual, dan dimensi manusia. Analisis menekankan pentingnya dimensi manusia sebagai faktor utama keberhasilan organisasi, namun juga menyoroti ketergantungannya pada dimensi teknis dan konseptual. Pendekatan ini memiliki nilai akademis karena menggarisbawahi kompleksitas interaksi antara faktor-faktor struktural dan manusia dalam organisasi. Secara pedagogis, bagian ini memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk memahami dinamika organisasi, memungkinkan mahasiswa untuk menganalisis kasus-kasus nyata dan mengembangkan solusi yang mempertimbangkan semua dimensi tersebut. Pembahasan mengenai keterkaitan skill individu dengan keberhasilan organisasi juga relevan dengan pengembangan kompetensi mahasiswa dalam memahami pentingnya pengembangan diri dan kerja tim.

1.1 Dimensi Teknis

Bagian ini menjelaskan dimensi teknis organisasi yang berfokus pada keterampilan (skill) anggota organisasi. Keterampilan teknis dianggap krusial dalam mengoperasikan organisasi sesuai spesifikasi. Nilai akademisnya terletak pada pengakuan bahwa keberhasilan organisasi bergantung pada kompetensi individu. Secara pedagogis, mahasiswa dapat memahami pentingnya pengembangan keterampilan teknis, pencocokan keterampilan dengan tugas, dan pelatihan untuk meningkatkan efisiensi organisasi. Analisis lebih lanjut bisa melibatkan studi kasus bagaimana ketidaksesuaian keterampilan dapat berdampak negatif pada kinerja organisasi.

1.2 Dimensi Konseptual

Analisis pada bagian ini berfokus pada peranan perencanaan dan pedoman (konsep) dalam operasional organisasi. Pentingnya acuan dan pedoman yang jelas dalam menjalankan kegiatan organisasi ditekankan. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman akan pentingnya perencanaan strategis dan manajemen yang terstruktur. Dari perspektif pedagogis, mahasiswa dilatih untuk memahami proses pengembangan rencana organisasi, pentingnya visi dan misi yang jelas, serta bagaimana perencanaan dapat memengaruhi perilaku anggota organisasi. Studi kasus organisasi dengan perencanaan yang baik versus organisasi dengan perencanaan yang buruk dapat memperkaya pemahaman mahasiswa.

1.3 Dimensi Manusia

Bagian ini menonjolkan peran sentral dimensi manusia dalam organisasi. Manusia dianggap sebagai elemen utama yang membentuk dan menggerakkan organisasi. Nilai akademisnya terletak pada pengakuan akan kompleksitas perilaku manusia dalam konteks organisasi. Dari sisi pedagogis, bagian ini membuka diskusi mengenai motivasi, kepuasan kerja, dinamika kelompok, dan kepemimpinan. Mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya memperhatikan aspek psikologis dan sosial anggota organisasi dalam mencapai tujuan. Studi tentang teori-teori motivasi dan kepemimpinan dapat digunakan untuk menganalisis perilaku manusia dalam berbagai situasi organisasi.

II. Pengaruh Pemikiran Plato terhadap Perilaku Organisi

Bagian ini mengeksplorasi relevansi pemikiran Plato tentang tiga bagian jiwa manusia (philosophic, spirited, dan appetitive) terhadap perilaku organisasi. Pembagian jiwa ini diinterpretasikan sebagai representasi dari berbagai motivasi dan dorongan dalam konteks kerja. Nilai akademisnya terletak pada penerapan konsep filosofis pada studi perilaku organisasi, menambah perspektif yang lebih luas. Secara pedagogis, bagian ini menantang mahasiswa untuk menghubungkan konsep-konsep filosofis dengan fenomena organisasi nyata, seperti motivasi karyawan, konflik kepentingan, dan pengambilan keputusan. Studi kasus bagaimana ketiga bagian jiwa ini berinteraksi dalam sebuah organisasi dapat menjadi bahan diskusi yang menarik.

III. Relevansi Teori Birokrasi Weber terhadap Perilaku Organisasi

Bagian ini membahas kontribusi Max Weber dalam memahami organisasi melalui teorinya tentang birokrasi. Fokusnya adalah pada aspek spesialisasi, hirarki wewenang, prosedur formal, dan impersonalitas dalam organisasi. Nilai akademis terletak pada pemahaman akan struktur dan fungsi organisasi formal. Dari perspektif pedagogis, mahasiswa dapat mempelajari bagaimana struktur birokrasi mempengaruhi perilaku individu dan kelompok dalam organisasi. Studi kasus tentang dampak positif dan negatif birokrasi pada kinerja dan kepuasan kerja dapat menambah pemahaman mahasiswa. Lebih lanjut, mahasiswa dapat menganalisis bagaimana organisasi modern memodifikasi atau mengadaptasi prinsip-prinsip birokrasi Weber.

IV. Gerakan Hubungan Manusia dan Perkembangan Perilaku Organisasi

Bagian ini membahas gerakan hubungan manusia sebagai reaksi terhadap pendekatan klasik yang memandang manusia sebagai mesin. Pentingnya hubungan kerjasama, semangat kerja, dan penghargaan terhadap aspek manusiawi dalam organisasi ditekankan. Nilai akademisnya terletak pada pengakuan akan pentingnya faktor manusia dalam produktivitas dan kepuasan kerja. Secara pedagogis, mahasiswa dapat membandingkan pendekatan klasik dan pendekatan hubungan manusia, serta menganalisis dampaknya terhadap perilaku organisasi. Studi kasus tentang organisasi yang sukses karena menerapkan prinsip-prinsip hubungan manusia dapat menjadi contoh yang inspiratif bagi mahasiswa.

V. Integrasi Dua Substansi Manusia dan Hakekat Kemanusiaan

Bagian ini membahas hakekat manusia sebagai integrasi antara substansi jasmani dan rohani. Tiga hakekat manusia (individu, sosial, dan moral) dibahas dalam konteks organisasi. Nilai akademisnya terletak pada pengakuan akan kompleksitas manusia sebagai makhluk individu dan sosial sekaligus. Dari sudut pandang pedagogis, bagian ini memperluas pemahaman mahasiswa tentang perilaku manusia dalam berbagai konteks, khususnya dalam organisasi. Diskusi mengenai etika, tanggung jawab sosial, dan konflik nilai dalam organisasi dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Konsep hakekat kemanusiaan menurut Siagian, yang mengkaitkan kemanusiaan dengan kepentingan dan kebutuhan manusia sebagai makhluk politik, ekonomi, dan sosial, juga dapat diperdalam.

VI. Organisasi, Unsur-Unsur Pokok, dan Perbedaan Organisasi Perusahaan dan Sosial

Bagian ini mendefinisikan organisasi, menjelaskan unsur-unsur pokoknya (manusia, filsafat, proses, dan tujuan), dan membedakan organisasi perusahaan dan organisasi sosial. Nilai akademis terletak pada pemahaman konseptual tentang organisasi dan perbedaan tipe organisasi. Dari perspektif pedagogis, mahasiswa belajar membedakan berbagai jenis organisasi dan memahami konteks masing-masing. Penggunaan kasus nyata dari berbagai jenis organisasi dapat membantu mahasiswa memahami perbedaan tersebut dan konsekuensi yang ada. Perbedaan orientasi pada profit (perusahaan) vs pelayanan sosial (sosial) merupakan poin penting untuk dikaji.

VII. Perkembangan Paradigma Organisasi

Bagian ini menelusuri perkembangan paradigma organisasi dari paradigma klasik, human relations, hingga paradigma kolaborasi. Analisis menitikberatkan pada pergeseran perspektif terhadap peran manusia dalam organisasi. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman sejarah perkembangan pemikiran dalam bidang studi perilaku organisasi. Secara pedagogis, bagian ini memberikan wawasan historis kepada mahasiswa dan membantu mereka memahami konteks perkembangan teori-teori perilaku organisasi. Mahasiswa dapat menganalisis kelebihan dan kekurangan masing-masing paradigma dan mengaplikasikannya dalam konteks organisasi modern.

VIII. Perilaku Organisasi, Perbedaan dengan Psikologi Organisasi, dan Perilaku Individu

Bagian ini mendefinisikan perilaku organisasi, membedakannya dengan psikologi organisasi, dan membahas perilaku individu dalam organisasi. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman perbedaan cakupan dan metodologi kedua bidang studi. Secara pedagogis, mahasiswa akan memahami perbedaan dan kesamaan antara kedua disiplin ilmu dan dapat mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam analisis kasus organisasi. Pengaruh karakteristik individu dan organisasi terhadap perilaku juga dibahas, menyediakan dasar untuk memahami faktor-faktor yang membentuk perilaku kerja.

IX. Kepribadian dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

Bagian ini membahas konsep kepribadian dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (keturunan, lingkungan, dan situasi). Nilai akademisnya terletak pada pemahaman akan determinan perilaku individu. Secara pedagogis, mahasiswa dapat memahami bagaimana faktor-faktor tersebut membentuk kepribadian dan selanjutnya memengaruhi perilaku di tempat kerja. Studi kasus tentang bagaimana perbedaan kepribadian memengaruhi dinamika kerja tim dan produktivitas dapat menjadi diskusi yang menarik.

X. Pembentukan Kelompok, Karakteristik Kelompok, dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Kelompok

Bagian ini membahas teori pembentukan kelompok (propinquity dan George Homans), karakteristik kelompok, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kelompok (eksternal dan internal). Nilai akademisnya terletak pada pemahaman akan dinamika kelompok dan pengaruhnya terhadap perilaku organisasi. Secara pedagogis, mahasiswa dapat menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku kelompok dalam berbagai konteks organisasi dan mengembangkan strategi untuk mengelola kelompok secara efektif. Studi kasus tentang kinerja kelompok yang berhasil dan gagal dapat menjadi contoh pembelajaran.

XI. Persepsi, Kesalahan Persepsi, dan Komunikasi

Bagian ini membahas proses persepsi, faktor-faktor yang mempengaruhinya, kesalahan persepsi (stereotyping, halo effect, projection), dan unsur-unsur komunikasi. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman akan proses kognitif dan komunikasi sebagai dasar interaksi sosial dalam organisasi. Secara pedagogis, mahasiswa dapat memahami bagaimana persepsi dan komunikasi memengaruhi perilaku individu dan hubungan antar individu dalam organisasi. Analisis kasus tentang bagaimana kesalahan persepsi dapat menyebabkan konflik atau miskomunikasi dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa.

XII. Hubungan Komunikasi, Persepsi, dan Perilaku

Bagian ini menganalisis hubungan timbal balik antara komunikasi, persepsi, dan perilaku. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman interdependensi ketiga konsep tersebut dalam membentuk perilaku organisasi. Secara pedagogis, mahasiswa dapat menganalisis bagaimana komunikasi yang efektif dapat mengurangi kesalahan persepsi dan meningkatkan kinerja organisasi. Studi kasus tentang bagaimana strategi komunikasi tertentu dapat memengaruhi perilaku karyawan dapat menjadi bahan diskusi yang bermanfaat.

XIII. Kepemimpinan, Perbedaan Kepemimpinan Demokratis dan Otoriter, dan Kepemimpinan Transparansi

Bagian ini membahas konsep kepemimpinan, membandingkan kepemimpinan demokratis dan otoriter, dan menjelaskan kepemimpinan transparansi. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman akan berbagai gaya kepemimpinan dan konsekuensi masing-masing. Secara pedagogis, mahasiswa dapat menganalisis efektivitas berbagai gaya kepemimpinan dalam konteks yang berbeda dan mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang efektif. Diskusi tentang prinsip-prinsip kepemimpinan transparansi dan aplikasinya dalam good governance dapat menambah wawasan mahasiswa.

XIV. Kekuasaan, Perbedaan Kepemimpinan dan Kekuasaan, dan Sumber-Sumber Kekuasaan

Bagian ini mendefinisikan kekuasaan, membedakannya dengan kepemimpinan, dan menjelaskan berbagai sumber kekuasaan (interpersonal dan struktural). Nilai akademisnya terletak pada pemahaman akan dinamika kekuasaan dalam organisasi. Secara pedagogis, mahasiswa dapat menganalisis bagaimana kekuasaan memengaruhi perilaku individu dan kelompok dalam organisasi dan mengembangkan strategi untuk menggunakan kekuasaan secara etis dan efektif. Diskusi tentang etika kepemimpinan dan penggunaan kekuasaan merupakan hal yang penting.

XV. Nilai, Norma, Etika, dan Moral

Bagian ini membahas konsep nilai, norma, etika, dan moral, serta perbedaan di antara ketiganya. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman akan dasar-dasar etika dan moral dalam perilaku organisasi. Secara pedagogis, mahasiswa dilatih untuk menganalisis nilai-nilai yang mendasari perilaku dalam organisasi dan memahami implikasi etika dalam pengambilan keputusan. Diskusi tentang perbedaan nilai subjektif dan objektif, serta enam macam perbedaan nilai menurut Kumorotomo, dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa.

XVI. Sikap, Kepuasan Kerja, dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

Bagian ini membahas konsep sikap, kepuasan kerja, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman akan hubungan antara sikap, kepuasan kerja, dan produktivitas. Secara pedagogis, mahasiswa dapat menganalisis faktor-faktor yang dapat meningkatkan kepuasan kerja dan produktivitas karyawan. Studi kasus tentang bagaimana organisasi dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan dapat menjadi contoh yang baik.

XVII. Motivasi, Teori Kebutuhan Maslow, dan Implementasi Teori Penguatan

Bagian ini membahas konsep motivasi, teori kebutuhan Maslow, dan implementasi teori penguatan dalam organisasi. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman berbagai teori motivasi dan aplikasinya dalam konteks organisasi. Secara pedagogis, mahasiswa dapat menganalisis bagaimana berbagai teori motivasi dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Diskusi tentang motivasi intrinsik dan ekstrinsik, serta tanggung jawab manajer dalam memotivasi karyawan, dapat menambah pemahaman mahasiswa.

XVIII. Budaya Organisasi, Nilai Budaya, dan Dimensi Nilai Budaya

Bagian ini membahas budaya organisasi, nilai budaya, dan dimensi nilai budaya (kandungan dan kekuatan). Nilai akademisnya terletak pada pemahaman akan pentingnya budaya organisasi dalam menentukan perilaku dan kinerja. Secara pedagogis, mahasiswa dapat menganalisis bagaimana budaya organisasi memengaruhi perilaku dan kinerja karyawan. Studi kasus tentang budaya organisasi yang sukses dan tidak sukses dapat menjadi contoh yang baik.

XIX. Jenjang Budaya Menurut Schein dan Karakteristik Budaya Organisasi

Bagian ini membahas tiga jenjang budaya menurut Schein (artifacts, values, assumptions) dan sepuluh karakteristik budaya organisasi. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman model budaya organisasi yang lebih kompleks. Secara pedagogis, mahasiswa dapat menganalisis budaya organisasi berdasarkan model Schein dan mengidentifikasi karakteristik budaya organisasi tertentu. Studi kasus dapat digunakan untuk mempraktikkan analisis tersebut.

XX. Budaya Kerja yang Ideal dan Konflik dalam Organisasi

Bagian ini membahas budaya kerja ideal dan jenis-jenis konflik (fungsional dan disfungsional). Nilai akademisnya terletak pada pemahaman pentingnya budaya kerja yang positif dan strategi manajemen konflik. Secara pedagogis, mahasiswa dapat menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi budaya kerja dan mengembangkan strategi untuk menciptakan budaya kerja yang positif dan mengatasi konflik secara efektif. Diskusi mengenai model penanganan konflik (integrating, obliging, dominating, avoiding, compromising) dapat menambah pemahaman mahasiswa.

Referensi

Dokumen terkait