• Tidak ada hasil yang ditemukan

131638 AKJ 2009 05 23 Gerakan Cuci Tangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "131638 AKJ 2009 05 23 Gerakan Cuci Tangan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

GERAKAN CUCI TANGAN DI RS BETHESDA

CUCI TANGAN adalah sebuah aktivitas yang sehari-hari dilakukan oleh civitas hospitalia/ tak terkecuali rumah Sakit Bethesda Yogyakarta// Meski sudah menjadi hal rutin/ cuci tangan tetap menjadi perhatian WHO/ atau organisasi kesehatan dunia//

Salah satu program WHO yang kemudian cepat direspons pimpinan rumah sakit Bethesda adalah Program “Save Lives: Clean Your Hands” yang dilaunching awal Mei lalu//

Kecepatan menanggapi program baru ini/ ditunjukkan oleh RS Bethesda melalui lomba Cuci tangan/ yang diikuti perwakilan dokter/perawat/penunjang medik/ dan umum//

Sambil menunggu giliran dipanggil panitia/ calon peserta lomba memanfaatkan waktu untuk melakukan simulasi cuci tangan// Lomba cuci tangan kali ini tidak menggunakan air/

melainkan bahan akrilik// Yang diutamakan dari lomba adalah ketepatan proses cuci tangan sesuai prosedur terbaru yang dikeluarkan oleh WHO//

Dalam lomba ini/ dari kategori medis dan perawat keluar sebagai pemenang pertama Maria Nur Cahyaningtyas, AMd.Kep dari Pavilyun Jasmin/ juara dua Sunaryo S.Kep/SE/ dari Instalasi Perawatan Stroke Akut/ dan juara ketiga diraih Heri Wahyuni AMd.Kep dari Ruang IV Dahlia//

Sedangkan kategori Umum dan Penunjang Medik juara pertama dimenangkan Sugianti dari Instalasi Gizi/ juara kedua Mio Saputro dari bagian Pamulosoro jenazah dan pemenang ketiga diraih Cicik Sumaryanti dari instalasi Laboratorium//

Dalam wawancara khusus dengan Apa Kabar Jogja RBTV/ Direktur RS Bethesda/ Dokter Sugianto Sp.S/M.Kes/PhD menjelaskan/ dengan melalui lomba cuci tangan ini diharapkan dapat lebih memotivasi unit masing-masing//

Statement:

Dr Sugianto, Sp.S, M.Kes, PhD. (Direktur RS Bethesda)

Untuk mencegah dan menanggulangi infeksi di RS Bethesda/ ditangani oleh sebuah komite/ yakni PPIRS/ sebagaimana dijelaskan oleh Dokter SaptoPriatmo Sp.PD//

Statement:

Dr Sapto Priatmo, Sp. PD (Komite PPIRS)

Sementara itu/ Heri Widiarso, S.Kep/ Kepala Seksi Asuhan Keperawatan pada Bidang Perawatan menjelaskan/ inti pokok dari cuci tangan adalah upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat//

Statement:

Heri Widiarso, S.Kep. (Kasi Askep Bid Perawatan)

Maryadi melaporkan untuk Apa Kabar Jogja/ RBTV//

news reader : gerakan cuci tangan di rs bethesda

CUCI TANGAN adalah sebuah aktivitas yang sehari-hari dilakukan oleh civitas hospitalia / tak terkecuali rumah Sakit Bethesda Yogyakarta // Program “Save Lives: Clean Your

(2)

MUSIM HUJAN BALIHO RAWAN ROBOH

Kawasan Kota Jogjakarta tak terlampau luas, hanya 32,5 kilometer persegi saja, atau 1,25 persen dari seluruh luas wilayah Provinsi DIY. Meski hanya sempit wilayahnya, namun aktivitas bisnis di kota sarat predikat ini terbilang padat, baik di siang maupun malam hari.

Sehingga orang yang memanfaatkan kota Jogja sebagai kegiatan mereka, jumlahnya jauh lebih banyak dibanding penduduk kota sendiri yang berjumlah 489 ribu jiwa. Salah satu indikasi ramainya kegiatan bisnis di sebuah kota adalah dengan maraknya produsen menawarkan produk-produk mereka. Penawaran yang paling mencolok adalah dengan melalui media luar ruang, seperti dalam bentuk baliho misalnya.

Banyaknya baliho yang terpasang di kota ini, tampaknya menjadikan perhatian

khusus bagi aparat pemerintah kota Jogjakarta, khususnya Dinas Kimpraswil. Kenapa perlu ada perhatian khusus dari pemerintah, karena di kota ini kerap terjadi peristiwa alam, seperti puting beliung, yang bisa menghancurkan apa saja yang kena terjang, termasuk baliho.

Eko Suryo, Kepala Dinas Kimpraswil (Pemukiman dan Prasarana Wilayah) Kota Jogjakarta mengingatkan, para pemasang baliho hendaknya mengecek kembali baliho-baliho yang mereka pasang, apakah masih dalam keadaan kokoh, atau sudah membahayakan. Sebab, apabila suatu saat terjadi peristiwa alam dan merobohkan baliho itu, maka yang bertanggungjawab adalah pihak pemasang.

Salah satu kebijakan dari pemerintah kota Jogjakarta, adalah menata kembali posisi maupun ukuran baliho yang terpasang. Seperti terlihat di sekitar Tugu Adipura, yang terletak di sebelah timur kawasan Malioboro, tinggi maupun ukuran baliho tidak terlampau besar dan tidak tinggi seperti yang terpasang di tempat lain. Penataan ini akan mengurangi risiko bila terjadi peristiwa alam yang kerap menimpa kota ini.

AKJ-RBTV melaporkan .

Rainy season BALIHO RAWAN ROBOH Jogjakarta City area is not unduly broad, only 32.5 square kilometers only, or 1.25 percent of the entire area of Yogyakarta province. Although only small area, but business activity in this town full citation be regarded dense, both in the afternoon and evening. So that people who take advantage of the city of

(3)

their products. Offers the most is to pierce through outdoor media, such as for example in the form of baliho.

A large baliho installed in the city, seems to make special attention to the city of

Jogjakarta government officials, especially Kimpraswil Office. Why should have special

attention from the government, because the city's natural

events occur frequently, such as the waterspout, which can

destroy what is a lunge, including baliho.

Eko Suryo, Head Office Kimpraswil (Settlement and

Regional Infrastructure) of the Jogjakarta, the baliho should check the back baliho-baliho they post, if still in a state of solid, or is dangerous. For, when the events occurred during a natural break down and baliho that, then who is responsible for the party.

One of the city government's policy of Jogjakarta, is to re-arrange the position and size baliho installed. As seen in the vicinity of Tugu Adipura, which is located in the eastern area of Malioboro, size and high baliho not too large and not as high installed in other places. This regulation will reduce the risk in the case of natural events that often befall this city.

AKJ-RBTV reported.

Indonesian

>

English swap

Translate

(4)

Referensi

Dokumen terkait