BAB V I
SASARAN , I N I SI T I F ST RAT EJ I K
DAN PROGRAM PEM BAN GU N AN
K EM EN T ERI AN K OPERASI DAN U K M
A. SASARAN ST RAT EJ I K
Sasaran Stratejik yang ditetapkan Kementerian Koperasi dan UKM selama
periode tahun 2005 - 2009 disusun berdasarkan berbagai perspektif secara
berimbang, yang mencakup: perspektif pembelajaran dan pertumbuhan,
perspektif proses internal, perspektif analisis biaya dan manfaat. Perspektif
analisis biaya dan manfaat ini dapat dibedakan dalam tiga perspektif, yaitu:
perspektif biaya sosial yang rendah, perspektif manfaat pemberdayaan KUMKM
yang optimal, dan perspektif politik dalam pembangunan nasional.
Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan
Sumberdaya manusia menjadi kunci utama untuk mewujudkan visi, misi dan
tujuan Kementerian Koperasi dan UKM, dan sekaligus mewujudkan Kementerian
Koperasi dan UKM sebagai organisasi pembelajaran yang tumbuh dinamis.
Peningkatan kompetensi dan komitmen pegawai Kementerian Koperasi dan
UKM diyakini sebagai landasan untuk keberhasilan pemberdayaan koperasi dan
UMKM di Indonesia. Untuk itu, sasaran stratejik yang ditetapkan berkaitan
dengan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah:
Meningkatnya kompetensi dan komitmen jajaran Kementerian Koperasi dan
UKM dalam memberikan layanan kepada masyarakat dalam rangka
mendinamisasi pemberdayaan KUMKM di Indonesia.
Perspektif Proses Internal
Sasaran Stratejik Kementerian Koperasi dan UKM selama periode tahun
2005-2009 dalam perspektif proses intern adalah:
1. Meningkatnya efektivitas pengkajian untuk perumusan dan evaluasi
kebijakan pemberdayaan KUMKM di Indonesia;
2.
Meningkatnya efektivitas perencanaan, pemantauan, evaluasi,
pengendalian dan pelaporan pemberdayaan KUMKM di Indonesia;
3. Meningkatnya efektivitas dan kualitas pelayanan publik Kementerian
Koperasi dan UKM;
4. Meningkatnya efektivitas koordinasi perumusan kebijakan dan pelaksanaan
kebijakan pemberdayaan di bidang koperasi dan UMKM; dan
5. Meningkatnya efektivitas pengawasan dan akuntabilitas pemberdayaan
koperasi dan UMKM di Indonesia.
Perspektif Biaya Sosial
Spektrum pemberdayaan KUMKM bersifat sangat luas dan lintas sektoral
dengan keterbatasan anggaran pemerintah, sehingga peran serta masyarakat
menjadi kunci keberhasilan pemberdayaan KUMKM. Peran serta masyarakat
yang tinggi akan menjamin pelaksanaan pemberdayaan KUMKM sesuai dengan
kebutuhan masyarakat, dan memiliki dampak biaya sosial yang terendah,
termasuk penggunaan anggaran belanja negara secara efisien. Untuk itu,
Kementerian Koperasi dan UKM menetapkan sasaran stratejik selama periode
tahun 2005 – 2009 dalam perspektif biaya sosial adalah:
1. Meningkatnya sinergi dan peran aktif masyarakat, dunia usaha dan instansi
pemerintah dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM di Indonesia; dan
2. Meningkatnya efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran belanja
negara untuk pemberdayaan koperasi dan UMKM di Indonesia.
Perspektif Manfaat Pemberdayaan KUMKM
memfasilitasi berkembangnya 70.000 unit koperasi yang berkualitas
usahanya dengan klasifikasi A, B dan C.
5. Terwujudnya kondisi yang mampu menstimulan, mendinamisasi dan
memfasilitasi tumbuhnya 6 (enam) juta unit usaha UMKM baru di Indonesia.
Perspektif Politik Dalam Pembangunan Nasional
Pembangunan nasional merupakan salah satu wujud memenuhi janji politik
pemerintah kepada masyarakat pemilih untuk menyelesaikan berbagai
permasalahan nasional, seperti: pengangguran, kemiskinan, ketimpangan sosial,
pertumbuhan ekonomi nasional dan lain-lain. Mengingat pemberdayaan koperasi
dan UMKM merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, maka
pemberdayaan KUMKM harus mampu memberikan kontribusi nyata untuk
menyelesaikan berbagai permasalahan nasional dan sekaligus mewujudkan
sasaran Kabinet Indonesia Bersatu. Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM
menetapkan sasaran stratejik selama periode tahun 2005 - 2009 dalam
persepektif politik pembangunan nasional sebagai berikut:
1. Meningkatnya kontribusi KUMKM dalam pembentukan pertumbuhan
ekonomi nasional dan pembentukan ekspor nasional;
2. Meningkatnya kontribusi KUMKM dalam peningkatan daya saing dan daya
tahan ekonomi nasional;;
3. Meningkatnya kontribusi KUMKM dalam penyediaan kesempatan kerja bagi
lebih dari 10 juta orang;
4. Meningkatnya kontribusi KUMKM dalam penurunan angka kemiskinan; dan
5. Meningkatnya kontribusi KUMKM dalam peningkatan kesejahteraan dan
kualitas hidup masyarakat.
B. I N I SI AT I F ST RAT EJ I K
Inisiatif Stratejik merupakan program aksi yang bersifat stratejik dan
berkesinambungan untuk mewujudkan sasaran stratejik. Inisiatif stratejik terdiri
dari beberapa program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam beberapa periode
tahun anggaran secara berkelanjutan.
Inisiatif stratejik yang ditetapkan Kementerian Koperasi dan UKM selama periode
tahun 2005 –2009 dapat diikuti pada tabel 6.1.
Tabel 6.1
Sasaran dan Inisiatif Stratejik Kementerian koperasi dan UKM
Periode Tahun 2005 – 2009
Perspektif Sasaran Stratejik Inisiatif Stratejik 1. Meningkatnya kompetensi jajaran
Kementerian Koperasi dan UKM dalam memberikan layanan kepada masyarakat dalam rangka mendinamisasi pemberdayaan KUMKM di Indonesia.
1. Pengembangan kapabilitas
pejabat Eselon I, II, III dan IV
2. Pengembangan kapabilitas
pegawai
3. Penyediaan sarana kerja yang memadai
4. Penyediaan fasilitas informasi Pembelajaran
dan
Pertumbuhan
2. Meningkatnya komitmen jajaran
Kementerian Koperasi dan UKM dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
1. Pengembangan mindset
birokrasi yang efisien, efektif dan pelayanan publik.
2. Pelaksanaan internalisasi visi, misi, nilai, tujuan dan sasaran Kementerian KUKM kepada seluruh jajaran Kementerian KUKM.
3. Pengaturan penugasan dan tata kelola yang lebih adil dan merata serta berbasis kinerja. 4. Pengembangan evaluasi kinerja
dan sistem penghargaan pegawai yang berbasis kinerja. 5. Pengembangan tim kerja yang
Perspektif Sasaran Stratejik Inisiatif Stratejik 1. Meningkatnya efektivitas pengkajian
untuk perumusan dan evaluasi kebijakan pemberdayaan KUMKM di Indonesia;
1. Peningkatan efektivitas
pengkajian untuk perumusan kebijakan pemberdayaan KUMKM,
2. Peningkatan efektivitas
pengkajian untuk evaluasi pelaksanaan pemberdayaan KUMKM.
Proses Internal
2. Meningkatnya efektivitas perencanaan, pemantauan, evaluasi, pengendalian dan pelaporan pemberdayaan KUMKM di Indonesia;
1. Pengembangan sistem
perencanaan program pemberdayaan KUMKM yang
terintegrasi, berkelanjutan dan partisipatif,
2. Pengembangan sistem
pemantauan dan evaluasi (monev) yang efektif dan berkelanjutan,
3. Pengembangan sistem
informasi pemberdayaan KUMKM yang mudah diakses publik, dan
4. Pengembangan database dan pelaporan pemberdayaan KUMKM
3. Meningkatnya efektivitas dan kualitas pelayanan publik Kementerian Koperasi dan UKM;
1. Pengembangan organisasi
lintas fungsional
2. Pengembangan jejaring
informasi
3. Pemanfaatan pengembangan teknologi
4. Meningkatnya efektivitas koordinasi perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan pemberdayaan di bidang koperasi dan UMKM;
1. Pengembangan jejaring
organisasi
2. Pengembangan forum
koordinasi lintas pelaku
3. Pengembangan koordinasi
dengan pemerintah daerah dan instansi pemerintah
4. Pengembangan sistem
Lanjutan Tabel 6.1.
Perspektif Sasaran Stratejik Inisiatif Stratejik Proses Internal 5. Meningkatnya efektivitas pengawasan
dan akuntabilitas pemberdayaan KUMKM.
1. Pengembangan sistem
pengawasan pemberdayaan KUMKM
2. Pengembangan sistem
akuntabilitas pelaksanaan pemberdayaan KUMKM
3. Pengembangan jejaring kerja dengan APIP di pusat dan daerah
1. Meningkatnya sinergi dan peran aktif masyarakat, dunia usaha dan instansi pemerintah dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM di Indonesia;
1. Pengembangan perspektif yang benar mengenai pemberdayaan KUMKM kepada instansi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
2. Peningkatan sinergi dan peran aktif masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pemberdayaan KUMKM
3. Pengembangan kelembagaan UMKM
Biaya Sosial
2. Meningkatnya efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran belanja negara untuk pemberdayaan koperasi dan UMKM.
1. Peningkatan efisiensi dan
efektivitas penggunaan anggaran sesuai ketentuan yang
berlaku, dan
2. Peningkatan alokasi
Perspektif Sasaran Stratejik Inisiatif Stratejik 1. Terwujudnya lingkungan usaha
yang kondusif bagi pemberdayaan usaha koperasi dan UMKM pada berbagai tingkatan pemerintahan di Indonesia;
1. Penyempurnaan peraturan
perundang-undangan,
2. Peningkatan kelancaran arus barang dan jasa antar daerah,
3. Pengembangan pelayanan
perijinan yang mudah, murah dan cepat bagi KUMKM,
2. Meningkatnya produktivitas
usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia;
1. Pemberdayaan usaha skala mikro,
2. Pengembangan sistem
pendukung usaha bagi KUMKM 3. Meningkatnya daya saing usaha
mikro, kecil dan menengah di Indonesia;
1. Pengembangan keunggulan kompetitif UKM,
2. Pengembangan sistem insentif untuk memacu UKM berbasis teknologi dan pengetahuan,
3. Pengembangan kemitraan
usaha nasional 4. Terwujudnya kondisi yang
mampu menstimulan, mendinamisasi dan memfasilitasi
berkembangnya 70.000 unit koperasi yang berkualitas usahanya dengan klasifikasi A, B dan C.
1. Peningkatan kualitas
kelembagaan koperasi
2. Pemberdayaan usaha koperasi
3. Pengembangan sistem
perlindungan kepada koperasi Manfaat
Pemberdayaan KUMKM
5. Terwujudnya kondisi yang
mampu menstimulan, mendinamisasi dan memfasilitasi
tumbuhnya 6 (enam) juta unit UMKM baru di Indonesia.
1. Pengembangan kewirausahaan
2. Pengembangan sistem insentif untuk tumbuhnya wirausaha baru
C. I N DI K ATOR K I N ERJA
Sasaran stratejik dirumuskan untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan
Kementerian Koperasi dan UKM melalui berbagai inisiatif stratejik perlu
ditetapkan ukuran pencapaiannya. Ada dua ukuran untuk mengukur keberhasilan
pencapaian sasaran stratejik, yaitu: (1) ukuran hasil dan (2) ukuran pemacu
kinerja. Ukuran hasil digunakan untuk mengukur hasil, manfaat dan dampak
keberhasilan dari inisiatif stratejik dan program yang dilaksanakan untuk
mencapai sasaran stratejik yang ditetapkan. Ukuran pemacu kinerja adalah
ukuran yang menunjukkan penyebab dicapainya ukuran hasil, yang umumnya
berupa indikator keluaran dari inisiatif stratejik dan program pembangunan yang
dilaksanakan.
Tabel 6.2.
Tabel Indikator Kinerja Stratejik
Indikator Kinerja Stratejik Sasaran StratejikIndikator Hasil dan Dampak
Indikator Keluaran
Target
Sasaran Pembangunan Nasional
P1 Peningkatan
kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat
P2 Penurunan angka
kemiskinan P3 Penyediaan
kesempatan kerja
P4 Peningkatan daya
saing dan daya tahan ekonomi nasional
P5 Peningkatan kontribusi KUMKM dalam perekonomian
nasional
Indeks Pembangunan Manusia
Menurunnya angka kemiskinan
Menurunnya angka pengangguran terbuka. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional Meningkatnya
stabilitas ekonomi makro: inflasi, nilai
tukar, suku bunga,dan sektor riil
dinamis.
Laju pertumbuhan ekspor KUMKM lebih besar dari laju PDBnya
Menurunnya jumlah usaha mikro yang miskin
KUMKM menyerap tambahan 10 juta orang tenaga kerja
Meningkatnya investasi dan pembiayaan KUMKM
Meningkatnya kontribusi
KUMKM dalam pertumbuhan PDB
Meningkatnya investasi masyarakat/PNB
Meningkatnya ekspor non migas
Meningkatnya nilai ekspor KUMKM
Target RPJM :
Peringkat 91 dari peringkat 112 (2003)
Angka
kemiskinan 8,2% Angka
pengangguran terbuka 5,1% Pertumbuhan ekonomi
nasional 6,6% per tahun
Investasi masyarakat/ PNB 24,4% Ekspor/PNB 8,7%
Inflasi, nilai tukar dan suku bunga terkendali 7,6% atau 6% per tahun
Indikator Kinerja Stratejik Sasaran Stratejik
Indikator Hasil dan Dampak
Indikator Keluaran
Target
Manfaat Pemberdayaan UMKM
M1 Terwujudnya
lingkungan usaha yang kondusif bagi KUMKM
Berkurangnya
peraturan yang menghambat
pemberdayaan
usaha KUMKM pada berbagai tingkatan
pemerintahan. Meningkatnya
kelancaran arus barang dan jasa.
Meningkat dan meluasnya perijinan yang mudah, murah dan cepat, termasuk perijinan satu atap bagi KUMKM.
Terbitnya kebijakan ekonomi dan kebijakan
pemerintah daerah yang pro KUMKM.
Penyempurnaan UU tentang Koperasi, UU tentang UMKM, Evaluasi berbagai Perda dan pelaksanaannya.
Menurunnya biaya transaksi UMKM
Menurunnya berbagai pungutan biaya usaha bagi UMKM, baik sektoral dan daerah.
Meningkatnya
sosialisasi, monev dan fasilitasi perijinan satu atap kepada pemerintah propinsi, kabupaten/ kota.
Meningkatnya perspektif yang benar mengenai pembangunan KUMKM di instansi terkait.
Diundangkannya UU Koperasi, UU UMKM, Penyempurnaan peraturan yang menghambat pengembangan UMKM. Meningkatnya
perdagangan UMKM antar daerah/ negara 100% Propinsi 75% Kab/Kota
menerapkan perijinan satu atap.
Lanjutan Tabel 6.2
Indikator Kinerja Stratejik Sasaran Stratejik Indikator Hasil dan
Dampak Indikator Keluaran
Target
M2 Meningkatnya produktivitas usaha mikro, kecil dan menengah
Meningkatnya PDB per tenaga kerja UMKM
Meningkatnya PDB per Unit Usaha UMKM
Meningkatnya kapasitas dan kualitas layanan pembiayaan kepada usaha skala mikro. Meningkatnya akses
UKM ke perbankan dan sumber pembiayaan formal lainnya.
Meningkatnya akses UMKM ke pasar dalam dan luar negeri
Meningkatnya akses UMKM ke sumber informasi bisnis.
Meningkatnya akses UMKM ke sumberdaya alam.
Meningkatnya pasar jasa pengembangan bisnis.
Berkembangnya sentra UMKM menjadi klaster bisnis UMKM
Meningkat 10% dibandingkan
tahun 2004 (ADHK 2000).
M3 Meningkatnya daya saing UMKM
Meningkatnya ekspor UMKM
Meningkatnya PDB UMKM
Meningkatnya
kemitraan usaha nasional
Meningkatnya jumlah UMKM yang berbasis teknologi dan ekspor
Tersedianya sistem insentif untuk memacu wirausaha berbasis teknologi dan pengetahuan Adanya forum fasilitasi
kemitraan usaha antara UMKM dengan BUMN, usaha besar dan asing yang berbasis value chain.
Ekspor UMKM tum-buh 5% per tahun
PDB UMKM tumbuh di atas 6% per tahun. 20% usaha besar
bermitra dengan KUMKM
berbasis value chain sesuai rantai
pasokannya
70.000 unit KUMKM
memiliki kualifikasi bermitra
Indikator Kinerja Stratejik Sasaran Stratejik Indikator Hasil dan Dampak Indikator Keluaran Target
M4 Terwujudnya kondisi yang mampu menstimulan,
mendinamisasi dan memfasilitasi
berkembang-nya 70.000 unit koperasi yang berkualitas usahanya dengan klasifikasi A, B dan C. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan usaha koperasi. Meningkatnya perlindungan kepada koperasi dan perlindungan kepada anggota dari praktik koperasi yang merugikan masyarakat Tertatanya administrasi dan pengawasan pemberian badan hukum koperasi. Meningkatnya sosialisasi, monev dan fasilitasi bagi koperasi untuk penerapan jatidiri koperasi.
Meningkatnya sosialisasi, monev dan fasilitasi pedoman
pemberdayaan usaha koperasi.
Fasilitasi pelatihan 140.000 orang pengurus dan manajer
koperasi Fasilitasi 100 Lapenkopda Meningkatnya pengawasan usaha koperasi terutama kegiatan simpan-pinjam Meningkatnya sosialisasi dan fasilitasi pengembangan kewirakoperasian masyarakat (anggota koperasi). 70.000 unit koperasi yang berkualitas usahanya dengan klasifikasi A, B dan C
100% Propinsi dan 80% Kabupaten/ Kota memiliki sistem perlindungan hukum bagi anggota koperasi.
M5 Terwujudnya kondisi yang mampu menstimulan,
mendinamisasi dan memfasilitasi
tumbuhnya 6 (enam) juta unit UMKM baru di Indonesia.
Tumbuhnya 6 juta UMKM baru Meningkatnya pelaksanaan pemasyarakatan kewirausahaan. Tersedianya sistem insentif untuk menumbuhkan wirausaha baru
Terlatih dan berperannya 2.000 motivator kewirausahaan
Tersedianya inkubator bisnis, penyedia BDS dan LKM di setiap kabupaten/kota secara memadai.
Tersedianya sistem insentif dan akreditasi untuk lembaga diklat kewirausahaan.
10.000 unit UKM jasa keuangan, jasa persewaan dan jasa perusahaan. 100 unit usaha
Lanjutan Tabel 6.2
Indikator Kinerja Stratejik Sasaran Stratejik
Indikator Hasil dan Dampak
Indikator Keluaran
Target
Minimalisasi Biaya Sosial
BS1 Meningkatnya sinergi dan peran aktif masyarakat, dunia usaha dan instansi pemerintah dalam
pemberdayaan koperasi dan UMKM di Indonesia
Meningkatnya peran aktif dunia usaha,
masyarakat dan instansi terkait untuk
pemberdayaan
KUMKM di Indonesia.
Meningkatnya perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan dan evaluasi
pemberdayaan UMKM
yang bersifat partisipatif.
Meningkatnya koordinasi dan fasilitasi dalam rangka peningkatan kapasitas
kelembagaan instansi pembina dan dunia
usaha untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
Fasilitasi forum lintas pelaku termasuk MTAP di pusat dan daerah.
Menstimulan dan memfasilitasi
berperannya
kelembagaan UMKM (asosiasi, Kadin) untuk mengadvokasi kepentingan UMKM.
Jumlah alokasi kredit perbankan untuk KUMKM dalam business plan meningkat 20% per tahun. 20% usaha besar
memiliki
keterkaitan usaha dengan KUMKM. 80% instansi
pemerintah
memiliki program yang mendukung pemberdayaan usaha KUMKM.
BS2 Meningkatnya efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran belanja negara untuk pemberdayaan koperasi dan UMKM di Indonesia
Meningkatnya
efisiensi dan efektivitas
penggunaan APBN/APBD untuk
pemberdayaan KUMKM.
Meningkatnya sosialisasi dan koordinasi untuk meningkatkan
efektivitas alokasi APBN/APBD untuk pemberdayaan
KUMKM.
Mengembangkan sistem insentif alokasi dana dekonsentrasi yang lebih adil dan berbasis kinerja.
Alokasi APBN/APBD
meningkat 10% per tahun.
Indikator Kinerja Stratejik Sasaran Stratejik Indikator Hasil
dan Dampak Indikator Keluaran
Target
Proses Internal PI1 Meningkatnya
efektivitas pengkajian untuk perumusan dan evaluasi kebijakan pemberdayaan KUMKM di Indonesia. Meningkatnya kualitas peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemberdayaan KUMKM sesuai dengan dinamika kebutuhan KUMKM. 75% kebijakan Kementerian
didasarkan pada hasil kajian.
50% hasil kajian dijadikan dasar untuk perumusan dan evaluasi kebijakan pemberdayaan
KUMKM di berbagai tingkatan
pemerintahan. Meningkatnya sosialisasi
hasil kajian pemberdayaan
KUMKM, dan mudah
diakses oleh masyarakat. 50% kebijakan pemberdayaan KUMKM pada berbagai tingkatan pemerintahan didasarkan pada hasil kajian.
PI2 Meningkatnya efektivitas perencanaan, pemantauan, evaluasi dan pengendalian, serta pelaporan pembangu-nan KUMKM di Indonesia. Meningkatnya efektivitas perencanaan pemberdayaan KUMKM sesuai dengan dinamika kebutuhan KUMKM. Meningkatnya efektivitas sistem pemantauan, evaluasi dan pengendalian pemberdayaan KUMKM. Meningkatnya kemudahan akses masyarakat terhadap informasi hasil pelaksanaan pembangu-nan KUMKM. Tersedianya sistem perencanaan program pemberdayaan KUMKM yang responsif terhadap kebutuhan KUMKM dan potensi daerah. Tersedianya sistem pemantauan, evaluasi dan pengendalian, serta pelaporan program dekonsentrasi pemberdayaan KUMKM Tersedianya sistem informasi pemberdayaan KUMKM yang mudah diakses masyarakat, yang didukung database yang mutakhir.
90% dari program Kementerian
Koperasi dan UKM, serta 60% program
pemberdayaan
KUMKM yang strategis di tingkat propinsi,
Lanjutan Tabel 6.2
Indikator Kinerja Stratejik Sasaran Stratejik Indikator Hasil dan
Dampak Indikator Keluaran
Target
Proses Internal PI3 Meningkatnya
efektivitas dan kualitas pelayanan publik Kementerian Koperasi dan UKM.
Meningkatnya
kualitas dan kecepatan
pelayanan publik Kementerian
Koperasi dan UKM.
Adanya struktur organisasi dan tata kerja yang berbasis organisasi lintas fungsional.
Tersedianya jejaring informasi yang berbasis intranet di lingkungan
Kementerian Koperasi dan UKM. Tersedianya teknologi
sarana kerja yang mendukung
pelaksanaan tugas jajaran Kementerian Koperasi dan UKM
Pengaduan atau keluhan
masyarakat
direspon kurang dari 1 minggu.
PI4 Meningkatnya efektivitas koordinasi perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan pemberdayaan di bidang KUMKM.
Meningkatnya koordinasi perumusan kebijakan
nasional di bidang KUMKM.
Meningkatnya sinergi pemberdayaan KUMKM pada setiap tingkatan pemerintahan
Efektifnya forum koordinasi lintas instansi dan lintas pelaku.
Efektifnya sistem koordinasi
perencanaan,
pelaksanaan, dan pengendalian
pembangu-nan KUMKM
90% Propinsi dan 80% Kabupaten/ Kota memiliki program
pemberdayaan
KUMKM yang sinkron dengan program
Kementerian KUKM.
PI5 Meningkatnya efektivitas pengawasan dan akuntabilitas pemberdayaan KUMKM.
Meningkatnya efektivitas
pengawasan dan akuntabilitas pemberdayaan KUMKM
Efektifnya sistem pengawasan
pemberdayaan KUMKM.
Efektifnya pelaksanaan sistem akuntabilitas pemberdayaan KUMKM.
Efektifnya jejaring kerja dengan APIP di pusat dan daerah.
90% program pembangunan
Kementerian
Indikator Kinerja Stratejik Sasaran Stratejik Indikator Hasil dan
Dampak Indikator Keluaran Target Proses Pembelajaran
dan Pertumbuhan PP1 Meningkatnya
kompetensi jajaran Kementerian Koperasi dan UKM dalam memberikan layanan kepada masyarakat dalam rangka
mendinamisasi pemberdayaan KUMKM di Indonesia
Meningkatnya produktivitas dan kinerja
Kementerian
Koperasi dan UKM
Adanya diklat untuk pejabat eselon I, II, III dan IV.
Adanya diklat untuk pegawai Kementerian KUKM.
Tersedianya sarana kerja yang memadai.
Tersedianya fasilitas untuk mengakses informasi dan data, seperti: internet, perpustakaan,
database, dll
Meningkatnya kualitas
pelayanan publik secara cepat, tepat, transparan dan akuntabel.
PP2 Meningkatnya komitmen jajaran Kementerian koperasi dan UKM dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Meningkatnya
kepuasan kerja jajaran
Kementerian
Koperasi dan UKM
Efektifnya pengembangan mindset Birokrasi yang efisien dan efektif dalam memberikan layanan publik.
Terwujudnya internalisasi visi, misi, tujuan dan nilai-nilai Kementerian Koperasi dan UKM. Efektifnya pengaturan
tugas dan tata kelola yang lebih adil dan merata serta berbasis kinerja, dengan mempertimbangkan
kesejahteraan pegawai
dalam tata pemerintahan yang
baik.
Efektifnya sistem evaluasi dan penghargaan pegawai yang berbasis kinerja.
Terwujudnya
pengembangan tim kerja yang dinamis dan kreatif.
Indeks survei kepuasan
D. PROGRAM PEM BERDAYAAN KOPERASI DAN
U M K M
Inisiatif stratejik perlu dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk program
pemberdayaan koperasi dan UMKM yang akan dilaksanakan oleh Kementerian
Koperasi dan UKM selama periode tahun 2005 - 2009. Keterkaitan sasaran
stratejik, inisiatif stratejik dan program Kementerian Koperasi dan UKM selama
periode tahun 2005 – 2009 dapat diikuti pada tabel 6.3.
Tabel 6.3
Sasaran Stratejik, Inisitif Stratejik dan Program Pemberdayaan KUMKM
Kementerian Koperasi dan UKM Periode Tahun 2005 – 2009
Sasaran Stratejik Inisiatif Stratejik Program Kementerian Koperasi dan UKM
1. Pengembangan
kapabilitas pejabat Eselon I, II, III dan IV
2. Pengembangan kapabilitas pegawai
3. Penyediaan sarana kerja yang memadai
4. Penyediaan fasilitas informasi
1. Program diklat peningkatan
kapabilitas pejabat eselon I, II, III dan IV
2. Program diklat peningkatan
kapabilitas pegawai
3. Program pengembangan sarana kerja
4. Program pendesainan kembali tempat kerja pegawai.
5. Program penyediaan fasilitas informasi, seperti: internet, database, perpustakaan, dll.
Pembelajaran dan Pertumbuhan
PP1 Meningkatnya kompetensi jajaran Kementerian Koperasi dan UKM dalam memberikan layanan kepada masyarakat .
PP2 Meningkatnya komitmen jajaran Kementerian Koperasi dan UKM dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
1. Pengembangan mindset ‘PNS-Baru’ sesuai dengan dinamika birokrasi yang efisien, efektif dan pelayanan publik.
2. Pelaksanaan internalisasi visi, misi, nilai, tujuan dan sasaran Kementerian KUKM kepada seluruh jajaran Kementerian KUKM.
3. Pengaturan penugasan dan tata kelola yang lebih adil dan merata serta berbasis kinerja.
1. Program pengembangan mindset pegawai
2. Program pengembangan
kebanggaan pegawai
3. Program penugasan dan tatakerja yang menjamin kesejahteraan pegawai dalam tata pemerintahan yang baik.
4. Program penghargaan berbasis
kinerja
Sasaran Stratejik Inisitif Stratejik Program Kementerian Koperasi dan UKM
Proses Internal PI1 Meningkatnya
efektivitas pengkajian untuk perumusan dan evaluasi kebijakan pemberdayaan KUMKM di Indonesia
1. Peningkatan efektivitas
pengkajian untuk perumusan kebijakan pemberdayaan KUMKM,
2. Peningkatan efektivitas pengkajian untuk evaluasi pelaksanaan
pemberdayaan KUMKM.
1. Program peningkatan kualitas
pengkajian kebijakan KUMKM
2. Program pengkajian dan
pemberdayaan usaha KUMKM
3. Program pemsyarakatan hasil
pengkajian KUMKM
PI2. Meningkatnya efektivitas perencanaan, pemantauan, evaluasi,
pengendalian dan pelaporan
pemberdayaan KUMKM di Indonesia
1. Pengembangan sistem
perencanaan program pemberdayaan KUMKM yang terintegrasi, berkelanjutan dan partisipatif,
2. Pengembangan sistem
pemantauan dan evaluasi (monev) yang efektif dan berkelanjutan,
3. Pengembangan sistem
informasi pemberdayaan KUMKM yang mudah diakses publik, dan
4. Pengembangan database
dan pelaporan pemberdayaan KUMKM
1. Program pengembangan sistem
perencanaan yang terintegrasi, partisipatif dan berkelanjutan.
2. Program pengembangan sistem
pemantauan dan evaluasi pemberdayaan KUMKM
3. Program pengembangan sistem
informasi pemberdayaan KUMKM yang berbasis internet.
4. Program pengembangan sistem
database dan pelaporan pemberdayaan KUMKM
PI3 Meningkatnya efektivitas dan kualitas pelayanan publik
Kementerian Koperasi dan UKM
1. Pengembangan organisasi lintas fungsional
2. Pengembangan jejaring informasi
3. Pemanfaatan
pengembangan teknologi
1. Program pengembangan organisasi lintas fungsional
2. Program pengembangan jejaring
informasi antar deputi dan antar lintas pelaku
3. Program pemanfaatan teknologi PI4 Meningkatnya
efektivitas koordinasi perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan pemberdayaan di bidang koperasi dan UMKM
1. Pengembangan jejaring organisasi
2. Pengembangan forum
koordinasi lintas pelaku 3. Pengembangan koordinasi
dengan pemerintah daerah dan instansi pemerintah
4. Pengembangan sistem
koordinasi perencanaan dan pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM.
1. Program pengembangan jejaring kerja di tingkat daerah, nasional dan internasional
2. Program pengembangan koordinasi lintas pelaku.
3. Program pengembangan koordinasi dengan pemerintah propinsi, kabupaten/kota dan instansi pemerintah pusat.
4. Program pengembangan sistem
Lanjutan Tabel 6.3.
Sasaran Stratejik Inisiatif Stratejik Program Kementerian Koperasi dan UKM
PI5 Meningkatnya efektivitas pengawasan dan akuntabilitas pemberdayaan KUMKM.
1. Pengembangan sistem
pengawasan
pemberdayaan KUMKM
2. Pengembangan sistem
akuntabilitas pelaksanaan pemberdayaan KUMKM 3. Pengembangan jejaring
kerja dengan APIP di pusat dan daerah
1. Program pengembangan sistem
pengawasan pemberdayaan KUMKM 2. Program pengembangan sistem sistem
akuntabilitas pelaksanaan pemberdayaan KUMKM
3. Program pengembangan jejaring kerja dengan APIP di pusat dan daerah Minimalisasi Biaya
Sosial
BS1 Meningkatnya sinergi dan peran aktif masyarakat, dunia usaha dan instansi pemerintah dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM di Indonesia
1. Pengembangan perspektif yang benar mengenai pemberdayaan KUMKM
kepada instansi pemerintah, dunia usaha
dan masyarakat.
2. Peningkatan sinergi dan peran aktif masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pemberdayaan KUMKM
3. Pengembangan
kelembagaan UMKM
1. Program sosialisasi dan persuasi peran KUMKM dalam pembangunan nasional.
2. Program peningkatan sinergi dan peran aktif masyarakat dan dunia usaha dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pemberdayaan KUMKM.
3. Program peningkatan peran
kelembagaan UMKM (Kadin, asosiasi, organisasi profesi) dalam mengadvokasi kepentingan KUMKM.
BS2 Meningkatnya efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran belanja negara untuk pemberdayaan koperasi dan UMKM.
1. Peningkatan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku
2. Peningkatan alokasi APBN/APBD untuk pemberdayaan KUMKM
1. Program peningkatan efisiensi,
efektivitas dan akuntabilitas penggunaan APBN
2. Program peningkatan alokasi APBN/ APBD untuk pemberdayaan KUMKM di daerah.
3. Program pengembangan sistem
insentif alokasi dana dekonsentrasi yang lebih adil dan berbasis kinerja. Manfaat
Pemberdayaan KUMKM
M1 Terwujudnya lingkungan usaha yang kondusif bagi pemberdayaan usaha koperasi dan UMKM pada berbagai tingkatan pemerintahan di Indonesia
1. Penyempurnaan peraturan perundang-undangan, 2. Peningkatan kelancaran
arus barang dan jasa antar daerah,
3. Pengembangan pelayanan perijinan yang mudah, murah dan cepat bagi KUMKM,
1. Program penyempurnaan UU Koperasi, UU UMKM, berbagai peraturan yang menghambat pemberdayaan usaha KUMKM.
2. Program peningkatan kelancaran arus barang dan jasa KUMKM lintas daerah dan negara.
3. Program sosialisasi dan fasilitasi perijinan satu atap
Sasaran Stratejik Inisitif Stratejik Program Kementerian Koperasi dan UKM
M2 Meningkatnya produktivitas usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia;
1. Pemberdayaan usaha skala mikro,
2. Pengembangan sistem
pendukung usaha bagi KUMKM
1. Program peningkatan kapasitas, jangkauan dan kualitas layanan pembiayaan usaha skala mikro.
2. Program peningkatan kapasitas kelembagaan dan layanan lembaga keuangan mikro
3. Program pengembangan infrastruktur tempat usaha bagi usaha mikro
4. Program pemberdayaan kelembagaan usaha mikro dalam bentuk koperasi, kelompok, asosiasi.
5. Program peningkatan akses UKM ke perbankan dan sumber pembiayaan formal lainnya
6. Program peningkatan akses UMKM ke pasar dalam dan luar negeri.
7. Program peningkatan akses informasi bisnis dan pasar bagi UMKM.
8. Program peningkatan akses UMKM ke sumberdaya alam dan sumberdaya lokal lainnya.
9. Program pengembangan BDS
10. Program pengembangan sentra UMKM menjadi klaster.
M3 Meningkatnya daya saing usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia;
1. Pengembangan
keunggulan kompetitif UKM,
2. Pengembangan sistem
insentif untuk memacu UKM berbasis teknologi dan pengetahuan,
3. Pengembangan kemitraan usaha nasional
1. Program pemberdayaan UKM
berkeunggulan kompetetif.
2. Program pengembangan sistem insentif yang memacu tumbuhnya UKM berbasis teknologi dan ekspor.
3. Program penerapan teknologi tepat guna untuk KUMKM
4. Program pengembangan kemitraan
Lanjutan Tabel 6.3.
Sasaran Stratejik Inisiatif Stratejik Program Kementerian Koperasi dan UKM
M4 Terwujudnya
kondisi yang mampu
menstimulan, mendinamisasi dan memfasilitasi berkembangnya
70.000 unit koperasi yang berkualitas
usahanya dengan klasifikasi A, B dan C.
1. Peningkatan kualitas kelembagaan koperasi
2. Pemberdayaan usaha
koperasi
3. Pengembangan sistem
perlindungan kepada koperasi
1. Program penyempurnaan
administrasi badan hukum koperasi
2. Program pengawasan pemberian badan hukum koperasi
3. Program pengembangan
organisasi dan manajemen koperasi
4. Program pengawasan usaha koperasi
5. Program klasifikasi koperasi
6. Program pengembangan kader koperasi
7. Program pengembangan 100 Lapenkopda
8. Program sistem perlindungan hukum bagi koperasi dan anggota koperasi.
M5 Terwujudnya
kondisi yang mampu
menstimulan, mendinamisasi dan memfasilitasi tumbuhnya 6 (enam) juta unit UMKM baru di Indonesia.
1. Pengembangan kewirausahaan
2. Pengembangan sistem
insentif untuk tumbuhnya wirausaha baru
1. Program pemasyarakatan
kewirausahaan
2. Program pengembangan sistem insentif bagi wirausaha baru
3. Program perkuatan diklat kewirausahaan
4. Program pengembangan inkubator bisnis
5. Program pengembangan motivator kewirausahaan
E. FOK U S PROGRAM K EM EN T ERI AN KOPERASI
DAN U K M
KUMKM pada berbagai tingkatan pemerintah.
3.
Program pengembangan fasilitasi pembiayaan, dengan tujuan meningkatkan
akses KUMKM dalam pembiayaan usahanya.
4.
Program pengembangan kewirausahaan dan SDM KUMKM, dengan tujuan
meningkatkan kewirausahaan KUMKM dan menumbuhkan 6 juta unit usaha
UMKM baru yang berbasis pengetahuan dan teknologi.
5.
Program pengembangan sentra bisnis UMKM menjadi klaster bisnis yang
dinamis.
6.
Program fasilitasi pemasaran KUMKM, dengan tujuan meningkatkan akses
KUMKM dalam penguasaan pasar, pengembangan jejaring usaha dan
pengembangan kemitraan usaha KUMKM dengan pelaku usaha lainnya.
F. PROGRAM PEN DU K U N G
Program pendukung Kementerian Koperasi dan UKM pada periode tahun 2005-2009
terdiri dari:
1. Program peningkatan pengawasan dan akuntabilitas aparatur negara
2. Program penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan program-program
pemberdayaan KUMKM