LAPORAN KINERJA
SATUAN POLISI PAMONG PRAJA
KABUPATEN SIDOARJO
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………..………. i
DAFTAR ISI ………..………. ii
DAFTAR TABEL ………..………. iv
DAFTAR GRAFIK ………..………. v
IKHTISAR EKSEKUTIF ………..………. vi BAB I PENDAHULUA N ………... 1
1.1. Latar belakang ……….. 1 1.2. Gambaran Umum SKPD ………..………..………..… 2 a) Struktur Organisasi ………..………..………..… 2 b) Tugas Pokok dan Fungsi ………..………. 3
c) Kondisi SKPD (Internal & Eksternal) ……….. 10
BAB II PERENCANAAN KINERJA ……….. 13
2.1. Keterkaitan Renstra SKPD dengan RPJMD ……….. 13
b) Program dan Kegiatan ………. 18
2.3. Perjanjian Kinerja ……… 20
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ……… 23
3.1. Pengukuran Kinerja ……… 23
a) Pengukuran Kinerja Tujuan ………. 23
b) Pengukuran Kinerja Sasaran ………. 24
c) Pengukuran Kinerja Program dan Kegiatan ……… 24
3.2. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja ………. 27 a) Evaluasi Capaian Kinerja Per-Sasaran ……… 27
b) Perkembangan (Tren) Capaian Kinerja ……….. 29
c) Analisis Keberhasilan dan Kegagalan ……….. 30
d) Program dan Kegiatan Yang Mendukung ……… 33
3.3. Akuntabilitas Keuangan ……… 36
a) Realisasi Anggaran ……… 36
b) Alokasi Anggaran Per Sasaran ………. 37 3.4. Efektivitas dan Efisiensi Kinerja ………. 37
a) Pencapaian Kinerja dan Anggaran ……….. 37
b) Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ……….. 38
BAB IV PENUTU
P ………..……….
LAMPIRAN
1. IndikatorKinerjaUtama (IKU) Kepala SKPD s.dEselon IV 2. MatrikRenstra 2016 - 2021
3. RencanaKinerjaTahun 2016
4. PerjanjianKinerjaTahun 2016 (Kepala SKPD s.dEselon IV)
5. Lain – Lain Yang DianggapPerlu (misal : fotokegiatan, data, screenshot, penghargaan, prestasi, dll)
DAFTAR TABEL
Tab el
1 Tingkat Pendidikan Personil
……….
1 1
Tab el
2 Kepangkatan / Golongan Personil ……… 1 1
Tab el
3 Jenis Kediklatan Personil
………...
1 1
Tab el
4 RPJMD Kabupaten Sidoarjo Tahun 2016-2021 dengan Renstra Satuan Polisi
Pamong Praja ………..
1 4
Tab el
5 Rasio jumlah Satlinmas terhadap jumlah rukun tetangga (RT)
……….. 1 5
Tab el
6 Penyelesaian pelanggaran peraturan
perundang-undangan daerah & % Gangguan ketentraman dan ketertiban masyarakat yang
diselesaikan ………..
1 6
Tab el
7 Program dan Kegiatan
………..
1 8
el ……….. 0
Tab el
9 Perjanjian Kinerja Pejabat Eselon III ………
Perjanjian Kinerja Pejabat Eselon IV ………
Anggaran Per Program / Kegiatan ………
Pengukuran Kinerja Tujuan ……… 2 3
Tab el
1 2
Pengukuran Kinerja Sasaran
……….
Pengukuran Kinerja Program dan Kegiatan
………
Evaluasi Capaian Kinerja Per Sasaran
……….
Perkembangan (Tren) Capaian Kinerja
……….
SASARAN 1:Meningkatnya peran Linmas dan
masyarakat dalam PAM swakarsa
(community policing)
………..
SASARAN 2:Meningkatnya ketertiban umum dengan penegakan peraturan daerah
………..
SASARAN 3: Meningkatnya ketentraman masyarakat
……….
Realisasi Anggaran
………..
Alokasi Anggaran Per Sasaran
……….
el 3 ……… 7
Tab el
2 4
Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
……….
3 8
IKHTISAR EKSEKUTIF
BerdasarkanhasilpengukurancapaiankinerjaSatuanPolisiPamongPrajaKabupatenSidoarjoTahun 2016, disampaikansebagaiberikut :
N o.
Sasaran Strategis Indikator Sasaran %
Cap ain
Kate gori
1. Meningkatnya peran Linmas dan
masyarakat dalam PAM swakarsa
Rasio jumlah Satlinmas
terhadap jumlah rukun tetangga
(RT) 93
%
Sang at berha sil
2. Meningkatnyaketertibanumumdenganpeneg akanperaturandaerah
%
penyelesaianpelanggaranperatu ranperundang-undangandaerah
100 %
Sang at berha sil
3. Meningkatnyaketentramanmasyarakat %
gangguanketentramandanketert
100 %
diselesaikan sil
KETERANGAN :
No. % CAPAIAN KATEGORI
1 Lebih dari 90% Sangat berhasil
2 75% s.d kurang dari 90% Berhasil
3 50% s.d kurang dari 75% Cukup
4 Kurang dari 50% Kurang
Hambatan – hambatan yang ditemuidalampencapaiansasaranstrategis, yaitu :
1. SASARAN 1 : MeningkatnyaperanLinmasdanmasyarakatdalam PAM swakarsa Hambatan :
a) Terbatasnyadukungananggaran; b) Terbatasnyasaranakegiatan;
c) Terbatasnyakemampuan SDM anggotaLinmas;
d) Terbatasnyapotensimasyarakatdalampemeliharaanketentramanlingkungan.
2. SASARAN 2 : Meningkatnyaketertibanumumdenganpenegakanperaturandaerah Hambatan :
a) Masihminimnya SDM petugas PPNS;
b) Masihminimnyaanggaranuntuksekretariat PPNS;
c) Belumadanya SOP penegakanperaturandaerahsecara detail;
d) Masihadanyakelemahanterhadapperaturandaerahterutamapadasanksidanadministras i.
3. SASARAN 3 : Meningkatnyaketentramanmasyarakat Hambatan :
a) Kurangnyakesadaranmasyarakat (khususnyapelakuusaha)
dalammelaksanakankegiatanusaha di lokasilokasi yang semestinya;
b) Masihbanyakditemukanadanyapenyelenggaraanreklame yang
tidaksesuaidenganketentuanbaikdarisisiperijinanmaupunlokasi/peletakantitikreklame;
c) Kurangnyajumlahpersonilpengendalitibumtranmas (pasukan)
/patroliuntukmengcoverseluruhwilayahkabupatenSidoarjo;
d) Seringkalidialamikendaladalampelaksanaanpenertibankegiatan RHU yang disebabkanolehdasaraturan yang tidakmengatursecarategas;
e) PAM unjuk rasa seringterlambatuntukmendapatkaninformasiterkaitpelaksanaanunjuk rasa.
Adapunupaya – upayayang telahdilakukan, antaralain :
1. SASARAN 1 : MeningkatnyaperanLinmasdanmasyarakatdalam PAM swakarsa Upaya :
a) PeningkatananggaranLinmas agar dapatmengikutikegiatan-kegiatanLinmas;
b) Meningkatkan/menambahsaranaprasaranaLinmas agar
dapatmeningkatkankinerjaLinmas;
c) MemperbanyakmengirimanggotaLinmasuntukmengikutibintek-bintektentangPembina anLinmas;
d) Meningkatkan/memperbanyakkegiatan-kegiatanPembinaan di Masyarakat.
2. SASARAN 2 : Meningkatnyaketertibanumumdenganpenegakanperaturandaerah Upaya :
a) Perlunyapenambahanpersonil PPNS;
b) Diperlukanpenambahananggaranuntuksekretariat PPNS, c) Perluadanya SOP penegakanperda;
d) Diperlukanadanyarevisiperdaterhadapsanksidanadministrasi.
3. SASARAN 3 : Meningkatnyaketertibanumumdenganpenegakanperaturandaerah Upaya :
a) Perlusegeradirealisasikan program penataan PKL khususnyapenyediaanlahan yang diperuntukkanbagikegiatan PKL;
b) Perluadanyasinergitasantarinstansiterkaitdalamhalpengawasankeberadaanreklame di Sidoarjo;
c) Perluadanyapenambahanjumlahpersonilpengendalitibumtranmas (pasukan) dankendaraanpatroli.Perluadanyaoptimalisasitugasdanfungsiseksiketertibanumum yang ada di tiap-tiapkecamatan;
d) Perluadanyakajianterkaitaturanhukumkhususnyapenyelenggaraan RHU,
sertamempertegasbatasandanaturantentangpenyelenggaraan RHU;
e) Perluadanyakoordinasilintasintelejenmaupunkoordinasidenganinstansiterkait.
1.1.Latar Belakang
Satuan Polisi Pamong Praja,disingkat Satpol PP, adalah perangkat Pemerintah Daerah dalam memelihara ketentraman dan ketertiban umum serta menegakkan Peraturan Daerah. Organisasi dan tata kerja Satuan Polisi Pamong Praja ditetapkan dengan Peraturan Daerah.Satpol PP dapat berkedudukan di Daerah Propinsi dan Daerah Kabupaten/Kota. Di Propinsi, Satuan Polisi Pamong Praja dipimpin oleh Kepala Satuan yang berada di bawah tanggung jawab Gubernur melalui Sekretaris Daerah sedangkan di Daerah Kabupaten/Kota, Satuan Polisi Pamong Praja dipimpin oleh Kepala Satuan yang berada di bawah tanggung jawab Bupati/Walikota melalui Sekretaris Daerah.
Dan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satuan Polisi Pamong Praja, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sidoarjo telah melaksanakan Program dan Kegiatan dalam rangka Memelihara dan menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum, menegakkan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah.
Untuk mendukung Program dan Kegiatan tersebut, mengacu pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemeritah (SAKIP). SAKIP tidak saja menekankan pada output (keluaran) sebuah kegiatan, tetapi lebih menekankan pada outcome (hasil), dengan demikian, maka dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) penekanan pada hasil kegiatan sangat perlu mendapat perhatian. LAKIP sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban kegiatan Tahunan yang telah disusun dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) sangat tepat dipakai sebagai salah satu tolok ukur untuk mengukur keberhasilan maupun kegagalan dalam melaksanakan kegiatan.
Pemberlakuan Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, diharapkan mampu menjadi pendorong Pemberdayaan Daerah (Legislatif dan Eksekutif Daerah), sehingga memiliki inisiatif, kreatifitas dan produktifitas yang tinggi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Satuan Polisi Pamong Praja Kab. Sidoarjo tahun 2016
pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai wujud pertanggung jawaban pemerintah dalam mencapai visi, misinya, sebagaimana Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang selanjutnya secara teknis penyusunannya berpedoman pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), pada Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Kabupaten/Kota.
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sidoarjo yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang ditindaklanjuti dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satuan Polisi Pamong Praja. Dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 tersebut telah ditindak lanjuti dengan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sidoarjo, sebagai langkah operasional mengacu pada Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 33 Tahun 2014 tentang Rincian Tugas dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sidoarjo. Sebagai salah satu perangkat otonom bertekad dan berkewajiban untuk menyusun dokumen LAKIP yang didasarkan pada tugas dan fungsi organisasi dan ditindaklanjuti dengan PERMENPAN Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review Atas Capaian Kinerja. Untuk itu sebagai Satuan Penegak diwajibkan untuk menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015).
1.2.Gambaran Umum SKPD a) Struktur Organisasi
Menguraikan struktur organisasi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sidoarjo.
STRUKTUR ORGANISASI SATUAN POLIS PAMONG PRAJA KABUPATEN SIDOARJO
KEPALA SATUAN
SEKRETARIS
SUB BAGIAN
SUB BAGIANUMU KELOMPOK
JABATAN
BIDANG PENEGAKAN PERUNDANG-UNDANGA
BIDANG KETERTIBAN UMUM & KETENTRAMAN
BIDANG PERLINDUNGAN
SEKSI PEMBINAAN, SEKSI
b) Tugas Pokok dan Fungsi
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sidoarjo adalah perangkat pemerintah Daerah dalam menegakkan Peraturan Daerah, Peraturan Bupati, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta perlindungan masyarakat.
Susunan organisasi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sidoarjo terdiri dari : a. Kepala Satuan;
b. Sekretariat, terdiri atas : 1. Sub Bagian Program; 2. Sub Bagian Keuangan;
3. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.
c. Bidang penegakan Perundangan-undangan Daerah, terdiri atas: 1. Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan;
2. Seksi penyelidikan dan penyidikan;
d. Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, terdiri atas: 1. Seksi Operasi dan Pengendalian;
2. Seksi Pengamanan;
e. Bidang Perlindungan Masyarakat, terdiri atas: 1. Seksi Satuan Linmas
Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja sebagai berikut: 1. Kepala Satuan
Kepala Satuan mempunyai tugas pokok merumuskan program kerja, mengkoordinasikan, membina, mengarahkan, menyelenggarakan, mengevaluasi, dan melaporkan pelaksanaan penegakan Peraturan Daerah, Peraturan Bupati, penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat serta perlindungan masyarakat.
Untuk melaksanakan tugas pokok Kepala Satuan mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. perumusan program kerja penyelenggaraan tugas dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja;
b. pengkoordinasian seluruh kegiatan operasional;
c. pembinaan dan pengembangan kemampuan sumber daya aparatur; d. pengarahan seluruh kegiatan operasional;
e. penyelenggaraan pelayanan masyarakat di bidang penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati, penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta perlindungan masyarakat;
f. pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan kegiatan teknis operasional dan administrasi.
2. Sekretariat
Sekretariat dipimpin oleh Sekretaris yang mempunyai tugas pokok merencanakan operasional, membagi tugas, memberi petunjuk, menyelia, mengatur, melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan hasil penyusunan program dan kegiatan, pelaksanaan administrasi keuangan, administrasi umum dan kepegawaian, serta pelaporan.
Untuk melaksanakan tugas pokok, Sekretaris mempunyai fungsi sebagai berikut: a. Penyusunan rencana kerja dan anggaran Satuan Polisi Pamong Praja;
c. Pengelolaan administrasi umum dan perlengkapan; d. Pengelolaan urusan rumah tangga;
e. Pengelolaan administasi kepegawaian;
f. Penyelenggaraan kegiatan kesamaptaan bagi anggota Polisi Pamong Praja; g. Pengiriman peserta Diklat Dasar polisi Pamong Praja, Diklat Teknis Fungsional, dan bimbingan teknis;
h. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan program dan kegiatan.
2.1. Sub Bagian Program:
Sub Bagian Program dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas pokok merencanakan kegiatan, membagi tugas, membimbing, memeriksa, menyelia, mengumpulkan dan mengolah data, menyusun formasi perkembangan, mengevaluasi dan membuat laporan hasil kegiatan perencanaan program dan kegiatan serta pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan Satuan Polisi Pamong Praja.
Untuk melaksanakan tugas pokok, Kepala Sub Bagian mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Penyusunan Renstra, Renja, RKA, Penetapan Kinerja serta LAKIP dan laporan lainnya;
b. Pelaksanaan kegiatan administrasi Sub Bagian Program;
c. Pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan program, kegiatan dan anggaran.
2.2. Sub Bagian Keuangan :
Untuk melaksanakan tugas pokok, Kepala Sub Bagian mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Pengumpulan dan penganalisaan dokumen sumber; b. Penyelenggaraan akuntansi satuan kerja;
c. Pembuatan laporan keuangan yang meliputi laporan realisasi anggaran, neraca dan catatan atas laporan keuangan.
2.3. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian :
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas pokok merencanakan kegiatan, membagi tugas, membimbing, memeriksa, menyelia, mengumpulkan dan mengolah data, menyusun formasi perkembangan, mengevaluasi dan membuat laporan hasil kegiatan administrasi umum, ketatausahaan, perlengkapan, urusan kerumahtanggaan, serta kepegawaian.
Untuk melaksanakan tugas pokok, Kepala Sub Bagian mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Penyusunan rencana kerja dan anggaran Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
b. Pengelolaan administrasi umum, ketatausahaan, dan perlengkapan; c. Pengelolaan urusan rumah tangga;
d. Pengelolaan administrasi kepegawaian;
e. Penyelenggaraan kegiatan kesamaptaan anggota Polisi Pamong Praja; f. Pengiriman peserta Diklat Dasar polisi Pamong Praja, Diklat teknis
fungsional, dan bimbingan teknis;
g. Pembuatan laporan pengelolaan barang dan laporan administrasi kepegawaian.
3. Tugas Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan daerah
Bidang yang mempunyai tugas pokok merencanakan operasional, membagi tugas, memberi petunjuk, menyelia, mengatur, melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan pelaksanaan kegiatan pembinaan, pengawasan, dan penyuluhan serta memfasilitasi proses penyelidikan dan penyidikan oleh PPNS.
Untuk melaksanakan tugas pokok, Kepala Bidang mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Penyusunan rencana kerja dan anggaran Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah;
b. Pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan penyuluhan terhadap masyarakat, aparatur, dan/atau badan hukum untuk meningkatkan kesadaran, kepatuhan dan ketaatan terhadap Peraturan daerah dan/ atau Peraturan Bupati;
c. Pelaksanaan fasilitasi penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh PPNS; d. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan program dan kegiatan Bidang
Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah.
3.1. Seksi Pembinaan, Pengawasan, dan Penyuluhan :
Seksi Pembinaan, Pengawasan, dan Penyuluhan dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok merencanakan kegiatan, membagi tugas, membimbing, memeriksa, menyelia, mengumpilkan dan mengolah data, menyusun formasi perkembangan, mengevaluasi dan membuat laporan hasil kegiatan pembinaan, pengawasan dan penyuluhan.
Untuk melaksanakan tugas pokok, Kepala Seksi mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Penyusunan usulan rencana kerja dan anggran seksi pembinaan, pengawasan, dan penyuluhan;
b. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan, pengarahan dan pembinaan dan/ atau sosialisasi kepada masyarakat, aparatur dan/ atau badan hukum;
d. Pelaksanaan penindakan preventif non yustisial terhadap pelanggar Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati;
e. Pembuatan laporan hasil kegiatan.
3.2. Seksi Penyelidikan dan penyidikan :
Seksi Penyelidikan dan Penyidikan dipimpin oleh Kepala seksi yang mempunyai tugas pokok merencanakan kegiatan, membagi tugas, membimbing, memeriksa, menyelia, mengumpulkan dan mengolah data, menyusun formasi perkembangan, mengevaluasi dan membuat laporan hasil kegiatan penindakan yustisial oleh PPNS.
Untuk melaksanakan tugas pokok, kepala seksi mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Penyusunan usulan rencana kerja dan anggaran seksi penyelidikan dan penyidikan;
b. Pelaksanaan fasilitasi penyelidikan, penyidikan, pemeriksaan dan pemanggilan yang dilakukan oleh PPNS dalam rangka penindakan yustisial; c. Pembuatan laporan hasil kegiatan.
4. Tugas Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat
Bidang Ketertiban umum dan ketentraman masyarakat dipimpin oleh kepala bidang yang mempunyai tugas pokok merencanakan operasional, membagi tugas, memberi petunjuk, menyelia, mengatur, melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan pelaksanaan kegiatan opersi penertiban dan pengamanan dalam rangka ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.
Untuk melaksanakan tugas pokok, kepala bidang mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Penyusunan rencana kerja dan anggaran serta kegiatan operasi penertiban dan pengamanan;
ketentraman masyarakat;
c. Penanganan unjuk rasa dan kerusuhan massa;
d. Pengamanan dan pengawalan pejabat dan orang-orang penting; e. Pengamanan tempat-tempat penting;
f. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan program dan kegiatan Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.
4.1. Seksi Operasi dan Pengendalian:
Seksi Operasi dan Pengendalian dipimpin oleh kepala seksi yang mempunyai tugas pokok merencanakan kegiatan, membagi tugas, membimbing, memeriksa, menyelia, mengumpulkan dan mengolah data, menyusun formasi perkembangan, mengevaluasi dan membuat laporan hasil kegiatan operasi penertiban dan pengendalian.
Untuk melaksanakan tugas pokok, kepala seksi mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Penyusunan usulan rencana kerja dan anggaran seksi operasi dan pengendalian;
b. Penyusunan rencana operasi penertiban pelanggaran ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat;
c. Pelaksanaan kegiatan operasi dan pengendalian dalam rangka penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat;
d. Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan.
4.2. Seksi Pengamanan:
Seksi Pengamanan dipimpin oleh kepala seksi yang mempunyai tugas pokok merencanakan kegiatan, membagi tugas, membimbing, memeriksa, menyelia, mengumpulkan dan mengolah data, menyusun formasi perkembangan, mengevaluasi dan membuat laporan hasil kegiatan pengamanan.
berikut:
a. Penyusunan usulan rencana kerja dan anggaran serta rencana kegiatan pengamanan seksi pengamanan;
b. Penanganan unjuk rasa dan kerusuhan massa;
c. Pengamanan dan pengawalan pejabat dan orang penting; d. Pengamanan tempat-tempat penting;
e. Pembuatan laporan hasil kegiatan.
5. Tugas Bidang Perlindungan Masyarakat
Bidang Perlindungan Masyarakat dipimpin oleh kepala bidang yang mempunyai tugas pokok merencanakan operasional, membagi tugas, memberi petunjuk, menyelia, mengatur, melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan pelaksanaan kegiatan pembinaan operasional, pengembangan, pengerahan dan pengendalian Satuan Perlindungan Masyarakat.
Untuk melaksanakan tugas pokok, Kepala Bidang mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Penyusunan rencana kerja dan anggaran serta rencana kegiatan pembinaan operasional, pengembangan, pengerahan dan pengendalian Satuan perlindungan Masyarakat;
b. Pelaksanaan pembinaan operasional, pengembangan, pengerahan dan pengendalian Satuan perlindungan Masyarakat;
c. Pelaksanaan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan informasi dan kesiagaan;
d. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan program dan kegiatan bidang perlindungan masyarakat.
5.1. Seksi Satuan Linmas :
merencanakan kegiatan, membagi tugas, membimbing, memeriksa, menyelia, mengumpulkan dan mengolah data, menyusun formasi perkembangan, mengevaluasi dan membuat laporan hasil kegiatan pengerahan dan pengendalian Satuan Perlindungan Masyarakat.
Untuk melaksanakan tugas pokok, kepala seksi mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Penyusunan usulan rencana kerja dan anggaran serta rencana kegiatan pengerahan dan pengendalian Satuan Perlindungan Masyarakat;
b. Pelaksanaan pengerahan dan pengendalian Satuan Perlindungan Masyarakat;
c. Pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi pelaksanaan informasi dan kesiagaan; d. Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan.
5.2. Seksi Bina Potensi Masyarakat:
Seksi Bina Potensi Masyarakat dipimpin oleh kepala seksi yang mempunyai tugas merencanakan kegiatan, membagi tugas, membimbing, memeriksa, menyelia, mengumpulkan dan mengolah data, menyusun formasi perkembangan, mengevaluasi dan membuat laporan hasil kegiatan pembinaan operasional dan pengembangan Satlinmas.
Untuk melaksanakan tugas pokok, kepala seksi mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Penyusunan usulan rencana kerja dan anggaran serta rencana kegiatan pembinaan operasional dan pengembangan Satlinmas;
b. Pelaksanaan pembinaan operasional dan pengembangan Satlinmas; c. Pembuatan laporan hasil kegiatan.
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja sesuai dengan kebutuhan dan keahlian. - Fungsional Arsiparis Terampil
c) Kondisi SKPD (Internal dan Eksternal) Meliputi :
- SDM (Kepegawaian)
∙ Jumlah Pegawai Satpol PP : 212 Orang
∙ Laki-laki : 198 Orang
∙ Perempuan : 14 Orang
- Status :
∙ Pegawai Negeri Sipil : 125 Orang
∙ Non Pegawai Negeri Sipil/Honorer : 1 Orang
∙ Non PNS Tenaga Bantu : 87 Orang
- Status Kewenangan Penyidik : 35 Orang
Dengan Perincian Sebagai berikut :
∙ PPNS SATPOL PP : 7 Orang
∙ PPNS SEKDA : 1 Orang
∙ PPNS PU Cipta Karya : 2 Orang
∙ PPNS BPPT : 2 Orang
∙ PPNS DPPKA : 3 Orang
∙ PPNS BAPPEKAB : 1 Orang
∙ PPNS DINSOSNAKER : 10 Orang
∙ PPNS DISPERTANBUK : 1 Orang
∙ PPNS DISHUB : 5 Orang
∙ PPNS DINKOPERINDAGSDM : 1 Orang
∙ PPNS B L H : 1 Orang
Tingkat Pendidikan Personil
NO PENDIDIKAN JUMLAH
1 S2 5
2 S1 21
3 D3 1
4 SLTA 181
5 SLTP 4
6 SD
-Jumlah 212
Tabel 2
Kepangkatan / Golongan Personil
NO GOLONGAN JUMLAH
1 I 4
2 II 70
3 III 47
4 IV 4
Jumlah 125
Tabel 3
Jenis Kediklatan Personil
NO JENIS KEDIKLATAN JUMLAH
1 STRUKTURAL 14
2 FUNGSIONAL 1
3 PEMERINTAHAN 14
4 TEKNIS 6
5 DIKLAT DASAR POL PP 40
Jumlah 75
- Sarana dan Prasarana
Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi dari SATPOL PP Kabupaten Sidoarjo telah tersedia sarana dan prasarana sebagai berikut :
1. Luas tanah : ± 2.000 m2
2. Peralatan dan Mesin
a. Kendaraan roda empat :22 unit b. Kendaraan roda dua : 54 unit
c. Speed Boat :1 unit
5. Alat-alat keamanan :113 unit 6. Gedung dan Bangunan
a. Gedung Utama :380 m2
b. Gedung Utama Lt. II :265 m2
c. Pos Jaga : 10, 71 m2
d. Gedung BB : 300 m2
7. Jalan, Irigasi dan Jaringan
a. Listrik : 33.000 watt
b. Telephon : 7 line
c. Fax : 1 Unit
Dan sarana penunjang lainnya.
- Ketersediaan SOP (Standart Operasional Prosedur) 1. SOP surat masuk;
2. SOP surat keluar;
3. SOP patroli khusus tertib jalan, jalur hijau, trotoar, taman dan fasum; 4. SOP pengawasan dan pengendalian perijinan;
5. SOP penertiban dan sterilisasi wilayah; 6. SOP penertiban bangunan liar/tidak berijin; 7. SOP penertiban tempat RHU;
8. SOP Tipiring;
9. SOP penjagaan gedung dan asset penting; 10.SOP pengamanan rumah dinas pejabat; 11.SOP PAM unjuk rasa;
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
2.1. Keterkaitan Renstra SKPD dengan RPJMD
Kabupaten Sidoarjo Tahun 2016-2021, sebagai berikut :
Keterkaitan RPJMD Kabupaten Sidoarjo Tahun 2016-2021 dengan Renstra Satuan Polisi Pamong Praja
Misi RPJMD Kab. Sidoarjo
Tujuan RPJMD Kab. Sidoarjo
Sasaran RPJMD Kab.
Sidoarjo
Tujuan
Renstra SKPD
Sasaran
Renstra SKPD
Meningkatnya tatanan kehidupan masyarakat yang berbudaya dan berakhlakhul
karimah, berlandaskan
keimanan kepada Tuhan YME, serta dapat memelihara kerukunan,
ketentraman, dan ketertiban
Menciptakan tata kehidupan masyarakat yang tentram dan tertib
Meningkatnya hukum & demokrasi
a peran
linmas dan masyarakat dalam PAM swakarsa (community policing)
Mewujudkan ketertiban
umum dan
ketentraman masyarakat
masyarakat
2.2. Perencanaan Strategis
a) Matriks Rencana Strategis
Tujuan 1 : Meningkatkan kualitas perlindungan masyarakat
Indikator Kinerja Tujuan : Rasio jumlah Satlinmas terhadap jumlah rukun tetangga (RT)
TARGET TAHUNAN STRATEGI
PENCAPAIAN ANGPEN GUN
1 Meningk
atnya asi yang dibentu
disiapka
n dan
Jumlah Anggota Satlinmas
Jumlah RT
Tujuan 2 : Mewujudkan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat Indikator Kinerja Tujuan : 1. % Penyelesaian pelanggaran peraturan
perundang-undangan daerah
2. % Gangguan ketentraman dan ketertiban masyarakat yang diselesaikan.
NO
SASARAN STRATEGIS
DIFINISI
TARGET TAHUNAN STRATEGI PENCAPAIAN
PENANGG
2016 201 7
1 PROGRAM KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Meningkatny a Ketertiban umum dengan penegakan peraturan daerah
% Penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-unda ngan daerah
Ketertiban umum dan ketentraman masyarakat adalah suatu keadaan dinamis yang memungkinkan Pemerintah, Pemerintah Daerah dan masyarakat dapat melakukan kegiatannya dengan tenteram, tertib dan teratur.
Pelanggaran
35 150 200 250 300 300 Pembinaan dan
pengawassan penegakan peraturan perundang-und angan daerah
Jumlah kasus pelanggara n peraturan
perundang-2 Meningkatny a
ketentraman masyarakat
% Gangguan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat yang diselesaikan
perbuatan/tinda kan yang dilakukan oleh seseorang , badan hokum dan/atau perkumpulan, yang dilarang didalam berupa teguran, peringatan, pencabutan ijin, pembongkaran dan/atau pengajuan ke pengadilan sesuai dengan ketentuan Perda.
ketertiban masyaraka t
Jumlah Kasus Pelanggaran Perda Yang Dapat Diselesaikan
X 100% Jumlah Kasus Pelanggaran Perda
Yang Ditemukan
b) Program dan Kegiatan
No .
Sasaran
Strategis PROGRAM
2016 2016
1. Meningkatn ya peran linmas dan masyarakat dalam PAM swakarsa
gan dan
pengendalia yang aktif dalam
n satuan
linmas an satuan linmas n keamanan lingkungan
Jumlah kelompok masyarak
at yang
dibina/dila
2. Meningkatn ya n daerah
1268
dan diselesaik
an Jumlah
kasus n daerah yang n daerah yang umum dan ketentraman
Operasi dan pengendalia n ketertiban
umum dan
ketentraman masyarakat
yang
raan dan
partisipasi personil pengendali ketertiban
umum dan
ketentraman masyarakat dalam rangka upacara dan jambore
Jumlah personil yang ditugaska
n dalam
rangka n kegiatan
dan aset
2.3. Perjanjian Kinerja
Menguraikan garis besar Perjanjian Kinerja SATPOL PP Kabupaten Sidoarjo beserta rincian anggaran per program / kegiatan
1) Perjanjian Kinerja Kepala SKPD
Tabel 8
Perjanjian Kinerja Kepala SKPD No
.
Sasaran Strategis Indikator Sasaran Target Tahun
2016
1. Meningkatnya peran
linmas dan masyarakat
dalam PAM swakarsa
(community policing)
Rasio jumlah Satlinmas terhadap jumlah rukun tetangga (RT)
1 : 0,93
2. Meningkatnya ketertiban umum dengan penegakan peraturan daerah
% Penyelesaian pelanggaran peraturan
perundang-undangan daerah
35 kasus
3. Meningkatnya ketentraman masyarakat
% Gangguan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat yang diselesaikan
18 e c
2) Perjanjian Kinerja Pejabat Eselon III
Tabel 9
Perjanjian Kinerja Pejabat Eselon III
. 2016 Jawab
1. Program pembinaan operasional,
pengembangan dan pengendalian
perlindungan masyarakat
Jumlah satlinmas yang aktif dalam pengendalian keamanan lingkungan
4.000 orang Kabid. Linmas
2. Program Pembinaan dan Pengawasan Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah
Jumlah kasus pelanggaran peraturan
perundang-undanga n daerah yang ditemukan dan diselesaikan
35 kasus Kabid. Gakda
3. Program pembinaan ketertiban umum dan ketentraman
masyarakat
Cakupan wilayah patroli
18 kec Kabid.
Tibumtranma s
Cakupan wilayah pengamanan
ketentraman dan ketertiban
masyarakat
3) Perjanjian Kinerja Pejabat Eselon IV Tabel 10
Perjanjian Kinerja Pejabat Eselon IV
No. KEGIATAN Indikator Kegiatan Target Tahun
2016
Penganggung Jawab
1. Pengerahan dan pengendalian satuan linmas
Jumlah Satlinmas
yang dikerahkan dan dikendalikan
500
2. Pembinaan operasional
dan pengembangan
satuan linmas
Jumlah satuan linmas yang dibina/dilatih
600
orang
SEKSI SATUAN LINMAS
3. Pembinaan potensi masyarakat dalam pengendalian keamanan lingkungan
Jumlah kelompok
masyarakat yang
dibina/dilatih tentang keamanan lingkungan
180
orang
SEKSI BINA POTENSI MASYARAKAT
4. Pembinaan, pengawasan dan penyuluhan
penegakan peraturan perundang-undangan daerah
Jumlah peserta yang mengikuti sosialisasi tentang peraturan perundang-undangan Jumlah kasus
pelanggaran peraturan
perundang-undangan daerah yang
ditemukan
35 kasus
5. Fasilitasi penyelidikan, penyidikan dan
pemeriksaan pelanggaran peraturan
perundang-undangan daerah
Jumlah kasus pelanggaran peraturan
perundang-undangan daerah yang
difasilitasi
23 kasus
SEKSI PENYELIDIKAN
& PENYIDIKAN
6. Operasi dan pengendalian ketertiban umum dan ketentraman masyarakat
Jumlah titik yang dilakukan operasi ketertiban umum dan ketentraman
masyarakat
28 titik
SEKSI OPERASIONAL
& Jumlah patroli yang
dilakukan
N
7. Penyelenggaraan dan partisipasi personil pengendali ketertiban umum dan ketentraman masyarakat dalam rangka upacara dan jambore
Jumlah personil yang ditugaskan dalam rangka upacara dan jambore
112 orang
SEKSI PENGAMANAN 8. Pengamanan kegiatan
dan aset daerah
Jumlah kegiatan daerah yang diamankan
10 kegiatan
Jumlah aset daerah yang diamankan
3 aset
4) Anggaran Per Program / Kegiatan
Tabel 11
Anggaran Per Program / Kegiatan
No. Program / Kegiatan Pagu Anggaran
1. Program pembinaan operasional, pengembangan dan pengendalian perlindungan masyarakat
a. Kegiatan Pengerahan dan pengendalian satuan linmas
b. Kegiatan Pembinaan operasional dan pengembangan satuan linmas
c. Pembinaan potensi masyarakat dalam pengendalian keamanan lingkungan
828.680.000,00
112.000.000,00
206.480.000,00
2. Program Pembinaan dan Pengawasan Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah
a. Pembinaan, pengawasan dan penyuluhan penegakan peraturan perundang-undangan daerah
b. Fasilitasi penyelidikan, penyidikan dan pemeriksaan pelanggaran peraturan perundang-undangan daerah
726.010.000,00
427.280.000,00
298.730.000,00
3. Program pembinaan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat
a. Operasi dan pengendalian ketertiban umum dan ketentraman masyarakat
b. Penyelenggaraan dan partisipasi personil pengendali ketertiban umum dan ketentraman masyarakat dalam rangka upacara dan jambore
c. Pengamanan kegiatan dan aset daerah
5.520.945.000,00
2.573.745.000,00
1.501.000.000,00
1.446.200.000,00
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
3.1. Pengukuran Kinerja
a) Pengukuran Kinerja Tujuan
antara realisasi indikator kinerja tujuan di tahun 2016, dengan target dari indikator kinerja tujuan.
Catatan : Indikator kinerja tujuan dapat sama / identik dengan indikator kinerja sasaran, yang membedakan adalah target, dimana target dari indikator kinerja tujuan adalah target pada tahun ke-lima Renstra (target tahun 2021)
Tabel 12
Pengukuran Kinerja Tujuan
No
. TUJUAN
Indikator Kinerja
Tujuan Target
Realisasi di Tahun 2016
Capaian (%)
1. Meningkatkan kualitas perlindungan
masyarakat
Rasio jumlah Satlinmas terhadap jumlah
rukun tetangga (RT)
1 : 1 1 : 0,87 93,5 %
2. Mewujudkan
ketertiban umum dan ketentraman
masyarakat
% Penyelesaian pelanggaran
peraturan perundang-undan
gan daerah
100% 100% 100%
% Gangguan Ketentraman dan
Ketertiban Masyarakat yang
diselesaikan
b) Pengukuran Kinerja Sasaran
Pengukuran kinerja sasarantahun 2016 dilakukan dengan cara membandingkan antara realisasi indikator kinerja sasaran di tahun 2016, dengan target dari indikator kinerja sasaran di tahun 2016, sebagaimana pada Renstra.
Catatan : Indikator kinerja sasaran adalah Indikator Kinerja Utama / Indikator Kinerja Kepala SKPD (pejabat eselon II)
Tabel 13
Pengukuran Kinerja Sasaran
No
. SASARAN
Indikator Kinerja Sasaran
Target Tahun 2016
Realisasi Tahun
2016
Capaian (%)
1. Meningkatnya peran linmas dan
masyarakat dalam PAM swakarsa (community policing)
Rasio jumlah Satlinmas terhadap
jumlah rukun tetangga (RT)
1 : 0,93 1 : 0,87 93,5 %
2. Meningkatnya
ketertiban umum dengan penegakan peraturan daerah
% Penyelesaian pelanggaran
peraturan perundang-undangan
daerah
100% 100% 100%
3. Meningkatnya ketentraman
% Gangguan Ketentraman dan
masyarakat Ketertiban Masyarakat yang
diselesaikan
c) Pengukuran Kinerja Program dan Kegiatan
Pengukuran kinerja program dan kegiatantahun 2016 dilakukan dengan cara membandingkan antara realisasi indikator kinerja program dan kegiatan di tahun 2016, dengan target dari indikator kinerja program dan kegiatan di tahun 2016, sebagaimana pada Renja Tahun 2016
Catatan : Indikator kinerja program (outcome) adalah Indikator Kinerja pejabat eselon III, dan Indikator kinerja kegiatan (output) adalah Indikator kinerja pejabat eselon IV
Tabel 14
Pengukuran Kinerja Program dan Kegiatan
No .
PROGRAM / KEGIATAN
Indikator Kinerja Program (Outcome) /
Indikator Kinerja Kegiatan (Output)
Target Tahun 2016
Realisasi Tahun
2016
Capaian (%)
1. Program pembinaan operasional,
pengembangan dan pengendalian
perlindungan masyarakat
Jumlah Satlinmas yang aktif dalam pengendalian keamanan lingkungan
1 : 0,93 1 : 0,87 93 %
a Kegiatan Kegiatan Pengerahan dan
a Jumlah Satlinmas yang dikerahkan
satuan linmas
b Kegiatan Pembinaan operasional dan pengembangan satuan linmas
b Jumlah satlinmas yang dibina/dilatih
600 orang 600 orang 100%
c Pembinaan potensi
masyarakat dalam pengendalian keamanan lingkungan
c Jumlah kelompok masyarakat yang dibina/dilatih tentang keamanan lingkungan
180 orang 180 orang 100%
2. Program pembinaan dan pengawasan penegakan peraturan perundang-undangan daerah
Jumlah kasus pelanggaran peraturan perUU daerah yg ditemukan dan diselesaikan
35 kasus 35 kasus 100%
a Pembinaan, pengawasan dan penyuluhan penegakan peraturan
perundang-undang an daerah
a Jumlah peserta yang mengikuti sosialisasi tentang peraturan
perundang-undang an daerah
1268 orang
733 orang 58%
b Jumlah kasus pelanggaran
perundang-undang an daerah yang ditemukan
b Fasilitasi penyelidikan, penyidikan dan pemeriksaan pelanggaran peraturan
perundang-undang an daerah
a Jumlah kasus pelanggaran peraturan
perundang-undang an daerah yang difasilitasi
23 kasus 23 kasus 100%
3. Program pembinaan ketertiban umum dan ketentraman
masyarakat
a Cakupan wilayah patroli
18 kec 18 kec 100%
b Cakupan wilayah pengamanan ketentraman dan ketertiban
masyarakat
18 kec 18 kec 100%
a Operasi dan pengendalian ketertiban umum dan ketentraman masyarakat
a Jumlah titik yang dilakukan operasi ketertiban umum dan ketentraman masyarakat
28 titik 28 titik 100%
b Jumlah patroli yang dilakukan
730 patroli 730 patroli 100%
b Penyelenggaraan dan partisipasi personil
a Jumlah personil yang ditugaskan dalam rangka
ketertiban umum dan ketentraman masyarakat dalam rangka upacara dan jambore
jambore
c Pengamanan kegiatan dan aset daerah
a Jumlah kegiatan daerah yang diamankan
10 keg 10 keg 100%
b Jumlah aset daerah yang diamankan
3 aset 3 aset 100%
3.2. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja a) Evaluasi Capaian Kinerja Per Sasaran
Setelah dilakukan pengukuran kinerja, maka selanjutnya dilakukan evaluasi dan analisa terhadap hasil capaian kinerja, yaitu dengan mengukur tingkat keberhasilan kinerja masing – masing indikator tiap individu.
Tabel 15
Evaluasi Capaian Kinerja Per Sasaran
No .
Sasaran Stategis /
Program /
Kegiatan
Indikator Sasaran /
Indikator Program /
Indikator Kegiatan
% Capai
an
Kategor i
Penanggung Jawab
1. Sasaran 1 :
Meningkatnya peran Linmas dan
masyarakat dalam PAM swakarsa (community policing)
Rasio jumlah
Satlinmas terhadap jumlah rukun tetangga (RT)
2.
Program :
Program pembinaan operasional,
pengembangan dan pengendalian
perlindungan masyarakat
Kegiatan :
a. Kegiatan
Pengerahan dan pengendalian satuan linmas
b. Kegiatan Pembinaan operasional dan pengembangan satuan linmas
c. Pembinaan potensi masyarakat dalam pengendalian keamanan lingkungan
Sasaran 2 :
Meningkatnya ketertiban umum dengan penegakan peraturan daerah
Program :
Program pembinaan dan pengawasan penegakan peraturan perundang-undangan daerah
Jumlah Satlinmas yang aktif dalam pengendalian
keamanan lingkungan
Jumlah Satlinmas yang dikerahkan dan dikendalikan
Jumlah Satlinmas yang dibina/dilatih
Jumlah kelompok masyarakat yang dibina/dilatih tentang keamanan lingkungan
% Penyelesaian
pelanggaran peraturan perundang-undangan daerah
Jumlah kasus
3.
Kegiatan :
a. Pembinaan, pengawasan dan penyuluhan
penegakan peraturan perundang-undangan daerah
b. Fasilitasi penyelidikan, penyidikan dan pemeriksaan
Program :
Program pembinaan ketertiban umum dan
a. Jumlah peserta yang mengikuti sosialisasi tentang peraturan
perundang-undangan daerah
b. Jumlah kasus pelanggaran peraturan
perundang-undanga n daerah yang ditemukan
Jumlah kasus
pelanggaran peraturan perundang-undangan daerah yang
difasilitasi
% Gangguan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat yang diselesaikan
a. Cakupan wilayah patroli
ketentraman masyarakat
Kegiatan :
a. Operasi dan pengendalian
ketertiban umum dan ketentraman
masyarakat
b. Penyelenggaraan dan partisipasi personil pengendali ketertiban umum dan ketentraman
masyarakat dalam rangka upacara dan jambore
c. Pengamanan kegiatan dan aset daerah
masyarakat
a. Jumlah titik yang dilakukan operasi ketertiban umum dan ketentraman masyarakat
b. Jumlah patroli yang dilakukan
a. Jumlah personil yang ditugaskan dalam rangka upacara dan jambore
a. Jumlah keg daerah yang diamankan
b. Jumlah aset daerah yang diamankan
100%
100%
100 %
100 %
100 %
Sangat berhasil
Sangat berhasil
Sangat berhasil
Sangat berhasil
Sangat berhasil
100 %
100 %
Sangat berhasil
Sangat berhasil
Tabel 16
No. % CAPAIAN KATEGORI
1 Lebih dari 90% Sangat berhasil
2 75% s.d kurang dari 90% Berhasil
3 50% s.d kurang dari 75% Cukup
4 Kurang dari 50% Kurang
b) Perkembangan (Tren) Capaian Kinerja
Membandingkan antara capaian kinerja di tahun 2016 dengan capaian kinerja tahun sebelumnya (tahun 2014 dan tahun 2015)
Catatan : dapat berupa tabel maupun grafik, dan diuraikan per sasaran strategis
Tabel 17
Perkembangan (Tren) Capaian Kinerja
Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016
Anggaran Realisasi Anggaran Realisasi Realisasi
30.350.745.
925
25.909.77
1.675
24.001.222.
164
22.859.01
4.723
21.173.61
2.373
20.216.16
c) Analisis Keberhasilan dan Kegagalan
Setelah dilakukan evaluasi dan analisis kinerja untuk setiap sasaran strategis, selanjutnya dilakukan analisa terhadap keberhasilan dan kegagalan, yang meliputi penjelasan dalam menghadapi permasalahan – permasalahan pencapaian kinerja, beserta upaya – upaya yang dilakukan, serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan untuk pencapaian kinerja tahun berikutnya.
Catatan : diuraikan per sasaran strategis
SASARAN 1 :Meningkatnya peran Linmas dan masyarakat dalam PAM swakarsa (community policing)
Ø Kendala / Permasalahan yang dihadapi :
1. Terbatasnya dukungan anggaran; 2. Terbatasnya sarana kegiatan;
3. Terbatasnya kemampuan SDM anggota Linmas;
4. Terbatasnya potensi masyarakat dalam pemeliharaan ketentraman lingkungan.
2014
2015
2016
Rp-
Rp5,000,000,000
Rp10,000,000,000
Rp15,000,000,000
Rp20,000,000,000
Rp25,000,000,000
Rp30,000,000,000
Rp35,000,000,000
CAPAIAN KINERJA
Ø Upaya yang telah dilakukan :
1. Peningkatan anggaran Linmas agar dapat mengikuti kegiatan-kegiatan Linmas;
2. Meningkatkan/menambah sarana prasarana Linmas agar dapat meningkatkan kinerja Linmas;
3. Memperbanyak mengirim anggota Linmas untuk mengikuti bintek-bintek tentang Pembinaan Linmas;
4. Meningkatkan/memperbanyak kegiatan-kegiatan Pembinaan di Masyarakat.
Ø Rencana Tindak lanjut tahun berikutnya :
1. Meningkatkan anggaran bidang Linmas; 2. Menambah sarana prasarana Linmas;
3. Mengikutsertakan anggota Linmas untuk bintek/diklat; 4. Meningkatkan kegiatan pembinaan Linmas.
SASARAN 2 :Meningkatnya ketertiban umum dengan penegakan peraturan daerah
Ø Kendala / Permasalahan yang dihadapi :
1. Masih minimnya SDM petugas PPNS;
2. Masih minimnya anggaran untuk secretariat PPNS;
3. Belum adanya SOP penegakan peraturan daerah secara detail;
4. Masih adanya kelemahan terhadap peraturan daerah terutama pada sanksi dan administrasi.
Ø Upaya yang telah dilakukan :
1. Perlunya penambahan personil PPNS;
2. Diperlukan penambahan anggaran untuk secretariat PPNS, 3. Perlu adanya SOP penegakan perda;
4. Diperlukan adanya revisi perda terhadap sanksi dan administrasi.
Ø Rencana Tindak lanjut tahun berikutnya :
1. Penambahan personil PPNS;
3. Pembuatan SOP penegakan Perda; 4. Pembuatan Perda tentang sanksi.
SASARAN 3 : Meningkatnya ketentraman masyarakat
Ø Kendala / Permasalahan yang dihadapi :
1. Kurangnya kesadaran masyarakat (khususnya pelaku usaha) dalam melaksanakan kegiatan usaha di lokasi lokasi yang semestinya;
2. Masih banyak ditemukan adanya penyelenggaraan reklame yang tidak sesuai dengan ketentuan baik dari sisi perijinan maupun lokasi/peletakan titik reklame;
3. Kurangnya jumlah personil pengendali tibumtranmas (pasukan) serta kurangnya kendaraan operasional /patrol untuk mengcover seluruh wilayah kabupaten Sidoarjo;
4. Seringkali dialami kendala dalam pelaksanaan penertiban kegiatan RHU yang disebabkan oleh dasar aturan yang tidak mengatur secara tegas;
5. PAM unjuk rasa sering terlambat untuk mendapatkan informasi terkait pelaksanaan unjuk rasa.
Ø Upaya yang telah dilakukan :
1. Perlu segera direalisasikan program penataan PKL khususnya penyediaan lahan yang diperuntukkan bagi kegiatan PKL;
2. Perlu adanya sinergitas antar instansi terkait dalam hal pengawasan keberadaan reklame di Sidoarjo;
3. Perlu adanya penambahan jumlah personil pengendali tibumtranmas (pasukan) dan kendaraan patrol. Perlu adanya optimalisasi tugas dan fungsi seksi ketertiban umum yang ada di tiap-tiap kecamatan;
4. Perlu adanya kajian terkait aturan hukum khususnya penyelenggaraan RHU, untuk meminimalkan adanya celah hokum serta mempertegas batasan dan aturan tentang penyelenggaraan RHU;
5. Perlu adanya koordinasi lintas intelejen maupun koordinasi dengan instansi terkait.
Ø Rencana Tindak lanjut tahun berikutnya :
1. Penataan lokasi PKL;
3. Penambahan anggota tibumtranmas;
4. Perlunya kajian hokum tentang penyelenggaraan RHU;
5. koordinasi lintas intelejen maupun koordinasi dengan instansi terkait.
d) Program dan Kegiatan yang mendukung
Diuraikan program dan kegiatan yang mendukung pencapaian masing – masing sasaran strategis, beserta penjelasan hasil capaian kinerjanya.
SASARAN 1 :Meningkatnya peran Linmas dan masyarakat dalam PAM swakarsa (community policing)
Program
Indikator Kinerja Program (outcome)
Hasil Capaian Kinerja
Hasil Capaian Kinerja gan dan pengendalia yang aktif dalam pengendalia n keamanan lingkungan
8.42 7
7.318 93 % Pengeraha n dan pengendali an satuan linmas
500 500 100
%
600 600 100
linmas
Pembinaa n potensi masyaraka
t dalam
pengendali at yang dibina/dil
180 180 100
%
SASARAN 2 :Meningkatnya ketertiban umum dengan penegakan peraturan daerah
Program
Hasil Capaian Kinerja
Kegiatan
Indikator Kinerja Kegiatan
(output)
Hasil Capaian Kinerja
Targe an daerah yang an daerah
n an daerah
Jumlah
SASARAN 3 : Meningkatnya ketentraman masyarakat
Program
Hasil Capaian Kinerja
Hasil Capaian Kinerja
Targ
Target Realisa si umum dan ketentram titik yang dilakukan operasi ketertiban
28 titik
masyaraka man dan ketertiba at dalam rangka
n dalam
rangka dan aset
n
Jumlah aset daerah yang diamanka n
3 aset 3 aset 100 %
3.3. Akuntabilitas Keuangan a) Realisasi Anggaran
Tabel 21 Realisasi Anggaran
Program Kegiatan Anggaran Realisasi %
Program pembinaan operasional, pengembangan dan pengendalian perlindungan masyarakat
a.Kegiatan Pengerahan dan pengendalian satuan linmas
b.Kegiatan Pembinaan operasional dan pengembangan satuan linmas
c.Pembinaan potensi masyarakat dalam pengendalian keamanan lingkungan
112.000.000
206.480.000
510.200.000
111.530.000
196.914.000
504.035.000
99,5 %
95,5 %
99 %
Program Pembinaan dan
a.Pembinaan, pengawasan dan
Penegakan Peraturan
Perundang-undan gan Daerah
penegakan peraturan perundang-unda ngan daerah
b.Fasilitasi penyelidikan, penyidikan dan pemeriksaan pelanggaran peraturan perundang-unda ngan daerah
298.730.000 298.427.489 99 %
Program
a. Operasi dan pengendalian ketertiban umum dan ketentraman masyarakat
b. Penyelenggara an dan
partisipasi personil pengendali ketertiban umum dan ketentraman masyarakat dalam rangka upacara dan jambor
c. Pengamanan kegiatan dan aset daerah
2.573.745.000
b) Alokasi Anggaran Per Sasaran
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA ANGGARAN ANGGARAN% Meningkatnya peran Linmas
dan masyarakat dalam PAM swakarsa
Rasio jumlah Satlinmas terhadap jumlah rukun tetangga (RT)
828.680.000 7 %
Meningkatnya ketertiban umum dengan penegakan peraturan daerah
% penyelesaian
pelanggaran peraturan perundang-undangan daerah
726.010.000 6 %
Meningkatnya ketentraman masyarakat
% gangguan ketentraman dan ketertiban masyarakat yang diselesaikan
5.520.945.000 46 %
Catatan :Prosentase Anggaran = Anggaran / Belanja Langsung x 100%
3.4. Efektivitas dan Efisiensi Kinerja a) Pencapaian Kinerja dan Anggaran
Tabel 23
Pencapaian Kinerja dan Anggaran
SASARAN
STRATEGIS INDIKATORKINERJA
KINERJA ANGGARAN
TARGET REALISASI CAPAIAN TARGET REALISASI CAPAIAN Meningkatnya
peran Linmas dan masyarakat
dalam PAM
swakarsa
Rasio jumlah Satlinmas terhadap jumlah rukun tetangga (RT)
1 : 0,93 1 : 0,87 93 % 828.680.000 812.479.000 98 %
Meningkatnya ketertiban umum dengan
penegakan peraturan daerah
% penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-unda ngan daerah
100 % 100 % 100 % 726.010.000 668.574.489. 92,08 %
Meningkatnya ketentraman masyarakat
% gangguan ketentraman dan ketertiban masyarakat yang
diselesaikan
b) Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Tabel 24
Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA CAPAIAN% KINERJA
% PENYERAPA
N ANGGARAN
TINGKA T EFISIEN
SI
Meningkatnya peran
Linmas dan masyarakat dalam PAM swakarsa
Rasio jumlah Satlinmas terhadap jumlah rukun tetangga (RT)
- -
-Meningkatnya ketertiban umum dengan penegakan peraturan daerah
% penyelesaian pelanggaran peraturan
perundang-undangan daerah
100 % 92,08 % 7,92 %
Meningkatnya
ketentraman masyarakat
% gangguan ketentraman dan ketertiban masyarakat yang diselesaikan
100 % 92,67 % 7,33 %
BAB IV PENUTUP
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini merupakan Pertanggungjawaban dari berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sidoarjo selama Tahun Anggaran 2016. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sidoarjo ini, merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden No. 7 Tahun 1999 tentang AKIP yang selanjutnya disempurnakan di dalam Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara No : 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan sistematika Penyusunannya didasarkan pada Peraturan Menteri PAN – RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang ‘Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sidoarjo ini bertujuan untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan Program – Kegiatan melalui kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan dalan Renstra Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sidoarjo guna mencapai sasaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sidoarjo yaitu:
1. Meningkatnya peran Linmas dan masyarakat dalam PAM swakarsa; 2. Meningkatnya ketertiban umum dengan penegakan peraturan daerah; 3. Meningkatnya ketentraman masyarakat.
Selanjutnya apa yang telah kami lakukan selama tahun anggaran 2016 ini diharapkan dapat menunjang terhadap visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo serta dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap pencapaian Peningkatan Ketentraman dan Ketertiban di Kabupaten Sidoarjo.
Kabupaten Sidoarjo khususnya Satuan Polisi Pamong Praja dalam keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sidoarjo dalam rangka mencapai sasaran visi Satuan Polisi Pamong Praja yaitu ”Terwujudnya Sidoarjo Yang Tentram Dan Tertib Berlandaskan Norma-Norma Hukum Untuk Menuju Masyarakat Sejahtera, Mandiri dan Berkeadilan” dan visi Kabupaten Sidoarjo yaitu ” Kabupaten Sidoarjo yang Inovatif, Mandiri, Sejahtera dan Berkelanjutan.” serta terwujudnya Pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Langkah – kedepan untuk optimalisasi pelaksanaan Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja sebagai berikut:
1) Melibatkan semua aparatur Satuan Polisi Pamong Praja untuk mengoptimalkan potensinya, bekerja keras, mempunyai etos kerja dan disiplin kerja yang tinggi untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya;
2) Memahamkan kepada seluruh aparatur Satuan Polisi Pamong Praja bahwa substansi Program dan Kegiatan adalah alat untuk mencapai sasaran yang selanjutnya akan memberikan konstribusi terhadap capain visi dan misi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sidoarjo;
3) Mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan pada aktivitas kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sidoarjo.
LAMPIRAN - LAMPIRAN
1. Indikator Kinerja Utama (IKU) Kepala SKPD s.d Eselon IV 2. Matrik Renstra 2016 - 2021
3. Rencana Kinerja Tahun 2016
4. Perjanjian Kinerja Tahun 2016 (Kepala SKPD s.d Eselon IV)