PERATURAN DESA
NOMOR 5 TAHUN 2015
TENTANG
PENETAPAN KEWENANGAN DESA BERDASARKAN HAK ASAL USUL
DAN KEWENANGAN LOKAL BERSKALA DESA DI DESA PEJENGKOLAN
PEMERINTAH
DESA PEJENGKOLAN
KEPALA DESA PEJENGKOLAN
KABUPATEN KEBUMEN
DRAF PERATURAN DESA PEJENGKOLAN
NOMOR 5 TAHUN 2015
TENTANG
PENETAPAN KEWENANGAN DESA BERDASARKAN HAK ASAL USUL DAN
KEWENANGAN LOKAL BERSKALA DESA DI DESA PEJENGKOLAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA DESA PEJENGKOLAN,
Menimbang
: a.
berdasarkan ketentuan
Pasal 6 ayat (1) Peraturan Bupati
Kebumen Nomor 22 Tahun 2015 tentang Kewenangan Desa
Berdasarkan Hak Asal Usul Dan Kewenangan Lokal Berskala
Desa di Kabupaten Kebumen, perlu diatur dengan Peraturan
Desa;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Desa
Penetapan
Kewenangan Desa Berdasarkan Hak Asal Usul
Dan
Kewenangan Lokal Berskala Desa di Desa Pejengkolan;
Mengingat
: 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan
Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa
Tengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950
Nomor 42);
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan
Informasi Publik
(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4846);
3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
4. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014
tentang
Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5495);
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5587) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014
tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun
2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 246, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1950 tentang
Penetapan Mulai Berlakunya Undang-Undang Nomor 13
Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten
dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian
Urusan
Pemerintahan
antara
Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4737);
8. Peraturan Pemerintah Nomor
43
Tahun 2014
tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 tentang
Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5539);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana
Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5558);
10. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 199);
11. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 53 Tahun
2004 tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Proses Kebijakan
Publik (Lembaran Daerah Kabupaten Kebumen Tahun 2004
Nomor 64);
12. Peraturan Bupati
Kebumen Nomor 22 Tahun 2015 Tentang
Kewenangan Desa Berdasarkan Hak Asal Usul Dan
Kewenangan Lokal Berskala Desa Di Kabupaten Kebumen
MEMUTUSKAN:
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan :
1.
Desa adalah kesatuan
masyarakat
hukum
yang
memiliki batas
wilayah
yang
berwenang
untuk
mengatur
dan mengurus urusan pemerintahan,
kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa
masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang
diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia
2.
Daerah adalah Kabupaten Kebumen.
3.
Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur
penyelengara
Pemerintahan
Daerah
yang
memimpin
pelaksanaan
urusan
pemerintahan
yang
menjadi
kewenangan daerah otonom.
4.
Pemerintahan
Desa
adalah
penyelenggaraan
urusan
pemerintahan
dan kepentingan masyarakat setempat
dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
5.
Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dibantu Perangkat
Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.
6.
Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan
yang ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan
disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa
7.
Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban yang
dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa
uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan
hak dan kewajiban.
8.
Badan
Permusyawaratan
Desa
atau
yang
selanjutnya
disingkat BPD adalah lembaga yang
melaksanakan
fungsi
pemerintahan
yang
anggotanya merupakan
wakil dari penduduk Desa
berdasarkan keterwakilan
wilayah dan ditetapkan secara demokratis.
9.
Lembaga
Kemasyarakatan
Desa
adalah
lembaga
yang
dibentuk
oleh masyarakat
sesuai dengan
kebutuhan
dan
merupakan mitra
pemerintah desa
dalam memberdayakan masyarakat desa.
10. Musyawarah
Desa
adalah
musyawarah
antara
BPD,
Pemerintah
Desa,
dan
unsur
masyarakat
yang
diselenggarakan oleh BPD untuk menyepakati hal yang
bersifat strategis.
11. Kewenangan Desa adalah kewenangan yang dimiliki
Desa meliputi kewenangan di bidang penyelenggaraan
Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa,
Pembinaan Kemasyarakatan Desa, dan Pemberdayaan
Masyarakat Desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak
asal usul dan adat istiadat Desa.
Desa atau prakarsa masyarakat Desa sesuai dengan
perkembangan kehidupan masyarakat.
13. Kewenangan lokal berskala Desa adalah kewenangan untuk
mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat Desa
yang telah dijalankan oleh Desa atau mampu dan efektif
dijalankan
oleh
Desa
atau
yang
muncul
karena
perkembangan Desa dan prakarsa masyarakat Desa.
BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 2
(1) Maksud disusunnya Peraturan Desa ini adalah untuk memberikan pedoman
bagi Pemerintah Desa dalam mengatur kewenangannya;
(2) Tujuan disusunnya Peraturan Desa ini adalah agar Pemerintah Desa dalam
mengatur kewenangannya dilakukan sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku.
BAB III
JENIS KEWENANGAN DESA
Pasal 3
Kewenangan Desa meliputi:
a. kewenangan berdasarkan hak asal usul;
b. kewenangan lokal berskala Desa;
c. kewenangan yang ditugaskan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi,
atau Pemerintah Daerah Kabupaten; dan
d. kewenangan lain yang ditugaskan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah
Provinsi, atau Pemerintah Daerah Kabupaten sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Kewenangan Berdasar Hak Asal Usul
Pasal 4
Ruang Lingkup kewenangan sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 huruf a
meliputi :
a. sistem organisasi perangkat Desa;
b. pembinaan kelembagaan masyarakat;
c. pembinaan lembaga dan hukum adat;
d. pengelolaan tanah Desa atau tanah hak milik Desa yang menggunakan
sebutan setempat;dan
Kewenangan Lokal Berskala Desa
Pasal 5
Kriteria kewenangan lokal berskala Desa meliputi :
a. kewenangan yang mengutamakan kegiatan pelayanan dan pemberdayaan
masyarakat;
b. kewenangan yang mempunyai lingkup pengaturan dan kegiatan hanya di
dalam wilayah dan masyarakat Desa yang mempunyai dampak internal Desa;
c. kewenangan yang berkaitan dengan kebutuhan dan kepentingan sehari-hari
masyarakat Desa;
d. kegiatan yang telah dijalankan oleh Desa atas dasar prakarsa Desa;
e. program kegiatan pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah
kabupaten/kota dan pihak ketiga yang telah diserahkan dan dikelola oleh
Desa; dan
f. kewenangan lokal berskala Desa yang telah diatur dalam peraturan
perundang-
undangan
tentang
pembagian
kewenangan
pemerintah,
pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten
Pasal 6
Kewenangan lokal berskala Desa meliputi:
a. bidang penyelenggaraan pemerintahan Desa,
b. bidang pelaksanaan pembangunan Desa;
c. bidang pembinaan kemasyarakatan Desa; dan
d. bidang pemberdayaan masyarakat Desa.
Pasal 7
Daftar rincian kewenangan berdasar hak asal usul dan kewenangan lokal
berskala Desa sebagaimana terlampir dan menjadi bagian tidak tepisahkan dalam
Peraturan Desa ini.
Pasal 8
Jenis kewenangan masing-masing bidang sebagaimana dimaksud pada Pasal 3
huruf c dan d menyesuaikan dengan ketentuan peraturan perundangan yang
berlaku.
Pasal 9
Ditetapkan di Desa Pejengkolan
pada tanggal 26 Oktober 2015
KEPALA DESA PEJENGKOLAN,
TTD
MUSLIMAH
penyelenggaraan
Pemerintahan
Desa,
pelaksanaan
Pembangunan
Desa,
Pembinaan Kemasyarakatan Desa, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Pasal 10
Penetapan Kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal
berskala Desa dapat ditinjau kembali disesuaikan dengan potensi desa, sarana
dan parasarana desa dan ditetapkan dengan Peraturan Desa.
BAB IV
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 11
Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan
Desa ini dengan penempatannya dalam Lembaran Desa Pejengkolan
Diundangkan di Desa Pejengkolan
Pada tanggal 26 Oktober 2015
Pjs. SEKERTARIS DESA PEJENGKOLAN
TTD
PURIMAN
B
ngupati,mitoni, munjung, among among cah
angon,enthak enthik,bancakan,mbrokoi, dan
midangan;
4.2
45 65 78 9 :; 9<= >? 9 @ 9A B >? 9 6>CD; <E F 7GH 69I 98 9 <Fdan
J9 : 9I ;8 9 < K4.3
L@ > B> : 9< 75 8569G D9 <5<MN 9=56(pe
:H : 9 <E 9 <);
4.4
J5E ; 989 < 69; < 75 7 >9; B5 = >8 >G 9 < ? 9 <BH <? ; 7;de
7 9JO 4P QPROL P4ON OSTJUQP SF
Z [
B
\ ]^Z_ `a baZ^Z_^Z
1.1
pene
cd ed f gdf e hf hid jd f kdcd j]hjd l1.2
pengembangan
j mjchnadmini
jcodjmdan
info
ond j m ] hjd l1.4
penda
cdd fdan pengkla
j msmtdjmdf c hfdidke
oud] hj dl
1.4
penda
dan pengkla
ke
] hj dl
1.5
penda
cdd fpend
pgp t
y
ang
beke
oudpada
j htcqope
ocd f mdf gd f j htcqofqf e h ocdfmdfl1.6
penda
cdd fpend
pgp tmen
popcj
pnrd xpend
pgpt pjmdke
oudangka
cdf
ke
oud
penca
o mke
oudgd f c mf itdcedoc mj me djm d f itdcd f thoud l1.7
penda
cdd fpend
pgp tbe
opnpo15
cd xpfke
a
cd jy
ang
beke
oudmen
popclapangan peke
oud dfjeni
j e hth oud d fgdf j cdcpj ehthoudd fl1.8
penda
cdd fpend
pgp t
y
ang
beke
ouddi l
pdoo md f
i
zin penggunaan gedung pertemuan
atau balai Desa;
1.17
pendataan potensi Desa;
Bidang Penyelenggaraan
Pemerintahan Desa
1.
1.17
pendataan potensi Desa;
1.18
pemberian izin hak pengelolaan atas tanah
Desa;
1.19
penetapan Desa dalam keadaan darurat seperti
kejadian
bencana,
konflik,
rawan
pangan,
wabah
penyakit,
gangguan
keamanan,
dan
kejadian luar biasa lainnya dalam skala Desa;
1.20
pengelolaan arsip Desa;
1.21
pene
po
keamanan
dan
po
A.2.3
pengelolaan dan pembinaan
¨a)
lay
anan gi
zi untuk balita;
b)
pemeriksaan ibu hamil;
c)
pemberian makanan tambahan;
d)
pen
© ª« ª¬ ® ¯ °± ° ¬ ²®³e)
ge
´ ¯® ¬µ¶ª· ¸°´±µ¬¶® ± °¬ ²³f)
penimbangan bay
i; dan
g)
ge
´¯ ®± ° ¬² ª ®² ª¯ «®¹ª ² ª±µºA.2.4
pembinaan dan penga
»± ® ª·© ¯ °±°¬ ² ® ²´¶µ±µ¼ ®«³
A.2.5
peman
² ª® ¶ ® ·° ®½°¾ ¬ ®·° ®© «¬¾ª ® ®na
´¯¼²µ¯¶® ¿²¶ µ¯ ²µ À ¶µ Á°± ³A.2.6
 ° ®© ª« ª ¬®±°¶°´¬® ² °®² ®¾ ·° ®©¯µ²men
ª«´¶®·°®© ¯µ²²µ¶¯ ð® ª«´ ³A.2.7
 ° ®¾°« ¼« ®¶ ® ±°¬ ²³A.2.8
 ° ®¾°« ¼« ®¯°¾ µ ²®² ®Ã® ¼¸ ² ¯°« ª´¾(
²¼¾);
A.2.9
 ° ®¾¶ ® ±´ ® ¯°±°¬² ® ²µ®¾¯ ²¶°± ³A.2.10
 ° ®© °« ° ®¾ ¾´® ª· © ·´¼ ü±µ ¯°±°¬²®³A.2.12
ıµ«µ² ±µ °®© ° ®¾ ¾ ¾´® Á°± ŵ¾ ³A.2.13
 ° ø°® ²ª¯®¶ ®  ° ®¾ª ² ®Æ °« ¼Ã·¼¯ Ç´¾  °¶ª«µ ÈÉ Á± ³A.2.13
 °¶ª«µ ÈÉ Á± ³
A.2.14
 ° ø°´µ® Ê ¯ ®®Ëø¬ ® ¶® ̵²Ãµ® ³
A.2.15
pembinaan dan pengelolaan pendidikan anak
ª±µ ¶µ®µ³
A.2.16
pengadaan dan pengelolaan
±®¾ ¾´ ¸°«¹´Í ±®¾ ¾´±°®µ ¸ª¶© Í ¶ ® ·°´·ª±² ¯ ®Á°± ³A.2.17
ıµ«µ² ±µ ¶ ® ü²µÎ±µ ² °´¬¶· ¯°« ¼Ã·¼¯ Ïkelompok belaja
´¶µ Á°± ³A.2.18
ıµ«µ² ±µ ·°®© °« °®¾ ¾´ ® °®¶ µ¶µ¯® È® ¯ бµ Áµ®µÍ °®¶ µ¶µ¯ ® Ѽ ®Ä¼´Ã« ¶® É®À¼´Ã «
(
ÂÈÐÁÑ É);
A.2.19
ıµ«µ² ±µ ª± ²Æ°¾ µ²®Ò °«¹´ ʱ©´ ¯²(
ÂÆÒÊ);
A.2.20
ıµ«µ² ±µ Ë Ã®Ò½ ® Ê ± ©´¯ ²(
Ë Ò Ê);
A.2.21
ıµ«µ² ±µ ² °Ã·²  ° ®¶µ¶ µ¯®Á ±´ ¶µ ¶°± ³A.2.22
 ° ®¶²® ·°®¶µ¶µ¯ ®¶µ ¶°± ³A.2.23
Ban
² ª ® ŵ±» ʵ± ¯µ®³A.2.24
ıµ«µ² ±µ ·°®¾° ø ®¾ ® ± ° ®µ ¶ ® ¸ª¶© ¶µde
± ³A.2.25
 ° î² ª® ¶ ® ·° ®½°¾ ¬ ®²µ®¶ ¯®keke
´ ±®²°´¬¶· ·°´°Ã·ª ® ¶® ®¯ ³A.2.26
Ê ¸µ²¯ ²¯ ² µ ¯µA.2.26
ʰ ®°´ ¸µ²¯® ±ª´²¯ ° ²°´®¾®Ãµ±¯µ®³A.2.27
ıµ«µ² ±µ ·°®¾ª´ª± ® ¼´ ®¾²°´«®²´ ¶®difabel;
A.2.28
 ° ®¶²® ·°® ©®¶ ®¾Ã ± «¬ ±¼±µ «¶ ®
po
² °®±µ ¯°±°¹¬²°´® ±¼±µ «³A.2.29
ıµ«µ² ±µ ·°Ã¸°´µ® ¸®²ª®±¼±µ «¸¾ µ  ° ®© ®¶®¾ ʱ «¬ ư±°¹¬²°´®Å¼±µ «³
A.2.30
 ° ®®¾ ¾ª«®¾ ® ¯ ° õ±¯µ® ® ²µ®¾¯ ²¶°± ³A.2.31
 ° ®°²·®Â°®¶ª¶ª¯ ʵ±¯µ®³B.2.1
pembang
Ó ÔÕ ÔÖÕÔר ÙØ ÚÛÜÕ ÝÕ Õ Ô ÞÕÔßà Ý ÖÕÔbalai
áØâÕãB.2.2
äØÙåÕÔæÓ ÔÕ ÔÖÕÔר ÙØ ÚÛÜÕÝÕÕÔ çÕ ÚÕÔ áØâÕãB.2.3
pembang
Ó ÔÕ ÔÖÕÔר ÙØ ÚÛÜÕ ÝÕ Õ Ô çÕ ÚÕÔ ÓâÕÜÕßÕÔÛã
B.2.4
pembang
Ó ÔÕ ÔÖÕÔר ÙØ ÚÛÜÕ ÝÕ Õ Ô Ø ÙåÓ Ôæ áØâÕãB.2.5
pembang
Ó ÔÕ ÔØ ÔØÝæÛ åÕÝÓ Ö Õ Ôߨ ÝåÕÝÓ Þ Õ ÔãB.2.6
pembang
Ó ÔÕ ÔÖÕÔר ÙØ ÚÛÜÕ ÝÕ Õ Ô ÝÓ ÙÕ Üibadah;
B.2.7
pengelolaan pemakaman
áØâÕ Ö Õ ÔרßÛÚÕâÕÔã
B.2.8
pembang
Ó ÔÕ ÔÖÕÔר ÙØ ÚÛÜÕ ÝÕ Õ Ô âÕÔÛßÕâÛlingk
ÓÔæÕÔãB.2.9
pembang
Ó ÔÕ ÔÖÕÔר ÔæØÚà ÚÕÕÔÕ ÛÝ åØ ÝâÛÜbe
ÝâÞÕÚÕ áØâÕãB.2.10
pembang
Ó ÔÕ ÔÖÕÔר ÙØ ÚÛÜÕ ÝÕ Õ Ô ÛÝÛæÕâÛ ßØ ÝâÛØÝãB.2.11
pembang
Ö ÚÛÜ ÚB.2.11
pembang
Ó ÔÕ ÔÖÕÔר ÙØ ÚÛÜÕ ÝÕ Õ Ô ÚÕ ×Õ ÔæÕÔ áØâÕãB.2.12
pembang
Ó ÔÕ ÔÖÕÔר ÙØ ÚÛÜÕ ÝÕ Õ Ô ßÕÙÕ Ô áØâÕãB.2.13
pembang
Ó ÔÕ ÔÖÕÔר ÙØ ÚÛÜÕ ÝÕ Õ Ô âØÝßÕpengelolaan
âÕ ÚÓÝÕÔ Ó Ô ßÓ Þ åÓ Ö ÛÖÕèÕ ×ØÝÛÞ Õ ÔÕ ÔãB.2.14
pengembangan
âÕ ÝÕÔÕ ÖÕÔ ×ÝÕâÕÝÕÔÕ × ÝàÖ Ó ÞâÛdi
áØâÕ ãB.2.15
éÕâÛÚÛßÕâÛ ×Ø ÙåØÝÛÕÔ åÕÔßÓ ÕÔ ×Ø ÙÓæÕÝÕ Ô ÝÓ ÙÕÜêë ìãB.2.16
éÕâÛÚÛßÕâÛ ×Ø ÙåÕÔæÓ ÔÕÔÝÓ ÙÕÜÞ ÕÝØÔÕbencana;
B.2.17
éÕâÛÚÛßÕâÛ ×Ø ÙåÕÔæÓ ÔÕÔÖ Õ Ô ×ØÔæØ Úà ÚÕ ÕÔ
ߨÙ×Õß ìÕ ÔÖ ÛíîÓ ï Û ÖÕÔ ðÕÞ Óâ
(
ìî ð)
ðàÙÓ ÔÕÚãB.2.18
éÕâÛÚÛßÕâÛ ×Ø ÙåÕÔæÓ ÔÕÔìî ð êëìãB.2.19
äØÙåÕÔæÓ ÔÕ ÔñÕÝÕÔÕ Ö Õ ÔäÝÕâÕÝÕÔÕ äØÙØÝ ÛÔ ßÕÜÕÔáØâÕãB.2.20
äØÙåÕÔæÓ ÔÕ ÔÖÕÔäØ ÙØ ÚÛÜÕÝÕÕÔ ñÕÚÓ ÝÕ Ô äØÙåÓ Õ ÔæÕÔò ÛÝ óÛÙåÕÜ Ö Õ ÔáÝÕ ÛÔÕâØ áØâÕã
B.2.21
äØÔÕÔæ æÓ ÚÕÔæÕ Ô åØÔï Õ ÔÕ ß ÛÔæÞÕß ÖØâÕã
B.2.21
äØÔÕÔæ æÓ ÚÕÔæÕ Ô åØÔï Õ ÔÕ ß ÛÔæÞÕß ÖØâÕã
C.2
Pengembangan Ekonomi Lokal Desa ;
C.2.2
pengembangan usaha mikro berbasis Desa;
C.2.3
pendayagunaan keuangan mikro berbasis Desa;
C.2.4
pembangunan dan pengelolaan keramba jaring
apung dan bagan ikan;
C.2.7
pengaturan pelaksanaan penanggulangan hama
dan penyakit pertanian dan perikanan secara
terpadu;
C.2.8
penetapan jenis pupuk dan pakan organik
untuk pertanian dan perikanan;
C.2.9
pengembangan benih lokal;
C.2.10
pengembangan ternak secara kolektif;
C.2.11
pembangunan dan pengelolaan energi mandiri;
C.2.12
pendirian dan pengelolaan BUM Desa;
C.2.14
pengembangan teknologi tepat guna pengolahan
hasil pertanian dan perikanan; dan
C.2.15
pengembangan sistem usaha produksi
pertanian yang bertumpu pada sumberdaya,
kelembagaan dan budaya lokal;
C.2.16
Fasilitasi pemasaran produk Usaha Mikro Kecil
;
C.2.16
Fasilitasi pemasaran produk Usaha Mikro Kecil
;
C.2.17
Pengelolaan kelompok usaha ekonomi
produktif;
C.2.18
Fasilitasi permodalan bagi UMK (usaha mikro
kecil);
C.2.19
Penguatan kapasitas kelompok UMK;
C.2.20
Pengembangan Kelembagaaan Petani local ;
C.2.21
Pengelolaan jaringan irigasi tingkat usaha tani
dan jaringan irigasi tingkat desa;
C.2.22
Pemasyarakatan pupuk organik;
C.2.24
Fasilitasi modal usaha tani;
C.2.25
Fasilitasi/membantu penyediaan benih/bibit
unggul;
C.2.26
Pengelolaan hutan desa, kecuali hutan desa
memiliki pungsi khusus;
C.2.27
Penghijauan dan konservasi tanah yang
disediakan dari kebun bibit desa;
C.2.28
Pelestarian kebun bibit desa;
C.2.29
Pengelolaan turus jalan desa;
C.2.30
Pengembangan hasil hutan bukan kayu sesuai
potensi lokal desa yang berlokasi pada hutan
rakyat/hutan desa/wana wisata desa
C.2.30
Pengembangan hasil hutan bukan kayu sesuai
potensi lokal desa yang berlokasi pada hutan
rakyat/hutan desa/wana wisata desa
D.2
Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan
Lingkungan Desa ;
D.2.1
penghijauan;
D.2.2
pembuatan terasering;
D.2.3
perlindungan mata air;
G H
B
I JKGL MN ONGKGLKG
1.1
lNGI mMN ONGKGLKG
PNpKq_ pKG JNm KPNl NGL MHnKG G HoHp rs sqKt_G
2015
lNGI m MNONGKGLKG uNpJKmKpMKG tK M K mKn_m_n
1.4
pengelolaan
T S RSj\SUJQ U Spembinaan p
YX UQU RaWiS` c xSgVi eUjX]SyXjc TYS] VUVc]SR iXdXRZ S Rk4.1
z{ |{ }~ ~ {} }{ { ~ }{{ }{ { |~ | | } }
(b
| } { ),
~ | (
ziarahkubur), nyorog (umum menjelang sedekah
laut) dan nyorog perorangan, selamatan weton;
4.2
Pelestarian budaya : kuda lumping, sholawatan,
jamjaneng, wayangan, ketoprak, angguk,
Jemblong (sumber cerita mahabarata,
ramayana), menthiet (wayang menak babat
arap);
4.3
Syukuran setelah panen/Kasab (perorangan)/
lubaran;
4.4
Wedusan (motong kambng) menghadapi musim
penghujan;dan
4.5
Kegiatan lain sesuai kebutuhan dan kondisi
desa
KEPALA DESA PEJENGKOLAN ,
4
Bidang Pemberdayaan
Masyarakat
B
1.1
pene
¡1.2
pengembangan
¢£admini
¤¢dan
info
¤£ ¢ ¡1.4
penda
dan pengkla
ke
¡
¤ ¢
i
zin penggunaan gedung pertemuan
atau balai Desa;
1.17
pendataan potensi Desa;
1.
Bidang Penyelenggaraan
Pemerintahan Desa
1.17
pendataan potensi Desa;
1.18
pemberian izin hak pengelolaan atas tanah
Desa;
1.19
penetapan Desa dalam keadaan darurat seperti
kejadian
bencana,
konflik,
rawan
pangan,
wabah
penyakit,
gangguan
keamanan,
dan
kejadian luar biasa lainnya dalam skala Desa;
1.20
pengelolaan arsip Desa;
A.2.1
pengembangan po
á â ã áãäå æå ç èã áå éå ç ê ëìíç é ãáîA.2.2
pengembangan
æ ãç åïå â ã áãäåæå ç èã áå îA.2.3
pengelolaan dan pembinaan
ê ë áðåç é ñ òãìåìñíóa)
lay
anan gi
zi untuk balita;
b)
pemeriksaan ibu hamil;
c)
pemberian makanan tambahan;
d)
penyuluhan kesehatan;
e)
gerakan hidup bersih dan sehat;
f)
penimbangan bayi; dan
g)
gerakan sehat untuk lanjut usia.
A.2.4
pembinaan dan pengawasan upaya kesehatan
tradisional;
A.2.5
pemantauan dan pencegahan penyalahgunaan
narkotika dan zat adiktif di Desa;
A.2.6
Penyuluhan sederhana tentang penyakit
menular dan penyakit tidak menular ;
A.2.7
Pengelolaan dana sehat;
2
Bidang Pelaksanaan
Pembangunan
A.2.7
Pengelolaan dana sehat;
A.2.8
Pengelolaan kegiatan tanaman obat keluarga
(toga);
A.2.9
Pengadaan sarana kesehatan tingkat desa;
A.2.10
Penyelenggaraan upaya promosi kesehatan;
A.2.11
Pemantauan penyalahgunaan narkotika dan zat
adiktif di desa;
A.2.12
Fasilitasi Penyengggaraan Desa Siaga;
A.2.13
Pembentukan dan Penguatan Kelompok Warga
Peduli AIDs;
A.2.14
Pemberian Makanan Tambahan dan Vitamin ;
A.2.15
pembinaan dan pengelolaan pendidikan anak
usia dini;
A.2.16
pengadaan dan pengelolaan sanggar belajar,
sanggar seni budaya, dan perpustakaan Desa;
A.2.17
Fasilitasi dan motivasi terhadap
kelompok-kelompok belajar di Desa;
A.2.18
Fasilitasi penyelenggaraan Pendidikan Anak
Usia Dini, Pendidikan Non Formal dan Informal
(PAUDNI);
A.2.19
Fasilitasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
(PKBM);
2
Bidang Pelaksanaan
Pembangunan
A.2.19
Fasilitasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
(PKBM);
A.2.20
Fasilitasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM);
A.2.21
Fasilitasi tempat Pendidikan Dasar di desa;
A.2.22
Pendataan pendidikan di desa;
A.2.23
Bantuan Siswa Miskin;
A.2.24
Fasilitasi pengembangan seni dan budaya di
desa;
A.2.25
Pemantauan dan pencegahan tindakan
kekerasan terhadap perempuan dan anak;
2
Bidang Pelaksanaan
A.2.26
ô õö õ÷ø ùúû üö ýþ÷ü úû õ úõ ÷üö ÿ üö ùýûùöA.2.27
üý ù ùú ü ýù õö ÿþ÷þ ý üö ÷ üöÿúõ ÷üö ú ü÷ üödifabel;
A.2.28
õö ü ú üüö õö üö üöÿ ü ý ü ü ý ýùü üö
po
ú õöýùûõý õü úõ ÷ üüö ý ý ùüA.2.29
üý ù ùú ü ýù õ ø õ ÷ùüö ø üö úþ üö ýùü øüÿ ù õö üöüö ÿ ôüý ü ü õý õü úõ ÷ üüö ýùü
A.2.30
õö üö ÿ ÿþ üö ÿ üö û õ ùýû ùöüö úùö ÿûüú õýüA.2.31
õö õú ü üöõö þ þû ôùýû ùöB.2
ü ÷üö ü üö ÷ ü ýü ÷üö ü õ ýüB.2.1
pembang
þöüö üö õ õ ù ü÷ ü üö û üö ú ÷ üöbalai
õýüB.2.2
õ øüö ÿþöüö üö õ õ ù ü ÷ üüö ü üö õ ýüB.2.3
pembang
þöüö üö õ õ ù ü÷ ü üö ü üö þ ýü üúüö ù
B.2.4
pembang
þöüö üö õ õ ù ü÷ ü üö õ øþ ö ÿ õ ýüB.2.5
pembang
þöüö õö õ ÷ ÿù ø ü ÷þ üö ú õ÷ø ü ÷þ ûüöB.2.6
pembang
þöüö üö õ õ ù ü÷ ü üö ÷þ üibadah;
2
Bidang
B.2.6
pembang
þöüö üö õ õ ù ü÷ ü üö ÷þ üibadah;
B.2.7
pengelolaan pemakaman
õ ýü üö õ úù ü ýüö
B.2.8
pembang
þöüö üö õ õ ù ü÷ ü üö ýüö ùúü ý ùlingk
þ ö ÿ üöB.2.9
pembang
þöüö üö õöÿõ üüöüù÷ øõ÷ ýùbe
÷ýû ü üõý üB.2.10
pembang
þöüö üö õ õ ù ü÷ ü üö ù÷ùÿ ü ýù ú õ÷ ýùõ ÷B.2.11
pembang
þöüö üö õ õ ù ü÷ ü üö ü üöÿüöõý ü
B.2.12
pembang
þöüö üö õ õ ù ü÷ ü üö úü üö õý üB.2.13
pembang
þöüö üö õ õ ù ü÷ ü üö ýõ ÷ú üpengelolaan
ý üþ÷üö þöúþ û ø þ ùü üõ ÷ùûüöüöB.2.14
pengembangan
ý ü÷ üö üüö ÷ üý ü ÷üö ü ÷ þ û ýùdi
õ ýüB.2.15
üý ù ùú ü ýù õ ø õ ÷ùüö ø üö úþ üö õ þ ÿü ÷ üö ÷þ ü ôB.2.16
üý ù ùú ü ýù õ ø üö ÿþ ö üö÷þ ü ûü ÷õö übencana;
2
Bidang
B.2.16
bencana;
B.2.17
üý ù ùú ü ýù õ ø üö ÿþ ö üö üö õö ÿ õ ü üö
úõ ü úôüöùþù üö üû þ ý
(
ô)
þ ö üB.2.18
üý ù ùú ü ýù õ ø üö ÿþ ö üöô ôB.2.19
õ øüö ÿþöüö ü ÷üö ü üö ÷ ü ýü ÷üö ü õ õ ÷ ùöúü üö õ ýüB.2.20
B.2.21
! " #C.2
Pengembangan Ekonomi Lokal Desa ;
C.2.1
pembangunan dan pengelolaan pasar Desa dan
kios Desa;
C.2.2
pembangunan dan pengelolaan tempat
pelelangan ikan milik Desa;
C.2.3
pengembangan usaha mikro berbasis Desa;
C.2.4
pendayagunaan keuangan mikro berbasis Desa;
C.2.5
pembangunan dan pengelolaan keramba jaring
apung dan bagan ikan;
C.2.6
pembangunan dan pengelolaan lumbung
pangan dan penetapan cadangan pangan Desa;
C.2.7
penetapan komoditas unggulan pertanian dan
perikanan Desa;
C.2.8
pengaturan pelaksanaan penanggulangan hama
dan penyakit pertanian dan perikanan secara
terpadu;
C.2.9
penetapan jenis pupuk dan pakan organik
untuk pertanian dan perikanan;
2
Bidang Pelaksanaan
Pembangunan
C.2.9
penetapan jenis pupuk dan pakan organik
untuk pertanian dan perikanan;
C.2.10
pengembangan benih lokal;
C.2.11
pengembangan ternak secara kolektif;
C.2.12
pembangunan dan pengelolaan energi mandiri;
C.2.13
pendirian dan pengelolaan BUM Desa;
C.2.14
pembangunan dan pengelolaan tambatan
perahu;
C.2.15
pengelolaan padang gembala;
C.2.16
pengembangan wisata Desa di luar rencana
induk pengembangan pariwisata kabupaten;
C.2.17
pengelolaan balai benih ikan;
C.2.18
pengembangan teknologi tepat guna pengolahan
hasil pertanian dan perikanan; dan
C.2.19
pengembangan sistem usaha produksi
pertanian yang bertumpu pada sumberdaya,
kelembagaan dan budaya lokal;
C.2.20
Fasilitasi pemasaran produk Usaha Mikro Kecil
;
2
Bidang Pelaksanaan
Pembangunan
C.2.20
Fasilitasi pemasaran produk Usaha Mikro Kecil
;
C.2.21
Pengelolaan kelompok usaha ekonomi
produktif;
C.2.22
Fasilitasi permodalan bagi UMK (usaha mikro
kecil);
C.2.23
Penguatan kapasitas kelompok UMK;
C.2.24
Pengembangan Kelembagaaan Petani local ;
C.2.25
Pengelolaan jaringan irigasi tingkat usaha tani
dan jaringan irigasi tingkat desa;
C.2.26
Pemasyarakatan pupuk organik;
C.2.27
Pengembangan lumbung pangan;
C.2.28
Fasilitasi modal usaha tani;
C.2.29
Fasilitasi/membantu penyediaan benih/bibit
unggul;
C.2.30
Pengelolaan hutan desa, kecuali hutan desa
memiliki pungsi khusus;
C.2.31
Penghijauan dan konservasi tanah yang
disediakan dari kebun bibit desa;
C.2.32
Pelestarian kebun bibit desa;
C.2.33
Pengelolaan turus jalan desa;
C.2.34
Pengembangan hasil hutan bukan kayu sesuai
potensi lokal desa yang berlokasi pada hutan
rakyat/hutan desa/wana wisata desa
D.2
Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan
Lingkungan Desa ;
D.2.3
pemeliharaan hutan bakau;
D.2.4
perlindungan mata air;
D.2.5
pembersihan daerah aliran sungai;
D.2.6
perlindungan terumbu karang;
D.2.7
kegiatan lainnya sesuai kondisi desa.
D.2.8
Pengawasan terhadap kegiatan dan usaha yang
berdampak terhadap lingkungan hidup desa;
D.2.9
Pengaturan, pengendalian, pelestarian
lingkungan dan tata guna lahan desa;
D.2.10
Pengelolaan persampahan di tingkat desa;
D.2.11
Fasilitasi pembentukan Kelompok Peduli
Lingkungan di desa;
D.2.12
Melestarikan ekosistem dan lingkungan hidup;
3.1
membina keamanan, ketertiban dan
ketenteraman wilayah dan masyarakat Desa;
3.2
membina kerukunan warga masyarakat Desa;
3.3
memelihara perdamaian, menangani konflik
dan melakukan mediasi di Desa;
3.4
melestarikan dan mengembangkan gotong
royong masyarakat Desa ;
2
Bidang Pelaksanaan
Pembangunan
3. Bidang Pembinaan
Kemasyarakatan Desa
3.4
melestarikan dan mengembangkan gotong
royong masyarakat Desa ;
3.5
Pelaksanaan Penyuluhan ttg KB ;
3.6
Pelaksanaan Pembinaan akseptor KB ;
3.7
Pengelolaan kelompok-kelompok bina-bina
keluarga ;
3.8
Fasilitasi keikut sertaan RTM dalam program
KB;
3.9
Fasilitasi ketrampilan produktif bagi keluarga
prasejahtera;
3.10
Fasilitasi bantuan pelayanan kesehatan
keluarga bagi RTM ;
3.11
$ %&' %() *&' *&+ *, *& *- *& . , *+ * ,*& */0*1 , *' *4.16
D EFG EHI JK L HM LH NE HO J LILH P Q O LHRS LSRkema
S T L Q LKLIL H MR MES L U4.17
D E HR HOK LILH NE QL H S EQIL FLST L Q LKLIM LVLF
kebijakan peme
QR HILW LH U4.18
D EFG EHI JK L HM LH XLSRVRI LSR KEVPF NPK
pe
QVR HM J HO LH LH LK M ES L U4.19
D EFG EHI JK L HM LH
XLSRVRI LSR YP Q JF
L HLKMES L U
4.20
D EFG EQ MLT L LH F LS T L Q LKLI G EQ GLS RS O EH ME Q U
4.21
D E QVR HM J HO LH
KPQG LH K EK E QLS L H
ZE Q GLSRS [EHM EQM LH \HLK MR M ESL U
4.22
D EVLK S L HL LH NE HO LQ JS JI LF LL H O EHM EQ U4.23
D E HO EVPVL L HDEF GE QM LT L L HM LH ]ES E^L WIEQ L LH ]EVJL Q OL U
4.24
D E HO EVPVL L HP GT EK _RSLIL FRVRK
MES L U ML H
4.25
XLS RVRILSR N EVLK JJS L WL NL QR_RSLIL MR M ESL`] aD\ b\ ca d\ e