BAB IV BENTUK KERUKUNAN UMAT BERGAMA ISLAM DAN KRISTEN DI DESAMIAGAN. A. Bentuk Kerukunan Beragama Islam Dan Kristen Pada Hari Besar
Teks penuh
Dokumen terkait
Jadi, Pada acara-acara perayaan tertentu yang diadakan oleh pemeluk agama yang lain yang sekiranya warga yang lain biasa membantu meskipun berbeda keyakinan,
Setia mengatakan sejauh pengamatan beliau di desa ini kehidupan beragama masyarakat baik.. baik
Masyarakat Kelurahan Tigabinanga menjalani hubungan dengan umat yang berbeda agama terjalin dari interaksi di dalam kehidupan sehari-hari dan kegiatan bersama yang
Setelah penulis menguraikan pembahasan-pembahasan tersebut di atas mengenai “Kerukunan Antar Umat Beragama di Desa Banaran”(Studi Hubungan Antar Umat Islam, Kristen
Selain itu, terbentuknya kerukunan di Kranggan juga tak luput dari peran pemuka agama masing-masing, yang bertindak sebagai pengayom, pengawas dan penengah kaumnya dalam
Kerukunan yang terjalin antara umat Islam dan umat Kristen tercermin dalam berbagai kegiatan yang dilakukan di desa Durensewu, baik kegaiatan yang bersifat sosial ataupun kegaiatan
Konselor menggunakan nilai- nilai ini untuk membimbing perilaku sehari-hari masyarakat dan mengarahkan norma-norma sosial sesuai dengan agama dan norma sosial yang ada dalam masyarakat
Ditaman tersebut ketiga agama yang diprakarsai oleh raja Hindu melakukan pertemuan-pertemuan membahas tentang berbagai persoalan sosial kemasyarakatan, sehingga simbol pluralisme dan