TECHNICAL FAULT PADA SENTRAL GAMBIR (GB1F)
Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat Dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1)
Disusun Oleh :
Nama : Indri Irnandalia
NIM : 41407110091
Jurusan : Teknik Elektro
Peminatan : Telekomunikasi
Pembimbing : Ir. Bambang Hutomo, Bc.TT
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
Yang bertanda tangan di bawah ini,
N a m a : Indri Irnandalia N.P.M : 41407110091 Jurusan : Teknik Elektro
Fakultas : Teknologi Industri
Judul Skripsi : Analisa Loss Network Akibat Terjadinya Technical Fault Pada Sentral Gambir (GB1F)
Dengan ini menyatakan bahwa hasil penulisan Skripsi yang telah saya buat ini merupakan hasil karya sendiri dan benar keasliannya. Apabila ternyata di kemudian hari penulisan Skripsi ini merupakan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap karya orang lain, maka saya bersedia mempertanggungjawabkan sekaligus bersedia menerima sanksi berdasarkan aturan tata tertib di Universitas Mercu Buana.
Demikian, pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tidak dipaksakan.
Penulis,
Materai Rp.6000
Disusun Oleh :
Nama : Indri Irnandalia
NIM : 41407110091
Program Studi : Teknik Elektro
Peminatan : Telekomunikasi
Mengetahui,
Pembimbing Koordinator TA
( Ir. Bambang Hutomo, Bc.TT ) ( Yudhi Gunardi, ST.MT )
Mengetahui,
Ketua Program Studi Teknik Elektro
Berkembangnya infrastruktur jaringan telekomunikasi yang sudah demikian pesatnya menuntut perusahaan penyedia jasa telekomunikasi melakukan pengawasan terhadap jaringan yang telah tersedia. Pengawasan tersebut bertujuan untuk menjaga kualitas dari pelayanan telekomunikasi, yaitu menjaga koneksitas dari setiap jaringan dan setiap pengguna, melakukan analisis kebutuhan jaringan dengan melihat pertumbuhan konsumen pada suatu daerah layanan, melakukan
routing yang efektif dan efisien sehingga tidak terjadi congestion atau kemacetan,
menjaga kualitas komunikasi (GOS) pada jaringan.
Analisa kegagalan network ini dimaksudkan untuk mengetahui jenis-jenis kegagalan yang terjadi, serta menentukan kemungkinan penyebab terjadinya kegagalan, setelah penyebab kegagalan dapat diketahui kemudian menentukan solusi untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kegagalan yang terjadi.
Untuk dapat mengetahui arti dari setiap angka kegagalan maka harus dipahami proses pembangunan suatu hubungan, termasuk proses routing dan
signalling, persyaratan kualitas transmisi, persyaratan dimensi dikaitkan dengan
trafik yang ditawarkan.
Metode penelitian yang dilakukan untuk menyusun proyek akhir ini, antara lain adalah pengamatan masalah, studi lapangan, studi literature, diskusi dengan staf ahli, dan analisa data.
Hasil dari proyek akhir ini adalah jumlah call yang melakukan pendudukan pada sentral lokal setiap minggunya tidak mempengaruhi technical fault. Pada minggu 3, 5 dan 6 memiliki %ASR≥64%. Berarti pada minggu 3, ke-5 dan ke-6 mengalami kepadatan call, sehingga perlu penambahn modul atau sirkit agar jumlah panggilan yang dijawab akan semakin besar dengan persentase kecil.
Kata kunci : loss network, technical fault, % ASR iv
selesainya tugas akhir ini. Tugas akhir ini berjudul Analisa Loss Network akibat
terjadinya Technical Fault pada Sentral Gambir (GB1F).
Rasa terima kasih yang tidak terhingga penulis hanturkan kepada :
1. Ibunda tercinta dan Alm.Papa yang selalu memberikan dukungannya baik moril maupun materi, yang selalu menjadi tongkat hidup disaat – saat sulit dalam hidup indri.
2. Keluarga hangatku... bang Coky, bang Dede, kak Dewi, bang Adi, kak Ayu, kak Pipi serta tidak lupa para ponakan dan kakak – kakak iparku.
3. Ketua Program Studi Teknik Elektro Universitas Mercu Buana Jakarta, bapak Yudhi Gunardi,ST.MT.
4. Bapak Ir.Bambang Hutomo,Bc.TT, selaku dosen pembimbing. Terima kasih Pak... karena mau membimbing saya, padahal saya banyak menyusahkan bapak.
5. Karyawan PT. TELKOM Gatot Subroto beserta staffnya. 6. Dosen – dosen Universitas Mercu Buana Jakarta beserta staf.
7. Orang – orang spesialku Rahadian Kamarullah, Dwi Chandra Prasetyo, Dhina Sulistyaningrum, Angelina, Moh. Said Satya Amdi, Pratiwi Lestari, Marhaendy, Mira Rahmawati dan Ibnu. Terima kasih karena kalian adalah motivasi selalu ada disampingku.
Segala apa yang penulis tuangkan dalam karya ini masih sangatlah jauh untuk mendekati sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik sehingga dapat menambah wawasan dan penyempurnaan tugas akhir ini. Semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan yang ada.
Jakarta, Maret 2010
Indri Irnandalia
HALAMAN PENGESAHAN iii ABSTRAKSI iv KATA PENGANTAR v DAFTAR ISI vi DAFTAR TABEL ix DAFTAR GAMBAR x DAFTAR GRAFIK xi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 1.2. Tujuan Penelitian 2 1.3. Rumusan Masalah 2 1.4. Batasan Masalah 2 1.5. Metode Penelitian 3 1.6. Sistematika Penulisan 3
BAB II TEORI DASAR
2.1 Struktur Jaringan 5 2.2 Sentral Switching 8 2.2.1 DLU 11 2.2.2 LTG 11 2.2.3 SN 11 2.2.4 CP 11 2.2.5 CCNC/CCS7 12 vi
2.3.4 Grade Of Service dan ASR 17
2.4 Loss Network 17
2.4.1 Technical Fault (TKFLT) 17 2.4.2 Unreason (Unreas) 18 2.4.3 Premature answer (PREANS) 19 2.4.4 Un Allocated Number (UNALL) 19 2.4.5 Congestion Network (CONG NW) 19 2.4.6 Incomplete Digit (INCMP DIAL / IC INCOMP) 20
2.5 Penanganan Loss Network Akibat Terjadinya Technical Fault 21
BABIII HASIL PENGUKURAN LOSS NETWORK AKIBAT TERJADINYA
TECHNICAL FAULT BERDASARKAN DATA DARI STO GAMBIR
(GB1F)
3.1 Metode Pengukuran Trafik 22
3.2 Cara Pengukuran Trafik 22
3.2.1 Pengukuran Kuantitatif 22
3.2.2 Pengukuran Kualitatif 22
3.3 Hasil Pengukuran Trafik 23
3.4 Perhitungan Unjuk Kerja Jaringan (Network Performance) 23
3.4.1 Cara Pengukuran 23
3.4.2 Pengukuran REC TGRP 24
3.5 Data Trafik Sentral EWSD GB1F 24
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan 31 5.2 Saran 31 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN viii
tabel 4.2 (a) perbandingan data loss network dari sentral EWSD GB1F tabel 4.2 (b) data perbandingan Technical Fault dari sentral EWSD GB1F
Gambar 2.1.2 Hubungan Local Exchange (LE) dan user
Gambar 2.1.3 Hubungan Sentral Tandem (Td) dan Local Exchange (LE) Gambar 2.1.4 Mekanisme Routing MEA Divre 2 Telkom Jakarta Gambar 2.1.5 Konfigurasi HAS Sentral Tandem Divre II
Gambar 2.2 Komponen EWSD Gambar 2.3.2 Jenis Trafik
Gambar 2.3.3 (a) Kategori trafik menurut rekomendasi ITU-T Gambar 2.3.3 (b) Kategori trafik yang digunakan di sentral EWSD Gambar 3.4.1 Cara pengukuran
Gambar 4.2 (a) grafik nilai % ASR setelah perbaikan Gambar 4.2 (b) grafik setelah perbaikan technical fault Gambar 4.3 (a) grafik total rata- rata technical fault Gambar 4.3 (b) grafik % ASR setiap minggunya
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berkembangnya infrastruktur jaringan telekomunikasi yang sudah demikian pesatnya menuntut perusahaan penyedia jasa telekomunikasi melakukan pengawasan terhadap jaringan yang telah tersedia. Pengawasan tersebut bertujuan untuk menjaga kualitas dari pelayanan telekomunikasi, yaitu menjaga koneksitas dari setiap jaringan dan setiap pengguna, melakukan analisis kebutuhan jaringan dengan melihat pertumbuhan konsumen pada suatu daerah layanan, melakukan
routing yang efektif dan efisien sehingga tidak terjadi congestion atau kemacetan,
menjaga kualitas komunikasi (GOS) pada jaringan.
Untuk itu, PT. Telkom yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi menyediakan berbagai macam jenis layanan pada masyarakat, dapat berupa audio, visual, data dan lain–lain. Dan untuk menjaga agar pertukaran informasi itu berlangsung dengan baik melalui jaringan telekomunikasi, maka PT. Telkom harus dapat meningkatkan kualitas jasanya sedemikian rupa sehingga dapat dicapai kondisi prima atau tidak cacat dalam proses penyampaian informasi, khususnya salah satu jasa layanan yang ada adalah jasa voice.
Analisa kegagalan network ini dimaksudkan untuk mengetahui jenis-jenis kegagalan yang terjadi, serta menentukan kemungkinan penyebab terjadinya kegagalan, setelah penyebab kegagalan dapat diketahui kemudian menentukan solusi untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kegagalan yang terjadi.
Untuk dapat mengetahui arti dari setiap angka kegagalan maka harus dipahami proses pembangunan suatu hubungan, termasuk proses routing dan
signalling, persyaratan kualitas transmisi, persyaratan dimensi dikaitkan dengan
trafik yang ditawarkan.
1.2 Tujuan Penelitian
a) Mengetahui jenis – jenis Traffik Loss Network.
b) Mengetahui solusi apa saja yang diambil dalam meminimalisasi loss
network akibat terjadinya technical fault, guna meningkatkan pelayanan
dan keberhasilan jaringan.
c) Menganalisa serta mengevaluasi penyebab terjadinya kegagalan setelah penyebab kegagalan dapat diketahui kemudian menentukan solusi untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kegagalan jaringan tersebut, dari data yang telah diperoleh dari hasil pengukuran REC GOS.
1.3 Rumusan masalah
Rumusan masalah dari proyek akhir ini adalah sebagai berikut : a. Apakah pengertian dari technical fault pada loss network.
b. Bagaimana meminimalisasi loss network akibat terjadi technical fault, guna meningkatkan pelayanan dan keberhasilan panggilan.
1.4 Batasan masalah
Dalam penulisan Proyek Akhir ini permasalahan di titik beratkan kegagalan
technical fault pada loss network, yaitu :
a) Proses pembangunan suatu hubungan komunikasi dan penyebab kegagalan jaringan pada technical fault (TKFLT). Serta solusi yang akan di ambil guna meningkatkan tingkat keberhasilan jaringan karena adanya kegagalan jaringan.
b) Analisa Kegagalan jaringan yang diambil dari data hasil pengukuran REC GOS, karena loss yang diamati dari sentral telepon otomat EWSD (Electronic Wahler System Digital) untuk daerah Gambir.
c) Data yang dianalisa adalah data bulan April sampai dengan pertengahan Mei 2009 yang diambil dari STO Gambir (GB1F).
1.5 Metode Penelitian
Proyek Akhir ini disusun berdasarkan data-data yang diperoleh dari studi lapangan dan data-data kepustakaan yang terkait dengan judul. Berikut adalah metode penelitian terkait dengan yang penulis kerjakan:
a) Pengamatan masalah
Merumuskan masalah yang ada dengan cara mengamatinya langsung. b) Studi lapangan (data lapangan)
c) Studi literatur (studi pustaka) yang berkenaan dengan masalah yang dibahas
d) Melakukan diskusi dengan pekerja / staf ahli e) Analisa data untuk pembuatan laporan
Analisa dilakukan dengan mengolah data yang dikumpulkan serta dibandingkan dengan teori-teori yang berhubungan sehingga dapat diambil kesimpulan dari masalah yang ada.
1.6 Sistematika Penulisan
Secara garis besar sistematika penulisan tugas akhir ini terdiri dari bab, dengan metode penyampaian sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Menjelaskan tentang Latar Belakang, Tujuan, Pembatasan Masalah, dan Sistematika Penulisan.
BAB II TEORI DASAR
Membahas mengenai pengenalan sentral EWSD serta bagaimana proses pembangunan hubungan komunikasi, dan teori dasar trafik serta penyebab terjadinya technical fault pada kegagalan jaringan sebagai penunjang pembahasan dan analisa.
BAB III HASIL PENGUKURAN LOSS NETWORK AKIBAT TERJADINYA
TECHNICAL FAULT BERDASARKAN DATA STO GAMBIR (GB1F)
membahas mengenai proses pengumpulan dan pengolahan data trafik, yang diperlukan untuk menganalisa kegagalan jaringan pada technical
BAB IV ANALISA LOSS NETWORK AKIBAT TERJADINYA TECHNICAL
FAULT PADA SENTRAL GAMBIR
Bab ini akan membahas proses analisa penanganan dan penekanan loss, dan mengetahui penyebab technical fault pada loss network, serta menentukan solusi untuk mengurangi bahkan manghilangkan penyebab
loss tersebut.
BAB V PENUTUP
Berisi kesimpulan dan saran berdasarkan pembahasan dari analisa tugas akhir.
BAB II
TEORI DASAR
2.1 Struktur Jaringan
Kebutuhan komunikasi antar jumlah n pengguna dapat diatasi oleh suatu sistem struktur jaringan telekomunikasi. Struktur jaringan telekomunikasi terdiri dari 2 faktor fisik utama, yaitu sentral dan saluran. Kedua faktor fisik utama ini saling bekerja sama dalam struktur tertentu untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna. Ada 2 macam struktur/konfigurasi jaringan yang umum dipakai dalam aplikasi jaringan telekomunikasi, yaitu start configuration dan
mesh configuration.
gambar 2.1.1
(a) Star Configuration (b) Mesh Configuration
Secara umum ada 3 macam sentral : a) Local Exchange (Sentral Lokal)
Sentral lokal menghubungkan pelanggan yang satu dengan pelanggan yang lain dalam suatu area lokal tertentu, misalnya : Pelanggan-pelanggan didaerah pondok kelapa saling terhubung oleh Sentral Lokal Pondok Kelapa.
b) Tandem Exchange (Sentral Tandem)
Sentral Tandem menghubungkan sentral lokal yang satu dengan sentral lokal yang lain, sentral tandem lain maupun dengan sentral trunk.dalam satu area kode. c) Trunk Exchange (Sentral Trunk)
Sentral Trunk menghubungkan sentral yang berada pada suatu daerah dengan sentral yang berada didaerah lain pada area code yang berbeda, misalnya : menghubungkan antara pelanggan Jakarta dengan pelanggan Bogor.
gambar 2.1.2 Hubungan Local Exchange (LE) dan user
gambar 2.1.3 Hubungan Sentral Tandem (Td) dan Local Exchange (LE)
Hubungan antara Local Exchange berupa mesh configuration. Tetapi tidak mungkin menghubungkan seluruh Local Exchange yang ada secara mesh
configuration, mengingat terlalu banyak saluran atau kabel yang dibutuhkan (pada mesh configuration; semua sentral harus terhubung) dan karena pertimbangan
faktor ekonomi (biaya) serta efisiensi jaringan. Akibatnya antara sentral yang satu dengan yang lainnya dihubungkan dengan Tandem Exchange (lihat gambar 2.1.3). Hubungan antara Local Exchange juga tidak bisa berupa star configuration, karena tidak dapat menghubungkan Local Exchange dalam jumlah besar. Selain itu dengan konfigurasi ini, pelanggan di 'Local Exchange yang satu' tidak bisa berhubungan dengan pelanggan di Local Exchange lain.
Trunk Exchange hanya digunakan untuk hubungan antar daerah (jarak jauh,
misalnya antar kota), sehingga pemakaian sentral ini tidak sebanyak sentral lokal (misalnya dalam kota). Akibatnya, tidak semua sentral lokal dan tandem terhubung dengan Trunk Exchange ini.
Jadi pada kenyataannya (aplikasi jaringan dilapangan), star configuration dan mesh configuration tidak bisa diterapkan secara murni dan terpisah. Keduanya digabungkan untuk mendapatkan hasil yang terbaik, paling ekonomis dan paling
efesien. Penggunaan konfigurasi gabungan ini digunakan oleh Telkom sebagai aplikasi jaringannya (gambar 2.1.4)
Gambar 2.1.4 menunjukan jaringan sederhana Telkom secara garis besar. Dapat dilihat bahwa semua Local Exchange secara langsung dihubungkan ke
Tandem Exchange (seperti pada gambar 2.1.3; pada gambar 2.1.4 lihat hubungan
antara Lx1 dan Td1, Lx2 dan Td2). Saluran langsung antar Local Exchange hanya akan dipasang jika permintaan call antar kedua Lokal Exchange tersebut memiliki trafik yang lebih besar dari 46 Erlang (lihat gambar antara Lx1 dan Lx3, Lx1 dan Lx2). Saluran langsung antara Local Exchange dan Trunk Exchange hanya akan dipasang jika permintaan call antara kedua sentral tersebut memiliki trafik yang lebih besar dari 12 Erlang (lihat hbungan antara Lx1 dan Tr). Beberapa Tandem
Exchange (tidak semua) memiliki akses ke Trunk Exchange (lihat hubungan
antara Td1 dan Tr).
Pelanggan yang memiliki kebutuhan call internal tinggi dapat memasang sentral telepon pribadi {misanya Private Automatic Branch Exchange (PABX)}, misalnya pemilik gedung perkantoran, gedung apartemen dan gedung hotel. PABX ini dihitung sebagai sentral pelanggan, bukan Local Exchange {lihat hubungan antara Px (PABX) dan Lx1}.
gambar 2.1.4 Mekanisme Routing MEA Divre 2 Telkom Jakarta
Keterangan gambar :
r Tr = Trunk Exchange r Lx = Local Exchange r Td = Tandem Exchange r Px = Private Exchange
Lihat gambar 2.1.4, pelanggan disentral Lx1 yang ingin berhubungan dengan pelanggan disentral Lx2 memiliki (final route) melalui Lx1-Td1-Td2-Lx2. Jika route utama sibuk atau tidak tersedia (misalnya karena ada kerusakan), maka ada route alternatif antara sentral-sentral tersebut. Dalam hal ini, route alternatif pertama adalah primary high usage (Lx1-Lx2), dan route alternatif kedua adalah
intermediate high usage (Lx1-Td2-Lx2). Sistem switching route yang modern
menggunakan fungsi Automatic Alternative Routing (AAR).
gambar 2.1.5 Konfigurasi HAS Sentral Tandem DIVRE II
Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa pada konfigurasi hubungan antar sentral (HAS) sentral tandem DIVRE II Telkom terdapat 6 sentral Tandem yaitu, Jatinegara Tandem (JTTD), Cempaka Putih Tandem(CPTD), Gambir Tandem (GBTD), Kota Tandem (KTTD), Slipi Tandem (STTD), dan Kebayoran Tandem (KBTD).
2.2 Sentral Switching
Sentral dalam hierarkhi jaringan telepon terbagi dalam 2 divisi penting, yaitu divisi regional dan divisi long distance. Divisi regional adalah divisi yang meliputi telepon pelanggan sampai sentral tandem. Sedangkan divisi long distance
yang meliputi trunk – trunk yang digunakan apabila 2 pesawat telepon yang digunakan berada dalam lokasi yang berjauhan dan harus melewati lebih dari satu sentral tandem.
Sentral pada umumnya dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan tingkatannya, yaitu sentral lokal dan sentral tandem. Sentral lokal adalah sentral yang menangani satu area, dimana semua saluran telepon yang ingin melakukan hubungan antara dua end point harus melalui sentraal lokal di areanya masing – masing. Sentral tandem adalah sentral yang merupakan pusat dari beberapa sentral lokal yang berada dalam satu wilayah yang lebih luas yang sama. Dibawah ini merupakan jumlah sentral yang ada di Divre II :
a) Sentral 5ESS (buatan Amerika Serikat) : 23 STO, 6 sentral tandem b) Sentral EWSD (buatan Jerman) : 110 STO
c) Sentral NEAX (buatan Jepang) : 64 STO
Berikut ini akan dijelaskan mengenai sentral EWSD, dimana sentral inilah yang digunakan pada analisa traffik loss network. EWSD adalah salah satu jenis sentral (switching) digital yang populer dan menurut klaim pembuatnya, Siemens AG, sampai dengan Juli 2002, diseluruh dunia telah terpasang kurang lebih 250 juta sst di 109 negara oleh lebih dari 300 operator telepon tetap (fixed telephone), yang terbesar dibanding kompetitornya yang lain.
EWSD sendiri adalah kependekan dari Elektronisches WählSystem Digital (bahasa Jerman) dan sering diterjemahkan menjadi Electronic Wahler System
Digital atau Electronic Switching System Digital.
EWSD pertama kali diproduksi pada tahun 1981 dan merupakan penerus dari sentral analog step-by-step EMD. Di Indonesia sendiri EWSD masuk pada tahun 1984 dan pertama kalinya adalah di daerah Cengkareng, yaitu di Bandara Sukarno-Hatta Jakarta dengan versi /sockel 3.3 (hingga Juli 2002 versi yang tertinggi adalah 14, sedangkan versi yang pernah dan masih ada adalah v3.6, v6.2, v9 dan v11).
EWSD dapat difungsikan sebagai sentral lokal, tandem, trunk/toll, combine, gerbang internasional, mobile. Karena sudah full digital maka EWSD telah
tersusun secara modular. Tidak seperti sentral analog yang non-modular dimana sentral adalah suatu kesatuan besar yang utuh, EWSD terbagi-bagi atas unit-unit modul hingga untuk instalasi, operasi dan pemeliharaan relatif menjadi lebih mudah.
EWSD dapat disesuaikan dengan berbagai jenis pelayanan informasi maupun struktur jaringan yang berbeda-beda. Perkembangan di masa depan EWSD terus diperkaya agar dapat memunculkan bisnis baru untuk operator dan tetap mendukung tuntutan deregulasi telekomunikasi oleh otoritas di berbagai negara. EWSD juga dirancang untuk menjadi Next Generation Network, yaitu menuju ke convergensi dan broadband yang oleh Siemens disebut dengan SURPASS solution.
Fungsi dan Konfigurasi EWSD
Secara garis besar EWSD dapat dibagi atas 4 komponen/unit besar seperti yang terlihat pada gambar di bawah, yaitu
a) Access Unit
b) Switching Unit
c) Control Unit
d) Signaling Unit
Gambar 2.2 Komponen EWSD
2.2.1 DLU
Setiap pelanggan telepon yang dilayani oleh EWSD akan memiliki satu “address” yang biasanya disebut dengan port. Port tersebut memiliki identitas yang disebut dengan equipment number disingkat EQN. Posisi port untuk pelanggan tersebut berada di DLU dan LTGA.
2.2.2 LTG
LTG adalah singkatan dari Line/Trunk Group merupakan unit akses berikutnya yang dimiliki oleh EWSD setelah DLU. Secara fungsional LTG terdiri atas LTGA, LTGB dan LTGC sedangkan secara hardware LTG dimulai dari LTGA hingga saat ini sudah sampai LTGN. Dari ketiga fungsi ini, hanya LTGA-lah yang memiliki port pelanggan, sedangkan LTGB dan LTGC bukan untuk port pelanggan.
2.2.3 SN
Switching Network (SN) berfungsi untuk menghubungkan jalur bicara antar
pelanggan dari seluruh LTG melalui highway 8 Mbps, serta menghubungkan periferal prosesor sentral dengan CP.
Kapasitas sentral akan ditentukan dari ukuran SN yang dikenal dengan sebutan DE (Digital Exchange). Ukuran DE akan menentukan jumlah LTG yang pada akhirnya akan menentukan jumlah pelanggan dan jumlah sirkit dari sentral EWSD.
2.2.4 CP
Coordination Processor (CP) bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi
umum pada sentral, seperti koordinasi dari semua prosesor periferal (GP yang tersebar pada LTG) dan transfer data antar prosesor-prosesor tadi. CP melakukan fungsi-fungsi berikut pada sentral EWSD:
Call processing
¾ digit translation ¾ routing
¾ zoning
¾ pemilihan jalur lewat switching network ¾ registrasi call charge
¾ administrasi data traffic ¾ administrasi network Operasi dan Pemeliharaan
¾ input dan output dari/ke external memory (EM)
¾ komunikasi dengan operation and maintenance terminal (OMT) ¾ komunikasi dengan operation and maintenance center (OMC)
Safeguarding
¾ self-supervision ¾ fault detection ¾ fault treatment
2.2.5 CCNC/CCS7
Bila pada sentral EWSD ada pelanggan ISDN, maka agar pelanggan ISDN tersebut dapat melakukan hubungan dengan pelanggan di sentral lain, maka dibutuhkan signaling system no. 7 sebagai signaling antar sentral (inter office signaling).
2.3 Trafik
Seperti pada penjelasan diatas, besarnya trafik (dalam satuan Erlang) menentukan dipasang atau tidaknya suatu saluran hubung atau sentral tertentu, karena besarnya trafik menunjukan jumlah permintaan call dan perilaku call pelanggan.
Trafik adalah perpindahan suatu benda dari satu tempat ke tempat lain. Didalam Dunia telekomunikasi, benda ini adalah informasi-informasi (misal : percakapan, call, data) yang perpindahannya melalui media atau sarana telekomunikasi (misal : sentral, sirkit, saluran/kabel).
Jadi dapat dikatakan secara singkat bahwa trafik adalah kepadatan atau banyaknya call dari pelanggan yang satu ke pelanggan yang lain. Sarana yang mutlak diperlukan adalah jaringan dan sentral (dalam bahasa internasional, arti jaringan : network, yang terdiri atas sentral dan transmisi). Kriteria yang harus dipenuhi Sentral adalah :
b) Dalam penyaluran tidak menimbulkan cacat.
c) Merupakan sarana perpindahan berita yang paling efisien dan terjangkau biayanya oleh masyarakat.
d) Direncanakan untuk pemakaian dalam jangka waktu yang lama tetap mempertahankan syarat-syarat 1, 2 dan 3
Trafik untuk telepon atau untuk telekomunikasi pada umumnya lebih menyerupai fenomena yang tetap, dengan sifat yang tidak dapat diduga secara tepat namun memiliki suatu pola pada waktu yang tetap.
Suatu jaringan telepon mungkin terganggu jika sejumlah besar pelanggan melakukan hubungan secara terus menerus pada waktu lama dan bersamaan. Variasi dari sejumlah keadaan yang berbeda tersebut dapat timbul pada saat tertentu, misalnya pada tahun baru atau pada saat hari besar nasional serta hari libur, dimana pelanggan saling bertelepon diantara mereka. Begitu pula pada acara kuiz di televisi dimana pelanggan tergugah untuk melakukan sambungan terus menerus pada saat yang bersamaan. Contoh-contoh tersebut adalah sebagian dari sekian banyak tingkah laku pelanggan yang dapat menimbulkan fluktuasi
yang tinggi pada trafik dan membutuhkan pengukuran yang tepat untuk
mengatasinya.
Pada dasarnya setiap pelanggan (disebut pelanggan A) harus bisa membuat hubungan melalui jaringan telepon dengan pelanggan lain (disebut pelanggan B) kapanpun dan dimanapun.
2.3.1 Peranan Trafik Dalam Bidang Telekomunikasi
Pentingnya pengamatan trafik terhadap pembangunan suatu sentral dapat dilihat dalam 2 (dua) hal, yaitu :
a. Perencanaan suatu sentral.
Seperti kita ketahui bahwa timbulnya trafik dalam sentral telepon adalah disebabkan adanya pelanggan yang mengangkat handset. Jika kita ambil langganan adalah raja, maka setiap pelanggan haruslah mendapat hak yang sama dan ini berarti bahwa setiap pelanggan yang mengangkat handset haruslah mendapat perlakuan yang sama. Nantinya akan terlihat jelas bahwa
trafik akan menentukan jumlah peralatan sentral yang harus dipasang pada sentral yang kita rencanankan.
b. Operasi pada Sentral.
Jika sentral telah melayani publik, maka kita tetap perlu untuk mengetahui besar trafik yang menjadi beban sentral. Ini kita laksanakan dengan cara pengukuran beban trafik tersebut. Jika hasil pengkuran sudah melebihi estimate yang telah kita ramalkan sebelumnya, ini berarti beban masing-masing peralatan sudah melebihi yang diijinkan. Setiap peralatan mempunyai kemampuan yang terbatas dalam menanggung beban lalu lintas telepon, makanya beban ini akan menyebabkan peralatan sentral akan rusak sebelum waktu yang ditentukan.
2.3.2 Macam Trafik
Dalam telekomunikasi, dikenal 3 jenis trafik, yaitu :
a) Trafik yang ditawarkan ke sistem jaringan (offered traffic) = AO.
b) Trafik yang dimuat dalam sistem (carried traffic) = AC.
c) Trafik yang ditolak oleh sistem (rejected traffic) = Ar.
Gambar 2.3.2 Jenis Trafik
Besar trafik AC dapat diukur dengan metode scanning, sedangkan besar
trafik AO diestimasi dengan menambah trafik yang dimuat dan probabilitas trafik
yang ditolak.
Ar Ac
Ao= + ……… [2]
Dalam mendisain jaringan antar sentral, jumlah sirkit yang harus diinstalasi tidaklah mungkin sebanyak jumlah pelanggan, dengan demikian akan ada kemungkinan sejumlah panggilan ditolak pada saat seluruh sirkit diduduki. CCITT telah merekomendasikan bahwa jumlah panggilan yang diperbolehkan ditolak tidak boleh lebih dari 1%, artinya bila ada 100 panggilan yang datang bersamaan, hanya ada 1 panggilan yang diperkenankan ditolak. Besar probabilitas
panggilan yang dapat ditolak dinyatakan dengan simbol ‘B’ atau sering disebut dengan Probabilitas Blocking.
Dilihat dari sisi pelayanan istilah probabilitas blocking dinyatakan dengan
Grade Of Service (GOS). Besarnya probabilitas blocking dinyatakan sejumlah
panggilan indentik dengan probabilitas trafik yang ditolak, sehingga besar Ar
dapat dinyatakan dengan :
B Ao
Ar= × ………..………. [2]
Karena AO = AC + Ar, maka trafik AO dapat dihitung dengan persamaan : B Ac Ao − = 1 ...………..………... [2] 2.3.3 Tipe-Tipe Trafik
Kategori Trafik Menurut Rekomendasi ITU-T a) Originating Traffic
Trafik yang berasal dari pelanggan yang ada di suatu sentral, kemanapun tujuannya.
b) Terminating Traffic
Trafik yang menuju ke pelanggan yang berada pada suatu sentral dari manapun asalnya.
c) Internal Traffic
Trafik yang berasal dari pelanggan di suatu sentral dan menuju ke pelanggan di sentral yang sama.
d) Incoming Traffic
Trafik yang masuk ke suatu sentral yang berasal dari sentral lain, kemanapun tujuannya.
e) Outgoing Traffic
Trafik yang keluar dari suatu sentral yang menuju ke sentral lain dari manapun asalnya.
f) Transit Traffic
Trafik yang hanya melewati suatu sentral yang berasal dari sentral lain dan menuju sentral lain.
internal Transit
Outgoing
Incoming Originating
Terminating
gambar 2.3.3 a Kategori trafik menurut rekomendasi ITU-T
Kategori Trafik Yang Digunakan Pada Sentral EWSD a) Originating Traffic
Trafik yang berasal dari pelanggan di suatu sentral kemanapun tujuannya.
b) Incoming Traffc
Trafik yang masuk di suatu sentral, yang berasal dari sentral lain, kemanapun tujuannya.
c) Terminating Traffic
Trafik yang berasal dari pelanggan di sentral lain yang menuju ke pelanggan di suatu sentral.
d) Outgoing Traffic
Trafik yang keluar menuju ke pelanggan di sentral lain, yang berasal dari pelanggan di suatu sentral.
e) Internal Traffic
Trafik yang berasal dari pelanggan di suatu sentral, yang menuju ke pelanggan di sentral yang sama.
f) Transit Traffic
Trafik yang berasal dari pelanggan di sentral lain yang menuju ke pelanggan di sentral lainnya dan melalui suatu sentral.
gambar 2.3.3.b Kategori trafik yang digunakan di sentral EWSD
internal Transit
Incoming Originating
Terminating Outgoing
Perbedaan kedua macam katagori tersebut terletak pada terminating traffic dan Outgoing traffic.
Menurut rekomendasi ITU-T terminating traffic dan outgoing traffic mempunyai 2 (dua) sumber dari pelanggan di sentral tersebut dan dari pelanggan di sentral lain, jadi dari katagori tersebut transit traffik merupakan bagian dari
outgoing traffic karena itu outgoing traffic yang berasal dari pelanggan di sentral
tersebut di sebut originating outgoing traffic, begitu juga dengan terminating
traffic yang berasal dari pelanggan sentral lain disebut incoming terminating traffic untuk membedakan dengan internal traffic.
2.3.4 Grade Of Service dan ASR
Grade of service (GOS) dapat diperoleh dari hasil perbandingan antara
jumlah panggilan yang gagal dengan seluruh jumlah panggilan yang ada. GOS dapat diperoleh dari persamaan berikut ini :
% 100 × = hnya ilanseluru totalpangg agal gilanyangg jumlahpang GOS ……..…………[2]
ASR adalah ukuran yang baik untuk menyatakan tingkat kepadatan jaringan pada suatu saat tertentu. ASR dapat diperoleh dari persamaan berikut ini :
% 100 _ _ % x SEIZE IC ANSW IC ASR= ... [2] 2.4 Loss Network
Loss Network merupakan kegagalan jaringan yang diakibatkan dari jumlah
panggilan.
2.4.1 Technical Fault (TKFLT)
Technical fault adalah jumlah panggilan yang gagal setelah seizure karena
gangguan trunk interface baik sentral asal maupun disentral lawan. nama counter : CUT (sockel 3.6)
CCS TECH IREG OREX + CCS TECH IREG DEX (sockel 6.2/9.1)
a) INC CCU : TECH IRREGULAR
TRANSIT CCS : INT TECH IRREGULAR
Adalah panggilan yang gagal setelah seizure karena adanya kerusakan teknis di sentral sendiri (trunk interface).
TRANSIT CCS : EXT TECH IRREGULAR
Adalah panggilan yang gagal setelah seizure karena adanya kerusakan teknis di sentral lawan.
b) TRANSIT CCU : TECH IRREGULAR
Adalah panggilan yang gagal karena adanya gangguan teknis (perangkat switch).
c) TERM CCS : INT TECH IRREGULAR
Adalah panggilan yang gagal karena adanya gangguan teknis (perangkat switch).
d) TERM CCS : EXT TECH IRREGULAR
Adalah panggilan yang gagal karena sirkit pelanggan yang dipanggil sedang diblok atau LLO
e) TERM CCU : TECH IRREGULAR
Adalah panggilan yang gagal karena adanya gangguan teknis (perangkat switch).
f) INTERNAL CCS : INT TECH IRREGULAR
Adalah panggilan yang gagal karena sirkit pelanggan yang dipanggil sedang diblok atau LLO.
g) INTERNAL CCS : EXT TECH IRREGULAR
Adalah panggilan yang gagal karena sirkit pelanggan yang dipanggil sedang diblok atau LLO.
2.4.2 Unreason (Unreas)
Unreason adalah kegagalan call transit yang terjadi di sentral transit karena penerapan moda signalling End to End.
Pada kondisi ini sentral combined dalam hal memproses call – call transit. Setelah through connection hanya mendeteksi answer signal atau release signal saja.
CCS RELORIG END TO END (Sockel 6.2/9.1)
2.4.3 Premature answer (PREANS)
Premature answer adalah jumlah call yang gagal setelah seizure karena
menerima answer signal sebelum waktunya, (sentral originating masih dalam « signalling condition », belum « speech condition ».
Nama counter : CSPG (Sockel 3.6)
Sockel 6.2/9.1 tidak dilengkapi dengan counter ini.
2.4.4 Un Allocated Number (UNALL)
Un Allocated Number adalah jumlah call yang gagal setelah seizure karena
nomor yang dituju tidak/belum ada pada base sentral lawan. Nama counter : CCS UNAL NUM (Sockel 6.2/9.1)
Sockel 3.6 tidak dilengkapi dengan counter ini. a) INC CCU : UNAL NUM
Adalah call yang gagal karena digit yang diterima tidak ada dalam database sentral.
b) INC CCU_NM_BLOCKING + CCU_SUB_NO_AUTH
Adalah call yang gagal karena tindakan manajemen network seperti status originating denied atau restriksi pada saat sentral overload. c) TRANSIT CCU : NM BLOCKING
Adalah call yang gagal karena adanya pembatasan jumlah panggilan (restriksi) baik secara manual maupun otomatis pada peralatan
common.
d) TERM CCU : NM BLOCKING
Adalah call yang gagal karena adanya pembatasan jumlah panggilan (restriksi) baik secara manual maupun otomatis pada peralatan
common
2.4.5 Congestion Network (CONG NW)
Congestion Network adalah jumlah call yang gagal setelah seizure karena
terjadi kongesti di sentral lawan (transit/tujuan). Nama counter : CCS DEX TGRP BUSY
(Sockel 3.6, 6.2, dan 9.1)
a) INC TGRPBLOCKED + CCU BUSY
Adalah call yang gagal karena sentral tidak mampu memberikan dial
tone kepada pelanggan A.
b) TRANSIT CCS O/DEX TGRPBUSY
Adalah call yang gagal setelah seizure karena terjadi kongesti di arah lawan.
c) TRANSIT CCS LINK FAILURE
Adalah call yang gagal karena signalling data link (SDL) over load. d) TRANSIT CCU TGRP BUSY
Adalah call yang gagal karena trunk group blok. e) TRANSIT CCU SN BUSY
Adalah call yang gagal switch busy (peralatan common atau link yang
overloaded.
f) TERM CCS LINK FAILURE
Adalah call yang gagal karena signalling data link (SDL) over load. g) TERM CCU SN BUSY
Adalah call yang gagal karena sentral tidak mampu memberikan dial
tone kepada pelanggan A.
h) INTERNAL CCS LINK FAILURE
Adalah call yang gagal karena signalling data link (SDL) over load.
2.4.6 Incomplete Digit (INCMP DIAL / IC INCOMP)
Adalah kegagalan call yang terjadi setelah pendudukan sirkit outgoing karena jumlah digit yang dikirim ke atau diterima di sentral berikutnya tidak lengkap.
Nama counter : CCS INCMP DIAL REL A + CCS INCMP DIAL TIOUT (Sockel 3.6, 6.2, dan 9.1).
a) INC CC : NO DIAL REL A
Adalah call yang gagal karena sentral hanya menerima seizure signal saja dan diikuti dengan sinyal pereleasean dari arah pelanggan.
Adalah call yang gagal karena sentral hanya menerima seizure signal saja tanpa diikuti dengan penerimaan digit sampai dengan batas waktu
time out.
c) INC CCU : INCMP DIAL REL A
Adalah call yang gagal karena sentral menerima jumlah digit yang tidak cukup untuk routing dan melepas dari arah pelanggan A.
d) INC CCU : INCMP DIAL TIOUT
Adalah call yang gagal karena sentral menerima jumlah digit yang tidak cukup untuk routing sampai dengan batas waktu time out.
2.5 Penanganan Loss Network akibat terjadinya Technical Fault
a) Penyebabnya :
Gangguan pada trunk interface atau perangkat peripheral lainnya. Kualitas transmisi yang jelek.
b) Proses signalling :
Tidak menerima « backward signal ». Backward signal cacat.
c) Langkah tindak :
Cek perangkat common dan trunk interface sentral yang mungkin terganggu dengan command :
<STAT DIU :LTG=x-xx ; <STAT CR :LTG=x-xx ;
<STAT TRUNK :TGNO=xxxxx
<CONF DIU :LTG=x-xx,DIU=x,OST=CBL/MBL/ACT ; <CONF CR :LTG=x-xx,CRPOS=x,OST=CBL/MBL/ACT <DIAG DIU :LTG=x-xx,DIU=x ;
<DIAG CR :LTG=x-xx,CRPOS=x ; Ganti modul bila terjadi gangguan.
Cek kualitas transmisi (flicker, level, dll). Pada transmisi analog, cek jumpering DDF dan leveling yang memungkinkan terjadinya killer
BAB III
HASIL PENGUKURAN LOSS NETWORK AKIBAT
TERJADINYA TECHNICAL FAULT BERDASARKAN DATA
DARI STO GAMBIR (GB1F)
3.1 Metode Pengukuran Trafik
Pengukuran traffik adalah pemenuhan kebutuhan masyarakat pemakai jasa telekomunikasi sebaik-baiknya dengan memperhitungkan faktor-faktor efektif dan efisiensi dari sarana telekomunikasi yang ada.
Waktu pengukuran dialokasikan setiap 1 jam dilaksanakan pada jam-jam sibuk, yaitu pukul 900 – 1100 dan hari sibuk yaitu hari Senin – Kamis, setiap minggu pertama pada bulan berjalan yang tidak ada hari liburnya, bila terdapat hari libur maka pengukuran di alihkan pada minggu berikutnya sedangkan periode pengamatan dari komputer adalah setiap 15 menit.
3.2 Cara Pengukuran Trafik 3.2.1 Pengukuran Kuantitatif
Menentukan dimensi peralatan maupun sirkit guna mengatasi stagnasi serta untuk kebutuhan peramalan jangka menengah ataupun jangka panjang guna perencanaan pembangunan.
Yang diatur dalam pengukuran kuantitatif adalah volume (intensitas) trafik dalam satuan Erlang / satuannya yang lain.
3.2.2 Pengukuran kualitatif
a) Melacak kegagalan jaringan.
b) Mendeteksi kondisi peralatan dan sirkit.
c) Mengetahui unjuk kerja jaringan (network performance). d) Mengetahui mutu pelayanan (quality of service).
Terdapat hubungan yang saling mendukung antara pengamatan/observasi kualitatif dan kuantitatif :
a) Kualitatif mununjukan indikasi stagnasi.
b) Kuantitatif memberikan angka (dalam Erlang) tentang berapa banyak jumlah sirkit yang dibutuhkan dan harus ditambahkan.
3.3 Hasil Pengukuran Trafik
Untuk dapat melakukan analisa dan evaluasi terhadap kondisi sentral dan jaringan telekomunikasi diperlukan data-data.
a) Jumlah sirkit antar sentral yang beroperasi atau aktif.
b) Call Seizure yaitu jumlah call yang melakukan pendudukan pada sentral lokal.
c) Answer Call yaitu jumlah panggilan yang dijawab dan diikuti oleh
Aswered Signal yaitu langganan yang dipanggil mengangkat hand set.
d) Jumlah panggilan di setiap tingkat yaitu disisi pemanggil (originating), panggilan disisi sentral sentral dan sirkit antar sentral, panggilan yang disisi yang dipanggil (terminating).
e) Jumlah kegagalan yang terjadi dan terinci pada masing-masing titik kegagalan.
Pada penulisan ini data yang diambil adalah pada Sentral Telepon Otomat EWSD Gambir (GB1F) dan diutamakan pada sisi network (jaringan) yaitu jumlah
technical fault yang ditujukan pada sentral tersebut.
3.4 Penghitungan Unjuk Kerja Jaringan (Network Performance)
Perhitungan unjuk kerja ini dikemukakan hanya perhitungan yang dilakukan pada Sentral Otomat Digital.
3.4.1 Cara Pengukuran 2 n 1 L1 N1 N2 L2 Ls Ls LN N0 Nn
Keterangan gambar :
1 , 2, n = Sentral yang dilalui LN = Loss call di network L0, L1, L2, Ln = Loss di setiap tingkat Ls = Loss sentral
N0, N1, N2, Nn = Jumlah outgoing disetiap tingkat
3.4.2 Pengukuran REC TGRP
Program REC TGRP untuk melaksanakan pengamatan dan pencatatan trafik dalam sekelompok Trunk pada suatu periode tertentu yang diinginkan/sesuai jadwal pengukuran. REC TGRP merupakan salah satu perintah yang digunakan dalam software sistem EWSD.
Secara garis besar dapat di uraikan bahwa dalam format keluaran dapat kita kategorikan informasi yang penting. Namun dalam hal ini penulis tidak memakai pengukuran REC TGRP.
3.5 Data Trafik Sentral EWSD GB1F
Data trafik i/c Sentral EWSD GB1F tanggal 6 s/d 27 April 2009 dan 06 s/d 11 Mei 2009
tabel 3.5a data loss network dari sentral EWSD GB1F
STO EWSD
TANGGAL DAN WAKTU
PARAMETER 4/6/09 4/13/09 4/20/09 10.00-11.00 10.00-11.00 10.00-11.00 ICSEIZE 70273 80234 77326 IC_ANSW 39397 50936 49575 %ASR 56.06 63.48 64.11 ICINCMP 327 406 142 %INCMP 0.47 0.51 0.18 ICTEKNF 774 108 124 %TEKF 1.10 0.13 0.16 IUNALNET 272 220 185 %UNALNET 0.39 0.27 0.24 IUNALTER 2761 2935 2655 %UNALTER 3.93 3.66 3.43 ICCONG 2122 147 103 %CONG 3.02 0.18 0.13
tabel 3.5b data Technical Fault dari sentral EWSD GB1F STO EWSD TANGGAL DAN WAKTU PARAMETER 4/6/09 4/13/09 4/20/09 10.00-11.00 10.00-11.00 10.00-11.00 ICTEKNF 774 108 124 %TEKF 1.10 0.13 0.16 52 54 56 58 60 62 64 66 I II III minggu ke %AS R
gambar 3.5a grafik nilai % ASR setiap minggunya
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 10.00-11.00 10.00-11.00 10.00-11.00 waktu % tekn f
BAB IV
ANALISA LOSS NETWORK AKIBAT TERJADINYA
TECHNICAL FAULT PADA SENTRAL GAMBIR
4.1 Data Perbandingan Setelah Perbaikan
Untuk meminimalisasi kegagalan jaringan yang terlihat dari data GOS Loss
Network awal bulan April 2009, diperlukan data perbandingan. Dalam hal ini data
pembanding yang dilampirkan adalah akhir bulan April sampai dengan pertengahan Mei 2009.
Pengumpulan data pembanding diperoleh sama halnya dengan data pengukuran, yang membedakan hanya data pembanding ini telah dilakukan penanganan – penanganan berdasarkan announcement yang ditetapkan PT. TELKOM. Berikut data pembanding setelah perbaikan.
tabel 4.2a perbandingan data loss network dari sentral EWSD GB1F
STO EWSD
TANGGAL DAN WAKTU
PARAMETER 4/27/09 5/6/09 5/11/09 10.00-11.00 10.00-11.00 10.00-11.00 ICSEIZE 78686 77671 67440 IC_ANSW 48255 56364 46626 %ASR 61.33 72.57 69.14 ICINCMP 167 204 2199 %INCMP 0.21 0.26 3.26 ICTEKNF 109 112 88 %TEKF 0.14 0.14 0.13 IUNALNET 239 241 211 %UNALNET 0.30 0.31 0.31 IUNALTER 2729 2268 3008 %UNALTER 3.47 2.92 4.46 ICCONG 1791 1287 69 %CONG 2.28 1.66 0.10 26
tabel 4.2b perbandingan data Technical Fault dari sentral EWSD GB1F STO EWSD TANGGAL DAN WAKTU PARAMETER 4/27/09 5/6/09 5/11/09 10.00-11.00 10.00-11.00 10.00-11.00 ICTEKNF 109 112 88 %TEKF 0.14 0.14 0.13 55 60 65 70 75 IV V VI Minggu ke % A S R
gambar 4.2a grafik nilai % ASR setiap minggunya
0.125 0.13 0.135 0.14 0.145 10.00-11.00 10.00-11.00 10.00-11.00 w aktu ke % t e kcf
Gambar 4.2b grafik data hasil perbaikan technical fault
2.6 Analisa Data
Walaupun data tabel 4.2a adalah data hasil perbaikan, namun perlu dilakukan beberapa analisa – analisa. Hasil perbaikan berdasarkan data ini akan mempengaruhi technical fault, parameter – parameter lainnya tidak akan mempengaruhi sama sekali.
a) Jumlah total rata – rata loss network dari data tabel 4.2a sebesar 12.388%. Sementara nilai rata – rata total loss network dari data tabel 3.5a sebesar 11.192%. Besarnya nilai loss network dari tabel 4.2a dipengaruhi oleh UNALNET yaitu jumlah call yang gagal setelah
seizure karena nomor yang dituju tidak/belum ada pada base sentral
lawan( dalam hal ini sentral lawan adalah jaringan). Dan UNALTER sendiri sentral lawannya adalah terminating.
b) Untuk menganalisa nilai dari technical fault dilakukan dalam sebulan 4 kali. .... 3 , 2 , 1 _ _ _ _ _ n n n seluruhnya ault technicalf jumlah fault technical ratarata total Σ ≡ 3 , 335 3 1006 1 _ _
_ratarata technical fault ≡ ≡
total 103 3 309 2 _ _
_ratarata technical fault ≡ ≡
total 0 50 100 150 200 250 300 350 400 RT1 RT2
gambar 4.3a grafik total rata- rata technical fault
Dari grafik di atas dapat diketahui bahwa nilai technical fault memperoleh perbaikan sebesar 232.3 dengan persentase 200% dari 100 sst yang diprogram fasilitas data sentral. Sudah optimal, dan dalam hal ini merupakan suatu perbaikan.
c) Sesuai dengan ketetapan PT. TELKOM jika nilai %ASR≥64% yang diamati 1 (satu) jam tersibuk perhari, maka perlu adanya penambahan sirkit atau modulnya. Dalam hal ini dapat dilihat pada grafik 4.3
0 10 20 30 40 50 60 70 80 I II III IV V VI minggu ke %ASR
gambar 4.3b grafik % ASR setiap minggunya
Pada grafik di atas bahwa minggu ke-3, ke-5 dan ke-6 memiliki %ASR≥64%. Berarti pada minggu ke-3, ke-5 dan ke-6 mengalami kepadatan call, sehingga perlu penambahn modul atau sirkit agar jumlah panggilan yang dijawab akan semakin besar dengan persentase kecil.
% 100 _ _ % x SEIZE IC ANSW IC ASR≡ Minggu ke-3 : % 11 , 64 % % 100 77326 49575 % ≡ ≡ ASR x ASR
d) Kebalikan dari % ASR, nilai GOS sendiri didapat dari :
% 89 . 35 % 100 77326 49575 77326 % 100 _ _ _ ≡ − ≡ − ≡ GOS x GOS x SEIZURE IC ANSWR IC SEIZURE IC GOS
Dari kedua nilai di atas, diketahui nilai % ASR lebih besar daripada nilai GOS, dimana ketetapan maksimum 5%. Hal itu menandakan bahwa
kemampuan user untuk mengakses trunk sistem selama jam sibuk masih kurang berhasil.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil tulisan diatas, maka kiranya dapat disimpulkan sebagai berikut :
a) Terlihat pada gambar 4.3b grafik % ASR setiap minggunya, bahwa pada minggu ke-3, ke-5 dan ke-6 memiliki %ASR≥64% yang diamati 1 (satu) jam tersibuk perhari. Pada minggu ke-3, ke-5 dan ke-6 tersebut menandakan adanya kepadatan call.
b) Dari gambar 4.3a grafik dan tabel perbandingan 3.5a serta 3.5b total rata – rata technical fault 1 adalah 335,3. Sementara total rata – rata technical
fault 2 adalah 103. Dapat diketahui bahwa nilai technical fault
memperoleh penekanan sebesar 232.3 dengan persentase 200% dari 100 sst yang diprogram fasilitas data sentral.
Sudah optimal dalam suatu perbaikan. Hasil pengukurannya, nilai technical fault terus meningkat dari minggu ke minggu.
c) Jumlah total rata – rata loss network dari data tabel 4.2a sebesar 12,388%. Sementara nilai rata – rata total loss network dari data tabel 3.5a sebesar 11,192%. Besarnya nilai loss network dari tabel 4.2a dipengaruhi oleh UNALNET dan UNALTER.
5.2 Saran
Dari hasil yang dapat dicapai dalam upaya mengoptimalkan penekanan kegagalan / loss network dengan penanganan berdasarkan data sentral masih kurang memuaskan karena kontribusi terhadap peningkatan GOS masih kecil, oleh karena itu penulis masih ada cara-cara yang diperkirakan hasilnya akan lebih optimal yaitu :
a) Melaksanakan pengecekan modul, komponen – komponen dari sentral (DIU, CR, LTG), kualitas transmisinya sendiri dan pengukuran trafik
secara berkesinambungan dengan waktu yang disesuaikan pada pengukuran trafik pelayanan (rutin).
b) Jika ketiga (3) komponen dalam sentral tersebut mengalami gangguan dan tidak dapat dilakukan penanganan dengan command maka tindakan yang dilakukan adalah dengan menggantikan perangkat modulnya atau penambahan sirkit.
www.stttelkom.ac.id http://telecom.ee.itb.ac.id
cpac 6-Apr 9.45h-10.45 60462 40580 67.12 192 0.32 85 0.14 158 0.26 3657 6.05 10 0.02 cppb 6-Apr 10.00h-11.00 26767 16784 62.70 41 0.15 519 1.94 48 0.18 1241 4.64 0 0.00 ganb 6-Apr 9.45h-10.45 53467 35033 65.52 174 0.33 105 0.20 97 0.18 2911 5.44 40 0.07 gb1f 6-Apr 10.00h-11.00 70273 39397 56.06 327 0.47 774 1.10 272 0.39 2761 3.93 2122 3.02 gb2d 6-Apr 10.00h-11.00 35918 23476 65.36 48 0.13 44 0.12 40 0.11 1791 4.99 55 0.15 jiaa 6-Apr 10.00h-11.00 17307 9323 53.87 12 0.07 23 0.13 22 0.13 1600 9.24 8 0.05 jt2b 6-Apr 10.00h-11.00 14015 8928 63.70 34 0.24 16 0.11 210 1.50 973 6.94 0 0.00 kb2b 6-Apr 10.00h-11.00 30677 19126 62.35 33 0.11 12 0.04 62 0.20 1459 4.76 45 0.15 kdya 6-Apr 9.45h-10.45 32257 21014 65.15 93 0.29 233 0.72 76 0.24 1011 3.13 8 0.02 kldb 6-Apr 9.45h-10.45 28675 18703 65.22 133 0.46 2 0.01 47 0.16 1835 6.40 5 0.02 klgb 6-Apr 10.00h-11.00 52661 35036 66.53 64 0.12 87 0.17 84 0.16 2218 4.21 0 0.00 krja 6-Apr 9.45h-10.45 65064 33940 52.16 79 0.12 84 0.13 214 0.33 3532 5.43 8 0.01 kt1b 6-Apr 10.00h-11.00 67688 45152 66.71 36 0.05 177 0.26 146 0.22 2110 3.12 4 0.01 kt2e 6-Apr 10.00h-11.00 45325 27431 60.52 16 0.04 107 0.24 37 0.08 1858 4.10 17 0.04 lkga 6-Apr 9.45h-10.45 25382 16732 65.92 25 0.10 37 0.15 67 0.26 1275 5.02 21 0.08 mrya 6-Apr 9.45h-10.45 24604 16067 65.30 73 0.30 44 0.18 81 0.33 1300 5.28 5 0.02 pggb 6-Apr 9.45h-10.45 37274 24775 66.47 18 0.05 62 0.17 29 0.08 2151 5.77 5 0.01 pkya 6-Apr 9.30h-10.30 30083 20143 66.96 125 0.42 25 0.08 16 0.05 2005 6.66 0 0.00 srga 6-Apr 9.45h-10.45 34547 22374 64.76 67 0.19 43 0.12 92 0.27 1867 5.40 12 0.03 skja 6-Apr 9.45h-10.45 14895 9800 65.79 60 0.40 5 0.03 34 0.23 726 4.87 0 0.00 slpc 6-Apr 10.00h-11.00 102873 70486 68.52 413 0.40 158 0.15 111 0.11 3885 3.78 32 0.03 sm1b 6-Apr 10.00h-11.00 56644 34498 60.90 116 0.20 2342 4.13 142 0.25 2564 4.53 295 0.52 sm2b 6-Apr 10.00h-11.00 58762 40214 68.44 85 0.14 340 0.58 208 0.35 1516 2.58 110 0.19 sm2c 6-Apr 10.00h-11.00 70653 40041 56.67 39 0.06 215 0.30 126 0.18 879 1.24 8572 12.13 tanb 6-Apr 9.45h-10.45 90301 60610 67.12 203 0.22 294 0.33 83 0.09 4312 4.78 39 0.04 tgaa 6-Apr 10.00h-11.00 30236 19758 65.35 49 0.16 85 0.28 36 0.12 1205 3.99 0 0.00 CKGC 6-Apr 10:00-11:00 55534 36164 65.12 68 0.12 0 0 0 0.00 38 0.07 10 0.02 CKPA 6-Apr 09:00-10:00 8004 4990 62.34 1 0.01 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 CNEA 6-Apr 10:00-11:00 8929 6341 71.02 21 0.24 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 CW1B 6-Apr 10:00-11:00 25432 16146 63.49 39 0.15 0 0 0 0.00 169 0.66 1 0.00
PRMA 6-Apr 10:00-11:00 4119 2558 62.10 17 0.41 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 PWKB 6-Apr 09:00-10:00 22126 12937 58.47 18 0.08 0 0 0 0.00 1 0.00 0 0.00 SKRA 6-Apr 10:00-11:00 22098 14218 64.34 24 0.11 0 0 0 0.00 38 0.17 0 0.00 SPLB 6-Apr 09:00-10:00 4446 2730 61.40 13 0.29 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 TB1C 6-Apr 10:00-11:00 48463 29555 60.98 92 0.19 0 0 0 0.00 73 0.15 13 0.03 TGRA 6-Apr 10:00-11:00 2747 1587 57.77 25 0.91 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 TPRC 6-Apr 10:00-11:00 26158 15878 60.70 21 0.08 0 0 0 0.00 0 0.00 7 0.03 PDKA 6-Apr 10:00-11:00 9871 6420 65.04 39 0.40 0 0 0 0.00 20 0.20 0 0.00
cpac 13-Apr 9.30h-10.30 62005 42274 68.18 140 0.23 81 0.13 215 0.35 2652 4.28 16 0.03 cppb 13-Apr 9.45h-10.45 30281 19463 64.27 56 0.18 609 2.01 30 0.10 1114 3.68 1 0.00 ganb 13-Apr 9.15h-10.15 55421 36719 66.25 139 0.25 259 0.47 69 0.12 2051 3.70 39 0.07 gb1f 13-Apr 10.00h-11.00 80234 50936 63.48 406 0.51 108 0.13 220 0.27 2935 3.66 147 0.18 gb2d 13-Apr 10.00h-11.00 46054 31078 67.48 49 0.11 52 0.11 77 0.17 1680 3.65 49 0.11 jiaa 13-Apr 10.00h-11.00 18860 10926 57.93 20 0.11 14 0.07 42 0.22 1231 6.53 1 0.01 jt2b 13-Apr 9.45h-10.45 15298 9749 63.73 29 0.19 20 0.13 251 1.64 635 4.15 0 0.00 kb2b 13-Apr 10.00h-11.00 37337 23344 62.52 34 0.09 11 0.03 54 0.14 1414 3.79 24 0.06 kdya 13-Apr 10.00h-11.00 36674 25122 68.50 113 0.31 299 0.82 59 0.16 881 2.40 3 0.01 kldb 13-Apr 9.30h-10.30 30859 20382 66.05 115 0.37 4 0.01 45 0.15 1437 4.66 37 0.12 klgb 13-Apr 10.00h-11.00 61610 40668 66.01 35 0.06 92 0.15 128 0.21 2069 3.36 23 0.04 krja 13-Apr 9.30h-10.30 60969 35874 58.84 121 0.20 13 0.02 286 0.47 2330 3.82 12 0.02 kt1b 13-Apr 10.00h-11.00 80456 53684 66.72 45 0.06 201 0.25 170 0.21 1965 2.44 10 0.01 kt2e 13-Apr 10.00h-11.00 58740 37036 63.05 15 0.03 154 0.26 55 0.09 1655 2.82 53 0.09 lkga 13-Apr 9.45h-10.45 28938 18747 64.78 27 0.09 47 0.16 107 0.37 1096 3.79 20 0.07 mrya 13-Apr 9.45h-10.45 28469 18632 65.45 60 0.21 53 0.19 50 0.18 1184 4.16 7 0.02 pggb 13-Apr 9.30h-10.30 49430 30827 62.36 24 0.05 123 0.25 57 0.12 4050 8.19 97 0.20 pkya 13-Apr 9.15h-10.15 32274 21595 66.91 100 0.31 44 0.14 15 0.05 1407 4.36 0 0.00 srga 13-Apr 9.30h-10.30 35552 24043 67.63 88 0.25 64 0.18 163 0.46 1197 3.37 130 0.37 skja 13-Apr 9.00h-10.00 14724 9452 64.19 73 0.50 7 0.05 38 0.26 487 3.31 0 0.00 slpc 13-Apr 10.00h-11.00 125430 86035 68.59 547 0.44 256 0.20 191 0.15 4119 3.28 21 0.02 sm1b 13-Apr 10.00h-11.00 69952 43070 61.57 116 0.17 2957 4.23 132 0.19 2532 3.62 124 0.18 sm2b 13-Apr 10.00h-11.00 76154 51111 67.12 109 0.14 519 0.68 290 0.38 1474 1.94 278 0.37 sm2c 13-Apr 9.45h-10.45 90320 46047 50.98 60 0.07 255 0.28 167 0.18 1569 1.74 16229 17.97 tanb 13-Apr 9.45h-10.45 101356 67991 67.08 261 0.26 288 0.28 106 0.10 3176 3.13 65 0.06 tgaa 13-Apr 9.45h-10.45 36138 23377 64.69 58 0.16 112 0.31 46 0.13 1235 3.42 0 0.00 BINB 13-Apr 09:00-10:00 25507 17768 69.66 18 0.07 345 1.35 51 0.20 599 2.35 0 0.00 CIDA 13-Apr 10:00-11:00 76915 49267 64.05 98 0.13 144 0.19 44 0.06 2160 2.81 34 0.04 CPEC 13-Apr 10:00-11:00 56590 34679 61.28 21 0.04 589 1.04 149 0.26 1030 1.82 11 0.02 CPPC 13-Apr 09:00-10:00 37705 25427 67.44 42 0.11 369 0.98 16 0.04 687 1.82 2 0.01 GB1H 13-Apr 09:00-10:00 32013 24167 75.49 43 0.13 312 0.97 96 0.30 588 1.84 0 0.00
PLTC 13-Apr 10:00-11:00 28521 17884 62.70 69 0.24 288 1.01 11 0.04 601 2.11 6 0.02 PSMC 13-Apr 09:00-10:00 37059 25749 69.48 92 0.25 268 0.72 140 0.38 636 1.72 0 0.00 RMGC 13-Apr 10:00-11:00 37468 23791 63.50 54 0.14 357 0.95 25 0.07 969 2.59 34 0.09 SM1C 13-Apr 10:00-11:00 35535 23910 67.29 106 0.30 896 2.52 130 0.37 1402 3.95 50 0.14 SM2D 13-Apr 10:00-11:00 24404 16994 69.64 39 0.16 548 2.25 105 0.43 1182 4.84 4 0.02 SRPB 13-Apr 10:00-11:00 6446 4143 64.27 9 0.14 52 0.81 21 0.33 169 2.62 0 0.00 STRA 13-Apr 10:00-11:00 48447 33113 68.35 25 0.05 429 0.89 30 0.06 868 1.79 3 0.01 CKGC 13-Apr 09:00-10:00 63778 41028 64.33 62 0.10 0 0.00 0 0.00 42 0.07 0 0.00 CKPA 13-Apr 09:00-10:00 8399 5430 64.65 12 0.14 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 CNEA 13-Apr 09:00-10:00 7482 5530 73.91 19 0.25 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 CW1B 13-Apr 09:00-10:00 21228 13680 64.44 39 0.18 0 0.00 0 0.00 55 0.26 0 0.00 DEPB 13-Apr 09:00-10:00 19954 12266 61.47 55 0.28 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 DMGA 13-Apr 09:00-10:00 8825 5593 63.38 13 0.15 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 GPI 13-Apr 09:00-10:00 6434 4155 64.58 25 0.39 0 0.00 0 0.00 18 0.28 0 0.00 KHLB 13-Apr 09:00-10:00 7000 4224 60.34 15 0.21 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 KRGA 13-Apr 09:00-10:00 15995 10427 65.19 43 0.27 0 0.00 0 0.00 74 0.46 0 0.00 KRWA 13-Apr 09:00-10:00 15523 10517 67.75 27 0.17 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 LGKA 13-Apr 09:00-10:00 18991 13078 68.86 36 0.19 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 PDEA 13-Apr 09:00-10:00 24253 16092 66.35 36 0.15 0 0.00 0 0.00 55 0.23 0 0.00 PDKA 13-Apr 10:00-11:00 15215 9409 61.84 42 0.28 0 0.00 0 0.00 13 0.09 0 0.00 PRMA 13-Apr 09:00-10:00 3765 2407 63.93 14 0.37 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 PWKB 13-Apr 09:00-10:00 22862 13900 60.80 45 0.20 0 0.00 0 0.00 5 0.02 0 0.00 SKRA 13-Apr 09:00-10:00 30689 19893 64.82 16 0.05 0 0.00 0 0.00 33 0.11 0 0.00 SPLB 13-Apr 09:00-10:00 4365 2731 62.57 14 0.32 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 TB1C 13-Apr 09:00-10:00 52512 34163 65.06 87 0.17 0 0.00 0 0.00 34 0.06 11 0.02 TGRA 13-Apr 09:00-10:00 2972 1745 58.71 23 0.77 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 TPRC 13-Apr 09:00-10:00 27978 17506 62.57 32 0.11 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00
cpac 20-Apr 9.30h-10.30 59849 41332 69.06 170 0.28 108 0.18 201 0.34 1947 3.25 8 0.01 cppb 20-Apr 10.00h-11.00 28752 19024 66.17 40 0.14 29 0.10 63 0.22 981 3.41 2 0.01 ganb 20-Apr 9.45h-10.45 54298 36195 66.66 168 0.31 408 0.75 96 0.18 1560 2.87 42 0.08 gb1f 20-Apr 10.00h-11.00 77326 49575 64.11 142 0.18 124 0.16 185 0.24 2655 3.43 103 0.13 gb2d 20-Apr 10.00h-11.00 47123 30841 65.45 58 0.12 61 0.13 78 0.17 1494 3.17 132 0.28 jiaa 20-Apr 10.00h-11.00 18244 11069 60.67 27 0.15 17 0.09 30 0.16 615 3.37 3 0.02 jt2b 20-Apr 10.00h-11.00 14200 9517 67.02 32 0.23 23 0.16 182 1.28 550 3.87 0 0.00 kb2b 20-Apr 10.00h-11.00 36679 23306 63.54 45 0.12 21 0.06 80 0.22 1221 3.33 20 0.05 kdya 20-Apr 9.30h-10.30 41016 25502 62.18 134 0.33 365 0.89 89 0.22 847 2.07 7 0.02 kldb 20-Apr 9.30h-10.30 30354 20386 67.16 146 0.48 7 0.02 55 0.18 1170 3.85 13 0.04 klgb 20-Apr 10.00h-11.00 60499 40360 66.71 43 0.07 79 0.13 121 0.20 1816 3.00 107 0.18 krja 20-Apr 9.15h-10.15 57834 33707 58.28 88 0.15 13 0.02 207 0.36 1749 3.02 8 0.01 kt1b 20-Apr 9.45h-10.45 80093 53761 67.12 47 0.06 175 0.22 159 0.20 1878 2.34 40 0.05 kt2e 20-Apr 10.00h-11.00 61635 38364 62.24 28 0.05 147 0.24 55 0.09 1777 2.88 0 0.00 lkga 20-Apr 9.30h-10.30 26975 17918 66.42 33 0.12 61 0.23 103 0.38 1080 4.00 56 0.21 mrya 20-Apr 9.30h-10.30 28000 18307 65.38 68 0.24 75 0.27 28 0.10 739 2.64 15 0.05 pggb 20-Apr 9.45h-10.45 46481 30948 66.58 33 0.07 131 0.28 32 0.07 1558 3.35 30 0.06 pkya 20-Apr 9.30h-10.30 30123 19979 66.32 107 0.36 39 0.13 11 0.04 1228 4.08 1 0.00 srga 20-Apr 9.15h-10.15 33387 22294 66.77 82 0.25 36 0.11 191 0.57 931 2.79 233 0.70 skja 20-Apr 9.15h-10.15 13901 9224 66.35 58 0.42 4 0.03 30 0.22 356 2.56 0 0.00 slpc 20-Apr 9.45h-10.45 123386 85214 69.06 236 0.19 199 0.16 133 0.11 3636 2.95 114 0.09 sm1b 20-Apr 10.00h-11.00 69078 42217 61.11 158 0.23 2700 3.91 121 0.18 2537 3.67 104 0.15 sm2b 20-Apr 10.00h-11.00 77154 50876 65.94 93 0.12 339 0.44 364 0.47 1672 2.17 381 0.49 sm2c 20-Apr 9.30h-10.30 54242 38123 70.28 79 0.15 617 1.14 70 0.13 1653 3.05 80 0.15 tanb 20-Apr 9.30h-10.30 96769 65150 67.33 165 0.17 302 0.31 104 0.11 2594 2.68 56 0.06 tgaa 20-Apr 10.00h-11.00 34698 23006 66.30 84 0.24 80 0.23 22 0.06 1006 2.90 0 0.00 BINB 20-Apr 09:00-10:00 24951 17889 71.70 21 0.08 283 1.13 48 0.19 454 1.82 1 0.00 CIDA 20-Apr 10:00-11:00 76908 48979 63.69 81 0.11 205 0.27 47 0.06 1787 2.32 52 0.07 CPEC 20-Apr 10:00-11:00 56519 37471 66.30 35 0.06 666 1.18 113 0.20 979 1.73 0 0.00 CPPC 20-Apr 10:00-11:00 34654 25478 73.52 24 0.07 320 0.92 0 0.00 744 2.15 0 0.00 GB1H 20-Apr 10:00-11:00 34998 26737 76.40 38 0.11 184 0.53 83 0.24 556 1.59 0 0.00
PLTC 20-Apr 10:00-11:00 27470 17844 64.96 39 0.14 235 0.86 3 0.01 631 2.30 11 0.04 PSMC 20-Apr 10:00-11:00 35049 22154 63.21 106 0.30 258 0.74 144 0.41 602 1.72 1 0.00 RMGC 20-Apr 10:00-11:00 39286 24019 61.14 75 0.19 327 0.83 30 0.08 764 1.94 40 0.10 SM1C 20-Apr 10:00-11:00 36560 24746 67.69 142 0.39 842 2.30 168 0.46 816 2.23 11 0.03 SM2D 20-Apr 10:00-11:00 24525 17471 71.24 11 0.04 522 2.13 95 0.39 713 2.91 0 0.00 SRPB 20-Apr 09:00-10:00 6215 4114 66.19 9 0.14 61 0.98 33 0.53 91 1.46 0 0.00 STRA 20-Apr 10:00-11:00 49716 33228 66.84 43 0.09 333 0.67 31 0.06 797 1.60 1 0.00 CKGC 20-Apr 10:00-11:00 63128 41539 65.80 66 0.10 0 0.00 0 0.00 29 0.05 0 0.00 CKPA 20-Apr 09:00-10:00 7745 5088 65.69 5 0.06 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 CNEA 20-Apr 10:00-11:00 8667 6421 74.09 22 0.25 0 0.00 0 0.00 7 0.08 0 0.00 CW1B 20-Apr 10:00-11:00 27809 17975 64.64 35 0.13 0 0.00 0 0.00 64 0.23 0 0.00 DEPB 20-Apr 09:00-10:00 19066 12169 63.83 50 0.26 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 DMGA 20-Apr 09:00-10:00 8390 5380 64.12 13 0.15 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 GPI 20-Apr 10:00-11:00 8887 5407 60.84 34 0.38 0 0.00 0 0.00 5 0.06 0 0.00 KHLB 20-Apr 09:00-10:00 6896 4106 59.54 14 0.20 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 KRGA 20-Apr 09:00-10:00 15542 10126 65.15 33 0.21 0 0.00 0 0.00 21 0.14 0 0.00 KRWA 20-Apr 10:00-11:00 16976 11647 68.61 45 0.27 0 0.00 0 0.00 0 0.00 36 0.21 LGKA 20-Apr 10:00-11:00 19850 13364 67.32 38 0.19 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 PDEA 20-Apr 09:00-10:00 22924 15294 66.72 32 0.14 0 0.00 0 0.00 39 0.17 0 0.00 PDKA 20-Apr 09:00-10:00 14063 8980 63.86 48 0.34 0 0.00 0 0.00 16 0.11 0 0.00 PRMA 20-Apr 09:00-10:00 3604 2287 63.46 15 0.42 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 PWKB 20-Apr 09:00-10:00 22038 13566 61.56 30 0.14 0 0.00 0 0.00 1 0.00 0 0.00 SKRA 20-Apr 09:00-10:00 28337 19420 68.53 21 0.07 0 0.00 0 0.00 21 0.07 0 0.00 SPLB 20-Apr 09:00-10:00 3878 2523 65.06 13 0.34 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 TB1C 20-Apr 10:00-11:00 54244 35082 64.67 119 0.22 0 0.00 0 0.00 20 0.04 6 0.01 TGRA 20-Apr 10:00-11:00 2476 1462 59.05 19 0.77 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 TPRC 20-Apr 09:00-10:00 28395 17935 63.16 23 0.08 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00
cpac 27-Apr 9.30h-10.30 59004 40174 68.09 162 0.27 117 0.20 188 0.32 2024 3.43 17 0.03 cppb 27-Apr 10.00h-11.00 28590 18955 66.30 57 0.20 11 0.04 38 0.13 1056 3.69 4 0.01 ganb 27-Apr 9.30h-10.30 51347 33846 65.92 139 0.27 212 0.41 91 0.18 1776 3.46 33 0.06 gb1f 27-Apr 10.00h-11.00 78686 48255 61.33 167 0.21 109 0.14 239 0.30 2729 3.47 1791 2.28 gb2d 27-Apr 10.00h-11.00 47626 29820 62.61 92 0.19 64 0.13 43 0.09 1821 3.82 307 0.64 jiaa 27-Apr 9.45h-10.45 19754 11497 58.20 14 0.07 17 0.09 73 0.37 831 4.21 21 0.11 jt2b 27-Apr 9.30h-10.30 14808 9489 64.08 18 0.12 7 0.05 158 1.07 518 3.50 0 0.00 kb2b 27-Apr 9.45h-10.45 37630 23357 62.07 44 0.12 19 0.05 87 0.23 1420 3.77 41 0.11 kdya 27-Apr 10.00h-11.00 36164 24493 67.73 100 0.28 286 0.79 45 0.12 948 2.62 10 0.03 kldb 27-Apr 9.30h-10.30 28710 18959 66.04 109 0.38 4 0.01 54 0.19 1222 4.26 11 0.04 klgb 27-Apr 10.00h-11.00 60112 39889 66.36 31 0.05 108 0.18 69 0.11 2029 3.38 48 0.08 krja 27-Apr 9.15h-10.15 59058 33393 56.54 101 0.17 16 0.03 249 0.42 1602 2.71 6 0.01 kt1b 27-Apr 10.00h-11.00 80137 53254 66.45 37 0.05 116 0.14 181 0.23 2296 2.87 12 0.01 kt2e 27-Apr 10.00h-11.00 62940 38952 61.89 18 0.03 207 0.33 48 0.08 2013 3.20 0 0.00 lkga 27-Apr 9.45h-10.45 26529 17785 67.04 32 0.12 42 0.16 65 0.25 958 3.61 31 0.12 mrya 27-Apr 9.45h-10.45 29012 17971 61.94 41 0.14 58 0.20 52 0.18 867 2.99 11 0.04 pggb 27-Apr 9.45h-10.45 45274 29882 66.00 25 0.06 107 0.24 33 0.07 1516 3.35 9 0.02 pkya 27-Apr 9.30h-10.30 30346 20195 66.55 105 0.35 40 0.13 13 0.04 1097 3.61 0 0.00 srga 27-Apr 9.30h-10.30 31130 21334 68.53 84 0.27 52 0.17 145 0.47 902 2.90 11 0.04 skja 27-Apr 9.15h-10.15 13932 9155 65.71 68 0.49 5 0.04 11 0.08 349 2.51 0 0.00 slpc 27-Apr 10.00h-11.00 122033 83880 68.74 293 0.24 217 0.18 123 0.10 3322 2.72 22 0.02 sm1b 27-Apr 10.00h-11.00 67927 42207 62.14 145 0.21 461 0.68 148 0.22 2385 3.51 41 0.06 sm2b 27-Apr 10.00h-11.00 75941 51564 67.90 101 0.13 460 0.61 302 0.40 2127 2.80 219 0.29 sm2c 27-Apr 10.00h-11.00 51737 36731 71.00 47 0.09 452 0.87 106 0.20 1154 2.23 61 0.12 tanb 27-Apr 9.30h-10.30 96973 65478 67.52 185 0.19 317 0.33 84 0.09 2951 3.04 51 0.05 tgaa 27-Apr 10.00h-11.00 36320 23598 64.97 45 0.12 79 0.22 51 0.14 1033 2.84 0 0.00 BINB 27-Apr 10:00-11:00 24403 17050 69.87 25 0.10 222 0.91 41 0.17 473 1.94 1 0.00 CIDA 27-Apr 10:00-11:00 77663 48244 62.12 90 0.12 252 0.32 36 0.05 1976 2.54 62 0.08 CPEC 27-Apr 10:00-11:00 52352 37279 71.21 19 0.04 816 1.56 107 0.20 925 1.77 1 0.00 CPPC 27-Apr 10:00-11:00 36295 25757 70.97 23 0.06 383 1.06 2 0.01 713 1.96 1 0.00 GB1H 27-Apr 09:00-10:00 31086 22639 72.83 35 0.11 177 0.57 60 0.19 444 1.43 0 0.00 GB2E 27-Apr 10:00-11:00 60920 43771 71.85 139 0.23 1399 2.30 172 0.28 1201 1.97 1 0.00
PSMC 27-Apr 10:00-11:00 37644 25142 66.79 101 0.27 335 0.89 120 0.32 728 1.93 1 0.00 RMGC 27-Apr 10:00-11:00 38683 23385 60.45 107 0.28 381 0.98 33 0.09 934 2.41 54 0.14 SM1C 27-Apr 10:00-11:00 34426 23655 68.71 149 0.43 686 1.99 159 0.46 605 1.76 39 0.11 SM2D 27-Apr 10:00-11:00 23971 16646 69.44 16 0.07 811 3.38 98 0.41 665 2.77 0 0.00 SRPB 27-Apr 10:00-11:00 5980 3994 66.79 5 0.08 37 0.62 24 0.40 108 1.81 0 0.00 STRA 27-Apr 10:00-11:00 48029 32736 68.16 28 0.06 440 0.92 16 0.03 739 1.54 40 0.08 CKGC 27-Apr 10:00-11:00 63081 40973 64.95 73 0.12 0 0 0 0.00 32 0.05 0 0.00 CKPA 27-Apr 09:00-10:00 8019 5181 64.61 5 0.06 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 CNEA 27-Apr 10:00-11:00 8548 6132 71.74 21 0.25 0 0 0 0.00 4 0.05 0 0.00 CW1B 27-Apr 10:00-11:00 26653 17283 64.84 43 0.16 0 0 0 0.00 85 0.32 0 0.00 DEPB 27-Apr 09:00-10:00 19482 12216 62.70 45 0.23 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 DMGA 27-Apr 09:00-10:00 8555 5559 64.98 14 0.16 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 GPI 27-Apr 10:00-11:00 8998 5586 62.08 24 0.27 0 0 0 0.00 8 0.09 0 0.00 KHLB 27-Apr 10:00-11:00 6153 3907 63.50 14 0.23 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 KRGA 27-Apr 09:00-10:00 15587 9916 63.62 32 0.21 0 0 0 0.00 51 0.33 0 0.00 KRWA 27-Apr 10:00-11:00 16843 11693 69.42 31 0.18 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 LGKA 27-Apr 10:00-11:00 19053 13251 69.55 26 0.14 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 PDEA 27-Apr 10:00-11:00 22519 14409 63.99 43 0.19 0 0 0 0.00 38 0.17 0 0.00 PRMA 27-Apr 09:00-10:00 3705 2333 62.97 14 0.38 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 PWKB 27-Apr 09:00-10:00 21502 13626 63.37 17 0.08 0 0 0 0.00 2 0.01 0 0.00 SKRA 27-Apr 09:00-10:00 30032 19404 64.61 21 0.07 0 0 0 0.00 17 0.06 0 0.00 SPLB 27-Apr 09:00-10:00 4072 2580 63.36 14 0.34 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 TB1C 27-Apr 10:00-11:00 53376 34379 64.41 83 0.16 0 0 0 0.00 35 0.07 7 0.01 TGRA 27-Apr 09:00-10:00 2589 1588 61.34 23 0.89 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 TPRC 27-Apr 10:00-11:00 27293 17303 63.40 28 0.10 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00
cpac 6-May 9.15h-10.15 62459 45134 72.26 155 0.25 319 0.51 100 0.16 1722 2.76 96 0.15 cppb 6-May 10.00h-11.00 30268 19838 65.54 37 0.12 9 0.03 60 0.20 1655 5.47 3 0.01 ganb 6-May 9.30h-10.30 55551 39127 70.43 180 0.32 149 0.27 58 0.10 2880 5.18 118 0.21 gb1f 6-May 10.00h-11.00 77671 56364 72.57 204 0.26 112 0.14 241 0.31 2268 2.92 1287 1.66 gb2d 6-May 10.00h-11.00 50787 35872 70.63 62 0.12 128 0.25 54 0.11 2045 4.03 44 0.09 jiaa 6-May 10.00h-11.00 17935 11970 66.74 73 0.41 14 0.08 18 0.10 442 2.46 0 0.00 jt2b 6-May 9.15h-10.15 15932 10043 63.04 9 0.06 18 0.11 169 1.06 1335 8.38 0 0.00 kb2b 6-May 9.45h-10.45 37806 25297 66.91 17 0.04 20 0.05 82 0.22 1213 3.21 56 0.15 kdya 6-May 9.45h-10.45 44465 29584 66.53 79 0.18 136 0.31 54 0.12 704 1.58 14 0.03 kldb 6-May 9.45h-10.45 29634 20980 70.80 149 0.50 7 0.02 67 0.23 1455 4.91 2 0.01 klgb 6-May krja 6-May 9.30h-10.30 60177 38785 64.45 98 0.16 16 0.03 271 0.45 3354 5.57 11 0.02 kt1b 6-May 9.45h-11.00 74817 53408 71.38 69 0.09 285 0.38 162 0.22 2600 3.48 13 0.02 kt2e 6-May 10.00h-11.00 51769 34305 66.27 11 0.02 113 0.22 56 0.11 1560 3.01 0 0.00 lkga 6-May 9.30h-10.30 26991 21132 78.29 14 0.05 34 0.13 62 0.23 688 2.55 67 0.25 mrya 6-May 9.30h-10.30 29079 21655 74.47 45 0.15 54 0.19 38 0.13 861 2.96 8 0.03 pggb 6-May 9.30h-10.30 45242 32186 71.14 21 0.05 84 0.19 18 0.04 2333 5.16 7 0.02 pkya 6-May 9.00h-10.00 31448 20282 64.49 118 0.38 57 0.18 24 0.08 3168 10.07 1 0.00 srga 6-May 9.15h-10.15 33838 25413 75.10 6 0.02 44 0.13 54 0.16 1272 3.76 63 0.19 skja 6-May 9.30h-10.30 14974 9509 63.50 41 0.27 11 0.07 34 0.23 1307 8.73 10 0.07 slpc 6-May 9.45h-10.45 120380 88280 73.33 323 0.27 289 0.24 108 0.09 3323 2.76 2580 2.14 sm1b 6-May 10.00h-11.00 66464 46413 69.83 73 0.11 829 1.25 197 0.30 1963 2.95 136 0.20 sm2b 6-May 10.00h-11.00 76852 53231 69.26 220 0.29 1067 1.39 194 0.25 1545 2.01 264 0.34 sm2c 6-May 9.30h-10.30 54886 38169 69.54 27 0.05 43 0.08 85 0.15 1739 3.17 23 0.04 tanb 6-May 9.30h-10.30 100737 73448 72.91 77 0.08 161 0.16 74 0.07 5339 5.30 55 0.05 tgaa 6-May 9.45h-10.45 34462 22838 66.27 16 0.05 101 0.29 41 0.12 991 2.88 0 0.00 BINB 6-May 10:00-11:00 25402 17656 69.51 32 0.13 250 0.98 23 0.09 585 2.30 0 0.00 CIDA 6-May 10:00-11:00 78560 56128 71.45 114 0.15 975 1.24 55 0.07 1189 1.51 5 0.01 CPEC 6-May 10:00-11:00 55420 37046 66.85 30 0.05 619 1.12 43 0.08 1057 1.91 228 0.41 CPPC 6-May 15:00-16:00 31416 18475 58.81 26 0.08 308 0.98 5 0.02 605 1.93 0 0.00 GB1H 6-May 10:00-11:00 35618 26339 73.95 21 0.06 707 1.98 92 0.26 731 2.05 2 0.01