1
WALI KOTA BANJAR PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALI KOTA BANJAR
NOMOR 24 TAHUN 2019 TENTANG
PEDOMAN PROGRAM ANAK BANJAR TETAP SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALI KOTA BANJAR,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan pemerataan pendidikan dasar di Kota Banjar, perlu meningkatkan mutu layanan pendidikan dasar melalui suatu program anak banjar tetap sekolah;
b. bahwa untuk transparansi dan kelancaran program anak banjar tetap sekolah, perlu melibatkan berbagai unsur terkait, yang terdiri dari unsur pemerintah Daerah, dunia usaha dunia industri, lembaga sosial dan masyarakat; c. bahwa untuk memberikan landasan dan acuan dalam
pelaksanaan program anak banjar tetap sekolah, diperlukan suatu pedoman;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Wali Kota tentang Pedoman Program Anak Banjar Tetap Sekolah;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kota Banjar di Provinsi Jawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4246);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
3. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4297);
2
4. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terkhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105);
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);
10. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Banjar (Lembaran Daerah Kota Banjar Tahun 2016 Nomor 8);
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN WALI KOTA TENTANG PEDOMAN PROGRAM ANAK BANJAR TETAP SEKOLAH.
3
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Wali Kota ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kota Banjar.
2. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan dewan perwakilan rakyat daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
3. Pemerintah Daerah adalah Wali Kota sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.
4. Wali Kota adalah Wali Kota Banjar.
5. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Wali Kota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah. 6. Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
yang selanjutnya disingkat BPPKAD adalah Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Banjar.
7. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang selanjutnya disebut Disdikbud adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar.
8. Masyarakat adalah anggota masyarakat atau orang tua siswa yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan. 9. Komite Sekolah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan
orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan.
10. Pendidikan dasar adalah jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah, yang berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madratsah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madratsah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.
11. Lembaga Sosial adalah lembaga yang didirikan oleh masyarakat yang bergerak di bidang sosial dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan di lingkungannya. 12. Program Anak Banjar Tetap Sekolah selanjutnya disingkat
ABATASA adalah program layanan pendidikan yang melibatkan unsur pemerintah Daerah, dunia usaha dunia industri, lembaga sosial dan partisipasi masyarakat untuk menjamin anak banjar usia 7-15 tahun tetap bersekolah pada jenjang pendidikan dasar.
13. Dunia Usaha Dunia Industri adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha dan memiliki kewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
4
14. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan adalah bentuk kontribusi perusahaan terhadap kesejahteraan sosial di lingkungannya. 15. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Banjar yang
selanjutnya disebut APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang dibahas dan disetujui bersama dan ditetapkan berdasarkan peraturan daerah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjar. 16. Hibah adalah salah satu bentuk instrumen bantuan bagi
pemerintah Daerah, dunia usaha dunia industri, lembaga sosial dan masyarakat baik berbentuk uang, barang dan jasa yang dapat diberikan pemerintah, pemerintah daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan dengan tujuan tertentu.
BAB II
TUJUAN DAN SASARAN PROGRAM ABATASA Bagian Kesatu
Tujuan Pasal 2 Program ABATASA bertujuan :
a. menjamin anak banjar usia 7-15 tahun mendapatkan akses layanan pendidikan dasar;
b. menurunkan angka putus sekolah jenjang pendidikan dasar; dan
c. meningkatkan angka partisipasi sekolah jenjang pendidikan dasar.
Bagian Kedua Sasaran
Pasal 3
Sasaran program ABATASA, sebagai berikut :
a. anak banjar usia 7-15 tahun yang belum mendapatkan layanan pendidikan;
b. anak banjar usia 7-15 tahun yang memiliki resiko putus sekolah; dan
c. anak banjar usia 7-15 tahun yang berasal dari keluarga tidak mampu.
5 BAB III PENGANGGARAN Bagian Kesatu Sumber Anggaran Pasal 4
Sumber anggaran untuk program ABATASA berasal dari : a. pemerintah daerah;
b. dunia usaha dunia industri dan lembaga sosial; dan c. partisipasi masyarakat.
Bagian Kedua Penggunaan Anggaran
Pasal 5
Anggaran program ABATASA digunakan untuk membiayai keperluan pribadi/biaya personal meliputi :
a. seragam sekolah; b. seragam olah raga; c. sepatu sekolah;
d. buku dan alat tulis sekolah; e. uang saku harian; dan
f. perlengkapan sekolah lainnya. BAB IV
MEKANISME PENGANGGARAN PROGRAM ABATASA Bagian Kesatu
Pemerintah Daerah Pasal 6
Penganggaran program ABATASA yang bersumber dari APBD dengan mekanisme sebagai berikut :
a. bantuan sosial/hibah berupa barang yang dianggarkan pada jenis belanja langsung pada Disdikbud; dan
b. bantuan sosial/hibah berupa uang dianggarkan pada jenis belanja tidak langsung pada BPPKAD.
6
Bagian Kedua
Dunia Usaha Dunia Industri dan Lembaga Sosial Pasal 7
(1) Bantuan dana untuk pelaksanaan program ABATASA yang bersumber dari dunia usaha dunia industri merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social respobility) bagi lingkungan pendidikan. (2) Bantuan dana untuk pelaksanaan program ABATASA yang
bersumber dari lembaga sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan.
(3) Bantuan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), dalam bentuk hibah berupa uang dan/atau barang. (4) Mekanisme pemberian hibah sebagaimana dimaksud pada
ayat (3), sebagai berikut :
a. penyusunan rencana program kegiatan/proposal;
b. penilaian berdasarkan tingkat relevansi bisnis perusahaan;
c. komitmen awal berupa nota kesepahaman; d. perjanjian kerja sama implementasi program; e. implementasi kersa sama program; dan
f. monitoring dan evaluasi bersama antara Pemerintah Daerah dan perusahaan pemberi bantuan program.
Bagian Ketiga
Partisipasi Masyarakat Melalui Komite Sekolah Pasal 8
(1) Bantuan dana untuk pelaksanaan program ABATASA yang bersumber dari masyarakat merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat untuk memajukan pendidikan di lingkungannya yang dilaksanakan melalui komite sekolah; (2) Bantuan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam
bentuk hibah berupa uang dan/atau barang;
(3) Mekanisme pemberian hibah sebagaimana dimaksud ayat (2), sebagai berikut :
a. penyusunan rencana program kegiatan/proposal;
b. penilaian program melalui rapat dengan orang tua siswa;
c. kesepakatan orang tua siswa atas pelaksanaan program;
d. pelaksanaan program; dan
7
BAB V
PERTANGGUNGJAWABAN Pasal 9
(1) Pertanggungjawaban bantuan penerima bantuan program ABATASA yang bersumber dari bantuan sosial/hibah Pemerintah Daerah sepenuhnya diserahkan kepada Pemerintah Daerah.
(2) Pertanggungjawaban bantuan penerima bantuan program ABATASA yang bersumber dari Dunia Usaha Dunia Industri dan Lembaga Sosial sepenuhnya diserahkan kepada perusahaan/lembaga pemberi bantuan.
(3) Pertanggungjawaban bantuan penerima bantuan program ABATASA yang bersumber dari partisipasi masyarakat sepenuhnya diserahkan kepada komite sekolah.
BAB VI
MONITORING DAN PENGAWASAN Bagian Kesatu
Pelaksanaan Monitoring Pasal 10
(1) Monitoring dilaksanakan oleh tim manajemen program ABATASA.
(2) Monitoring ditujukan untuk memantau penyaluran dan penyerapan dana serta penggunaan bantuan.
(3) Monitoring penanganan pengaduan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang muncul, serta mendokumentasikannya.
(4) Kerja sama dengan lembaga terkait dalam menangani pengaduan dan penyimpangan dilakukan sesuai kebutuhan.
Bagian Kedua Pengawasan
Pasal 11
(1) Kegiatan pengawasan yang dimaksud adalah kegiatan bertujuan untuk mengurangi atau menghindari masalah yang berhubungan dengan penyalahgunaan wewenang, kebocoran keuangan negara, pungutan liar dan bentuk penyelewengan lainnya.
(2) Pengawasan melekat dilaksanakan oleh Kepala Disdikbud. (3) Pengawasan fungsional internal dilaksanakan oleh
8
(4) Pengawasan masyarakat dimaksudkan dalam rangka transparansi pelaksanaan program ABATASA, program ini dapat diawasi oleh unsur masyarakat dan unit-unit pengaduan masyarakat yang terdapat di sekolah, lembaga tersebut melaksanakan pengawasan dalam rangka memotret pelaksanaan dana program ABATASA, namun tidak melakukan audit, dan apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam pengelolaannya agar dilaporkan kepada instansi pengawas atau lembaga berwenang lainnya.
BAB VII PENUTUP
Pasal 12
Peraturan Wali Kota ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Wali Kota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Banjar.
Ditetapkan di Banjar
pada tanggal 12 Juli 2019 WALI KOTA BANJAR, ttd
ADE UU SUKAESIH
Diundangkan di Banjar pada tanggal 15 Juli 2019
SEKRETARIS DAERAH KOTA BANJAR, ttd
ADE SETIANA