• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. Tabel 8. Kategorisasi Pengukuran Self Regulated Learning Berdasarkan Jenis Kelamin Frekuensi Laki-laki %

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV. Tabel 8. Kategorisasi Pengukuran Self Regulated Learning Berdasarkan Jenis Kelamin Frekuensi Laki-laki %"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Analisis Deskriptif

Pada bagian ini penulis akan menampilkan gambaran kategorisasi Self Regulated Learning pada Mahasiswa/Mahasiswi angkatan aktif 2020 Universitas Kristen Satya Wacana. Menyusun kategorisasi penulis menggunakan 4 kategori dengan hasil interval yang didapat 16,5. Selanjutnya pada tabel 7 berikut ini akan ditampilkan kategorisasi pengukuran Self Regulated Learning secara umum.

Tabel 7. Kategorisasi Pengukuran Self Regulated Learning Kategori Interval Frekuensi % Sangat tinggi 71,5 < x < 88 131 41,9 Tinggi 55 < x < 71,5 171 54,6

Rendah 38,5 < x < 55 11 3,5

Sangat Rendah 22 < x < 38,5 0 0

Jumlah 313 100

Mean = 70,48 SD = 8,624

Berdasarkan hasil analisis diskriptif diketahui bahwa secara umum tingkat Self Regulated Learning pada Mahasiswa/Mahasiswi angkatan aktif 2020 Universitas Kristen Satya Wacana berada dalam kategori Sangat Tinggi (41,9%), Tinggi (54,6%), Rendah (3,5%), dan Sangat Rendah (0%). Selanjutnya pada tabel 8 ditampilkan kategorisasi pengukuran Self Regulated Learning Berdasarkan jenis kelamin.

Tabel 8. Kategorisasi Pengukuran Self Regulated Learning Berdasarkan Jenis Kelamin

Kategori Interval

Frekuensi

Laki-laki %

Frekuensi

Perempuan %

Sangat tinggi 71,5< x < 88 67 43,5 64 40,3

Tinggi 55< x < 71,5 81 52,6 90 56,6

Rendah 38,5< x < 55 6 3,9 5 3,1

Sangat Rendah 22< x < 38,5 0 0 0 0

Jumlah 154 100 159 100

Mean 70,75 Mean 70,21

(2)

Dari tabel 8 diatas diketahui bahwa pada kelompok laki-laki tingkat Self Regulated Learning berada dalam kategorisasi Sangat Tinggi (43,5%) sebanyak 67 orang, kategorisasi Tinggi (52,6%) sebanyak 81 orang, kategorisasi Rendah (3,9%) sebanyak 6 orang, dan kategorisasi Sangat Rendah (0%) seban. Sementara pada kelompok perempuan tingkat Self Regulated Learning kategorisasi Sangat Tinggi (40,3%) sebanyak 64 orang, kategorisasi Tinggi (56,6%) sebanyak 90 orang, kategorisasi Rendah (3,1%) sebanyak 5 orang, dan terakhir kategorisasi Sangat Rendah (0%).

2. Analisis Data

a. Uji Normalitas dan Hipotesis

Pada data tabel 9 dibawah ini terdapat hasil dari Uji Normalitas dengan mengunakan teknik Kolmogorov-Smirnov, namun dari hasil tersebut untuk sampel laki-laki nilai dari signifikansinya dapat dikatakan berdistribusi tidak normal maka analisis data selanjutnya dengan menggunakan teknik non parametric (Sugiyono, 2016)

Tabel 9. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Pada tabel 10 dibawah ini sudah terdapat hasil Uji Mann Whitney, yang merupakan salah satu teknik non parametric, yang nantinya juga dapat memberikan hasil hipotesis dari data yang tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji yang sudah didapat bahwa nilai Signifikasi atau nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,389 lebih besar dari nilai probabilitas 0,05. Maka dengan adanya hasil tersebut H0 diterima maka tidak adanya perbedaan Self Regulated Learning pada mahasiswa ditinjau dari jenis kelamin selama Belajar Dari Rumah (BDR).

Perempuan laki-laki

N 159 154

Normal Parametersa,b Mean 70,21 70,75

Std. Deviation 8,363 8,904

Most Extreme Differences Absolute ,070 ,087

Positive ,070 ,066

Negative -,056 -,087

Test Statistic ,070 ,087

Asymp. Sig. (2-tailed) ,055c ,007c

(3)

Tabel 10. Uji Mann Whitney Skor Mann-Whitney U 11554,500

Wilcoxon W 24274,500

Z -,861

Asymp. Sig. (2-tailed) ,389

b. Aspek-aspek Self Regulated Learning

Pada tabel dibawah ini sudah terdapat aspek-aspek mana saja yang cenderung digunakan oleh mahasiswa baik laki-laki, maupun perempuan dalam proses belajar dari rumah. Selective help dengan nilai rata rata 15,70 merupakan aspek yang sering digunakan dalam sistem pembelajaran dari rumah, yang mengarah pada kemampuan individu untuk menemukan pihak lain yang dapat membantunya mengatasi permasalahan dalam proses pembelajaran.

Tabel 5. Aspek-aspek Self Regulated Learning

Aspek N Mean SD Median

Self efficacy and self goal 313 12,12 1,86 12

Strategy 313 10,96 2,12 11

Time management 313 11,25 2,01 11

Self observation 313 8,79 1,47 9

Environtmental structuring

313 6,71 1,03 7

Selective help 313 15,70 2,55 15

3. Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis data yang sudah peneliti lakukan dapat diketahui bahwa rata-rata Self Regulated Learning pada laki laki 70,75, sedangkan pada perempuan menunjukan nilai rata-rata 70,21. Nilai signifikansi dalam penelitian ini p=0,389 (p >

0,05) yang berarti tidak adanya perbedaan Self Regulated Learning pada mahasiswa ditinjau dari jenis kelamin selama Belajar Dari Rumah (BDR). Hal ini berarti H1 ditolak dan H0 diterima dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini bertentangan dengan, penelitian yang dilakukan oleh Zimmerman & Martinez-Pons (1990) yang mengatakan terdapat perbedaaan jenis kelamin mengenai strategi Self Regulated Learning bahwa perempuan secara signifikan lebih mudah mengingat, memonitor diri dan merencanakan tujuannya dibandingkan dengan laki-laki dan juga dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh

(4)

Saputra, Alhadi, Supriyanto, Wiretna, & Baqiyatussolihat (2018), pada siswa SMK di Yogyakarta mengenai perbedaan Self Regulated Learning ditinjau dari jenis kelamin.

Namun dalam penelitian tersebut, peneliti sebelumnya melakukan penelitian dalam bentuk tatap muka secara langsung atau pembelajaran non daring, berbeda dengan penelitian ini yang dilakukan dengan sistem Belajar Dari Rumah (BDR). Keunikan dari penelitian ini dapat menjawab keraguan peneliti di bagian bab dua mengenai bagaimana dengan perbedaan Self Regulated Learning pada jenis kelamin dengan metode belajar dari rumah. hasil data ini menjadi jawaban dan juga memberikan refrensi bagi peneliti lainnya. Karena penelitian ini juga dapat dikatakan tergolong baru dengan sistem pembelajaran yang berbeda yaitu BDR atau Belajar Dari Rumah.

Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, kita dapat melihat dari kategorisasi laki-laki 52,6% yang berarti tinggi dan kategorisasi perempuan 56,6% yang berarti tinggi, lalu skala Self Regulated Learning dengan rata-rata persentase 54,6 % dengan kategori tinggi menginterpretasikan bahwa tidak adanya perbedaan Self Regulated Learning pada mahasiswa baik laki-laki, maupun perempuan. maka dapat di juga artikan bahwa baik laki-laki, maupun perempuan dapat mengkondisikan diri saat pembelajaran online ini berlangsung. Seperti yang juga dipaparkan oleh Zimmerman ( dalam Sumayyah, 2016) menjelaskan regulasi diri mengacu pada proses yang digunakan individu untuk memfokuskan pikiran, perasaan, dan tindakan secara sistematis pada pencapain tujuannya. Individu yang memiliki Self Regulated Learning yang tinggi akan mengerti arah tujuan yang diinginkannya dan dapat menentukan rencana-rencana tertentu yang sesuai tujuannya. Sebaliknya apabila Individu memiliki regulasi diri yang rendah maka individu masih belum mengerti mengenai tujuan yang ingin dicapainya sehingga perilaku yang mereka lakukan belum teratur.

Dari hasil kategorisasi penelitian ini dapat di interpretasikan juga, serta menjadikan dasar terhadap mahasiswa dalam hal menyadari dan memahami pentingnya tingkat Self Regulated Learning yang diharapkan dapat melakukan perubahan jika terjadi self-regulated learning mereka yang rendah. Hal ini dikarenakan Self Regulated Learning memiliki pengaruh signifikan terhadap performa akademik (Wilson & Narayan, 2016).

yang berarti selain performa akademik yang baik, tingkat Self Regulated Learning mahasiswa yang tinggi akan mendorong mahasiswa mencapai prestasi akademik yang maksimal sesuai dengan harapan setiap mahasiswa yaitu nilai A pada mata kuliah yang dijalani.

Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukan kategorisasi pada laki-laki dan perempuan yang sama tinggi atau dapat dikatakan tidak ada perbedaan pada jenis

(5)

kelamin, kemungkinan dikarenakan mulai hilangnya stereotip peran gender dan Kepercayaan tentang peran gender ini perlahan mulai menghilang pada era modern saat ini. Didukung dalam penelitian Pajares & Valiante (dalam Noviolla, 2014) mengatakan bahwa perbedaan gender dalam variabel akademi merupakan suatu fungsi dari keyakinan stereotip gender, bukan terhadap gender itu sendiri. Pajares & valiante (dalam Noviolla, 2014) menemukan bahwa ketika stereotip peran gender dikendalikan maka perbedaan gender dalam variabel akademik cenderung tidak ada. Selanjutnya dari hasil penelitian kategorisasi perempuan dan laki-laki sama tinggi merupak dampak dari faktor-faktor pendukung (Zimmerman, 2012), mulai dari faktor individu yang dimana mahasiswa dapat membuat suatu strategi terhadap sistem belajar saat ini, lalu dari faktor lingkungan mahasiswa baik laki-laki maupun perempuan dapat menentukan tempat yang sesuai demi kelancaran sistem pembelajara, selanjutnya faktor perilaku yang dimana dapat dikatakan baik mahasiswa laki laki dan perempuan mampu memotivasi dirinya sendiri dengan sistem pembelajaran yang baru.

Dari hasil penelitian ini juga dapat diinterpretasikan bahwa mahasiswa Universitas Swasta terkhususnya angkatan aktif 2020, dapat dikatakan dapat menjalankan dan memenuhi Self Regulated Learning terdiri dari 6 aspek antara lain: Self efficacy and self goal, Strategy, Time management, Self observation, Environtmental structuring dan Selective help (Schunk, Printrich, & Meece, 2008). mulai dari Self efficacy and self goal dimana mahasiswa mampu menentukan target pada proses belajar dari rumah, Strategy dimana mahasiswa dapat menyusun rencana apa saja yang akan digunakan pada sistem belajar dari rumah,lalu Time management dengan menysusun jadwal yang sesuai dengan sistem belajar dari rumah, lalu Self observation melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan, Environtmental structuring dimana dapat menetukan tempat yang tepat dan nyaman dalam mengikuti sistem belajar dari rumah dan Selective help dimana mereka dapat mengerti untuk meminta bantu pada seseorang apabila mengalami kendala pada perkuliahan. Berdasarkan hasil penelitian, pada aspek Selective help merupakan aspek tertinggi dengan nilai rata-rata 15,70 yang digunakan mahasiswa selama proses belajar dari rumah, yang berarti pada saat menjalankan perkuliahan dan ketika tidak dapat meregulasikan diri dengan baik, maka yang dilakukan mahasiswa bertanya pada orang lain atau teman yang pernah mengikuti perkuliahan secara online mengenai cara belajar yang efektif dalam perkuliahan online, lalu berbagi kendala dalam perkuliahan atau keluhan-keluhan kepada orang terdekat seperti sharing mata kuliah, dan dapat juga berkomunikasi kepada teman sekelas mengenai apakah ada pemahaman materi yang berbeda dengan yang sudah diberikan oleh dosen.

(6)

Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya bagi mahasiswa baik laki-laki, maupun perempuan untuk memiliki dan menerapkan ke enam aspek Self Regulated Learning ke dalam sistem belajar dari rumah, dengan begitu mahasiswa akan lebih mudah dalam menyesuaikan dan beradaptasi dengan pembelajaran yang tergolong masih baru. Proses Belajar Dari Rumah (BDR) dengan proses belajar yang dilakukan tatap muka atau offline merupakan hal yang berbeda oleh karena itu penggunaan skala Self Regulated Learning juga menyesuaikan dengan sistem pembelajaran yang dijalankan.

Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadikan salah satu skala referensi untuk digunakan dalam penelitian-penelitian selanjutnya. Kelemahan dari penelitian ini referensi mengenai self regulated learning yang masih kurang dan terbatas terkhususnya terhadap sistem belajar online, sehingga peneliti pun masih menggunakan referensi sistem pembelajaran offline. Dalam hasil penelitian masih dapat dikatakan valid, dikarena peneliti menyesuaikan skala dengan sistem belajar dari rumah. kelemahan dalam penelitian ini terkait pada pengumpulan sampel yang membutuhkan waktu dua minggu yang peneliti rasa masih lebih efektif dilakukan dengan pengambilan sampel tatap muka, respon dari mahasiswa online sendiri cenderung sulit untuk ditebak apakah sedang ada kegiatan lain atau sedang menjalankan kuliah online.

Referensi

Dokumen terkait