TANGGAL
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
BULAN 2014 JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES
BIRO HUMAS KEMENTERIAN SOSIAL RI
Jl. Salemba Raya No.28, Telp. (021)3100470 – Jakarta Pusat
http://www.kemsos.go.id/ Next
Media Indonesia Jurnal Nasional Seputar Indonesia Kompas
Jakarta Globe Koran Tempo Investor Daily Republika The Jakarta Post Sinar Harapan Suara Pembaruan Harian Pelita Bisnis Indonesia Indopos Koran Jakarta Sriwijaya Post Pos Kota Rakyat Merdeka Pikiran Rakyat Radar Banten Bali Post Majalah Gatra Majalah Tempo Detik.com Vivanews Tribun Timur Jawa Post
Overview:
Jumlah Media Meliput : 6 Media Volume Pemberitaan : 14 Artikel Leading Media : Kompas Leading Isu : Bencana Alam Sentimen Isu : Negatif
Pada pemberitaan hari ini tidak terdapat isu dengan sentiment negatif Positif :
BNN dan BNNK Diminta Aktif Ajak Pecandu untuk Direhabilitasi, BNN Optimalisasi Rehabilitasi Pecandu Narkoba Netral :
Pemberitaan pada hari ini di dominasi oleh sentimen isu bertendensi netral Catatan :
Pemberitaan pada hari ini di dominasi oleh sentimen isu bertendensi netral. Sementara untuk isu bertendensi positif terkait pemberitaan Kemensos salah satunya adalah BNN dan BNNK Diminta Aktif Ajak Pecandu untuk Direhabilitasi seputar pemberitaan Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mencanangkan 2014 sebagai Tahun Penyelamatan Pengguna Narkoba. Di samping upaya pencegahan agar masyarakat tidak mengonsumsi narkoba dan memenjarakan para bandar narkoba, BNN terus menekankan agar pengguna narkoba yang tertangkap tangan segera direhabilitasi. Dalam upaya menyelamatkan dan merehabilitasi para penyalah guna dan pecandu narkoba ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) di seluruh Indonesia memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Untuk itu, BNNP dan BNNK diharapkan berperan aktif mengajak para penyalah guna dan pecandu untuk direhabilitasi. Dengan melibatkan Kementerian terkait yang ikut serta dalam pembentukan Peraturan Bersama, diharapkan ke depannya BNNP dan BNNK akan menjadi ujung tombak BNN dalam penanganan pecandu di seluruh wilayah di Indonesia, kata Kepala BNN, Komjen Pol Anang Iskandar saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) “Optimalisasi Peran dan Fungsi BNNP dan BNNK di Bidang Rehabilitasi Penyalah Guna dan Korban Penyalah Guna Narkotika” di Redtop Hotel, Jakarta Pusat, Senin (28/4). Selain diikuti perwakilan BNNP dan BNNK seluruh Indonesia, Rapat Koordinasi ini juga dihadiri unsur Mahkamah Agung, Kemenkumham, Kejaksaan Agung, Polri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Hukum dan HAM.
0 1 2 3 4 5
5
3
2
1 1 1 1
Kompas 29%
Media Indonesia Suara Pembaruan 22%
14%
Republika 14%
Harian Pelita 14%
Koran Tempo 7%
Next
Prev Chart
No Media, hal &
jurnalis Judul / Topik Isu Tone Refleksi Pemberitaan
1 Suara
Pembaruan, hal a21, F-5 (29-04- 2014)
BNN dan BNNK Diminta Aktif Ajak Pecandu untuk Direhabilitasi
Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mencanangkan 2014 sebagai Tahun Penyelamatan Pengguna Narkoba. Di samping upaya pencegahan agar masyarakat tidak mengonsumsi narkoba dan memenjarakan para bandar narkoba, BNN terus menekankan agar pengguna narkoba yang tertangkap tangan segera direhabilitasi. Dalam upaya menyelamatkan dan merehabilitasi para penyalah guna dan pecandu narkoba ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) di seluruh Indonesia memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Untuk itu, BNNP dan BNNK diharapkan berperan aktif mengajak para penyalah guna dan pecandu untuk direhabilitasi.
Dengan melibatkan Kementerian terkait yang ikut serta dalam pembentukan Peraturan Bersama, diharapkan ke depannya BNNP dan BNNK akan menjadi ujung tombak BNN dalam penanganan pecandu di seluruh wilayah di Indonesia, kata Kepala BNN, Komjen Pol Anang Iskandar saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) “Optimalisasi Peran dan Fungsi BNNP dan BNNK di Bidang Rehabilitasi Penyalah Guna dan Korban Penyalah Guna Narkotika” di Redtop Hotel, Jakarta Pusat, Senin (28/4).
Selain diikuti perwakilan BNNP dan BNNK seluruh Indonesia, Rapat Koordinasi ini juga dihadiri unsur Mahkamah Agung, Kemenkumham, Kejaksaan Agung, Polri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Hukum dan HAM.
Anang Iskandar, Kepala BNN
“Melalui kegiatan ini BNN akan menyiapkan seluruh perangkat pendukung (software dan hardware) yang ada di wilayah khususnya yang terkait dengan pembentukan IPWL dan tim assessment terpadu.”
NAPZA Positif Upaya rehabilitasi untuk para pecandu merupakan kerja keras dari beberapa pihak terkait dan itu memerlukan sinergitas yang kuat dengan koordinasi yang berkelanjutan.
2 Harian Pelita, hal
6, kim BNN Optimalisasi Rehabilitasi Pecandu Narkoba
Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar Rapat Koordinasi terkait penanganan pecandu Narkoba melalui upaya rehabilitasi di Redtop Hotel, Jalan Pecenongan 72, Jakarta Pusat, kemarin. Deputi Rehabilitasi Dr Diah mengemukakan, kegiatan yang mengangkat tema “Optimalisasi Peran dan Fungsi BNNK di Bidang Rehabilitasi Pecandu dan Korban Penyalah Guna Narkotika” ini dihadiri oleh seluruh Kepala BNN Kabupaten/Kota (BNNK).
Rakor ini merupakan bentuk dari implementasi dari peraturan bersama yang telah ditandatangani oleh BNN dan seluruh instansi yang tergabung didalam Forum Mahkumjakpol (Mahkamah Agung, Kemenkumham, Kejaksaan Agung dan Polri) pada 11 Maret 2014 lalu. Tak hanya perwakilan BNN, Rakor juga dihadiri oleh perwakilan Kemkes, Kemensos, Kemenkumham, Kejaksaan, serta Bareskrim Polri.
NAPZA Positif Upaya rehabilitasi untuk para pecandu merupakan kerja keras dari beberpa pihak terkait dan itu memerlukan sinergitas yang kuat dengan koordinasi yang berkelanjutan.
14 Harian Pelita, hal
6, kim Penerapan Hukum Pidana Penjara bagi Korban Narkoba Dinilai Gagal
Dekriminalisasi dan depenalisasi pengguna narkoba, media diharapkan mampu mengubah paradigma.
Pasalnya, permasalahan penyalahgunaan narkoba yang kian marak perlu dilakukan upaya yang lebih sinergis dan efektif merujuk pada konvensi PBB tahun 1988 dimana pecandu narkoba diberi sanksi alternatif dari pidana penjara dimana mereka dapat diberi edukasi, perawatan, rehabilitasi, pasca rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
Menurut Slamet Pribadi, Kasubdit Heroin BNN, kebijakan dekriminalisasi dan depenalisasi penyalahguna narkoba telah sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia. Melalui kebijakan ini, para korban penyalahgunaan narkoba atau pecandu agar direhabilitasi dan dibimbing menuju kehidupan yang lebih baik.
Slamet Pribadi, Kasubdit Heroin BNN
“Kebijakan tersebut disosialisasikan dan dicanangkan mulai tahun 2014 sebagai tahun Penyelamatan Pengguna Narkoba.”
NAPZA Netral Upaya rehabilitasi untuk para pecandu merupakan kerja keras dari beberapa pihak terkait dan itu memerlukan sinergitas yang kuat dengan koordinasi yang berkelanjutan.
3 Kompas, hal 15, HRS/DRA/WIE/
GRE/CHE/DIA
Dentuman dari Merapi
Dentuman yang diperkirakan bersumber dari kawasan Gunung Merapi terus terjadi. Dentuman itu terjadi dalam interval waktu yang tidak menentu dan didengar oleh warga yang tinggal di lereng Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Klaten, Jawa Tengah. Pardiwiyono (90), warga Desa Balerantg Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten, Jateng juga kerap mendengar dentuman dari Gunung Merapi. Rumahnya berjarak sekitar 5,8 kilometer dari puncak Merapi. Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono, dentuman itu kemungkinan berasal dari akfivitas pelepasan gas yang sumbernya dangkal di bawah kawah Merapi.
Suranto, Sekretaris Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta
“Suara dentuman dari kawasan utara (Merapi) sering terjadi dalam kurun waktu dua minggu ini. Sepertinya suara itu muncul setelah peristiwa sejumlah gempa di kawasan Yograkarta, beberapa waktu lalu.”
Sutrisno, Kepala Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang
“Kaca-kaca rumah sampai bergetar, tetapi tidak ada kerusakan.”
Bencana Alam Netral Kondisi siaga bencana harus terus terbangun ditengah masyarakat yang masuk dalam jangkauan Merapi.
4 Media Indonesia, hal 13, Liliek Dharmawan
Aktivitas Gunung Slamet Terus Meningkat
Gunung Merapi saat ini terus mengeluarkan asap tebal dan letupan. Warga siap melakukan evakuasi mandiri.
Lontaran material pijar Gunung Slamet di Jawa Tengah semakin tinggi. Dua hari sebelumnya, lontaran material pijar berkisar 400-500 meter. Namun, kemarin, lontaran material pijar tercatat mencapai 700 meter.
Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kemarin mulai pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, tercatat lontaran material pijar sebanyak 52 kali dengan ketinggian 500-700 meter. Muncul pula letusan asap putih tebal kecokelatan hingga kelabu dengan tinggi 150700. Sementara itu, lontaran material pijar tercatat hingga 1,5 km dari kawah dan suara dentuman terdengar 26 kali. Gempa letusan tercatat 30 kali dan gempa hembusan asap 67 kali.
M Hendrasto, Kepala PVMBG
“Status masih tetap waspada karena ancaman belum meluas, masih terbatas di bagian puncak.”
Sir Winoto, Kepala BPBD Klaten
“Letupan dan hembusan asap tebal yang terjadi akhirakhir ini pada Merapi tidak perlu ditakutkan, tetapi harus tetap diwaspadai.”
Bencana Alam Netral Kondisi siaga bencana harus terus terbangun ditengah masyarakat yang masuk dalam jangkauan Slamet.
10 Kompas, hal 22,
WER Korban Kelud Tuntut Penghapusan Utang
Lebih dari 300 warga korban erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang sebagian besar petani, Selasa (29/4), berunjuk rasa di halaman kantor pemerintah kabupaten setempat. Mereka menagih janji pemerintah mengenai penghapusan hutang dan pemberian bantuan modal usaha bagi para korban. Para pengunjuk rasa yang mengatasnamatan diri Aliansi Warga Kelud itu berasal dari beberapa desa di dua kecamatan di sisi utara Kelud yakni Desa Puncu di Kecamatan Puncu serta Besowo, Kampungbaru dan Kebonrejo di Kecamatan Kepung.
Pengunjuk rasa membentangkan poster dan menggelar orasi menyuarakan bahwa penanganan bencana erupsi Gunung Kelud belum rampung.
Sumaji, warga Desa Besowo
“Sekarang untuk mengembalikan utang susah karena hasil pertanian belum kembali normal. Saat ini, saya kembali menanam cabai dan bawang, baru berumur 35 hari. Sayang tanaman itu banyak yang rusak terserang ulat.”
Bencana Alam Netral Serapan informasi ini butuh tindak lanjut dan dijadikan suatu perhatian yang khusus, guna menyikapi apa yang dialami oleh para korban Gunung Kelud dalam masalah kredit.
11 Media Indonesia, hal 13, LD/TS/YK/
N-3
Angin Kencang Warnai Musim Pancaroba
Memasuki pancaroba, sejumlah wilayah di Jawa Tengah bagian selatan akan menghadapi hujan deras, petir, dan angin puting beliung. Suhu udara pun cukup tinggi. Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Cilacap, Teguh Wardoyo, mengungkapkan awan kumulonimbus akan terus tumbuh seiring kerap terjadi pemanasan lokal.
Awan inilah yang berpotensi memunculkan hujan deras disertai petir, bahkan berpotensi terjadi angin puting beliung. Oleh sebab itu, masyarakat harus mewaspadainya, kata Teguh, kemarin. Masyarakat harus mewaspadai apabila pada pagi hingga siang cerah dan panas, tetapi siangnya mendung. Kondisi semacam itu berpotensi memunculkan angin puting beliung.
Bencana Alam Netral Kondisi ini harus diwaspadai dengan terus membangun sikap siaga bencana dan koordinasi diantara para warga maupun pihak terkait.
12 Koran Tempo, hal 10, Hari Tri Warsono
Korban Letusan Kelud Tagih Janji Gubernur
Ratusan warga korban letusan Gunung Kelud berunjuk rasa di kantor Bupati Kediri. Mereka menagih janji pemerintah memulihkan lahan pertanian dan menghapus utang bank yang hingga kini tak pernah terealisasi. Dengan menumpang truk, warga tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kepung, Puncu, dan Ngancar yang menjadi korban letusan Gunung Kelud, mendatangi kantor bupati di Jalan Soekarno-Hatta, Kediri.
Bencana Alam Netral Serapan informasi ini butuh tindak lanjut dan dijadikan suatu perhatian yang khusus, guna menyikapi apa yang
Next
Prev Chart
No Media, hal &
jurnalis Judul / Topik Isu Tone Refleksi Pemberitaan
5 Suara
Pembaruan, hal a14, YOS/J-11 (29-04-2014)
Selesaikan Konflik Ulayat, Pemkab Nagekeo Diminta Netral
Aparat Polres Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), melepas empat anggota masyarakat adat Toto- Tanajea di Kabupaten Nagekeo, Selasa (29/4) dini hari, setelah pada Senin (28/4) siang menangkap mereka terkait sengketa tanah adat antara suku tersebut dengan suku KawaLambo. Keempat warga itu adalah Lukas Nuwa, Marselinus Gani, Vitalis Waga, dan Damasus Dhae.
Hal tersebut disampaikan tokoh adat suku Toto-Tanajea, Bartolomeus Bha kepada wartawan SP di Kupang, Selasa pagi. Menurut Bartolomeus, penangkapan tersebut merupakan buntut penyerangan yang dilakukan sekitar 40 anggota masyarakat suku Kawa-Lambo di lahan sengketa yang sedang digarap masyarakat adat TotoTanajea. Saat diserang, Jumat (25/4), warga sedang mengetam padi.
Bartolomeus Bha, tokoh adat suku Toto-Tanajea
“Saat diserang, warga suku Toto-Tanajea sedang mengetam padi di sawah milik warga yang sudah digarap sejak 2012. Lokasi sawah ini pun sudah diketahui Pemerintah Kabupaten Nagekeo, tetapi anehnya saat keributan terjadi, aparat pemda justru menjadi penonton. Ini bukti ketidakjelasan Pemkab Nagekeo menyelesaikan persoalan sengketa tanah ini. Banyak pejabat yang plin-plan dalam menyelesaikan sengketa tanah adat ini.”
Bencana
Sosial Netral Dibutuhkan
penyelesaian yang bijak dan pemahaman yang dalam, dalam penyelesaian konflik yang melibatkan antar warga.
6 Kompas, hal 24,
WIE Cari Orangtua Kakak-Adik Bersepeda ke Jakarta
Demi menemui orangtua mereka yang bekerja di Jakarta, Supandi (11) dan Irfan Firmansyah (9), kakak- adik warga Desa Suru, Bantarbolang Kabupaten Pemalang Jawa Tengah, nekat bersepeda ke Jakarta.
Mereka berboncengan menggunakan sepeda anak-anak dengan satu sadel, tanpa menggunakan alas kaki serta tanpa bekal makanan dan uang, pada Senin (28/4) siang.
Mereka bersepeda melintasi jalur pantai utara di tengah lalu lalang truk dan bus yang melintas di ruas jalur tersebut. Namun, setelah menempuh perjalanan hingga Kota Tegal atau berjarak sekitar 57 kilometer, kedua bocah tersebut kelelahan dan merasa lapar. Keduanya berhenti untuk meminta makan di salah satu warung makan di Jalan Kolonel Sugiono. Mereka lalu ditolong warga dan diantar ke dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi setempat. Mereka tiba di Tegal Senin sore dan pada malam hari dititipkan di Panti Asuhan Suko Mulyo Tegal.
Perlindungan
Anak Netral Serapan informasi ini seharusnya menjadi perhatian bersama dan membutuhkan
bantuan secara luas dari pihak terkait maupun masyarakat, untuk membantu menemukan kembali orang tua mereka.
13 Kompas, hal 24,
DIA/FRN Wali Kelas di Malang Diduga Lecehkan Siswinya
Kepolisian Resor Malang Kota saat ini menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual seorang wali kelas di sebuah SMP terhadap siswinya di Kota Malang Jawa Timur. Pelaku mengiming-imingi korban dengan cokelat dan nilai bagus agar bisa bersetubuh dengan korban. Kasus ini terbongkar saat orangtua korban menangkap pelaku, SH (42), yang berduaan dengan korban, Senin (28/4), di Jalan Tapak Wuni, Kota Malang. Saat ditanya orangtuanya korban berinisial V (14) mengaku usai diajak SH, dari penginapan.
Perlindungan
Anak Netral Fenomena sosial
seperti kekerasan pada siswa terus terjadi, hal ini membuat miris masyarakat khususnya orangtua. Butuh sanksi yang tegas dan
keras, guna
mengantisipasi kejadian-kejadian berikutnya.
Next
Prev Chart
No Media, hal &
jurnalis Judul / Topik Isu Tone Refleksi Pemberitaan
7 Media Indonesia, hal 15, UL/SY/
Ant/N-2
TKI Lumpuh Disiksa Majikan
Daftar TKI yang menderita cacat akibat disiksa majikannya di luar negeri terus bertambah panjang.
Kasus terbaru dialami Tati binti Durakman, 26, warga Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Perempuan yang sudah bersuami itu mengalami kelumpuhan akibat disiksa majikannya saat menjadi pembantu rumah tangga di Arab Saudi. Sampai kemarin, Tati masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Indramayu.
Sebelumnya, akibat luka-luka yang ia derita, Tati harus dirawat di rumah sakit di Arab Saudi selama satu tahun. Karena kondisinya tidak kunjung membaik, Tati pun dikirim ke kampungnya. Di RSUD Indramayu, kondisi korban masih menyedihkan. Kedua kaki dan tangannya masih tidak bisa digerakkan.
Carla, suami Tati
“Sekujur tubuh istri saya dilukai majikannya dengan menggunakan benda tajam. Bahkan pinggangnya pernah ditusuk dan dipukuli dengan menggunakan benda keras, membuat dia terjatuh dari lantai dua ke lantai dasar rumah majikannya.”
Pekerja
Migran Netral Permasalah ini
membutuhkan
perhatian yang sangat serius dari semua pihak terkait dalam permasalahan
kekerasan yang dialami para TKI.
8 Republika, hal 17, c67 ed: karta raharja ucu
Wagub tak Peduli Kemiskinan Naik
Pemprov DKI ingin kebutuhan hidup layak (KHL) digunakan sebagai standardisasi survey BPS. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak khawatir jika angka kemiskinan di Ibu Kota naik.
Ia bahkan tak takut pemerintahannya bersama Gubernur DKI Joko Widodo disebut sebagai biang keladi melonjaknya jumlah warga miskin di Jakarta. Wagub yang akrab disapa Ahok itu menjelaskan, selama menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan turun. Namun, ia menilai standar yang dipakai BPS tidak tepat.
Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta
“Kalau kita gunakan data BPS, kemiskinan itu turun karena dia hanya menggunakan standar kalori.
Bayangkan penghasilan anda Rp 344 ribu saja sudah dikatakan kategori tidak miskin.”
Kemiskinan Netral Perlu persamaan persepsi tentang standar kemiskinan dan juga cara penyelesaian serta pengentasannya.
Next
Prev Chart
No Media, hal &
jurnalis Judul / Topik Isu Tone Refleksi Pemberitaan
9 Republika, hal 17, yasin habibi (Berita Foto)
Gerobak Berbentuk Angsa
Umar (35 tahun) membawa gerobak tempat tinggalnya yang dihias berbentuk rumah angsa di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (29/4). Di Jakarta terdapat ratusan keluarga manusia gerobak yang setiap hari berkeliling memulung dan tidur di dalam gerobak.
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
Netral Gambaran cara bertahan hidup di Kota Jakarta, yang masih terlihat kasat mata. Hal ini, merupakan bagian kerja keras dalam penyelesaian PMKS.