• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Sensitivitas Secara Grafis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Sensitivitas Secara Grafis"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS SENSITIVITAS

SECARA GRAFIS

(2)

Analisis sensitivitas berkaitan dengan bagaimana

perubahan pada parameter LP mempengaruhi solusi optimal

Permasalahan Giapetto

Kendala 1 : Carpentry Kendala 2 : Finishing Kendala 3 : Demand

Solusi Optimal :

(3)

Perubahan Koefisien Fungsi Tujuan

Untuk nilai c1 berapakah basis tetap optimal ? c1 = 3

Isoprofit line 3x1 +2x2 = konstanta  x2 = -Isoprofit line memiliki slope -3/2

Lihat Gambar 1

 Jika perubahan c1 menyebabkan isoprofit lebih datar dari

kendala carpentry, solusi optimal akan pindah ke titik A slope isoprofit = -c1/2 slope carpentry = -1

isoprofit lebih datar dari kendala carpentry jika -c1/2 > -1  c1 < 2

(4)
(5)

 Jika isoprofit line lebih tegak daripada kendala finishing,

solusi optimal akan pindah ke titik C.

slope isoprofit = -c1/2 slope finishing = -2 isoprofit lebih tegak dari kendala finishing jika

-c1/2 < - 2  c1 > 4

(6)
(7)

Perubahan rhs (b)

Untuk nilai b1 berapakah basis tetap optimal?

Jika kita rubah b1, selama titik dimana finishing dan carpentry bertemu tetap feasible, solusi optimal akan terjadi dimana kendala finishing dan carpentry bertemu. Dari Gambar 2

 jika b1 > 120, titik potong antara kendala finishing dan

carpentry berada di bawah titik D (tidak feasible)

Jika b1 < 80, titik potong antara kendala finishing dan

(8)
(9)

Meskipun basis tetap optimal tapi nilai x1 dan x2 berubah demikian juga nilai z.

Jika nilai b1 = 100  b1= 100 + 

Current basis tetap optimal jika -20 <  < 20 shg solusi dapat dicari dari penyelesaian masalah dari

2x1 + x2 = 100 + 

x1 + x2 = 80 _ x1 = 20 + 

(10)

Shadow Price

Shadow Price untuk kendala ke – i adalah jumlah

peningkatan (penurunan) nilai z jika nilai bi berubah 1 satuan. Definisi ini hanya berlaku jika perubahan rhs tidak merubah basis yang optimal

Contoh untuk masalah Giapetto b1= 100  b1 = 100 +  maka

x1 = 20 +  ; x2 = 80 – x1 = 60 – 

z = 3 x1 + 2x2  3(20 + ) + 2(60 – ) = 180 + 

Perubahan sebesar  pada b1 akan menaikkan z sebesar .

Referensi

Dokumen terkait

Istilah post optimality menunjukkan bahwa analisa ini terjadi setelah diperoleh solusi optimal, dengan mengasumsikan seperangkat nilai parameter yang digunakan dalam

Dari model tersebut didapatkan empat belas titik tetap, dimana kestabilannya terdapat pada titik tetap E6a   x6 , y6 , z6   0.572, 0.353, 0.026 yang ditunjukkan dengan

Tesis ini mendapatkan hasil dari aproksimasi untuk model program stokastik dengan memenuhi semua kendala linier dimana solusi optimal tercapai tergantung pada partisi yang

masukan) dari model dapat berubah dalam batas tertentu yang menyebabkan solusi optimal berubah juga analisis sensitivitas3. Parameter biasanya tidak

Misalnya, untuk perkiraan keuntungan unit produk, jika analisis sensitivitas menyatakan bahwa toleransi optimal sama dengan ± 10% perubahan dalam keuntungan unit, kita

Jika pembatas baru tersebut bersifat aktif, artinya persamaannya tidak lagi terpenuhi oleh solusi optimal semula.Jika masih terpenuhi, maka pembatas baru dapat diabaikan dan

Informasi yang terdapat pada table simpleks akhir dapat kita digunakan untuk menghitung range koefisien fungsi tujuan, harga bayangan,dan range nilai sisi kanan fungsi

SOLUSI PROGRAM LINEAR DENGAN GRAFIK 49 Gambar 3.2 Garis isoprofit masalah PT Pelangi Untuk menentukan solusi optimal, garis isoprofit digeser ke kanan dan ke atas, ke titik dimana