BAB III. penelitian kuantitatif yakni metode yang digunakan untuk meneliti pada

Teks penuh

(1)

33

BAB III

METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian jenis metode kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif yakni metode yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu dan menggunakan statistik untuk menguji yang telah ditetapkan. Alasan penulis menggunakan metode kuantitatif adalah karena permasalahan yang penulis ambil dari penelitian ini didapat dengan data yang berbentuk angka atau bilangan numerik. Berdasarkan bentuknya, data kuantitatif dapat diolah atau dianalisis menggunakan teknik perhitungan statistik dan matematika.

Berdasarkan penelitian ini, penulis menggunakan data time series. Time series merupakan data yang disusun berdasarkan runtun waktu, seperti data harian, bulanan, dan tahunan. Sesuai dengan pengertian tersebut penelitian ini dilakukan pada perusahaan subsektot otomotif yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) periode 2013-2017.

Pendekatan penelitian ini, menggunakan penelitian asosiatif. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaiaman hubungan antarvariabel. Penelitian asosiatif bertujuan untuk mengetahui antara variabel antara dua variabel atau lebih. Dengan penelitian ini akan dapat dibangun suatu

(2)

teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.

A. Populasi dan Sampel

Sebuah populasi merupakan kumpulan elemen yang menunjukan ciri-ciri tertentu yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan. Jadi, kumpulan elemen itu menunjukan jumlah, sedangkan, ciri-ciri tertentu menunjukan karakteristik dari kumpulan.38 Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perusahaan sub otomotif yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) 2013-2017.

Sampel merupakan bagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti. Dengan demikian, pengambilan sampel dari laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) periode 2013-2017. Diharapkan mendeteksi perusahaan yang menggunakan prinsip-prinsip syariah. Metode pemilihan sempel adalah

perposive sampling39. Sampel yang diproleh dalam penelitian ini adalah 14

perusahaan sub sektor otomotif.

B. Objek Penelitian

Objek penelitian ini merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian, objek penelitian ini menjadi sarana dalam penelitian untuk mendapat jawaban maupun solusi dari permasalahan yang terjadi.

Pengertian objek penelitian adalah “sarana ilmiah” untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentutentang suatu objek yang valid dan

38

Sanusi. Metodologi penelitian bisnis. Jakarta. 2013. Salemba empat. Hal-87

(3)

reliabel tentang suatu hal (variebel tertentu).40 Objek penelitian ini yang penulis teliti adalah Kinerja Keuangan terhadap Harga Saham Syariah. (X1) Current Ratio(CR), (X2) Net Profit Margin (NPM), (X3) Debt to Equity Ratio (DER), dan Harga Saham Syariah (Y).

C. Operasional Variabel

a. Variabel penelitian Secara singkat variabel dapat di definisikan sebagai

konsep yang memiliki variasi atau memiliki lebih dari satu nilai.41 Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yakni:

1. Variabel independen (independen variabel): variabel yang mempengaruhi, dan menjelaskan dan menerangkan variabel lainya. Variabel independen adalah Kinerja Keuangan Perusahaan.

2. Variabel dependen (dependen variabel): variabel yang dipengaruhi

oleh variabel lain, atau variabel yang terikat oleh variabel lain. Variabel dependen adalah Harga Saham syariah.

b. Definisi Operasional Variabel

1. Variabel independen (independent variabel)

Variabel independen disebut juga variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi variabel lainya atau menhasilkan akibat pada variabel yang lain, yang pada umunya berada dalam urut tata waktu yang terjadi lebih dulu. Keberadaan variabel ini dalam penelitian kuantitatif merupakan variabel yang menjelaskan terjadinya fokus atau topik penelitian. Variabel ini biasanya disimbolkan dengan variabel.

40Ibid. Sanusi. metodologi penelitian bisnis. Jakarta. 2013. Salemba. Hal-19 41

(4)

Variabel independen (X) dalam penelitian ini adalah variabel solvabilitas, likuiditas dan profitabilitas.

2. Variabel dependen (dependent variabel)

Variabel dependen disebut juga variabel terikat merupakan variabel yang diakibatkan atau dipengaruhi oleh variabel bebas. Keberadaan variabel ini dalam penelitian kuantitatif adalah sebagai variabel yang dijelaskan dalam fokus atau topik penelitian. Variabel ini biasanya disimbolkan dengan variabel “Y”.42

D. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan cara dokumentasi. Cara dokumentasi merupakan cara mengumpulkan data sekunder dari berbagai sumber, baik secara pribadi maupun kelembagaan. Data dokumentasi berupa Laporan keuangan, rekapitulasi personalia, struktur organnisasi, peraturan-peraturan dan sebagaianya.

Data kuantitatif merupakan data berupa angka-angka yang memiliki satuan hitung dan dapat dihitung secara matematik, dan diukur dalam skala numerik (angka), yang dapat dibedakan menjadi interval dan data rasio. Informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yakni data yang sudah tersedia dilembaga pemerintahan atau yang lain. Data tersebut sudah jadi dan telah dikumpulan, dikaji dan diolah oleh pihak lain untuk sarana sendiri.

42

(5)

Data pada penelitian ini dapat diperoleh melalui website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), dari tahun 2013-2017. Selain itu data dan informasi lain diperoleh melalui jurnal dan kepustakaan.

E. Analisis Data

Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data setiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Untuk penelitian yang tidak merumuskan hipotesis, maka langkah terakhir tidak dilakukan.

Analisis data merupakan proses pengolahan, penyajian, interpretasi, dan analisis data yang diperoleh dari lapangan, dengan tujuan agar data yang disajikan mempunyai makna, sehingga pembaca dapat mengatahui hasil penelitian kita.43

1. Uji asumsi klasik

Penggunaan regresi, terdapat beberapa asumsi dasar. Asumsi dasar juga dikenal dengan asumsi klasik. Dengan terpenuhinya asumsi klasik, maka dapat diperoleh lebih akurat dan mendekati kenyataan.

a. Uji Normalitas

Uji Normalitas adalah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah

43 Martono. Metode penelitian kuantitatif (analisis ini dan analsis data sekunder). 2010. Jakarta. PT. Rajagrafindo persada. Hal-127.

(6)

sebaran data tersebut berdistribusi normal ataukah tidak. Uji Normalitas berguna untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal. Norrmalitas dalam uji penelitian ini dapat dilihat melalui penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal grafik, atau dilihat dari histogram pada residualnya.

b. Uji Heterokedastisitas

Uji Heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regersi terjadi ketidaksamaan varience dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu ke pengamatan lain tetap, maka disebut dengan Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heterokedastisitas.

Heteroskedastisittas terjadi apabila titik-titik yang ada pada regresi membentuk pola tertentu seperti gelombang, melebar, menyempit, dan pola tertentu. Untuk mengetahui adanya gejala heterokedastisitas dapat menggunakan grafik Scatterplot SPSS. Pada prinsipnya uji heterokedastisitas dengan menggunakan ini adalah melihat grafik Scatterplot. Apabila masing-masing variabel bebas tidak berepengaruh signifikan terhadap absolut residual maka dalam model regresi tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.44

(7)

c. Uji Autokorelasi

Uji Autokorelasi bertjuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t-1 sebelumnya. Jika terdapat korelasi, maka dinamakan ada masalah autokorelasi. Autokorelasi muncul karna observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Masalah ini timbul karena residual (kesalahan pengganggu) tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya.

Time series ini sering ditemukan pada data runtut waktu karena gangguan pada seorang individu atau kelompok cenderung mempengaruhi gangguan pada individu atau kelompok yang sama pada periode berikutnya. Pada data crossection (silang waktu), masalah autokorelasi relativ jarang terjadi karena “gangguan” pada observasi yang berbeda berasal dari individu atau kelompok yang berbeda. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Pengujian autokorelasi dapat digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya gejala autokorelasi.

Autokorelasi dapat dideteksi dengan melakukan uji durbin-watson (d). Hasil perhitungan durbin-watson (d) dibandingkan dengan nilai tabel d pada α= 0,05, pada tebel d terdapat nilai batas atas (dL) dan nilai atas bawah (dU). Jika d<dL dan apabila d > 4-dL maka Ho di tolak. Jika dU < d < 4-dU maka gagal tolak Ho. Jika dL < d < dU atau 4-dU < d < 4-dL maka uji Durbin-Watson tidak menghasilkan yang akurat (inconclusive).

(8)

d. Uji Multikolienearitas

Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak orthogonal. Variabel orthogonal adalah variabel-variabel independen yang dinilai korelasi antara sesama variabel independen sama dengan nol. Untuk menguji adanya multikoliniearitas terjadi apabila nilai tolerance lebih kecil dari (VIF). Multikolinieralitas terjadi apabila nilai tolerance lebih kecil dari 0,1 yang berrarti tidak ada korelasi antara variabel independen yang nilainya lebih dari 95%, dan nilai VIF lebih besarr dari 10, jika VIF kurang dari 10 maka dapat dikatakan bahwa variabel independen yang digunakan dalam model adalah objektif dan dapat dipercaya.45

2. Teknik analisis data linier berganda

Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Analisis berganda digunakan untuk mengetahui bagaimana variabel dependen yang dapat diprediksi melalui variabel independen atau predictor, secara parsial atau simultan. Hubungan fungsi antara satu variabel tergantung dengan lebih dari satu variabel ini tergantung dapat dilakukan dengan regresi linier berganda. Persamaan regresi linier berganda yang digunkan dengan cara atau rumus sebagai berikut :

45

(9)

Y=a+β1 .CR1+β2 .NPM2+β3.DER3+e...

Keterangan:

Y : Harga Saham CR1 : Current Ratio (CR) NPM2 : Net Profit Margin (NPM)

DER3 : Debt to Equity Ratio (DER) β : Koefesien Regresi

a : Konstanta

e : Variabel yang tidak diteliti.46

3. Uji hipotesis

a. Uji T (parsial)

Uji T statistik digunakan untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel depeden secara parsial apakah berpengaruh signifikan atau tidak.47

Uji T untuk menguji secara parsial, yaitu:

H0: P=0,(tidak berpengaruh terhadap variabel x terhadap y) H1: P≠0, (ada pengaruh antara variabel x terhadap y).

Menurut kriteria P-value:

1. Jika P > 5%, maka keputusannya adalah H0 atau Ha di tolak, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen.

46

Sanusi. Metodologi penelitian bisnis. Jakarta. 2013. Salemba empat. hal-135 47

(10)

2. Jika P < 5%, maka keputusannya adalah menolak H0 atau Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabbel dependen.

Membuat kesimpulan H0 ditolak atau H0 diterima:

1. Jika T hitung > T tabel maka H0 diterima.

2. Jika T hitung < T tabel maka H0 ditolak

b. Uji F (simultan)

Uji F statistik digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen. Uji ini dilakukan untuk membandingkan pada tingkat nilai signifikan F hitung dengan F tabel. Pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara bersama-sam. Ada pun rumus hipotesis yang digunakan, yaitu:

H0 :P = (tidak ada pengaruh antara variabel X1, X2, terhadap Y)

H0 :P= (ada pengaruh terhadap variabel X1,X2 terhadap Y)

Menurut kriteria P-value:

Jika P > (5%) maka keputusannya adalah menerima H0 Jika P < (5%) maka keputusannya adalah menolak H0

Membuat keputusan H0 ditolak atau H0 diterima: Jika – F hitung > F tabel H0 ditolak

(11)

c. Koefesien Determinan R2

Koefesien determinan R2 digunakan untuk mengetahui presentase selama analisis regresi sumbangan pengaruh variabel bebas (independen) secara serentak terhadap variabel terikat (dependen).48 Determinan koefesien R2 ini menunjukan seberapa besar presentase variabel independen yang digunakan dalam model mampu menjelaskan variasi dependen R2 sama dengan 0, maka tidak sedikit pun presentasi sumbangan pengaruh yang diberikan variabel dependen terhadap variabel dependen atau independen yang digunakan dalam model tidak menjelaskan sedikit pun variabel dependen.

48

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :