• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENENTUAN LOKASI SUMBER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENENTUAN LOKASI SUMBER"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

P ENENTUAN L OKASI S UMBER

DENGAN M ENGGUNAKAN H YDROPHONE T UNGGAL

Annisa Firasanti 2207100159

Dosen Pembimbing:

Dr. Ir. Wirawan, DEA

Ir. Endang Widjiati, M.Eng.Sc

(2)

L ATAR B ELAKANG

|

Potensi perairan Indonesia yang belum

dimanfaatkan secara maksimal terutama untuk komunikasi nirkabel

|

Proses deteksi yang merupakan isu yang penting dalam penelitian underwater acoustic

|

Sistem hydrophone tunggal lebih hemat biaya

dibandingkan sistem hydrophone array.

(3)

T UJUAN

|

Mempelajari karakteristik sinyal akustik bawah air yang dipropagasikan dengan menggunakan model propagasi ray theory.

|

Menghasilkan suatu contoh ray path yang

dihasilkan dari sinyal akustik yang dimodelkan dengan ray theory.

|

Mengetahui delay yang terjadi akibat setiap multipath yang ada di dalam kanal dengan masing-masing metode.

|

Mendapatkan estimasi lokasi sumber dengan

menggunakan data delay tersebut.

(4)

R UMUSAN MASALAH

|

Bagaimana mendapatkan model kanal yang

sesuai dengan karakteristik laut pada percobaan INTIMATE’96?

|

Bagaimana cara mendapatkan estimasi jarak dan kedalaman sumber yang mendekati lokasi sumber yang asli dengan metode Matched Field Processing (MFP)?

|

Apakah besar bandwidth sinyal mempengaruhi

hasil estimasi lokasi sumber?

(5)

B ATASAN M ASALAH

|

Software yang digunakan untuk simulasi adalah Matlab.

|

Simulasi dibuat berdasarkan data dan studi literatur mengenai kondisi lingkungan pada INTIMATE ’96.

|

Simulasi digunakan dengan menggunakan hydrophone tunggal dengan sinyal sumber

dengan karakteristik seperti pada INTIMATE

’96.

(6)

M ETODOLOGI P ENELITIAN

Mulai

Analisa dan Perbandingan

Penarikan Kesimpulan

Selesai

Pembangkitan Sinyal Input

Simulasi Pemodelan Kanal

Sinyal Output

Least Square estimator

Noise Subspace

estimator Signal

Subspace estimator

(7)

R AY T HEORY [1]

R =jarak transmisi (m) d1 =kedalaman sumber (m)

d2 =kedalaman hydrophone (m) h =kedalaman laut (m)

(8)

R AY T HEORY

|

Jarak yang ditempuh oleh eigenray yang berlintasan lurus

|

Jarak yang ditempuh oleh eigenray yang

mengalami pantulan

(9)

R AY T HEORY

|

Waktu kedatangan (s) dari gelombang yang

mengalami pantulan yaitu

(10)

R EDAMAN OLEH PENYERAPAN DAN PENYEBARAN [2]

Untuk frekuensi rendah (100 Hz-3kHz) redaman suara dapat ditentukan dengan

dan penyerapan energi pada jarak D adalah

(11)

T RANSMISSION L OSS [3]

|

Cylindrical Spreading

atau sebanding dengan

dimana r = jarak (m)

(12)

R AYLEIGH F ADING

Pelemahan sinyal (fading) dimodelkan dengan distribusi Rayleigh, sebagai parameter sebagai berikut

dimana W

d

adalah Doppler Shift (Hz) dan

adalah waktu koheren yaitu waktu dimana

sinyal dapat dianggap koheren atau dapat

diprediksi fasenya.

(13)

P ANTULAN OLEH P ERMUKAAN

|

Impedance mismatch antara laut dan udara

menyebabkan permukaan laut menjadi bersifat reflektor.

|

Permukaan laut diasumsikan relatif tenang, sehingga pantulannya akan mendekati

sempurna atau koefisien refleksi adalah -1 [2].

|

Jika permukaan kasar (disebabkan oleh gelombang), akan terjadi loss pada setiap interaksi dengan permukaan. Rugi-rugi ini dimodelkan sebagai konstanta L

sr

di setiap interaksi dengan permukaan.

|

Nilai L

sr

yang diambil adalah 3 dB [1].

(14)

P ANTULAN OLEH D ASAR L AUT

|

Impedance mismatch antara laut dan udara

menyebabkan permukaan laut menjadi bersifat reflektor.

|

Jika p dan c adalah tekanan dan kecepatan di air, dan p1 dan c1 adalah tekanan dan kecepatan di

dasar lautUntuk dasar laut yang lembut, pantulan adalah sudut dependen dan dijelaskan oleh

koefisien refleksi Rayleigh sebagai berikut [2]

,

(15)

S UDUT KEDATANGAN

Sudut kedatangan dapat dikomputasikan

berdasarkan geometri dari gelombang Pekeris.

Jika sudut θ

sb

berhubungan dengan eigenray D

sb

dan sudut θ

bs

berhubungan dengan eigenray D

bs

maka [1]

(16)

T EORI P EMODELAN K ANAL

Jika x(t) adalah sinyal yang ditransmisikan

melewati kanal dan y(t) adalah sinyal diterima,

maka dengan mengabaikan delay waktu antara

transmisi dan penerima, x(t) dapat dituliskan

sebagai fungsi y(t) sebagai berikut [1]

(17)

S INYAL INPUT

Sinyal input yang digunakan adalah sinyal chirp yang memiliki karakteristik broadband untuk

mengatasi kekurangan informasi spasial pada

sistem hydrophone tunggal.

(18)

M ATCHED -F IELD P ROCESSING (MFP) [4]

Prinsip kerja dari MFP adalah

melakukan

korelasi antara hasil pengukuran dengan hasil

simulasi yang melibatkan informasi

lingkungan. Hasil tertinggi korelasi tersebut dianggap sebagai lokasi

sumber yang

sebenarnya.

(19)

M ODEL D ATA L INIER [5]

Berdasarkan model data linier, sinyal akustik yang diterima berdasarkan sumber dengan

lokasi diberikan dalam persamaan

dimana adalah noise, dengan asumsi ini adalah white noise baik secara spasial maupun

temporal.

(20)

L EAST S QUARE

|

Untuk mencari M delay

|

Untuk mencari lokasi,

(21)

S IGNAL SUBSPACE

|

Untuk mencari M delay

|

Untuk mencari lokasi

(22)

N OISE SUBSPACE

|

Untuk mencari M delay

|

Untuk mencari lokasi,

(23)

P ROSES P ENENTUAN L OKASI S UMBER

(24)

S INYAL I NPUT DAN O UTPUT K ANAL

(b)

Amplitudo

Waktu (∆t)

(a)

Kanal memberikan 2 pengaruh terhadap sinyal input, yaitu redaman dan delay.

(25)

L EAST S QUARE ( JARAK )

(a)

(b)

Jarak(m)

Data

(26)

L EAST S QUARE ( KEDALAMAN )

(a)

(b)

Data

Kedalaman(m)

(27)

S IGNAL S UBSPACE ( JARAK )

(a)

(b)

Jarak(m)

Data

(28)

S IGNAL S UBSPACE ( KEDALAMAN )

(a)

(b)

Data

Kedalaman(m)

(29)

N OISE S UBSPACE ( JARAK )

(a)

(b)

Jarak(m)

Data

(30)

N OISE S UBSPACE ( KEDALAMAN )

(a)

(b)

Kedalaman(m)

Data

(31)

R INGKASAN HASIL ESTIMASI

Metode

Jarak 2 km Jarak 2,5 km

100-200 Hz 100-250 Hz 100-200 Hz 100-250 Hz LS 2.13/0.087 2.08/0.086 2.47/0.0008 2.48/0.001 SS 1.99/0.25 1.99/0.25 2.51/0.001 2.52/0.002 NS 2.46/0.37 2.74/1.068 3.12/0.61 3.07/0.55

Metode

Jarak 2 km Jarak 2,5 km

100-200 Hz 100-250 Hz 100-200 Hz 100-250 Hz LS 22.79/461.04 65.81/467.83 110.7/112.3 109.9/232.18 SS 58.14/293.3 55.5/300.14 57.12/297.2 69.98/249.01 NS 56.81/296.1 69.6/253.87 66.34/314,6 65.09/353.87

(32)

K ESIMPULAN

| Kanal perairan dangkal memberikan pengaruh redaman dan delay terhadap sinyal input.

| Metode yang paling baik untuk mengukur jarak di antara ketiga metode yang digunakan dalam tugas akhir ini

adalah Least Square dengan nilai MSE rata-rata 0,0437.

| Metode yang paling baik untuk mengukur kedalaman di antara ketiga metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah Least Square dengan nilai MSE rata-rata

284,91.

| Metode yang paling buruk untuk penentuan lokasi adalah noise subspace, karena metode ini mempunyai MSE yang paling besar diantara ketiga metode yang lain.

| Penentuan jarak mempunyai performansi yang lebih baik daripada penentuan kedalaman, karena rata-rata MSE pengukuran jauh lebih kecil dibandingkan MSE

pengukuran kedalaman.

(33)

S ARAN

1. Hasil simulasi hendaknya divalidasi dengan hasil pengukuran sebenarnya.

2. Selanjutnya dapat dilakukan penelitian mengenai

penentuan lokasi aktif dengan menggunakan hydrophone tunggal.

3. Penentuan lokasi sumber dengan sistem hydrophone

tunggal kali ini masih memerlukan data mengenai lokasi sumber yang sebenarnya. Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan penelitian tentang jenis metode penentuan lokasi yang lain yang dapat mengestimasi lokasi sumber tanpa harus ada informasi mengenai data lokasi

sebenarnya.

4. Kekurangan informasi spasial pada sistem penentuan lokasi dengan hydrophone tunggal pada tugas akhir ini dapat

diatasi dengan penggunaan sinyal sumber broadband.

Untuk selanjutnya, dapat dilakukan penelitian mengenai cara lain untuk mengatasi kekurangan informasi spasial pada sistem deteksi hydrophone tunggal ini.

(34)

D AFTAR P USTAKA

[1] Chitre, Mandar., (2006) Underwater Acoustic Communications in Warm Shallow Water Channels, PhD Thesis, Electrical &

Computer Engineering National University Of Singapore.

[2] Brekhovskikh, L.M., Lysanov, Yu.P., (2003) Fundamental of Ocean Acoustic. American Institute of Physics, New York.

[3] Jensen, F.B., Kuperman, W.A., Porter, M.B. and Schmidt, H.

(1994) Computational Ocean Acoustics. American Institute of Physics, New York. Chapter 1.

[4] Tolstoy, A., (1993) “Matched-Field Processing for Underwater Acoustic”, World Scientific, Singapore.

[5] Jesus, S.M., Porter, M.B., Stephan, Y., Demoulin, X., Rodriguez, O., Coelho, E., (2001) “Single Hydrophone Source Localization”, IEEE Journal of Ocean Engineering.

(35)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Latar belakang Terjadinya konflik 2 kelompok antara Nasionalis Islam yang di wakili oleh Mohammad Natsir dan Nasionalis Sekuler oleh Ir. Dimana berkaitan dengan

Dengan dibentuknya Kecamatan Muara Batang Gadis dan Kecamatan Batahan, maka wilayah Kecamatan Natal dikurangi dengan wilayah Kecamatan Muara Batang Gadis sebagaimana dimaksud

Jadi yang dimaksud penulis tentang manjemen mutu pembelajaran yaitu serangkaian proses kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi difokuskan kepada

Konsep perancangan media promosi Il Mondo Pizza adalah mengaplikasikan ide dasar dari citarasa Il Mondo Pizza yang renyah dan gurih, yang dipadukan

Pada tahap ini, petugas kesehatan mengamati apakah tangan klien benar-benar lemas, jika klien masih dapat menggerakkan tangannya dengan mudah, maka segera ulangi bagian sript

Metoda Participatory Research Apraisal (PRA) adalah jenis penelitian yang dapat mendukung kegiatan pembangunan untuk penanganan kawasan permukiman kampung kota

Dengan nama Retribusi Izin Gangguan dipungut Retribusi atas pemberian izin tempat usaha/kegiatan kepada orang pribadi atau Badan yang dapat menimbulkan ancaman

Berdasarkan permasalahan yang terjadi pada mahasiswa program studi tadris biologi IAIN Palangkaraya terkait dengan konsepsi mahasiswa terhadap gambar struktur tubuh katak