• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM PENDAMPINGAN BELAJAR DAN EDUKASI TANGGAP WABAH PANDEMI COVID 19 ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROGRAM PENDAMPINGAN BELAJAR DAN EDUKASI TANGGAP WABAH PANDEMI COVID 19 ABSTRAK"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM PENDAMPINGAN BELAJAR DAN EDUKASI TANGGAP WABAH PANDEMI COVID 19

Nur Hidayati Rohmah1, Mohammad Sofyan Aziz2, Muhamad Arfin Syadi3 Rudi Salam4

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam1, Fakultas Teknik2,3, Fakultas Ilmu Sosial4

1,2,3,4Universitas Negeri Semarang

[email protected]1[email protected]2 [email protected]3 [email protected] 4

ABSTRAK

Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) atau virus Corona ini pertama kali terjadi di Kota Wuhan Tiongkok pada akhir tahun 2019. Kemudian, virus ini terdeteksi pertama kali di Indonesia pada bulan Maret tahun 2020. Hal ini menyebabkan pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk mengatasi pandemi Covid-19 agar bisa menahan penyebaran virus tersebut. Untuk membantu kebijakan pemerintah tersebut Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam bentuk KKN bersama melawan covid. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa secara individu dan didampingi oleh dosen pembimbing secara daring. Kegiatan KKN Covid-19 ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat melalui berbagai program dan diharapkan masyarakat mengetahui informasi yang benar mengenai Covid-19. Program kegiatan KKN menggunakan metode pemberian edukasi terkait Covid-19 baik secara offline maupun online melalui media sosial. Program kegiatan KKN yang dilaksanakan antara lain pendampingan belajar;

menanam jahe sebagai alternatif pengobatan tradisional Covid 19; pendidikan mencuci tangan;

membuat disinfektan untuk melawan COVID-19; Edukasi Covid19 kepada masyarakat melalui MMT dan poster baik offline maupun online. Kegiatan KKN Covid-19 berdampak positif bagi masyarakat. Masyarakat menjadi paham mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Setelah dilakukan kegiatan KKN masyarakat lebih sadar dan menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, misalnya setiap keluar rumah selalu memakai masker dan menjadi lebih paham mengenai Covid-19 sehingga masyarakat bisa lebih berhati-hati. Selain itu melalui program ketahanan pangan, masyarakat setempat bisa mendapatkan supply bahan makanan yang mudah dan murah. Program pendampingan belajar selama pandemi merupakan program yang sangat berguna bagi anak-anak karena dengan adanya program ini orang tua lebih terbantu dan anak-anak menjad lebih semangat untuk belajar.

Kata Kunci : Pendampingan Belajar, Edukasi, KKN Covid-19, Pandemi Covid-19

PENDAHULUAN

Virus Corona atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan (Rohmah, 2020). Penyakit yang disebabkan virus corona, atau dikenal dengan COVID-19,

adalah jenis baru yang ditemukan pada tahun 2019 dan belum pernah diidentifikasikan menyerang manusia sebelumnya(No & Mona, 2020). Dengan mewabahnya virus covid19 pada tahun 2021 ini dalam waktu yang terbilang singkat sudah mengakibatkan ribuan

(2)

orang terpapar virus ini, dengan hal itu membuat pemerintah mengambil kebijakan untuk memberhentikan sebagian aktifitas masyarakat di luar rumah. Hal itu memberikan dampak bagi hampir di seluruh bidang seperti pariwisata, ekonomi, dan masih banyak yang lainnya, tidak terkecuali pada bidang Pendidikan juga ikut terkena dampaknya. Hal ini dilakukan untuk mencegah upaya meluasnya dan meminimalisir penularan covid19 (Purwanto et al., 2020).

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk mendukung program dari pemerintah adalah dengan mengeluarkan peraturan mengenai kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNNES bersama melawan Covid-19.

Kegiatan ini dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia seperti di daerah masing-masing mahasiswa yang ikut berkontribusi dalam kegiatan untuk penanganan Covid19. Kegiatan KKN ini diharapkan akan menimbulkan kesadaran masyarakat akan bahaya virus Covid-19 terhadap kesehatan, selain itu membuat masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan mematuhi kebijakan pemerintah untuk tetap dirumah. Serta melalui KKN ini diharapkan bisa membantu mendukung kegiatan pembelajaran dari rumah dan turut membantu dalam ketahanan pangan masyarakat.

METODE PELAKSANAAN

Kegiatan dilakukan pada saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Era COVID 19 Tahap 1 yaitu dimulai pada tanggal 03 Agustus 2021 dan berakhir tanggal 16 September 2021. Kegiatan dimulai

dengan penerjunan mahasiswa KKN di daerah tempat tinggal masing-masing untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Langkah awal adalah setiap mahasiswa membuat proposal kegiatan secara struktural untuk dilaksanakan oleh setiap relawan mahasiswa. Beberapa kegiatan dilakukan secara langsung (offline) dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ada, namun juga tidak menutup kemungkinan kegiatan dilakukan secara online. Kegitan pendampingan belajar mandiri anak sekolah dilakukan secara langsung (offline) namun ada juga yang dilakukan secara online jika terhalang oleh jarak yang cukup jauh. Kegiatan edukasi dilakukan secara daring kepada masyarakat. Pemasangan poster ditempelkan pada tempat-tempat strategis sebagai upaya peningkatan kesadaran akan bahaya pendemi COVID-19.

HASIL DAN LUARAN

Dampak dari adanya pandemi covid-19 membuat Kemendikbud menetapkan bahwa pembelajaran di sekolah diganti dengan pembelajaran dari rumah yang dilakukan secara daring atau yang bisa disebut dengan pembelajaran jarak jauh. Bekaitan dengan pembelajaran secara daring artinya berkaitan pula dengan penguasann dan pemanfaatan teknologi. Maka, Guru harus dapat memvariasikan pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran secara daring agar pembelajaran tetap dijalankan secara efektif meski pembelajaran dilakukan secara daring.

Guru harus selalu melakukan inovasi dengan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran agar pembelajaran dapat berjalan efektif. Semenjak pembelajaran diberlakukan dirumah, sebagian guru melakukan pembelajaran melalui media

(3)

online seperti Whatsapp, google meet, google form, dll. Inovasi dalam Pendidikan akan ada juga berbagai cara yang dapat dilakukan guru untuk menyampaikan ilmu pengetahuannya kepada siswa. Salah satunya ada yang menggunakan Grup Whatsapp, dimana guru sebelumnya akan membuat berbagai media seperti video pembelajaran lalu dikirim ke grup untuk amati oleh para siswa.

Pendampingan belajar merupakan proses memberikan bantuan bagi individu maupun kelompk oleh seoarang atau lebih pembimbing yang memiliki keahlian yang memiliki keahlian dibidang tersebut dalam menentukan pilihan, penyesuaian serta pemecahan masalah belajar (Rosaria

& Novika, 2018). Program pendampingan belajar dilakukan secara offline.

Pendampingan offline dilakukan melalui tatap muka secara langsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Kegiatan pendampingan belajar siswa memberi dampak baik pada siswa antara lain siswa yang sebelumnya susah dalam memahami materi pembelajaran karena hanya diberikan tugas saja oleh guru, setelah diberikan pendampingan menjadi lebih paham terhadap materi, sehingga siswa menjadi lebih terbantu dan dapat mengerjakan tugas-tugas atau PR dengan baik dan benar. Selain itu, siswa-siswa terlihat sangat antusias dalam mengikuti program pendampingan belajar ini karena siswa kehilangan semangat belajar selama pandemi, anak merasa jenuh karena hanya di rumah saja. Setelah adanya program bimbingan belajar ini, semangat belajar meningkat hal ini dikarenakan adanya perbedaan atmosfir saat belajar di kelas dengan belajar di rumah, yang berpengaruh pada motivasi murid.

Pendampingan belajar siswa dari rumah Program kerja sosialisasi edukasi mengenai Covid-19 ini memiliki tujuan untuk menambah pengetahuan warga mengenai penyebaran virus Covid-19 ini mulai dari pengertian, cara penularan serta langkah-langkah pencegahanya.

Kegiatan sosialisasi edukasi mengenai Covid-19 ini dilakukan dengan memberikan materi melalui grup facebook warga desa kertayasa yang dilakukan dua kali dalam seminggu, Hari Rabu dan Hari Jumat, yang dilakukan selama empat minggu. Adapun beberapa contoh dari judul materi yang disosialisasikan seperti apa itu Covid-19, cara pencegahan penyebaran virus Covid19, pentingnya vaksin, pola hidup sehat. Selama pelaksaan kegiatan sosialisasi edukasi terkait Covid-19 kepada warga desa kertayasa kendala yang ditemui yaitu masih kurangnya antusias atau responsifnya warga terhadap materi mengenai Covid-19 yang sudah diberikan. Hal ini ditunjukan dengan hanya beberapa warga saja yang memberikan feedback atas materi yang diberikan di grup Facebook.

(4)

Poster terkait edukasi covid-19 Program pemasangan poster terkait Covid-19 ini memiliki tujuan untuk menambah kewaspadaan serta mengingatkan warga desa kertayasa maupun warga yang berada di wilayah kecamatan kramat virus Covid-19 berada disekitar kita dan akibatnya sangat riskan.

Oleh karena itu, dalam pemasangan poster mengenai Covid-19 dipasang ditempat umum yang strategis dan tempat umum publik yang rawan akan keramaian. Sedangkan untuk poster sendiri, selain dipasangan beberapa tempat tadi, akan juga diberikan kepada warga dan bapak Ketua Rw yang berada di wilayah desa Kertayasa. Untuk pemasangan poster sendiri diletakan di beberapa titik tempat umum yaitu masjid, sekolah yang berada di desa kertayasa.

Harapan setelah dengan dipasanganya banyak poster di wilayah desa kertayasa agar warga selalu mematuhi protokol

kesehatan serta tetap menyadari bawah virus Covid-19 merupakan ancaman yang nyata dan berbahaya.

KESIMPULAN

Program pembimbingan belajar di rumah merupakan suatu progam yang sangat baik dan dibutuhkan bagi siswa yang sedang melaksanakan pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan di rumah.

Hal ini menjadi suatu ladang kebermanfaatan sebagai makhluk sosial.

Program ini seharusnya dapat menjadi suatu kegiatan yang dapat dilakukan diluar KKN ini.

KKN UNNES Era Covid-19 ini dilaksanakan di desa kertayasa kecamatan kramat kabupaten tegal, Jawa Tengah dengan program kegiatan antara lain:

pendampingan belajar;; edukasi Covid-19 kepada masyarakat melalui MMT dan poster baik Secara offline ataupun online;

penanaman pohon, gotong royong.

Melalui beberapa program tersebut, memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya desa kertayasa rw 01. Manfaat yang dapat dirasakan setelah terlaksananya program kegiatan KKN ini banyak warga yang meningkat pemahamannya terhadap bahaya Covid- 19 sehingga turut membantu dalam mencegah penularan Covid19. Siswa sekolah yang sedang melakukan program pembelajaran dari rumah juga terbantu dengan adanya program pendampingan belajar. Sehingga adanya KKN UNNES bersama melawan Covid-19 sangat bermanfaat dan membantu masyarakat ketika masa pandemi Covid- 19.

DAFTAR PUSTAKA

Adit, Albertus.2020.3 Peran Orang Tua Dampingi Anak Ikut Pembelajaran Daring. Kompas.com.

https://www.kompas.com/edu/read/2

(5)

020/07/16/122946871/3-peran- orangtua-dampingi-anak-ikut- pembelajaran-daring

Ashari, M. (2020). Proses pembelajaran daring di Tengah Antisipasi

Penyebaran Virus Corona Dinilai Belum Maksimal.

PikiranRakyatcom.

https://www.pikiran- rakyat.com/pendidikan/pr- 01353818/proses-pembejalaran- daring-di-tengah-antisipasi- penyebaran-virus-corona-dinilai- belum-maksimal

Dewi, Wahyu Aji Fatma. 2020. Dampak COVID-19 Terhadap Implementasi Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan

Hidayat, Ilham Wahyu.2020.

Pendampingan Belajar Daring.

Kumparan.com.

https://kumparan.com/ilham-wahyu- hidayat/pendampingan-belajar- daring-1tcqoy4I3uf/full

https://www.studilmu.com/blogs/details/k euntungan-kekurangan-dari-belajar- online

No, V., & Mona, N. (2020). Konsep Isolasi Dalam Jaringan Sosial Untuk Meminimalisasi Efek Contagious (Kasus Penyebaran Virus Corona Di Indonesia). Jurnal Sosial Humaniora Terapan, 2(2), 117–125.

https://doi.org/10.7454/jsht.v2i2.86

Purwanto, A., Pramono, R., Asbari, M., Santoso, P. B., Wijayanti, L. M., Choi, C. H., & Putri, R. S. (2020).

Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses

Pembelajaran Online di Sekolah Dasar. EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling, 2(1), 1–12.

https://ummaspul.e-

journal.id/Edupsycouns/article/view/

397

Rohmah, N. N. (2020). Media Sosial Sebagai Media Alternatif Manfaat dan Pemuas Kebutuhan Informasi Masa Pandemik Global Covid 19 (Kajian Analisis Teori Uses And Gratification). Al-I’lam: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 4(1), 1–16.

https://journal.ummat.ac.id/index.ph p/jail/article/view/2957/1905 Rosaria, D., & Novika, H. (2018).

Bimbingan Belajar Bahasa Inggris Bagi Anak Usia Sekolah Dasar (6-12 Tahun) Di Desa Semangat Dalam Rt.31Handil Bhakti. Jurnal

Pengabdian Al-Ikhlas, 2(2), 13–19.

https://doi.org/10.31602/jpai.v2i2.75 1

Sagala, Syaiful. 2013. Etika dan

Moralitas Pendidikan Peluang dan Tantangan. Jakarta : Kencana

(6)

PERAN PEMERINTAH DESA MEJASEM BARAT DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN SEBAGAI BENTUK PENANGGULANGAN DAMPAK PANDEMI

COVID-19

Septian Dwi Pribadi1, Muhammad Aziz Ghany2, Indira Fibriani3, Nisrinna Uswatun Nisa4 Rudi Salam5

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam1, Fakultas Ekonomi2, Fakultas Hukum3,4 Fakultas Ilmu Sosial5

1,2,3,4,5Universitas Negeri Semarang

Email : [email protected]1 [email protected]2

[email protected]3 [email protected]4 [email protected]5

ABSTRAK

Corona Virus Disease-19 atau yang dikenal dengan Covid-19 merupakan salah satu wabah penyakit menular yang sejak tahun 2019 telah menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia.

Berdasarkan data sebaran yang diperoleh dari laman resmi pemerintah, yaitu https://covid19.go.id/ per tanggal 26 Agustus 2021, di Indonesia sudah ada 4.066.404 jiwa yang terkonfirmasi positif, 3.707.850 jiwa yang sembuh, dan 131.372 jiwa yang meninggal dunia. Melihat keresahan tersebut pun, pemerintah mengadakan pemberian Bantuan Langsung Tunai sejak per tahun 2020 hingga per tahun 2021 ini. Setelah dilanda kurang lebih 1 (satu) tahun lamanya oleh pandemi Covid-19, pemerintah pun bertindak dengan mendatangkan vaksin untuk pencegahan penyebarluasan virus corona. Virus tersebut berhasil memaksa semua orang menghindari kegiatan sosial. Mengingat besarnya jumlah korban jiwa yang meninggal akibat dari Covid-19, pemerintahan dari seluruh belahan negara mulai berlomba-lomba mencari solusi pencegahan penyebaran virus corona sebagai bentuk tanggungnya terhadap warga negaranya. dari tindakan atau upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, tanggung jawab tersebut termasuk dalam responsibility. Yaitu, bagaimana pemerintah langsung tanggap dalam membuat kebijakan-kebijakan yang sekiranya dapat mengontrol kehidupan masyarakat selama masa-masa pandemi. Selain itu pemerintah mengupayakan pemberian bantuan finansial bagi masyarakat di seluruh wilayah yang kiranya terdampak karena pandemi ini dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Kata Kunci : Covid-19, Pemerintah, Bantuan

ABSTRACT

Corona Virus Disease-19 or known as Covid-19 is one of the infectious disease outbreaks which since 2019 has spread to almost all corners of the world including Indonesia. Based on distribution data obtained from the government's official website, namely https://covid19.go.id/ as of August 26, 2021, in Indonesia there have been 4,066,404 people who have been confirmed positive, 3,707,850 people have recovered, and 131,372 people have recovered. die. Seeing this anxiety, the government has also provided Cash Direct Assistance from 2020 to 2021. After being hit for about 1 (one) year by the Covid-19 pandemic, the government also acted by bringing in a vaccine to prevent the spread of the corona virus. The virus has succeeded in forcing everyone to avoid social activities. Given the large number of people who died as a result of Covid-19, governments from all parts of the country have started competing to find solutions to prevent the spread of the corona virus as a form of responsibility towards their citizens. From the actions or efforts taken by the Indonesian government, this responsibility is included in the responsibility. Namely, how the government is immediately responsive in making policies that can control people's lives during pandemic times. In addition, the government is trying to provide financial assistance to people in all regions that may be affected by this pandemic by providing Direct Cash Assistance (BLT).

Keyword : Covid-19, Government, Assistance

(7)

PENDAHULUAN

Corona Virus Disease-19 atau yang dikenal dengan Covid-19 merupakan salah satu wabah penyakit menular yang sejak tahun 2019 telah menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Penyakit ini bermula dari salah satu pasar hewan liar yang berlokasi di Wuhan China yang kemudian mulai menyebar luas. Covid-19 awalnya diduga dibawa oleh kelelawar dan hewan lain yang tidak wajar yang dikonsumsi oleh masyarakat Wuhan. Saat itu, jumlah kasus Covid-19 di China meningkat 13 kali lipat dari kasus awal.

Di saat yang sama, jumlah negara dengan kasus tersebut meningkat tiga kali lipat dalam dua minggu terakhir dan telah menginfeksi lebih dari 118.000 jiwa di 114 negara dan menyebabkan 4.291 kematian. Oleh sebab itu, Direktur Jendral WHO, Tedros Ghebreyesus, di Jenewa, mengumumkan bahwa wabah Covid-19 tersebut sebagai pandemi global. Pandemi adalah wabah penyakit yang tersebar di wilayah geografis yang sangat luas, meliputi seluruh benua atau dunia.1

Sebelum ramai oleh virus corona, hampir seluruh dunia sempat dihebohkan oleh penyakit SARS dan MERS yang merupakan indukan dari virus corona serta memiliki gejala yang sama-sama seperti flu, namun virus corona berkembang cepat hingga mengakibatkan infeksi lebih parah dan gagal organ. Selain di China, WHO pun menyatakan bahwa Eropa menjadi pusat penyebaran pandemi secara global dengan jumlah kasus kematian yang jauh lebih tinggi daripada di China sendiri. Disusul dengan belahan negara lain yang terkena penularan dari dampak pandemi tersebut. Awal wabah Covid-19 di Indonesia terjadi pada 2 Maret 2020 dengan kasus pertama terjadi di Kemang, Jakarta.

Diketahui bahwa pasien positif tersebut tertular akibat bepergian ke luar negeri. Hari demi hari, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia semakin bertambah dan juga kasus pasien meninggal akibat Covid-19 juga bertambah.

Berdasarkan data sebaran yang diperoleh dari laman resmi pemerintah, yaitu https://covid19.go.id/ per tanggal 26 Agustus 2021, di Indonesia sudah ada 4.066.404 jiwa yang terkonfirmasi positif, 3.707.850 jiwa yang sembuh, dan 131.372 jiwa yang meninggal dunia.2 Melihat dari banyaknya jumlah kasus positif dan kasus meninggal dunia maka dapat disimpulkan bahwa pandemi Covid-19 ini memiliki dampak negatif yang besar terhadap perubahan tatanan negara maupun kehidupan manusia terutamanya mengenai aspek kesehatan dan perekonomian.

Berdasarkan pada hal tersebut, khususnya pemerintah Indonesia telah banyak melakukan upaya penanggulangan untuk mencegah semakin meluasnya terjadinya penyebaran penularan virus corona. Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah di awal munculnya pandemi ini yaitu mengeluarkan kebijakan-kebijakan hukum salah satunya seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan Jo. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019. Dalam kebijakan hukum tersebut, pemerintah menghimbau masyarakat untuk melakukan segala aktivitasnya dirumah saja. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang menaruh kemungkinan akan

1 Laura Elvina (2020), WHO Tetapkan Wabah Virus Corona Sebagai Pandemi Global, diakses melalui https://www.kompas.tv/article/70893/who-tetapkan-wabah-virus-corona-sebagai-pandemi-global

2 Peta Sebaran Covid-19, diakses melalui https://covid19.go.id/peta-sebaran-covid19

(8)

membawa persebaran virus ke suatu wilayah. dikeluarkannya kebijakan tersebut, banyak membawa respon dari 2 (dua) kubu, yaitu respon yang pro dan respon yang kontra.

PSBB atau merupakan singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar berdasarkan Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19.3 Dengan adanya PSBB, pemerintah menghimbau yang salah satunya untuk meliburkan sekolah dan tempat kerja.

Selain PSBB, sekitar sejak tanggal 11 Januari 2021, dimulainya kebijakan baru berupa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). PPKM ini justru dinilai lebih ketat dibandingkan dengan PSBB itu sendiri. Bukan hanya lagi memberlakukan kegiatan dari rumah dan penutupan tempat umum dan tempat ibadah saja, namun juga jam operasional fasilitas umum pun ikut dibatasi. Selain itu juga, jalanan diberbagai wilayah di berbagai kota pun ditutup. Hal tersebutlah yang kemudian menimbulkan respon kontra dari banyak masyarakat terutama dari golongan pekerja. Dengan diliburkannya tempat kerja, banyak masyarakat yang kesusahan secara finansial. Sebab, profesi masyarakat tidak semuanya merupakan pegawai negeri maupun pegawai swasta atau pekerjaan sejenis lainnya yang mana gajinya menentu. Banyak juga masyarakat yang mana mendapatkan penghasilannya hasil dari pekerjaan serabutan.

Melihat keresahan tersebut pun, pemerintah mengadakan pemberian Bantuan Langsung Tunai sejak per tahun 2020 hingga per tahun 2021 ini. Kebijakan hukumnya pun tertulis dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 40/PMK. 07/2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205/ PMK. 07/2019 Tentang Pengelolaan Dana Desa. Berdasarkan Pasal 1 Angka 30 Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 40/PMK. 07/2020, yang dinamakan dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan pemberian uang tunai kepada keluarga miskin atau tidak mampu di Desa yang bersumber dari Dana Desa untuk mengurangi dampak ekonomi akibat adanya pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).4

Pada tahun 2021, berdasarkan data-data yang diberitahukan oleh pemerintah, angka kasus aktif terkonfirmasi Covid-19 Indonesia mengalami kenaikan. Selain pemberian BLT dan membuat kebijakan untuk meminimalisir mobilitas, penanganan lain yang pemerintah berikan untuk masyarakat yaitu dengan pemberian vaksin. Vaksin yang diberikan oleh pemerintah memiliki beberapa jenisnya dan kemudian vaksinasi tersebut disebar merata ke seluruh wilayah di Indonesia. Salah satu daerah yang menerima stok vaksin tersebut adalah Kabupaten Tegal. Dalam penulisan artikel ini lebih membahas mengenai salah satu wilayah yang merupakan bagian dari Kabupaten Tegal tersebut, yaitu Desa Mejasem Barat. Bukan hanya vaksinasi, Desa Mejasem Barat pun mendapatkan bantuan lain yaitu berupa BLT sebagai salah satu bentuk penanganan dampak dari Covid-19.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris dengan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu suatu penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dan perilaku dari orang-orang yang dapat diamati.5 Penelitian empiris

3 PP Nomor 21 Tahun 2020

4 Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 40/PMK. 07/2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205/ PMK. 07/2019 Tentang Pengelolaan Dana Desa

5 Lexy J. Moleong (2017), Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya), Hal. 5.

(9)

mengacu pada penelitian yang menggunakan data lapangan sebagai sumber data utama, seperti hasil wawancara dan observasi. Penelitian empiris sendiri digunakan untuk menganalisis hukum, yang dianggap sebagai perilaku masyarakat yang terpola dalam kehidupan masyarakat yang selalu berinteraksi dan terkait dengan aspek sosial.6

HASIL DAN PEMBAHASAN

Persebaran Covid-19 di Desa Mejasem Barat

Seperti yang diketahui bahwa virus corona merupakan salah satu jenis virus yang dapat dikatakan sebagai virus yang mematikan yang dapat menulari baik manusia bahkan hewan. Selain dampaknya yang mematikan, bahayanya dari virus tersebut adalah persebaran atau mutasinya yang begitu cepat menyebarluas. Virus tersebut dapat menulari dari individu satu ke individu lainnya hanya dengan melalui droplet yang dihasilkan si penderita baik saat batuk, bersin, bahkan berbicara secara langsung tanpa penghalang.

Selain itu, virus tersebut pun dapat bertahan beberapa jam di udara atau di benda-benda yang disentuh oleh si penderitanya. Penularannya pun dapat terjadi dengan mudahnya yaitu saat seseorang menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet dan menyentuh mata, hidung atau mulut, ataupun saat berkontak langsung dengan si penderita maka orang itu dapat tertular.

Sebab hal itu, salah satu pencegahan penularan virus ini adalah dengan menjaga jarak fisik, menggunakan masker dan senantiasa menjaga kesehatan fisik dan non-fisik. Bukti yang menunjukkan bahwa cepatnya penularan virus tersebut dapat dilihat kembali saat kasus pertama hingga keempat Covid-19 di Indonesia. Diketahui bahwa kasus pertama dan kedua diumumkan oleh Pemerintah Pusat pada tanggal 2 Maret 2020, dan kasus ketiga dan keempat diumumkan pada tanggal 6 Maret 2020. Sementara, Keputusan Presiden (Keppres) No. 7 Tahun 2020 tentang pembentukan Rapid-Response Team yang dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru dikeluarkan pada tanggal 13 Maret 20204 saat jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia tercatat telah berjumlah 69 orang.7 Hingga saat ini per September 2021, angka kasusnya sudah menginjak di angka empat juta jiwa lebih di berbagai daerah.

Melihat persebarannya yang begitu cepat, pemerintah pun bergerak mencari cara untuk menekan semakin menyebarnya penularan virus tersebut dengan mengumumkan untuk dilakukannya PPKM atau Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Pemberlakukan ini diumumkan oleh pemerintah sejak 11 Januari 2021 di seluruh wilayah di Indonesia. Menurut masyarakat lainnya, PPKM ini justru dinilai lebih ketat dibandingkan dengan PSBB yang sebelumnya digalakkan oleh pemerintah. PPKM dimaksudkan untuk menekan angka mobilitas warga yang mana dikhawatirkan akan membawa penularan baru ke daerah lainnya.

Sama seperti daerah-daerah yang lain, daerah Kota dan Kabupaten Tegal pun juga melakukan PPKM mengingat bahwa kebanyakan daerah di Kota dan Kabupaten Tegal status zonasi penyebaran virus corona tinggi. Berdasarkan data yang dilaporkan melalui situs https://covid19.tegalkab.go.id/ kasus positif yang dikonfirmasi sebanyak 13.299 jiwa

6 Bambang Sunggono (2003), Metodologi Penelitian Hukum, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada), Hal. 43.

7 Data Terbaru Corona Terkait Indonesia, 13 Maret 2020 Pukul 18.00 WIB, diakses melalui https://news.detik.com/berita/d-4938222/data-terbaru-corona-terkait-indonesia-13-maret-2020-pukul-1800- wib?_ga=2.136514928.1547413163.1586327299-1727702367.1586227212

(10)

dengan total 12.353 jiwa sembuh, 101 jiwa isoman, 40 jiwa dirawat, dan sebanyak 805 jiwa meninggal dunia. Data update per 1 September 2021 dilaporkan terdapat 10 jiwa positif baru, 19 jiwa positif sembuh, serta 2 jiwa yang meninggal dunia.8 Berdasarkan data-data dari Kabupaten Tegal tersebut dapat dikatakan bahwa Kabupaten Tegal sedang dalam Zona Merah. Salah satunya yaitu di wilayah Mejasem Barat Kabupaten Tegal yang termasuk Zona Merah level 4 dengan resiko tinggi yaitu kategori resiko nomor 1 penyebaran virus yang tak terkendali dan tingkat transmisi lokal Covid-19 nomor 2 terjadi dengan cepat serta wabah menyebar secara luas dan banyak kluster-kluster baru yang bermunculan.9

Bantuan Vaksinasi Oleh Dinas Kesehatan di Desa Mejasem Barat

Setelah dilanda kurang lebih 1 (satu) tahun lamanya oleh pandemi Covid-19, pemerintah pun bertindak dengan mendatangkan vaksin untuk pencegahan penyebarluasan virus corona. Virus tersebut berhasil memaksa semua orang menghindari kegiatan sosial.

Virus tersebut juga berhasil memaksa pemerintah menggunakan kekuasaan negara dalam artian Max Weber, bahwa kekerasan fisik sebenarnya dapat digunakan secara legal.

Pemerintah juga mengawasi ketertiban umum sesuai dengan sistem hukum yang diselenggarakan dan sebab itu diberikan kekuasaan memaksa.10 Memaksa disini bukan dalam artian konotasi negatif, melainkan dengan rencana pemerintah yang sengaja memberikan vaksin secara gratis untuk setiap orang agar masyarakatnya mau untuk diberikan vaksin tersebut.

Pada saat sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-75 PBB tertanggal 23 September 2020, Presiden Joko Widodo dalam pidatonya menegaskan bahwa keberadaan vaksin tersebut akan membawa perubahan dalam permainan melawan pandemi Covid-19.11 Meskipun demikian, kebijakan pemerintah yang mengumumkan bahwasannya masyarakat wajib untuk melakukan vaksinasi banyak memunculkan berbagai komentar baik itu pro maupun kontra. Dibandingkan dengan pro, angka komentar kontra justru banyak dilayangkan oleh masyarakat. Mereka menilai bahwa kebijakan tiba-tiba yang dikeluarkan pemerintah ini terkesan seperti tergesa-gesa ditambah dengan sebelum adanya kebijakan vaksin gratis, pemerintah menembak beberapa harga yang berbeda dengan vaksin yang berbeda pula. Masyarakat berpendapat pemerintah justru mengkomersilkan jaminan kesehatan dan meraup keuntungan untuk memperbaiki perekonomian negara. Sekarang pun, meski vaksin dikabarkan sudah dalam tahap penyebaran secara gratis untuk masyarakat, masih ada pula yang kontra untuk melakukan vaksinasi.

Berangkat dari Kode Etik Kedokteran dalam Pasal 6 yang menyebutkan bahwa setiap dokter wajib senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan atau menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum diuji kebenarannya dan terhadap hal- hal yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.12 Dikutip dari beberapa sumber berita

8 Sistem Informasi Pemantauan Covid-19 Kabupaten Tegal, diakses melalui https://covid19.tegalkab.go.id/

9 Data Zonasi Per Desa, diakses melalui https://covid19.tegalkab.go.id/zona-desa.php

10 Akbar, Idil (2021), Vaksinasi Covid 19 Dan Kebijakan Negara: Perspektif Ekonomi Politik, Jurnal Academia Praja, Vol. 4 No. 1, Hal. 245.

11 Gian Asmara, Chandra (2020), Pidato Perdana Jokowi di Sidang PBB: Vaksin Jadi Game Changer, diakses melalui https://www.cnbcindonesia.com/news/20200923075729-4-188722/pidato-perdana-jokowi-di- sidangpbb-vaksin-jadi-game-changer

12 Kode Etik Kedokteran Indonesia, diakses melalui https://mkekidi.id/kode-etik-kedokteran-indonesia/

(11)

per Januari 2021 bahwa BPOM belum menerbitkan surat izin pemakaian Vaksin Sinovac.

Hal tersebutlah yang menimbulkan tanggapan kontra dari masyarakat yang menilai bahwa keberadaan vaksin yang diberikan oleh pemerintah tidak aman apabila dipaksakan padahal belum terbukti perizinannya dan juga hal tersebut menyeleweng dari kode etik kedokteran sebelumnya. Namun, belumnya mendapat perizinan itu bukan berarti vaksin tersebut bersifat membahayakan. BPOM belum memberikan izin dikarenakan masih menunggu data uji klinik fase 3 (tiga) yang ada di Bandung untuk pengamatan interim 3 (tiga) bulan.13

Selain Vaksin Sinovac, Indonesia juga menerima kedatangan 1 juta dosis lebih vaksin Covid-19 AstraZeneca pada 8 Maret 2021 melalui Fasilitas COVAX yang dinaungi oleh World Health Organization (WHO). Sebelum penggunaan, Vaksin AstraZeneca telah melewati serangkaian pemeriksaan dan kajian oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Proses ini dilakukan untuk memastikan keamanan, efektivitas, kualitas, dan izin penggunaan MUI. MUI menggunakan lima basis dalam pemberian izin penggunaan Vaksin AstraZeneca produksi Anton SK Bioscience Co., Ltd. dari Korea Selatan. Yang pertama yaitu, pada saat ini diperbolehkan karena ada kondisi kebutuhan mendesak (hajah syar’iyyah) yang menduduki kondisi darurat syar’iy (dlarurah syar’iyyah). Kemudian ada keterangan ahli yang kompeten dan terpercaya tentang adanya bahaya (risiko fatal) jika tidak segera divaksinasi Covid-19. Selanjutnya, ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dalam rangka ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok. Kemudian adanya jaminan keamanan penggunaannya oleh pemerintah, serta pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin Covid-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia.14 Selain itu, juga terdapat jenis vaksin lain di Indonesia yang telah mengantongi izin penggunaan, seperti Sinopharm, Bio Farma, Moderna, Pfizer, dan Sputnik V.

Keberadaan vaksin ditengah pandemi seperti ini justru memiliki peran yang sangat penting. Vaksinasi ditengah pandemi Covid-19 ini bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat dari penularan virus corona. Dengan vaksinasi juga untuk mencapai herd immunity yang gunanya untuk mencegah penularan dan melindungi kesehatan masyarakat. Selain itu juga untuk melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh. Serta menjaga produktivitas dan meminimalisasi dampak sosial dan ekonomi. Melihat pentingnya kegunaan vaksin, Per Agustus 2021, banyak masyarakat yang berbondong-bondong mendaftarkan dirinya untuk mengikuti vaksinasi. Sperti yang diketahui bahwa pemerintah telah menyebarkan secara menyeluruh stock vaksin ke seluruh daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang mendapatkan jatah stock vaksin yaitu Desa Mejasem Barat yang terletak di Kabupaten Tegal.

Pada tanggal 10 Agustus 2021, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, menyelenggarakan kegiatan vaksinasi yang bertepatan di Balai Desa Mejasem Barat.

Vaksinasi tersebut merupakan pemberian untuk dosis kedua, yang mana sebelumnya telah diadakan vaksinasi dosis pertama. Jenis vaksin yang diberikan oleh Dinas Kesehatan

13 Bestari, Novina Putri (2021), Alasan BPOM Belum Terbitkan Izin Pakai Darurat Vaksin Sinovac, diakses melalui https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210108161402-37-214559/alasan-bpom-belum-terbitkan- izinpakai-darurat-vaksin-sinovac

14 Vaksin AstraZeneca Kantongi Izin Penggunaan dari MUI dan BPOM, diakses melalui https://covid19.go.id/p/berita/vaksin-astrazenecakantongi-izin-penggunaan-dari-mui-dan-bpom

(12)

Kabupaten Tegal tersebut merupakan jenis Sinovac. Meskipun rencana awalnya kegiatan vaksinasi tersebut hanya memprioritaskan warga-warga yang bertempat tinggal di Desa Mejasem Barat, dengan alasan stock vaksin yang terbatas, tetapi pada akhirnya vaksin tersebut bisa juga diberikan kepada warga-warga di luar Desa Mejasem Barat. Berdasarkan data yang didapatkan dari Balai Desa Mejasem Barat sebagai tempat pelaksanaan vaksinasi tersebut, jumlah warga yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama dan vaksin kedua sejumlah kurang lebih 200 (dua ratus) orang yang mana angka tersebut dapat dikatakan lebih dari target awal. Hal tersebut menunjukkan bahwa kini warga-warga telah memiliki antusias untuk melakukan vaksinasi dan kesadaran akan pentingnya vaksin yang menjadi salah satu upaya utama yang dilakukan dalam menekan penularan Covid-19.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa, target awal diselenggarakanannya vaksinasi di Balai Desa Mejasem Barat, hanya memprioritaskan warga-warga yang berdomisili di Desa Mejasem Barat. Namun, berdasarkan data-data yang didapat, vaksinasi tersebut kemudian dapat diterima oleh warga-warga yang berdomisili di luar Desa Mejasem Barat. Warga-warga yang menerima stock vaksin tersebut di luar Desa Mejasem Barat merupakan warga yang berdomisili di Desa Mejasem Timur, Desa Bongkok, Desa Kertaharja, hingga Slawi. Jenis vaksin yang didapat pun sama yaitu Sinovac. Dengan begitu, disimpulkan bahwa pemberian stock vaksin oleh pemerintah tersebut sudah dapat dikatakan merata ke seluruh penjuru daerah.

Bantuan Langsung Tunai Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Pemerintah Desa Mejasem Barat Untuk Menanggulangi Dampak Pandemi

Mengingat besarnya jumlah korban jiwa yang meninggal akibat dari Covid-19, pemerintahan dari seluruh belahan negara mulai berlomba-lomba mencari solusi pencegahan penyebaran virus corona sebagai bentuk tanggungnya terhadap warga negaranya. Begitu pula yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia mengeluarkan beberapa kebijakan hukum mulai dari kebijakan mengenai moneter sampai dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan-kebijakan baru tersebut dikeluarkan sebab dampak dari pandemi ini sangat amat mempengaruhi perubahan ketatanegaraan. Sehingga, dengan adanya kebijakan-kebijakan tersebut diharapkan dapat menyeimbangkan ketatanegaraan seperti sedia kala.

Istilah tanggung jawab dalam ilmu hukum menurut Peter Salim ada tiga, yaitu liability, responsibility, dan accountability. Liability merupakan pertanggung jawaban yang biasanya diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab keperdataan. Responsibility merupakan kemampuan dalam merespon suatu isu. Sedangkan accountability sendiri sering dikaitkan dengan masalah keuangan atau terkait masalah suatu kepercayaan terhadap lembaga tertentu yang berkaitan dengan keuangan.15 Dilihat dari tindakan atau upayaupaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, tanggung jawab tersebut termasuk dalam responsibility. Yaitu, bagaimana pemerintah langsung tanggap dalam membuat kebijakan- kebijakan yang sekiranya dapat mengontrol kehidupan masyarakat selama masa-masa pandemi. Begitu juga dengan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah dengan mengupayakan pemberian bantuan finansial bagi masyarakat di seluruh wilayah yang

15 Sefriani (2017), Hukum Internasional Suatu Pengantar, (Jakarta: Rajawali Pers), Hal. 11.

(13)

kiranya terdampak karena pandemi ini dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Sebagai negara hukum (rechstaat) yang mana telah ditegaskan dalam Pasal 1 Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang mana artinya dalam melaksanakan penyelenggaraan negara harus berdasarkan pada hukum-hukum yang berlaku dan bukan hanya berdasar pada kekuasaan semata. Termasuk pada mengupayakan pemenuhan kebutuhan finansial masyarakat yang terdampak pandemi pun juga harus berlandaskan pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Tepatnya pada Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alinea keempat, yang berbunyi melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Mewujudkan kesejahteraan umum tersebut, salah satu program yang dimiliki oleh Pemerintah yaitu dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

BLT sendiri berasal dari APBN, APBD, dan Dana Desa. Per tahun 2021, diketahui bahwa Pemerintah sudah membagi BLT secara merata keseluruh daerah-daerah, termasuk Desa Mejasem Barat sebagai salah satu desa penerima. Berdasarkan data yang diperoleh dari Balai Desa Mejasem Barat, BLT yang diperoleh berasal dari berbagai sumber, yaitu dari APBN, APBD Kabupaten, APBD Provinsi, dan Dana Desa.

a.) BLT Desa Mejasem Barat Tahun 2020

Pada tahun 2020, Pemerintah dari APBN memberikan bantuan 2 (dua) macam, yaitu dengan BLT dan sembako. BLT tersebut senilai Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) yang diberikan selama 12 (dua belas) bulan. Sedangkan untuk sembako dihitung berkisar senilai Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) yang diberikan berupa beras, telur, teh, gula, sayur, ayam/ikan, dan lainnya. Bantuan yang berasal dari APBD Kabupaten diberikan selama 3 (tiga) bulan dengan berupa sembako beras sebanyak 20 (dua puluh) kilogram.

Sedangkan bantuan yang berasal dari APBD Provinsi, pada saat itu diberikan sampai dengan bulan Desember berupa sembako seperti beras, sayur, telur, dan minyak, yang keseluruhan sembako tersebut bernilai Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah). Dan bantuan terakhir berasal dari Dana Desa berupa BLT yang diberikan secara 2 (dua) tahap total selama 6 (enam) bulan. Pada 3 (tiga) bulan pertama, BLT diberikan sebesar Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah), dan 3 (tiga) bulan selanjutnya bantuan diberikan sebesar Rp.

300.000 (tiga ratus ribu rupiah). Bantuan-bantuan tersebut disalurkan kepada kurang lebih 84 (delapan puluh empat) KPM atau Keluarga Penerima Manfaat.

b.) BLT Desa Mejasem Barat Tahun 2021

Berdasarkan data yang diperoleh, pada tahun 2021, bantuan yang sebelumnya ada dan diberikan untuk masyarakat sekarang sudah tidak ada lagi saluran. Bantuan tersebut yaitu yang berasal dari APBD Kabupaten dan APBD Provinsi. Bantuan-bantuan yang diberikan pada tahun 2021 cukup berbeda dengan bantuan-bantuan sebelumnya. Yang semula BLT dari APBN senilai Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah), sekarang menjadi senilai Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) beserta dengan bantuan sembako yang diurus oleh e-Warung. Lamanya bantuan tersebut masih sama seperti sebelumnya yaitu diberikan bertahap setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan. Terkadang BLT tersebut tidak rutin

(14)

diberikan per bulannya, tetapi bantuan tersebut tetap diberikan di bulan berikutnya dengan besaran 2 (dua) kali lipat menggantikan bantuan di bulan sebelumnya. Meskipun APBD Provinsi yang sebelumnya berupa sembako tidak tersalurkan lagi, bantuan tersebut kemudian berganti dengan BLT yang baru dimulai pada bulan Agustus senilai Rp.

200.000,- (dua ratus ribu rupiah) yang disalurkan via pos. Kemudian bantuan sembako digantikan oleh Dinsos (Dinas Sosial) sebanyak 10 (sepuluh) kilogram. Bantuan yang terakhir datang dari Dana Desa. Yang sebelumnya diberikan 2 (dua) tahap, sekarang hanya diberikan 1 (satu) tahap saja setiap bulannya sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah).

Sama seperti sebelumnya, bantuan-bantuan tersebut disalurkan kepada kurang lebih 84 (delapan puluh empat) KPM atau Keluarga Penerima Manfaat.

PENUTUP

Pandemi Covid-19 merupakan bukan hanya sekedar pandemi lokal saja. WHO mengumumkan bahwa pandemi tersebut merupakan pandemi global. Akibatnya banyak sekali sektor-sektor ketatanegaraan yang berubah, termasuk ketatanegaraan Indonesia.

Pandemi sangat berdampak pada perubahan baik sektor kesehatan hingga sektor keuangan negara. Hal tersebutlah yang membuat Pemerintah bergerak untuk mengeluarkan berbagai macam kebijakan guna menekan semakin meradangnya angka yang terdampak Covid-19 mengingat sudah banyak sekali korban jiwa hingga akhirnya Pemerintah membagi berbagai wilayah kedalam beberapa zonasi. Zonasi tersebut dibagi menjadi zona hijau, kuning, dan merah. Dimana zona hijau menunjukkan bahwa daerah tersebut aman dari persebaran virus corona, sedangkan zona merah merupakan zona yang menunjukkan bahwa daerah tersebut rawan akan penyebaran virus corona. Desa Mejasem Barat merupakan salah satu daerah yang termasuk kedalam zona merah. Untuk menekan angka persebaran tersebut, dari Dinas Kesehatan turun untuk memberikan pelayanan berupa vaksinasi untuk warga-warga yang belum melakukan vaksin. Selain itu, zona merah tersebut membawa dampak buruk untuk keadaan finansial keluarga. Melihat hal tersebut, Pemerintah Desa tetap menyalurkan bantuan-bantuan baik berupa BLT maupun sembako. Meskipun terdapat kendala penyaluran yang telat dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Desa tetap memiliki cara agar bantuan tersebut bernilai sama, dan/atau memberikan bantuan lainnya sebagai pengganti penyaluran yang sempat mandeg. Hal tersebut membuktikan bahwa Pemerintah Desa menunjukkan terwujudnya sikap Good Governance dan memiliki peran tanggung jawab untuk menanggulangi adanya dampak pandemi.

REFERENSI

Akbar, Idil (2021), Vaksinasi Covid 19 dan Kebijakan Negara: Perspektif Ekonomi Politik, Jurnal Academia Praja, Vol. 4 No. 1, Hal. 245.

Bambang Sunggono (2003), Metodologi Penelitian Hukum, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada), Hal. 43.

Bestari, Novina Putri (2021), Alasan BPOM Belum Terbitkan Izin Pakai Darurat Vaksin Sinovac, diakses melalui https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210108161402-37- 214559/alasan-bpom-belum-terbitkan-izinpakai-darurat-vaksin-sinovac

(15)

Data Terbaru Corona Terkait Indonesia, 13 Maret 2020 Pukul 18.00 WIB, diakses melalui https://news.detik.com/berita/d-4938222/data-terbaru-corona-terkait-indonesia-13- maret-2020-pukul-1800-wib?_ga=2.136514928.1547413163.1586327299-

1727702367.1586227212

Data Zonasi Per Desa, diakses melalui https://covid19.tegalkab.go.id/zona-desa.php

Gian Asmara, Chandra (2020), Pidato Perdana Jokowi di Sidang PBB: Vaksin Jadi Game Changer, diakses melalui https://www.cnbcindonesia.com/news/20200923075729-4- 188722/pidato-perdana-jokowi-di-sidangpbb-vaksin-jadi-game-changer

Kode Etik Kedokteran Indonesia, diakses melalui https://mkekidi.id/kode-etik-kedokteran- indonesia/

Laura Elvina (2020), WHO Tetapkan Wabah Virus Corona Sebagai Pandemi Global, diakses melalui https://www.kompas.tv/article/70893/who-tetapkan-wabah-virus- corona-sebagai-pandemi-global

Lexy J. Moleong (2017), Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya), Hal.5.

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 40/PMK. 07/2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205/ PMK. 07/2019 Tentang Pengelolaan Dana Desa

Peta Sebaran Covid-19, diakses melalui https://covid19.go.id/peta-sebaran-covid19 PP Nomor 21 Tahun 2020

Sefriani (2017), Hukum Internasional Suatu Pengantar, (Jakarta: Rajawali Pers), Hal. 11.

Sistem Informasi Pemantauan Covid-19 Kabupaten Tegal, diakses melalui https://covid19.tegalkab.go.id/

Vaksin AstraZeneca Kantongi Izin Penggunaan dari MUI dan BPOM, diakses melalui https://covid19.go.id/p/berita/vaksin-astrazenecakantongi-izin-penggunaan-dari-mui- dan-bpom

(16)

Pendampingan Belajar Siswa Usia Sekolah Dasar di Tengah Pandemi Covid-19 Sebagai Program Kerja Unggulan KKN BMC UNNES 2021 di Desa Mejasem Timur

Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal

Sepna Agna Fernanda1, Sri Wahyu Nurkhofifah2, Widia Astuti3 Rudi Salam4

Fakultas Ilmu Sosial1,4, Fakultas Ilmu Keolahragaan12, Fakultas Ekonomi3

1,2,3,4Universitas Negeri Semarang

Email : [email protected]1 [email protected]2 [email protected]3 [email protected]4

Abstrak

Covid-19 telah menyebabkan seluruh aspek kehidupan untuk melakukan penyesuaian.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, pembelajaran di semua jenjang pendidikan di Indonesia harus dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau merupakan sistem pembelajaran yang dilaksanakan di rumah yang mana siswa tidak dapat berinteraksi secara langsung (face to face) dengan guru. Program pendampingan belajar siswa usia sekolah dasar di tengah pandemic covid-19 yang dilakukan oleh mahasiswa KKN BMC 1 UNNES merupakan sarana penyampaian kebermanfaatan ilmu dan rasa kepedulian para mahasiswa terhadap masyarakat dibidang pendidikan. Progam pendampingan belajar ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan yang dihadapi siswa SD di Desa Mejasem Timur, Kecamatan Kramat selama pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19, dan mengetahui peran program pendampingan belajar di rumah terhadap pemahaman belajar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan beberapa hambatan dalam pelaksaaan pembelajaran jarak jauh, antara lain bahwa banyak siswa sekolah dasar di Mejasem Timur yang mengalami kesulitan belajar, tidak mengerjakan tugas, kurang memahami materi pelajaran karena kurang maksimalnya guru dalam menyampaikan materi, peran orang tua yang kurang optimal hingga mengalami penurunan kemampuan akademik. Adanya program pendampingan belajar menjadikan motivasi belajar siswa mengalami perkembangan yang baik.

Kata Kunci : Pendampingan Belajar, Pendemi Covid-19, dan KKN BMC UNNES Abstact

Covid-19 has caused all aspects of life to make adjustments. To prevent the spread of Covid-19, learning at all levels of education in Indonesia must be carried out by distance learning (PJJ) or a learning system implemented at home where students cannot interact directly (face to face) with teachers. The learning assistance program for elementary school-aged students in the midst of the COVID-19 pandemic carried out by KKN BMC 1 UNNES students is a means of conveying the benefits of knowledge and a sense of concern for students in the field of education.

This learning mentoring program aims to identify the obstacles faced by elementary school students in the East Mejasem Village, Kramat District during online learning during the Covid-19 pandemic, and to find out the role of the home study mentoring program on students' understanding of learning. The results of the activity showed several obstacles in the implementation of distance learning, among others, that many elementary school students in East Tables had learning difficulties, did not do assignments, did not understand the subject matter because the teacher was not maximal in delivering the material, the role of parents was less than optimal to experience decreased academic ability. The existence of a learning mentoring program makes students' motivation to learn well.

Keywords: Study Assistance, Covid-19 Pandemic, KKN BMC UNNES

(17)

PENDAHULUAN

Bulan Desember 2019, dunia dihebohkan dengan munculnya sebuah virus bernama Corona atau sering disebut Covid-19. Kejadian tersebut bermula di Tiongkok, Wuhan (Yuliana, 2020). Pada awalnya virus ini diduga akibat paparan pasar grosir makanan laut yang banyak menjual banyak spesies hewan hidup.

Munculnya 2019-nCoV telah menarik perhatian global, dan Pada 30 Januari WHO telah menyatakan COVID-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (Dong et al., 2020). Penambahan jumlah kasus COVID-19 berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran antar negara. Sampai dengan tanggal 25 Maret 2020, dilaporkan total kasus konfirmasi 414.179 dengan 18.440 kematian (CFR 4,4%) dimana kasus dilaporkan di 192 negara/wilayah. WHO mengumumkan COVID-19 pada 12 Maret 2020 sebagai pandemic. Jumlah kasus di Indonesia terus meningkat dengan pesat, hingga Juni 2020 sebanyak 31.186 kasus terkonfirmasi dan 1851 kasus meninggal (PHEOC Kemenkes RI, 2020).

Masuknya Covid-19 di Indonesia ini berdampak untuk berbagai sektor seperti pendidikan, ekonomi, transportasi, seni, politik, dan lain-lain. Hampir seluruh kegiatan dilakukan di rumah, kebijakan ini disebut dengan lockdown.

Tujuan lockdown untuk membantu mencegah penyebaran virus corona ke suatu wilayah, sehingga masyarakat yang berada di wilayah tersebut diharapkan terhindar dari virus tersebut. Selain lockdown, pemerintah juga membuat program seperti PSBB, PSBB total dan transisi, PPKM darurat hingga PPKM Level 4 dengan tujuan yang sama yaitu menecgah dan memutus rantai penyebaran virus corona ini.

Salah satu dampak dari Covid-19 ini membuat semua kegiatan pembelajaran dilaksanakan di rumah, baik itu pekerjaan maupun sekolah. Mulai dari anak PAUD hingga mahasiswa perguruan tinggi harus melaksanakan pembelajaran secara online atau daring. Hal ini menjadi tugas yang berat bagi guru dan orang tua untuk tetap memberikan materi kepada anak meskipun di rumah. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) merupakan sistem pembelajaran yang dilaksanakan di rumah yang mana siswa tidak dapat berinteraksi secara langsung (face to face) dengan guru sehingga sistem pembelajaran PJJ ini menitikberatkan pada kemandirian siswa (Purandina & Winaya, 2020).

Kemandirian siswa ini perlu didampingi dengan pengawasan orang tua sehingga selain meuntut kemandirian siswa, PJJ ini juga secara tidak langsung melibatkan orang tua untuk mendampingi anak belajar di rumah. Dalam kenyataannya banyak orang tua yang tidak siap dengan hal ini karena keterbatasan sinyal, kuota, serta waktu luang yang dimiliki orang tua karena orang tua juga perlu bekerja (Wahyono, Husamah, & Budi, 2020).

Pada bulan Agustus 2021, Universitas Negeri Semarang telah menerjunkan mahasiswa semester 7 angkatan 2018 untuk melaksanakan KKN. UNNES menjadi salah satu pihak yang berkontribusi berupa penyelenggaraan KKN secara individu yang dikenal sebagai KKN BMC atau Kuliah Kerja Nyata Bersama Melawan Covid-19 di domisili masing-masing mahasiswa. KKN BMC memiliki program kerja yang wajib dilaksanakan mahasiswa salah satunya adalah program kerja pendampingan belajar bagi siswa SD, SMP, maupun SMA. Program kerja pendampingan belajar ini memiliki tujuan untuk membantu kesulitan anak-anak

(18)

sekolah di lingkungan domisili mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran online (UNNES, 2020).

Program kerja pendampingan belajar ini sangat disambut antusias oleh masyarakat terutama orang tua karena dianggap bisa membantu orang tua untuk mendampingi anak dalam mengikuti pembelajaran online. Dengan demikian, tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui respon orang tua melalui tingkat kepuasan terhadap program kerja pendampingan belajar bagi siswa SD oleh mahasiswa KKN BMC UNNES di desa Mejasem Timur.

METODE PELAKSANAAN

Konsep utama kegiatan ini yaitu mahasiswa harus melaksanakan pendampingan belajar untuk anak sekolah, artikel ini memfokuskan sasaran siswa SD. Dalam pelaksanaan program kerja ini paling mendapat dukungan penuh dari warga domisili asal karena membantu meringankan beban yang dihadapi siswa sekolah dasar maupun orang tua yang mengalami kesulitan saat mendampingi anak belajar di rumah di masa pandemi. Berbagai keluhan di alami oleh orang tua antara lain seperti orang tua atau wali murid harus mendampingi anak belajar di rumah, orang tua atau wali murid yang tidak bisa atau kurang memahami penggunaan baik smartphone itu sendiri atau internet, anak sulit memahami materi sehingga kesulitan dalam mengerjakan tugas dari sekolah.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap minggunya sebagai bentuk pengabdian mahasiswa. Pelaksanaan secara luring sesuai dengan protokol kesehatan, anak datang ke rumah mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya memberikan materi sekolah dan membantu menyelesaikan tugas sekolah namun, diberikan pembelajaran

di luar kegiatan sekolah seperti memberikan edukasi tentang Covid-19.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Munculnya virus covid-19 salah satunya berdampak pada dunia pendidikan. Akibat pandemi diberlakukan penutupan sekolah, yang mengharuskan pemerintah mengambil langkah agar proses pembelajaran tidak tertinggal dan peserta didik tetap menerima hak untuk mendapatkan ilmu.

Maka dari itu pemerintah mengambil keputusan yaitu proses pembelajaran tetap berlangsung, akan tetapi tidak dengan tatap muka, melaikan pembelajaran jarak jauh.

Dengan adanya peraturan tersebut, maka siswa harus bisa melakukan proses pembelajaran dengan efektif secara online di rumah saja. Namun penerapan pembelajaran jarak jauh bukan berarti tidak ada masalah. Hal ini memberikan dampak pada guru karena kurang maksimal dalam memberikan materi pembelajaran dan terganggunya proses pembelajaran yang menyebabkan tidak tercapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Sehingga menjadikan materi tidak tuntas dan penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran daring tidak maksimal. Hasil observasi menunjukkan bahwa banyak siswa sekolah dasar di Mejasem Timur yang mengalami kesulitan belajar, tidak mengerjakan tugas, kurang memahami materi pelajaran karena kurang maksimalnya guru dalam menyampaikan materi, peran orang tua yang kurang optimal hingga mengalami penurunan kemampuan akademik.

Dengan demikian, mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Semarang melakukan kegiatan pengabdian berupa pendampingan belajar anak sekolah

(19)

melalui kegiatan bimbingan belajar bagi siswa sekolah dasar dimasa pandemi yang dilaksanakan di Desa Mejasem Timur sebagai upaya dalam pelaksanaan salah satu program kerja wajib Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Semarang Bersama Melawan Covid-1 (KKN UNNES BMC).

Program pendampingan belajar untuk anak sekolah dasar meliputi :

1. Mendampingi siswa dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah, terutama pada tugas-tugas yang kurang dipahami.

Mahasiswa berperan

mendampingi siswa dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah yang diberikan. Mahasiswa dalam hal ini mengawasi pengerjaan tugas siswa secara berkelompok, 2 – 5 orang.

Kemudian mahasiswa memberikan arahan jika siswa menemui kesulitan dalam mengerjakan tugas. Mahasiswa juga memberikan penjelasan terkait dengan tugas yang dikerjakan siswa apabila siswa kurang memahami.

2. Membantu menjelaskan materi-materi sekolah pada siswa

Setelah melakukan

pendampingan dalam mengerjakan tugas sekolah, mahasiswa KKN melakukan tanya jawab kepada siswa terkait mata pelajaran yang susah dipahami. Dalam hal ini, apabila siswa mengalami kesulitan, maka mahasiswa KKN menjelaskan materi-materi yang kurang dipahami. Sehingga siswa

mampu memahami materi

pembelajaran, alhasil dalam mengerjakan tugas maupun ketika ujian siswa tidak mengalami kesulitan.

Melalui program ini, siswa akan terbantu untuk memahami materi yang tidak dijelaskan oleh guru selama pandemi. Hal ini disebabkan karena

fokus guru sekolah dasar dimasa pandemi lebih mengarah kepada pemberian tugas-tugas. Apabila mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran yang dijelaskan secara singkat oleh guru melalui daring, siswa cenderung bertanya kepada orang tua, dan jika orang tua tidak paham maka siswa juga tidak paham. Proses inilah yang yang kemudian menghambat pembelajaran sehingga siswa menjadi malas mengerjakan dan cenderung mengabaikan dengan materi sekolah.

Padahal pada usia anak sekolah dasar, anak-anak perlu didampingi dan dijelaskan secara konkret mengenai materi-materi ajar di sekolah, agar tercipta pemahaman komprehensif.

3. Memberikan edukasi tentang Covid-19 Selain kegiatan membatu tugas sekolah siswa, dalam kegiatan pendampingan bepajar ini para siswa juga diajarkan mengenai Virus COVID – 19 seperti gejala, cara menularan, dan cara pencegahan Covid – 19 agar para siswa lebih menjaga diri di tengah pandemi ini

Hasil dari kegiatan pendampingan belajar untuk siswa yaitu tugas sekolah anak menjadi terselesaikan dengan cepat, selain itu juga anak anak bisa lebih memahami materi pelajaran mereka yang tidak diajarkan di sekolah. Selain itu para orang tua/wali anak juga merasa terbantu karena banyak orang tua yang sibuk bekerja sehingga tidak bisa mendampingi anak dalam menyelesaikan tugas anak mereka.

PENUTUP Simpulan

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan sistem pembelajaran yang dilaksanakan dari rumah sehingga kegiatan seluruhnya tanpa tatap muka.

(20)

Kebijakan pemerintah dilakukan sebagai upaya penanggulangan angka kematian akibat covid-19. Dalam aspek pendidikan, kebijakan pemerintah terkait dengan pembelajaran dalam jaringan, menitik beratkan siswa dan orang tua untuk belajar mandiri. Melalui KKN BMC UNNES 2021, mahasiswa secara langsung secara langsung memantau kegiatan masyarakat dan membantu problematika masyarakat di domisili masing-masing di tengah pandemic covid-19, pendampingan belajar merupakan salah satu program kerja yang direkomendasikan oleh panitia kkn untuk membantu kesulitan masyarakat dalam memperoleh efektifitas belajar di tengah pembelajaran dalam jaringan. Program kerja pendampingan belajar bertujuan untuk membantu siswa dalam memeberikan pemahaman pekerjaan rumah di lingkungan domisili mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran online.

Fokus utama program kerja pendampingan belajar adalah siswa sekolah dasar yang masih memerlukan bimbingan dan pendampingan guru sekolah, namun karena kebijakan yang belum memungkinkan siswa melakukan pembelajaran tatap muka. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan baik serta mengajarkan siswa melalui pola adaptasi kebiasaan baru.

Siswa datang ke rumah atau sesekali belajar di salah satu rumah siswa.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam upaya optimalisasi pendampingan belajar oleh mahasiswa kepada siswa, tingkat kepuasan orang tua sangat mendapat respon baik dan siswa menjadi lebih memahami materi bahkan tugas-tugas yang tidak dimengerti oleh siswa.

Sesekali, mahasiswa memberikan

pemahaman yang belum dipahami oleh siswa dan belum diajarkan oleh guru dalam pembelajaran jarak jauh selama pandemic. Disamping itu, orang tua siswa merasa terbantu oleh mahasiswa melalui program kerja pendampingan belajar karena mahasiswa dapat memberikan efektifitas dari segala aspek, baik waktu maupun pemahaman materi.

Saran

Kegiatan pendampingan belajar harus tetap dilaksanakan dikarenakan hal ini sangat penting untuk membantu anak sekolah karena mengingat keterbatasan orang tua, dan belajar secara online juga harus maksimal seperti belajar offline atau secara langsung. Akan tetapi, keduanya harus tetap seimbang supaya anak bisa lebih maksimal lagi dalam meningkatkan mutu dan kualitas dalam belajar agar mereka tidak bosan dan jenuh belajar di rumah selama masa pandemi Covid-19 masih ada. Harapannya adalah semoga wabah virus corona ini segera selesai dan sekolah segera dibuka sepenuhnya agar anak-anak dapat kembali sekolah normal, karena selama pembelajaran di rumah, sebagian dari mereka justru merasa terbebani oleh tugas-tugas dari yang sangat banyak dan hal itu bisa membuat anak-anak maupun orang tua merasa jenuh atau bosan.

Terlebih lagi, kalau gangguan belajar di rumah itu lebih banyak daripada di sekolahan. Contohnya saja seperti, gangguan gadget, televisi dan bermain.

Kemudian, jika belajar di rumah juga sering terhalang oleh gangguan sinyal serta kuota terbatas dan mengingat kondisi ekonomi orang tua selama masa pandemi Covid-19 juga ikut berdampak.

DAFTAR PUSTAKA

Aji, R. H. S. (2020). Dampak COVID-19 Pada Pendidikan Di Indonesia:

(21)

Sekolah, Kterampilan, dan Proses Pembelajaran. Jurnal Sosial dan Budaya, 7(5), 395-402.

Fadhilaturrahmi. (2017). Lingkungan Belajar Efektif Bagi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu : Journal of Elementary Education, 1(2), 76-84.

Handayani, Tri. dkk. (2020).

Pendampingan Belajar Di Rumah Bagi Siswa Sekolah Dasar Tedampak Covid-19. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 1(1), 107-115 Parid, Miptah. dan Julrissani. (2020).

Pandemi Covid-19 Terhadap Proses Pemelajaran Siswa Tingkat Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. 12(1), 114-121

Pengelola Web Kemdikbud. (2021).

“Dampak Negatif Satu Tahun PJJ, Dorongan Pembelajaran Tatap

Muka Menguat”.

https://www.kemdikbud.go.id/main/

blog/2021/04/dampak-negatif-satu- tahun-pjj-dorongan-pembelajaran- tatap-muka-menguat . Diakses pada 6 September 2021 pukul 21.00.

Purandina, I. P. Y., & Winaya, I. M. A.

(2020). Pendidikan Karakter di Lingkungan Keluarga Selama Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(2), 270-290.

Putri, R. N. (2020) ‘Indonesia dalam Menghadapi Pandemi Covid-19’, Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), p. 705. doi:

10.33087//jiubj.v20i2.1010.

Sari, R. P. (2021). ‘Dampak Pembelajaran Daring Bagi Siswa Sekolah Dasar Selama Covid-19’. 2(1), 9-15.

Semarang, U. N. (2021). ‘Juknis Pelaksanaan KKN UNNES Periode 1 Semester Genap 2020-2021 Tahun 2021 dasar Pelaksanaan’.

Yoga Purandina, I.P. dan Astra Winaya, I.

M. (2020) ‘Pendidikan Karakter di Lingkungan Keluarga Selama Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi COVID-19’, Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(2), pp. 270-290.

doi 10.37329/cetta.v312.454.

Referensi

Dokumen terkait