• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tak Pas, Puseur Budaya Pasundan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tak Pas, Puseur Budaya Pasundan."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

RADARBANDUNG

.

Rabu

6 7

21 22

OApr OMei

o

Selasa

4

5

20

o

Mar

-o

Kamis

0

Jumat

8

9

10

11

23

24

25

26

OJun

.

Jul

0

Ags

o

Sabtu

12 13

27 28

--o

Sep

0

Okt

SEMI

LO'KA,

PE8ENCAN

SUM£VANG PUSmR 13UV:

(Akl\toterasl Pencapaian VisitSabupatenS

ERIK A KURNIA/RADAR SUMEDANG

SEMILOKA:

Nina Herlina Lubis (kiri) membongkar sejarah jika Sumedang pernah dijuluki

Italy of the East.

Semiloka tersebut

dimoderatori langsung Wabup Taufiq Gunawansyah, kemarin.

.Tak

Pas, Puseur Budaya Pasundan

KOTA-Pakar Sejarah Unpad,

Nina Herlina Lubis kembali

mengkritisi visi Pemkab

Sume-dang yang berkeinginan

men-jadi Puseur Budaya Pasundan.

"Baiknya jangan Pasundan,

tetapi Sunda saja. Sebab kalau

Pasundan

itu sudah masuk

definisi atau dalam artian

geo-grafis kewilayahan, sedangkan

Sunda merujuk pada etnis di

suatu wilayah tertentu," kata

Nina Lubis disela-sela

Pere.n-canaan Sumedang Puseur

Bu-daya PaSundan,kemarin (14/5).

Dilihat dari kacamata historis,

Tatar Sunda pernah memiliki

pusat

politik yang disebut

Kerajaan_Sun<!~~ra.Laan_ini

eksis dari abad ke-8 hingga abad ke-16. Wilayahnya membentang dari Provinsi Jabar, Banten, DKI, sekarang ditambah dengan sebagian Provinsi Jawa Tengah memanjang dari Utara (sekitar Brebes) hingga sungai Cidonan di selatan.

Setelah kerajaan Sunda han-cur, maka pusat politik pun terpecah-pecah menjadi ber-bagai kabupaten. Sumedang pernah berusaha menjadikan diri sebagai penerus tahta Ke-rajaan Sunda dengan upaya legitimasimelalui regalian (mah-kota Binokasih) Kerajaan Sunda. "Jadi kalau pada 26 April 2009 Sumedang telah dicanangkan

menjadi Puseur Budaya Sunda, sah-sah saja, tanpa menafikan bahwa kabupaten lain pun bisa menjadi Puseur Budaya Sun-da," ujar Nina Lubis di hadapan peserta semiloka kemarin di Gedung Negara.

"Namun jangan disebut Pu-seur Budaya Pasundan karena istilah 'Pasundan' menunjuk pad a wil!iyah geografis bukan pada etnis pendukung budaya," tandas Nina Lubis. la meman-dangjika Sumedang kukuh ingin menjadi pusat budaya Sunda masalahnya adalah bagaimana membuktikan bahwa Sumedang sekarang benar-beoor bisa men-jadi Puseur Budaya Sunda.

---Kliping

Humos

Unpod

2009

-

--"Caranya tidak lain adalah dengan melakukan revita-lisasi Sumedang, sehingga menjadi pusat budaya Sun-da," jelas Nina. Adapun stra-tegi revitalisasi Sumedang itu terdapat empat faktor yang menurut Nina Lubis perlu diperhatikan.

Referensi

Dokumen terkait