• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARYA-KARYA THEODORA SINAGA UNTUK PESTA PADUAN SUARA GEREJAWI (PESPARAWI).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KARYA-KARYA THEODORA SINAGA UNTUK PESTA PADUAN SUARA GEREJAWI (PESPARAWI)."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

KARYA-KARYA THEODORA SINAGA UNTUK PESTA

PADUAN SUARA GEREJAWI (PESPARAWI)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :

PARASIAN SITANGGANG

NIM 081222510070

JURUSAN SENDRATASIK

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

ABSTRAK

PARASIAN SITANGGANG. NIM. 081222510070. Karya-karya Theodora Sinaga untuk Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI). Medan: Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Medan, 2013.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dan lagu-lagu yang diciptakan oleh Theodora Singa untuk Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) baik dalam tingkat kabupaten, kota, Provinsi dan Nasional.

Penelitian ini berdasar kepada landasan teoretis yang menjelaskan pengertian dari karya, dasar penciptaan lagu, paduan suara, komposer, dan biografi yang mendukung dalam menjawab segala pertanyaan penelitian.

Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian menggunakan sampel lima buah karya dari Theodora Sinaga, dimana karya tersebut berdasarkan tingkat kabupaten, kota, Provinsi dan Nasional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, studi kepustakaan, kerja laboratorium dan dokumentasi yang dilakukan langsung terhadap Theodora Sinaga dalam karyanya untuk Pesta Paduan Suara Gerejawi (PEPARAWI) menjadi sampel dalam penelitian ini.

(7)

iv

(8)

BAB IV. HASIL PENELITIAN ... 32

A. Jenis-jenis dan proses Penciptaan Lagu Untuk Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) ... 33

1. Lagu “Kepuasan Hanya Didalam Dia” ... 33

a. Latarbelakang Lagu “Kepuasan Hanya Didalam Dia” ... 33

b. Bentuk-bentuk Lagu “Kepuasan Hanya Didalam Dia” ... 45

c. Pembawa Lagu “Kepuasan Hanya Didalam Dia” ... 52

2. Lagu “Tak Usah Kau Takut” ... 54

a. Latarbelakang “Lagu Tak Usah Kau Takut” ... 54

b. Bentuk-bentuk “Lagu Tak Usah Kau Takut” ... 66

3. Lagu Biarlah “Bibirku Mengucapkan Puji-pujan” ... 73

a. Latarbelakang Lagu “Biarlah Bibirku Mengucapkan Puji-pujian” ... 73

b. Bentuk-bentuk Lagu “Biarlah Mengucapkan Puji-pujian” .... 90

c. Pembawa Lagu “Biarlah Mengucapkan Puji-pujian” ... 98

4. Lagu “Puji Tuhan Haleluya” ... 100

a. Latarbelakang Lagu “Puji Tuhan Haleluya” ... 100

b. Latarbelakang Lagu “Puji Tuhan Haleluya” ... 120

c. Pembawa Lagu “Puji Tuhan Haleluya” di PESPARAWI ... 130

5. Lagu “Tuhan Kekutan dan Mazmurku” ... 132

a. Latarbelakang Lagu “Tuhan Kekuatan dan Mazmurku” ... 132

b. Bentuk-bentuk Lagu “Tuhan Kekuatan dan Mazmurku” ... 156

(9)

vi

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 4.1. Wawancara dengan Theodora Sinaga ... 34

Gambar 4.2. Wawancara dengan Derta Purba, M.Pd ... 53

Gambar 4.3. Wawancara dengan Theodora Sinaga ... 55

Gambar 4.4. Wawancara dengan Theodora Sinaga ... 73

Gambar 4.5. Wawancara dengan Hendra Lingga ... 99

Gambar 4.6. Wawancara dengan Theodora Sinaga ... 100

Gambar 4.7. Wawancara dengan Nominanda T.Sagala ... 131

Gambar 4.8. Clavinova yang digunakan untuk membuat melodi-melodi lagu ... 133

Gambar 4.9. Tanda merah adalah merupakan flasdisk, alat penyimpan yang dilakukan cara eksternal ... 133

Gambar 4.10. Sedang memainkan Interlude pada birama 45 ... 161

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Dokumentasi-dokumentasi penelitian ... 172

(11)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Disadari atau tidak, dalam kehidupan kita sehari hari banyak melibatkan

musik karena definisi paling mendasar dari musik itu sendiri adalah merupakan

bunyi yang teratur. Musik sendiri mempunyai banyak kegunaan dalam kehidupan

kita sehari – hari, mulai dari janin masih di dalam perut sampai saat kita menjadi

dewasa dan tua bisa memanfaatkan musik tersebut. Sehingga tidak heran bila

dunia musik selalu berkembang seiring dengan kebutuhan umat manusia.

Pengetahuan musik tidak mengenal batas. Semakin dalam kita mempelajari

musik, makin terasa masih sangat banyak masalah yang harus kita pelajari.

Musik adalah pernyataan isi hati manusia yang diungkapkan dalam bentuk bunyi

yang teratur dengan melodi dan ritme, serta mempunyai unsur harmoni yang

indah.

Dalam Kamus Musik Pono Banoe (2003:288):

Musik adalah cabang seni yang membahas dan menetapkan berbagai suara ke dalam pola-pola yang dapat di mengerti dan di pahami manusia. Musik dari kata muse, yaitu salah satu dewa dalam mitologi yunani kuno bagi cabang seni dan ilmu; dewa seni dan dewa ilmu pengetahuan.

Musik dapat dijadikan sebagai media penyampaian pesan, sedih atau

bahagia dapat mengekspresikannya dengan bermusik. Musik sebagai media

komunikasi dalam konteks penggunaannya (used). Sebagai contoh lagu

menidurkan anak atau yang disebut dengan dodoi, nandung. Fungsi musik dalam

(12)

2

konteks ini adalah sebagai media komunikasi untuk mengekspresikan kecintaan

orang tua dengan cara menghibur anaknya melalui nyanyian-nyanyian. Tentu

harapannya adalah anak mereka dapat tidur. Contoh lain dari hal serupa adalah

lagu-lagu tentang percintaan, yang selalu dipergunakan oleh sepasang kekasih

demi mengekspresikan perasaan mereka masing-masing dengan harapan dapat

memikat serta menjalin kasih sayang diantara mereka.

Suatu karya musik tidak boleh dipahami sebagai objek yang dengan

berbagai ciri khas bunyi-bunyi dan bentuk, melainkan yang penting adalah

hubungan antara musik dan manusia sebagai titik tolak, artinya musik

menimbulkan efek dan reaksi. Musik mempunyai nilai buat seseorang, musik

mempengaruhi kelakuan dan sikap.

Karya seni musik dapat menjadi media bagi komponis dalam

mengekspresikan rasa dan pikiran, maupun cita-cita, harapan dan ide. Bagaimana

motivasi awal membuat seorang komponis bekerja adalah dasar hasrat ekspresi

pribadi yang cermerlang, sehingga dalam memainkan sebuah karya musik,

seorang pemain harus mengerti dan memahami buah pikiran yang dituangkan

(13)

3

Sumatera Utara, bukan hanya sebagai komponis tetapi juga sebagai dosen seni

musik di salah satu universitas di Medan, yaitu Theodora Sinaga. Beliau dikenal

mampu menciptakan karya-karya dalam bentuk paduan suara. Karya-karya beliau

berbentuk lagu hymne, mars, grejawi dan lain sebagainya. Kebanyakan

karya-karya Theodora Sinaga dalam bentuk lagu gerejawi, seperti Tuhan kekuatan dan

Mazmurku, Haleluya Puji Tuhan, bentuk hymne seperti, Hymne UNIMED

(Universitas Negeri Medan).

Sering terjadi bahwa pesan dari karya musik tidak dapat sampai pada

pendengar. Hal ini terjadi karena kurangnya informasi mengenai musik, seperti

teknik bermain, sejarah, maupun ilmu bentuk musik. Salah satu cara untuk

mengenal karya dengan baik adalah dengan mengetahui biografi pencipta karya

tersebut, menganalisa lagu, serta mengumpulkan semua karya-karya pencipta

tersebut.

Pesta paduan suara (PESPARAWI) merupakan salah satu media untuk

dapat memperkenalkan karya-karya yang diciptakan dalam bentuk paduan suara.

Diharapkan dapat membantu dalam memainkan atau membawakan,

mengapresiasikan karya-karya paduan suara dengan cara diperlombakan dalam

ajang festival pesta paduan suara gerejawi (PESPARAWI). Oleh karena ini

penulis ingin mengangkat karya-karya Theodora Sinaga untuk pesta paduan suara

(14)

4

B. Identifikasi Masalah

Sesuai dengan latar belakang masalah di atas, maka masalah perlu

diidentifikasikan untuk menemukan rincian permasalahan agar langkah-langkah

yang diambil serta hasil yang di capai maksimal. Adapun identifikasi masalah

dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana proses penciptaan karya yang dilakukan oleh Theodora Sinaga

untuk pesta paduan suara gerejawi (PESPARAWI) ?

2. Siapakah Theodora Sinaga sebagai komponis paduan suara di Sumatera

Utara?

3. Apa saja karya-karya Theodora Sinaga untuk pesta paduan suara gerejawi

(PESPARAWI)?

4. Bagaimana ciri khas karya-karya Theodora Sinaga untuk pesta paduan

suara gerejawi (PESPARAWI)?

5. Bagaimana bentuk-bentuk karya-karya Theodora Sinaga untuk pesta

paduan suara gerejawi (PESPARAWI)?

6. Bagaimana gaya/karakteristik karya-karya dari Theodora Sinaga?

(15)

5

C. Pembatasan Masalah

Untuk mempermudah penelitian maka penulis perlu membatasi masalah.

pembatasan masalah bertujuan untuk mempersempit ruang lingkup permasalahan

agar topik yang akan dibahas menjadi terfokus, dan menjaga agar

permasalahannya tidak melebar. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti

membuat batasan masalah penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana proses penciptaan karya yang dilakukan oleh Theodora Sinaga

untuk pesta paduan suara gerejawi (PESPARAWI)?

2. Siapakah Theodora Sinaga sebagai komponis paduan suara di Sumatera

Utara?

3. Apa saja karya-karya Theodora Sinaga untuk pesta paduan suara gerejawi

(PESPARAWI)?

4. Bagaimana bentuk karya-karya Theodora Sinaga untuk pesta paduan

suara gerejawi (PESPARAWI)?

5. Bagimana gaya/karakteristik karya-karya dari Theodora Singa?

D. Perumusan Masalah

Burhan Bungin (2007:268) menyatakan bahwa:

“Perumusan masalah merupakan keseluruhan dan luas masalah yang dicakup dalam penulisan ilmiah dan perlu juga dikemukakan persoalan secara menyeluruh yang ada hubungannya dengan permasalahan yang lebih luas”

Setelah masalah didentifikasi dipilih, maka perlu dirumuskan. Perumusan ini

(16)

6

penulis merumuskan masalah yaitu bagaimana bentuk karya-karya Theodora

Sinaga yang diciptakan untuk pesta paduan suara gerejawi (PESPARAWI)?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam

penelitian. Setiap penelitian akan tertuju kepada tujuan tertentu. Berhasil atau

tidaknya suatu penelitian yang dilakukan dapat dilihat dari tercapai atau tidaknya

tujuan penelitian. Sesuai dengan rumusan masalah maka tujuan yang ingin dicapai

dalam penelitian ini yaitu:

1. Mendeskripsikan proses penciptaan karya yang dilakukan oleh Theodora

Sinaga untuk pesta paduan suara gerejawi (PESPARAWI)

2. Untuk mengenal Theodora Sinaga sebagai komponis paduan suara di

Sumatera Utara

3. Untuk mengetahui karya-karya Theodora Sinaga untuk pesta paduan suara

gerejawi (PESPARAWI)

4. Untuk mengetahui bentuk karya-karya Theodora Sinaga untuk pesta

(17)

7

F. Manfaat Penelitian

Beberapa manfaat penelitian yang diambil dari kegiatan penelitian ini yaitu:

1. Menambah informasi atau masukan bagi pembaca dalam menciptakan

sebuah karya

2. Sebagai bahan acuan, referensi atau perbandingan dalam penelitian

lanjutan yang relavan

3. Sebagai motivasi bagi setiap pembaca khususnya bagi yang dapat

(18)

168

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan oleh peneliti di BAB

IV, tentang Karya-karya Theodora Sinaga Untuk Pesta Paduan Suara Gerejawi

(PESPARAWI), maka peneliti menarik kesimpulan, yaitu:

1. Memiliki latarbelakang pendidikan musik secara nonformal dan formal.

Nonformal didapat dari orang tua dan formal didapat dari perguruan tinggi.

2. Pada tahun 1993 Theodora Sinaga mulai menciptakan lagu Pesta Paduan

Suara Gerejawi (PESPARAWI), baik untuk lagu wajib maupun lagu

pilihan dan beliau masih aktif menciptakan lagu sampai sekarang.

3. Segala lagu-lagu ciptaan Theodora Sinaga untuk Pesta Paduan Suara

Gerejawi (PESPARAWI) tidak pernah lepas dari campur tangan Tuhan.

Tuhan lebih dari inspirasi.

4. Memiliki struktur ciptaan lagu yang hampir sama dengan hasil ciptaan

(19)

169

6. Lagu-lagu hasil ciptaan Theodora Sinaga untuk Pesta Paduan Suara

Gerejawi (PESPARAWI) dibawakan dalam tingkat Kabupaten, Kota,

Daerah, Provinsi dan Nasional.

B. SARAN

Berdasarkan kesimpulan-kesimpulan yang telah dipaparkan diatas, maka

dengan ini peulis memberikan saran sebagai berikut:

1. Hendaknya lagu-lagu yang diciptakan untuk PESPARAWI dipublikasikan

kemasyarakat, agar karya itu dapat lebih dikenal oleh banyak orang.

2. Setiap karya merupakan hasil buah pikiran sendiri, hendaknya karya

tersebut didaftarkan kepada lembaga yang menaungi hasil karya/cipta, agar

tidak terjadi plagiat atau mencuri hasil karya/cipta orang lain.

C. PENUTUP

Penulis sadar bahwa masih banyak kekurangan yang ada dalam penulisan

skripsi ini tetapi karena motivasi dan arahan dari segala pihak, semoga skripsi ini

menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi para pembaca. Penulis mengucapkan

terimakasih dan mengharapkan kritik dan saran yang membangun, agar skripsi ini

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Amodjo, Subronto. 2008. Panduan Praktis Memimpin Paduan Suara. Jakarta.

Gunung Mulia.

Balai Pustaka. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Departemen Pendidikan

dan Kebudayaan. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Jakarta.

Banoe, Pono. 2003. Kamus Musik. Jakarta: CV.Baru

Binanto, Iwan. 2010. Multemedia Digital Dasar Teori + Pengembangannya.

Yogyakarta.

Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif. Jakarta : Kencana.

Febi, Emma. 2010. Metode Pengajaran Teknik Bernyanyi Dalam

Menginterpretasikan Lagu ’Bagaimana Mungkin’. Skripsi.UNIMED.

Kennedy, Michael . 2007. "Classical", The Oxford Concise Dictionary of Music, (Oxford, 2007), Oxford Reference Online

Lavinci, Antoni. 2012. karya-karya yosefh Tatarang Sebagai Arangger

Acapella di Sumatera Utara. Skripsi. UNIMED

Lincoln, Yvonna S. Dan Guba, Egon G. 1985. Naturalistic Inquiry. Baverly Hills: Sage Publications

Maryaeni. 2005. Metode Penelitian Kebudayaan, Jakarta: Bumi Aksara.

(21)

270

Rawlins, Robert. 2005. How to play from a real book, Leonard Corporation.

Rhoderick. 2008. Sejarah musik: Musik 1760 sampai dengan akhir abad

20.Jakarta.Gunung mulia

Sagala. Naomi.T 2008 “Keberadaan Paduan Suara Solfegio Jurusan

Sendratasik Program Studi Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas Negeri Medan”. Skripsi. Medan: Universitas Negeri Medan

Schindler. A (1980). Listening To Music. New York: Holt. Rinehart and

Wiston.

Sigit. 2006. Apresiasi Seni: Seni Tari & Seni Musik 3: SMA Kelas XII.

Yudhistira Ghalia Indonesia.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.

ALFABETA

Sunaryo. 2006. Kursus Mencipta Lagu Pop. Jakarta: Bina Musik Remaja

Simanukalit, Noertier. 2008. Teknik Vokal. Gramedia Pustaka Utama.

Tambayong, Jupi. 1992. Ensiklopedia Musik. Jakarta: PT. Cipta Adi Pustaka

Trianto, Agus. 2006. Pembahasan Tuntas Kompetensi Bahasa Indonesia.

Penerbit Erlanga

http://www.artikata.com/arti-333138-karya.html

http://www.gudangmateri.com/2010/04/definisi-biografi.html

Gambar

Gambar 4.1. Wawancara dengan Theodora Sinaga  ......................................  34

Referensi

Dokumen terkait