• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN MANAJEMEN KESEHATAN MENSTRUASI SANTRI PUTRI DI MA NASYRUL ULUM BAGANDAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENDIDIKAN MANAJEMEN KESEHATAN MENSTRUASI SANTRI PUTRI DI MA NASYRUL ULUM BAGANDAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Rusady, dkk. Pendidikan Menstruasi Santriwati

Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (SENIAS) 2020 – Universitas Islam Madura 161

PENDIDIKAN MANAJEMEN KESEHATAN MENSTRUASI

SANTRI PUTRI DI MA NASYRUL ULUM BAGANDAN

Yulia Paramita Rusady1, Emi Yunita2 Universitas Islam Madura

yuliayayan@gmail.com

ABSTRAK

Masa remaja adalah masa dimana remaja mengalami masa pubertas dan pematangan seksual dengan cepat karena perubahan hormonal yang mempercepat pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun sekunder (Sharma, 2013). Menstruasi merupakan indikator kematangan seksual pada remaja putri. Keluhan gangguan menstruasi pada remaja dan praktik higienis selama menstruasi yang salah dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang tidak diinginkan seperti penyakit radang panggul dan bahkan infertilitas. Pengetahuan yang kurang tentang menstruasi juga disebabkan oleh usia remaja, pendidikan ibu, dan keterpaparan informasi. Peran ibu sangat penting dalam pemberian informasi. Ibu adalah sumber informasi pertama tentang menstruasi, sehingga terhindar dari pemahaman yang salah mengenai kebersihan menstruasi dan kesehatan reproduksi. Namun hal tersebut sulit dilakukan mengingat para remaja/santri tinggal di lingkungan pondok pesantren. Dari 40 orang siswa didapatkan nilairata-rata pre test sebesar 65% menunjukkan tingkat pemahaman peserta kegiatan sedang tentang manajemen kesehatan menstruasi. Setelah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan pemecahan masalah, tingkat pemahaman peserta tentang manajemen kesehatan menstruasi menjadi meningkat. Hal ini ditunjukan dengan nilai rata-rata setelah dilakukan post test adalah 90 (ada peningkatan sebesar 25%.Sebaiknya para santri putri lebih meningkatkan personal hygiene ketika terjadi menstruasi melalui manajemen kesehatan menstruasi kesehatan reproduksi yang telah dipaparkan saat penyuluhan. Kiranya juga perlu dilakukan pemantauan secara berkala untuk mengetahui tingkat perubahan pola hidup bersih dan sehat di MA Nasyrul Ulum Bagandan Pamekasan

(2)

Rusady, dkk. Pendidikan Menstruasi Santriwati

1. PENDAHULUAN

Masa remaja adalah proses perkembangan antara masa anak dengan masa dewasa (Potter & Perry, 2009).Masa remaja adalah masa dimana remaja mengalami masa pubertas dan pematangan seksual dengan cepat karena perubahan hormonal yang mempercepat pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun sekunder (Sharma, 2013). Menstruasi merupakan indikator kematangan seksual pada remaja putri. Menstruasi dihubungkan dengan beberapa kesalahpahaman praktek kebersihan diri selama menstruasi yang dapat merugikan kesehatan bagi remaja (Dasgupta, 2008).

Keluhan gangguan menstruasi pada remaja dan praktik higienis selama menstruasi yang salah dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang tidak diinginkan seperti penyakit radang panggul dan bahkan infertilitas (El-Ganiya , 2005; Sharma, 2013). Studi tentang kebersihan menstruasi pada perempuan dan remaja putri di Mesir ditemukan bahwa di antara perempuan yang pernah menikah 15,3% menggunakan pembalut sekali pakai, 42,1% menggunakan kapas, dan 39,4% menggunakan kembali kain sebagai penyerap setelah mencucinya. Sebaliknya, 25,2% dari perempuan yang belum menikah menggunakan pembalut sebesar 50,5% dan 21% menggunakan kembali kain penyerap yang dicuci. Hanya 3,2% dari kedua kelompok perempuan tersebut yang menggunakan potongan kain dan dibuang setelah digunakan (El-Ganiya, 2005).

Pengetahuan yang kurang tentang menstruasi juga disebabkan oleh usia remaja, pendidikan ibu, dan keterpaparan informasi. Peran ibu sangat penting dalam pemberian informasi. Ibu adalah sumber informasi pertama tentang menstruasi, sehingga terhindar dari pemahaman yang salah mengenai kebersihan menstruasi dan kesehatan reproduksi. Namun hal tersebut sulit dilakukan mengingat para remaja/santri tinggal di lingkungan pondok pesantren.

Remaja perlu diberikan informasi yang baik dan positif melalui tenaga kesehatan, orangtua, teman sebaya, guru sekolah. Keyakinan dan kepercayaan bahwa menstruasi itu kotor atau tidak bersih berdampak pada

praktik manajemen kesehatan menstruasi yang tidak didukung dengan fasilitas air, sanitasi, dan kebersihan di sekolah. Berdasarkan studi pendahuluan hampir semua santri putri mengatakan mereka harus menyuci sampah pembalut sebelum dibuang, akan tetapi sebagian besar pondok pesantren tidak menyediakan air yang cukup atau tempat tersendiri untuk praktik MKM tersebut. Terlebih lagi, hanya sedikit pondok/sekolah yang menyediakan tempat sampah untuk membuang pembalut di dalam toilet, dan remaja putri merasa malu saat membuang sampah pembalut.

Dari uraian di atas, permasalahan tentang manajemen menstruasi perlu mendapat perhatian lebih, mengingat dampak yang dihasilkan minimnya perilaku hidup bersih dapat berpengaruh pada kehidupan individu itu sendiri di masa datang. Untuk itu, perlu dilakukan upaya promotif guna mengubah pemahaman dan pola piker mereka tentang Manjemen Kesehatan Menstruasi dengan memberikan pendidikan kesehatan.

METODE PENGABDIAN

Metode kegiatan yang dilakukan adalah Pemberian Pendidikan Kesehatan Serta Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja dalam upaya Manajemen Kesehatan Menstruasi melalui ceramah, tanya jawab (diskusi), dan tayangan video. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui langkah-langkah berikut ini:

1.1 Waktu dan Tempat Pengabdian

Waktu kegiatan tanggal 01 Oktober2019. Tempat kegiatan di MA Nasyrul Ulum Bagandan Kecamatan Pamekasan

1.2 Metode dan RancanganPengabdian

Tahapan Awal

Mensurvei lokasi dan mengurus surat perijinan untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di MA Nasyrul Ulum Bagandan Kecamatan Pamekasan. Kemudian selanjut- nya tim dosen membuat dan menyebarkan undangan ke pihak sekolah dan berkolaborasi dengan pihak sekolah dalam mempersiapkan ruangan, alat dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan tersebut.

(3)

Dianing Eka Puspitasari. Analisis Protein Target Senyawa Alami Anti Aging Flavan-3-ol

Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (SENIAS) 2020 – Universitas Islam Madura 163

Tahapan Pelaksanaan

Kegiatan pengabdian ini diawali dengan memberikan pretest terlebih dahulu untuk mengukur pengetahuan dan kemampuan siswa dalam manajemen kesehatan menstruasi. Kemudiandilakukan pemberian pendidikan kesehatan melalui ceramah, tanya jawab (diskusi), penayangan flm (video). Peserta juga mendapatkan leaflet tentang manajemen kesehatan menstruasi. Sehingga, seluruh peserta/siswa dapat mempelajarinya kembali dan dapat digunakan sebagai panduan dalam menerapkan perilaku saat terjadi menstruasi.

Tahapan Monitoring dan Evaluasi Tahapan evaluasi dalam pengabdian ini dilakukan dengan pemberian :

a. pretest, yang dilakukan melalui pem- berian soal pretest mengenai pengetahuan santri putri tentang manajemen menstruasi yang dilaksanakan sebelum kegiatan penyuluhan dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengukurpengetahuan serta kemampuan awal yang dimiliki para siswa saat ini.

b. Post test, yang dilakukan melalui pemberian questioner (soal) kembali mengenai manajemen kesehatan menstruasi yang dilaksanakan setelah kegiatan penyuluhandilakukan. Selain itu, Tim dosen mempersiapkan dan memberikan doorprize kepada peserta yang dapat menjawab kuis.

1.3 Pengambilan Sampel

Sampel dalam pengabdian ini adalah santri putrikelas X dan XI yang bersekolah di MA Nasyrul Ulum Bagandan Kabupaten Pamekasan yakni sejumlah 40orang dengan pengambilan sampel menggunakan Total Sampling.

2. HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan pengabdian masyarakat pada santri putri di MA Nasyrul Ulum Bagandan Pamekasan, dilaksanakan pada tanggal 01 Oktober 2019. Dari 40 orang siswa yang hadir didapatkan nilai rata-rata pre testdan post testpada tabel berikut:

Tabel 1. Rata-rata nilai pre test dan post

testpengetahuan siswa di MA Nasyrul Ulum Kelas Pre Test Post Test Kenaikan

Nilai (%) X (20 siswa) 60 80 20 XI (20 siswa) 70 100 30 40 siswa 65 90 25

Dari 40 orang siswadidapatkan nilairata-rata pre test sebesar 65%menunjukkan tingkat pemahaman peserta kegiatan sedang tentang manajemen kesehatan menstruasi. Setelah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan pemecahan masalah, tingkat pemahaman peserta tentang manajemen kesehatan menstruasi menjadi meningkat. Hal ini ditunjukan dengan nilai rata-rata setelah dilakukan post test adalah 90 (ada peningkatan sebesar 25%).

Pada saat pelaksanaan kegiatan pengabdian, para siswa memberikan respon yang baik. Hal ini terlihat dari antusiasme mereka dalam mengajukan pertanyaan diskusi. Masalah manajemen kesehatan menstruasi menurut sebagian dari santri putri ini adalah hal yang awam. Hal itu dilatarbelakangi oleh budaya, dan pengalaman mereka masing-masing. Sehingga adanya tim dosen dari institusi pendidikan kebidanan sangat membantu mereka dalam memecahan permasalahan yang dihadapi.

Berdasarkan diskusi saat kegiatan berlangsung, para peserta banyak yang menanyakan cara menjaga personal hygiene selama menstruasi. Selain itu mereka menganggap cebok setelah buang air sudah cukup untuk menjaga kesehatan organ reproduksi mereka, dan sebagainya. Berdasarkan pengamatan setelah mengikuti kegiataan pengabdian ini terlihat dari beberapa peserta yang mulai menerapkan cara menjaga organ reproduksi yang sehat, meskipun belum maksimal.

Jika melihat hasil post test, kemampuan menyelesaikan masalah pada tingkat kelompok serta usaha untuk mempraktekan pengetahuan yang didapat, maka dampak yang diharapkan dari kegiatan pengabdian masyarakat pada santri putri di MA Nasyrul Ulum Bagandan ini akan mudah terwujud. Dampak yang

(4)

Dianing Eka Puspitasari. Analisis Protein Target Senyawa Alami Anti Aging Flavan-3-ol

diharapkan adalah para peserta dapat menerapkan manajemen kesehatan menstruasi yang benar untuk meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan mereka. Selain itu juga setelah mengikuti kegiatan ini mereka akan menjadi konselor sebaya atau peer teaching dengan membagi informasi yang yang diperolehnya kepada teman sebaya lainnya baik itu adik kelasnya ataupun saudaranya di rumah

Kegiatan Penyuluhan Kesehatan ini secara umum dapat berlangsung cukup baik, karena adanya faktor-faktor pendukung terhadap kegiatan tersebut di antaranya :

a. Rasa keingintahuan, antusiasme dan partisipasi aktif dari santri putri penyuluhan, hal tersebut dikarenakan materi ini tidak mereka dapatkan dalam kegiatan belajar di pesantren dan merekapun masih tabu dalam hal penanganan manjemen kesehatan menstruasi. Berbagai metode yang digunakan dalam penyuluhan ini berhasil tidak membuat peserta jenuh karena selain ceramah dan tanya jawab, juga dilakukan pemutaran video proses menstruasi.

b. Pihak sekolah yang sangat kooperatif dan mensupport kegiatan ini dari awal hingga akhir kegiatan

c. Sarana prasarana yang mendukung terselenggeranya kegiatan ini, seperti ruangan,LCD dan media lainnya.

3. SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Dari 40 orang siswa didapatkan nilairata-rata pre test sebesar 65% menunjukkan tingkat pemahaman peserta kegiatan sedang tentang manajemen kesehatan menstruasi. Setelah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan pemecahan masalah, tingkat pemahaman peserta tentang manajemen kesehatan menstruasi menjadi meningkat. Hal ini ditunjukan dengan nilai rata-rata setelah dilakukan post test adalah 90 (ada peningkatan sebesar 25%.

Saran

Sebaiknya para santri putri lebih meningkatkan personal hygiene ketika terjadi menstruasi melalui manajemen kesehatan menstruasi kesehatan reproduksi yang telah dipaparkan saat penyuluhan. Kiranya juga perlu dilakukan pemantauan secara berkala untuk mengetahui tingkat perubahan pola hidup bersih dan sehat di MA Nasyrul Ulum Bagandan Pamekasanbaik oleh tim dosen pengmas maupun oleh tenaga kesehatan setempat agar terdeteksi gangguan masalah reproduksi pada remaja, sehingga pada akhirnya diperoleh generasi muda penerus bangsa yang berkualitas.

4. UCAPAN TERIMA KASIH

1. Para Pengasuh PP. Nasyrul Ulum Bagandan

2. Kepala Sekolah MA Nasyrul Ulum Bagandan Pamekasan.

3. Universitas Islam Madura yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan pengabdian ini

4. LPPM Universitas Islam Madura yang telah memberikan fasilitas dan kemudahan terhadap kegiatan pengabdian ini

5. Tim Dosen PengMas Prodi Kebidanan

Universitas Islam Madura yang telah membantu selama proses pengabdian berlangsung.

.

5. DAFTAR PUSTAKA

Cahyati, W.H. (2011). Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Di

Desa Margosari Kecamatan

Limbangankabupaten Kendal.

ABDIMAS Vol. 15 No. 2

Kusmiran. E. (2011). Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika. Maryati, dlkk. (2012). Pemberdayaan remaja

dalam optimalisasi kesehatan Reproduksi remaja di desa sukamandi dan cicadas Kecamatan sagalaherang kabupaten subang. Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk

(5)

Dianing Eka Puspitasari. Analisis Protein Target Senyawa Alami Anti Aging Flavan-3-ol

Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (SENIAS) 2020 – Universitas Islam Madura 165

Masyarakat Vol. 1, No. 1, Mei 2012: 14 – 19

Ratna, D.P. (2010). Pentingnya Menjaga Organ Kewanitaan, Jakarta: Indeks Media. UNICEF. (2015). Menstrual Hygiene

Management in Indonesia:

Understanding Practices, Determinants and Impacts among Adolescents School Girls. Melbourne: Burnet Institute. Yusuf, S. 2012. Psikologi Perkembangan Anak

dan Remaja. Bandung: Remaja

Referensi

Dokumen terkait

Banyak manfaat yang bisa dipetik dari musyawarah, namun yang paling penting adalah menghormati dan mentaati keputusan yang diambil atas dasar musyawarah, dengan

Status tingkat pencemaran air di bagian hulu Sungai Belik ditinjau dari parameter pH, TSS, TDS, BOD, deterjen, nitrat, dan fosfat yaitu berstatus tercemar ringan. Penyebab

Warga Kota Semarang yang memiliki kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin dan/atau tidak mampu Kota Semarang (Jamkesmaskot) atau SKM atau SKTM dari Kepala Kelurahan setempat,

Dari penelitian terdahulu dapat dilihat bahwa penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue di beberapa kota di Indonesia beragam. Pada pengabdian masyarakat di sini,

Ketentuan yang terdapat dalam Pasal 6 Undang-UndangNomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, bahwa peraturan perundang-undangan materi

Para pengabdi membahas permasalahan pengelolaan keuangan pada para pelaku usaha mikro dan mendapatkan kesimpulan bahwa rata – rata para pelaku usaha mikro tidak

kuas untuk menambahkan bentuk-bentuk warna yang kita inginkan. Karena pada saat pertama kali melakukan sapuan kuas, kita tidak tahu persis secara detail, apa

Dalam penelitian ini, abdi dalem mengabdi pada keraton tidak untuk mendapatkan uang karena abdi dalem sudah sangat memahami bahwa dirinya harus memiliki pekerjaan untuk