ENGLISH SPEECH CONTEST
Topic : Women’s Rights and Emancipation Title : Kartini Day and Women’s Emancipation
Grade : SD/MI/SMP/MTs
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Honorable the headmaster of SD…
Honorable my teachers
Dear my friends…
First of all, let us praise to the Almighty Allah SWT, because of His Blessing we are able to attend this English speech contest. Secondly, may peace be upon the prophet Muhammad Saw who has guided us from the darkness into the brightness.
In this good opportunity, I would like to say many thanks to my teachers who have given me chance to deliver an English speech in front of you all.
Brothers and Sisters…
On this occasion, I would like to deliver an English speech under the title: “Kartini Day and Women’s Emancipation”.
We all know… every year, on 21st April (on the twenty first of April), Indonesian people always celebrate Kartini Day. This celebration is to appreciate the
contribution of R.A. Kartini in improving the life of Indonesian women. Kartini Day also reminds us that Indonesian women should get equality in education,
achievement and social life. Kartini has inspired us in supporting the wowen’s emancipation.
Brothers and Sisters…
In the past, Indonesian women had a very low social status. They could not attend school to get education. Indonesian women were not able to reach good position in social life. They did not have the same rights as men obtained.
This condition made R.A. Kartini concerned. She tried to change it. She wanted Indonesian women to have higher education and better social status. Kartini expressed her ideas and opinion in letters and then sent them to her close friend, Rosa Abendanon. Kartini’s letters were mainly about her views on the condition of native Indonesian women. Another way of Kartini’s struggle was she established free school for women. She thought that to improve the women’s life, they might have a higher education.
My friends…
The letters from RA Kartini to Rosa Abendanon were compiled and published into a book entitled : “Door Duisternis tot Licht” or known as “Out of Dark Comes Light”. In Indonesian, we call it as Habis Gelap Terbitlah Terang.
Kartini’s letters indicated that she struggled to change the low status of women. She inspired Indonesian women to get education and a better life. In other words, she supported women’s emancipation. That is why, to appreciate Kartini’s ideas for the women’s movement, in 1964, President Sukarno declared Kartini's birth date, 21st April, as 'Kartini Day' - an Indonesian National Holiday which we celebrate it
each year until now.
Brothers and Sisters…
We always celebrate Kartini Day every year. The question is, what should we do in celebrating it?
In my opinion, celebrating Kartini Day does not only mean we must wear traditional clothes. The most important thing is we are reminded about her struggle against discrimination towards women. Kartini Day also means that we cannot take for granted the idea of men and women equality. There are, however, natural
differences between women and men. Kartini’s ideas should become the inspiration for women to get equal rights as men obtained, in education, achievement and social status.
Nowdays, we can find many successful women in our country. There are many Indonesian women who have amazing achievements in the field of business,
economics, education, government officials, and other professions. We can also find Indonesian women who have become regency chiefs, governors, ministers, even president of Indonesia. It indicates that Indonesian women have reached better social status and they have participated in women’s emancipation.
My teachers…
Brothers, Sisters and all the Audiences…
I think that’s all my speech. I hope it will be useful for us, and I apologize if there are mistakes in my speech.
Finally, I would like to say: “Happy Kartini Day…! Long Live Indonesia, Long Live Indonesian Women…!!” Hopefully Indonesian women will always be successful in education, achievement and social life.
Thank your very much for your attention.
Terjemahan dalam Bahasa Indonesia:
Yang terhormat Kepala SD…
Yang terhormat Bapak/Ibu Guruku
Teman-temanku…
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah Yang Maha Agung, karena atas ridha-Nya kita bisa menghadiri lomba pidato Bahasa Inggris ini. Kedua, semoga shalawat tercurah pada Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita dari kegelapan menuju kecerahan.
Pada kesempatan yang bagus ini, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada guru-guru yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk
menyampaikan pidato Bahasa Inggris di depan Anda semua.
Teman-teman…
Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan sebuah pidato Bahasa Inggris dengan judul: “Hari Kartini dan Emansipasi Perempuan (Wanita)”
Kita semua tahu… setiap tahun, pada tanggal 21 April, rakyat Indonesia selalu merayakan Hari Kartini. Perayaan ini untuk menghargai RA Kartini dalam
memperbaiki kehidupan perempuan Indonesia. Hari Kartini juga mengingatkan kita bahwa perempuan Indonesia seharusnya mendapatkan persamaan dalam hal pendidikan, prestasi dan kehidupan sosial. Kartini telah memberikan inspirasi pada kita dalam mendorong emansipasi perempuan.
Teman-teman…
Pada masa lalu, perempuan Indonesia berada pada level status social yang sangat rendah. Mereka tidak bisa bersekolah untuk mendapatkan pendidikan. Perempuan Indonesia tidak dapat meraih posisi bagus dalam kehidupan sosial. Mereka tidak memiliki hak yang sama dibandingkan dengan laki-laki.
Kondisi ini membuat RA Kartini prihatin. Dia berusaha mengubahnya. Dia ingin perempuan Indonesia memperoleh pendidikan yang lebih tinggi dan status sosial yang lebih baik. Kartini mengungkapkan ide dan pendapatnya ke dalam surat, dan kemudian mengirimkannya ke teman dekatnya, Rosa Abendanon. Surat-surat Kartini intinya adalah tentang pandangannya terhadap kondisi perempuan asli Indonesia. Cara lain perjuangan Kartini adalah mendirikan sekolah gratis untuk perempuan Indonesia. Dia berpendapat bahwa untuk memperbaiki kehidupan perempuan, mereka harus mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.
Bapak/Ibu guruku…
Surat-surat dari RA Kartini kepada Rosa Abendanon kemudian dikumpulkan dan diterbitkan ke dalam sebuah buku yang berjudul: “Door Duisternis tot Licht” atau yang dikenal dengan nama “Out of Dark Comes Light”. Dalam Bahasa Indonesia, kita menyebutnya sebagai: Habis Gelap Terbitlah Terang.
Surat-surat Kartini menandakan bahwa dia berjuang untuk mengubah rendahnya status perempuan. Dia memberikan inspirasi kepada perempuan Indonesia untuk mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang lebih baik. Dengan kata lain, dia mendorong emansipasi perempuan. Itulah sebabnya, untuk menghargai ide-ide Kartini dalam pergerakan perempuan, pada tahun 1964, Presiden Soekarno menyatakan hari lahirnya Kartini, 21 April, sebagai ‘Hari Kartini’, -- hari libur nasional, yang kita rayakan setiap tahun sampai sekarang.
Teman-teman…
Kita selalu merayakan Hari Kartini setiap tahun. Pertanyaannya adalah apa yang seharusnya kita lakukan ketika merayakannya?
Pendapat saya, merayakan Hari Kartini bukan hanya berarti kita harus memakai pakaian tradisional. Hal yang paling penting adalah kita diingatkan tentang
perjuangannya melawan diskriminasi terhadap perempuan. Hari Kartini juga berarti kita tidak boleh asal terima saja ide persamaan perempuan dan laki-laki.
Bagaimanapun, ada perbedaan alamiah antara perempuan dan laki-laki. Ide-ide Kartini seharusnya menjadi inspirasi buat perempuan untuk mendapatkan kesamaan hak dalam pendidikan, prestasi dan status sosial.
Dewasa ini, kita bisa menemukan banyak perempuan sukses di Negara kita. Banyak perempuan Indonesia yang memperoleh prestasi mengagumkan di bidang bisnis, ekonomi, pendidikan, instansi pemerintah dan profesi lainnya. Kita juga bisa menemukan perempuan Indonesia yang telah menjadi bupati, gubernur, menteri, bahkan jadi Presiden Indonesia. Hal tersebut menandakan bahwa perempuan Indonesia telah mencapai status social yang lebih baik dan mereka telah berpartisipasi dalam emansipasi perempuan.
Bapak/Ibu Guruku…
Teman-teman dan semua yang hadir…
Demikianlah pidato saya. Saya berharap pidato saya tersebut berguna bagi kita, dan saya memohon maaf jika ada kesalahan dalam pidato saya.
Akhirnya, saya ucapkan: “Selamat Hari Kartini…! Hidup Indonesia, Hidup Perempuan Indonesia…!!”