Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Brawijaya 5015
Studi Perbandingan Proses Bisnis Dengan Hasil Implementasi Sistem
(Studi Kasus: KB & TK Permata Iman)
Firnanda Iftitah Dewi Antono1, Satrio Agung Wicaksono2, Aryo Pinandito3
Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Email: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
Abstrak
KB & TK Permata Iman memiliki beberapa proses bisnis utama salah satunya adalah evaluasi pembelajaran semester. Hasil analisis proses bisnis telah digambarkan pada diagram Business Process Model and Notation (BPMN) dan diestimasi waktu eksekusi masing-masing task dengan menggunakan simulasi. Analisis proses bisnis yang dihasilkan mampu memberikan rekomendasi proses bisnis agar dapat meningkatkan efisiensi dalam proses evaluasi pembelajaran semester. Hasil estimasi waktu task
yang dihasilkan memiliki kekurangan yaitu waktu yang dihasilkan memiliki kemungkinan ketidaksesuaian dengan kondisi yang sebenarnya. Maka dari itu diperlukannya suatu pengujian untuk dapat melihat seberapa akurat waktu pada hasil rekomendasi proses bisnis dengan waktu pengujian pada hasil implementasi. Dibutuhkan implementasi sistem untuk dapat mengimplementasikan task yang ada pada rekomendasi proses bisnis. Sistem yang dibangun menggunakan metode waterfall dengan pendekatan object-oriented. Sistem yang dibangun diujikan kepada pengguna untuk melihat waktu yang diperlukan pengguna untuk mengakses sistem. Hasil dari pengujian waktu oleh pengguna dibandingkan dengan hasil estimasi waktu task.
Kata kunci: bisnis proses, waterfall, pendekatan berorientasi objek
Abstract
KB & TK Permata Iman has several main business processes, one of them is evaluation of semester learning. Business process analysis result has been described in the Business Process Model and Notation (BPMN) diagram and the execution time of each task is estimated using simulation. The result of business process analysis can give business process recommendation in order to improve efficiency in evaluation of semester learning process. The estimated time of the task has a weakness, that generated time has the possibility of nonconformity with the actual condition. Hence the need for a test to be able to see how accurate the time from the result of business process recommendation with the test time on the implementation results. It needs a system implementation to be able to implement existing tasks on business process recommendation. The system is built using waterfall method with object-oriented approach. The built system is tested to the user to see how much time takes the user to access the system. The result of the user's time test is compared with the estimated time of the task.
Keywords: business process, waterfall, object-oriented approach
1. PENDAHULUAN
Pada penelitian Arimurti (2017) dilakukan analisis proses bisnis pada KB & TK Permata Iman. KB & TK Permata Iman memiliki beberapa proses bisnis utama salah satunya adalah proses evaluasi pembelajaran semester. Hasil analisis proses bisnis digambarkan menggunakan diagram Business Process Model Notation (BPMN), diestimasi waktu masing-masing task dan kemudian dilakukan proses
streamlining menggunakan 12 tools
streamlining pada Business Process Improvement (BPI). Analisis proses bisnis mampu memberikan rekomendasi proses bisnis agar meningkatkan efisiensi dalam proses evaluasi pembelajaran semester.
Task rekomendasi proses bisnis yang telah dijabarkan pada penelitian Arimurti (2017) kemudian diimplementasi menggunakan metodologi waterfall dan pendekatan object-oriented. Pemilihan metodologi waterfall
dilakukan karena kebutuhan sistem sudah tetap. Pendekatan object-oriented digunakan untuk mendukung proses pengembangan sistem. Ketika implementasi selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan waktu ketika pengguna mengakses sistem. Pengguna harus tampil lebih baik ketika mereka sebelumnya pernah mengalami interface
yang serupa (Az-Zahra, Pinandito & Tolle, 2015). Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat ketidaksesuaian antara waktu estimasi task pada rekomendasi proses bisnis dengan waktu pada hasil implementasi. Apabila terdapat perbedaan waktu, maka terdapat faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan waktu. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis hasil pengujian untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan waktu.
2. LANDADASAN TEORI
2.1. The Waterfall Model
The waterfall model merupakan contoh dari proses plan-driven, dimana dilakukan perencanaan dan penjadwalan dari semua proses yang dilakukan sebelum memulai pekerjaan (Sommerville, 2011). Langkah-langkah yang dilakukan pada the waterfall model digambarkan dalam Gambar 1.
Gambar 1. Alur pada the waterfall model (Bassil, 2012)
3. METODOLOGI PENELITIAN
Langkah-langkah yang dilakukan pada penelitian ini digambarkan dalam Gambar 2.
Gambar 2. Diagram alur penelitian
3.1. Studi Literatur
Studi literatur dilakukan untuk memahami penelitian atau jurnal-jurnal yang sejenis. Sumber yang didapat akan membantu dan dijadikan acuan selama proses penelitian.
3.2. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan untuk mendapatkan data yang berguna selama penelitian. Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan teknik wawancara. Proses wawancara dilakukan untuk memperkuat hasil penelitian sebelumnya.
3.3. Analisis Kebutuhan
Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan sistem kepada pihak-pihak yang nantinya terlibat pada sistem. Pada tahap ini akan dilakukan pendeklarasian tiga types of requirement yaitu needs, features
dan software requirement.
3.4. Perancangan Sistem
Perancangan sistem dilakukan untuk memodelkan use case diagram yang kemudian dijabarkan pada use case specification. Use case specification kemudian digambarkan pada
activity diagram untuk mengetahui interaksi pengguna dengan sistem.
Perancangan sistem menggunakan
paradigma object-oriented (OO). Pada perancangan sistem meliputi sequence diagram,
diagram ke relational model, normalisasi relational model dan perancangan antarmuka.
3.5. Implementasi Sistem
Sistem dikembangkan menggunakan PHP
programming language dengan framework
Codeigniteryang menerapkan paradigma object-oriented.
3.6. Pengujian Sistem
Pengujian sistem memiliki tujuan agar dapat mengetahui kelayakan dan kesesuaian sistem dengan analisis kebutuhan yang telah dirancang. Pengujian dilakukan menggunakan
black box testing danpengujian waktu pengguna dalam mengakses sistem.
3.7. Kesimpulan dan Saran
Pengambilan kesimpulan akan dilakukan ketika semua tahapan pembangunan sistem telah selesai dilaksanakan. Pengambilan kesimpulan sendiri akan menjawab pertanyaan yang berada di dalam rumusan masalah. Pada tahap akhir dari penelitian ini akan diberikan saran yang dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut.
4. ANALISIS KEBUTUHAN
4.1. Proses Bisnis As-Is
Pemodelan proses bisnis as-is KB & TK Permata Iman dilakukan untuk mengetahui proses bisnis yang berjalan pada proses melakukan evaluasi pembelajaran semester. Proses bisnis as-is digambarkan dalam Gambar 3.
Gambar 3. Proses bisnis as-is
4.2. Proses Bisnis To-Be
Pemodelan proses bisnis to-be dilakukan di KB & TK Permata Iman untuk rekomendasi untuk proses evaluasi pembelajaran semester. Proses bisnis as-is digambarkan dalam Gambar 4.
Gambar 4. Proses bisnis to-be
4.3. Kebutuhan Fungsional
Kebutuhan fungsional menggambarkan apa yang harus dilakukan sistem. Tabel 1 menggambarkan kebutuhan fungsional dari sistem.
Tabel 1. Kebutuhan fungsional
Kode Fungsi Nama Fungsi
SKPL-F-01 Melihat daftar nilai murid SKPL-F-02 Melihat daftar penilaian
semester
SKPL-F-03 Melihat nilai rata-rata semester
SKPL-F-04 Melihat konversi nilai SKPL-F-05 Mengisi deskripsi nilai
dan nilai tambahan SKPL-F-06 Melihat hasil penilaian
semester dalam format rapor
5. PERANCANGAN DAN
IMPLEMENTASI
5.1. Use Case Diagram
Use case menjelaskan bagaimana pengguna berinteraksi dengan sistem dan menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu (Pressman, 2010).
5.2. Activity Diagram
Activity diagram mengisi deskripsi nilai dan nilai tambahan digambarkan dalam Gambar 6.
Gambar 6. Activity diagram mengisi deskripsi nilai dan nilai tambahan
Activity diagram mengisi deskripsi nilai dan nilai tambahan dimulai ketika aktor menekan tombol deskripsi nilai dan nilai tambahan. Kemudian aktor mengisi nilai tambahan berdasarkan kategori dan menekan tombol simpan. Apabila input sesuai dengan format maka sistem akan menampilkan daftar nilai tambahan terbaru. Jika tidak maka sistem akan menampilkan pesan error.
5.3. Sequence Diagram
Sequence diagram dibuat untuk menunjukkan komunikasi yang dinamis di antara objek selama melakukan eksekusi tugas.
Sequence diagram mengisi deskripsi nilai dan nilai tambahan digambarkan dalam Gambar 7.
Gambar 7. Sequence diagram mengisi deskripsi nilai dan nilai tambahan
5.4. Class Diagram
Class diagram controller rancangan memiliki 5 class yaitu Dashboard, Login,
NilaiHafalan, NilaiIntraekstra dan
NilaiPengembangan. Class diagram controller
digambarkan dalam Gambar 8.
Gambar 8. Class diagram controller
Attribute dan operation yang berada pada
class model dijelaskan dalam Gambar 9.
Gambar 9. Class diagram model
5.5. Pemetaan Class Diagram ke Relational Model
nilai, nilai_hafalan, nilai_pengembangan,
nilai_intraekstra, list_hafalan,
list_pengembangan, list_intraekstra, kompetensi_dasar dan indikator. Pemetaan class diagram ke relational database digambarkan dalam Gambar 10.
Gambar 10. Pemetaan class diagram ke relational model
5.6. Normalisasi Relational Model
Terdapat tabel tambahan yaitu tabel kelompok dan pembelajaran. Tabel kelompok merupakan daftar kelompok pada KB & TK Permata Iman. Tabel pembelajaran merupakan tabel informasi tentang kelompok murid dan guru yang mengampu murid. Normalisasi
relational model digambarkan dalam Gambar 11.
Gambar 11. Normalisasi relational model
5.7. Perancangan Antarmuka
Perancangan antarmuka halaman mengisi deskripsi nilai dan nilai tambahan yang dimiliki oleh setiap murid. Perancangan antarmuka digambarkan dalam Gambar 12.
Gambar 12. Perancangan antarmuka
5.8. Implementasi Antarmuka
Implementasi antarmuka mengisi deskripsi nilai dan nilai tambahan terdapat daftar nilai tambahan dan memiliki form untuk mengisi nilai. Implementasi antarmuka digambarkan dalam Gambar 13.
Gambar 13. Impelementasi antarmuka
6. PENGUJIAN
6.1. Pengujian Black Box
Tujuan dari pengujian black box adalah untuk menemukan fungsi yang salah, kesalahan pada interface, kesalahan pada struktur data, kesalahan performance dan kesalahan inisialisasi dan akhiran (Pressman, 2010).
Tabel 2. Rencana pengujian black box
Jenis Kebutuhan
Nama Fungsi Jenis
Pengujian Kebutuhan
Fungsional
Melihat daftar nilai murid
Validasi
Melihat daftar penilaian semester
Validasi
Dari 6 kebutuhan fungsional yang diuji, hasil yang didapatkan adalah 100% valid. Dari hasil yang didapatkan, disimpulkan bahwa sistem berjalan dengan baik.
6.2. Pengujian Waktu Oleh Pengguna
Untuk mengetahui waktu yang diperlukan untuk mengerjakan task maka dilakukan
pengujian waktu oleh pengguna. Pengujian ini dilakukan kepada 4 guru KB & TK Permata Iman. Pada Tabel 3 merupakan hasil analisis pengujian waktu dari masing-masing pengguna dan hasil simulasi rekomendasi proses bisnis.
Tabel 3. Tabel analisis hasil pengujian
No. Tugas Yang Dikerjakan
Waktu
Perbedaan Waktu Simulasi Proses
Bisnis To-Be Pengguna
1. Melihat daftar nilai murid 00.20,00 00.01,59 00.18,41
2. Melihat daftar penilaian semester 00.05,00 00.01,31 00.04,69
3. Menampilkan nilai rata-rata semester 00.02,00 00.01,31 00.00,69
4. Menampilkan konversi nilai 00.02,00 00.01,31 00.00,69
5. Mengisi deskripsi nilai dan nilai tambahan 10.00,00 02.14,66 07.45,34 6. Menampilkan hasil penilaian semester dalam
format rapor 00.02,00 00.01,68 00.00,32
Terdapat perbedaan waktu pada hasil simulasi waktu rekomendasi proses bisnis dengan hasil waktu pada implementasi sistem yang diuji pengguna. Waktu yang diperlukan oleh pengguna lebih sedikit dibandingkan waktu simulasi pada rekomendasi proses bisnis. Faktor-faktor penyebab terjadinya perbedaan waktu adalah:
1. Guru KB & TK Permata Iman sering menggunakan teknologi dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Ketika melakukan penilaian harian, guru menggunakan Microsoft Excel. Guru mudah beradaptasi dengan sistem yang dibangun dikarenakan sering menggunakan teknologi informasi. Hal itu menyebabkan hasil waktu eksekusi menjadi cepat. 2. Waktu simulasi rekomendasi proses bisnis
yang dijabarkan pada penelitian Arimurti (2017) merupakan hasil perkiraan. Guru tidak terlibat langsung dalam penentuan waktu pada rekomendasi proses bisnis. Simulasi yang dihasilkan tidak melibatkan langkah teknis dari sistem.
3. Pengujian melibatkan pengguna yang akan menggunakan sistem, sehingga waktu yang dihasilkan pada pengujian oleh pengguna adalah waktu real yang diperlukan untuk melakukan masing-masing task.
7. KESIMPULAN
Pengujian waktu pada hasil simulasi rekomendasi proses bisnis dengan hasil implementasi sistem ketika diterapkan memiliki
perbedaan waktu. Waktu yang diperlukan oleh pengguna untuk lebih sedikit dibandingkan waktu simulasi pada penelitian Arimurti (2017). Pada hasil pengujian faktor yang menyebabkan terdapat perbedaan waktu adalah guru KB & TK Permata Iman sering menggunakan teknologi informasi dalam penunjang kegiatan belajar mengajar sehingga guru mudah beradaptasi dengan sistem yang dibangun. Kedua, simulasi rekomendasi proses bisnis pada penelitian Arimurti (2017) merupakan hasil perkiraan. Guru tidak terlibat langsung dalam penentuan waktu pada rekomendasi proses bisnis. Yang terakhir, pengujian melibatkan pengguna yang akan menggunakan sistem sehingga waktu yang dihasilkan pada adalah waktu nyata yang diperlukan untuk masing-masing task.
8. DAFTAR PUSTAKA
Arimurti, N. R. 2017. Analisis Proses Bisnis Pada KB & TK Permata Iman Malang
Menggunakan Business Process
Improvement Framework. Universitas Brawijaya, Malang.
Bassil, Y. 2012. A Simulation Model for the Waterfall Software Development Life Cycle. International Journal of Engineering & Technology ISSN: 2049-3444, Vol. 2, No. 5.
system. IEEE Asia Pacific Conference on Wireless and Mobile, pp. 89-94. Pressman, R. S. 2010. Software Engineering A
Practitioner’s Approach. The McGraw-Hill Companies, Inc., Amerika.