Undang Undang No 2 Tahun 2004 Tentang Peradilan Hubungan Industrial
Teks penuh
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan kegagalan perundingan bipartit karena para pihak menolak berunding (Pasal 3 ayat (3) UUPPHI) bertentangan dengan tujuan hubungan industrial yang
(4) Ketua Pengadilan Negeri akan mengangkat arbiter tunggal berdasarkan daftar nama yang disampaikan oleh para pihak, atau yang diperoleh dari organisasi atau lembaga
(2) Dalam hal perundingan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tidak mencapai kesepakatan maka salah satu pihak atau kedua belah pihak mencatatkan perselisihannya
Arbiter adalah seorang atau lebih yang dipilih oleh para pihak yang bersengketa tau yang ditunjuk oleh Pengadilan Negeri atau lembaga arbitrase, untuk memberikan putusan
(2) Apabila salah satu PIHAK atau PARA PIHAK bermaksud untuk melakukan perubahan alamat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka PIHAK atau PARA PIHAK yang
Apabila para pihak tidak setuju dengan arbiter tunggal, dan/atau Ketua menganggap sengketa yang bersangkutan bersifat kompleks dan/atau skala dari
(1) Dalam hal salah satu pihak atau para pihak menolak anjuran tertulis dalam bentuk risalah penyelesaian melalui Mediasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat
(1) Sepanjang mengenai kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 97 ayat (11) apabila tergugat tidak dapat atau tidak dapat dengan sempurna malaksanakan putusan Pengadilan