MODUL PENATAUSAHAAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) 14
BAB III
TATA CARA PENYETORAN/PEMBAYARAN PNBP
KE KAS NEGARA
A. Dokumen Sumber dan Tata Cara Pengisian
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak
dan peraturan pelaksanaannya menyatakan bahwa seluruh Penerimaan Negara
Bukan Pajak wajib disetor langsung secepatnya ke Kas Negara. Selain itu seluruh
PNBP dikelola dalam Sistem Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Dengan
demikian seluruh PNBP pada prinsipnya tidak dapat digunakan secara langsung.
Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) disetorkan ke rekening kas negara pada
Bank/Pos Persepsi dengan menggunakan Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) atau
dengan membuat billing SSBP. SSBP merupakan dokumen sumber dalam
penyetoran dan pencatatan penerimaan PNBP. Contoh SSBP dan pengisiannya
MODUL PENATAUSAHAAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) 16
PETUNJUK PENGISIAN SURAT SETORAN BUKAN PAJAK (SSBP)
Nomor Uraian Isian
3 Diisi dengan Tanggal SSBP dibuat
4 Diisi Kode Rekening Kas Negara (KPPN bersangkutan ……diisi
petugas Bank)
5 Diisi NPWP Wajib Bayar/Setor atau Bendahara Satker
6 Diisi dengan Nama/Jabatan Wajib Setor/Wajib Bayar
7 Diisi dengan Alamat Jelas Wajib Setor/Wajib Bayar
8 Diisi Kode diikuti dengan uraian Kementerian/Lembaga penerima
PNBP sesuai dengan yang tercantum pada pagu anggaran
9 Diisi dengan Kode Unit Organisasi Eselon I dan Uraian Satker
Penerima PNBP
10 Diisi dengan Kode Satker (6) enam digit dan uraian Satker
penerima PNBP
11 Diisi dengan Kode Fungsi (2) dua digit, Kode Subfungsi (2) dua
digit, dan Kode Program (4) empat digit Satker penerima PNBP
12 *Diisi (4) digit kode kegiatan apabila
penyetoran untuk Satker Pengguna
MODUL PENATAUSAHAAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) 17
*Diisi (4) digit kode Subkegiatan
apabila penyetoran untuk Satker
Pengguna PNBP.
13
Diisi Kode Kabupaten/Kota (2)
digit
Diisi Kode Lokasi Provinsi (2) digit
14 Diisi dengan Kode Akun (MAP) sebanyak (6) enam digit disertai
dengan Uraian Penerimaan sesuai dengan format
15 Diisi dengan Jumlah Rupiah Setoran Penerimaan
16 Diisi dengan Jumlah Rupiah yang dibayarkan dengan huruf
17 Diisi dengan Nomor SPN dan SP3N kalau ada Surat Penetapannya
18 Diisi dengan tanggal SPN dan SP3N
19 Diisi Kode (3) tiga digit dan Nama KPPN Penerbit SPN atau
Penerima SP3N
20 Diisi keperluan pembayaran
21 &
22
Diisi sesuai dengan tempat dan tanggal dibuatnya SSBP
23 &
24
Diisi sesuai nama Wajib Setor, NIP, dan stempel Satker
25 Diisi dengan tanggal diterimanya setoran tersebut oleh Bank
Persepsi atau Kantor Pos dan Giro
26 &
27
Diisi dengan Nama dan Tanda Tangan Penerima di Bank Persepsi
atau Kantor Pos dan Giro serta Cap
B. Tata Cara Penyetoran
Seluruh penerimaan PNBP wajib secepatnya disetor langsung ke kas negara. Tata
MODUL PENATAUSAHAAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) 18
Bayar/Wajib Setor/Bendahara Penerimaan berpedoman kepada Peraturan
Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-78/PB/2006 tentang
Penatausahaan Penerimaan Negara melalui Modul Penerimaan Negara (MPN).
Penyetoran/pembayaran PNBP dalam mata uang rupiah dilakukan setiap saat
melalui Bank Umum/Pos yang telah ditunjuk Menteri Keuangan selaku Bendahara
Umum Negara sebagai Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Pos Persepsi mitra kerja
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan yang telah yang terhubung
dengan MPN. Setoran tersebut dikreditkan ke rekening Kas Negara pada Bank
Persepsi/Devisa Persepsi/Pos Persepsi tersebut. MPN adalah modul penerimaan
yang memuat serangkaian prosedur mulai dari penerimaan, penyetoran,
pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan pelaporan yang
berhubungan dengan penerimaan negara dan merupakan bagian dari Sistem
Perbendaharaan dan Anggaran Negara.
Selain penyetoran PNBP dilakukan oleh Wajib Bayar/Wajib Setor ke Bank/Pos
Persepsi, pembayaran PNBP ke Kas Negara dilakukan melalui potongan Surat
Perintah Membayar (SPM) dari Satuan Kerja. Sedangkan penyetoran/pembayaran
PNBP dalam mata uang USD dilakukan oleh Wajib Bayar/Wajib Setor ke Bank
Umum untuk ditransfer ke Rekening Kas Umum Negara (RKUN) Dalam Valas USD
Nomor 600.502411 pada Bank Indonesia. Penyetoran penerimaan negara (PNBP)
belum melalui Modul Penerimaan Negara (MPN).
Dengan telah ditetapkannya peraturan Menteri Keuangan Nomor
249/PMK.05/2010 tentang Penatausahaan Penerimaan Negara Dalam Mata Uang
Asing penyetoran penerimaan dalam valuta asing khususnya USD dapat dilakukan
MODUL PENATAUSAHAAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) 19
Diagram Prosedur MPN
Wajib Pajak/Wajib Setor/Wajib Bayar mengisi formulir penyetoran,
menyerahkan bukti setor kepada petugas Bank/Pos,
Petugas Bank/Pos mengecek Formulir Bukti setor dimaksud dan mengentri
data serta mengirimkannya ke kantor pusat bank/pos untuk mendapatkan
NTB/NTP,
Kantor Pusat Bank/Pos meneruskan ke Kantor Pusat DJPBN untuk
mendapatkan NTPN,
Kantor Pusat DJPBN memberikan NTPN kepada Kantor Pusat Bank/Pos
selanjutnya Kantor Pusat Bank/Pos mengirimkan NTPN kepada Bank/Pos
Persepsi
Bank/Pos Persepsi menerbitkan Bukti Penerimaan Negara setelah
mendapatkan NTPN dan menyerahkan BPN tersebut kepada wajib
Pajak/Setor/Bayar lembar ke 1 dan 3, dan melaporkan penerimaan tersebut
ke KPPN.
Pembayaran yang dilakukan oleh Wajib Pajak/Wajib Bayar/Wajib Setor/
Bendahara Penerimaan diakui sebagai pelunasan kewajiban sesuai dengan tanggal
pembayaran. Setoran penerimaan negara (PNBP) diakui setelah diterima/masuk ke
Kas Negara dan telah mendapatkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN)
MODUL PENATAUSAHAAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) 20
Penerimaan Potongan (NTPP) sedangkan untuk PNBP melalui potongan SPM
disahkan dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan Nomor
Transaksi Penerimaan Potongan (NTPP). Tata cara pembayaran/penyetoran PNBP
ke Bank/Pos Persepsi dan potongan Surat Perintah Membayar (SPM) dilakukan
sebagai berikut :
C. Tata Cara Penyetoran PNBP
Penyetoran PNBP baik dalam mata uang rupiah maupun USD dapat dilakukan
dengan sistem MPN melalui bank/pos persepsi atau bank persepsi mata uang
asing. Dan penerimaan negara bukan pajak atas potongan SPM ditatausahakan
oleh KPPN.
1. Tata Cara Penyetoran PNBP Melalui Loket/Teller
a. Wajib Bayar/Wajib Setor mengisi formulir Surat Setoran Bukan Pajak
(SSBP) dengan data yang lengkap, benar, dan jelas dalam rangkap 4 (empat);
b. Wajib Bayar/Wajib menyerahkan formulir SSBP kepada petugas Bank/Pos
Persepsi dengan menyertakan uang setoran sebesar nilai yang tersebut
dalam formulir SSBP yang bersangkutan;
c. Wajib Bayar/Wajib menerima kembali formulir SSBP lembar ke-1 dan
lembar ke-3, yang telah diberi NTPN dan NTB/NTP serta dibubuhi tanda
tangan/ paraf, nama pejabat Bank/Pos Persepsi, cap Bank/Pos Persepsi,
tanggal, dan waktu/jam setor sebagai bukti setor atau Bukti Penerimaan
Negara (BPN);
d. Wajib Bayar/Wajib menyampaikan bukti setoran (SSBP)/bukti penerimaan
negara (BPN) kepada unit terkait antara lain Satuan Kerja/Satker penerima
PNBP.
2. Tata Cara Penyetoran Melalui Electronic banking (e-banking)
a. Wajib Bayar/Wajib Setor melakukan pendaftaran pada sistem registrasi
MODUL PENATAUSAHAAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) 21
b. Wajib Bayar/Wajib Setor mengisi data setoran dengan lengkap dan benar
untuk mendapatkan Nomor Register Pembayaran (NRP). Masa berlaku NRP
sampai dengan jangka waktu yang ditetapkan;
c. Untuk tagihan yang ditetapkan instansi pemerintah, pendaftaran dilakukan
oleh instansi terkait dan NRP tercantum pada surat tagihan dimaksud;
d. Wajib Bayar/Wajib Setor melakukan pembayaran dengan menggunakan NRP;
e. Wajib Bayar/Wajib Setor menerima NTPN sebagai bukti pengesahan
setelah pembayaran dilakukan;
f. Wajib Bayar/Wajib Setor mencetak Bukti Penerimaan Negara (BPN) melalui
sistem registrasi pembayaran atau di Bank/Pos Persepsi dengan
menunjukkan NTPN/NTB;
g. Wajib Bayar/Wajib Setor menyampaikan BPN kepada unit terkait antara
lain Satuan Kerja/Satker penerima PNBP;
3. Pemotongan PNBP melalui Potongan Surat Perintah Membayar (SPM)
a. Satuan Kerja mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) ke KPPN dalam
rangka pengeluaran/belanja negara;
b. Satuan Kerja melakukan pemotongan PNBP dalam SPM apabila terdapat
PNBP yang harus dipungut.
c. Apabila memenuhi syarat, KPPN menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana
(SPPD).
d. PNBP atas potongan SPM yang telah diterbitkan SP2D disahkan dengan
Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan Nomor Transaksi
Penerimaan Potongan (NTPP) oleh KPPN.