• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dinas Pasar Renstra Dinas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Dinas Pasar Renstra Dinas"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KOTA SEMARANG

ENCANA STRATEGIS

2011

2015

DINAS PASAR KOTA SEMARANG

Jl. Dr. Cipto No. 115 Semarang Telp. 024 – 3547888, 3544303

DAFTAR ISI

R

(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang B. Landasan Hukum

C. Maksud dan Tujuan D. Sistematika Penyusunan BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

A. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD B. Sumber Daya SKPD

C. Kinerja Pelayanan SKPD

D. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

A. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD

B. Telaahan Visi, Misi dan Program Walikota dan Wakil Walikota Semarang

C. Telaahan Renstra Pemerintah Kota Semarang D. Penentuan Isu-isu Strategis

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

A. Visi dan Misi SKPD

B. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD C. Strategi dan Kebijakan

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

BAB VII PENUTUP

(3)

A. Latar Belakang

Guna mencapai kesinambungan dalam pelaksanaan tugas dan kegiatan serta memahami program dan permasalahan dengan cepat yang ada di Dinas Pasar Kota Semarang dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran, maka perlu menyusun Rencana Strategi secara sistematis dengan jenjang perencanaan jangka panjang (25 tahun), jangka menengah (5 tahun) maupun jangka pendek atau tahunan (1 tahun).

Periode 2011 - 2015 ini merupakan penjabaran dari visi misi dan program dinas yang akan dilaksanakan dan ingin diwujudkan.

Rencana Strategi berpedoman pada RPJMD Kota Semarang Tahun 2010 – 2015 serta memperhatikan sumber daya dan potensi yang dimiliki, evaluasi pembangunan 5 tahun Periode 2005-2010 serta isu-isu strategis yang berkembang.

Muatan Rencana Strategi Periode 2011 – 2015 berisi arah kebijakan dan program SKPD disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikaf dengan pengertian bahwa informasi, baik tentang sumber daya yang diperlukan maupun keluaran dan dampak yang tercantum di dalam dokumen rencana pembangunan jangka menengah ini, merupakan indikasi yang hendak dicapai dan bersifat tidak kaku / fleksibel.

B. Landasan Hukum

Landasan penyusunan buku ini adalah dalam rangka sinkronisasi dan konsistensi dengan dokumen perencanaan, yaitu :

1. Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah;

2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pentahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan keuangan Daerah;

4. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2008 tentang RPJPD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005 -2025;

(4)

6. Peraturan Daerah kota Semarang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Semarang ;

7. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 9 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Kota Semarang;

8. Peraturan Daerah kota Semarang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Semarang;

9. Peraturan Daerah kota Semarang Nomor 6 Tahun 2010 tentang RPJPD Kota Semarang Tahun 2005 – 2025;

10. Peraturan Walikota Semarang Nomor 41 Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Dinas Pasar Kota Semarang;

11. Draf Peraturan Daerah tentang RPJMD Kota Semarang Tahun 2010 – 2015.

C. Maksud dan Tujuan

1. Maksud

Untuk memberikan landasan kebijakan pembangunan dalam kerangka pencapaian visi misi dan program, serta tolok ukur pertanggungjawaban SKPD.

2. Tujuan

Sebagai pedoman dalam menetapkan dan merumuskan strategi dan kebijakan penyusunan rencana program pembangunan tahunan atau Rencana Kerja Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA - SKPD), dengan harapan dapat dipilih beberapa sasaran yang tepat sesuai kewenangannya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

D. Sistematika Penyusunan

Sistematika penyusunan Rancangan Renstra Dinas Pasar adalah sebagai berikut :

BAB I - PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Mengemukakan secara ringkas pengertian Renstra SKPD, fungsi Renstra SKPD dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses penyusunan Renstra SKPD, keterkaitan Renstra SKPD dengan RPJMD, Renstra Kota, dan dengan Renja SKPD.

1.2 Landasan Hukum

(5)

peraturan daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi, tugas dan fungsi, kewenangan SKPD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran SKPD.

1.3 Maksud dan Tujuan

Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renstra SKPD

1.4 Sistematika Penulisan

Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renstra SKPD, serta susunan garis besar isi dokumen.

BAB II - GAMBARAN PELAYANAN SKPD

Memuat informasi tentang peran (tugas dan fungsi) SKPD dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas secara ringkas apa saja sumber daya yang dimiliki SKPD dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukakan capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra SKPD periode sebelumnya, mengemukakan capaian program prioritas SKPD yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya, dan mengulas hambatan-hambatan utama yang masih dihadapi dan dinilai perlu diatasi melalui Renstra SKPD ini.

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD

Memuat penjelasan umum tentang dasar hukum pembentukan SKPD, struktur organisasi SKPD, serta uraian tugas dan fungsi sampai dengan satu eselon di bawah kepala SKPD. Uraian tentang struktur organisasi SKPD ditujukan untuk menunjukkan organisasi, jumlah personil, dan tata laksana SKPD (proses, prosedur, mekanisme).

2.2 Sumber Daya SKPD

Memuat penjelasan ringkas tentang macam sumber daya yang dimiliki SKPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia, asset/modal, dan unit usaha yang masih operasional.

2.3 Kinerja Pelayanan SKPD

(6)

Bagian ini mengemukakan hasil analisis terhadap Renstra SKPD Kota, hasil telaahan terhadap RTRW, dan hasil analisis terhadap KLHS yang berimplikasi sebagai tantangan dan peluang bagi pengembangan pelayanan SKPD pada lima tahun mendatang. Bagian ini mengemukakan macam pelayanan, perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan pelayanan yang dibutuhkan.

BAB III - ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan

SKPD

Pada bagian ini dikemukakan permasalahan-permasalahan pelayanan SKPD beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Identifikasi permasalahan didasarkan pada hasil pengisian yang telah dilakukan pada C.1.2 (Analisis Gambaran Pelayanan SKPD)

3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Terpilih

Bagian ini mengemukakan apa saja tugas dan fungsi SKPD yang terkait dengan visi, misi, serta program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. Selanjutnya berdasarkan identifikasi permasalahan pelayanan SK, dipaparkan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan SKPD yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut (hasil pengisian faktor-faktor inilah yang kemudian menjadi salah satu bahan perumusan isu strategis pelayanan SKPD).

3.3 Telaahan Renstra

Bagian ini mengemukakan apa saja faktor-faktor penghambat ataupun faktor-faktor pendorong dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra Kota.

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup

Strategis

Pada bagian ini dikemukakan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari implikasi RTRW dan KLHS.

(7)

Pada bagian ini direview kembali faktor-faktor dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari :

1. gambaran pelayanan SKPD;

2. sasaran jangka menengah pada Renstra Kota; 3. implikasi RTRW bagi pelayanan SKPD; dan 4. implikasi KLHS bagi pelayanan SKPD

Selanjutnya dikemukakan metoda penentuan isu-isu strategis dan hasil penentuan isu-isu strategis tersebut. Dengan demikian, pada bagian ini diperoleh informasi tentang apa saja isu strategis yang akan ditangani melalui Renstra SKPD tahun rencana.

BAB IV - VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

4.1 Visi dan Misi SKPD

Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan visi dan misi SKPD

4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD

Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD

4.3 Strategi dan Kebijakan SKPD

Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan strategi dan kebijakan SKPD dalam lima tahun mendatang.

BAB V - RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

Pada bagian ini dikemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif.

BAB VI - INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja SKPD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

(8)

GAMBARAN PELAYANAN SKPD

Dinas Pasar sesuai dengan tugas dan fungsinya mempunyai peranan strategis dalam menjadikan pasar sebagai infrastruktur ekonomi kota serta menyediakan sarana usaha yang layak dan nyaman bagi masyarakat Kota Semarang. Pengelolaan pasar yang menjadi kewenangan Dinas Pasar Kota Semarang adalah dalam hal pelayanan, yang meliputi pemungutan retribusi, perijinan, penataan tempat usaha, keamanan dan ketertiban pasar, serta pelayanan penggunaan fasilitas perpasaran lainnya.

Jumlah pasar yang dikelola ada 47 pasar tradisonal dan 3 pasar hasil pembangunan yang dilaksanakan oleh Pihak III yang berada pada lokasi strategis yang terbagi menjadi 3 klasifikasi yaitu Pasar Kota, Wilayah, Lingkungan, dan tersebar di 16 Wilayah Kecamatan dengan jumlah pedagang sebanyak lebih kurang 24.000 orang.

A. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD

1. Tugas Pokok

Melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pengelolaan pasar tradisional dan pedagang kaki lima berdaarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.

2. Fungsi

a. Perumusan kebijakan teknis di Bidang Pengaturan dan Ketertiban Pasar, Bidang Kebersihan dan Pemeliharaan Pasar, Bidang Pedagang Kaki Lima serta Bidang Pendapatan;

b. Penyusunan rencana program dan rencana kerja anggaran Dinas Pasar; c. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas Dinas Pasar;

d. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di Bidang Pengaturan dan Ketertiban pasar, Bidang Kebersihan dan Pemeliharaan Pasar, Bidang Pedagang Kaki Lima serta Bidang Pendapatan;

e. Penyusunan perencanaan strategis di bidang pengelolaan pasar tradisional dan pedagang kaki lima;

f. Fasilitasi pelayanan dan perijinan serta pemungutan retribusi di bidang pengelolaan pasar tradisional dan pedagang kaki lima;

(9)

h. Pelaksanaan pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pengendalian serta monitoring, evaluasi dan pelaporan tugas terhadap UPTD;

i. Pengelolaan urusan kesekretariatan Dinas Pasar;

j. Pelaksanaan pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pengendalian serta monitoring, evaluasi dan pelaporan tugas Dinas Pasar;

k. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan bidang tugasnya.

3. Struktur Organisasi a. Kedudukan

Dinas Pasar adalah merupakan unsur pelaksana Pemerintah Daerah. Dinas Pasar dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah. b. Landasan Hukum Organisasi

1) Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 12 tahun 2008 tanggal 7 Nopember 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Semarang

2) Peraturan Walikota Semarang Nomor 41 tahun 2008 tanggal 24 Desember 2008 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Dinas Pasar Kota Semarang.

c. Landasan Hukum Operasional

1) Peraturan Daerah Kotamadya Tingkat II Semarang Nomor 6 tahun 1993 tanggal 26 April 1993 tentang Kebersihan Dalam Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang;

2) Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Seamarang Nomor 660.2/0954 tahun 1993 tanggal 24 Desember 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang Nomor 6 tahun 1993 tentang Kebersihan Dalam Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang; 3) Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 10 tahun 2000 tanggal 30

Oktober 2000 tentang Pengaturan Pasar;

4) Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 11 tahun 2000 tanggal 30 Oktober 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima;

(10)

6) Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 4 tahun 2004 tanggal 21 Juni 2004 tentang Retribusi Pasar;

7) Peraturan Walikota Semarang Nomor 13 tahun 2006 tanggal 26 Desember 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 4 tahun 2004 tentang Retribusi Pasar.

d. Bagan Struktur Organisasi 1) Kepala Dinas

2) Sekretariat, terdiri dari :

a) Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi; b) Sub Bagian Keuangan; dan

c) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

3) Bidang Pengaturan dan Ketertiban Pasar, terdiri dari : a) Seksi Penataan dan Pemetaan;

b) Seksi Perijinan; dan

c) Seksi Penyuluhan dan Ketertiban.

4) Bidang Kebersihan dan Pemeliharaan Pasar, terdiri dari : a) Seksi Kebersihan;

b) Seksi Pemeliharaan Bangunan; dan c) Seksi Pemeliharaan Air dan Kelistrikan. 5) Bidang Pedagang Kaki Lima, terdiri dari :

a) Seksi Pengaturan dan pengendalian;

b) Seksi Perijinan, Bimbingan dan Penyuluhan; dan

c) Seksi Operasional dan Sarana Prasarana Pedagang Kaki Lima. 6) Bidang Pendapatan, terdiri dari :

a) Seksi Penetapan; b) Seksi Penagihan; dan c) Seksi Penerimaan. 7) UPTD, terdiri dari :

a) UPTD Pasar Wilayah Johar; b) UPTD Pasar Wilayah Karimata; c) UPTD Pasar Wilayah Bulu;

(11)
(12)
(13)

C. Kinerja Pelayanan SKPD

Dinas Pasar adalah merupakan unsur pelaksana Pemerintah Daerah. Dinas Pasar dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.

Dalam rangka usaha mewujudkan Visi dan Misi Dinas Pasar Kota Semarang kinerja saat ini yang ingin dicapai adalah memberdayakan sumber daya/ potensi aset yang ada karena sampai saat ini antara pelaksanaan anggaran belanja dan realisasi anggaran pendapatannya belum berimbang (masih jauh dari titik nol / BEP).

Permasalahan dan hambatan yang dihadapi adalah kondisi phisik bangunan pasar yang sangat memprihatinkan, juga tidak adanya Master Plan titik-titik perdagangan dan jasa dalam satu kesatuan sebagai landasan pendirian pasar tradisional, PKL dan pusat perbelanjaan/ toko modern

Guna mengantisipasi hambatan-hambatan yang dihadapai perlu langkah tindak lanjut penyelesaian permasalahan, dan pada awal tahun 2009 sampai dengan saat ini sesuai Kebijakan Kepala Dinas Pasar melalui penataan SOTK baru dilakukan pembenahan-pembenahan dalam rangka memperbaiki infrastruktur yang mencakup jaminan tingkat kesehatan dan kebersihan yang layak, penerangan yang cukup dan lingkungan keseluruhan yang nyaman, dan upaya yang akan dilaksanakan diantaranya adalah ;

(14)

2. Upaya pembenahan kelembagaan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan umum dengan menyiapkan pelembagaan fungsi staf & fungsi lain, dan fungsi pendukung untuk tugas, efisiensi & efektifitas, dan rentang kendali serta tata kerja yang diharapkan mampu tetap eksis dan mampu mengantisipasi perkembangan perilaku berbelanja masyarakat dalam rangka menyikapi perkembangan bisnis ritel mulai perencanaan, pelaksanaan, pengawasan sampai dengan evaluasi, sehingga diharapkan antara anggaran pendapatan dan belanja dapat seimbang (capaian BEP) minimal selisih kurangnya tidak terlalu jauh agar pemenuhan peningkatan pelayanan dibidang perpasaran dapat tercapai sesuai yang diharapkan.

D. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD

1. Tantangan (T)

a. Kurang tertibnya penataan/zonasi pedagang yang berakibat kemacetan lalu lintas didalam pasar dan koridor menjadi sempit karena berjualan tidak pada tempat yang ditetapkan

b. Tidak memadahinya infrastruktur pasar / kondisi bangunan yang tidak layak dan kurang baiknya pencahayaan didalam pasar yang berakibat pasar menjadi pengap dan barang dagangan menjadi cepat busuk c. Kurangnya kesadaran pedagang dalam menjaga kebersihan lingkungan

dan kurang terjamin keamanan barang dagangannya

d. Kurangnya kesadaran pedagang dalam membayar retribusi dan masih banyaknya tunggakan retribusi pemakaian tempat yang belum tertagih e. Belum optimalnya pendapatan pasar dalam memberdayakan potensi

aset pasar meliputi penarikan retribusi pemakaian tempat dan pengelolaan parker maupun pemasangan reklame

f. Menjamurnya pasar modern dan tidak terkendalinya perijinan pendirian toko modern yang tidak memperhatikan jarak lokasi maupun pembatasan jam kegiatan serta penjualan dengan harga lebih murah dibandingkan dengan di pasar tradisional terdekat untuk kebutuhan barang-barang kebutuhan pokok masyarakat.

g. Belum adanya fasilitasi akses pembiayaan yang mudah, cepat dan murah agar pedagang tidak bergantung pada rentenir dengan bunga tinggi

(15)

harga di pasar tradisional menjadi kompetitif dengan harga produk sejenis di pasar modern.

2. Peluang (O)

a. Adanya peluang mengupayakan sumber-sumber alternatif pembiayaan baik APBD Provinsi Tingkat I, dan Pemerintah Pusat maupun Pihak Ketiga dalam rangka investasi pembangunan/pengembangan pasar b. Adanya peluang menyiapkan Rencana Detil Tata Ruang pada kawasan

perdagangan dan jasa di masing-masing wilayah

c. Adanya peluang menyiapkan regulasi (dasar RDTRK terbaru, Perpres Nomor 112/2007 dan SK Mendag Nomor 53/M-DAG/PER/12/2008) yang menegaskan adanya radius/jarak tertentu antara pasar tradisional dengan supermarket/toko modern/waralaba

d. Adanya peluang penataan ulang/pembangunan/pengembangan, perijinan & zonasi pasar

e. Adanya peluang bintek bagi petugas pasar untuk meningkatkan kinerja pengelolaan pada organisasi yang tidak hanya berperan sosial namun juga berperan sebagai lembaga bisnis

f. Adanya peluang untuk meningkatkan pengetahuan dasar bagi pedagang baik mengenai hak dan kewajiban maupun akses pembiayaan, strategi penjualan, sistem inventory maupun delivery dan memahami perilaku konsumen

(16)

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

A. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD

1. Masih kurang lengkapnya dokumen penunjang infrastruktur dalam rangka persiapan pengembangan untuk pasar percontohan/tradisional modern yang sehat, meliputi Master Plan dalam satu kesatuan sebagai landasan pendirian Pasar Tradisional, Pasar/toko modern dan PKL melalui Rencana Tata Ruang Kota (Kawasan Perdagangan/ekonomi), dan dokumen pondasi dasar pembangunan pasar, antara lain FS, Sertifikat, KRK, DED, Ijin Lingkungan (UKL-UPL, AMDAL), Bank Data, Profil Pasar;

2. Belum adanya kebijakan regulasi secara teknis dalam pengendalian perpasaran (Aspek Pelayanan Publik, Aspek Restrukturisasi Pasar, Aspek Pengembangan Pasar Sehat) sebagaimana rekomendasi pada dokumen penunjang non infrastruktur sebagai upaya pemberdayaan pasar dalam pola perpasaran, meliputi evaluasi, prospek, strategi, arah perkembangan;

3. Kurang terpenuhinya fasilitasi pengembangan/pembangunan pasar dan kurang terpeliharanya fasilitas sarana prasarana pasar;

4. Kurang memadahinya sarana mobilitas maupun sarana pendukung lainnya dalam operaional keamanan, ketertiban dan kebersihan pasar;

5. Tidak adanya pusat layanan informasi pasar, meliputi potensi dan peluang aset, & informasi harga barang;

6. Tidak adanya komitmen pada kewenangan pengelolaan pasar 7. Kurangnya penegakan penerapan peraturan.

B. Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

(17)

Dinas Pasar sesuai dengan tugas dan fungsinya merupakan unsur pelaksana otonomi daerah dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris daerah dengan tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang Pengelolaan Pasar Tradisional dan PKL berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan yang mempunyai peranan strategis dalam menjadikan pasar sebagai infrastruktur ekonomi kota serta menyediakan sarana usaha yang layak dan nyaman bagi masyarakat kota Semarang.

Dalam rangka mencapai perwujudan Visi, Misi dan Program Walikota dan Wakil Walikota Semarang melalui penyelenggaraan tugas dan fungsi, maka Dinas Pasar dalam merumuskan Visi dan Misi Renstra SKPD adalah melalui cara pencapaian Misi III Mewujudkan kemandirian dan daya saing daerah, yaitu Rintisan pasar-pasar tradisional modern dan perlindungan bagi keberadaan pasar tradisional serta pengembangan perdagangan dalam negeri dan ekspor, dan Program III dari Sapta Program yaitu Peningkatan pelayanan publik.

Rumusan tersebut dikembangkan dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan strategis, baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi (kekuatan- strengths, kelemahan - weaknesses, peluang - opportunities, dan tantangan - threats).

C. Telaahan Renstra Kota Semarang

(18)

Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan SKPD

Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Periode 2005 - 2010

Visi : Semarang Kota Metropolitan yang religius berbasis perdagangan dan jasa N

Misi : Memantapkan kinerja pertumbuhan ekonomi kota secara terpadu dan sinergi diantara para pelaku; Berbasis pada perdagangan dan jasa, mendorong kemudahan ber- investasi, penguatan dan perluasan jaringan; Kerjasama ekonomi lokal, regional dan internasional

Menurunnya kualitas sarana dan prasarana pendukung system distribusi barang; Kurang tegasnya

penegakkan peraturan Kurangnya informasi

tentang sumberdaya

Tidak adanya rintisan pembangunan pasar

D. Penentuan Isu-isu Strategis

(19)

Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan SKPD

Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Periode 2011 - 2015

Visi : Terwujudnya Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa yang berbudaya menuju masyarakat sejahtera. Misi 3 : Mewujudkan kemandirian dan daya saing daerah

(20)

Matrik SWOT

Faktor Eksternal

Faktor Internal

Peluang (O)

1. Wilayah pengembangan/ pembangunan untuk penataan ulang pasar rata-rata masih luas dan capaian potensi target pendapatan dari retribusi pasar sebagai penopang PAD.

Strategi (Interaksi OS)

1. Peningkatan pelayanan perpasaran melalui rintisan pengembangan/ pembangunan pasar sesuai dokumen pondasi dasar pembangunan pasar.

2. Pemanfaatan potensi sumber daya akan

2. Peningkatan pelayanan pada kegiatan ekonomi akan mendorong pencapaian target BEP (minimal capaiannya mendekati titik nol).

Kelemahan (W)

1. Permasalahan kondisi phisik bangunan pasar sebagian besar sangat memprihatinkan. perpasaran, juga untuk mempertahankan penataan ulang pasar akan tercipta pemanfaatan ruang dan zonasi yang tegas guna memberikan kenyamanan dalam kegiatan ekonomi.

Strategi (Interaksi TW)

1. Pengembangan/

pembangunan untuk penataan ulang pasar akan meningkatkan pelayanan lebih aman, nyaman, teratur, kompetitif dapat bersaing dan siap hadir berdampingan dengan pasar/toko modern. 2. Peningkatan kegiatan

ekonomi akan meningkatkan

(21)

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

A. Visi dan Misi SKPD

1. Visi

Terwujudnya pasar tradisional modern yang sehat menuju masyarakat

sejahtera.

Gambaran pasar tradisional modern yang sehat menuju masyarakat

sejahtera adalah merupakan identifikasi isu strategis yang berkembang saat

ini dalam rangka mengantisipasi ancaman keterpurukan akibat kepungan pasar modern yang tidak terkendali, dan memberikan wahana persaingan yang sehat antara keduanya, dan juga merubah image pasar yang becek kotor dan bau, malas tawar menawar, tidak terjaminnya faktor keamanan, resiko pengurangan timbangan pada barang yang dibeli, koridor penuh sesak, dan sejumlah alasan lainnya, namun disisi lain pasar tradisional juga masih memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki pasar modern diantaranya adalah masih adanya kontak sosial saat tawar menawar antara pedagang dan pembeli, juga pasar tradisional lebih menggambarkan denyut nadi perekonomian rakyat kebanyakan karena masih banyak orang yang menggantungkan hidupnya, dari mulai para pedagang kecil, kuli panggul, pedagang asongan, hingga tukang becak, maka yang perlu dilakukan adalah merubah wajah pasar tradisional agar bisa lebih nyaman, aman, teratur, kompetitif dapat bersaing dan siap hadir berdampingan dengan pasar/toko modern.

2. Misi

a. Mewujudkan pembangunan pasar percontohan tradisional modern

Memperbaiki infrastruktur pasar tradisional, penataan ulang tapak (zonasi) Pasar dan penataan ulang melalui shelter PKL, serta penciptaan praktik pengelolaan pasar yang lebih baik mencakup jaminan tingkat kesehatan dan kebersihan yang layak, penerangan hemat energy dan sirkulasi udara yang cukup, aman, nyaman, dan memiliki lahan parkir serta fasilitas yang memadai.

b. Mewujudkan optimalisasi kualitas dan kuantitas tempat berdagang,

serta pemberdayaan fasilitas perpasaran lain, dan mewujudkan peran

(22)

Mensyaratkan SDM yang berkualitas sebagai pengelola pasar yang tidak hanya bertindak sebagai pengumpul retribusi semata, tetapi secara konsisten mampu berkoordinasi dengan pedagang maupun stakeholder dalam mengelola dan memberdayakan potensi sumberdaya, serta melaksanakan pelatihan atau evaluasi secara berkala.

c. Mewujudkan daya saing pasar tradisional terhadap keberadaan

pasar/toko modern.

Penetapan regulasi yang sistematis mengenai pasar modern, termasuk yang menyangkut isu hak dan tanggung jawab pemerintah dan pengelola pasar, dan juga sanksi atas pelanggaran aturan tersebut, yang terpenting adalah menjamin bahwa aturan tersebut dipahami oleh para pemangku kepentingan Pemerintah Pusat maupun Daerah, dan harus memiliki mekanisme kontrol serta sistem pemantauan untuk menjamin kompetisi yang sehat antara pengusaha ritel modern dan pengusaha ritel tradisional.

d. Mewujudkan peningkatan pendapatan sebagai penopang PAD dalam

upaya pencapaian BEP (minimal mendekati titik nol)

Menetapkan kebijakan dan mekanisme pola hubungan kerjasama berbagai pihak terkait untuk menjamin keberadaan pasar tradisional yang bukan hanya sekedar sebagai sumber pendapatan retribusi tempat berdagang saja, tetapi ada peluang untuk pengelolaan pengembangan pasar melalui kerjasama investasi pemberdayaan aset, dan sekaligus menetapkan standar minimum pelayanan.

B. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD

1. Tujuan

a. Terwujudnya rintisan pembangunan pasar tradisional modern yang sehat setiap tahun minimal 1 (satu) pasar, dan pemenuhan kebutuhan tempat- tempat usaha bagi para pedagang khususnya ekonomi lemah, dan tersedianya tempat belanja sesuai dengan harapan masyarakat.

b. Terjaminannya pemahaman hubungan pola kerjasama berbagai pihak terkait dalam system pelaksanaan, pemantauan dan pengendalian keberadaan maupun kompetisi yang sehat pada Pengaturan, Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, PKL maupun Pasar/toko modern. c. Terwujudnya kedisiplinan para pelaku pasar sesuai peran masing-masing. d. Meningkatnya pelayanan dan pemenuhan kebutuhan sarana prasarana

(23)

tempat-tempat dasaran yang kosong, maupun pemberdayaan potensi sumber daya fasilitas perpasaran lain guna peningkatan pendapatan.

e. Tercapainya tingkat BEP 2. Sasaran Jangka Menengah

a. Mempertahankan jumlah pasar tradisional sebanyak 47 pasar dan melakukan rintisan penataan ulang/pengembangan/pembangunan pasar tradisional modern sebanyak 1 (satu) pasar per tahun.

b. Menyusun peraturan tata ruang dan zonasi yang tegas yang mengatur penempatan pasar tradisional dan pasar modern, dan penetapan jarak yang diperbolehkan dari pasar tradisional untuk membangun pasar/toko modern, serta batasan jumlah yang diperbolehkan.

c. Menstabilkan harga kebutuhan pokok dan jasa yang terjangkau oleh masyarakat.

d. Memberdayakan SDM dalam pemanfaatan potensi fasilitas perpasaran secara optimal sebagai motivator dalam pengelolaan pasar.

e. Optimalisasi pemanfaatan asset guna peningkatan pendapatan pasar, dan peningkatan penataan dan pengendalian PKL.

C. Strategi dan Kebijakan

1. Strategi

a. Pembangunan pasar menuju pasar sehat dan higienis melalui rintisan pengembangan/ pembangunan pasar sesuai dokumen pondasi dasar pembangunan pasar.

b. Menciptakan pemanfaatan ruang dan penataan tapak (zonasi) secara tegas melalui kebijakan regulasi Pasar Tradisional, PKL dan Pasar/toko Modern.

c. Pemanfaatan potensi sumber daya dan mendorong peningkatan pelayanan pertumbuhan ekonomi.

d. Peningkatan pelayanan publik dengan memberikan fasilitas yang lebih aman, nyaman, teratur, kompetitif dapat bersaing dan siap hadir berdampingan dengan pasar/toko modern.

(24)

2. Kebijakan

a. Menyusun dan menyelesaikan Masterplan kawasan perdagangan/ekonomi, FS, Sertifikat, KRK, DED, Ijin Lingkungan (UKL-UPL, AMDAL), Database Pedagang, Profil Pasar.

b. Menyusun Pola Perpasaran (evaluasi, prospek, strategi, arah pengembangan), dan kebijakan perpasaran dengan mendasari komitmen bersama untuk perijinan dan zonasi (aspek pelayanan, aspek restrukturisasi pasar, aspek pengembangan pasar sehat dan higienis) dalam rangka penyusunan Raperda Perpasaran, Standar arsitektur pasar tradisional, Pengelolaan pasar sehat dan higienis.

c. Memberdayakan pasar melalui peningkatan infrastruktur pasar tradisional, penataan ulang PKL (Sentra-sentra), dan penciptaan/pembenahan praktik pengelolaan.

d. Membangun project pasar percontohan.

e. Menyediakan system informasi harga pasar, peluang dan potensi pemberdayaan aset pasar.

f. Mempermudah dan mempercepat proses perijinan pemakaian tempat di pasar.

g. Meningkatkan dan mengoptimalkan kinerja SDM.

h. Meningkatkan kesadaran pedagang melalui pembinaan, sosialisasi dan penertiban.

i. Menyusun mekanisme pengelolaan parkir dan pemasangan reklame pasar.

(25)

BAB V

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

Pada bagian ini dikemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif (Perumusan rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif).

(26)

BAB VI

INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai Dinas Pasar dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

Tabel 6.1

Target Capaian Setiap Tahun

(27)

BAB VII PENUTUP

Untuk menjaga kesinambungan pembangunan dalam rangka menyesuaikan jadual yang belum seluruhnya tertangani dan masalah-masalah yang dihadapi yang dilaksanakan pada periode sebelumnya yaitu Tahun 2005 – 2010 diharapkan tetap mempunyai ruang gerak yang luas untuk penyempurnaan pelaksanaan program yang lebih baik

Dalam pelaksanaan pembangunan, diterapkan prinsip-prinsip efektif, efisien, transparan, akuntabel dan partisipatif dalam melaksanakan kegiatan pembangunan dalam rangka pencapaian visi dan misi yang tertuang dalam Rencana Strategis Dinas Pasar Kota Semarang Tahun 2011 – 2015. Pelaksanaan kegiatan baik dalam kerangka regulasi maupun kerangka anggaran harus memperhatikan keterpaduan dan sinkronisasi serta harmonisasi antar kegiatan yang melekat pada masing-masing bidang sesuai peraturan yang berlaku

Rencana Strategis tersebut merupakan pedoman atau acuan dalam pelaksanaan program dinas yang diharapkan masyarakat termasuk dunia usaha dapat berperanserta dalam perancangan dan perumusan kebijakan yang nantinya akan dituangkan dalam produk Peraturan Daerah. Berkaitan dengan pendanaan, masyarakat termasuk dunia usaha dapat berperanserta dalam pembangunan yang direncanakan melalui program berdasarkan perencanaan dan peran serta masyarakat dalam kegiatan yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan masyarakat dapat berperanserta dalam pengawasan pada pelaksanaan kebijakan dan kegiatan dalam program-program pembangunan.

(28)

Untuk menjaga efektifitas pelaksanaan program, diwajibkan melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan serta tindakan koreksi yang diperlukan dan melaporkan hasil-hasilnya kepada Walikota Semarang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Semarang, Oktober 2010 Kepala Dinas Pasar Kota Semarang

Drs. EDNAWAN HARYONO

(29)

Tabel.T-IV.C.1

Review Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD

NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD ***) Target SPM Target IKK

Target Indikator

Lainnya

Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

(30)

Tabel.T-IV.C.2

Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan SKPD

Uraian ***) Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke- Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke- Rata-rata Pertumbuhan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

PENDAPATAN

BELANJA DAERAH Belanja tidak langsung - Belanja pegawai Belanja langsung - Belanja pegawai - Belanja barang dan jasa - Belanja modal

(31)

Referensi

Dokumen terkait

QUANTITIES REPRESENT ACTUAL REPORTED WEIGHT, NOT ESTIMATED FROM THE NUMBER OF PACKAGES. 4) SALES HELD DURING A WEEK OVERLAPPING THE END OF THE MONTH ARE ATTRIBUTED WHOLLY TO THE

Salah satu tumbuhan yang diketahui mengandung senyawa dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat adalah kayu manis (Priani dkk., 2014; Prasetyaningrum dkk., 2012), Masker gel

Selanjutnya, dengan bidang kontak panas yang luas disertai turbulensi partikel fluidisasi yang cepat menyebabkan FBC teknologi bisa diaplikasikan untuk mengkonversi segala jenis

Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS praktikum untuk materi larutan penyangga kelas XI IPA SMA dapat dikembangkan melalui penelitian pengembangan dan media

Hasil yang diperoleh dari perencanaan ini adalah berupa profil baja dan dimensi yang digunakan pada struktur bangunan atas serta tahapan pelaksanaan

Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa bentuk pembinaan yang dilakukan oleh pihak kantor urusan agama dilakukan dengan cara mengadakan suatu program

Secara general, mashlahat ini seperti manfaat menurut lafal dan maknanya.Manfaat diartikan dengan lezat, baik dalam memperolehnya maupun dalam menjaga,

In relation with Hofstede (1982) description of cultural values in Indonesia, there is possibility that he is describing the culture of the Javanese Indonesians, and has