• Tidak ada hasil yang ditemukan

Determinan Penerimaan Daerah dari Sektor Pariwisata di Kabupaten/Kota Provinsi Jambi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Determinan Penerimaan Daerah dari Sektor Pariwisata di Kabupaten/Kota Provinsi Jambi"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2. Hasil Hausman Test  Test  Summary  Chi-Sq.  Statistic   Chi-Sq. d.f.  Prob.   Cross-section  random  72,844771  5  0.0000
Tabel 4. Intersep individu Kab/Kota  Kabupaten/Kota  Intersep  individu  Peringkat  Jambi  -3,322057 + (11,41836) =  -14,740417  1  Kerinci  -1,323617 + (11,41836) =  -12,741977  2  Bungo  -0,522117 + (11,41836) =  -11,940477  3  Muaro Jambi  -0,046955 + (

Referensi

Dokumen terkait

Selain membandingkan nilai F hitung n F tabel, dengan membandingkan nilai Sig dengan nilai α yaitu Sig < α 5% (0,001 < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha

Berdasarkan Uji F di atas, diperoleh nilai F hitung sebesar 23.701 dengan nilai probabilitas (sig) = 0,000. Maka dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini

F hitung > F tabel pada taraf kepercayaan 95% ( 47,883 > 2,74 ) dan nilai sifnifikasi lebih kecil dari α ( 0,00 < 0,05 ) maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan

Hal ini berarti bahwa nilai t hitung (49,012) lebih besar dari nilai t tabel yang mengandung arti bahwa Ho ditolak artinya terdapat pengaruh yang signifikan

Nilai dari f-tabel adalah 2,77 maka dapat dilihat bahwa f-hitung 34,611 > dari f-tabel 2,77 dengan nilai signifikansinya yaitu 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak H4 diterima hal ini

Sedangkan uji F yang dilakukan dengan melihat nilai probabilitas signifikansinya menghasilkan nilai probabilitas = 0,019 < α = 0,05 maka Ho ditolak, yang berarti variabel Likuiditas

Selain membandingkan nilai F hitung n F tabel, dengan membandingkan nilai Sig dengan nilai α yaitu Sig < α 5% 0,001 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya variabel Partisipasi,

Untuk menganalisis efek PDRB, jumlah kunjungan wisatawan, jumlah kendaraan bermotor, serta jumlah kamar hotel terhadap penerimaan pajak daerah di 6 provinsi pulau jawa, digunakan metode