• Tidak ada hasil yang ditemukan

IDENTIFIKASI ZONA AKUIFER AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS DI KEPULAUAN BELITUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IDENTIFIKASI ZONA AKUIFER AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS DI KEPULAUAN BELITUNG"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 4. 1 Skema inversi pada resistivity sounding  [13]
Gambar 5.1 Peta Lokasi Titik Pengukuran Daerah  Penelitian [18]
Gambar 7. 1 Peta Isoresistivitas Kedalaman 1m, 2m, 9  m, 15 m, 40 m.
Gambar 7. 2 Penampang 2D pada titik GBB-44 dan 45  Titik  pengukuran  pada  daerah  kecamatan  Tanjung  Pandan terdiri dari 4 titik
+5

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian dilakukan menggunakan geolistrik untuk mengidentifikasi lapisan dan kedalaman akuifer airtanah yang berada di bawah permukaan berdasarkan nilai

Pada titik sounding 3 yang berada di Dusun Pucung dari kedalaman 15 m hingga 30 m memiliki potensi air tanah yang kecil dengan nilai resistivitas sebesar 8,4

Penelitian mengenai estimasi kedalaman akuifer dangkal sangat berguna untuk mengetahui sebaran potensi akuifer dangkal yang dapat dimanfaatkan oleh manusia secara mudah

Akuifer dari sekitar titik sounding 5 tersusun oleh pasir yang terlihat lebih tebal pada akuifer dangkalnya kemudian menipis di sekitar titik sounding 3 dan menebal

Penelitian ini dibatasi dengan menentukan lapisan litologi berdasarkan nilai resistivitas, kedalaman dan ketebalan lapisan akuifer menggunakan metode geolistrik

yang merupakan akuifer baik dan satuan batupasir lempungan. Bagian Tengah-Selatan Bagian ini meliputi Kp. Tamanjaya) dan Kp. Pada bagian ini sampai kedalaman sekitar 10 meter

> 57,90 19,45 Tanah lanau pasiran Pada lintasan 1 berdasarkan hasil interpretasi data pengukuran geolistrik, menunjukkan terdapat enam lapisan batuan yaitu pada kedalaman 0 – 0,31 m;

Akuifer dari sekitar titik sounding 5 tersusun oleh pasir yang terlihat lebih tebal pada akuifer dangkalnya kemudian menipis di sekitar titik sounding 3 dan menebal kembali pada titik