• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN. Raya, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Kelurahan Pematang Raya memiliki

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN. Raya, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Kelurahan Pematang Raya memiliki"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

III.1 Gambaran Umum

Kelurahan Pematang Raya merupakan kelurahan yang terdapat di wilayah Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Kelurahan Pematang Raya memiliki luas 2300 Ha yang terdiri dari wilayah pemukiman, pertanian, perkantoran, dan sebagainya. Kelurahan Pematang Raya merupakan wilayah yang berada sekitar 900 M diatas permukaan laut. Rata-rata banyaknya curah hujan di Kelurahan Pematang Raya adalah 300 Mm/tahun. Suhu udara rata-rata di Kelurahan Pematang Raya adalah 26°C. Sedangkan topografi dataran rendah tinggi pantai adalah tinggi. Adapun yang menjadi batas-batas Kelurahan Pematang Raya adalah sebagai berikut :

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Dalig Raya b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Sigodang c. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Raya Bayu d. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Sondi Raya

III. 2 Wajib Kelurahan

Adapun yang menjadi wajib Kelurahan Pematang Raya adalah sebagai berikut :

a. Kepemimpinan

b. Penguasaan data wilayah

c. Penguasaan peraturan dan perundang-undangan d. Pemeliharaan dan pembinaan administrasi kelurahan

(2)

e. Pembinaan koperasi atau kelompok koperasi f. Pelaksanaan 5K

g. Meningkatkan partisipasi dan gotong royong masyarakat h. Meningkatkan pendapatan asli daerah

i. Pembinaan perangkat kelurahan lingkungan/RW/RT lembaga desa j. Pembinaan PKK

III. 3 Arah dan Kebijakan Umum Bidang Pembangunan yang dikelola

Adapun arah dan kebijakan umum bidang pembangunan yang dikelola oleh Kelurahan Pematang Raya adalah berpedoman pada Tupoksi Kelurahan, berdasarkan Peraturan Bupati Simalungun Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja pada Organisasi Kecamatan dan Kelurahan Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Pada pasal 1 diterangkan bahwa yang dimaksud dengan kelurahan adalah merupakan wilayah kerja Lurah sebagai Perangkat Daerah Kabupaten dalam wilayah Kecamatan. Sedangkan Lurah adalah merupakan perangkat daerah kabupaten yang berkedudukan di wilayah kecamatan.

Pada pasal 9 diterangkan Rincian Tugas Jabatan Pada Organisasi Kelurahan sebagai berikut : Lurah mempunyai Tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan serta melaksanakan urusan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati.

(3)

a. Melaksanakan urusan administrasi pemerintahan dan pengaturan kehidupan masyarakat yang dilimpahkan kepada lurah.

b. Membuat Program Kerja Tahunan dengan mengacu pada program kerja Pemerintah Kecamatan.

c. Merumuskan kebijakan Pemerintahan Kelurahan.

d. Merumuskan dan menetapkan kebijakan-kebijakan pelayanan umum di lingkungan Kelurahan.

e. Menetapkan prosedur pedoman teknis terhadap kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

f. Mengadakan pemberdayaan dan pelayanan masyarakat. g. Mengadakan pembinaan lembaga kemasyarakatan.

h. Menyelenggarakan dan membina keamanan dan ketertiban umum wilayah kerja. i. Melaksanakan pembinaan karier pegawai di lingkungan Kelurahan.

j. Membuat laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada atasan.

k. Melaksanakan tugas-tugas di bidang kepegawaian.

l. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Berdasarkan Peraturan Bupati Simalungun Nomor 4 tahun 2009 tanggal 10 Maret 2009, tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Pada Organisasi Kecamatan dan Kelurahan Pemerintah Kabupaten Simalungun, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya menjalankan pembangunan, di Kelurahan terdapat Susunan Organisasi Kelurahan dengan masing-masing kebijakan umum yang berdasarkan kepada Tupoksinya masing-masing yaitu :

(4)

1. Sekretaris Lurah

Sekretaris Lurah mempunyai tugas membantu Lurah di bidang Umum, Kepegawaian dan Perlengkapan, Perencanaan Program dan Keuangan. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Sekretaris Lurah mempunyai rincian tugas sebagai berikut :

a. Mengkoordinasikan urusan teknis administrasi kepada seluruh perangkat kelurahan dan lingkungan.

b. Melaksanakan kegiatan surat menyurat, antara lain menerima dan mencatat surat masuk dan keluar, mendistribusikan surat, mengagendakan dan mengarsipkan surat.

c. Melaksanakan dan memelihara administrasi perlengkapan termasuk pengadaan, perawatan dan pemeliharaan inventaris kelurahan.

d. Melaksanakan urusan administrasi keuangan dan kerumahtanggaan. e. Melaksanakan tugas-tugas dibidang kepegawaian.

f. Melaksanakan tugas-tugas dibidang pengelolaan barang dan keuangan.

g. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

2. Kepala Seksi Pemerintahan

Adapun yang menjadi rincian tugas kepala seksi pemerintahan adalah sebagai berikut :

a. Mempersiapkan bahan dalam rangka mengikuti kegiatan perlombaan kelurahan Tingkat Kelurahan.

b. Melaksanakan administrasi kependudukan.

c. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan kependudukan.

(5)

e. Memfasilitasi pengurusan pertanahan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. f. Melaksanakan tugas-tugas di bidang pemungutan pajak bumi dan bangunan.

g. Menyusun laporan Kelurahan dibidang pemerintahan.

h. Pengumpulan, pengolahan dan evaluasi data dibidang ketentraman dan ketertiban umum. i. Memfasilitasi upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum.

j. Melakukan pengawasan dan pemantauan dalam pelaksanaan kegiatan pembebasan tanah. k. Melaksanakan pelayanan surat pengantar kependudukan meliputi KTP, KK dan Surat

Keterangan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

l. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3. Kepala Seksi Pembangunan

Adapun yang menjadi rincian tugas Kepala Seksi Pembangunan adalah sebagai berikut : a. Mempersiapkan, mensistematisasikan data dan program pembangunan.

b. Melaksanakan dan mengkoordinasikan perencanaan pembangunan sarana dan prasarana di wilayah kecamatan.

c. Melaksanakan pembinaan dan mengkoordinasikan pengembangan perekonomian meliputi pembangunan sumber produksi dan pengendalian penyaluran/pemasaran produksi.

d. Pengendalian pembangunan meliputi perkreditan.

e. Melaksanakan pengendalian pemanfaatan sumber daya alam dan teknologi tepat guna. f. Melakukan kegiatan dan pemantauan terhadap pengembangan potensi dan kualitas SDA. g. Membuat usalan pendapatan kecamatan.

(6)

i. Melaksanakan pengawasan dan pemantauan terhadap setiap izin dan rekomendasi yang dikeluarkan agar sesuai dengan peraturan daerah atau ketentuan yang berlaku.

j. Memfasilitasi pelaksanaan kebersihan.

k. Memfasilitasi pelayanan penerbitan ijin usaha sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

l. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

4. Kepala Seksi Kemasyarakatan

Adapun yang menjadi rincian tugas dari kepala Kepala Seksi Kemasyarakatan adalah sebagai berikut :

a. Melaksanakan urusan pembinaan masyarakat meliputi menggerakkan partisipasi warga masyarakat untuk bergotong royong dan menata lingkungan.

b. Melaksanakan urusan pembinaan kelompok masyarakat. c. Melaksanakan urusan pembinaan olah raga dan generasi muda. d. Melaksanakan urusan upaya peningkatan gizi keluarga.

e. Melaksanakan pembinaan terhadap kehidupan kerukunan beragama dan antar umat beragama.

f. Membantu pembinaan keluarga berencanana.

g. Melakukan kegiatan perayaan hari-hari besar keagamaan dan hari besar nasional. h. Melakukan pengwasan dan monitoring bantuan sosial.

i. Melakukan koordinasi dan pengendalian serta membantu pelaksanaan penanggulangan masalah bencana alam, wabah penyakit menular serta rawan pangan.

(7)

j. Melakukan pembinaan masalah kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba dan masalah sosial.

k. Melakukan pembinaan terhadap kesejahteraan keluarga. l. Memproses surat-surat keterangan miskin/tidak mampu. m. Melakukan pengawasan pendistribusian bahan bakar minyak. n. Mendata dan memfasilitasi pelaksanaan raskin.

o. Pelaksanaan tugas pembantuan dibidang pengawasan terhadap penyaluran bantuan kepada masyarakat serta melakukan kegiatan pengamanan akibat bencana alam dan bantuan lainnya.

p. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

III. 4 Potensi Wilayah Kelurahan Pematang Raya

Potensi wilayah yang ada di Kelurahan Pematang Raya terdiri dari potensi sumber daya alam, jumlah penduduk, dan potensi kelembagaan. Potensi-potensi inilah yang akan diberdayakan untuk melakukan pembangunan dan perbaikan di Kelurahan Pematang Raya.

III. 4.1 Potensi Sumber Daya Alam

Luas Kelurahan Pematang Raya terdiri dari :

- Luas Pemukiman = 320 Ha - Luas Pekarangan = 35 Ha - Luas Pertanian = 1815 Ha - Luas Perkantoran = 15 Ha - Luas Prasarana = 115 Ha

(8)

Total Luas = 2300 Ha

III. 4.2 Jumlah Lingkungan

Jumlah lingkungan yang ada di Kelurahan Pematang Raya adalah sebanyak 5 ( Lima ) lingkungan, dengan masing-masing kepala lingkungan sebagai berikut ini :

Tabel 3.1

Jumlah Lingkungan dan Nama Kepala Lingkungan

No Lingkungan Kepala Lingkungan

1 Lingkungan I Raiden Damanik

2 Lingkungan II Kalmon Saragih

3 Lingkungan III Walmer Sitopu 4 Lingkungan IV Jasmen Sinaga 5 Lingkungan V Jalinson Sidauruk Sumber : Profil Kelurahan Pematang Raya 2011

III. 4.3 Jumlah Penduduk

Hingga Bulan Desember 2009, jumlah penduduk di Kelurahan Pematang Raya adalah 7018, yang terdiri dari 1686 Kepala Keluarga dengan klasifikasi sebagai berikut.

a. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin

Menurut jenis kelamin maka jumlah penduduk di Kelurahan Pematang Raya berjumlah sebanyak :

Tabel 3.2

(9)

No Uraian Laki-laki Perempuan Jumlah

1 WNI Pribumi 3.441 3.577 7.018

2 WNI K.A - - -

3 WNA - - -

Jumlah 3.441 3.577 7.018

Sumber : Profil Kelurahan Pematang Raya 2011

Melalui tabel diatas dapat diambil suatu fakta bahwa, 100% warga Kelurahan Pematang Raya adalah mayoritas Warga Indoenesia Asli yaitu sejumlah 7.018 jiwa. Warga Negara Keturunan Asing dan Warga Negara Asing dipastikan tidak ada.

b. Jumlah Penduduk Menurut Agama

Di Kelurahan Pematang Raya, terdapat tiga jenis agama yang dianut dan diyakini oleh warga masyarakat. Uraian dan penjelasannya ada dalam tabel dibawah ini :

Tabel 3.3

Jumlah Penduduk Menurut Agama

No Agama Jumlah 1 Kristen 6.256 2 Islam 617 3 Katolik 145 4 Buddha - 5 Hindu - Jumlah 7.018

(10)

Dari data diatas, dapat diambil suatu kenyataan bahwa agama yang mayoritas dianut oleh warga Kelurahan Pematang Raya adalah agama Kristen yaitu sebanyak 6.256 jiwa diikuti oleh agama Islam sebanyak 617 jiwa dan agama Katolik sebanyak 145 jiwa. Sementara untuk agama Budha dan Hindu, dipastikan tidak ada.

c. Jumlah Penduduk Menurut Suku Bangsa

Terdapat beberapa suku bangsa yang mendiami Kelurahan Pematang Raya yaitu sebagai berikut :

Tabel 3.4

Jumlah Penduduk Menurut Suku Bangsa

No Suku Bangsa Jumlah

1 Simalungun 6716 2 Tapanuli 121 3 Karo 31 4 Nias 27 5 Jawa 123 Jumlah 7018

Sumber : Profil Kelurahan Pematang Raya 2011

Melalui tabel diatas, dapat dipahami bahwa mayoritas penduduk Kelurahan Pematang Raya adalah Suku Bangsa Simalungun dengan 6716 jiwa. Kemudian disusul oleh Suku Bangsa Jawa dengan jumlah 123 jiwa. Suku Bangsa Tapanuli sebanyak 121 jiwa. Suku Bangsa Karo sebanyak 31 jiwa. Sedangkan Suku Bangsa Nias merupakan suku minoritas di Kelurahan Pematang Raya dengan jumalah 27 jiwa.

(11)

Di Kelurahan Pematang Raya, terdapat 5 lingkungan. Jumlah penduduk di masing-masing lingkungan dapat dilihat dari tabel berikut.

Tabel 3.5

Jumlah Penduduk Menurut Lingkungan

No Lingkungan Laki-laki Perempuan Jumlah

1 I 508 545 1053 2 II 1013 1031 1042 3 III 998 1037 2035 4 IV 461 490 951 5 V 461 474 935 Jumlah 3441 3577 7018

Sumber : Profil Kelurahan Pematang Raya 2011

Berkaca dari tabel diatas, dapat dilihat suatu kenyataan bahwa, penduduk terbanyak Kelurahan Pematang Raya terdapat di Lingkungan III dengan jumlah 2035 jiwa. Sedangkan jumlah terkecil penduduk Kelurahan Pematang Raya terdapat di Lingkungan V dengan jumlah penduduk 935 jiwa.

e. Jumlah Kepala Keluarga Menurut Lingkungan

Melalui tabel dibawah ini dapat dilihat jumlah kepala keluarga yang ada di lima lingkungan yang ada di Kelurahan Pematang Raya.

Tabel 3.6

Jumlah Kepala Keluarga Menurut Lingkungan

(12)

1 I 320 Kepala Keluarga

2 II 379 Kepala Keluarga

3 III 652 Kepala Keluarga

4 IV 203 Kepala Keluarga

5 V 132 Kepala Keluarga

Jumlah 1686 Kepala Keluarga

Sumber : Profil Kelurahan Pematang Raya 2011

Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa jumlah Kepala Keluarga di Kelurahan Pematang Raya adalah sebanyak 1.686 Kepala Keluarga yang tersebar di 5 lingkungan. Dari tabel diatas juga dapat dilihat bahwa, jumlah kepala keluarga lebih banyak berdomisili di Lingkungan III dengan jumlah 652 Kepala Keluarga.

f. Jumlah penduduk menurut mata pencaharian

Klasifikasi penduduk Kelurahan Pematang Raya menurut jenis mata pencaharian dapat dilihat melalui tabel dibawah ini.

Tabel 3.7

Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian

No Jenis pekerjaan Jumlah

1 Petani/pekebun 1579

2 Pegawai negeri 430

3 Wiraswasta 855

4 TNI/POLRI 30

(13)

6 Pegawai swasta 45

Jumlah 3159

Sumber : Profil Kelurahan Pematang Raya 2011

Petani atau pekebun merupakan pekerjaan yang dominan yang digeluti oleh penduduk Kelurahan Pematang Raya. Penduduk yang menggeluti pekerjaan ini adalah sebanyak 1579 jiwa. Mengingat potensi sumber daya alam, kondisi tanah, dan iklim yang sangat cocok untuk bertani, maka masyarakat Kelurahan Pematang Raya lebih memilih menggantungkan hidupnya dengan bertani maupun berkebun.

g. Jumlah Penduduk Berdasarkan Klasifikasi Umur

Berdasarkan klasifikasi umur, maka kondisi penduduk Kelurahan Pematang Raya dapat dilihat melalui tabel dibawah ini.

Tabel 3.8

Jumlah penduduk menurut Klasifikasi Umur

No Umur Jumlah 1 0-12 Bulan 74 2 1-5 Tahun 435 3 6-16 Tahun 1052 4 17-24 Tahun 913 5 25-30 Tahun 631 6 31-40 Tahun 1334 7 > 41 Tahun 2579 Jumlah 7018

(14)

Dengan memperhatikan tabel diatas dapat dipahami bahwa, kelompok umur diatas 41 tahun merupakan kelompok umur yang sangat dominan di Kelurahan Pematang Raya dengan jumlah 2579 jiwa. Kemudian diikuti oleh kelompok umur 31-40 tahun sebagai kelompok umur yang juga dominan di Kelurahan Pematang Raya.

h. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk mengembangkan, membangun, dan memajukan sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang berpendidikan dan terampil merupakan asset berharga dari suatu negara. Penduduk Kelurahan Pematang Raya, berdasarkan tingkat pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Tabel 3.9

Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

No Umur Jumlah

1 Belum Sekolah 495

2 Pernah sekolah tidak tamat 2

3 SD/Sederajat 1614 4 SLTP/Sederajat 2606 5 SLTA/Sederajat 1865 6 D1 22 7 D2 14 8 D3 45 9 S1 350 10 S2 5

(15)

11 S3 -

Jumlah 7018

Sumber : Profil Kelurahan Pematang Raya 2011

Dapat dilihat dengan jelas melalui tabel diatas bahwa penduduk Kelurahan Pematang Raya adalah mayoritas berpendidikan terakhir SLTP/Sederajat dengan total 2606 jiwa. Kemudian diikuti oleh penduduk yang berpendidikan terakhir SLTA/Sederajat dengan total 1865 jiwa.

III. 4.4 Potensi Kelembagaan di Kelurahan Pematang Raya

Potensi kelembagaan yang ada di Kelurahan Pematang Raya, meliputi lembaga politik, peribadatan, perangkat kelurahan, kesehatan, dan sekolah yang ada di Kelurahan Pematang Raya.

a. Lembaga Politik

Ada terdapat berbagai lembaga politik dalam bentuk partai yang ada di Kelurahan Pematang Raya, seperti Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Hati Nurani Rakyat, dan partai-partai politik lainnya.

b. Sarana Peribadatan

Sarana peribadatan merupakan tempat yang digunakan oleh umat beragama untuk beribadah sesuai dengan ajaran agama mereka masing-masing. Di Kelurahan Pematang Raya, terdapat beberapa sarana peribadatan, yaitu :

- Mesjid 1 Gedung - Mushalla 1 Gedung - Gereja 15 Gedung

(16)

c. Perangkat Kelurahan

Di Kelurahan Pematang Raya, terdapat beberapa perangkat kelurahan yang bertugas untuk membantu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jumlah perangkat kelurahan itu, yakni :

- Kepala urusan 4 Orang - Kepala Lingkungan Staf 5 Orang - RT ( Rukun Tetangga ) 29 Unit - RW ( Rukun Warga ) 11 Unit d. Sarana Kesehatan

Di Kelurahan Pematang Raya juga terdapat berbagai sarana kesehatan, yang berfungsi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Jumlah sarana kesehatan yang terdapat di Kelurahan Pematang Raya adalah sebagai berikut :

- Klinik KB 2 Gedung

- Jumlah Posyandu 6 Gedung

- Jumlah Puskesmas Pembantu 2 Gedung

- Dokter Praktek 2 Gedung

- Jumlah Pusekesmas 1 Gedung e. Sarana Sekolah

Di Kelurahan Pematang Raya juga terdapat beberapa sarana sekolah, tempat menimba ilmu bagi para generasi muda Indonesia, khususnya yang ada di Kelurahan Pematang Raya. Jumlah sarana sekolah yang ada di Kelurahan Pematang Raya adalah sebagai berikut :

- TK ( Taman Kanak-kanak ) 3 Gedung

(17)

- SLTP ( Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ) 3 Gedung - SLTA ( Sekolah Lanjutan Tingkat Atas ) 3 Gedung

(18)

BAB IV

PENYAJIAN HASIL DATA PENELITIAN

Setelah mengadakan penelitian dan melakukan pengumpulan data, melalui teknik wawancara, kuesioner, dan melakukan pengamatan langsung maka diperolehlah data dari informan dan responden sehubungan dengan akuntabilitas dan transparansi dalam pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya Kecamatan Raya. Data yang diperoleh peneliti selama melakukan penelitian akan disajikan dalam bentuk analisis data dengan menggunakan tabel frekuensi dan presentase yang kemudian akan diinterpretasikan.

Adapun penyajian data berisi tentang data karakteristik responden serta data variabel penelitian. Penyajian data mengenai karakterisitik responden bertujuan untuk mengetahui spesifikasi ( ciri-ciri khusus ) yang dimiliki oleh responden, yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan. Sementara, penyajian data tentang variabel penelitian bertujuan untuk menjawab permasalahan-permasalahan ataupun kendala dalam penelitian.

Data yang penulis peroleh melalui data primer akan disajikan dalam bentuk narasi atau deskripsi sesuai dengan kenyataan yang ada dilapangan. Adapun data-data primer tersebut adalah berupa tabulasi hasil kuesioner dan narasi hasil wawancara langsung dari pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya.

IV. 1 Karakteristik Responden

Dalam penelitian ini penulis mengambil responden sebanyak 35 orang yang diklasifikasikan sebagai berikut :

(19)

1. Kepala Kelurahan, Sekretaris Kelurahan, dan Pegawai Kelurahan Pematang Raya Kecamatan Raya berjumlah 5 orang.

2. Masyarakat yang mengurus KTP dan KK pada periode Maret-Mei 2011 berjumlah 30 orang

Berikut ini klasifikasi responden penelitian yang dimaksud : Tabel 4.1

Ketentuan Responden Penelitian

No. Responden Jumlah Persentase ( % )

1 Pegawai 5 14,29

2 Masyarakat 30 85,71

Jumlah 35 100

Sumber: Penelitian Lapangan Mei, 2011

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden adalah berasal dari masyarakat yaitu sebanyak 30 orang atau sekitar 85,71% yang dipilih oleh penulis dari jumlah masyarakat yang mengurus KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya Kecamatan Raya.

Responden tidak hanya berasal dari masyarakat saja. Pegawai Kelurahan Raya Kecamatan Raya juga diambil sebagai informan, yang berjumlah 5 orang atau sekitar 14,29 %. Diambilnya pegawai kelurahan sebagai informan adalah untuk mengetahui informasi mengenai akuntabilitas dan transparansi dalam pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya Kecamatan Raya.

1. Identitas Responden Berdasarkan Tingkat Usia

Untuk sebaran responden masyarakat yang mengurus KTP dan KK berdasarkan tingkat usia dapat dilihat pada tabel berikut ini :

(20)

Tabel 4.2

Identitas Responden Masyarakat Berdasarkan Tingkat Usia

No Usia Jumlah Persentase ( % )

1 17-26 Tahun 5 16,67

2 27-36 Tahun 12 40

3 37-46 Tahun 10 33,33

4 > 46 Tahun 3 10

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei2011

Melalui tabel diatas dapat dipahami bahwa masyarakat yang mengurus KTP dan KK mayoritas berusia antara 27-36 tahun adalah 40 %, dari 30 masyarakat yang menjadi responden peneliti, yang berarti berjumlah 12 orang. Sedangkan masyarakat yang berusia lebih dari 46 tahun sudah sangat sedikit yang melakukan pengurusan KTP dan KK, yaitu sejumlah 3 orang saja atau 10 % dari 30 orang masyarakat yang dijadikan resoponden.

Untuk sebaran responden pegawai berdasarkan tingkat usia dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.3

Identitas Responden Pegawai Berdasarkan Tingkat Usia

No Umur Jumlah Persentase ( % )

1 17-26 Tahun -

(21)

3 37-46 Tahun 1 20

4 > 46 Tahun 3 60

Jumlah 5 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Melalui tabel diatas dapat dipahami bahwa pegawai yang bekerja di Kelurahan Pematang Raya mayoritas berusia diatas 46 tahun yaitu berjumlah 3 orang ( 60 % ), sementara pegawai yang berusia antara 27-36 tahun dan 37-46 tahun masing-masing berjumlah 1 orang atau 20 %.

2. Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Untuk sebaran responden masyarakat berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat dari tabel di bawah ini :

Tabel 4.4

Identitas Responden Masyarakat Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah Persentase ( % )

1 Laki-laki 18 60

2 Perempuan 12 40

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei2011

Dari tabel diatas dapat dilihat dengan jelas bahwa, jumlah responden masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki adalah sebanyak 18 orang atau 60 % dari total 30 orang masyarakat yang dijadikan sebagai resoponden. Sedangkan sisanya yaitu 40 % adalah responden masyarakat yang berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 12 orang.

Untuk sebaran responden pegawai berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat dari tabel dibawah ini :

(22)

Tabel 4.5

Identitas Responden Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah Persentase ( % )

1 Laki-laki 4 80

2 Perempuan 1 20

Jumlah 5 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei2011

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pegawai Kelurahan Pematang Raya yang menjadi responden penelitian adalah didominasi oleh pegawai yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 4 orang atau 80 %. Dan sisanya 1 orang atau 20 % adalah responden berjenis kelamin perempuan.

3. Identitas Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Untuk sebaran responden masyarakat berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat melalui tabel dibawah ini.

Tabel 4.6

Identitas Responden Masyarakat Berdasarkan Tingkat Pendidikan

No Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase ( % )

1 SD Ke bawah 1 3,33

2 SLTP/Sederajat 5 16,67

3 SLTA/Sederajat 18 60

4 D1/D2/D3 5 16,67

(23)

6 S-2 Ke atas - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Melalui tabel diatas dapat dipahami bahwa masyarakat Kelurahan Pematang Raya yang mengurus KTP dan KK mayoritas berpendidikan terakhir SLTA/Sederajat yaitu berjumlah 18 orang ( 60 %). Sedangkan masyarakat yang berpendidikan terakhir SLTP/Sederajat dan Akademi berjumlah sama yakni sebanyak 5 orang ( 16,67 ). Ini menunjukkan bahwa masyarakat yang berpendidikan terakhir SLTA/Sederajatlah yang lebih banyak mengurus KTP dan KK.

Untuk sebaran responden pegawai berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.7

Identitas Responden Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan

No Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase ( % )

1 SD Ke bawah - - 2 SLTP/Sederajat - - 3 SLTA/Sederajat 5 100 4 D1/D2/D3 - - 5 S-1 - - 6 S-2 Ke atas - - Jumlah 5 100

(24)

Berkaca melalui tabel diatas, dapat diambil suatu kenyataan bahwa seluruh pegawai yang menjadi resoponden penelitian yang bekerja di Kelurahan Pematang Raya adalah berpendidikan terakhir SLTA/Sederajat.

4. Identitas Responden berdasarkan Pekerjaan

Identitas responden masyarakat berdasarkan pekerjaan dapat dilihat melalui tabel yang di sediakan dibawah ini :

Tabel 4.8

Identitas Responden Masyarakat Berdasarkan Pekerjaan

No Jenis Pekerjaan Jumlah Persentase ( % )

1 PNS/TNI/POLRI 5 16,67 2 Pegawai Swasta 3 10 3 Wiraswasta 7 23,33 4 Petani/Pekebun 14 46,67 5 Lainnya 1 3,33 Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Dengan memandang tabel diatas dapat ditarik suatu pemahaman bahwa mayoritas masyarakat yang menjadi responden adalah berprofesi sebagai Petani/Pekebun dengan jumlah 14 orang ( 46,67 % ). Kemudian disusul oleh masyarakat yang berprofesi sebagai wiraswasta dengan jumlah 7 orang ( 23,33 % ).

(25)

5. Identitas Responden Pegawai Berdasarkan Golongan

Identitas responden pegawai berdasarkan golongan dapat dilihat melalui tabel dibawah ini :

Tabel 4.9

Identitas Responden Pegawai Berdasarkan Golongan

No Golongan Jumlah Persentase ( % )

1 Golongan I - -

2 Golongan II 1 20

3 Golongan III 4 80

4 Golongan IV - -

Jumlah 5 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa mayoritas pegawai Kelurahan Pematang Raya adalah bergolongan III dengan jumlah 4 orang ( 80 % ). Sedangkan sisanya yaitu satu orang ( 20 % ) pegawai adalah bergolongan II.

IV. 2 Penyajian Data tentang Akuntabilitas dan Transparansi dalam Pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya Kecamatan Raya berdasarkan Kuesioner Masyarakat.

Sehubungan dengan teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah teknik wawancara dan pembagian kuesioner terhadap beberapa responden, maka berikut ini akan dipaparkan hasil pengumpulan data tentang Akuntabilitas dan Transparansi dalam Pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya Kecamatan Raya. Hasil dari pengumpulan data

(26)

tersebut akan disajikan dalam bentuk tabel tunggal, yang kemudian jawaban dari masing-masing responden akan diinterpretasikan menurut analisa penulis sesuai dengan keterangan-keterangan yang disampaikan oleh responden.

Tabel 4.10

Distribusi jawaban responden mengenai kemudahan prosedur pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya

No Jawaban Jumlah Persentase

1 Sangat mudah 3 10

2 Mudah 20 66,67

3 Cukup mudah 7 23,33

4 Tidak mudah - -

5 Sangat tidak mudah - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Melalui tabel 19 diatas dapat dipahami bahwa dari total 30 masyarakat yang menjadi responden, terdapat sebanyak 20 orang ( 66, 67 % ) yang mengatakan bahwa prosedur pelayanan KTP dan KK mudah dimengerti. Sebanyak 7 orang ( 23,33 % ) menjawab pelayanan KTP dan KK cukup mudah. Dan 3 orang ( 10 % ) masyarakat menjawab pelayanan KTP dan KK sangat mudah. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Raya sudah cukup mengerti mengenai prosedur pelayanan KTP dan KK

(27)

dengan sesederhana mungkin, agar masyarakat tidak mengalami kebingungan dalam mendapatkan pelayanan KTP dan KK. Dan kalaupun masyarakat masih mengalami kebingungan dalam mendapatkan pelayanan KTP dan KK, terutama dalam hal prosedur, pegawai Kelurahan Pematang Raya senantiasa siap sedia untuk memberikan pengarahan dan penjelasan dengan maksimal kepada masyarakat demi terselenggaranya proses pelayanan KTP dan KK tersebut.

Bapak Jonni Wanson Purba yang merupakan Kepala Kelurahan Pematang Raya juga mengutarakan penjelasan yang tidak jauh berbeda. Beliau telah memerintahkan kepada segenap jajaran dan pegawai di Kelurahan Pematang Raya untuk senantiasa dengan hati yang terbuka dan tulus memberikan penjelesan yang maksimal kepada masyarakat yang mengalami kebingungan dalam mendapatkan pelayanan KTP dan KK. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang dilanda kebingungan dalam mendapatkan setiap pelayanan maka pelayanan yang maksimal dapat dicapai.

Oleh karena itu, penulis menarik suatu kesimpulan dengan prosedur yang sederhana ditambah dengan kesediaan pegawai Kelurahan Pematang Raya memberikan penjelasan tentang prosedur pembuatan KTP dan KK, maka masyarakat Kelurahan Pematang Raya sudah akan mendapatkan kemudahan dalam hal prosedur pembuatan KTP dan KK.

Tabel 4.11

Distribusi jawaban responden mengenai kesesuaian persyaratan pelayanan dengan jenis pelayanannya

No Jawaban Jumlah Persentase ( % )

(28)

2 Sesuai 15 50

3 Cukup sesuai 14 46,67

4 Tidak sesuai - -

5 Sangat tidak sesuai - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Melalui tabel 20 diatas dapat dilihat bahwa terdapat 15 orang ( 50 % ) masyarakat mengatakan bahwa kesesuaian persyaratan pelayanan dengan jenis pelayanannya sudah sesuai. Sedangkan 14 orang masyarakat ( 46,67 % ) menjawab kesesuaian persyaratan pelayanan dengan jenis pelayanannya sudah cukup sesuai. Sisanya yaitu 1 orang masyarakat ( 3,33 % ) menjawab kesesuaian persyaratan pelayanan dengan jenis pelayanannya sangat sesuai. Dari data diatas dapat dilihat bahwa mayoritas masyarakat beranggapaan bahwa persyaratan pelayanan yang diajukan oleh Kelurahan Pematang Raya sudah sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan.

Tabel 4.12

Distribusi jawaban responden mengenai kedisiplinan petugas dalam memberikan pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya

No Jawaban Jumlah Persentase ( % )

1 Sangat disiplin - -

2 Disiplin 20 66,67

3 Cukup disiplin 9 30

(29)

5 Sangat tidak disiplin - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Dengan memperhatikan tabel 21 diatas dapat dilihat bahwa terdapat 20 orang masyarakat ( 66, 67 % ) mengatakan bahwa kedisiplinan pegawai Kelurahan Pematang Raya dalam memberikan pelayanan KTP dan KK sudah disiplin. Sedangkan 9 orang masyarakat ( 30 % ) lagi mengatakan bahwa kedisiplinan petugas pegawai Kelurahan Raya dalam memberikan pelayanan KTP dan KK sudah cukup disiplin. Sisanya, yaitu 1 orang masyarakat ( 3,33 % ) menjawab tidak disiplin.

Bapak Jan Siner Sinaga selaku Sekretaris Kelurahan Pematang Raya melalui wawancara yang dilakukan peneliti juga memberikan keterangan bahwa seluruh pegawai yang ada di Kelurahan Pematang Raya tersebut sudah diperintahkan untuk menjung-jung tinggi nilai-nilai kedisiplinan. Karena kedisiplinan merupakan suatu jalan menuju kesuksesan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Yaitu disiplin dalam kehadiran, disiplin dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing, hingga disiplin dalam menjaga kebersihan. Dengan demikian pelayanan publik akan dapat diwujudnyatakan di Kelurahan Pematang Raya.

Tabel 4.13

Distribusi jawaban responden mengenai tanggung jawab petugas dalam memberikan pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya

(30)

1 Sangat bertanggung jawab 4 13,33

2 Bertanggung jawab 17 56,67

3 Cukup bertanggung jawab 9 30

4 Tidak bertanggung jawab - -

5 Sangat tidak bertanggung jawab - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Dengan memperhatikan tabel 22 diatas dapat dilihat bahwa terdapat 17 orang masyarakat ( 56,67 % ) mengatakan bahwa pegawai Kelurahan Pematang Raya bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan KTP dan KK. Kemudian 9 orang masyarakat ( 30 % ) mengatakan pegawai Kelurahan Pematang Raya cukup bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan KTP dan KK. Sedangkan sisanya yaitu sebanyak 4 orang masyarakat ( 13,33 % ) mengatakan pegawai Kelurahan Pematang Raya sangat bertanggung jawab dalam memberikan Pelayanan KTP dan KK. Data ini menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Pematang Raya menilai pegawai Kelurahan Pematang Raya bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan KTP dan KK kepada masyarakat.

Bapak Jhon Irwandi Girsang selaku Staf Kelurahan Pematang Raya melalui wawancara yang dilakukan oleh peneliti, juga memberikan keterangan mengenai tanggung jawab pegawai Kelurahan Pematang Raya dalam memberikan pelayanan KTP dan KK. Beliau mengutarakan bahwa setiap pegawai Kelurahan Pematang Raya bertanggung jawab dalam melayani kebutuhan masyarakat terhadap pengurusan KTP dan KK. Pegawai Kelurahan Pematang Raya dengan segala daya dan upaya akan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Pegawai

(31)

Kelurahan Pematang Raya juga memiliki budaya malu apabila mereka tidak bisa ataupun gagal dalam menyelesaikan suatu urusan publik, terutama pelayanan KTP dan KK kepada masyarakat.

Tabel 4.14

Distribusi jawaban responden tentang keadilan untuk mendapatkan pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya

No Jawaban Jumlah Persentase ( % )

1 Sangat adil 2 6,67

2 Adil 16 53,33

3 Cukup adil 11 36,67

4 Tidak adil 1 3,33

5 Sangat tidak adil - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Dari tabel 23 diatas, dapat dipahami bahwa terdapat 16 orang masyarakat ( 53,33 % ) mengatakan bahwa pelayanan dalam pengurusan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya adalah adil sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kemudian sebanyak 11 orang masyarakat ( 36,67 % ) menjawab pegawai Kelurahan Pematang Raya dalam memberikan pelayanan KTP dan KK adalah cukup adil. Sedangkan yang menjawab sangat adil hanya 2 orang masyarakat saja ( 6,667 ). Sisanya yaitu satu orang ( 3,33 % ) menjawab pegawai Kelurahan Pematang Raya sangat tidak adil dalam memberikan pelayanan KTP dan KK.

Bapak Jonni Wanson Purba sebagai Kepala Kelurahan Raya melalui wawancara yang dilakukan oleh peneliti, juga memberikan keterangan mengenai keadilan yang diberikan oleh

(32)

pegawai Kelurahan Pematang Raya dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Beliau mengatakan bahwa pegawai Kelurahan Pematang Raya dalam usaha memberikan pelayanan publik yang maksimal kepada masyarakat, tidak membedakan SARA ( Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan ). Pegawai Kelurahan Pematang Raya dalam memberikan pelayanannya memandang seluruh masyarakatnya sama dan terhormat, diperlakukan dengan baik, dan mendapatkan pelayanan yang maksimal didalam Kelurahan Pematang Raya.

Sikap dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh pegawai Kelurahan Pematang Raya tersebut sangat baik dan terpuji. Dan dapat pula diteladani oleh kelurahan-kelurahan lain di Indonesia, guna mewujudnyatakan pelayanan publik yang maksimal.

Tabel 4.15

Distribusi jawaban responden tentang kesopanan dan keramahan petugas dalam memberikan pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya

No Jawaban Jumlah Persentase ( % )

1 Sangat sopan dan ramah 10 33,33

2 Sopan dan ramah 14 46,67

3 Cukup sopan dan ramah 6 20

4 Tidak sopan dan ramah - -

5 Sangat tidak sopan dan ramah - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

(33)

Raya dalam memberikan pelayanan KTP dan KK adalah tergolong sopan dan ramah. Sebanyak 10 orang masyarakat ( 33,33 % ) mengatakan bahwa pegawai Kelurahan Pematang Raya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat bersikap sangat sopan dan ramah. Sedang sisanya yaitu 6 orang masyarakat ( 20 % ) mengatakan cukup sopan dan ramah. Hal ini juga menunjukkan bahwa masyarakat sangat senang dan puas dengan sikap sopan dan ramah yang ditunjukkan oleh pegawai Kelurahan Pematang Raya dalam memberikan pelayanan.

Tabel 4.16

Distribusi jawaban responden tentang ketersediaan fasilitas pendukung yang ada di Kelurahan Pematang Raya

No Jawaban Jumlah Persentase ( % )

1 Sangat baik - -

2 Baik 11 36,67

3 Cukup baik 10 33,33

4 Tidak baik 9 30

5 Sangat tidak baik - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa, sebanyak 11 orang masyarakat ( 36,67 % ) dari 30 masyarakat yang menjadi responden, mengatakan bahwa fasilitas pendukung yang ada di Kelurahan Pematang Raya adalah baik. Kemudian sebanyak 10 orang masyarakat ( 33,33 % ) mengatakan bahwa fasilitas pendukung di Kelurahan Pematang Raya adalah cukup baik. Sedangkan sisanya yaitu sebanyak 9 orang masyarakat ( 30 % ) mengatakan tidak baik. Melalui

(34)

data ini dapat dipahami bahwa fasilitas yang ada di Kelurahan Raya adalah baik. Namun, alangkah baiknya apabila fasilitas tersebut ditambah dan diperbaiki lagi guna mewujudnyatakan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Hal itu tercermin dari berimbangnya distribusi jawaban masyarakat mengenai ketersediaan fasilitas pendukung di Kelurahan Raya.

Bapak Jonni Wanson Purba yang merupakan Kepala Kelurahan Pematang Raya, melalui wawancara yang dilakukan oleh peneliti, memberikan keterangan mengenai ketersediaan fasilitas pendukung di kelurahan yang dipimpin oleh beliau tersebut. Untuk mewujudnyatakan pelayanan publik yang maksimal, sangat perlu dilakukan peremajaan, penambahan, dan perawatan terhadap fasilitas yang ada di Kelurahan Pematang Raya tersebut. Namun, Kelurahan Pematang Raya terkendala dalam hal dana. Mengingat tidak adanya asupan dana dari Pemerintah Kabupaten, maka rencana tersebut belum bisa diwujudkan. Peremajaan, perawatan, dan penambahan fasilitas pendukung di Kelurahan Pematang Raya saat ini, masih mengandalkan uang kas Kelurahan Pematang Raya yang belum bisa dibilang cukup untuk melakukan peremajaan, penambahan, dan perawatan yang maksimal. Namun demikian, seluruh pegawai dan staf Kelurahan Pematang Raya dengan segenap daya dan upaya selalu berupaya memberikan pelayanan publik yang maksimal dengan mengandalkan fasilitas pendukung yang ada di Kelurahan Pematang Raya.

Tabel 4.17

Distribusi jawaban responden tentang keamanan pelayanan di Kelurahan Pematang Raya

No Jawaban Jumlah Persentase ( % )

1 Sangat aman 9 30

(35)

3 Cukup aman 6 20

4 Tidak aman - -

5 Sangat tidak aman - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa terdapat 15 orang masyarakat ( 50 % ) dari 30 masyarakat yang menjadi responden, mengatakan bahwa keamanan pelayanan di Kelurahan Pematang Raya, tergolong aman. Sedangkan yang menjawab sangat aman ada sebanyak 9 orang masyarakat ( 30 % ). Sisanya terdapat 6 orang masyarakat ( 20 % ) yang mengatakan cukup aman. Data ini mencerminkan bahwa tingkat keamanan di wilayah Kelurahan Pematang Raya sudah cukup baik. Hal ini perlu dijaga dan ditingkatkan.

Belsida Saragih ( Staf Kelurahan ) melalui wawancara yang dilakukan oleh peneliti mengatakan bahwa selama kurang lebih 12 tahun beliau bekerja di Kelurahan Pematang Raya, belum pernah terjadi suatu kejadian pencurian, perampokan, maupun tindakan kriminal lainnya. Hal tersebut tidak terlepas dari kesadaran masyarakat Kelurahan Pematang Raya yang menganggap Kantor Kelurahan Pematang Raya merupakan milik bersama dan untuk kepentingan bersama seluruh masyarakat. Jadi, karena masyarakat Kelurahan Pematang Raya juga memiliki kepentingan di Kelurahan Pematang Raya, sehingga muncul kesadaran dalam diri masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat Kantor Kelurahan Pematang Raya.

Tabel 4.18

Distribusi jawaban responden tentang kenyamanan di lingkungan unit pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya

(36)

No Jawaban Jumlah Persentase ( % )

1 Sangat nyaman 12 40

2 Nyaman 16 53,33

3 Cukup nyaman 2 6,67

4 Tidak nyaman - -

5 Sangat tidak nyaman - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa mayoritas masyarakat mengatakan bahwa kenyamanan di lingkungan unit pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya, tergolong nyaman, sebanyak 16 orang masyarakat ( 53,33 % ) mengatakan demikian. Kemudian, 12 orang masyarakat ( 40 % ) mengatakan kenyamanan di lingkungan unit pelayanan KTP dan KK tergolong sangat nyaman. Sedangkan sisanya yaitu 2 orang masyarakat ( 6,67 % ) mengatakan cukup nyaman. Data ini menunjukkan bahwa masyarakat merasakan suasana yang nyaman di wilayah unit pelayanan yang ada di kelurahan karena pegawai kelurahan juga memberikan pelayanan dengan baik, sopan, dan ramah.

Tabel 4.19

Distribusi jawaban responden tentang ketepatan pelaksanaan terhadap jadwal waktu pelayanan

No Jawaban Jumlah Persentase ( % )

(37)

2 Tepat waktu 15 50

3 Cukup tepat waktu 9 30

4 Tidak tepat waktu 5 16,67

5 Sangat tidak tepat waktu 1 3,33

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa, sebanyak 15 orang masyarakat ( 50 % ) dari 30 orang masyarakat yang menjadi responden mengatakan bahwa pelaksanaan jadwal waktu pelayanan tepat waktu sesuai dengan yang telah ditentukan. Kemudian 9 orang masyarakat ( 30 % ) mengatakan bahwa jadwal waktu pelayanan cukup tepat waktu. Sementara 5 orang masyarakat ( 16,67 % ) mengatakan pelaksanaan jadwal waktu pelayanan sangat tidak tepat waktu. Walaupun mayoritas menganggap hal ini tepat waktu, namun masih ada yang menganggap tidak tepat waktu.

Contohnya, dalam hal pelayanan KTP. Proses penyelesaian pembuatan KTP sejatinya selesai dalam tempo 1 minggu. Namun, terkadang masyarakat mengeluh karena proses penyelesaian pembuatan KTP tersebut kadang waktunya molor dari waktu yang biasanya.

Tabel 4.20

Distribusi jawaban responden tentang keterbukaan informasi yang dapat diterima oleh masyarakat yang berasal dari Kelurahan Pematang Raya

No Jawaban Jumlah Persentase ( % )

(38)

2 Terbuka 12 40

3 Cukup Terbuka 10 33,33

4 Tidak terbuka - -

5 Sangat tidak terbuka - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Dari tabel diatas dapat dipahami bahwa, sebanyak 12 orang masyarakat ( 40 % ) dari 30 masyarakat yang dijadikan sebagai responden, mengatakan bahwa keterbukaan informasi yang dapat diterima oleh masyarakat yang berasal dari Kelurahan Pematang Raya adalah bersifat terbuka. Kemudian, sebanyak 10 orang masyarakat ( 33,33 % ) mengatakan cukup terbuka. Dan sisanya yaitu 8 orang masyarakat ( 26,67 % ) mengatakan bahwa keterbukaan informasi yang dapat diterima oleh masyarakat yang berasal dari Kelurahan Pematang Raya adalah bersifat sangat terbuka. Data ini menunjukkan bahwa di Kelurahan Pematang Raya, masyarakat dapat dengan mudah menerima dan memperoleh berbagai jenis informasi yang berasal dari Kelurahan Pematang Raya.

Hal ini juga dipertegas oleh Bapak Japorman Purba ( Pegawai Kelurahan Raya ) melalui wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan beliau, mengatakan bahwa, setiap informasi baru yang didapat oleh kelurahan baik dari kecamatan maupun dari kabupaten, yang berkaitan dengan pelayanan atau hal apapun yang melibatkan masyarakat, akan sesegera mungkin disampaikan kepada masyarakat di Kelurahan Pematang Raya. Kepala Kelurahan Pematang Raya berserta staf dan pegawainya akan berkoordinasi dengan setiap kepala lingkungan di Kelurahan Pematang Raya untuk menyampaikan informasi penting kepada masyarakat.

(39)

maupun lembaga yang ada di Kelurahan Pematang Raya untuk percepatan dan kejelasan sampainya informasi penting tersebut kepada masyarakat.

Sebagai contoh, Kelurahan Pematang Raya akan bekerja sama dengan lembaga gereja dan masjid untuk menyampaikan informasi penting. Kepala Kelurahan Pematang Raya atau pegawai Kelurahan Pematang Raya akan hadir dalam kebaktian gereja ataupun ibadah sholat. Kemudian selesai kebaktian atau sholat, jemaat diminta kesediaannya untuk bertahan sejenak di dalam gedung ibadah tersebut guna mendengarkan beberapa informasi penting yang akan disampaikan oleh pemerintah setempat dalam hal ini Pihak Kelurahan Pematang Raya. Hal ini sangat efektif, karena pada kondisi seperti itulah masyarakat dapat berkumpul dalam jumlah yang banyak. Demikian juga dengan sarana prasarana publik lainnya, seperti puskesmas, posyandu, balai pengobatan, dan apotek. Lembaga-lembaga tersebut juga senantiasa bersedia bekerja sama dengan Kelurahan Pematang Raya guna menyampaikan informasi-informasi penting dan strategis kepada masyarakat.

Pemberitaan informasi dari mulut ke mulut juga sangat banyak membantu dalam pemberitaan informasi kepada masyarakat. Mayoritas pegawai kelurahan adalah berdomisili di Kelurahan Pematang Raya, maka ketika pegawai tersebut bersosialisasi dan berkumpul bersama warga lainnya, baik ketika bersosialisasi di warung kopi ketika minum pagi, perkumpulan marga, maupun kebaktian rumah tangga yang dilaksanakan tiap minggunya, pegawai kelurahan senantiasa memberitakan informasi-informasi penting tersebut kepada masyarakat.

Dengan berbagai cara efektif yang dilakukan oleh pegawai kelurahan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa keterbukaan informasi yang dapat diterima masyarakat yang berasal dari kelurahan adalah bersifat terbuka.

(40)

Tabel 4.21

Distribusi jawaban responden tentang kecepatan pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya

No Jawaban Jumlah Persentase ( % )

1 Sangat cepat 3 10

2 Cepat 17 56,67

3 Cukup cepat 9 30

4 Tidak cepat 1 3,33

5 Sangat tidak cepat - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Dari tabel diatas dapat diapahami bahwa, ada sebanyak 17 ( 56, 67 % ) orang masyarakat yang mengatakan bahwa kecepatan pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya adalah cepat. Kemudian, sebanyak 9 orang masyarakat ( 3,33 % ) menganggap cukup cepat. Setelah itu terdapat 3 orang masyarakat ( 10 % ) mengatakan bahwa kecepatan pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya adalah sangat cepat. Sedangkan yang menjawab tidak cepat hanya satu orang masyarakat saja ( 3,33 % ). Dari data ini dapat dikatakan bahwa proses kecepatan pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya sudah tergolong cepat.

(41)

Tabel 4.22

Distribusi jawaban responden tentang kemampuan petugas dalam memberikan pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya

No Jawaban Jumlah Persentase ( % )

1 Sangat mampu 2 6,67

2 Mampu 20 66,67

3 Cukup mampu 7 23,33

4 Tidak mampu 1 3,33

5 Sangat tidak mampu - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Dari tabel diatas dapat dipahami bahwa, ada sebanyak 20 orang masyarakat ( 66,67 % ) yang mengatakan bahwa pegawai kelurahan mampu dalam memberikan pelayanan KTP dan KK, kemudian sebanayak 7 orang masyarakat ( 23,33 % ) mengatakan pegawai kelurahan cukup mampu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Yang menjawab sangat mampu hanya 2 orang masyarakat ( 6,67 % ) saja. Sisanya yaitu satu orang masyarakat ( 3,33 % ) mengatakan bahwa pegawai kelurahan tidak mampu memberikan pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat mengatakan pegawai kelurahan tergolong mampu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan pembuatan KTP dan KK.

Bapak Jan Siner Sinaga yang merupakan Sekretaris Kelurahan Pematang Raya juga memberikan pembenaran mengenai kemampuan seluruh pegawai di Kelurahan Pematang Raya

(42)

dalam memberikan pelayanan KTP dan KK. Beliau mengutarakan bahwa kendatipun pegawai di Kelurahan Pematang Raya adalah berpendidikan terakhir SLTA/Sederajat, tidak serta merta mereka tidak memiliki kecakapan dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Pegawai di Kelurahan Pematang Raya sudah dibekali kemampuan untuk memberikan pelayanan yang baik melalui suatu pendidikan dan pelatihan seputar pelayanan publik. Mereka diperkenalkan tentang apa-apa saja yang menjadi tugas pokok dan fungsi mereka. Dengan dibekalinya pegawai Kelurahan Pematang Raya dengan pendidikan dan pelatihan seputar pelayanan publik tersebut, maka mereka sudah dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Tabel 4.23

Distribusi jawaban responden tentang standar pelayanan yang diberikan dalam hal pelayanan KTP dan KK

No Jawaban Jumlah Persentase ( % )

1 Sangat baik 4 13,33

2 Baik 17 56,67

3 Cukup baik 9 30

4 Tidak baik - -

5 Sangat tidak baik - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

(43)

dalam hal pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya adalah baik. Sebanyak 9 orang masyarakat ( 30 % ) mengatakaan cukup baik. Dan sisanya 4 orang masyarakat ( 13,33 % ) mengatakan bahwa standar pelayanan yang diberikan dalam hal pelayanan KTP dan KK adalah sangat baik. Dari data ini dapat diartikan bahwa mayoritas masyarakt mengatakan bahwa standar pelayanan yang diberikan dalam hal pelayanan KTP dan KK sudah baik.

Tabel 4.24

Distribusi jawaban responden tentang kesesuaian antara biaya yang dibayarkan dengan biaya yang telah ditetapkan

No Jawaban Jumlah Persentase ( % )

1 Sangat sesuai 2 6,67

2 Sesuai 15 50

3 Cukup sesuai 9 30

4 Tidak sesuai 4 13,33

5 Sangat tidak sesuai - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Data diatas ini menunjukkan bahwa dari total 30 masyarakat yang dijadikan resoponden, sebanyak 15 orang masyarakat ( 50 % ) mengatakan biaya yang dibayar dengan biaya yang telah ditetapkan dalam pengurusan KTP dan KK sudah sesuai. Kemudian sebanyak 9 orang masyarakat ( 30 % ) mengatakan cukup sesuai. Sementara yang menjawab sangat sesuai hanya 2 orang masyarakat ( 6,67 % ) saja. Sisanya yaitu 4 orang masyarakat ( 13,33 % ) mengatakan tidak sesuai. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kendala yang terlalu besar dalam hal

(44)

kesesuaian biaya yang dibayar dengan yang telah ditetapkan. Kendatipun demikian, ada juga masyarakat yang menganggap hal tersebut tidak sesuai. Namun, mayoritas masyarakat yang mengurus KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya hal tersebut sebagai sesuatu yang lumrah.

Bapak Jonni Wanson Purba yang menjabat sebagai Kepala Kelurahan Pematang Raya melalui wawancara dengan peneliti, menjelaskan bahwa, pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. Pegawai kelurahan tidak mengharapkan masyarakat memberikan uang sebagai ucapan terimakasih. Kendatipun demikian pegawai kelurahan akan menerima dengan senang hati uang dari masyarakat tersebut bila diberikan secara sukarela dan tanpa paksaan sebagai wujud kepuasan dan keramahan yang diberikan oleh pegawai kelurahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Uang tersebut akan dipergunakan dengan sebaik-baiknya guna peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat agar lebih baik lagi.

(45)

Tabel 4.25

Distribusi jawaban responden tentang kewajaran biaya dalam mendapatkan pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya

No Jawaban Jumlah Persentase ( % )

1 Sangat wajar 4 13,33

2 Wajar 14 46,67

3 Cukup wajar 8 26,67

4 Tidak wajar 4 13,33

5 Sangat tidak wajar - -

Jumlah 30 100

Sumber : Penelitian Lapangan, Mei 2011

Dari tabel diatas tampak jelas ditunjukkan bahwa, dari total 30 masyarakat yang menjadi responden, sebanyak 14 orang masyarakat ( 46,67 % ) mengatakan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan pelayanan KTP dan KK adalah wajar. Sebanyak 8 orang masyarakat ( 26,67 % ) mengatakan cukup wajar. Sedangkan untuk jawaban sangat wajar dan tidak wajar didapati berimbang, yaitu sebanyak 4 orang masyarakat ( 13,33 % ). Data ini menunjukkan bahwa kewajaran dalam mendapatkan pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya masih dianggap wajar dan dapat diterima oleh masyarakat. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya masyarakat yang menilai biaya yang diperlukan untuk mendapatkan pelayanan masih tergolong wajar.

(46)

Bapak Jan Siner Sinaga yang merupakan Sekretaris Kelurahan Pematang Raya, melalui wawancara dengan peneliti membeberkan bahwa, dalam penyelenggaraan pelayanan publik, hal utama yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah permasalahan pembiayaan.

IV. 3 Penyajian Data tentang Akuntabilitas dan Transparansi dalam Pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya Berdasarkan Hasil Wawancara dengan Informan Penelitian

Sehubungan dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis yaitu dengan melakukan wawancara terhadap beberapa informan, maka berikut ini akan disajikan hasil pengumpulan data tentang Akuntabilitas dan Transparansi dalam Pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya Kecamatan Raya. Hasil dari wawancara tersebut akan disajikan dalam bentuk narasi deskriptif.

Berikut adalah hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis terhadap Bapak Jonni Wanson Purba selaku Kepala Kelurahan Pematang Raya, yang memiliki tanggung jawab penuh atas segala permasalahan yang ada di Kelurahan Pematang Raya. Dalam hal penerapan prinsip Akuntabilitas dan Transparansi dalam Pelayanan Pengurusan KTP dan KK, masih ditemui beberapa hambatan. Umumnya hambatan yang didapati dalam penerapan prinsip Akuntabilitas dan Transparansi dalam penyelenggaraan Pengurusan KTP dan KK adalah rendahnya partisipasi masyarakat dan kurang maksimalnya sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat Kelurahan Raya.

(47)

kerja sama yang baik diantara ketiga pilar tersebut. Masyarakat sebagai objek pemerintahan memiliki posisi yang sangat strategis. Peran aktif masyarakat sangat diharapkan dalam usaha mewujudkan konsep Good Governance. Seharusnya masyarakat dapat menunjukkan keaktifan, kepedulian, dan kemauannya akan suatu pemerintahan yang baik dengan aktif dalam segala kegiatan sosial, musyawarah, dan perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah. Akan tetapi, masyarakat terlihat lebih asyik dan terlena dengan kegiatan masing-masing. Masyarakat tampaknya lebih mendahulukan penyelesaian pekerjaannya dari pada memberikan andil yang positif dalam pemerintahan.

Sosialisasi maupun pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat juga perlu ditingkatkan. Sikap malas dan kurang maksimalnya sosialisasi yang dilakukan pegawai kelurahan perlu dibenahi. Pegawai kelurahan perlu memperbaiki persepsinya yang beranggapan percuma mengadakan sosialisasi kepada masyarakat, karena masyarakat tetap saja akan lebih memfokuskan diri pada pekerjaan dan kesibukannya dan membiarkan sosialisasi yang dilakukan berlalu begitu saja.

(48)

BAB V

ANALISA DATA

Pada bab ini semua data yang telah disajikan pada bab sebelumnya akan dianalisis sesuai dengan fokus kajian penelitian. Data-data tersebut diperoleh melalui wawancara kepada pegawai, pembagian kuesioner kepada masyarakat, studi kepustakaaan, dan tidak ketinggalan dengan melakukukan penelitian langsung ke lapangan terhadap berbagai fenomena-fenomena menarik seputar judul penelitian.

Akuntabilitas dan Transparansi dalam Pelayanan KTP dan KK sangat penting dilakukan guna mewujudnyatakan konsep Good Governance. Melalui penerapan konsep ini dalam pelayanan publik yang tergolong sederhana namun penting, diharapkan akan memberikan pengaruh yang positif kepada berbagai jenis pelayanan publik lainnya. Dalam hal ini, Akuntabilitas pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya memiliki beberapa indikator yaitu, akuntabilitas kinerja, akuntabilitas biaya, dan akuntabilitas produk pelayanan publik. Sedangkan untuk aspek transparansi pelayanan KTP dan KK yang menjadi indikatornya adalah manajemen dan penyelenggaraan pelayanan publik, prosedur pelayanan, rincian biaya pelayanan, waktu penyelesaian pelayanan, pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab, lokasi pelayanan, janji pelayanan, standar pelayanan publik, dan informasi pelayanan.

Dengan menggunakan indikator-indikator yang sudah disebutkan diatas, maka akan diketahui bagaimana sesungguhnya akuntabilitas dan transparansi dalam pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya.

(49)

Prinsip akuntabilitas atau pertanggungjawaban dalam pelayanan publik merupakan suatu tindakan yang sangat baik dan tepat, guna mengontrol setiap aparatur negara agar dapat memberikan pelayanan publik yang maksimal kepada masyarakat. Prinsip akuntabilitas merupakan salah satu prinsip yang ditawarkan oleh konsep Good Governance. Dengan penerapan prinsip akuntabilitas atau pertanggungjawaban dalam pelayanan KTP dan KK, maka diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat sebagai pengguna ataupun objek pelayanan publik.

Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan prinsip Akuntabilitas Pelayanan Pengurusan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya, berikut ini analisanya per indikator :

1. Akuntabilitas Kinerja Pelayanan Publik

Pertanggungjawaban atau akuntabilitas pelayanan publik dapat diketahui melalui serangkaian proses yang meliputi; tingkat ketelitian ( akurasi ), profesionalitas petugas, kelengkapan sarana dan prasarana, kejelasan aturan ( meliputi kejelasan kebijakan atau peraturan perundang-undangan ) dan kedisiplinan. Mengenai keprofesionalan petugas Kelurahan Pematang Raya dapat dilihat pada tabel 4.22 yaitu tabel yang menunjukkan tentang kemampuan pegawai dalam memberikan pelayanan. Di dalam tabel tersebut ditunjukkan bahwa sebanyak 20 orang ( 66,67 % ) masyarakat yang menjadi responden mengatakan bahwa pegawai Kelurahan Pematang Raya mampu dalam hal memberikan pelayanan KTP dan KK. Sementara itu, pada tabel 4.16 yang merupakan tabel yang mendistribusikan jawaban tentang ketersediaan fasilitas pendukung di Kelurahan Pematang Raya, menunjukkan bahwa sebanyak 11 orang masyarakat ( 36,67 % ) mengatakan bahwa fasilitas sarana dan prasarana yang ada di Kelurahan Pematang Raya dalam usaha mendukung pelaksanaan pelayanan KTP dan KK sudah baik. Sedangkan mengenai kedisiplinan pegawai dapat dilihat pada tabel 4.12. Pada tabel tersebut ditunjukkan

(50)

bahwa sebanyak 20 orang ( 66,67 % ) masyarakat dari total responden mengatakan bahwa pegawai Kelurahan Pematang Raya sudah tergolong disiplin.

Mengenai ketelitian pegawai, Kepala Kelurahan Pematang Raya berujar bahwa seluruh pegawai dan staf di kelurahan diperintahkan untuk penuh konsentrasi dalam melakukan pelayanan. Jangan sampai terjadi kesalahan yang dapat merugikan masyarakat sebagai objek pelayanan. Apalagi setelah diberikan pelatihan dan pengajaran tentang bagaimana menyelenggarakan pelayanan publik yang baik, maka tingkat kesalahan dapat ditekan serendah mungkin. Namun, pegawai kelurahan juga bukanlah manusia yang sempurna yang bebas dari kesalahan. Apabila kesalahan terjadi, masyarakat diharapkan untuk dapat memakluminya dan pegawai kelurahan pun dengan segera akan memberikan perbaikan. Mengenai kejelasan aturan, sebenarnya semuanya sudah diatur dalam undang-undang. Kendatipun demikian, apabila masyarakat mengalami kebingungan, kontan pegawai kelurahan senantiasa mencoba memberikan penjelasan-penjelasan yang mudah dimengerti kepada masyarakat.

Dari penjelasan diatas, dapat dipahami bahwa profesionalitas pegawai, kelengkapan sarana dan prasarana, dan kinerja pegawai sudah dapat dikategorikan sangat mendukung guna penyelenggaraan pelayanan publik di Kelurahan Pematang Raya.

2. Akuntabilitas Biaya Pelayanan Publik

Tabel 4.24 adalah tabel yang menunjukkan mengenai biaya yang dikeluarkan dalam pengurusan KTP dan KK. Dalam tabel tersebut ditunjukkan bahwa sebanyak 15 orang masyarakat ( 50 % ) dari total 30 responden mengatakan bahwa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengurus KTP dan KK sudah tergolong sesuai dengan biaya yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

(51)

Kepala Kelurahan Pematang Raya juga memberikan pembenaran mengenai hal tersebut diatas. Dalam hal pengurusan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya, masyarakat tidak dikenai biaya. Namun, karena sikap ramah, sopan, teliti, dan responsif yang ditunjukkan oleh pegawai Kelurahan Pematang Raya membuat hati masyarakat tergugah dan memberikan sejumlah uang sembari mengucapkan terima kasih. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat merasa cukup puas dan nyaman dengan sikap responsif, ramah, dan sopan yang ditunjukkan pegawai kelurahan dalam memberikan pelayanan kepada setiap masyarakat.

3. Akuntabilitas Produk Pelayanan Publik

Akuntabilitas produk pelayanan publik ini, mencakup persyaratan teknis dan administratif yang harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi kualitas maupun keabsahan produk pelayanan. Persyaratan teknis dan administrasi hendaknya dibuat dengan sesederhana mungkin, agar seluruh lapisan masyarakat dapat memahami prosedur tersebut.

Wawancara yang dilakukan oleh penulis terhadap Sekretaris Kelurahan mengenai prosedur ataupun persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat guna mendapatkan pelayanan KTP dan KK dibuat sesederhana mungkin. Produk pelayanan KTP dan KK sudah memiliki persyaratan dan administratif yang jelas serta sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Dalam pembuatan KTP dan KK, syarat yang dibuat sudah baku dan tidak bisa diubah. Kendatipun demikian, apabila ada masyarakat yang masih belum mengerti atau kurang jelas, maka pegawai kelurahan selalu siap sedia memberikan penjelasan dan pengarahan yang baik kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar produk yang diterima oleh masyarakat itu benar, tepat dan sah.

(52)

V.2 Transparansi dalam Pelayanan KTP dan KK

Transparansi atau keterbukaan merupakan salah satu prinsip yang terdapat di dalam konsep Good Governance. Transparansi atau keterbukaan sangat perlu diterapkan didalam penyelenggaraan pelayanan publik. Karena dengan menerapkan prinsip transparansi, maka masyarakat sebagai objek pemerintahan dan pembangunan dapat mengetahui apa sebenarnya yang terjadi, direncanakan, dan yang sedang berlangsung di dalam pemerintahan.

Di dalam pelaksanaan pelayanan KTP dan KK, prinsip transparansi hendaknya juga dilakukan dengan baik. Untuk mengetahui bagaimana sesungguhnya penerapan prinsip transparansi dalam pelayanan KTP dan KK di Kelurahan Pematang Raya akan diidentifikasi melalui beberapa indikator, sebagai berikut :

1. Manajemen dan Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Di dalam manajemen dan penyelenggaraan pelayanan publik, wujud transparansi dapat dilakukan dalam hal perencanaan, pengambilan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, dan pengawasan/pengendalian yang baik oleh masyarakat. Kegiatan-kegiatan tersebut hendaknya harus cepat sampai kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat berpartisapasi aktif dalam kegiatan-kegiatan tersebut.

Kepala Kelurahan Pematang Raya juga mengungkapkan bahwa untuk mewujudnyatakan Good Governance, peran aktif masyarakat sangat didambakan. Karena masyarakat sebagai objek pembangunan dan pemerintahan tentu akan berusaha memberikan andil dan peran yang positif karena yang akan medapatkan manfaatnya adalah masyarakat itu juga. Maka dari itu,

(53)

hendaknaya kegiatan perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan kebijakan yang memungkinkan bagi masyarakat untuk dilibatkan, agar sesegera mungkin disampaikan dan disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.

Kepala Kelurahan Pematang Raya mengungkapkan bahwa kelurahan senantiasa berupaya semaksimal mungkin menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan yang melibatkan masyarakat, melalui pengumuman dan kerja sama dengan lembaga-lembaga lainya. Namun, tingkat partisipasi masyarakat akan hal ini masih dapat dikategorikan rendah. Masyarakat lebih memfokuskan diri pada kegiatan masing-masing. Untuk kedepannya, Kepala Kelurahan Pematang Raya mendambakan peran aktif dari masyarakat tinggi.

2. Prosedur pelayanan

Prosedur pelayanan merupakan suatu rangkaian proses atau tata kerja yang saling berkaitan, yang kemudian akan menunjukkan adanya langkah-langkah yang jelas dan pasti serta cara-cara yang harus dilalui dalam rangka penyelesaian suatu pelayanan. Hendaknya prosedur pelayanan diciptakan dengan sederhana, mudah dimengerti, tidak berbelit-belit, mudah dijalankan, serta dapat diwujudkan dalam bentuk bagan alir atau yang juga dikenal dengan Flow Chart dan dipampang di dalam ruang pelayanan.

Terdapat beberapa manfaat yang dapat dipetik dari penggunaan bagan alir dalam penyelenggaraan pelayanan publik, yaitu :

a. Sebagai petunjuk kerja bagi pemberi pelayanan ;

b. Sebagai informasi yang penting bagi penerima pelayanan ;

c. Sebagai media publikasi secara terbuka pada semua unit kerja pelayananan mengenai prosedur pelayanan kepada penerima pelayanan ;

(54)

d. Sebagai alat yang dapat mendorong terlaksananya sistem dan mekanisme kerja yang bersifat efektif dan efisien;

e. Sebagai pengendali dan acuan bagi masyarakat dan aparat pengawasan untuk melakukan penilaian/pemeriksaan terhadap konsisteni pelaksanaan pekerjaan.

Meskipun sedemikian bermanfaatnya bagan alir dalam proses pelayanan publik, di Kelurahan Pematang Raya belum juga terdapat fasilitas pendukung bagan alir. Hal ini disebabkan oleh karena terbatasnya kondisi keuangan kas Kelurahan Pematang Raya untuk menyediakan suatu fasilatas pendukung bagan alir.

Pada tabel 4.10 ditunjukkan dengan jelas mengenai jawaban masyarakat yang menjadi responden mengenai prosedur pelayanan KTP dan KK. Sebanyak 20 orang masyarakat ( 66,67 % ) mengatakan bahwa prosedur pelayanan KTP dan KK mudah dimengerti. Ini berarti pegawai kelurahan mampu memberikan keterangan yang jelas mengenai prosedur pelayanan kepada masyarakat walaupun di kelurahan tersebut belum memiliki fasilitas pendukung bagan alir. 3. Lokasi Pelayanan

Tempat ataupun lokasi pelayanan hendaknya haruslah selalu dalam kondisi yang bersih, indah, dan asri. Karena dengan kondisi lingkungan yang demikian dapat menciptakan suatu kenyamanan dan kepuasan tersendiri yang dirasakan oleh seluruh pegawai kelurahan dan masyarakat yang datang ke lokasi untuk mendapatkan pelayanan.

Pada tabel 4.18 menunjukkan tentang distribusi jawaban responden tentang bagaimana sesungguhnya kenyamanan yang mereka rasakan di lokasi pelayanan yaitu di kelurahan. Pada tabel tersebut secara jelas ditunjukkan bahwa sebanyak 16 orang masyarakat ( 53,33 % ) mengatakan bahwa mereka merasakan suatu kenyamanan ketika mendapatkan pelayanan di Kelurahan Pematang Raya. Kenyamanan tersebut tentunya dirasakan oleh masyarakat melalui

(55)

sikap ramah, sopan, dan responsif yang ditunjukkan oleh pegawai kelurahan. Ditambah lagi dengan kondisi kebersihan, keindahan, dan keasrian lingkungan pelayanan yang terjaga, membuat kenyamanan semakin mantap dirasakan oleh pegawai dan masyarakat yang hendak mendapatkan pelayanan. Sementara mengenai keamanan di lingkungan unit pelayanan KTP dan KK dapat dilihat pada tabel 4.17. Pada tabel tersebut ditunjukkan bahwa sebanyak 15 orang masyarakat ( 50 % ), beranggapan bahwa keamanan di lingkungnan unit pelayanan kelurahan sudah terjamin.

4. Janji Pelayanan

Janji pelayanan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya pemberian pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Pembuatan janji pelayanan merupakan suatu komitmen dan bukti keseriusan setiap pegawai dalam upaya menggenapi janji-janjinya yaitu memberikan pelayanan yang maksimal.

Namun, saat turun langsung ke lapangan, peneliti sama sekali tidak menemukan adanya janji pelayanan yang diberikan kepada msyarakat. Saat dikonfirmasikan dengan pegawai setempat, pegawai hanya mengatakan bahwa masing-masing pegawai melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan maksimal dan memberikan pelayanan yang maksimal dengan sikap sopan dan ramah. Hanya itu saja. Tidak ada janji-janji pelayanan.

5. Standar pelayanan

Tiap-tiap unit pelayanan publik hendaknya menyusun standar pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat sebagai objek pembangunan dan pemerintahan. Standar pelayanan hendaknya mudah dimengerti, realistis, dan dibuat sesederhana mungkin. Hal itu akan menjadi suatu jaminan dan acuan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan yang maksimal.

Gambar

Tabel 24 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 14 orang masyarakat ( 46,67 % ) dari 30

Referensi

Dokumen terkait