• Tidak ada hasil yang ditemukan

tugas organizational behavior

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "tugas organizational behavior"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

ORGANIZATIONAL BEHAVIOR

Influence, Power, and Politics: An Organizational Survival Kit

Kelompok 4

Aris Anindito

Asih Lestari

Qusnul Khotimah

Wahyu Saripudin

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS

UNIVERSITAS GADJAH MADA

APRIL 2017

(2)

Ringkasan Kasus:

Duke University yang tadinya dilatih oleh Coach K selama 25 tahun harus merelakan kepergian Coach K yang melatih tim NBA, Los Angeles Lakers.

Learning from Coach Knight at Army

Mike Krzyzewski mengenal coach Bob Knight saat dia menjadi freshman di United States Military Academy dan coach Bob Knight menjalani tahun pertama di tim yang sama. Tahun 1969 ditunjuk menjadi letnan kedua di Army sementara tahun 1971 Coach Knight melatih Indiana University. Tak lama kemudian, mereka bersatu kembali di tahun 1974 dimana Mike direkrut oleh Coach Knight sebagai asisten di Indiana University. Lima tahun kemudian, coach Knight merekomendasikan Mike sebagai pelatih di Duke University dan disetujui oleh Direktur Olahraga Duke karena rekomendasi tersebut bersal dari Coach Knight.

Coaching Philosophy: “We might be great tonight”

Aturan dari Coach Knight: Jika kamu melakukan sesuatu yang kupikir menganggu performa tim basket, sekolah atau dirimu sendiri, aku akan menanganinya. Aturan dari Coach K: Jangan melakukan sesuatu yang merugikan dirimu sendiri. Karena jika itu merugikan dirimu itu juga akan merugikan program kita dan Duke University. Leadership menurut Coach K adalah tetap maju, bisa menyesuaikan, fleksibel, dan dinamis. Mempunyai sedikit aturan bukan berarti tidak disiplin. Coach K mengatakan bahwa disiplin adalah melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan pada cara terbaik di saat kamu memang seharusnya melakukan hal itu. Tidak seperti pelatih umumnya, Coach K tidak menggunakan siulan tetapi berkomunikasi secara dekat dan personal, dari mata ke mata. Hal ini dilakukannya untuk memberikan rasa percaya kepada pemainnya.

Relationships with Players: A Family Affair

Ketika “The Sporting News” memberi gelar “Sportsman of the Year” dikatakan bahwa Coach K adalah pertama, sebagai family man, kedua sebagai guru, ketika sebagai pelatih basket, dan juara di ketiga hal tersebut. Meskipun bisa dikatakan sudah terkenal, Coach K tetap peduli dengan pemainnya. Coach K menemui pemainnya, Bobby Hurley, yang terkena kecelakaan mobil. Grant Hill, mantan pemain Duke University menggambarkan Coach K seperti orangtuanya. Coach K mengatakan bahwa kita harus bekerja keras untuk tetap berkontak dengan teman agar hubungan pertemanan tersebut tetap berlangsung selamanya. Hubungan pertemanan ditambah dengan kasih sayang dari orang-orang terdekat adalah sesuatu yang pantas

(3)

diperjuangkan. Di dunia yang bisa dikatakan sangat lelaki/macho, Coach K tidak pernah menyembunyikan dirinya dari mengatakan kata-kata seperti “cinta” dan “hati” untuk mendeskripsikan perasaannya kepada pemainnya dan terhadap permainan.

Tapi ada sisi lain dari Coach K. Selama pertandingan, dia fokus. Tegas dan pantang menyerah, mondar-mandir di bangku, protes terhadap wasit dari awal hingga akhir pertandingan. Coach K berargumen bahwa ada saatnya untuk bicara langsung kepada seseorang atau mengikuti alur pertandingan tanpa harus berteriak. Ketika pendekatan kebapakan (paternalistik) milik Coach K dipertanyakan, Coach K merespon, “Semua ini tidak hanya tentang “I Love You” dan “Mari bergandeng tangan dan melupakannya…. Apakah saya tanggung untuk tim ini? Ya tentu saja. Jika mereka tidak menunjukkan rasa hormat kepada program, kepada universitas, dan orang lain, maka saya akan menanganinya. Saya tidak ingin rasa takut menjadi motivator utama. Tapi tim harus tahu jika mereka mengacaukannya maka saya tidak akan tinggal diam saja.

Kapanpun Coach K bercerita tentang tim dan filosofi melatihnya, dia akan memulai dan mengakhirinya dengan cerita tentang keluarga. Coach K bercerita bahwa dia mengenal ibunya, ayahnya, saudara laki-lakinya dan mereka semua selalu ada untuknya. Coach K tahu karena mereka menyayanginya. Coach K mencoba menyampaikan ide kepada anggota timnya bahwa disini kita tidak hanya bermain basket tapi pemain mencintai apa yang mereka lakukan, pemain saling menyayangi anggota tim lainnya.

The Decision

Pada musim panas 2004, Coach K telah menjadi bagian penting dari Duke University. Selain menjalankan program bola basket, Coach K juga sebagai bagian bisnis dari Duke University. Coach K tidak hanya mengajarkan tentang kepemimpinan di lapangan tapi juga di papan tulis melalui Fuqua/Coach K Center of Leadership. Selain melatih dan mengajar, Coach K juga sebagai penasihat khusus dari presiden universitas dan juru bicara universitas.

Namun masa indah dengan Duke University harus berakhir ketika Lakers menawarinya kontrak senilai $40 juta dollar. Di luar dari kompensasi tersebut, terdapat faktor tambahan yang dipertimbangkan. Salah satunya, superstar Shaquille O’Neal sudah tidak ada sehingga LA Lakers akan menjadi tim yang tidak mudah ditangani bahkan untuk pelatih sekelas Coach K. Kepergian Coach Jackson sebagai salah satu pelatih terbaik Lakers juga menjadi tantangan sendiri bagi Coach K untuk menggantikannya.

(4)

Postcript

Coach K mengambil waktu di akhir minggu untuk mendiskusikan tawaran tersebut dengan keluarganya. Untuk seseorang yang tumbuh di jalanan Chicago, angka $40 juta dollar adalah jumlah yang besar. Tapi, Duke telah menjadi rumahnya selama hampir 25 tahun. Coach K akhirnya mengumumkan keputusannya untuk tetap tinggal di Duke. Dalam konferensi pers, Coach K menjelaskan alasannya bahwa Duke telah mengambil seluruh hatinya, dan akan sebagus apapun opsi lain yang ada, untuk memimpin tim Duke dengan seluruh hatinya hanya bisa dilakukan di sini (Duke University).

Analisis Kasus

Dalam menganalisis Kasus ini, dapat kita gunakan dua sudut pandangan analis yaitu dari segi pengaruh dan pemberdayaan serta dari segi kepemimpinan. Dengan mengambil definisi kepemimpinan menurut Kreitner dan Kinicki (2014) bahwa kepemimpinan merupakan sebuah proses di mana seorang individu memengaruhi yang lain untuk mencapai sasaran yang sama. Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai banyaknya definisi kepemimpinan ini, namun yang pasti setidaknya ada empat persamaan yang dirumuskan Kreitner dan Kinicki (1) kepemimpinan merupakan sebuah proses antara pemimpin dan pengikut, (2) kepemimpinan melibatkan pengaruh sosial, (3) Kepemimpinan terjadi pada banyak tingkatan dalam organisasi, dan (4) kepemimpinan fokus pada pencapaian sasaran.

Berdasarkan pada definisi di atas, maka dapat kita analisis kasus ini dengan melihat adanya pemimpin dan pengikut. Dalam hal ini pemimpinya merupakan Coach K. dan pengikutnya adalah anggota tim basket yang dilatihnya. Selain itu, kita menganalisis keterlibatan pengaruh sosial serta dapat kita analisis pula starategi atau taktik yang digunakan Coach K. dalam mencapai sasarannya.

Dari kasus ini kita dapat menganalisis taktik Coach K dalam memengaruhi tim di organisasainya. Dalam filosopi pelatihannya, kita dapat melihat bagaimana Coach K membuat aturan, yaitu: “Jika kamu melakukan sesuatu yang kupikir menganggu performa tim basket, sekolah atau dirimu sendiri, aku akan menanganinya. Yang lainnya, yaitu: “Jangan melakukan

(5)

sesuatu yang merugikan dirimu sendiri. Karena jika itu merugikan dirimu itu juga akan merugikan program kita dan Duke University”.

Aturan yang dibuatnya ini merupakan taktik untuk mempengaruhi performa timnya itu sendiri. Ada tiga taktik yang digunakan olehnya, dengan aturannya ini taktik yang digunakan adalah persuasi rasional. Coach Knight menekankan untuk bertindak dengan tidak merugikan diri sendiri. Dia merasionalkan bahwa apapun yang dilakukan anggota dari timnya itu akan memiliki dampak besar, tidak hanya bagi diri dan programnya tetapi berdampak bagi universitasnya. Lebih lanjut. Hal ini tentu akan memengaruhi performa timnya untuk bermain secara disiplin. Selain itu, pendekatan Coach K dengan tidak bertindak seperti pelatih-pelatih lainnya yaitu dengan cara berkomunikasi secara dekat dan personal dari mata kemata merupakan usaha atau taktik Coach K dengan menggunakan daya tarik personalnya. Dia membangun pertemanan dan loyalitas timnya untuk melakukan performa yang paling baik.

Adapun dalam relationship dengan para pemain, Coach K ingin membangun komitmen para pemain tersebut dengan menggunakan taktik cari muka dan personal apeals. Selain itu dia mencoba untuk mengelola kessan baik. Kepedulian Coach K. Kepada para pemainnya itu merupakan taktik mempengaruhi halus. Hal ini akan lebih baik dalam mengembangkan komitmen para pemainnya. Ketika pertemanan yang dibangun maka akan menimbulkan loyalitas dalam tim tersebut. Sehingga hasil pengaruh dari Coach K ini akan membentuk Komitmen dan kepatuhan dari para pemain untuk disiplin dan memberikan performa terbaiknya.

Keefektifan Kepemimpinan dapat dikategorikan menjadi tiga bagian yaitu task

bahaviors, relations bahaviors dan change oriented behaviors. Coach K merupakan contoh

efektif leader dan applicable dalam kepemimpinannya.

Task behavior : ketika dua pemain mendapat masalah dilapangan coach K mengatakan " apakah kalian mempercayai satu dengan lainnya? Lalu kenapa tidak mengumpan kepada lainnya?"

Relations behaviors : Coach K mengetahui cara untuk membangun hubungan yang baik. Dia juga menekankan bahwa tim adalah keluarga. Dia bangga dengan dirinya dan timnya. Begitu juga tim dengan dirinya.

Change Oriented Behaviors : Coach K mengerti lingkungan dan mengadaptasinya kemudian mengimplementasi kepada timnya. Coach K memiliki pengalaman sukses menjadi pemain basket dan mengerti kehidupan militer untuk merubah menjadi sukses.

(6)

Terakhir, ada hal yang menarik dari kasus ini yaitu mengenai keputusan Coach K untuk mengakhiri masa indah di Duke University sebagai Pelatih program bola basket, juga sebagai bagian bisnis dari Duke University. Ketika Lakers menawarinya kontrak senilai $40 juta dollar. Di luar dari kompensasi tersebut, terdapat faktor tambahan yang dipertimbangkan. Salah satunya, superstar Shaquille O’Neal sudah tidak ada sehingga LA Lakers akan menjadi tim yang tidak mudah ditangani bahkan untuk pelatih sekelas Coach K. Kepergian Coach Jackson sebagai salah satu pelatih terbaik Lakers juga menjadi tantangan sendiri bagi Coach K untuk menggantikannya.

Pertimbangan Coach K ini menjadi seuatu hal yang unik. Betapa tidak, menurut Frnech dan Bertram Raven dalam Kreitner dan Kinicki (2014) bahwa sumber kekuasaan sosial yang mempengaruhi itu ada lima, yaitu reward power, coersive power, Legitimate power, Expert

power dan referent power. Coach telah ditawari dengan reward yang begitu besar untuk

berpindah dari duke ke LA lakers. Hal ini menjadikan bahwa reward power tidak berpengaruh bagi Coach K. pun demikian power yang lainnya yang memang tidak nampak dalam kasus ini tidak berpengaruh pada pengambilan keputusan Coach K. yang menarik adalah alasannya bahwa Duke University telah mengambil seluruh hatinya. Jika ditinjau dari dimensi kekuasaan berarti Coach K ini menunukan adanya kekutan sosialisasi (Socialized power) yang mana ditunjukan kenyamanan dirinya untuk tetap di Duke university dan membantu orang lain tidak mementingkan kepentingannya sendiri.

Referensi

Dokumen terkait

Ekstrak kulit batang secang dapat diformulasikan menjadi sediaan pewarna pipi, hasil pengamatan organoleptik yaitu pada warna, memiliki warna merah tua dengan hasil ekstrak

Jarlaxle shifted to the side and winced as his weight came upon his recently wounded leg. Triel Baenre herself, the matron mistress of Arach- Tinilith, among the

terkendala kondisi yang ada, rencana yang di perlukan untuk pola pelaksanaan (fisik), kepercayaan pemerintah pada BKM, hambatan ada LPM kegiatan bersinergi dengan

Hasil penelitian tingkat kesejahteraan keluarga pedagang di obyek wisata Waduk Penjalin Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes dapat diketahui dari 10

Berdasarkan perumusan masalah yang telah dibahas sebelumnya, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapan dan berapa banyak perusahaan melakukan

Pada saat angka penjualan menurun, maka pembelian oleh konsumen harus ditingkatkan dengan menerapkan in-store promotion yang tepat, sehingga dapat mempengaruhi

Hal ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, menentukan bahwa pemilihan kepala desa harus dilaksanakan secara serentak yang dilaksanakan

Segala Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus, atas kasih karunia, bimbingan dan berkatNya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Pengaruh