• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS PETERNAKAN KABUPATEN ROTE NDAO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DINAS PETERNAKAN KABUPATEN ROTE NDAO"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

KINERJA

INSTANSI

PEMERINTAH

(LKIP)

TAHUN

ANGGARAN

2019

K O M P L E K S PE R K A N T O R A N BU M I TI’I LA N G G A PE R M A I

DINAS PETERNAKAN

KABUPATEN ROTE NDAO

(2)
(3)

i

KATA PENGANTAR

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) ini merupakan suatu perwujudan salah satu indikator (tolak ukur) dalam rangka penyelenggaraan pemerintah yang baik (good governance) dan berkaitan dengan Kinerja Instansi Pemerintah dalam memberikan pelayanan prima serta menyampaikan pertanggung jawaban kinerja Pemerintah dan masyarakat pada umumnya.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) ini secara garis besar berisikan tentang informasi mengenai rencana Kinerja dan capaian kinerja yang telah dilakukan dalam Tahun Anggaran 2019 yang mengacu kepada rencana Strategis (Renstra) Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao.

Disisi lain, dalam konteks system managemen mutu, laporan kinerja merupakan bagian dalam mewujudkan akuntabilitas Pengelolaan Mutu Kelembagaan. Disamping itu penyusunan LKIP merupakan kewajiban bagi setiap instansi pemerintah berdasarkan Perpres Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang diperkuat oleh Permen PAN-RB Nomor 53 Tahun 2014.

Penyusunan LKIP ini telah diupayakan secara optimal, namun masih disadari bahwa dalam penyusunannya masih jauh dari sempurna dan belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan sebagaimana mestinya. Oleh karna itu masukan dan saran sangat diharapkan untuk perbaikan serta penyempurnaan penyusunan laporan diTahun yang akan datang.

Akhir kata semoga Laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya dalam mengevaluasi tugas pokok dan fungsi Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, kiranya Laporan ini dapat menjadi masukan bagi perumusan kebijakan selanjutnya yang diikuti dengan peningkatan manajemen kinerja yang lebih baik oleh seluruh jajaran Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao sebagai wujud pengabdian kepada Bangsa dan Negara pada umumnya dan Daerah Kabupaten Rote Ndao pada khususnya.

Baa, 28 Januari 2020 Kepala DinasPeternakan

Ir. Erens Sinlaeloe Pembina Utama Muda

(4)

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... i

Daftar isi ... ii

Ikhtisar Eksekutif ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Maksud dan Tujuan ... 2

C. GambaranUmum Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Sampai DenganTahun 2019... 2

D Dasar Hukum ... 7

E Sistematika Laporan ... 7

BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PERJANJIAN KINERJA ... 9

 RENSTRA DINAS PETERNAKAN KABUPATEN ROTE NDAO ...  PERNYATAAN VISI DAN MISI ... 9

1. Visi... 9

2. Misi ... 10

3. Tujuan dan Sasaran ... 10

 RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2019(SESUAI DENGAN ARAH KEBIJAKAN UMUM-STRATEGI PRIORITAS) YANG MELIPUTI : ... 11

1. Kebijakan ... 11

2. Program ... 10

3. Kegiatan ... 10

 PERJANJIAN KINERJA ... 11

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 14

A. AKUNTABILITAS KINERJA DINAS PETERNAKAN KABUPATEN ROTE NDAO ... 14

1. Pengukuran Kinerja ... 14

2. Metode Penyimpulan Capaian Sasaran ... 17

B. REALISASI ANGGARAN ... 25

C. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI... 30

BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN... 31

(5)

iii

IKHTISAR EKSEKUTIF

alah satu asas dalam penerapan tata kepemerintahan yang baik adalah merupakan pertanggung jawaban dari amanah atau mandat yang melekat pada suatu lembaga dengan landasan pemikiran tersebut, maka Laporan Kinerja Instansi Pemerintahan (LKIP) Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019 ini disusun. LKIP ini menyajikan capaian kinerja dari satuan Kerja Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao yang merupakan pelaksanaan Perpres 29 tahun 2014 dan Permen PAN-RB Nomor 53 Tahun 2014 dimana setiap Instansi Pemerintahan wajib menyusun suatu laporan LKIP ini juga merupakan kebutuhan organisasi dalam melakukan analisis dan evaluasi kinerja dalam rangka peningkatan kinerja organisasi secara menyeluruh.

LKIP Tahun 2019 ini menyajikan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao sesuai dengan aspek pokok dan fungsinya untuk membantu Bupati melaksanakan tugas - tugas yang berkaitan dengan pengeloaan bidang peternakan dan sesuai dengan visi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam penetapan Kinerja sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Pemerintahan Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019 – 2024, Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao mempunyai 1 (satu) sasaran strategis yang selanjutnya dijabarkan dalam 4 (empat) program, secara komulatif capaian kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao berdasarkan sasaran pada tahun 2019 meningkat

Pencapaian Kinerja Dinas Peternakan Tahun 2019 dapat digambarkan sebagai berikut :

No

Sasaran Rata-rata Capaian (%) Skala Ordinal

1 Meningkatnya produksi peternakan

Meningkatnya Populasi Sapi 100 Sangat Berhasil Meningkatnya Populasi Kerbau 100 Sangat Berhasil Meningkatnya Populasi Kuda 100 Sangat Berhasil Meningkatnya Populasi Kambing 100 Sangat Berhasil Meningkatnya Populasi Domba 100 Sangat Berhasil Meningkatnya Populasi Babi 100 Sangat Berhasil Meningkatnya Populasi Ayam Buras 100 Sangat Berhasil Meningkatnya Populasi Ayam Ras 100 Sangat Berhasil

(6)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat guna mencapai tujuan serta cita-cita bangsa dan negara untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Untuk dapat mewujudkan penyelenggara negara yang mampu menjalankan fungsi dan tugasnya secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab yang dilaksanakan secara efektif, efisien, bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme perlu disusun peraturan perundangan yang secara khusus mengatur tentang akuntabilitas bagi seluruh penyelenggara negara.

Dalam kerangka pembangunan good governance, kebijakan umum pemerintah adalah ingin menjalankan pemerintahan yang berorientasi pada hasil (result oriented government). Orientasi pada input, terutama uang seperti yang selama ini dijalankan, hendaknya sudah harus bergeser dari pola pikir berapa besar dana yang telah dan akan dihabiskan menjadi berapa besar kinerja yang dihasilkan dan kinerja tambahan yang diperlukan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Pemerintahan yang berorientasi pada hasil pertama-tama akan fokus pada kesejahteran masyarakat, berupa upaya untuk menghasilkan output dan outcome yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Output merupakan hasil langsung dari program-program atau kegiatan yang dijalankan pemerintah dan dapat berwujud sarana, barang dan jasa pelayanan kepada masyarakat, sedang outcome adalah berfungsinya sarana, barang dan jasa tersebut sehingga memberi manfaat bagi masyarakat.

Dalam rangka mempertanggungjawabkan kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019, maka Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) ini dibuat. Selain LKIP memberikan masukan bagi pihak- pihak yang berkepentingan

(7)

(stakeholder) dengan instansi pemerintah dalam pengambilan keputusan, sekaligus untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada instansi pemerintah.

Dari uraian tersebut diatas, maka Laporan Kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019 dibuat berdasarkan Perencanaan Strategis Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, Arah Kebijakan Umum (AKU) APBD Tahun 2019, RENSTRA Kabupaten Rote Ndao 2015-2019, Rencana Pembangunan Tahunan Daerah (REPETADA) Tahun 2019.

B. Maksud dan Tujuan

Untuk memberikan informasi serta pengambilan keputusan dari perubahan - perubahan kearah perbaikan dalam mencapai penghematan, efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, dalam rangka pelaksanaan Misi Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, sekaligus untuk perbaikan perencanaan jangka pendek dan jangka menengah.

Sedangkan tujuan dari penyampaian LKIP ini adalah merupakan pertanggung jawaban kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao selama Tahun Anggaran 2019.

C. Gambaran Umum Pelaksaan Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi sampai dengan Tahun 2019

1. Kedudukan dan Wilayah Kerja : 1.1. Kedudukan

Instasi : Pemerintah Kabupaten Rote Ndao Unit Kerja : Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao

Alamat : Kompleks Perkantoran Baru Bumi Ti’i Langga Permai Jln. Lekunik Ba’a – Rote, Telp/Fax : (0380) 8571119

(8)

1.2. Wilayah Kerja

Wilayah kerja Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao sama dengan wilayah administrasi Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao 1.280,10 km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2018 sebanyak 165,807 jiwa (Data Statistik Rote Ndao Dalam Angka 2019).

2. Tugas Pokok dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 81 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 10 Tahun 2011 tentang tugas pokok dan fungsi dinas dinas daerah Kabupaten Rote Ndao sebagai berikut : 2.1. Tugas Pokok :

Membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan dan tugas pembantuan bidang peternakan.

2.2. Fungsi :

 Perumusan kebijakan bidang peternakan;  Pelaksanaan kebijakan bidang peternakan;

 Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang peternakan;  Pelaksanaan administrasi dinas di bidang peternakan;

dan

 Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

3. Struktur Organisasi :

Sesuai Permentan No 43 Tahun 2016 Tentang Pedoman Nomenklatur, Tugas dan Fungsi Dinas Urusan Pangan dan Dinas Urusan Pertanian Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai berikut :

o Kepala Dinas o Sekretaris

 Sub Bagian Umum dan Kepegawaian  Sub Bagian Keuangan dan Aset

(9)

o Bidang Prasarana dan Sarana  Seksi Lahan dan Irigasi  Seksi Pakan

 Seksi Pembiayaan dan Investasi o Bidang Perbibitan dan Produksi

 Seksi Perbibitan  Seksi Ruminansia  Seksi Non Ruminansia

o Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner  Seksi Kesehatan Hewan dan Obat

 Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan  Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner

o Bidang Agribisnis Peternakan dan Penyuluhan

 Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan  Seksi Pelayanan Usaha dan Perijinan Peternakan  Seksi Penyuluhan

o Kelompok Jabatan Fungsional o Unit Pelaksana Teknis Dinas

(10)

STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PETERNAKAN ……… Garis Komando Garis Kordinasi

Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan

Doni S. Detaq, S.Pt

S ekretaris Ir. Khristianus Penna Kepala Dinas Peternakan

Ir. Erens S inlaeloe

Sub Bagian Keuangan dan Aset M arlise T. Adam, SE

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Febrian J. M anno, S.ST

Bidang Prasarana dan Sarana Ditron A. Sinlaeloe, S.Pt

Bidang Agribisnis Peternakan dan Penyuluhan Hendrik F. Adu, S.Pt

Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan

Yermintho Balukh, S.Pt Seksi Pelayanan Usaha dan

Perijinan Peternakan Fredrik Retta, S.Pt

Seksi Penyuluhan Soleman Bailao, A.md Seksi Lahan dan Irigasi

Nelci Nggeon

Seksi Pakan Kosong

Seksi

Pembiayaan dan Investasi Charles Lakh, S.Pt

Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan M asyarakat Veteriner

Bertha J. A. Haning, S.Pt

Seksi Kesehatan Hewan dan Obat Drh. Legowo B. Raharjo

Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan

Kosong

Seksi Kesehatan M asyarakat Veteriner

Drh. Astri Y. Juliadi Kelompok Jabatan

Fungsional Bidang Perbibitan dan Produksi

Sherly Y. Roen, S.Pt

Seksi Perbibitan M aryanus Y. Foeh, S.Pt

Seksi Ruminansia Joni E. M anno, S.Pt

Seksi Non Ruminansia Kosong

(11)

Jumlah Pengawai Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao keadaan Desember 2019 adalah 50 orang. Untuk mendukung kegiatan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi tersebut, Dinas Peternakan Ndao dilengkapi dengan sarana dan prasarana berupa kantor dan inventarisir serta fasilitas perlengkapan lainnya.

Table 1

Jumlah Pegawai Berdasarkan Pangkat dan Golongan Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019

Golongan Pangkat Jenis Kelamin Jumlah

Laki-laki Perempuan

IV/a Pembina 2 1 3

IV/b Pembina Tk. I 1 - 1

IV/c Pembina Utama Muda 1 - 1

IV/d Pembina Utama Madya - - -

Jumlah Golongan IV 4 1 5

III/a Penata Muda 8 1 9

III/b Penata Muda Tk. I 7 1 8

III/c Penata 4 2 6

III/d Penata Tk. I 5 4 9

Jumlah Golongan III 24 8 32

II/a Pengatur Muda 0 - 0

II/b Pengatur Muda Tk. I 2 1 3

II/c Pengatur 0 0 0 II/d Pengatur Tk. I 7 2 10 Jumlah Golongan II 9 3 13 I/a - - - I/b - - - I/c - - - I/d 1 - 1 Jumlah Golongan I 1 - 1 Jumlah Pegawai 38 12 50

(12)

D. DASAR HUKUM

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao disusun berdasarkan :

1. Ketetapan MPR Nomor 11/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

2. Undang – Undang Nomor 20 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

3. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

4. Permenpan dan RB 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknik Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. E. SISTEMATIKA LAPORAN

Sistematika Penyajian dari Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Peternakan Tahun 2019, adalah sebagai berikut:

Kata Pengantar Daftar Isi

Ikhtisar Eksekutif

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan

1.3 Gambaran Umum Organisasi

1.3.1 Kedudukan dan Wilayah Kerja 1.3.2 Tugas Pokok dan Fungsi 1.3.3 Struktur Organisasi

1.3.4 Susunan Kepegawaian dan Perlengkapan Kerja 1.4 Dasar Hukum

1.5 Sistematika Penulisan

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 2.1 Rencana Strategis

2.1.1 Visi 2.1.2 Misi

(13)

2.2 Rencana Kinerja Tahunan (RKT) tahun 2019 2.2.1 Kebijakan

2.2.2 Program 2.2.3 Kegiatan 2.3 Penetapan Kinerja

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.1 Akuntabilitas Kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao 3.1.1 Pengukuran Kinerja

3.1.2 Metode Penyimpulan Capaian Sasaran 3.2 Permasalahan yang di hadapi

3.3 Langkah-langkah antisipasif BAB IV PENUTUP

a. Kesimpulan b. Saran

(14)

BAB II

RENCANA STRATEGIS DAN PERJANJIAN KINERJA

Pernyataan Strategis dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja instansi Pemerintah (SAKIP) merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao.

Perencanaan Strategis merupakan proses sistimatis dan berkelanjutan dari pengambilan keputusan yang beresiko tentang masa depan. Untuk itu dalam rangka pengintegrasian perencanaan maka Dinas Peternakan berkewajiban menyusun dokumen RENSTRA Tahun 2019 – 2024 untuk periode lima tahunan.

RENSTRA Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019 – 2024 merupakan penjabaran dari visi misi, dan program Bupati Rote Ndao.

A. RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN KABUPATEN ROTE NDAO TAHUN 2019 – 2024.

Rencana Strategis Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019 – 2024 ini tentunya tidak terlepas dari pelaksanaan pembangunan pada periode waktu sebelumnya dari berbagai rangkaian dan periodisasi kepemimpinan daerah sesuai dengan penekanan dan tema yang didasarkan pada berbagai perspektif. Kondisi dan perkembangan pembangunan saat itu. Untuk itu pada maka penyusunan RENSTRA disusun dengan strategi berkelanjutan yaitu dengan prinsip setiap memperhatikan program program pembangunan yang telah dilaksanakan pada periode kepemimpinan sebelumnya yang telah memberikan sejumlah hasil dan capaian pembangunan kesejahteraan bagi masyarakat.

B. PERNYATAAN VISI DAN MISI a. Visi :

Terwujudnya Masyarakat Rote Ndao yang BERMARTABAT dan berkelanjutan Bertumpu pada Pariwisata di dukung oleh Pertanian dan Perikanan. Rumusan pernyataan Visi tersebut di atas mempunyai makna yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

(15)

b. M i s i :

Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Melalui KOntribusi Sektor Pariwisata yang didukung oleh Pertanian dan Perikanan.

c. Tujuan dan Sasaran : 1. Tujuan

Meningkatnya kontribusi pariwisata, pertanian dan perikanan. 2. Sasaran

Meningkatnya kontribusi pariwisata, pertanian dan perikanan terhadap PDRB

C. PROGRAM DAN KEGIATAN STRATEGIS 1. Kebijakan

Produksi dan produktivitas ternak, pembinaan, pengawasan dan pengendalian penyakit hewan dan pemasaran hasil peternakan.

2. Program :

 Pelayanan Administrasi Perkantoran

 Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

 Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan  Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak

 Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

 Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan  Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan 3. Kegiatan :

 Penyediaan Jasa Surat Menyurat

 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

 Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perijinan Kendaraan Dinas/Operasional  Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan

 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor

 Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kinerja  Penyediaan Alat Tulis Kantor

(16)

 Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor

 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan  Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah

 Penyediaan Jasa Administrasi Perkantoran

 Koordinasi dan Konsultasi Pelaksanaan Tugas Dalam Wilayah Provinsi NTT  Pengadaan Instalasi Air, Listrik, Telepon dan LAN

 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional  Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor

 Monitoring, evaluasi dan pelaporan capaian kinerja SKPD

 Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak  Pendistribusian Bibit Ternak Kepada Masyarakat

 Pembelian dan Pendistribusian Vaksin dan Pakan Ternak

 Pengembangan Produksi Hijauan Makanan Ternak Sistem Pagar Hidup

 Pengolahan Informasi Permintaan Pasar Atas Hasil Produksi Peternakan Masyarakat

 Pengolahan hasil produksi ternak

 Pameran Produksi, Industri dan Pangan Lokal Peternakan  Kontes Ternak

 Pengolahan Hasil Ternak dan Pakan

 Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Peternakan Tepat Guna  Kegiatan Penyuluhan Penerapan Teknologi Peternakan Tepat Guna  Pelatihan dan bimbingan pengoperasian teknologi peternakan tepat guna  Inseminasi Ternak

D. PERJANJIAN KINERJA

Perjanjian Kinerja merupakan tekat dan janji kinerja tahunan yang akan dicapai antara pihak yang menerima amanah/tanggungjawab kinerja dengan pihak yang memberi amanah/tanggung jawab. Dengan demikian Perjanjian kinerja merupakan tekad dan janji Kinerja Tahunan yang sangat penting yang perlu dilakukan oleh pimpinan instansi di lingkungan pemerintahan karena merupakan wahana proses yang akan memberikan perspektif mengenai apa yang diinginkan untuk dihasilkan. Perencanaan

(17)

dan penetapan kinerja yang dilakukan oleh instansi akan dapat berguna untuk menyusun prioritas kegiatan yang dibiayai dari sumber dana yang terbatas. Dengan perencanaan kinerja tersebut diharapkan fokus dalam mengarahkan dan mengelola program atau kegiatan instansi akan lebih baik, sehingga diharapkan tidak ada kegiatan instansi yang tidak terarah.

Rencana Kinerja Tahunan Pemerintah Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019 merupakan perencanaan kinerja yang menjabarkan potret permasalahan pembangunan di bidang peternakan serta indikasi kebijakan, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk memecahkan permasalahan dimaksud secara terencana dan bertahap melalui sumber pembiayaan APBD, dengan mengutamakan kewenangan wajib disusul kewenangan lainnya sesuai dengan prioritas dan kebutuhan daerah. Rencana Kinerja Dinas Peterakan Kabupaten Rote Ndao ini merupakan alat ukur yang bermanfaat untuk mengecek apakah instansi dapat melaksanakan tugas yang telah dibebankan dan mengukur seberapa besar pencapaian target–target yang telah ditetapkan.

Selain itu dengan rencana kinerja akan lebih mudah mengukur tingkat capaian kinerja Dinas Peternakan pada akhir tahun 2019 karena dapat segera dilakukan perbandingan antara rencana dan realisasi dengan menggunakan sedapat mungkin lima indikator kinerja yaitu masukan, keluaran, hasil, manfaat dan dampak.

Selain Perjanjian Kinerja dan Rencana Kinerja Tahunan, Indikator Kinerja Utama (IKU) yang diatur dengan Peraturan Bupati Nomor 49 Tahun 2015 tanggal 19 September 2015 menjadi acuan dalam penyusunan LKIP, RKT dan PK tahun 2019.

Penyusunan Perjanjian Kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao tahun 2019 mengacu pada APBD Tahun 2019, Strategi dan Prioritas APBD Tahun 2019 dan DPA OPD Tahun 2019.

Perjanjian Kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019 adalah dengan uraian sebagai berikut:

(18)

Tabel 2.1 Perjanjian Kinerja

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3)

Meningkatnya Sumber Daya Manusia

Peternakan (Aparatur dan Petani)

Jumlah kinerja pelayanan kesehatan hewan 6 Orang Jumlah peningkatan ketrampilan dan wawasan

SDM aparatur (Inseminator, PKB, ATR dan Supervisor)

6 Orang

Jumlah peningkatan ketrampilan dan wawasan SDM peternak teknologi peternakan tepat guna

2 Kelompok Meningkatnya

Pendapatan Peternak

Jumlah produk pameran industri dan pangan lokal peternakan

4 Produk Jumlah pengolahan hasil produksi ternak 1 Unit Jumlah kategori ternak yang unggul 1 Kategori Jumlah kelompok pengolahan hasil ternak dan

pakan

1 Kelompok Meningkatnya Populasi

dan Produktivitas

Jumlah pendampingan bantuan keuangan dan hibah dana kepada kelompok peternak yang tepat waktu

60 Kelompok Jumlah pengembangan kebun hijauan makanan

ternak

15 Ha Jumlah pengadaan straw dan N2 Cair 50 Straw

100 Liter

Jumlah inseminasi buatan (sapi dan babi) 30 ekor (sapi) 70 Ekor (babi) Meningkatnya

Pemberantasan Penyakit Hewan Menular

Jumlah pelayanan kesehatan hewan (pengobatan ternak)

11 Jenis Jumlah pembelian dan pendistribusian vaksin dan

pakan ternak

9.000 Dosis Tercapainya peni

ngkatan Kualitas dan Ketersediaan Sarana Prasarana Input Produksi, Teknologi Pembiayaan Koordinasi dan

Kerjasama serta Data dan Informasi Penunjang Peternakan

Jumlah pengambilan data/informasi harga produk peternakan

(19)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Wujud pertanggungjawaban kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao selama tahun 2019 dituangkan dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah sebagai pertanggungjawaban Kepala Dinas atas pelaksanaan tugas - tugas umum pemerintah dan pembangunan, dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sesuai kewenangan yang dimiliki Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao.

Pertanggungjawaban tersebut antara lain meliputi pengukuran, penilaian, evaluasi dan analisis kinerja, serta akuntabilitas keuangan yang dilaporkan secara menyeluruh dan terpadu untuk memenuhi kewajiban dalam mempertanggungjawabkan keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, sasaran, tujuan, serta misi dan visi organisasi.

A. CAPAIAN KINERJA DINAS PETERNAKAN KABUPATEN ROTE NDAO

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) adalah perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan dalam mengelola sumber daya sesuai dengan mandat yang diterima melalui pelaksanaan program dan kegiatan yang merupakan penjabaran dari sasaran melalui instrument pertanggungjawaban secara periodik, yaitu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP).

Untuk mendukung tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Peternakan melaksanakan pelayanan kepada publik maupun aparatur sebagai upaya mengimplementasikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen RPJMD Pemerintah Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014-2019. Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan target dan realisasi dengan capaian kinerja tahun sebelumnya (Tahun Lalu 2017). Acuan untuk mengukur keberhasilan dan kegagalan capaian kinerja prioritas yang bersifat strategis adalah dengan Indikator Kinerja Utama (IKU)/Key Performence Indikator sedangkan acuan untuk mengukur kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao adalah RPJMD (2014-2019), RKT 2019 dan Perjanjian Kinerja 2019.

(20)

Dalam melakukan pengukuran capaian kinerja digunakan metode : PENGUKURAN KINERJA

1. Metode Pengukuran Kinerja

Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan rencana dan realisasi sebagai berikut:

a) Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja, digunakan rumus:

Realisasi

Capaian indikator kinerja = x 100% Rencana

b) Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja, digunakan rumus :

Rencana – (Realisasi – Rencana)

Capaian indikator = x 100% kinerja Rencana

Atau:

(2 x Rencana)– Realisasi Capaian indikator kinerja = x 100%

(21)

Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja sasaran untuk menunjukkan secara langsung kaitan antara sasaran dengan indikator kinerjanya, sehingga keberhasilan sasaran berdasarkan rencana yang ditetapkan dapat dilihat dengan jelas. Selain itu, untuk memberikan penilaian yang lebih independen melalui indikator-indikator outcomes atau minimal outputs dari kegiatan yang terkait langsung dengan sasaran yang diinginkan.

2. Metode Penyimpulan Capaian Sasaran

Hasil pengukuran capaian kinerja disimpulkan baik untuk masing-masing indikator kinerjanya maupun untuk capaian pada tingkat sasaran. Penyimpulan dilakukan dengan menggunakan skala pengukuran ordinal sebagai berikut :

 X ≥ 85 % : Sangat Berhasil

 70 % ≤ X <85 % : Berhasil

 55 % < X < 70 % : Cukup Berhasil

 X ≤ 55 % : Belum Berhasil

Berdasarkan hasil pengukuran capaian kinerja sasaran Dinas Peternakan tahun 2019 dapat dijelaskan sebagai berikut :

SASARAN 1 Meningkatnya Sumber Daya Manusia Peternakan (Aparatur dan Petani)

Sasaran ini diarahkan dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia dibidang peternakan baik secara kualitas maupun secara kuantitas yang pada akhirnya dapat meningkatkan pelayanan dibidang peternakan terutama pelayanan kesehatan hewan dan teknologi peternakan tepat guna. Program dan kegiatan yang mendukung sasaran ini adalah program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak dan program peningkatan penerapan teknologi peternakan. Sasaran ini didukung oleh anggaran sebesar Rp. 5557.000.000,- (lima ratus lima puluh tujuh juta rupiah), terealisasi sebesar Rp. 555.087.000,- (lima ratus lima puluh lima juta delapan puluh tujuh ribu rupiah) dengan capaian kinerja sebesar 99,66 %.

(22)

Tabel . 3.1

Capaian Indikator Kinerja Sasaran

Meningkatnya Sumber Daya Manusia Peternakan (Aparatur dan Peternak)

No Indikator Kinerja S atuan 2018 2019

Target Realisasi Capaian (%)

1. Jumlah kinerja pelayanan kesehatan hewan

Orang 6 6 6 100

2. Jumlah pelayanan di RPH (Keurmaster) Orang 6 6 6 100

3. Jumlah Peningkatan ketrampilan dan wawasan SDM peternak teknologi peternakan tepat guna

Kelompok 2 2 2 100

Rata – rata 100

Penjelasan dari pencapaian indikator capaian kinerja sasaran ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Jumlah Kinerja Pelayanan Kesehatan Hewan

Jumlah kinerja pelayanan kesehatan hewan yang ditargetkan 6 (enam) orang dengan Prosentase kinerja pelayanan kesehatan hewan tahun 2019 dapat direalisasikan 100%. Hal ini perlu sosialisasi secara kontinyu terutama bagi para penjagal yang masih potong di luar RPH sehingga dapat menambah PAD dan juga diperiksa terlebih dahulu oleh petugas kesehatan atau dokter hewan untuk memastikan bahwa ternak yang akan dipotong tersebut layak untuk dikonsumsi.

b. Jumlah Peningkatan Ketrampilan dan Wawasan SDM aparatur (inseminator, PKB, ATR dan supervisor)

Jumlah kinerja ketrampilan dan wawasan sdm aparatur (inseminator, pkb, atr dan supervisor) yang ditargetkan 6 (enam) orang dengan Prosentase kinerja ketrampilan dan wawasan sdm aparatur (inseminator, pkb, atr dan supervisor) tahun 2019 dapat direalisasikan 100%. Hal ini perlu dipertahankan dan ditingkat

c. Jumlah Peningkatan Ketrampilan dan Wawasan SDM Peternak Teknologi Peternakan Tepat Guna

Jumlah peningkatan ketrampilan dan wawasan SDM peternak teknologi peternakan tepat guna 2 (dua) Kelompok yakni Kelompok Melati dan Kelompok Sari Sandu

(23)

keduanya di Kecamatan Rote Barat Laut dalam tahun 2019 dengan prosentase sumber daya manusia peternak dapat direalisasikan 100%.

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa capaian indikator kinerja sasaran “Meningkatnya Sumber Daya Peternakan” adalah sebesar 100% atau dikategorikan Sangat Berhasil.

SASARAN 2 Meningkatnya Pendapatan Peternak

Sasaran ini diarahkan dalam rangka meningkatkan pendapatan peternak. Program dan kegiatan yang mendukung sasaran ini adalah program peningkatan

pemasaran hasil produksi peternakan. Sasaran ini didukung oleh anggaran sebesar Rp. 135.000.000,- (seratus tiga puluh lima juta rupiah), terealisasi sebesar Rp.

135.000.000,- (seratus tiga puluh lima juta rupiah) atau dengan capaian kinerja sebesar 100 %.

Tabel. 3.2

Capaian Indikator Kinerja Sasaran Meningkatnya Pendapatan Peternak

No Indikator Kinerja S atuan 2018 2019

Target Realisasi Capaian (%)

1. Jumlah produk pameran industri dan pangan lokal peternakan

Produk 4 4 4 100

2. Jumlah p engolahan hasil produksi ternak

Unit 1 1 1 100

3. Jumlah kategori ternak yang unggul Kategori 1 1 1 100

4. Jumlah kelompok pengolahan hasil ternak dan pakan

Kelompok 1 1 1 100

Rata – rata 100

Penjelasan dari pencapaian indikator capaian kinerja sasaran ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Jumlah Produk Pameran Industri dan Pangan Lokal Peternakan

Indikator ini menunjukan banyaknya produk unggulan dari daerah yang di promosikan dalam pameran industri. Jumlah bahan material promosi unggulan daerah 4 (empat) produk yakni Se’I, Falak, Susu Goreng dan Dendeng dengan prosentase bahan material promosi unggulan daerah tahun 2019 dapat direalisasikan 100%.

(24)

2. Jumlah Pengolahan Hasil Produksi Ternak

Indikator ini menunjukan jumlah alat pengolahan yang di bagikan kepada kelompok usaha pengolahan daging di Kabupaten Rote Ndao. Jumlah alat pengolahan yang di bagikan kepada kelompok usaha pengolahan daging tahun 2019 dapat direalisasikan 100%.

3. Jumlah kategori ternak yang unggul

Indikator ini menunjukan jumlah ternak yang dilombakan dalam perlombaan kontes ternak. Jumlah ternak unggul di tiap kategori 1 (kategori) dengan prosentase Jumlah ternak unggul di tiap kategori tahun 2019 dapat direalisasikan 100%. Hal ini ditunjang dari keikutsertaan peternak dalam kontes tingkat Propinsi dimana Rote Ndao memperoleh juara III kontes ternak tingkat Propinsi pada kategori Sapi Ongole Betina Bibit atas nama Martinus Bailao dari Kecamatan Lobalain dan memperoleh hadiah berupa piagam dan uang pembinaan sebesar rp. 5.000.000,-

4. Jumlah kelompok pengolahan hasil ternak dan pakan

Indikator ini menunjukan jumlah kelompok pembuatan Hay dan Silase dalam rangka penyediaan pakan ternak yang bermutu di saat musim kemarau yakni Kelompok Lenguselu Desa Lenguselu tahun 2019 dapat direalisasikan 100%.

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa capaian indikator kinerja sasaran “Meningkatnya Pendapatan Peternak” adalah sebesar 100% atau dikategorikan

Sangat Berhasil.

SASARAN 3 Meningkatnya Populasi dan Produktifitas Ternak

Sasaran ini diarahkan dalam rangka meningkatkan populasi dan produktivitas ternak. Program dan kegiatan yang mendukung sasaran ini adalah program peningkatan produksi hasil peternakan dan peningkatan penerapan teknologi

peternakan. Sasaran ini didukung oleh anggaran sebesar Rp 1.371.000.000,-

(satu miliar tiga ratus tujuh puluh satu juta rupiah), terealisasi sebesar Rp. 1.360.729.795,74,- (satu miliar tiga ratus enam pulu juta tujuh ratus dua puluh

sembilan ribu tujuh ratus Sembilan puluh lima rupiah tujuh puluh empat sen) atau dengan capaian kinerja sebesar 99,25%.

(25)

Tabel. 3.3

Capaian Indikator Kinerja Sasaran

Meningkatnya Populasi dan Produktifitas Ternak

No Indikator Kinerja S atuan 2018 2019

Target Realisasi Capaian (%)

1.

Jumlah pendampingan bantuan keuangan dan hibah dana kepada masyarakat peternak yang tepat waktu

Kelompok 60 60 60 100

2. Jumlah Pengembangan kebun hijauan

makanan ternak

Ha 15 15 15 100

3. Jumlah pengadaan straw dan N2 cair Starw

Liter 50 100 50 100 50 100 100

4. Jumlah Inseminasi buatan (sapi dan

babi) Ekor 100 30 70 30 700 100 Rata – rata 100

Penjelasan dari pencapaian indikator capaian kinerja sasaran ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Jumlah pendampingan bantuan keuangan dan hibah dana kepada masyarakat peternak yang tepat waktu

Indikator ini adalah mendampingi setiap bantuan keuangan dan hibah dana kepada masyarakat berdasarkan petunjuk teknis untuk bantuan keuangan kepada masyarakat desa dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Kabupaten Rote Ndao No 524.1/353a/VI/Kab.RN/2019 tanggal 24 Juni 2019 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Keuangan kepada masyarakat melalui desa untuk pengadaan ternak sapi di Kabupaten Rote Ndao T.A 2019 dengan Surat Keputusan Bupati Rote Ndao tentang nama desa dan kelompok penerima bantuan keuangan kepada masyarakat peternak untuk pengadaan ternak sapi T.A 2019 (SK Bupati No 523/KEP/HK/2019. Tanggal 13 November 2019) dan Surat Keputusan Kepala Dinas Kabupaten Rote Ndao No 524.1/360a/VI/RN/2019 tanggal 27 Juni 2019 tentang Petunjuk Teknis Hibah Dana Pemberdayaan Untuk kegiatan peternakan di Kabupaten Rote Ndao T.A 2019 dengan Surat Keputusan Bupati Rote Ndao tentang nama Kelompok Penerima Hibah Dana Pemberdayaan Untuk Kegiatan Peternakan di Kabupaten Rote Ndao T.A 2019 ( SK Bupati No 522/KEP/HK/2019. Tanggal 13 November 2019). Jumah pendampingan bantuan keuangan dan hibah dana 54 (lima puluh empat) kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 (lima) orang anggota dengan prosentase jumah pendampingan bantuan keuangan dan hibah dana tahun 2019 dapat direalisasikan 100%.

(26)

2. Jumlah Pengembangan Kebun Hijauan Makanan Ternak

Indikator ini adalah menyediakan hijuaan makanan bagi ternak sepanjang tahun sehingga ternak tidak mengalami kekurangan makanan terutama pada musim kemarau. Jumlah kebun hijauan makanan ternak 15 (lima belas) Ha dengan prosentase kebun hijauan makanan ternak tahun 2019 dapat direalisasikan 100%.

3. Jumlah sarana prasarana teknologi peternakan

Indikator ini adalah menyediakan sarana prasarana inseminasi buatan (IB) untuk mendukung pengembangbiakan ternak sapi dan babi yang ada di Kabupaten Rote Ndao serta meningkatkan mutu genetik ternak melalui pengadaan straw sebanyak 50 Straw, N2 Cair sebanyak 100 liter untuk kegiatan IB. Terealisasi pengadaan Straw dan N2 cair 100 %.

4. Jumlah Inseminasi Buatan (IB) Sapi dan Babi

Indikator ini adalah untuk meningkatkan mutu genetik ternak ternak khusus ternak sapi sebanyak 30 (tiga puluh) ekor dan babi sebanyak 70 (tujuh puluh) ekor. Jumlah mutu genetik ternak unggul 100 (seratus) ekor dengan prosentase mutu genetik ternak unggul tahun 2019 dapat direalisasikan 100%.

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa capaian indikator kinerja sasaran “Meningkatnya Populasi dan Produktifitas Ternak” adalah sebesar 100% atau dikategorikan

Sangat Berhasil.

SASARAN 4 Meningkatnya Pemberantasan Penyakit Hewan Menular

Sasaran ini diarahkan dalam rangka meningkatkan pemberantasan penyakit hewan menular. Program dan kegiatan yang mendukung sasaran ini adalah program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak dan program peningkatan produksi hasil peternakan. Sasaran ini didukung oleh anggaran sebesar Rp. 414.000.000,- (empat ratus empat belas juta rupiah), terealisasi sebesar Rp. 413.853.900,- (empat ratus tiga belas juta delapan ratus lima puluh tiga ribu sembilan ratus rupiah) atau dengan capaian kinerja sebesar 99,97%.

(27)

Tabel. 3.4

Capaian Indikator Kinerja Sasaran

Meningkatnya Pemberantasan Penyakit Hewan Menular

No Indikator Kinerja S atuan 2018 2019

Target Realisasi Capaian (%)

1. Jumlah pelayanan kesehatan hewan (Pengobatan ternak)

Jenis 11 11 11 100

2. Jumlah pembelian dan pendistribusian vaksin dan pakan ternak

Dosis 9.000 9.000 9.000 100

Rata – rata 100

Penjelasan dari pencapaian indikator capaian kinerja sasaran ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Jumlah Pelayanan Kesehatan Hewan

Indikator ini menunjukan pelayanan kesehatan terhadap hewan atau ternak peliharaan, dengan menggunakan 11 (sebelas) jenis obat. Jumlah pelayanan terhadap kesehatan hewan 2298 (dua ribu dua ratus sembilan puluh delapan) ekor dengan prosentase pelayanan kesehatan hewan tahun 2019 mencapai 100% jika dibandingkan antara target dengan realisasi. Pelayanan kesehatan hewan mencapai target karena pelayanan kesehatan sudah didukung oleh kesadaran dari petani/peternak tentang bagaimana menangani dan merawat ternak mereka sendiri sehingga bebas dari penyakit dan juga adanya perlakuan pencegehan penyakit yang dilakukan berupa vaksinasi pada ternak yang rutin dan kontinyu. Hambatan yang dialami kurangnya anggaran yang cukup bagi kegiatan ini sehingga solusi yang ditawarkan adalah perlunya penambahan anggaran yang banyak pada kegiatan pelayanan kesehatan bagi ternak ini.

2. Jumlah Pembelian dan Pendistribusian Vaksin dan Pakan Ternak

Indikator ini adalah bertujuan untuk melakukan pengadaan vaksin SE dan HOG Cholera bagi ternak sebanyak 9.000 dosis tahun 2019 dapat direalisasikan 100%. Dari pengadaan vaksin SE dan HOC Cholera ini dapat mendukung pelayanan vaksinasi untuk pencegahan penyakit ternak 15.419 (lima belas ribu empat ratus Sembilan belas) ekor.

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa capaian indikator kinerja sasaran “Meningkatnya Pemberantasan Penyakit Hewan Menular” adalah sebesar 100% atau dikategorikan Sangat Berhasil.

(28)

SASARAN 5

Tercapainya Peningkatan kualitas dan ketersediaan sarana prasarana input produksi, teknologi pembiayaan koordinasi dan kerjasama serta data dan informasi penunjang peternakan

Sasaran ini diarahkan dalam rangka meningkatkan kualitas dan ketersediaan sarana prasarana input produksi, teknologi pembiayaan koordinasi dan kerjasama serta data informasi penunjang peternakan. Program dan kegiatan yang mendukung sasaran ini adalah program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan. Sasaran ini didukung oleh anggaran sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah), terealisasi sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) atau dengan capaian kinerja sebesar 100%.

Tabel. 3.5

Capaian Indikator Kinerja Sasaran

Meningkatnya kualitas dan ketersediaan sarana prasarana input produksi, teknologi pembiayaan koordinasi dan kerjasama serta data dan informasi penunjang peternakan

No Indikator Kinerja S atuan 2018

2019 Target Akhir Renstra

(2019) Target Realisasi Capaian

(%)

1. Jumlah data/ informasi harga pokok peternakan

Kecamatan 10 10 10 100 100

Capaian indikator kinerja pada sasaran ini menunjukkan hal yang sangat positif karena dilihat dari target yang ada maka secara keseluruhan mencapai realisasi 100 %.

Analisis atas capaian indikator- indikator kinerja sasaran ini adalah sebagai berikut : 1. Jumlah data/informasi harga pokok peternakan

Jumlah data/informasi harga pokok peternakan tahun 2019 jika dibandingkan antara target dengan realisasi maka hasil yang dicapai adalah 100%. Kegiatan ini meliputi hasil komoditi peternakan yang ada di Kabupaten Rote Ndao dengan tujuan memudahkan konsumen maupun pedagang tentang harga komoditi yang tersedia.

Data informasi komoditi peternakan diambil dari pasar-pasar lokal yang ada di Kabupaten Rote Ndao yaitu pasar Metina, pasar Busalangga, pasar Tudameda, pasar Ufalen, pasar Olafulihaa, pasar Oele. Yang menjadi hambatan adalah kurangnya tenaga peternakan yang ditempatkan di pasar-pasar tersebut yang dapat memantau perkembangan harga komoditi

(29)

yang setiap saat dapat berubah-ubah. Oleh karena itu solusi yang akan dilakukan adalah dengan menambah jumlah pegawai untuk memantau harga komotidi di pasar-pasar secara rutin dan berkesinambungan.

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa capaian indikator kinerja sasaran

Meningkatnya kualitas dan ketersediaan sarana prasarana input produksi, teknologi pembiayaan

koordinasi dan kerjasama serta data dan informasi penunjang peternakan adalah sebesar 100%

atau dikategorikan Sangat Berhasil.

B. REALISASI ANGGARAN

Anggaran yang dialokasikan untuk Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019 bersumber dari APBD Kabupaten Rote Ndao dengan realisasi anggaran sebesar 6,370,265,500,- Realisasi sebesar Rp. 6,201,332,373.74,- atau setara dengan (97,35%). Belanja Tidak Langsung

Jumlah dana untuk belanja Pegawai sebesar Rp. 3,477,443,500,- Realisasi Belanja sebesar Rp. 3,325,219,421,- atau target penyerapan sebesar 95,62%.

Belanja Langsung

Jumlah alokasi dana untuk belanja langsung sebesar Rp. 2,892,822,000,- Realisasi Belanja sebesar Rp. 2,876,112,952.74,- atau target penyerapan sebesar 99,42% yang penggunaannya terdiri dari 3 (tiga) komponen belanja yaitu :

a. Belanja Pegawai dengan jumlah alokasi dana sebesar Rp. 353,040,000,- realisasi sebesar Rp. 353,040,000,- Atau target capaian 100 %

Anggaran 2019 (Rp) Realisasi 2019 (Rp) % Realisasi 2018 (Rp) Belanja Pegawai Langsung 357.040.000 357.040.000 100 249.228.000

1. Honorarium PNS 132.400.000 132.400.000 100 115.060.000

2. Honorarium Non PNS 198.000.000 198.000.000 100 108.000.000

(30)

b. Belanja barang dan jasa dengan jumlah dana sebesar Rp. 1.250.282.000,- realisasi sebesar Rp. 1.245.320.155,- atau target capaian 99,60 % dengan rincian dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel : Ringkasan Realisasi Belanja Barang dan Jasa TA.2019 dan TA.2018

Anggaran 2019 (Rp)

Realisasi 2019 % Realisasi 2018

Belanja Barang dan

Jasa 1.266.103.239

Belanja Bahan Pakai

Habis 35,522,500 35,519,000 99,99 31.924.964 Belanja

Bahan/Material 137,297,000 137,291,500 100 145.669.000 Belanja Jasa Kantor 86,060,000 84,203,252 97,84 109.433.561 Belanja Perawatan

Kendaraan Bermotor 54,550,000 53,702,405 98,45 48.407.800 Belanja Cetak dan

Penggandaan 54,481,500 54,481,500 100 43.270.000 Belanja Sewa Sarana

Mobilitas 1,370,000 1,370,000 100 6.370.000 Belanja Makan dan

Minum 5,255,000 5,255,000 100 4.000.000 Belanja Perjalanan Dinas 830,060,000 827,811,500 99,73 871.027.914 Belanja Barang untuk diserahkan kepada masyarakatpihak ketiga 39,686,000 39,685,998 100 0 Uang untuk diberikan kepada pihak ketiga/masyarakat 6,000.000 6,000.000 100 6.000.000

(31)

c. Belanja Modal Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp. 1.285.500.000,- dengan realisasi belanja Rp. 1.273.752.797,74,- atau 99,09% dan sisa anggaran sebesar Rp. 11.747.202,26,- Alokasi anggaran belanja modal terdiri dari :

 Belanja modal peralatan dan mesin - pengadaan Komputer sebesar Rp 8.000.000. Realisasi Sebesar Rp. 8.000.000-,

 Belanja modal jalan, irigasi dan jaringan – pengadaan instalasi air minum/air bersih sebesar Rp. 2.000.000,- dengan Realisasi Sebesar Rp. 2.000.000,-

 Belanja modal jalan, irigasi dan jaringan – pengadaan jaringan listrik sebesar Rp. dengan Realisasi Sebesar Rp.

3.500.000,-Tabel : Anggaran dan realisasi Belanja Modal per kegiatan No Uraian Belanja Modal Anggaran (Rp) Realisasi Belanja (Rp) % Sisa Anggran (Rp) 1 Belanja modal peralatan dan mesin - pengadaan Komputer 8.000.000 8.000.000 100 0 2. Belanja modal jalan, irigasi dan jaringan – pengadaan jaringan listrik 2.500.000 2.500.000 100 0 3 Belanja modal Gedung dan Bangunan 225.000.000 223.386.000 99,29 1.614.000 4 Belanja modal Gedung dan Bangunan-Pengadaan Bangunan Gedung Kantor 1.050.000.000 1.039.866.797,74 99,04 10.133.202.26 Jumlah 1.285.500.000 1.273.752.797,74 99,09 11.747.202,26

(32)

Tabel Program dan Realisasi Anggaran TA 2019 Program /Kegiatan Jumlah Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Present ase % Sisa (Rp) Belanja Tidak Langsung 3,477,443,500 3,325,219,421 95,62 152,224,079 Belanja Langsung 2,892,822,000 2,876,112,952.74 99,42 16,709,047.26 Pelayanan Administrasi

Perkantoran 499,822,000 497,114,657 99,42 2,707,343

Penyediaan Jasa Surat

Menyurat 2.000.000 1.997.000 99,85 3.000

Penyediaan Jasa Komunikasi,

Sumber Daya Air dan Listrik 36.000.000 34,178,252 94,94 1.821.748 Penyediaan Jasa

Pemeliharaan & Perijinan Kendaraan Dinas/Oprasional

4.550.000 3.702.405 81,37 847.595 Penyediaan Jasa Administrasi

Keuangan 58.050.000 58,050.000 100 0

Penyediaan Jasa Kebersihan

Kantor 3.000.000 3.000.000 100 0

Penyediaan Jasa Perbaikan

Peralatan Kerja 3.000.000 3.000.000 100 0

Penyediaan Alat Tulis Kantor 15.812.000 15.812.000 100 0 Penyediaan Barang Cetakan

dan Penggandaan 40.000.000 40.000.000 100 0

Penyediaan Peralatan dan

Perlengkapan Kantor 8.000.000 8.000.000 100 0

Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan

2.160.000 2.125.000 98,38 35.000 Rapat-rapat Koordinasi dan

Konsultasi Keluar Daerah 150.000.000 150.000.000 100 0 Penyediaan Jasa Administrasi

Perkantoran 120.000.000 120.000.000 100 0

Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Pelaksanaan Tugas Dalam Wilayah Provinsi NTT

(33)

Program Peningkatan sarana dan Prasarana Aparatur

280.000.000 278.386.000 99,42 1.614.000

Pengadaan Instalasi Listrik,

Air, Telepon dan LAN 5.000.000 5.000.000 100 0

Pemeliharaan Rutin/berkala

kendaraan dinas/operasional 50.000.000 50.000.000 100 0 Rehabilitasi sedang/berat

gedung kantor 225.000.000 223.386.000 99.28 1.614.000 Program Pencegahan dan

Penanggulangan Penyakit Ternak

452.000.000 451.144.600 99,81 855.400

Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak

452.000.000 451.144.600 99,81 855.400

Program Peningkatan

Produksi Hasil Peternakan 1.411.000.000 1.400.590.696 99,26 10.409.304 Pendistribusian Bibit Ternak

Kepada Masyarakat 120.000.000 119,958,000 99,97 42.000

Pembelian dan

Pendistribusian Vaksin dan Pakan Ternak

100.000.000 99.853.900 99,85 146.100 Pengembangan Produksi

HMT Sistem Pagar Hidup 1.191.000.000 1.180.778.795,74 99,14 10.221.204,26

Program Peningkatan

Pemasaran Hasil Produksi Peternakan

135.000.000 134.934.000 99,95 66.000

Pengolahan Informasi Perrmintaan Pasar Atas Hasil Produksi Peternakan Masyarakat

20.000.000 19.934.000 99,67 66.000

Pengolahan Hasil Produksi

Ternak 25.000.000 25.000.000 100 0

Pameran Produksi, industri

dan pangan lokal peternakan 25.000.000 25.000.000 100 0

Kontes Ternak 40.000.000 40.000.000 100 0

Pengolahan Hasil Ternak dan

Pakan 25.000.000 25.000.000 100 0

Program Peningkatan

Penerapan Teknologi

Peternakan

105.000.000 103.943.000 98,99 1.057.000

Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Peternakan Tepat Guna

(34)

Kegiatan penyuluhan Penerapan Teknologi Peternakan Tepat guna

25.000.000 25.000.000 100 0

Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Peternakan

20.000.000 18.950.000 94,75 1.050.000

Inseminasi Ternak 40.000.000 39.994.000 100 6.000

C. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI :

 Permasalahan yang dihadapi :

1. Sistem pemeliharaan ternak bersifat ekstensif (lepas)

2. Invasi gulma (pohon duri/acacia leucatica dan cromolena odorata) menyebabkan padang penggembalaan semakin sempit

3. Tingkat morbilitas dan kematian ternak (mortality rate) masih tinggi

4. Pemotongan ternak masih dilakukan di luar rumah potong hewan/tempat pemotongan hewan

 Langkah – Langkah Antisipatif :

1. Peningkatan Pakan Ternak melalui kebun hijauan makanan ternak dengan penebasan pohon duri

2. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Hewan

(35)

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Akuntabilitas Kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019 merupakan wujud pertanggungjawaban pelaksanaan rencana strategis (RENSTRA) yang secara abstrak menjawab sebagian visi dan misi pembangunan.

Pembenahan secara internal dalam organisasi pemerintah daerah terutama bagi aparatur dalam pemanfaatan dana secara efisien dan efektif menjadi salah satu faktor penentu terciptanya pelayanan pembangunan

Pembenahan secara ekternal melalui kerjasama antara sub sektor dan sektor pemerintah, pengusaha, petani peternak maupun lembaga swasta lainnya sebagai langkah penguatan kelembagaan yang komperensif

Atas pencapaian kinerja melalui pelaksanaan program/kegiatan di Tahun 2019 mencerminkan belum optimalnya penyelenggaraan pembangunan.

B. Saran

Pembangunan Peternakan dapat menjawab permasalahan internal maupun ekternal dalam peningkatan pelayanan melalui peningkatan sumber daya aparatur, penguatan kelembagaan petani peternak, serta pengembangan kemitraan.

Ba’a, 28 Januari 2020 Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao,

Ir. Erens Sinlaeloe

Gambar

Tabel 2.1  Perjanjian  Kinerja
Tabel : Ringkasan Realisasi Belanja Barang  dan Jasa TA.2019 dan  TA.2018
Tabel : Anggaran dan realisasi Belanja Modal per kegiatan     No  Uraian Belanja
Tabel Program dan Realisasi Anggaran TA 2019  Program  /Kegiatan  Jumlah  Anggaran  (Rp)  Realisasi (Rp)  Present ase %  Sisa  (Rp)  Belanja Tidak  Langsung  3,477,443,500  3,325,219,421  95,62  152,224,079  Belanja Langsung     2,892,822,000  2,876,112,95

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Pelaksanaan program keluarga berencana yang dilaksanakan oleh Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana di Kelurahan Langgini Kecamatan Bangkinang, yang mana dalam

Untuk klasifikasi keterlambatan 1 sampai dengan 29 hari dilakukan dengan Short Message Service (SMS) dan telepon; untuk keterlambatan 30 hari sampai dengan 180

(3) Harga Satuan Standar BATAN yang berfungsi sebagai estimasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan besaran biaya yang dapat dilampaui dalam

a) Uzur dari pihak penyewa, seperti berpindah- pindah dalam mempekerjakan sesuatu, sehingga tidak menghasilkan sesuatu atau pekerjaan menjadi sia-sia. b) Uzur

Pengembangan profesionalitas dosen dapat ditingkatkan melalui berbagai upaya peningkatan kompetensi, antara lain meliputi: (a) penguasaan bidang keahlian yang

f) menerapkan tindakan yang perlu untuk mencapai hasil yang direncanakan dan peningkatan berkelanjutan dari proses tersebut. Proses-proses itu harus dikelola oleh

Penelitian ini bertujuan membangun representasi pengetahuan berbasis fuzzy ontology pada kasus penyakit demam berdarah dengue.Data berupa manajemen penanganan deman

Kinerja  KAPET  Palapas  dalam  kurun  waktu  2008‐2012  masih  belum  mampu  menunjukkan  kinerja  yang  positif  dan  masih  belum  mampu  untuk  dapat