• Tidak ada hasil yang ditemukan

Budaya Organisasi S. P Robbins dan Mary Jo Hatch

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Budaya Organisasi S. P Robbins dan Mary Jo Hatch"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

sebuah titik sebuah titik c)

c) OrOrgaganinisasasi si seserinring g mememimililiki ki kekekukuatatan an ununtutuk k mememamaninipupulalasi si dadann mengendalikan lingkungan mereka

mengendalikan lingkungan mereka d)

d) PerPersepsepsi si dan dan evaevalualuasi si perperististiwa iwa mermerupaupakan kan hubhubungungan an intintervervensensii penting antara lingkungan dan tindakan organisasi

penting antara lingkungan dan tindakan organisasi Pil

Pilihaihan n strstrateategis gis menmenegaegaskaskan n kemkembalbali i bahbahwa wa penpengamgambil bil kepkeputuutusansan organi

organisasi sasi memimemiliki liki gelar gelar discrdiscretionaetionary ry lintlintang ang dalam memilih dalam memilih stratstrategiegi dan pasar domain

dan pasar domain

Kontingensi dan tantangan untuk rasionalitas Kontingensi dan tantangan untuk rasionalitas

Proses pengambilan keputusan mengasumsikan bahwa para pembuat Proses pengambilan keputusan mengasumsikan bahwa para pembuat ke

kepupututusasan n rarasisiononal al memembmbuauat t kekepupututusasan n dedengngan an kokomimitmtmen en ununtutukk rasionalitas dan bahwa dalam organisasi adalah mungkin untuk bersikap rasionalitas dan bahwa dalam organisasi adalah mungkin untuk bersikap rasional. Keputusan rasional yang konsisten dengan tujuan organisasi rasional. Keputusan rasional yang konsisten dengan tujuan organisasi da

dan n didiaraarahkhkan an untuntuk uk mememamaksksimimalalkakan n memererekaka. . PePembmbuauat t kekepupututusasann be

berbrbagagi i ttujujuauan n bebersrsamama a dadan n tutujjuauannnnya ya adadalalah ah ununttuk uk mmelelayayananii kepentingan organisasi.

kepentingan organisasi. Non Rasionaltias

Non Rasionaltias11

Non-rasionalitas berarti bahwa keputusan yang tepat akan dibuat, tetapi Non-rasionalitas berarti bahwa keputusan yang tepat akan dibuat, tetapi mereka dibuat oleh proses selain penalaran deduktif dan sesuai proses mereka dibuat oleh proses selain penalaran deduktif dan sesuai proses pencarian.

pencarian.

Kepentingan yang Berbeda Kepentingan yang Berbeda Ken

Kenyatyataan aan daldalam am penpengamgambilbilan an kepkeputuutusan san orgorganianisassasi i memmembukbuktiktikanan bahwa kepentin

bahwa kepentingan dari gan dari para pembuat keputusan dan para pembuat keputusan dan kepenkepentingatingan n daridari organi

organisasi jarang sasi jarang sama. Karena sama. Karena organiorganisasi sasi merupmerupakan akan suatu kelompoksuatu kelompok yang masing-masing anggotanya memiliki kepentingan yang berbeda. yang masing-masing anggotanya memiliki kepentingan yang berbeda. Kekuasaan

Kekuasaan22

1 1

Proses pengambilan keputusan yang tidak mengikuti prinsip-prinsip deduksi logis Proses pengambilan keputusan yang tidak mengikuti prinsip-prinsip deduksi logis

2 2

Kemampuan seorang individu untuk mempengaruhi sebuah keputusan Kemampuan seorang individu untuk mempengaruhi sebuah keputusan

(2)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(3)

Pe

Pemimisasahahan n kekewewenanangngan an dadan n kekekukuasasaan aan yayang ng jejelalas s pepentntining g ununtutukk mem

memahaahami mi kekkekuatuatan an konkontrotrol l persperspekpektif tif dan dan untuntuk uk memmembedbedakaakan n dardarii pilihan strategis.

pilihan strategis.

Jalan Menuju Kekuasaan Jalan Menuju Kekuasaan

1.

1. HiHirararki rki OtOtorioritatass 2.

2. PenPengengendaldaliaian n sumsumber daya ber daya dan kemamdan kemampuapuan n untuntuk uk menmengurgurangangii ketidakpastian

ketidakpastian 3.

3. SenSentratralitlitas as jarjaringinganan

Implikasi yang didasarkan pada pandangan batasan kekuasaan Implikasi yang didasarkan pada pandangan batasan kekuasaan Teknologi dan Lingkungan

Teknologi dan Lingkungan Pel

Pelemaemahan han OrgOrganianisassasii33. . IInni i adadaallaah h ssuummbbeer r ddaayya a mmeelleebbiihhi i yyaangng diperlukan bagi organisasi untuk mencapai tingkat efektivitas minimal. diperlukan bagi organisasi untuk mencapai tingkat efektivitas minimal. Ha

Hal l inini i tetermrmasasuk uk tatambmbahahan an uauang ng tutunanai, i, babatatas s krkrededit it yayang ng bebesasar,r, persediaan yang baik dan bahan baku yang mencukupi

persediaan yang baik dan bahan baku yang mencukupi Stabilitas dan Strukutur Mekanistik

Stabilitas dan Strukutur Mekanistik

Struktur batasan kekuasaan pandangan tidak hanya meramalkan bahwa Struktur batasan kekuasaan pandangan tidak hanya meramalkan bahwa pengaturan struktural akan relatif stabil sepanjang waktu, tetapi struktur  pengaturan struktural akan relatif stabil sepanjang waktu, tetapi struktur  mekanistik akan menjadi yang paling banyak.

mekanistik akan menjadi yang paling banyak. Budaya Organisasi

Budaya Organisasi

Budaya Organisasi mengacu ke suatu persepsi bersama yang dianut Budaya Organisasi mengacu ke suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi yang membedakan organisasi tersebut oleh anggota-anggota organisasi yang membedakan organisasi tersebut dari organisasi yang lain. Tujuh karakteristik primer budaya organisasi dari organisasi yang lain. Tujuh karakteristik primer budaya organisasi menurut Robbins, 2001:

menurut Robbins, 2001: 1.

1. InInovovasasi i dadan n pepengngamambibilalan n resresikiko. o. SeSejajauh uh mamana na parpara a kakaryaryawawann didorong untuk inovatif dan mengambil resiko.

didorong untuk inovatif dan mengambil resiko. 2.

2. PePerharhatitian an ke ke ririncnciaian. n. SeSejajauh uh mamana na papara ra kakaryryawawan an didihahararapkapkann me

mempmpererhahatitikakan n kekececermrmatatanan, , ananalalisisisis, , dadan n peperhrhatatiaian n kekepadpadaa rincian.

rincian. 3.

3. OriOriententasi asi hashasil. Sejauil. Sejauh h manmana a manmanajeajemen men memmemusausatkatkan n perperhathatianian pad

pada a hashasil il bukbukannannya ya tekteknik nik dan dan prosproses es yanyang g digdigunaunakan kan untuntukuk mencapai hasil itu.

mencapai hasil itu. 4

4.. OOrriieennttaassi i oorraanngg. . SSeejjaauuh h mmaanna a kkeeppuuttuussaan n mmaannaajjeemmeenn me

mempmpererhihitutungngkakan n efefek ek hahasisil-l-hashasil il papada da oraorangng-o-oranrang g dididadalalamm organisasi itu.

organisasi itu. 5.

5. OrienOrientasi timtasi tim. Sejauh mana keg. Sejauh mana kegiatan kerjiatan kerja diorgania diorganisasiksasikan sekitaan sekitar r  tim-tim, bukannya individu-individu.

tim-tim, bukannya individu-individu. sif

(4)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(5)

7.

7. KeKemamantntapapanan. . SeSejajauh uh mamana na kekegigiatatan an ororgaganinisasasi si memenenekakanknkanan dipertahankannya status quo daripada pertumbuhan.

dipertahankannya status quo daripada pertumbuhan. Ka

Kararaktktererisistitik k tetersersebut but memenjnjadadi i dadasasar r ununtutuk k peperasrasaaaan n pepemamahahamamann bers

bersama ama yanyang g dimdimiliiliki ki parpara a anganggotgota a menmengengenai ai orgaorganisnisasi asi ituitu, , bagbagaiai mana urusan dapat diselesaikan didalamnya, dan cara para anggota mana urusan dapat diselesaikan didalamnya, dan cara para anggota diharapkan berperilaku.

diharapkan berperilaku. S

Sememenenttaara ra iitu tu RRobobbibinsns, , 202001 01 memengngememukukakakan an FFunungsgsi i BuBudadayaya Organisasi, sebagai berikut :

Organisasi, sebagai berikut : 1.

1. PembePembeda antarda antara satu organa satu organisasi disasi dengan orgengan organisasanisasi laianni laiannya.ya. 2.

2. MembaMembangun rasngun rasa identa identitas baitas bagi anggi anggota orggota organisasanisasi.i. 3.

3. MempeMempermudarmudah th tumbuhnumbuhnya ya komikomitmen tmen .. 4.

4. MeninMeningkatkagkatkan kemantn kemantapan systeapan system social, sem social, sebagai perekbagai perekat socialat social,, menuju integrasi organisasi.

menuju integrasi organisasi. 5.

5. PePembmbuauat t mamaknkna a dadan n kekendndalali i yayang ng mememamandndu u dadan n mmemembebentntukuk sikap perilaku karyawan.

sikap perilaku karyawan.

Bagaimana Karyawan Mempelajai Organisasi Bagaimana Karyawan Mempelajai Organisasi

Pembinaan budaya organisasi dapat dengan cara mempelajari budaya Pembinaan budaya organisasi dapat dengan cara mempelajari budaya organisasi seperti :

organisasi seperti : 1.

1. CeCeriritata, , bibiasasananya ya memengngenenai ai babagagaimimanana a kekerarasnsnya ya peperjrjuauangnganan pendiri organisasi di dalam merintis atau mendirikan organisasi pendiri organisasi di dalam merintis atau mendirikan organisasi sehingga maju seperti sekarang ini, menjadi cara yg baik untuk sehingga maju seperti sekarang ini, menjadi cara yg baik untuk disebar luaskan.

disebar luaskan. 2.

2. RitRitualual, , derederetan berultan berulang dari kegiaang dari kegiatan yang mengutan yang mengungkngkapkaapkan n dandan memperkuat nilai-nilai utama organisasi tersebut, tujuan apakah memperkuat nilai-nilai utama organisasi tersebut, tujuan apakah ya

yang ng papaliling ng penpentitingng, , ororangang-o-orarang ng mamananakakah h yayang ng pepentntining g dadann mana yang dapat dikorbankan.

mana yang dapat dikorbankan. 3

3.. LLaammbbaanng g / / ssyymmbbooll, , ssyymmbbooll--ssiimmbbool l ddaappaat t ddeennggaan n cceeppaatt mengidentifikasi

mengidentifikasi bagaimana nilbagaimana nilai, keyakinan, ai, keyakinan, norma norma yang menjadiyang menjadi milik bersama dan dipatuhi.

milik bersama dan dipatuhi.

4.

4. BBaahahassaa, , bbaannyyaak k ororgaganniissaassi i ddaan n uunniit t ddiiddaallaam m oorgrgaanniissasasii

men

mengguggukan kan bahbahasa asa sebsebagaagai i suasuatu tu carcara a untuntuk uk menmengengenditditifiifikaskasii ang

anggotgota a suasuatu tu budabudaya ya ataatau u subsub-bud-budayaaya. . DenDengan gan memmempelpelajaajariri ba

bahahasa sa inini, i, ananggggotota a memembmbukuktitikakan n pepeneneririmamaan an memerekreka a akakanan budaya tersebut dam membantu melestarikannya.

(6)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(7)

BAB II BAB II Mary Jo Hatch Mary Jo Hatch

Bab 9 “ Organizational Decision Making, Power,

Bab 9 “ Organizational Decision Making, Power, and Politics”and Politics” Bab 7 “ Organizational Culture “

Bab 7 “ Organizational Culture “ Pengambilan keputusan organisasi

Pengambilan keputusan organisasi

Isu-isu seperti produk baru, teknologi baru, strategi penetapan harga, Isu-isu seperti produk baru, teknologi baru, strategi penetapan harga, fas

fasiliilitas tas loklokasi asi geogeogragrafisfis, , resrestrutruktukturisrisasiasi, , ataatau u penpenekanekanan an barbaru u padpadaa ni

nilalai-i-ninilalai i bubudadayaya, , sesemumua a tetergrganantutung ng papada da prprososes es pepengngamambibilalann kep

keputuutusansan, , tettetapi api begibegitu tu jugjuga a pilpilihaihan n tententantang g pempembelbelian ian ataatau u berberapaapa banyak karyawan baru yang cuti untuk musim liburan.

banyak karyawan baru yang cuti untuk musim liburan. Ke

Ketitika ka teteorori i orgorgananisisasasi i beberbrbicicara ara tetentntang ang pepengangambmbililan an kekepupututusasann organisasi, mereka mengacu pada proses pengambilan keputusan yang organisasi, mereka mengacu pada proses pengambilan keputusan yang terjadi pada semua tingkatan dan dalam semua

terjadi pada semua tingkatan dan dalam semua unit organisasi.unit organisasi. Rasionalitas Terbatas

Rasionalitas Terbatas Mo

Modedel l rarasisiononal al memempmpenenggararuhuhi i ppenengagambmbiilalan n kekepupututusasan n dadallamam organisasi.

organisasi. Untuk bersikap rasional dalam organisasi harus Untuk bersikap rasional dalam organisasi harus dibatasi:dibatasi: 1. Informasi yang tidak sempurna dan

1. Informasi yang tidak sempurna dan tidak lengkaptidak lengkap 2. Kompleksitas permasalahan

2. Kompleksitas permasalahan

3. Kapasitas pemrosesan informasi manusia 3. Kapasitas pemrosesan informasi manusia

4. Waktu yang tersedia untuk proses pengambilan keputusan 4. Waktu yang tersedia untuk proses pengambilan keputusan 5. Preferensi pengambil keputusan yang bertentangan

5. Preferensi pengambil keputusan yang bertentangan dengan tujuandengan tujuan organisasi

organisasi

Proses Pengambilan Keputusan yang Rasional Proses Pengambilan Keputusan yang Rasional Bi

Bila la tetelalah h adada a kekesesepapakakatatan n tetentntanang g tutujujuan an atatau au tetentntanang g babagagaimimanan masalah ini ditangani, dan ada kesepakatan tentang bagaimana cara masalah ini ditangani, dan ada kesepakatan tentang bagaimana cara me

mencncapapai ai ttujujuauan n atatau au mmenengagattasasi i mamasasallah ah kekettididakakppasasttiaian n dadann a

ammbbiigguuiittaas s bbeerraadda a ppaadda a kkoonnddiissi i mmiinniimmuum m ddaan n tteeppaat t uunnttuukk menggunakan model rasional pengambilan keputusan.

menggunakan model rasional pengambilan keputusan. Percobaan dalam Pengambilan Keputusan

Percobaan dalam Pengambilan Keputusan Saat dimana

Saat dimana keputukeputusan san sangasangat t signifsignifikan ikan pengapengaruhnya, biasanya untukruhnya, biasanya untuk mencari pembuat keputusan dalam kondisi bergerak dengan hati-hati, mencari pembuat keputusan dalam kondisi bergerak dengan hati-hati, terlibat dalam serangkaian keputusan kecil terbatas yang dapat cocok terlibat dalam serangkaian keputusan kecil terbatas yang dapat cocok satu sama lain dari waktu ke waktu menjadi sebuah solusi lengkap atau satu sama lain dari waktu ke waktu menjadi sebuah solusi lengkap atau rencana tindakan.

(8)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(9)

yang akan dituju. Situasi ini adalah hasil alami dari realitas organisasi yang akan dituju. Situasi ini adalah hasil alami dari realitas organisasi sepert

seperti i beberabeberapa pa tujuatujuan-tujn-tujuan uan yang yang salinsaling g bertenbertentangatangan, n, persaipersainganngan atas sumber daya

atas sumber daya langklangka, a, inteinterdependrdependensi, dan ensi, dan sumbesumber r lain konflik danlain konflik dan kontradiksi.

kontradiksi.

Model ”The Garbage Can” Model ”The Garbage Can”

Ketika kesepakatan tentang tujuan (atau masalah) dan sarana untuk Ketika kesepakatan tentang tujuan (atau masalah) dan sarana untuk m

meennccaappai ai mmeerreekka a ttiiddak ak dididdaapapattkkaann, , ppeennggaammbbiillaan n kkeeppuuttuussanan berdasarkan kenyamanan kepada kedua ketidakpastian dan ambiguitas. berdasarkan kenyamanan kepada kedua ketidakpastian dan ambiguitas. Di bawah kondisi ini model ”The garbage can” tampaknya merupakan Di bawah kondisi ini model ”The garbage can” tampaknya merupakan pili

pilihan han terbaterbaik ik organiorganisasi sasi yang yang menggmenggambarkambarkan an proses proses pengapengambilambilann keputusan seperti yang terjadi dalam organisasi.

keputusan seperti yang terjadi dalam organisasi. Budaya Organisasi

Budaya Organisasi Bu

Budadaya ya ororgaganinisasasi si mumungngkikin n susulilit t ununtutuk k dididedefifininisisikakan n ololeh eh sesemumuaa or

orggananisisasasii. . KeKetitika ka beberbrbiicacarra a tetentntanang g bubudadayya a mmemempupunynyai ai aartrtii,, pemahaman, nilai, sistem kepercayaan, atau pengetahuan, tersimpan di pemahaman, nilai, sistem kepercayaan, atau pengetahuan, tersimpan di p

piikkiirraan n bbaahhwwa a bubuddaayya a tteerrggaannttuunng g aannttaarra a mmaassyyaarraakkaat t ddaann kea

keaneknekaragaragamaaman n setsetempempat. at. BudBudaya aya jugjuga a memmembolbolehkehkan an keskesamaamaan,an, tetapi juga mendukung dan menyokong perbedaan.

tetapi juga mendukung dan menyokong perbedaan. Model Schein

Model Schein Da

Dallam am tteoeori ri scscheheiin, n, bubudadaya ya adada a atatas as 3 3 lelevevel l : : arartitifafak, k, nnililaiai, , dadann anggapan.

anggapan.

Kepercayaan dan anggapan Kepercayaan dan anggapan

Menurut schein, kepercayaan dan anggapan berasal dari inti budaya Menurut schein, kepercayaan dan anggapan berasal dari inti budaya org

organianisassasi. i. AngAnggapgapan an menmenggamggambarbarkan kan apa apa yanyang g karkaryawyawan an perpercaycayaa me

menjnjadadi i rerealalititas as dadan n dedengngan an dedemimikikian an memempmpenengagaruruhi hi peperarasasaanan karyawan dan bagaimana karyawan berfikir dan bertindak. Anggapan karyawan dan bagaimana karyawan berfikir dan bertindak. Anggapan se

selalalu lu diditeteririma ma sesecacara ra bebenanar. r. DaDari ri papandndanangagan n bubudaydaya a ananggaggapapan,n, kumpulan dari dasar anggapan selalu benar, dan apa yang karyawan kumpulan dari dasar anggapan selalu benar, dan apa yang karyawan asumsikan atau dipercaya menjadi kenyataan umumnya tidak menjadi asumsikan atau dipercaya menjadi kenyataan umumnya tidak menjadi perdebatan.

perdebatan.

Norma dan nilai Norma dan nilai

Nilai merupakan prinsip sosial, tujuan, dan standart pegangan dalam Nilai merupakan prinsip sosial, tujuan, dan standart pegangan dalam bud

(10)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(11)

menjunjung moral dan kode etika. Karena

menjunjung moral dan kode etika. Karena nilai selalu digunakan sebagainilai selalu digunakan sebagai sta

standandart rt untuntuk uk memmembuabuat t peraperaturturan an mormoral, al, nilnilai ai selselalu alu terkterkait ait dendengangan emosi yang kuat.

emosi yang kuat. Nor

Norma ma titidak dak terterkaikait t dendengan gan nilnilai. ai. NorNorma ma mermerupaupakan kan perperatuaturan ran tidtidakak tertulis yangmana karyawan mengikuti budaya untuk mengetahui apa tertulis yangmana karyawan mengikuti budaya untuk mengetahui apa yan

yang g dihdiharaarapkapkan n dardari i sebsebuah uah nornorma ma daldalam am sitsituasuasi i yanyang g bermbermacaacam- m-ma

macacam. m. NiNilalai i memendndefefininisisikikan an apa apa ititu u ninilalai, i, memeskskipipun un bebegigitu tu nonormrmaa m

meemmbbuuaat t kkeejjeellaassaan n aappa a yyaanng g hhaarurus s ddiippeertrtiimmbbaannggkkaan n ddaallaamm memutuskan normal atau tidak normal.

memutuskan normal atau tidak normal. Artifak

Artifak Ar

Artitifafak k dadapat pat didililihahat, t, didipepegagangng, , dadan n dadapat pat dididedengngarkarkan an memeruprupakakanan ke

kebibiasasan an yayang ng dididadasasarkrkan an dadalalam m nonormrma a bubudadayaya, , ninilalai-i-ninilalai, i, dadann anggapan. Kategori dari artifak termasuk : fisik benda yang dibuat oleh anggapan. Kategori dari artifak termasuk : fisik benda yang dibuat oleh karyawan, perwujudan lisan terlihat pada tulisan dan gaya bahasa, dan karyawan, perwujudan lisan terlihat pada tulisan dan gaya bahasa, dan ritual, upacara, dan perwujudan kebiasaan lainnya.

ritual, upacara, dan perwujudan kebiasaan lainnya. Symbol

Symbol Sy

Symbmbol ol memerurupapakakan n apapapapun un yayang ng dadapapat t memengnggagambmbararkakan n sesebubuahah kejelasan sebuah organisasi dengan beberapa konsep dan arti yang kejelasan sebuah organisasi dengan beberapa konsep dan arti yang luas. Jadi, symbol terdiri dari dua bentuk nyata dan arti yang luas dari luas. Jadi, symbol terdiri dari dua bentuk nyata dan arti yang luas dari organisasi. Symbol datang dari banyak bentuk, tetapi semua symbol organisasi. Symbol datang dari banyak bentuk, tetapi semua symbol m

meennddaassararkkaan n aattaas s ttiigga a kkatateeggoorri i : : ffiissiik k bbeennddaa, , kkeejjaaddiiaan n yyaanngg berhubungan dengan sejarah, dan ekspresi lisan. Ini karena dimana berhubungan dengan sejarah, dan ekspresi lisan. Ini karena dimana hub

hubungungan an teoteoritritis is antantara ara symsymbol bol budbudaya aya dan dan artartifaifak. k. ArtArtifaifak k budabudayaya dapat menjadi symbol, tetapi tidak semua artifak dapat dilakukan. Artifak dapat menjadi symbol, tetapi tidak semua artifak dapat dilakukan. Artifak me

menjnjadadi i sesebubuah ah sysymbmbol ol bubudadaya ya hahanynya a keketitika ka kakaryryawawan an sesebubuahah organisasi dapat mengartikan sebuah symbol dan menggunakan symbol organisasi dapat mengartikan sebuah symbol dan menggunakan symbol tersebut untuk membuat pengertian komunikasi diantara karyawan.

tersebut untuk membuat pengertian komunikasi diantara karyawan. Interpretasi symbol

Interpretasi symbol

Asumsi : Organisasi memproduksi situasi lingkungan atau budaya atau Asumsi : Organisasi memproduksi situasi lingkungan atau budaya atau rea

realilitatas s sososisial al memelalalului i pepemamaknknaaaan n atatas as ininteteraraksi ksi daldalam am orgorgananisisasasi.i. Organi

Organisasi sasi terbenterbentuk tuk karena adanya karena adanya interinteraksi (komunikasiaksi (komunikasi) ) yang yang terjaterjadidi antar anggota melalui pemaknaan atas simbol-simbol, baik simbol verbal antar anggota melalui pemaknaan atas simbol-simbol, baik simbol verbal maupun non verbal

(12)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(13)

Start Free Trial

Cancel Anytime.

BAB III BAB III

Analisa Pengambilan Keputusan Dalam Budaya Organisasi Analisa Pengambilan Keputusan Dalam Budaya Organisasi Pengambilan Keputusan

Pengambilan Keputusan44 Pen

Pengamgambilbilan an kepkeputuutusan san teterjadrjadi i sebsebagaagai i suatsuatu u reareaksi ksi terterhadhadap ap suasuatutu masal

masalah. ah. TerdapTerdapat at suatu penyimpasuatu penyimpangan ngan antarantara a suatu keadaan suatu keadaan dewasdewasaa ini dan suatu keadaan yang diinginkan, yang menuntut pertimbangan ini dan suatu keadaan yang diinginkan, yang menuntut pertimbangan arah tindakan alternati

arah tindakan alternatif. f. KualiKualitas tas keputkeputusan yang usan yang manajmanajer er ambiambil l adalaadalahh tolok ukur efektivitas mereka.

tolok ukur efektivitas mereka.

Pengambilan kuputusan individual, baik ditignkat bawah maupun atas, Pengambilan kuputusan individual, baik ditignkat bawah maupun atas, merupakan suatu bagian yang penting dari perilaku organisasi. Tetapi merupakan suatu bagian yang penting dari perilaku organisasi. Tetapi bagaimana individu dalam organisasi mengambil keputusan dan

bagaimana individu dalam organisasi mengambil keputusan dan kualitaskualitas da

dari ri ppililihihan an mmererekeka a sesebabagigiah ah bebesasar r didipepengngararuhuhi i ololeh eh pepersrseepspsii lilingngkukungngan an ororganganisisasasi. i. PePerlrlu u didipeperhrhatatikikan an babahwhwa a sesetitiap ap kekepupututusasann menuntut penafsiran dan evaluasi terhadap informasi. Karena itu, data menuntut penafsiran dan evaluasi terhadap informasi. Karena itu, data yang diterima perlu disaring, diproses, dan ditafsirkan. Misalnya, data yang diterima perlu disaring, diproses, dan ditafsirkan. Misalnya, data ma

mana na yayang ng rerelelevavan n dendengagan n pepengngamambibilalan n kekeputputususanan. . PePersersepspsi i dadariri pengambil keputusan akan ikut menentukan hal tersebut, yang akan pengambil keputusan akan ikut menentukan hal tersebut, yang akan mempunyai hubungan yang besar pada hasil akhirnya.

mempunyai hubungan yang besar pada hasil akhirnya. Kepastian, Risiko, dan Ketidakpastian

Kepastian, Risiko, dan Ketidakpastian K

Konondidisi si yayang ng didihahadadapi pi mamannajajer er dadallam am pepengngamambibillan an kekepupututusasann digambarkan sebagai garis kontinum dengan kondisi pasti pada satu titik digambarkan sebagai garis kontinum dengan kondisi pasti pada satu titik ek

ekststrerem m dan dan kokondindisi si sansangagat t titidadak k papaststi i papada da titititik k ekekststrerem m lalaininnynya.a. Ko

Kondndisisi i ririsisiko ko dadan n titidadak k papaststi i beberadrada a didianantatara ra kekedudua a titititik k ekekststreremm tersebut.

tersebut.

Pendekatan Rasional untuk pengambilan keputusan Pendekatan Rasional untuk pengambilan keputusan

 Meneliti Situasi untuk mendefinisikan masalah. Seringkali masalahMeneliti Situasi untuk mendefinisikan masalah. Seringkali masalah

tidak terlihat atau tidak terdefinisikan secara jelas. Manajer perlu tidak terlihat atau tidak terdefinisikan secara jelas. Manajer perlu membedakan masalah dengan gejala yang tampak.

(14)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(15)

Start Free Trial

Cancel Anytime.

 ImpImplemlemententasi asi MerMerupakupakan an tahtahap ap yanyang g palpaling ing sulsulit it daldalam am proprosesses pengambilan keputusan.

pengambilan keputusan.

 FolFollow low Up Up dan dan EvaEvalualuasi, si, MonMonitoitor r dan dan evaevalualuasi si dildilakuakukan kan untuntukuk

me

memamaststikikan an pepelalaksksananaaaan n kekepupututusasan n memengngenenai ai sasasasararan n atatauau tujuan yang dituju. Jika tidak, peraikan harus

tujuan yang dituju. Jika tidak, peraikan harus dilakukan.dilakukan. Ke

Kebabanynyakakan an kepkepututususan an dadalalam m ororgaganinisasasi si bibiasasananya ya didiamambibil l sesepepertrtii dibawah ini :

dibawah ini : 1.

1. RasioRasionalitnalitas terbatas terbatas : para indivias : para individu mengamdu mengambil kepubil keputusan dengtusan denganan me

meranrancacang ng babangngun un momodedel-l-momodel del yayang ng didisesedederhrhanaanakakan n yanyangg menyuling ciri-ciri hakiki dari masalah tanpa menangkap semua menyuling ciri-ciri hakiki dari masalah tanpa menangkap semua keru

kerumitmitannannya. ya. BilBila a berberhadhadapan apan padpada a masmasalaalah h yanyang g komkomplepleks,ks, ke

kebabanynyakakan an ororanang g memenanangnggapgapi i dedengngan an memengngururangangi i mamasalsalahah pa

pada da lelevevel l amamna na mamasasalalah h ititu u dadapat pat didipahpahamami. i. InIni i didisesebabbabkakann ka

karerena na kekemamampmpuauan n mamanunusisia a memengngololah ah ininfoformrmasasi i teterbrbatatasas,, membuatnya tidak mungkin mengasimilasi dan memahami semua membuatnya tidak mungkin mengasimilasi dan memahami semua informasi yang perlu untuk optimisasi. Dengan demikian, mereka informasi yang perlu untuk optimisasi. Dengan demikian, mereka mencari pemecahan yang memuaskan.

mencari pemecahan yang memuaskan.

2.

2. Intuisi : penggunaan intuisi untuk mengambil keputusan tidak lagiIntuisi : penggunaan intuisi untuk mengambil keputusan tidak lagi

diangap tak rasional atau tak efektif. Ada pengakuan yang makin diangap tak rasional atau tak efektif. Ada pengakuan yang makin berkembang bahwa analisis rasional terlalu ditekankan dan bahwa berkembang bahwa analisis rasional terlalu ditekankan dan bahwa da

dalalam m kakasusus-ks-kasasus us tetertrtenentu tu memengnganandadalklkan an papada da inintutuisisi i dadapapatt mempe

memperbaiki pengambilrbaiki pengambilan an keputkeputusan. Namun usan. Namun perlu perlu dilidilihat hat bahwabahwa definisi intuitif dari para ahli adalah suatu proses tak sadar yang definisi intuitif dari para ahli adalah suatu proses tak sadar yang diciptakan dari dalam pengalaman yang tersaring. Intuisi ini juga diciptakan dari dalam pengalaman yang tersaring. Intuisi ini juga salin

saling melengkapg melengkapi dengan analii dengan analisi rasionalsi rasional. . Ada 8 kondisi dimanaAda 8 kondisi dimana orang paling mungkin menggunakan intuisi didalam pengambilan orang paling mungkin menggunakan intuisi didalam pengambilan keputusan, yaitu : bila ada ketakpastian dalam tingkat yang tinggi, keputusan, yaitu : bila ada ketakpastian dalam tingkat yang tinggi, bil

bila a hanhanya ya sedsedikiikit t prepresedseden en untuntuk uk diidiikutkuti, i, bilbila a varivariabeabel-vl-variariabeabell kurang dapat diramalkan secara ilmiah, bila ‘fakta’ terbatas, bila kurang dapat diramalkan secara ilmiah, bila ‘fakta’ terbatas, bila fakta tidak menunjukkan dengan jelas jalan utnuk dituruti, bila data fakta tidak menunjukkan dengan jelas jalan utnuk dituruti, bila data analitis kurang berguna, bila ada beberapa penyelesaian alternatif  analitis kurang berguna, bila ada beberapa penyelesaian alternatif 

(16)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(17)

Start Free Trial

Cancel Anytime.

pe

pengngamambibil l kekeppututususan an mmenengigindndarari i ttugugasas-t-tugugas as susulilit t yayangng me

mempmperertitimbmbanangkgkan an sesemumua a fafaktktor or pepentntining, g, memeninimbmbanang g rerelalatitif f  un

untutung ng dadan n rurugiginyanya, , sesertrta a memengkngkalalkukulalasi si ninilalai i untuntuk uk mamasising ng--ma

masising ng alalteternarnatitif. f. SeSebagbagai ai gagantntininyaya, , memerekreka a memembmbuat uat susuatatuu perban

perbandingadingan n terbaterbatas tas yang yang bersifbersifat at suksesisuksesif. f. AkibaAkibatnya tnya pilihpilihanan kep

keputuutusansanpun pun disdisedeederhanrhanakaakan n dendengan gan hanhanya ya memmembanbandindingkagkann alternatif-alternatif yang berbeda dalam tingkat yang relatif kecil alternatif-alternatif yang berbeda dalam tingkat yang relatif kecil dari pilihan terbaru.

dari pilihan terbaru. 5.

5. MembuMembuat piliat pilihan : untuk menhan : untuk menghindghindari keputari keputusan yang teusan yang terlalu sararlalu sarat,t, par

para a penpengamgambil bil kepkeputuutusan san menmengandgandalkalkan an heuheuristristik ik ataatau u jaljalanan pinta

pintas s penilpenilaian dalam aian dalam pengampengambilan keputusanbilan keputusan. . Ada Ada dua kategoridua kategori umum heuristik dan satu bias lainnya, yaitu

umum heuristik dan satu bias lainnya, yaitu :: a)

a) HeuHeuristristik ik ketketerseersediadiaan an : : keckecendenderuerungangan n padpada a oraorang ng untuntukuk me

mendndasasarkarkan an pepeninilalaiaian n padpada a ininfoformrmasasi i yayang ng susudah dah adadaa ditangan mereka. Ini menjelaskan mengapa para manager  ditangan mereka. Ini menjelaskan mengapa para manager  lebih mempertimbangkan kinerja terakhir karyawan daripada lebih mempertimbangkan kinerja terakhir karyawan daripada kinerjanya setengah tahun yang lalu. Sama halnya dengan kinerjanya setengah tahun yang lalu. Sama halnya dengan pikiran orang bahwa naik pesawat lebih berbahaya daripada pikiran orang bahwa naik pesawat lebih berbahaya daripada mobil.

mobil.

b)

b) HeuHeuristristik ik reprepreseresentantatif tif : : menmenilailai i kemkemungungkinkinan an dardari i suasuatutu

kejadi

kejadian an dengan menarik analogi dan dengan menarik analogi dan melimelihat hat situasituasi si identidentikik dimana sebenarnya tidak identik.

dimana sebenarnya tidak identik. c)

c) PenPeningingkatkatan komitan komitmen : men : suatsuatu u penpeningingkatkatan komitan komitmen padamen pada ke

kepupututusasan n sesebebelulumnmnya ya memeskskipipun un adada a ininfoformarmasi si nenegagatitif.f. In

Indidivividu du memeniningngkakatktkan an kokomimitmtmen en teterhrhadadap ap susuatatu u ararahah tinda

tindakan yang kan yang gagal ketika mereka memandang diri gagal ketika mereka memandang diri merekamereka se

sebabagagai i ororanang g yayang ng bebertartangnggugung ng jajawawab b atatas as kekegaggagalalanan te

tersrsebebutut, , dedengngan an tutujjuauan n ununtutuk k memempmpererlilihahatktkan an babahwhwaa ke

kepupututusasan n awawal al memerereka ka titidadak k kekeliliru ru dadan n memengnghihindndararii keharusan untuk mengakui kekeliruan itu. Banyak organisasi keharusan untuk mengakui kekeliruan itu. Banyak organisasi me

mendnderierita ta kekerugrugiaian n kakarerena na seseoraorang ng mamanagnager er bebertrtekekadad membuktikan bahwa keputusan awalnya benar dengan terus membuktikan bahwa keputusan awalnya benar dengan terus

(18)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(19)

Start Free Trial

Cancel Anytime.

m

meemmbbaakkuukkaan n ppeerriillaakku u ananggggoottaannyyaa. . DDeennggaann mem

memproprogragramkamkan n kepkeputuutusansan, , orgorganianisassasi i mammampu pu memmembuabuatt ind

indiviividu du menmencapcapai ai levlevel el kinkinerjerja a tintinggiggi, , namnamun un memmembatbatasiasi pilihan pengambilan keputusan.

pilihan pengambilan keputusan.

• Pembatasan waktu yang menentukan sistem : batas waktuPembatasan waktu yang menentukan sistem : batas waktu

yang eksplisit dalam pengambilan keputusan menciptakan yang eksplisit dalam pengambilan keputusan menciptakan te

tekakananan n wawaktktu u papada da pepengngamambibil l kekepupututusasan n dadan n seseriringng mem

memperpersulsulit it untuntuk uk menmengumgumpulpulkan kan semsemua ua infinformormasi asi yangyang ingin merka dapatkan.

ingin merka dapatkan.

• reseden historis : keputusan yang diambil dimasa lalu akanreseden historis : keputusan yang diambil dimasa lalu akan

terus membayangi keputusan saat ini. terus membayangi keputusan saat ini.

7.

7. PePerbrbededaaaan n bubudadaya ya : : lalatatar r bebelalakakang ng bubudadaya ya dadari ri pepengngamambibill

ke

kepupututusasan n dadapapat t memempmpenengagaruhruhi i seseleleksksi i mamasasalalah, h, kekedadalalamamann a

annaalliissiiss, , aartrti i ppeennttiinng g yyaanng g ddiitteemmppatatkkaan n ppaadda a llooggiikka a ddaann rasi

rasionaonalitlitas, as, ataatau u apaapakah kah kepkeputuutusan san orgorganianisasisasionaonal l henhendakdaknyanya di

diamambibil l sesecacara ra ototokokraratitis s atatau au sesecacara ra kokolelektktifif. . BaBagigian an teterakrakhihir r  me

mengngenenai ai kekeetetisisan an daldalam am pepengangambmbililan an kekepupututusasan. n. AdAda a titigaga kri

kriterteria ia kepkeputuutusan san yanyang g etietis, s, yaiyaitu tu : : krikriterteria ia utiutilitlitariaarian n (di(dimanmanaa kep

keputuutusan san diadiambimbil l semsemataata-ma-mata ta ataatas s dasdasar ar hashasil/il/konkonseksekuensuensii mer

merekaeka), ), menmenekaekankankan n padpada a hak hak dasdasar ar indindiviividu du sessesuai uai dendengangan Piagam Hak Asasi, dan menekankan pada keadilan. Kepedulian Piagam Hak Asasi, dan menekankan pada keadilan. Kepedulian yan

yang g menmeningingkat kat daldalam am masmasyaryarakaakat t menmengengenai ai hak hak indindiviividu du dandan ke

keadadililan an sososisial al memenynyararanankakan n peperlrlununya ya babagi gi mamananageger r ununtutukk men

mengemgembanbangkagkan n stastandandar-str-standandar ar etietika ka yang yang diddidasaasarkan rkan padapada kriteria non-utiliter. Tentu saja ini adalah sebuah tantangan yang kriteria non-utiliter. Tentu saja ini adalah sebuah tantangan yang besar bagi manager, karena dengan demikian akan melibatkan besar bagi manager, karena dengan demikian akan melibatkan   j

  jauauh h lelebibih h babanynyak ak amambibiguguititasas. . IIni ni mmemembabantntu u memenjnjelelasaskakann mengapa para manager makin banyak dikritik karena mengapa para manager makin banyak dikritik karena tindakan-tindakannya. Kini, keputusan seperti menaikkan harga, menutup tindakannya. Kini, keputusan seperti menaikkan harga, menutup pabrik, memberhentikan karyawan secara massal, memindahkan pabrik, memberhentikan karyawan secara massal, memindahkan produksi keluar negeri untuk mengurangi biaya, dls, hanya dapat produksi keluar negeri untuk mengurangi biaya, dls, hanya dapat di

(20)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(21)

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Daftar Pustaka Daftar Pustaka

Hatch, Mary J.O. 1997.

Hatch, Mary J.O. 1997. Organization Theory; Modern, Symbolic, and Organization Theory; Modern, Symbolic, and  Postmodern Perspective

Postmodern Perspective. New York: Oxford University Press.. New York: Oxford University Press.

Reitz, H. Joseph, 1976.

Reitz, H. Joseph, 1976. Behavior In Organization.Behavior In Organization. University of FloridaUniversity of Florida

Robbins, Stephen P dan Neil Barnwell, 1943.

Robbins, Stephen P dan Neil Barnwell, 1943. Organizational Theory Organizational Theory .. USA : Prentice Hall International 4

USA : Prentice Hall International 4thth Editions.Editions.

Robbins, Stephen P, 2001.

Robbins, Stephen P, 2001. Organizational Behavior Organizational Behavior . USA: Prentice Hall. USA: Prentice Hall International 11

(22)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(23)

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

UNIVERSITAS INDONESIA UNIVERSITAS INDONESIA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

ADMINISTRASI NIAGA 2009 ADMINISTRASI NIAGA 2009

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM BUDAYA

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM BUDAYA

ORGANISASI

ORGANISASI

BERDASARKAN:BERDASARKAN:

STEPHEN P. ROBBINS STEPHEN P. ROBBINS Bab 9 “ Power-Control” Bab 9 “ Power-Control”

Bab 13 “Managing Organizational Culture” Bab 13 “Managing Organizational Culture”

MARY JO HATCH MARY JO HATCH

Referensi

Dokumen terkait

Sanggahan disampaikan kepada Panitia Pengadaan Barang / Jasa Dilingkungan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2013, dengan Alamat Jalan Pamong Praja Kawasan

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat dipahami bahwa strategi guru meningkatkan kedisiplinan belajar siswa dalam ketaatan dan kepatuhan kepada program

 betapa cintanya saya sama karakter Biru walaupun dari sisi sifat, Biru itu yang paling banyak..  betapa cintanya saya sama karakter Biru walaupun dari sisi sifat, Biru itu yang

Sedangkan void merupakan ruang terbuka yang belum terisi sebagai public domain antara lain pedestrian (koridor jalan) yang terbentuk dari barisan bangunan dan alur

BMT UGT Sidogiri KCP Kanigoro ini menyediakan promosi penjualannya menggunakan personal selling, direct selling dan hubungan masyarakat karena dalam hubungan tersebut terjadi

Komitmen Organisasional secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kompetensi karyawan pada PT.Waskita Karya (Persero) Tbk cabang Pekanbaru. Pengembangan

Cara pembagian yang dimaksud adalah perdamaian yang terjadi di kalangan ahli waris dengan adanya salah seorang atau beberapa orang ahli waris yang mengundurkan diri

Short Message Service (SMS) merupakan sebuah layanan yang banyak diaplikasikan pada sistem komunikasi tanpa kabel, memungkinkan dilakukannya pengiriman pesan dalam