HUKUM YG BERLAKU
DALAM PERISTIWA HPI
HUKUM ORANG/PERSONAL
1 Afifah Kusumadara, SH. LL.M. SJD.
Ruang lingkup dan tujuan HPI yg kedua adalah:
• Menentukan hukum yg berlaku (applicable law) utk penyelesaian perkara di bidang perdata / dagang yang mengandung unsur asing.
2 Afifah Kusumadara, SH. LL.M. SJD.
DI BIDANG HUKUM ORANG
(PERSONAL STATUTE)
Pasal 16 Algemene Bepalingen van Wetgeving (AB)
Ketentuan per-UU-an [Indonesia] mengenai status dan kecakapan orang
tetap mengikat untuk [WNI] jika mereka berada di luar negeri
YURISPRUDENSI:
Ketentuan/UU nasional WNA mengenai status dan kecakapan orang tetap mengikat untuk WNA tsb jika mereka berada di Indonesia
• Negara-negara Civil Law menganut Prinsip Nasionalitas • Negara-negara Common Law menganut Prinsip Domisili PRINSIP NASIONALITAS:
Hukum nasional seseorang mengatur hukum personal orang itu di manapun dia berada.
Hukum orang/personal (personal statute/personal law), a.l.: - Hukum keluarga (perkawinan, perceraian, waris, adopsi, dsb.) - Kecakapan (dewasa, anak, di bawah pengampuan)
TUGAS MAHASISWA
• Jelaskan apa yg dimaksud dg Prinsip Domisili yg diterapkan di HPI negara-negara Common Law.
5 Afifah Kusumadara, SH. LL.M. SJD.
Hukum Personal
• Hukum personal meliputi semua hukum orang (lihat buku I BW):
• Hukum keluarga (perkawinan, perceraian, waris, adopsi, dsb.) • Kecakapan (dewasa, anak, pengampuan, perempuan yg menikah) • Status (mati, hilang)
• Hak kewajiban suami istri (harta perkawinan, dsb) • Hak kewajiban orang tua dan anak
• Ditentukan oleh hukum nasional orang tsb Ps. 16 AB Prinsip nasionalitas 6 Afifah Kusumadara, SH. LL.M. SJD. 1
Kecakapan
1. Hukum nasional Indonesia terkait syarat materiil perkawinan tetap berlaku bagi WNI yg melakukan perbuatan hukum di Luar Negeri. CONTOH:
Walaupun di Saudi Arabia, tidak ada syarat umur minimal 19 tahun utk menikah, namun WNI yg menikah di Saudi Arabia tetap wajib memenuhi syarat umur 19 tahun (sesuai UU Perkawinan 1974) utk menikah di sana.
Jika tidak, perkawinan tsb dapat dimintakan pembatalan di Pengadilan Indonesia.
2. Hukum nasional orang ASING terkait syarat materiil perkawinan tetap berlaku bagi orang asing yg melakukan perkawinan di Indonesia.
CONTOH
Hukum nasional Australia melarang perkawinan poligami.
Orang Australia yg akan menikah di Indonesia harus tunduk pada hukum perkawinan nasional Australia yg melarang poligami, walaupun di Indonesia poligami diperbolehkan.
Kantor Catatan Sipil Indonesia wajib menolak permohonan perkawinan poligami WN Australia di Indonesia.
• Baca kasus-kasus perkawinan yang mengandung unsur asing di •
https://materikuliahfhunibraw.wordpress.com/hukum-perdata- internasional/dmateri-kuliah-hpi-indonesia-kurikulum-baru/contoh-contoh-kasus-perkawinan-internasional/
Afifah Kusumadara, SH. LL.M. SJD. 9
CONTOH KECAKAPAN MELAKUKAN KONTRAK
Berdasar hukum nasional Arab (sharia), perempuan tidak cakap utk membuat kontrak tanpa izin suami/wali-nya.
Jika perempuan WN Arab tsb tinggal di Indonesia, maka berdasar prinsip nasionalitas, perempuan tsb TIDAK CAKAP membuat kontrak di Indonesia, walaupun hukum kontrak Indonesia tidak melarang perempuan membuat kontrak.
Kontrak yg dibuat perempuan WN Arab di Indonesia dapat dimintakan pembatalan oleh para pihak krn tidak memenuhi prinsip nasionalitas.
10 Afifah Kusumadara, SH. LL.M. SJD.
Perceraian
Perceraian termasuk hukum personal Berlaku prinsip nasionalitas
Sahnya perceraian diatur oleh hukum nasional masing-masing, dimanapun perceraian dilakukan
Contoh:
Pasangan WNI yg berdomisili di Belanda dan bercerai di Belanda, harus memenuhi syarat UU Perkawinan 1974 utk bercerai, contoh: harus
• Pasangan WNI yg keduanya Muslim, Tidak dapat bercerai di LN • Lihat Pasal 66 ayat (3) dan (4) UU No. 7/1989 jo UU No. 50/2009 ttg
Peradilan Agama
Harus melalui proses perceraian secara Islam di Pengadilan Agama Talak cerai, dsb
NAMUN, utk perceraian dari pasangan kawin campur (beda WN) Tidak dapat digunakan prinsip nasionalitas. Contoh pasangan kawin campur WNI dan WN Italia:
Sahnya perceraian mnrut Hk Nasional Italia setelah suami istri diputus pisah meja ranjang selama minimum 3 tahun
Sahnya perceraian mnrut Hk Indonesia setelah suami
menjatuhkan talaq atau setelah istri melewati iddah (sangat simple dan singkat)
Akan menghasilkan perceraian “pincang” (limping divorce) bagi suami istri WNI dan WN Italia tsb.
13 Afifah Kusumadara, SH. LL.M. SJD.
Utk sahnya perceraian pasangan kawin campur: tidak ada UU-nya 1. Berdasar Yurisprudensi zaman Hindia Belanda
Menggunakan hukum negara di mana pasutri tsb berdomisili (hukum domisili)
2. Doktrin HPI
Menggunakan hukumnya pengadilan yg mengadili perceraian (lex fori) 3. RUU HPI
a. Hukum domisili, bagi pasangan kawin campur yg berdomisili di negara yg sama.
b. Lex fori, bagi pasangan kawin campur yg berdomisili di negara yg berbeda
14 Afifah Kusumadara, SH. LL.M. SJD.
• Jadi, hukum yg berlaku untuk perceraian pasangan kawin campur adalah salah satu yg disebut dalam Yurisprudensi atau Doktrin di atas. • Baca kasus-kasus perceraian yang mengandung unsur asing di
https://materikuliahfhunibraw.wordpress.com/hukum-perdata- internasional/dmateri-kuliah-hpi-indonesia-kurikulum-baru/iicontoh-contoh-kasus-perceraian-internasional/
Pewarisan
Pewarisan dalam HPI Indonesia termasuk hukum personal Berlaku prinsip nasionalitas
• Hukum nasional PEWARIS mengatur warisannya (siapa ahli warisnya, pembagian warisannya, dsb), dimanapun si pewaris meninggal dan di manapun harta warisannya berada
Pewaris WNI meninggal di Indonesia dan meninggalkan harta warisan tanah di Indonesia dan Australia.
Almarhum memiliki anak luar kawin yg hidup di Australia
Mnrut hukum nasional si pewaris (hukum Indonesia), anak luar kawin tidak berhak utk mewaris dari ayah biologis-nya (ps. 43 (1) UU Perkawinan 1974).
Pengadilan Indonesia harus memutus bahwa anak luar kawin tsb TIDAK berhak utk mewaris termasuk atas property yg berada di Australia, walaupun hukum nasional Australia membolehkan anak luar kawin utk mewaris.
Berdasar prinsip nasionalitas HPI Indonesia, yg menentukan adalah Hukum Nasional si pewaris
17 Afifah Kusumadara, SH. LL.M. SJD.
• Tinggal masalahnya apakah Putusan Pengadilan Indonesia tsb diakui atau tidak di Australia.
• Kalau putusan Pengadilan Indonesia TIDAK diakui di Australia karena dianggap melanggar Ketertiban Umum Australia, pengadilan Australia dapat memberikan hak atas tanah di Australia kepada anak luar kawin yg hidup di Australia.
Afifah Kusumadara, SH. LL.M. SJD. 18
PERKECUALIAN PRINSIP NASIONALITAS
1. Doktrin Renvoi penunjukan Kembali/remission
Bagi WN Asing yg berasal dari negara2 penganut prinsip domisili dan mereka berdomisili di Indonesia, maka utk hukum personal mereka (kecakapan, kawin, cerai, dsb) di Indonesia, akan diberlakukan hukum Indonesia, sebagai hukum domisili mereka.
Renvoi (penunjukan Kembali)
Contoh Renvoi
Pasutri Australia berdomisili (tinggal & mencari nafkah) di Bali. Kemudian mereka melakukan perceraian di Bali.
Hakim PN Bali menerapkan prinsip Nasionalitasberarti
menggunakan Hukum Nasional Australia termasuk HPI Australia HPI Australia menganut Prinsip Domisili
Contoh Renvoi
Kecakapan orang Amerika yg berdomisili di Indonesia dalam membuat kontrak dg WNI di Indonesia.
HPI Indonesia menunjuk hukum Amerika (t’msuk HPI Amerika) HPI Amerika yg menganut prinsip domisili menunjuk hukum dimana warga-negaranya berdomisili hukum Indonesia
Jadi, hukum Indonesia yg akan menentukan kecakapan orang Amerika tsb dalam membuat kontrak di Indonesia.
Afifah Kusumadara, SH. LL.M. SJD. 21
2. Doktrin Ketertiban Umum (Ordre Public)
Prinsip nasionalitas yg menghormati hukum nasional si WNA HARUS DIABAIKAN, kalau hukum nasional si WNA bertentangan dg Ketertiban Umum Indonesia
Contoh:
Pengadilan maupun Kantor Catatan Sipil di Indonesia harus menolak permohonan pasangan sejenis WN Belanda yg akan menikah di Indonesia.
Walaupun hukum nasional WN Belanda membolehkan perkawinan sejenis, namun itu dianggap bertentangan dg Ketertiban Umum di Indonesia.
22 Afifah Kusumadara, SH. LL.M. SJD.
Hak Anak
Kewajiban orang tua, nafkah anak, perwalian anak, hak asuh atas anak, dan adopsi merupakan bidang hukum personal.
Namun, prinsip nasionalitas TIDAK digunakan untuk mengatur perkara-perkara terkait anak tsb di atas.
Sesuai Doktrin HPI, yg digunakan adalah:
1. hukum dari habitual residence of the children 2. Dg memperhatikan the best interests of the children
Contoh:
Pasutri WN Amerika yg memiliki anak (WN Amerika) berdomisili di Jakarta. Terlibat percekcokan dan KDRT.
Istri menggugat cerai di muka PN Jak-Sel dan memohon agar hak asuh atas anak diberikan pada dia/istri, sembari menuntut suaminya utk terus menafkahi anak mereka sampai dewasa.
Hakim menggunakan hukum Indonesia sbg hukum dari habitual residence si anak untuk memutuskan kasus ini, walaupun si suami berargumen bahwa harusnya digunakan hukum Amerika (California) krn para pihak semuanya berkeWN-an Amerika.
Titik taut yg menentukan hukum yg berlaku di
bidang Hukum Orang
1. Nationality diterapkan di negara2 Civil Law 2. Domicile diterapkan di negara2 Common Law 3. Residence
a. Diterapkan dalam perkara HPI terkait anak
b. Diterapkan di negara-negara anggota European Union.