• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keragaman Genetik 50 Aksesi Plasma Nutfah Kedelai Berdasarkan Sepuluh Penanda Mikrosatelit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Keragaman Genetik 50 Aksesi Plasma Nutfah Kedelai Berdasarkan Sepuluh Penanda Mikrosatelit"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Daftar 50 aksesi plasma nutfah kedelai yang dianalisis.
Tabel 2. Kisaran ukuran alel (pasang basa, pb), jumlah total alel, heterosigositas (H), nilai diversitas gen (D), dan nilai polymorphic information content (PIC) dari 10 lokus mikrosatelit yang diuji pada 50 aksesi plasma nutfah kedelai
Tabel 3. Plasma nutfah kedelai yang terdeteksi mengandung alel jarang dan spesifik (bergaris bawah)1
Gambar 1. Dendrogram hasil pengelompokan 50 aksesi plasma nutfah kedelai berdasarkan UPGMA dari profil alel 10 lokus mikrosatelit
+2

Referensi

Dokumen terkait

tifikasi keragaman genetik sebelas kultivar padi hitam lokal koleksi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta dan dibanding dengan dua varietas padi beras putih

Dari hasil analisis 15 aksesi terpilih plasma nutfah karet hasil ekspedisi IRRDB 1981 dengan penanda molekuler RAPD, menunjukkan kesamaan genetik 75% (jarak

Keragaman genetik yang tinggi merupakan salah satu faktor penting untuk. merakit varietas

Pada tanaman tahunan, teknik RAPD dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi seleksi awal. Oleh karena itu, analisis keragaman genetik dengan teknik RAPD cukup

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman genetik keturunan/anakan Shorea leprosula dari populasi hutan alam dan tanaman.. Sampel daun dikumpulkan dari

Dari analisis korelasi dapat disimpulkan bahwa plasma nutfah kedelai yang hasil biji tertinggi dengan mempunyai karakter morfologi jumlah polong isi dan cabang banyak

Analisis kluster terhadap 14 karakter utama morfologi tanaman kakao menghasilkan dendrogram dengan koefisien kemiripan berkisar antara 65-98% atau terdapat keragaman genetik

Plasma nutfah kacang tanah yang dimiliki Bank Gen BB Biogen adalah 804 aksesi yang terdiri dari 104 varietas lokal, 30 varietas unggul, 59 varietas introduksi, 1 genotipe liar,