BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERJANJIAN DAN PERJANJIAN KONSINYASI. dan perikatan itu merujuk pada dua hal yang berbeda, perikatan ialah suatu hal
Teks penuh
Dokumen terkait
kualifikasi yang harus terpenuhi dalam suatu perjanjian untuk dapat disebut sebagai. perjanjian internasional, yaitu: (i) kata sepakat, (ii) subyek-subyek hukum
Namun demikian, ini tidak berarti barang untuk kepentingan umum tidak dapat menjadi pokok perjanjian. Perjanjian antara kotamadya dan pemborong untuk pekerjaan pemasangan pipa
Orang yang membuat perjanjian harus cakap atau mampu melakukan perbuatan hukum tersebut, siapapun yang menjadi para pihak dalam suatu perjanjian harus memenuhi syarat bahwa
65 Satrio Priambodo, Hukum Kontrak Di Indonesia; Teori Dan Praktik, Pustaka Akademika, Bandung, 2010, hlm.. 35 mengikatnya perjanjian, yaitu sebagai undang-undang
Ada dua hal yang dapat menyebabkan alasan pembatalan perjanjian karena kekhilafan, yaitu: Hakikat kebendaan yang menjadi pokok perjanjian tidak sesuai dengan keadaan yang
Dalam mengadakan perjanjian, isi perjanjian harus dipastikan terlebih dahulu, dalam hal ini berarti dapat ditentukan secara cukup. Akibat daripada perjanjian
Pengaturan mengenai pencantuman klausula baku dalam perjanjian terdapat dalam UU No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (UUPK), dimana pada Pasal 1 ayat (10), dijelaskan
Apabila jangka waktu perjanjian konsinyasi berlangsung, sedangkan belum seluruhnya barang-barang konsinyasi berhasil dijual oleh konsinyi, maka diperlukan adanya penyesuaian