Datar Luas
Gambaran Umum Desa
Datar Luas terletak di Kecamatan Krueng Sabee dengan luas 1600 Ha terdiri dari tiga dusun yaitu Dusun Makmur Jaya, Dusun Damai dan Dusun Subur. Desa yang dipimpin oleh Andalan S.Ag ini berbatasan dengan Desa Krueng Sabee, Paya Seumantok dan Mon Mata. Dulunya jumlah populasi penduduk Datar Luas adalah 968 jiwa dan 269 KK, namun saat ini terdapat 988 jiwa dengan 275 KK di desa yang bertipe pertanian ini. Dari empat penjuru mata angin, sumber daya alam yang ada desa ini adalah lahan perkebunan dan sungai di sisi utara, timur dan di sebelah selatan, di sisi barat ada lahan kosong dan sungai. Sebelum tsunami, Datar Luas adalah desa yang tidak pernah terkena bencana alam dan konflik dengan satwa, namun pernah mengungsi ke Keudee Krueng Sabee selama tiga bulan di tahun 2000 sebanyak tiga kali pada masa konflik bersenjata GAM dan RI. Organisasi kemasyarakatan yang ada di desa ini adalah Tuha Peut, PKK, dan Karang Taruna.
Infrastruktur
Satu unit pasar sebagai tempat masyarakat berjual beli dibangun setelah tsunami di desa yang jumlah total rumah penduduknya sekitar 240 unit ini. Untuk pendidikan, anak-anaknya bersekolah di dua buah sekolah dan pesantren yang ada. Tidak ada Mesjid dan klinik bidan. Ada satu kantor desa dan PKK, tiga meunasah, satu puskesmas, dan tiga industri kecil. Tsunami telah membuat semuanya hancur, yang tersisa adalah 75 rumah penduduk dengan kondisi baik, dua sekolah darurat, dan sebuah industri kecil (batu bata). Untuk puskesmas saat ini sedang di bangun.
Sumber daya alam
Pemanfaatan lahan yang telah dilakukan masyarakat selama ini adalah pertanian padi dan palawija. Sawah kondisinya masih saja rusak semenjak kejadian tsunami. Untuk lahan ladang yang dimanfaatkan menanam cabai, kondisinya saat ini masih bagus dan ditanami palawija. Sungai dari dulu dan sekarang dimanfaatkan untuk memancing ikan. Lahan perkebunan yang dulunya dimanfaatkan untuk kelapa, durian dan karet. Sekarang dimanfaatkan dengan ditanami karet.
Mata pencaharian
Mata pencaharian masyarakat Datar Luas adalah petani yang dilakoni oleh laki-laki dan perempuan selama 10 jam, nelayan yang dilakoni laki-laki selama 14 jam, pegawai. Dilakoni oleh laki-laki dan perempuan selama 6 jam, serta transportasi yang dilakoni laki-laki saja
selama 12 jam.
Pendapatan mereka rata-ratanya 800 ribu hingga 1.5 juta rupiah sebulan.
Saat ini, mata
pencaharian dan durasi kerja masyarakat adalah nelayan selama 4 jam.
Mata pencaharian sesudah Hasil
Nelayan 1.000.000
Cash for work 35 .000/ hari
Berladang 900.000 / panen
CFW selama 8 jam, berladang selama 10 jam, serta menjadi pedagang selama 12 jam. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel mata pencaharian Desa Datar Luas di bawah ini:
Per musimnya sendiri, pertanian Datar Luas yang bermasalah pada hama babi, tikus dan burung inii dapat menghasilkan 6 ton per KK.
Fasilitas pendukung pertanian yang ada di desa sebelum tsunami adalah 1 unit lumbung padi yang dibangun atas swadaya masyarakat sendiri berkapasitas 75 gunca, kilang padi 2 unit berkapasitas 200 kg, handtraktor 5 unit (milik pribadi) berkapasitas ½ ha dimiliki sejak tahun 2000, sprayer yang dimiliki setiap kepala keluarga di tahun 1990 dapat menyemprot lahan mereka ½ ha per harinya. Alat ini dimiliki oleh pribadi di tahun 1990. Pemasaran hasil pertanian dipasarkan ke kilang padi, agen dan masyarakat, serta ke desa tetangga, namun demikian, hasil penjualan tidak disimpan masyarakat dalam bentuk apapun, baik itu tabungan di bank ataupun di rumah dalam bentuk perhiasan.
Aktivitas
Aktivitas pertanian dimulai bulan Agustus dan bulan Oktober. Di bulan September, Oktober,
November dan Desember
biasanya hama dan penyakit menyerang petani, sehingga bulan tersebut adalah masa perawatan, terakhir pada bulan Januari adalah bulan yang sibuk di desa ini dikarenakan panen jatuh pada bulan ini. Nelayan sungai Datar luas dari bulan Januari hingga Desember setiap bulannya rata-rata mendapatkan hasil tangkapan berupa ikan dan udang. Ibu-ibu sebelum bencana umumnya dari pagi hingga sore bekerja di sawah dan hanya satu-dua saja yang di rumah. Setelah tsunami, mereka semua kaum ibu-ibu di rumah saja.
Potensi desa asal
Secara umum potensi Desa Datar Luas adalah sebagai berikut : 1. Adanya lembaga desa
Mata pencaharian sebelum Hasil
Petani 2 ton/ musim
Pegawai 800.000
Nelayan 1.250.000
8. Fasilitas pertanian masih memadai
9. Meningkatnya penghasilan nelayan sungai 10. SDM yang ada:Tukang perabot, Petani, Jualan
11. SDA yang ada: Lahan sawah masih bagus, Kebun sawit 12. Ada NGO yang membantu modal usaha
13. Adanya pasar kaget yang meningkatkan perekonomian 14. Sudah ada bantuan bangunan sekolah SD
15. Kegiatan ekstra kurikuler anak-anak mengaji
Permasalahan desa
Secara umum permasalahan Desa Datar Luas adalah sebagai berikut : 1. Pernah mengungsi pada tahu 2001 karena konflik bersenjata 2. Kantor desa tidak berfungsi
3. Jalan desa tidak baik 4. Tidak ada alat pertukangan
5. Hama tanaman dan gangguan binatang
6. Mata pencaharian berubah ( tani menjadi nelayan sungai ) 7. Sekolah sebelum tsunami baik sekarang tidak lagi
8. Bangunan SMP tidak layak pakai 9. Air tercemar (payau )
10. MCK kurang
Rencana yang ada di desa
Secara umum rencana Desa Datar Luas adalah sebagai berikut : 1. Pelatihan di bidang pertanian dan perkebunan
2. Renovasi pasar
3. Pemberdayaan industri rumah tangga 4. Pembersihan lahan sawah
5. Butuh bangunan TPA
6. Pembuatan penyaringan air bersih 7. Rehabilitasi posyandu menjadi polindes 8. Perbaikan jalan desa
Ancaman yang ada di desa
Secara umum ancamam Desa Datar Luas adalah sebagai berikut : 1. Kurang kompak
2. Listrik tidak ada
3. Kurangnya orang-orang yang berpendidikan
4. Santri tinggal di tenda karena bangunan pesantren rusak 5. Ruang belajar kurang
Gambaran potensi, permasalahan, rencana dan ancaman Desa Datar Luas:
DIMENSI RENCANA ANCAMAN MASALAH POTENSI
POLITIK Kurang kompak 2001 mengungsikarena konflik bersenjata
Kantor desa tidak berfungsi
Adanya lembaga desa Adanya kegiatan wirid di desa
VCD, Koran, Radio
SOSIAL Perbaikandesa jalan Listrik tidak ada populasi meningkat Ada meunasah di tiap dusun Ada lembaga PKK EKONOMI Pelatihan pertanian dan perkebunan Renovasi pasar Pemberdayaan industri rumah tangga Pembersihan lahan sawah
Jalan desa tidak baik
Tidak ada alat pertukangan Hama tanaman dan gangguan binatang Mata pencaharian berubah (tani menjadi nelayan sungai)
Adanya industri rumah (tempe dan kue-kue) Fasilitas pertanian masih memadai
penghasilan nelayan sungai tinggi
Tukang perabot, Petani perekonomian bagus sawah bagus
NGO membantu modal Kebun sawit
pasar kaget PENDIDIKAN Butuh bangunan
TPA Kurangberpendidikanorang bangunan pesantren rusak Ruang belajar kurang sekarang Sekolah tidak lagi Bangunan SMP tidak layak pakai
bantuan bangunan SD dan SMP
anak-anak mengaji sebelum tsunami sekolah baik.
Dari tabel diatas skala prioritas permasalahan di desa ini adalah pemberdayaan pada industri kecil Selain itu perlu adanya upaya penambahan bak penampungan untuk air bersih. Serta pelatihan di bidang pertanian dan perkebunan untuk meningkatkan hasil panen dan perekonomian.
Untuk MCK mereka masih sangat kekurangan karena WC yang ada tidak bisa dimamfaatkan oleh masyarakat. Sedangkan permasalahan lainnya yang bersifat umum adalah bangunan fisik untuksekolah perlu renovasidan kurangnya sarana pendidikan.
Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa alternative kegiatan yang dapat mengurangi atau menghilangkan masalah-masalah tersebut seperti dalam table berikut ini :
MASALAH UTAMA ALTERNATIVE PEMECAHAN
Pemberdayaan industri kecil /rumah
tangga memberikan modal dan peralatan usaha( industri kecil ) yang bersifat kelompok usaha
ketersediaan air bersih Pembuatan sumur bor pelatihan di bidang pertanian dan
perkebunan melibatkanPerkebunan (pelatihan pertanian)Dinas Pertanian dan
MASALAH UMUM ALTERNATIVE PEMECAHAN
kurangnya ruangan belajar penambahan ruang belajar
Alternatif pemecahan berdasarkan table tersebut diatas diantaranya adalah menfasilitasi dan memberikan sarana untuk meningkatkan industri kecil / rumah tangga serta penambahan bak penampungan untuk air bersih dan pelatihan bidang pertanian kepada warga desa dengan cara melibatkan dinas petanian dan perkebunan serta mengikutsertakan lembaga desa yang ada.