• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAR DATA KESELAMATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBAR DATA KESELAMATAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBAR DATA KESELAMATAN

1. Produk kimia dan identifikasi perusahaan

Nama produk VECTOR® 4186A, 4187A and 4293A Styrenic Block Copolymer

Identifikasi lain

Sinonim VECTOR® merek dagang terdaftar dari TSRC Corporation

Pabrik Dexco Polymers

12012 Wickchester Lane, Suite 280, Houston,

Texas 77079, Amerika Serikat

Informasi Umum +1-877-251-0580

E-mail [email protected]

Orang penghubung Product Steward

Nomor telepon darurat 1-760-476-3960

Kode Akses 333558

Pengunaan Dianjurkan dan Batas pengunaan

Saran penggunaan Konversi industri sebagai bahan baku untuk pembuatan artikel atau harta benda.

Batas Penggunaan

-2. Identifikasi bahaya

Klasifikasi GHS Tidak terklasifikasikan Bahaya fisik Tidak terklasifikasikan Bahaya kesehatan Tidak terklasifikasikan Bahaya lingkungan Elemen-elemen label

Tidak ada satupun.

Piktogram

Kata sinyal Tidak ada satupun.

Pernyataan Bahaya Campuran tidak menenuhi syarat untuk diklasifikasi.

Pernyataan pencegahan

Pencegahan Melakukan kebiasaan higiena yang baik.

Respons Cuci tangan setelah penangani produk ini.

Penyimpanan Simpan terpisah dari bahan yang tidak cocok.

Pembuangan Buanglah sampah dan sisa-sisa sesuai dengan persyaratan pemerintah lokal.

Bahaya yang lain Tidak diketahui.

3. Komposisi / informasi tentang bahan

Zat atau campuran Campuran

Konsentrasi (%) Nomor CAS Nama kimia Sifat kimia >= 96 25038-32-8 Polimer isoprina-stirena 0 - <0.25 110-82-7 Sikloheksana

Komentar atas komposisi Semua konsentrasi-konsentrasi adalah persen dari berat.

4. Tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)

Tindakan pertolongan pertama untuk rute-rute eksposur berbeda

Inhalasi Jika menunjukkan gejala, pindahkan ke tempat yang berudara segar. Dapatkan pertolongan medis jika gejala-gejala berlanjut.

Bersentuhan dengan kulit Menyiram kulit dengan sejumlah besar air. Untuk kontak dengan bahan yang panas, langsung merendam area kulit yang terkena dalam jumlah besar air dingin untuk membatalkan panas dan mengurangi tingkat luka bakar termal. Jangan mengelupas polimer dari kulit.

Bersentuhan dengan mata Siram mata dengan air sebagai tindakan pencegahan. Dapatkan bantuan medis bila iritasi berkembang atau berlanjut.

(2)

Gejala dan efek yang paling penting

Iritasi mata dan selaput mukosa. Iritasi hidung dan tenggorokan.

Perlindungan pribadi untuk penolong pertolongan pertama

Personil pertolongan pertama harus menyadari risiko terhadap mereka sendiri selama penyelamatan.

Catatan untuk dokter Obati sesuai/menurut gejala-gejala.

5. Tindakan Penanggulangan Kebakaran

Media pemadam api Semprotan air, busa, serbuk kering atau karbon dioksida.

Media pemadam untuk dihindari

Tidak ada satupun.

Bahaya tertentu Dekomposi termal mungkin akan menghasilkan asap, oksida karbon dan senyawa organik dengan berat molekular lebih rendah yang komposisinya belum digolongkan.

Prosedur memadam kebakaran khusus

Pindahkan wadah dari daerah kebakaran bila Anda dapat melakukannya tanpa risiko. Dinginkan wadah dengan membanjirinya dengan banyak air sampai cukup lama setelah api padam.

Perlindungan petugas pemadam kebakaran

Peralatan pernapasan yang mengisi sendiri dan pakaian pencegah kebakaran yang menutupi seluruh badan harus dikenakan bila dalam keadaan kebakaran. Pemilihan perlindungan pernafasan untuk pemadam kebakaran: ikuti petunjuk pemadaman umum yang ada di tempat kerja.

6. Tindakan terhadap tumpahan dan kebocoran

Tindakan pencegahan

perorangan

Hindari menghirup asap dari lelehan produk. Permukaan dapat menjadi licin setelah terkena tumpahan. Pakailah peralatan perlindungan pribadi yang sesuai.

Tindakan pencegahan lingkungan

Cegah terjadinya tumpahan atau bocoran lebih lanjut jika aman untuk melakukannya.

Metode membersihkan tumpahan

Menggeserkan-geserkan dengan sekop ke dalam wadah yang cocok untuk didaur ulang atau pembuangan.

7. Penyimpanan dan Penanganan Bahan

Penanganan

Tindakan-tindakan teknis Produk ini dapat membentuk debu dan mengumpulkan listrik elektrostatis, yang mungkin akan menyebabkan percikan listrik (sumber penyalaan). Gunakan prosedur arde yang benar.

Tindakan pengamanan Hindari persentuhan dengan bahan panas. Lakukan tindakan untuk menghindari akumulasi muatan elektrostatik.

Nasehat penanganan yang aman

Hindari penghirupan debu dan persentuhan dengan kulit dan mata.

Penyimpanan

Tindakan-tindakan teknis Cegah penumpukan muatan elektrostatis dengan menggunakan teknik pengikatan dan pembumian yang umum.

Kondisi penyimpanan yang sesuai

Untuk mempertahankan mutu produk, jangan simpan di tempat bersuhu tinggi atau terkena sinar matahari langsung.

Bahan yang tidak cocok Tidak diketahui.

8. Pengendalian pemajanan dan perlindungan diri

Batas paparan

Indonesia. NAB/KTDS (Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.Per.13/MEN/X/2011 tentang Nilai Ambang Batas, Lampiran II)

Nilai Jenis Komponen BRSW 1030 mg/l Sikloheksana (CAS 110-82-7) 300 ppm

Batas paparan pekerjaan

Nilai Batas Ambang ACGIH US

Nilai Jenis Komponen BRSW 100 ppm Sikloheksana (CAS 110-82-7)

Tindakan-tindakan keteknikan Mematuhi batas pemaparan kerja dan meminimalkan risiko penghirupan debu, kabut dan uap. Gunakan peralatan tahan-ledakan bila konsentrasi debu/air mungkin tinggi.

(3)

Perlindungan mata Jika kemungkinan terjadi sentuhan dengan bahan, dianjurkan untuk memakai kacamata pelindung dan perisai muka.

Pelindung kulit dan tubuh Direkomendasikan pakaian kerja yang lazim (kemeja lengan panjang dan celana panjang).

Tindakan-tindakan higiena Tangani sesuai dengan praktik kebersihan dan keselamatan industri yang baik.

9. Sifat-sifat Fisika dan Kimia

Rupa Pelet.

Jenis benda (padat cair atau gas)

Zat Padat.

Bentuk Pelet.

Warna Tembus cahaya hingga putih.

Bau Tidak berbau hingga berbau sedikit.

Batas ambang bau Tidak tersedia.

pH Tidak tersedia.

Titik meleleh/membeku Tidak tersedia.

Titik didih, titik didih awal, dan jangkauan titik didih

Tidak dapat dipakai.

Titik nyala Tidak dapat dipakai.

Suhu autoignisi Tidak tersedia.

Sifat mudah-menyala (padatan, gas)

Tidak tersedia.

Batas atas/bawah mudah terbakar atau mudah meledak Batas mudah terbakar - di

bawah (%)

1.3 (untuk pelarut peninggalan)

Batas mudah terbakar -atas (%)

8 (untuk pelarut peninggalan)

Tekanan uap Tidak dapat dipakai.

Densitas uap Tidak dapat dipakai.

Laju Penguapan Tidak dapat dipakai.

Berat jenis relatif < 1

Berat jenis Tidak tersedia.

Daya larut

Kelarutan (air) Tidak larut

Daya larut (lain) Tidak tersedia.

Koefisien partisi (n-oktanol/air) Tidak dapat dipakai.

Suhu penguraian Tidak tersedia.

Viskositas Tidak dapat dipakai.

Data yang lain

Sifat-sifat bahan peledak Tidak dapat dipakai.

Sifat-sifat oksidasi Tidak dapat dipakai.

10. Reaktifitas dan Stabilitas

Reaktivitas Stabil di bawah keadaan normal.

Stabilitas Stabil di bawah keadaan normal.

Kondisi yang harus dihindari Suhu di atas 230 °C.

Bahan yang tidak cocok Agen pengoksidasi yang keras.

Produk-produk pembusukan yang berbahaya

Ketika terurai, produk ini membebaskan karbon monoksida, karbon dioksida dan/atau hidrokarbon berbobot molekul kecil.

Kemungkinan reaksi berbahaya

Polimerisasi berbahaya tidak terjadi.

11. Informasi Toksikologi

(4)

Hasil-hasil pengujian Komponen Jenis Sikloheksana (CAS 110-82-7) NOEL Monyet Inhalasi Akut 1243 mg/l, 6 Jam LD50 Tikus Lisan 1300 mg/kg

Rute eksposur Penghirupan. Pemakanan. Kontak dengan mata/Kena mata. Kontak dengan kulit/Kena kulit.

Tanda-tanda Iritasi mata dan selaput mukosa. Iritasi hidung dan tenggorokan.

Kerusakan/gangguan kulit Kontak dengan bahan yang meleleh dapat menyebabkan luka-bakar termal.

Gangguan mata/kerusakan mata serius

Dapat menyebabkan iritasi melalui kegores mekanik.

Sensitisasi sistem pernafasan atau kulit

Kepekaan pernafasan Tidak terklasifikasikan

Kepekaan kulit Tidak terklasifikasikan

Mutagenitas sel germinal Tidak ada data yang menunjukkan bahwa produk atau setiap komponen yang jumlahnya lebih dari 0,1% bersifat mutagenik atau genotoksik.

Kemampuan bahan kimia menyebabkan kanker

Tidak terklasifikasikan

Beracun untuk sistim reproduksi

Tidak terklasifikasikan

Toksisitas organ target khusus - pemaparan satu kali

Tidak tersedia data

Toksisitas organ target khusus - pemaparan berulang

Tidak tersedia data

Bahaya penghirupan Tidak terklasifikasikan

Dampak kronis Penghirupan debu berulang-ulang dan waktu berkepanjangan menambahkan resiko perkembangan penyakit paru-paru.

Pengaruh interaktif Tidak tersedia.

Informasi lain Tidak ada efek spesifik yang akut atau kronis yang dicacat.

12. Informasi Ekologi

Ekotoksisitas Produk tidak terklasifikasi sebagai bahaya terhadap lingkungan. Namun, hal ini tidak meniadakan kemungkinan tumpahan sering atau besar dapat mempunyai efek yang merugikan atau merusak lingkungan.

Kegigihan/tingkat-penguraian Tidak tersedia data

Bioakumulasi Tidak tersedia data

Oktanol/koefisien partisi air log Kow

Sikloheksana (CAS 110-82-7) 3.44

Mobilitas di dalam tanah Produk ini tidak dapat bercampur dengan air dan akan menyebar/mengapung pada permukaan air.

Efek-efek bahaya lainnya Tidak diketahui.

13. Pembuangan limbah

Metode/informasi pembuangan Buanglah sesuai dengan semua peraturan yang berlaku.

Limbah peninggalan Buang sesuai dengan peraturan lokal.

Pengemasan yang terkontaminasi

Wadah kosong harus dibawa ke tempat penanganan limbah yang telah disetujui untuk didaur-ulang atau dibuang.

Peraturan pembuangan lokal Buang sesuai dengan peraturan lokal.

14. Informasi pengangkutan

ADR

Tidak disebutkan dalam peraturan sebagai barang berbahaya.

IATA

(5)

Tidak dapat dipakai.

Mengangkut dalam jumlah besar menurut Lampiran II MARPOL 73/78 dan koda IBC

15. Peraturan Perundang - undangan

Peraturan yang berlaku

CWC (Undang-undang RI No. 9 tahun 2008 tentang Larangan Penggunaan Bahan Kimia sebagai Senjata Kimia, 10 Maret 2008)

Tidak diatur.

Bahan Berbahaya yang Harus Terdaftar (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia)

Tidak diatur.

Kontrol Impor Bahan Berbahaya (Keputusan Menteri Industri dan Perdagangan No. 254/MPP/KEP/7/2000. Lampiran 1)

Tidak diatur.

Kimia Prekursor (Menteri Industri dan Perdagangan No. 647/MPP/Kep/10/2004 mengenai Peraturan tentang Impor Prekursor, Lampiran 1)

Tidak diatur.

Bahan Terlarang (Peraturan Pemerintah No.74, Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Lampiran II Tabel 1)

Tidak diatur.

Bahan Dibatasi (Peraturan Pemerintah No.74, Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Lampiran II, Tabel 2)

Tidak diatur.

Daftar Bahan Berbahaya dan Beracun (Keputusan Menteri Industri tentang Penjagaan Bahan Berbahaya dan Beracun di Paberik Industri, No. 148/M/SK/4/1985)

Sikloheksana (CAS 110-82-7)

Bahan Berbahaya yang Disetujuhi untuk Penggunaan (Peraturan Pemerintah No.7 4 tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Lampiran 1)

Bahan terdaftar

Sikloheksana (CAS 110-82-7)

Bahan terdaftar / Diperbolehkan sampai 2040

Tidak diatur.

16. Informasi lain

Referensi Monograf US. IARC mengenai Pemaparan Zat Kimia di Tempat Bekerja

Diterbitkan oleh Tidak tersedia

Penolakan Informasi dalam lembar ini ditulis berdasarkan pengetahuan dan pengalaman terbaik yang ada saat ini.

Tanggal dikeluarkan 30-Mei-2014

Referensi

Dokumen terkait

Bahan Berbahaya yang Harus Terdaftar (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia) Tidak diatur. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 254/MPP/Kep/7/2000, Lampiran

Bahan Berbahaya yang Harus Terdaftar (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia) Tidak diatur. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 254/MPP/Kep/7/2000, Lampiran

Bahan Berbahaya yang Harus Terdaftar (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia) Tidak diatur. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 254/MPP/Kep/7/2000, Lampiran

Bahan Berbahaya yang Harus Terdaftar (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia) Tidak diatur. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 254/MPP/Kep/7/2000, Lampiran

Bahan Berbahaya yang Harus Terdaftar (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia) Tidak diatur. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 254/MPP/Kep/7/2000, Lampiran

Bahan Berbahaya yang Harus Terdaftar (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia) Tidak diatur. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 254/MPP/Kep/7/2000, Lampiran

Bahan Berbahaya yang Harus Terdaftar (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia) Tidak diatur. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 254/MPP/Kep/7/2000, Lampiran

Bahan Berbahaya yang Harus Terdaftar (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia) Tidak diatur... Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 254/MPP/Kep/7/2000,