journal.umbjm.ac.id/index.php/midwiferyandreproduction 36
GAMBARAN TINGKAT KONSUMSI SUMBER ENERGI DAN PROTEIN PADA IBU
HAMIL TRIMESTER I DI BIDAN PRAKTEK SWASTA TAHUN 2016
(Overview Of Consumption Level Of Energy And Protein Resources In Pregnant
Woman Trimester I In Private Private By 2016)
Dian Purnama Sari
Akademi Kebidanan Bunga Kalimantan
ABSTRAK
Sasaran pelaksanaan gizi ibu hamil adalah untuk mencapai status gizi ibu yang optimal sehingga ibu mengalami Kehamilan yang tenang, melahirkan bayi dengan potensi fisik dan mental yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi energi dan protein ibu hamil trimester I di Praktek Bidan Bidang Swasta. Penelitian ini diinstruksikan secara deskriptif atau rumit dalam suatu masyarakat atau masyarakat, khususnya mengetahui tingkat konsumsi energi dan protein ibu hamil pada trimester I pada praktik bidan sektor swasta (BPS) Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala tahun 2016. Penelitian ini Populasi adalah semua ibu hamil yang melakukan kunjungan pemeriksaan ANC dalam praktik bidan sektor swasta Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala pada bulan Januari-April sebanyak 40 tahun 2016 orang dan sebanyak 22 orang. jumlah energi ibu hamil trimester I dengan jumlah energi kategori Apakah sama dengan 11 orang dengan persentase 50%, kategori sama dengan 1 orang dengan persentase 4,5%, kategori kurang sama dengan 2 orang dengan Persentase 9,1%, kategori defisit sama dengan 8 orang dengan persentase 36,4%, jumlah konsumsi protein ibu hamil trimester I mengalami defisit sebanyak 14 orang dengan persentase 63,6%, kategori baik sebanyak 4 orang dengan Persentase 18,2%, kategori ini banyak 2 orang dengan persentase 9,1%, kategori kurang 2 orang dengan prosentase 9,1%.
Kata kunci: Jumlah konsumsi energi, protein, ibu hamil
ABSTRACT
The goal of pregnant women's nutrition is to achieve optimal maternal nutritional status so that the mother experiences a quiet Pregnancy, giving birth to a baby with good physical and mental potential. This study aims to determine the description of energy consumption and protein of pregnant women trimester I in Private Midwife Practice. This research is instructed descriptively or complex in a society or society, especially to know the level of energy consumption and protein of pregnant woman in trimester I on private midwife practice (BPS) Handil Bakti of Barito Kuala Regency 2016. This study Population is all pregnant women doing ANC inspection visits in the practice of private sector midwife Handil Bakti Barito Kuala District in January-April as many as 40 years 2016 people and as many as 22 people. the amount of energy of trimester pregnant women with the amount of energy category Is equal to 11 people with percentage 50%, category equal to 1 person with percentage 4,5%, category less equal to 2 person with Percentage 9,1%, deficit category equal to 8 people with percentage 36,4%, amount of protein consumption of pregnant mother of trimester I have deficit counted 14 people with percentage 63,6%, good category counted 4 person with Percentage 18,2%, this category many 2 people with percentage 9,1% , category less 2 people with percentage of 9,1%.
journal.umbjm.ac.id/index.php/midwiferyandreproduction 37
PENDAHULUAN
Pada masa usia kehamilan muda, tambahan gizi dalam bentuk vitamin dan mineral sangat diperlukan, sedangkan kebutuhan kalori dan protein sangat diperlukan pada minggu kedelapan sampai kelahiran. Selain dalam masa kehamilan yang memerlukan tambahan gizi yang sangat banyak, ibu juga memerlukan tambahan yang lebih besar lagi menjelang kelahiran dan menyusui. Seorang ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi, maka bayi yang akan dilahirkan akan memiliki berat badan yang rendah, mudah sakit-sakitan dan mempengaruhi kecerdasannya (Kristiyanari, 2010).
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan, yaitu diantaranya kebutuhan selama hamil yang berbeda untuk setiap individu dan juga dipengaruhi oleh riwayat kesehatan dan status gizi sebelumnya, kekurangan asupan pada salah satu zat akan mengakibatkan kebutuhan terhadap suatu nutrien akan terganggu, dan kebutuhan nutrisi yang tidak konstan selama hamil.
Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan,perubahan komposisi dan metabolism tubuh ibu. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna.
Selama proses kehamilan terjadi peningkatan kebutuhan kalori sejalan dengan adanya peningkatan laju metabolik basal dan penambahan berat badan yang akan meningkatkan penggunaan kalori selama aktifitas. Selain itu juga selama hamil, ibu membutuhkan tambahan energi/kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, plasenta, jaringan payudara, dan cadangan lemak. Kebutuhan kalori kira-kira sekitar 15% dari kalori normal. Tambahan energi yang diperlukan selama hamil yaitu 27.000 – 80.000 Kkal atau 100 Kkal/hari. Sedangkan energi yang dibutuhkan oleh janin sendiri untuk tumbuh berkembang adalah 50-95 Kkal/kg/hari atau sekitar 175-50 Kkal/hari pada janin dengan BB 3,5kg. Pada awal kehamilan trimester pertama kebutuhan energi masih sedikit dan terjadi peningkatan pada trimester kedua. Sumber energi bisa didapat dengan mengkonsumsi beras, jagung, gandum, kentang, ubi jalar, ubi kayu dan
sagu. WHO menganjurkan penambahan energi 10 kkal untuk trimester 1.
Protein digunakan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan janin, protein digunakan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan janin, protein memiliki peranan penting. Selama kehamilan terjadi peningkatan protein yang signifikan yaitu 68%. Peran protein selama proses kehamilan diantaranya yaitu selain untuk pertumbuhan dan perkembangan janin juga untuk pembentukan plasenta dan cairan amnion, pertumbuhan jaringan maternal seperti pertumbuhan mammae ibu dan jaringan uterus, dan penambahan volume darah. Kebutuhan akan protein selama kehamilan tergantung pada usia kehamilan. Total protein fetal yang diperlukan selama masa gestesi berkisar antara 350-450 g. Pada trimester pertama kurang dari 6 gram tiap hari sampai trimester kedua.
Pada awal kehamilan kehamilan (trimester I) mual dan muntah sering di alami wanita atau disebut morning sickness. Mual dan muntah pada awal kehamilan berhubungan dengan perubahan dengan perubahan kadar hormonal pada wanita hamil. Pada saat hamil terjadi kenaikan kadar
hormon chorinonic gonadotropin (HCG) yang
berasal dari plasenta. HCG meningkat produksinya pada tiga bulan pertama kehamilan dan turun kembali setelah bulan keempat, sehingga pada kehamilan memasuki bulan keempat rasa mual dan muntah sudah mulai berkurang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di Bidan Praktek Swasta Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala tahun 2016 pada ibu hamil yang dilakukan dengan melakukan wawancara pertama pada hari Selasa tanggal 24 April 2016 mengenai Gambaran tingkat konsumsi sumber energi dan protein pada ibu hamil trimester I dengan sampel ibu hamil sebanyak 10 orang yaitu 4 orang ibu hamil mengeluh mual dan muntah pada awal kehamilan sehingga nafsu makan berkurang dan mempengaruhi tingkat konsumsi. Dan 6 orang ibu hamil yang tidak mengeluh mual dan muntah.
Berdasarkan masalah diatas peneliti tertarik untuk mengangkat penelitian dengan judul “Gambaran tingkat konsumsi sumber energi dan protein pada ibu hamil trimester I di Bidan Praktek Swasta Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala.”
METODE PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan deskriptif, Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil yang
journal.umbjm.ac.id/index.php/midwiferyandreproduction 38 melakukan kunjungan pemeriksaan ANC di bidan
praktek swasta Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala pada bulan Januari-April sebanyak 40 orang Tahun 2016. Sampel pada penilitian ini adalah ibu hamil yang melakukan kunjungan pemeriksaan ANC di bidan praktek swasta Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala pada bulan Januari –April Tahun 2016, total populasi adalah dari bulan April - Juni. teknik pengambilan sampel saturation
sampling, dalam penelitian ini hanya terdiri dari
satu variabel tentang konsumsi energi dan protein pada ibu hamil trimester I. Instrumen penelitian dengan kuesioner.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Responden Penelitian
Karakteristik Umur Responden
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Umur responden Ibu Hamil Trimester I di bidan Praktek swasta
Umur Jumlah Persentase
≤ 20 1 4,5 %
21 – 25 9 40,9 %
26 – 30 8 36,4 %
≥ 31 4 18,2 %
Jumlah 22 100 %
Sumber Data Primer Tahun 2016
Karakteristik Pendidikan Responden
Karakteristik pendidikan responden dapat kita lihat pada tabel 2 sebagai berikut :
Tabel 2 Distribusi Frekuensi Karakteristik Pendidikan Responden Ibu Hamil trimester I di bidan Praktek swasta
Pendidikan Jumlah persentase
DASAR 2 9,1 %
MENENGAH 14 63,6 %
TINGGI 6 27, 3%
Jumlah 22 100 %
Sumber Data Primer Tahun 2016
Karakteristik Pekerjaan Responden
Tabel 3 Distribusi Frekuensi Karakteristik Pekerjaan Responden Ibu Hamil Trimester I di bidan Praktek Swasta
Pekerjaan Jumlah Persentase
Tidak Bekerja 11 50 %
Bekerja 11 50 %
Jumlah 22 100 %
Sumber Data Primer Tahun 2016
Gambaran Tingkat konsumsi sumber energi pada ibu hamil trimester I di Bidan praktek swasta di Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala tahun 2016. Tabel 4 Tabel gambaran tingkat konsumsi Energi
pada Ibu hamil trimester I di bidan Praktek swasta di Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala.
Jumlah Energi Jumlah Persentase
Baik 11 50 %
Sedang 1 4.5 %
Kurang 2 9.1 %
Defisit 8 36.4 %
Total 22 100 %
Sumber data primer Tahun 2016
Gambaran Tingkat konsumsi Protein pada ibu hamil trimester I di Bidan Praktek.
Tabel 5 Tabel gambaran tingkat konsumsi protein pada Ibu hamil trimester I di bidan Praktek swasta di Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala.
Jumlah Konsumsi
Protein Jumlah Persentase
Baik 4 18,2 %
Sedang 2 9,1%
Kurang 2 9,1%
Defisit 14 63,6%
Jumlah 22 100 %
Sumber data primer Tahun 2016
Dari tabel 1 diatas dapat dijelaskan bahwa jumlah ibu hamil trisemester I terbanyak yaitu berumur 21 – 25 tahun sebanyak 9 orang dengan persentase 40,9 %, hal ini menjelaskan bahwa di wialayh sekitar tempat bidan praktek swasta tersebut merupakan wilayah dengan karakteristik umur yang sangat berpengaruh terhadap proses kehamilan seperti yang diungkap oleh Yayasan pendidikan Kesehatan Perempuan, 2006 yang mana di sana dikatakan bahwa Umur sangat berpengaruh terhadap proses reproduksi, khususnya usia 20-25 tahun merupakan usia yang paling baik untuk hamil dan bersalin. Kehamilan dan persalinan membawa resiko kesakitan dan kematian lebih besar pada remaja dibandingkan pada perempuan yang telah berusia 20 tahunan, terutama di wilayah yang pelayanan medisnya langka atau tidak tersedia (Winda Yanti, 2010).
Dari tabel 2 diatas dapat dijelaskan bahwa tingkat pendidikan ibu hamil trimester I di bidan praktek swasta dengan jumlah pendidikan tertinggi adalah tingkat menengah dengan jumlah
journal.umbjm.ac.id/index.php/midwiferyandreproduction 39 sebanyak 14 orang dengan persentase 63,6 %,hal
ini menjelaskan bahwa tingkat pendidikan di sekitar wilayah bidan Praktek swasta rata hanya sampai dengan pendidikan menengah saja, karena pada tingkatan ini semua pengetahuan baik formal maupun tidak formal sudah dapat diperoleh pada tingkat pendidikan ini.
Karena tingkat pendidikan pada umumnya sangat berpengaruh dengan pengetahuan ibu hamil itu sendiri, karena pada tingkat menengah untuk pemberian informasi mudah didapat sesuai dengan pernyataan Nursalam, 2003 mengatakan Pada umumnya makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah menerima informasi.
Berdasarkan bab VI pasal 13 Sisdiknas (2006) disebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya :
Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar dan terdiri atas pendidikan menengah atas, pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan seperti: SLTA, MA, SMK, MAK.
Dari tabel 3 diatas dapat dijelaskan bahwa distribusi frekuensi karakteristik pekerjaan ibu hamil trimester I di bidan praktek swasta dengan tingkat jumlah pekerjaan tidak bekerja sebanyak 11 orang dengan persentase 50% dan yang bekerja sebanyak 11 orang dengan persentase 50%. Dengan bekerja seseorang dapat berbuat sesuatu yang bernilai, bermanfaat dan memperoleh berbagai pengalaman (Notoatmodjo, 2003).
Dari tabel 4 diatas dapat dijelaskan bahwa jumlah energi pada ibu hamil trimester I dengan jumlah energi pada kategori “Baik” sebesar 11 orang dengan persentase 50 % .
Dari penyataan diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa kebutuhan ibu hamil dalam pemenuhan konsumsi energinya lebih besar hal ini sesuai dengan pernyataan bahwa Kebutuhan energi bagi ibu hamil lebih besar dibanding dengan dalam keadaan tidak hamil. Kebutuhan energi meningkat, karena kebutuhan untuk energi basal juga meningkat. Peningkatan kebutuhan energi juga untuk mengantisipasi kenaikan metabolisme maupun pertumbuhan janin dan tubuh ibu sendiri. Ibu hamil harus mempersiapkan diri untuk kelahiran dan untuk menyususi. Kebutuhan energi ibu hamil yang mengurangi kegiatan fisiknya berbeda dengan ibu hamil yang tidak mengurangi kegiatan fisiknya selama hamil. Tambahan energi untuk ibu hamil yang aktifitas fisiknya tetap adalah
285 Kkal/hari sedangkan ibu hamil yang mengurangi kegiatan fisiknya 200 Kkal/hari. (Ardi, 2012 )
Dari tabel 5 diatas dapat dijelaskan bahwa Jumlah konsumsi protein pada ibu hamil trimester I mengalami defisit sebanyak 14 orang dengan persentase 63,6 % .
Hal ini sangat berpengaruh pada usia kehamilan muda karena apabila kita mengalami defisit protein makan akan mengakibatkan ibu hamil tersebut mengalami gannggaun pada masa kehamilan.hal ini mungkin disebabkan oleh rasa mual dan seringnya muntah pada masa kehamilan muda (Ardi, 2012).
Ibu hamil memerlukan tambahan protein untuk dirinya sendiri, placenta, dan janin. Kira-kira 50 % dari tambahan protein ditujukan untuk pembentukan janin, sebanyak 25% untuk uterus dan payudara, 10% untuk placenta dan 15 % untuk darah serta cairan amnion. Kebutuhan protein rata-rata pada ibu hamil adalah 1,2 g / kg berat badan per hari. Bagi ibu hamil remaja, kebutuhan protein 1.5 – 1.7 g /kg BB /hari dan ibu hamil di atas umur 40 tahun dan resiko tinggi kebuhannya adalah antara 1.7 sampai dengan 2g / kg BB / hari. Menurut sumber lain tambahan protein rata-rata per hari selama kehamilan adalah 15 g pada triwulan I, 20 g pada triwulan II dan 25 g pada triwulan III (Ardi, 2012).
KESIMPULAN
Umur responden paling banyak adalah 21-25 tahun sebanyak 9 orang dengan persentase 40,9%, tingkat pendidikan paling banyak adalah menengah sebanyak 11 orang dengan persentase 50%, jenis pekerjaan berimbang antara tidak bekerja dan bekerja dengan persentase 50%.
Dari hasil penelitian diatas dapat diketahui bahwa jumlah konsumsi energi pada ibu hamil trimester I dengan jumlah energi pada kategori Baik sebesar 11 orang dengan persentase 50 %, kategori sedang sebesar 1 orang dengan persentase 4,5%, kategori kurang sebesar 2 orang dengan persentase 9,1%, kategori defisit sebesar 8 orang dengan persentase 36.4 %.
Dari hasil penelitian diatas dapat diketahui bahwa Jumlah konsumsi protein pada ibu hamil trimester I mengalami Defisit sebanyak 14 orang dengan persentase 63,6 %, kategori baik sebanyak 4 orang dengan persentase 18,2%, kategori sedang sebanyak 2 orang dengan persentase 9,1%, kategori kurang sebanyak 2 orang dengan persentase 9,1%.
journal.umbjm.ac.id/index.php/midwiferyandreproduction 40
DAFTAR PUSTAKA
Akbid Bunga Kalimantan. (2010) Buku panduan
Karya Tulis Ilmiah Akademi Kebidanan Bunga Kalimantan. Banjarmasin : Yayasan
Pendidikan Bunga Kalimantan Banjarmasin
Hidayati, Ratna. (2009) Asuhan Keperawatan
Pada Kehamilan Fisiologis Dan Patologis.
Jakarta : Salemba Medika
Intan, dkk. (2012) Gizi Reproduksi. Jakarta : Fitramaya
Kristiyanasari. (2010) Gizi Ibu Hamil. Yogyakarta : Nuha Medika
Manuaba, I.B.G. (2010) Ilmu Kebidanan, Penyakit
Kandungan & Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Notoatmojo, S. (2007) Promosi Kesehatan Dan
Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta
Nursalam. (2003) Konsep & Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.
Jakarta: Salemba Medika
Prasetyowati, dkk. (2010) Gizi & Kesehatan
Reproduksi. Jakarta : EGC
Riyanto, Agus. (2011) Aplikasi Metodologi
Penelitian Kesehatan. Yogyakarta Nuha
Medika
Sulistyawati. Ari (2009) Asuhan Kebidanan Pada
Masa Kehamilan. Jakarta Salemba Medika
Supariasa, I dewa. (2002) Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC
Suyanto, dkk. (2009) Riset Kebidanan Metodologi
& Aplikasi. Yogyakarta Mitra Cendikia
Ardi (2012) Hubungan umur dan tingkat Pendidikan, terhadap pemberian asi eksklusif http://aperlindraha.word.press, {24 Juli 2016}
Winda, Y. (2010) Gizi bagi ibu hamil. http://sidrap-file-filepc.blog.com {24 Juli 2016}