• Tidak ada hasil yang ditemukan

Paparan Publik PT Solusi Tunas Pratama Tbk. M e i

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Paparan Publik PT Solusi Tunas Pratama Tbk. M e i"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Paparan Publik

PT Solusi Tunas Pratama Tbk

(2)

1

Disclaimer

Dokumen ini disusun oleh PT Solusi Tunas Pratama, Tbk ("STP" atau "Perseroan") dan tidak diverifikasi secara independen. Tidak ada

pernyataan atau jaminan, yang dibuat secara tersurat maupun tersirat, dan tidak ada ketergantungan terhadap akurasi, kewajaran atau

kelengkapan informasi yang disajikan atau terkandung dalam dokumen ini. Baik Perseroan maupun afiliasinya, termasuk penasihat

dan/atau perwakilannya, tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang timbul dari setiap informasi yang disajikan

atau terkandung dalam dokumen ini. Informasi yang disajikan atau yang terkandung dalam dokumen ini dapat berubah tanpa

pemberitahuan dan tidak ada jaminan terhadap keakuratan informasi yang disajikan di dalamnya.

Dokumen ini berisi pernyataan-pernyataan yang merupakan pernyataan - berwawasan ke depan (forward

– looking statements).

Pernyataan - pernyataan dalam dokumen ini meliputi penjelasan mengenai maksud, kepercayaan atau harapan Perseroan atau pejabat

Perseroan saat ini sehubungan dengan hasil usaha dan kondisi keuangan Perseroan. Pernyataanpernyataan ini dapat dikenali dengan

menggunakan kata-kata seperti "mengharapkan," "rencana," "akan," "perkiraan,“ "proyeksi," "bermaksud," "pandangan" atau kata-kata

lain yang memiliki arti yang sama. Pernyataan - berwawasan ke depan tersebut tidak menjamin kinerja Perseroan di masa depan dan

melibatkan risiko serta ketidakpastian, dan hasil aktual mungkin berbeda dari apa yang di sampaikan dalam pernyataan tersebut karena

keterlibatan berbagai faktor dan asumsi. Pereroan tidak mempunyai kewajiban untuk merevisi pernyataan - berwawasan ke depan ini

untuk mencerminkan peristiwa atau keadaan di masa depan.

Dokumen ini disiapkan untuk memberikan informasi semata dan bukan merupakan atau menjadi bagian dari suatu penawaran, ajakan

atau undangan untuk membeli surat berharga Perseroan dalam yurisdiksi manapun, maupun untuk dijadikan dasar, atau dijadikan

pegangan dalam kesepakatan, komitmen atau keputusan investasi apapun.

(3)

2

STP adalah perusahaan penyedia layanan infrastruktur jaringan yang

terintegrasi di Indonesia

Note:1Pendapatan dari GrupTelkom mencakup Telkomsel, Mitratel, dan resellers dimana Telkomsel adalah pelanggannya

1.539

11.416

2010

2016

> 7x

penambahan di jumlah penyewaan

1.121

6.898

2010

2016

> 6x

penambahan di jumlah menara

286

1.821

2010

2016

> 6x

penambahan di pendapatan (Rp miliar)

Memiliki portofolio yang

terkemuka dan unik:

6.349

menara dan

549

microcell poles dengan

11.416

penyewaan

2.712 km

jaringan serat

optik

39

lokasi indoor DAS

dengan

81

penyewaan

Marjin EBITDA

sebesar

85%

~88%

pendapatan

dikontribusikan oleh

top-4 operator

telekomunikasi

1

Portofolio

Kinerja Perseroan

Pelanggan

Penilaian Kinerja Perseroan

Jumlah Menara Jumlah Penyewaan Pendapatan

Tentang STP

(4)

3

Kinerja keuangan dan operasional di tahun 2016

Rasio penyewaan menara stabil di 1,65x

3

Rasio pinjaman bersih terhadap LQA EBITDA ratio per 31 Desember 2016

menurun menjadi 4,6x

2

dari 4,7x per 31 Desember 2015

4

Sekitar 88% pendapatan tahun 2016 tercatat berasal dari empat operator telekomunikasi

terbesar di Indonesia dengan kualitas kredit yang baik

5

Kenaikan sebesar 8,8%

1

year-on-year pada pendapatan 2016 menjadi Rp 1.821 miliar

1

Marjin EBITDA dipertahankan di level 85.3% dengan jumlah EBITDA sebesar

Rp 1.554 miliar

2

Note: 1Proforma kinerja 2015 tidak termasuk Telkom Flexi; 2Jumlah kas per 31 December 2016 sudah termasuk kompensasi yang diterima atas penghentian layanan Perseroan kepada

(5)

4

Traffic mobile data diharapkan akan

bertambah 11x lipat dari tahun 2015 ke

tahun 2020

Pertumbuhan industri telekomunikasi di Indonesia didorong oleh

meningkatnya permintaan data

Sumber: Analysys Mason, CISCO VNI Mobile Forecast Highlights, 2015-2020, IDC, InMobi– The State of App Downloads and Monetization Report: Global 2015, BMI Research – Indonesia Telecommunications Report Q3 2016

Note: 1 1 petabyte (PB) setara dengan 1015bytes, 1.000 terabytes (TB) atau 1.000.000 gigabytes (GB)

Rata-rata penggunaan mobile data masih tergolong rendah

Penetrasi smartphone bertumbuh secara terus menerus

603 679 748 763

852

3.062 3.087

3.580

Filipina Indonesia Cina Brazil India AS Malaysia Thailand Penggunaan data (MB) 15% 20% 24% 29% 34% 43% 54% 64% 72% 79% 85% 2011 2012 2013 2014 2015 2016F 2017F 2018F 2019F 2020F 2021F

71,0

816,3

2015A

2020E

>11x

mobile data traffic (Petabytes1) Mobile 17% Fixed 83%

2015A

Data traffic Mobile 42% Fixed 58%

2020E

Data traffic

Mobile data akan mengkontribusi 42% dari total

traffic pada tahun 2020

Penetrasi smartphone diharapkan

akan mencapai 72% pada tahun 2020

31%

72%

2015A

2020E

>2x

smartphone penetration

(6)

5

Teknologi komunikasi di Indonesia sedang berkembang dari jaringan

3G ke

4G…

83 92 105 109 112 33 48 72 95 137 8 19 116 139 178 213 268

FY12 FY13 FY14 FY15 FY16

4G 3G

2G

Perkembangan jaringan 4G masih dalam tahap awal...

Jumlah BTS1(‘000)

Berdasarkan dari pengalaman negara lain, roll-out jaringan 4G akan

membutuhkan jumlah BTS yang lebih banyak dari jaringan 3G

11.000 32.000 21.000 94.000 3G BTS 4G BTS

~2x

~3x

5.789 9.329 6.443 7.355 7.293

FY12 FY13 FY14 FY15 FY16

Sumber: Company filings, Analysys Mason Note:1Termasuk Telkomsel, Indosat and XL Axiata

10.176

7.394 7.095

4.146

5.584

FY12 FY13 FY14 FY15 FY16

1.700 11.600

14.500

13.100 13.500

FY12 FY13 FY14 FY15 FY16

Telkomsel (Rp miliar) Indosat (Rp miliar) XL Axiata (Rp miliar)

2017E capex sebesar Rp14.8T 2017E capex sebesar Rp6-7T 2017E capex sebesar Rp7T

Penggunaan capex akan tetap tinggi karena operator telekomunikasi berinvestasi di microcell poles dan jaringan serat optik untuk

membangun jaringan 4G

(7)

6

Microcell poles dan jaringan serat optik dibutuhkan untuk fase

densifikasi/pertebalan jaringan

MCP MCP MCP MCP MCP MCP MCP MCP MCP MCP MCP MCP MCP MCP MCP MCP

Pada fase awal roll-out 3G, operator

telekomunikasi fokus terhadap

pengembangan coverage secara

geografis

Pertumbuhan

pada

penetrasi

smartphone

dan

penggunaan OTT

services

/

app

melemahkan

infrastruktur yang sudah ada

Dampak lebih besar di daerah-daerah

berpopulasi tinggi dimana penggunaan

data lebih terkonsentrasi

Operator telekomunikasi berinvestasi

untuk mempertebal jaringan agar

dapat memenuhi permintaan dan

menjaga kualitas pelayanan

Densifikasi/Pertebalan jaringan

membutuhkan aset yang khusus selain

menara makro, yaitu: microcell poles

dan jaringan serat optik

Fase awal roll-out 3G

Bertambahnya penggunaan data

memperkecil daya transmisi dari BTS yang

sudah terbangun

Densifikasi/Pertebalan jaringan

0,2 0,5

1,8

3,0

3,8

4,5 5,0

2013A 2014A 2015E 2016E 2017E 2018E 2019E

Microcell poles dan jaringan serat optik sangat cocok digunakan untuk memenuhi pertumbuhan mobile data di Indonesia

Jumlah microcell poles yang diproyeksikan (‘000)

Tantangan utama untuk jaringan makro di daerah perkotaan adalah:

Lokasi yang padat menghambat transmisi menara BTS

Kesulitan dalam mencari lahan/properti untuk membangun BTS

Microcell poles merupakan solusi yang hemat ruang, mudah dibangun

dengan harga yang lebih terjangkau untuk memberikan coverage di

daerah-daerah dengan permintaan data yang tinggi

Jaringan serat optik dapat menopang microcell poles

Sumber: Analysys Mason

“MCP” = Microcell pole dan jaringan serat optik

(8)

7

STP telah memperkuat posisi di tengah industri menara telekomunikasi

“Space-based”

“Capacity-based and services”

Macro

towers

Microcell poles

(hybrid)

DAS

Fiber optic

backhaul

BTS hotel

Data

network

services

Produk

dan

lay

anan

kam

i

M

od

el

bisnis

Bisnis properti yang konvensional

Hampir semua operator menara menjalankan bisnis konvensional

yang membutuhkan skala besar

Penyewaan jangka panjang dengan harga sewa yang tetap terlepas

dari teknologi, ruang lingkup atau lama penggunaan

– memberikan

visibilitas pendapatan berkelanjutan

Keterbatasan ruang; contohnya: jumlah dan ukuran aset tetap yang

dapat dipasang di tiap lokasi

Model bisnis “Pay-as-you-go” berdasarkan banyaknya penggunaan

Model bisnis yang baru dengan potensi yang tinggi

Permintaan

kapasitas

yang

didorong

oleh

pertumbuhan

penggunaan mobile data dan kebutuhan latencyi rendah

Dapat memberikan skala besar tanpa dibatasi oleh ruang fisik

Apakah industri ini sedang menuju model “capacity-based”?

Indosat dan XL Axiata telah membentuk perusahaan patungan untuk mengeksplorasi setiap inisiatif kerja sama jaringan yang layak

di masa mendatang

Kedua operator sedang mengeksplorasi pembangunan gabungan jaringan dengan memakai metode multi operator radio access

network

(9)

8

STP adalah perusahaan menara telekomunikasi yang siap menghadapi

era LTE

Note:1 Tidak termasuk menara BTS yang hanya disewa oleh Bakrie Telecom dan Telkom Flexi

1.309

1.821

2.579

6.123

6.243

6.349

2011

2012

2013

2014

2015

2016

125

219

301

431

549

893

2.073

2.398

2.541

2.712

2012

2013

2014

2015

2016

Microcell poles Jaringan serat optik (km)

Sumber pendapatan:

Penyewaan BTS dan lahan

Sumber pendapatan:

Penyewaan BTS dan kapasitas jaringan

serat optik

1 1

Menara BTS Macro

Aset STP yang terkait dengan jaringan serat optik

(10)

9

Jawa 67% Sumatera 21% Lainnya 12%

67%

dari jumlah menara BTS berada di

Jawa3

(28% berada di Jakarta)  Perusahaan pertama menara

telekomunikasi di Indonesia yang:

 Mendapatkan lisensi untuk menyewakan microcell poles (kontrak selama 20 tahun)

 Memiliki jaringan serat optik yang menghubungkan microcell poles (>1.500km di wilayah Jabodetabek) untuk menopang roll-out jaringan 3G / LTE

 Jaringan serat optik yang melewati 6 juta lokasi di Jakarta, yang dapat memenuhi pertumbuhan permintaan data

 Dapat memberi solusi yang

mencakup microcell poles, DAS dan jaringan serat optik dengan skala yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan di masa yang akan datang

 Peluang bisnis baru untuk menyediakan layanan wholesale jaringan serat optik kepada operator TV berbayar dan penyedia

broadband untuk mencapai

pengguna di perumahan dan properti komersial

Portolfolio aset Perseroan yang unik dan infrastruktur yang berlokasi di

daerah dengan populasi padat memberikan kami keunggulan tersendiri

Note:1N/A menandakan bahwa data tidak tersedia; 2Dengan asumsi bahwa semua DAS merupakan Repeaters dengan single tenant; 3Jawa termasuk Jawa dan Pulau Bali dan wilayah Jabodetabek

Rincian lokasi menara BTS

Perseroan memiliki portofolio yang unik: Microcell poles, DAS tenants dan jaringan serat optik

549

81

Microcell

Poles

DAS Tenants

2.712 km

Submarines Batam – Singapore 84 Medan 102 Banten – Lampung 71 Greater Jakarta 1.536 Bandung 368 Surabaya 68 Jatim – Kalsel 483

(11)

10

12% 32% 48% 46% 51% 62% 62% 89% 63% 88% 68% 52% 54% 49% 38% 38% 11% 37% 4Q14 1Q15 2Q15 3Q15 4Q15 1Q16 2Q16 3Q16 4Q16 Telkomsel Lainnya

Kami telah membangun relasi yang baik dengan operator Top 4

Note:1Exclude XL acquisition portfolio

 Pelanggan utama STP terdiri dari empat operator telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan kualitas kredit yang baik dimana sekitar 88% dari total

pendapatan tahun 2016 berasal dari operator-operator tersebut

 Harga sewa kami sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar dan hampir 100% dari penyewaan kami menggunakan mata uang Rupiah

1

 89% dari total penyewaan akan jatuh tempo untuk pembaruan penyewaan pada tahun 2020 dan seterusnya

XL 43% Hutchison 22% Telkom Group 17% Indosat 7% Lainnya 11%

Rp1.821miliar

Pendapatan

FY16

~88% dari pendapatan berasal dari

perusahan telekomunikasi Top 4

Penyewaan dari Telkomsel terus bertumbuh dengan pesat

Sumber pendapatan tahun 2016 berdasarkan operator

(12)

11

751

973

1.674

1.821

89

99

112

2013 2014 2015 2016

Pendapatan Pendapatan dari Flexi

604

789

1.422

1.554

89 99 112 82,9% 85,9% 85,3% 85,3% 60.0% 70.0% 80.0% 90.0% 0 200 400 600 800 1,000 1,200 1,400 1,600 1,800 2,000 2013 2014 2015 2016

EBITDA Pendapatan dari Flexi Marjin EBITDA

STP terus menerus memberikan pertumbuhan yang sesuai dengan

kinerja industri

(Rp miliar)

(Rp miliar)

220 241 244 267 411 413 419 431 438 464 468 451 25 25 25 25 28 28 28 28 1Q14 2Q14 3Q14 4Q14 1Q15 2Q15 3Q15 4Q15 1Q16 2Q16 3Q16 4Q16 Pendapatan Pendapatan dari Flexi

180 195 197 216 350 349 358 366 373 390 395 396 25 25 25 25 28 28 28 28 1Q14 2Q14 3Q14 4Q14 1Q15 2Q15 3Q15 4Q15 1Q16 2Q16 3Q16 4Q16 EBITDA EBITDA dari Flexi

(Rp miliar)

Akuisisi

(Rp miliar)

menara dari XL

Akuisisi menara dari

XL

Pertumbuhan kuat dan kinerja yang baik walaupun tanpa pendapatan dari Telkom Flexi di tahun 2016

EBITDA tiap kuartal terus meningkat dalam tiga tahun terakhir

Note:1Pendapatan proforma tahun 2015 menjadi Rp 1.674 miliar setelah penghentian penyewaan Telkom Flexi

Pengecualian pendapatan dari Telkom Flexi Pengecualian pendapatan dari Telkom Flexi

(13)

12

Komitment untuk deleveraging dengan tidak adanya utang jangka

pendek yang akan jatuh tempo

Note:1Jumlah kas per 31 December 2016 sudah termasuk kompensasi yang diterima atas penghentian layanan Perseroan kepada Telkom Flexi;2Utang Bruto adalah total utang (jangka

pendek dan jangka panjang, utang obligasi dan tidak termasuk utang pemegang saham) sebelum dikurangi biaya transaksi yang belum diamortisasi yang diukur menggunakan kurs lindung nilai;3Pinjaman bersih adalah pinjaman bruto setelah dikurangi kas;4Telah melakukan pembiayaan kembali atas pinjaman sindikasi tahun 2015 yang berupa pinjaman berjangka AS$ 225 juta

dan Rp1.050 miliar , dan juga fasilitas revolving Rp580 miliar 4,7x 4,7x 4,5x 4,2x 4,2x 4,6x 5,0x 4,9x 4,8x 4,6x 4,7x 4,9x 3Q15 4Q15 1Q16 2Q16 3Q16 4Q16 8.104 7.270 (485)1 (449) Utang Tanpa Lindung Nilai

Aset Lindung Nilai Kas dan Setara Kas

Net Debt

(Rp miliar)

Pinjaman Bruto / LQA EBITDA2

Pinjaman Bersih / LQA EBITDA3

5,1x (0,2x) (0,3x) 4,6x

# LQA EBITDA Multiple

Pergerakan Pinjaman Bersih 4Q16

Profil deleveraging STP

Profil jatuh tempo utang STP (% dari total)

Kami memiliki kebijakan manajemen risiko yang sangat disiplin

Ketentuan lindung nilai dilakukan untuk melindungi Perseroan

dari risiko pergerakan valas dan suku bunga

89% dari total utang memiliki lindung nilai terhadap risiko dari

pergerakan suku bunga

87% dari total utang menggunakan mata uang AS Dollar,

dimana:

100% dari pokok pinjaman memiliki lindung nilai

terhadap risiko dari pergerakan valas

57% dari bunga memiliki lindung nilai terhadap risiko

dari pergerakan valas

2019E 50%4

2020E 50%

100%

Dari total utang Jatuh tempo pada tahun

2019 and seterusnya 1

(14)

13

13

Appendix A

Strategi

Pertumbuhan

Kami

(15)

14

Kami melaksanakan strategi kami dengan menerapkan 4 pilar

pertumbuhan

PRUDENT & SELECTIVE

BUILD-TO-SUIT

R O L L O U T

D I S C I P L I N E D

A P P R O A C H T O

M&A-DRIVEN

G R O W T H

E X PA N S I O N O F

DATA

N E T W O R K / LT E

I N F R A S T R U C T U R E

S E R V I C E S

C O N T I N U E D

COLOCATION

O N E X I S T I N G

P O R T F O L I O

(16)

15

15

Appendix B

Ikthisar

(17)

16

Laporan laba rugi

2013 2014 2015 2016

(Telah diaudit) (Telah diaudit) (Telah diaudit) (Telah diaudit)

Pendapatan 840.097 1.071.929 1,785,853 1.821.446

Beban Pokok Pendapatan

Penyusutan dan Amortisasi (103.818) (117.791) (186.766) (228.250)

Beban Pokok Pendapatan Lainnya (70.809) (90.841) (137.331) (130.218)

Jumlah (174.627) (208.632) (324.097) (358.468)

Laba Bruto 665.469 863.297 1.461.756 1.462.978

Marjin Laba Bruto (%) 79,2% 80,5% 81,9% 85,3%

Beban Usaha

Penyusutan dan Amortisasi (7.634) (10.217) (16.279) (22.486)

Beban Usaha Lainnya (76.146) (92.930) (114.782) (137.546)

Jumlah (83.780) (103.147) (131.061) (160.032)

Laba Usaha 581.689 760.150 1.330.695 1.302.946

Marjin Laba Usaha (%) 69,2% 70,9% 74,5% 72,8%

Kenaikan (Penurunan) Nilai Wajar Properti Investasi 91.665 (383.566) 3.610 (202.872)

Penghasilan Bunga 12.401 15.784 31.342 15.697

Beban Keuangan (285.456) (440.086) (992.016) (1.005.066)

Lain-lain - Bersih (132.170) (460.166) (131.616) 298.645

Laba (Rugi) Sebelum Pajak 268.128 (507.884) 242.015 409.350

Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (70.519) 127.840 (105.140) (172.221)

Laba (Rugi) Periode Berjalan 197.609 (380.044) 136.875 237.129

Diatribusikan kepada:

- Pemilik Entitas Induk 197.596 (380.044) 136.875 237.129

- Kepentingan Nonpengendali 14 - -

-Laporan laba rugi (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lainnya)

(18)

17

Laporan posisi keuangan (Aset)

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

2013 2014 2015 2016

(Telah diaudit) (Telah diaudit) (Telah diaudit) (Telah diaudit) Aset Lancar

Kas dan Setara Kas 525.226 1.318.888 229.325 184.996

Piutang Usaha – Pihak Ketiga 193.888 100.415 279.237 958.050

Aset Keuangan Lancar Lainnya 240.593 132.796 246.478 573.649

Persediaan 51.095 70.458 54.644 47.852

Pajak Dibayar di Muka 224.302 742.199 730.279 566.362

Uang Muka dan Beban Dibayar di Muka 134.366 144.938 277.609 235.921

Jumlah Aset Lancar 1.369.470 2.509.694 1.817.572 2.566.830

Aset Tidak Lancar

Beban Dibayar di Muka – Setelah Dikurangi Bagian Lancar 303.097 476.320 503.945 573.551

Properti Investasi 3.783.891 9.304.749 9.542.252 9.667.972

Aset Tetap 345.319 479.036 525.836 550.270

Aset Tak Berwujud 129.303 124.417 119.532 121.495

Aset Pajak Tangguhan - - - 125

Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya 379.793 484 1.229.610 539.051

Jumlah Aset Tidak Lancar 4.941.403 10.385.006 11.921.175 11.452.464

Jumlah Aset 6.310.873 12.894.700 13.738.747 14.019.294

(19)

18

Laporan posisi keuangan (Liabilitas)

2013 2014 2015 2016

(Telah diaudit) (Telah diaudit) (Telah diaudit) (Telah diaudit) Liabilitias Jangka Pendek

Utang Usaha

- Pihak Berelasi 18.007 3.562 293 17.227

- Pihak Ketiga 17.120 29.012 31.684 51.728

Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 209 8.450 523 454

Utang Pajak 5.306 11.343 32.857 19.489

Akrual 102.672 116.339 211.919 172.969

Pendapatan Ditangguhkan 110.215 565.129 250.459 732.401

Utang Bank Jangka Pendek - 1.741.600 -

-Utang Sindikasi Jangka Pendek - - - 100.000

Bagian Lancar atas Utang Jangka Panjang 308.485 3.732.000 304.180

-Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 562.014 6.207.435 831.915 1.094.268

Liabilitas Jangka Panjang

Utang Jangka Panjang 2.656.440 4.153.169 3.754.404 3.846.124

Utang Obligasi - - 4.056.000 3.967.221

Utang terhadap Pihak Berelasi 471.243 471.243 -

-Liabilitas Pajak Tangguhan 318.876 187.384 264.041 402.508

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 7.826 12.792 17.851 20.789

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.454.385 4.824.588 8.092.296 8.236.642

Jumlah Liabilitas 4.016.399 11.032.023 8.924.211 9.330.910

Laporan posisi keuangan (Liabilitas, dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(20)

19

Laporan posisi keuangan (Ekuitas)

2013 2014 2015 2016

(Telah diaudit) (Telah diaudit) (Telah diaudit) (Telah diaudit) Ekuitas

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 79.429 79.436 113.758 113.758

Tambahan Modal Disetor – Bersih 1.229.780 1.230.128 3.589.495 3.589.711

Saldo Laba 933.803 553.131 690.484 925.598

Penghasilan Komprehensif Lainnya 51.462 (18) 420.799 59.257

Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada:

- Pemilik Entitas Induk 2.294.474 1.862.677 4.814.536 4.688.384

- Kepentingan Nonpengendali - -

-Jumlah Ekuitas 2.294.474 1.862.677 4.814.536 4.688.384

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 6.310.873 12.894.700 13.738.747 14.019.294

Laporan posisi keuangan (Ekuitas, dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(21)

20

Laporan arus kas

2013 2014 2015 2016

(Telah diaudit) (Telah diaudit) (Telah diaudit) (Telah diaudit) Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Penerimaan Kas dari Pelanggan 603.107 1.432.225 1.201.587 1.622.474

Pembayaran kepada Pemasok dan Beban Usaha (371.175) (740.265) (215.098) (219.457)

Penerimaan Bunga 12.401 15.784 31.342 15.697

Pembayaran Beban Pajak (58.660) (33.731) (50.418) (1.032)

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 185.673 674.013 967.413 1.417.682

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Aset Tetap – Bersih (181.791) (161.375) (92.682) (77.611)

Pembayaran Sewa Lahan (168.616) (247.332) (209.993) (215.769)

Properti Investasi - Net (1.402.830) (5.884.799) (292.856) (308.910)

Uang Muka Konstruksi -- (8.681) (48.388) 74

Lainnya (13) -- (20.000) 20.000

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi (1.753.250) (6.302.187) (663.919) (577.315)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Perolehan Bersih dari Pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas II -- -- 1.931.016

--Perolehan dari Pelaksanaan Waran Seri I 284.590 355 172

--Transaksi Pendanaan 1.836.130 6.906.903 (6.107.864) 85.982

Penerimaan dari Penerbitan Obligasi -- -- 3.859.800

--Pembayaran Beban Keuangan (336.037) (498.368) (1.072.118) (973.885)

Lainnya 44.858 11.404 --

--Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan

1.829.541 6.420.294 (1.388.994) (887.903)

Penuran (Kenaikan) Bersih Kas dan Setara Kas 261.964 792.120 (1.085.500) (47.536)

Dampak Selisih Kurs Pada Kas dan Setara Kas (64) 1.542 (4.063) 3.207

Kas dan Setara Kas Awal Tahun 263.326 525.226 1.318.888 229.325

Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 525.226 1.318.888 229.325 184.996

Laporan arus kas (dalam jutaan Rupiah)

Referensi

Dokumen terkait